cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 142 Documents
Pengaruh Pemberian Posisi Pronasi terhadap Perbaikan Pola Nafas dan Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Anak dengan Acute Upper Respiratory Infection : The Effect of Prone Positioning on the Improvement of Breathing Pattern and Increase in Oxygen Saturation on Pediatric Patients with Acute Upper Respiratory Infection in the Bougenville Ward of Dr. Haryoto Regional Hospital, Lumajang Istiqomah; Addiarto, Widya; Suhari; Abidin, Zainal
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.222

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian anak di negara berkembang. Anak-anak lebih rentan mengalami komplikasi ISPA karena sistem imunnya belum sempurna, seperti gangguan ventilasi yang ditandai dengan napas cepat dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah posisi pronasi, yaitu posisi telungkup yang membantu ekspansi paru dan distribusi oksigen lebih optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh posisi pronasi terhadap frekuensi napas dan saturasi oksigen pada anak dengan ISPA di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 pasien anak yang dipilih secara accidental sampling. Intervensi dilakukan selama 1 jam, dengan pengukuran sebelum dan sesudah menggunakan pulse oximeter. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata saturasi oksigen serta pola napas menuju normal, dengan hasil uji statistik nilai signifikansi untuk pola nafas  0,001 dan saturasi oksigen  0,001.Kesimpulan: Intervensi pemberian posisi pronasi pada pasien anak dengan ISPA efektif memperbaiki pola dafas dan saturasi oksigen.
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Seni Pewarnaan Ikat Celup (tie dye ) terhadap Peningkatan Harga Diri Pasien Harga Diri Rendah Kronis di Ruang Rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem Medan.: The Application of Tie Dye Art Therapy Group Treatment to Improve the Self-Esteem of Patients with Chronic Low Self-Esteem in the Rehabilitation Ward of Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital, Medan. Indrawati; Batubara, Arbani; ELFIRA, EQLIMA; Faswita, Wirda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.223

Abstract

Pendahuluan : Harga diri rendah adalah salah satu masalah psikososial yang sering dialami oleh pasien gangguan jiwa di rumah sakit jiwa. Pasien dengan harga diri rendah cenderung menunjukkan perasaan tidak berharga, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Salah satu terapi yang dapat membantu meningkatkan harga diri adalah  terapi kelompok terapeutik seni pewarnaan ikat celup (tie dye ) yang melibatkan kreativitas, ekspresi diri, dan hasil karya yang dapat menimbulkan rasa bangga serta kepuasan pribadi bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penerapan terapi kelompok terapeutik seni pewarnaan ikat celup (tie dye ) terhadap peningkatan harga diri pasien harga diri rendah kronis di ruang rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem Medan . Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test dengan 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi terapi dilakukan dalam 4 sesi terapi kelompok selama satu minggu. Pengukuran harga diri dilakukan menggunakan kuesioner Rosenverg Self-Esteen Scale sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan  skor rata-rata harga diri pasien, nilai  sebelum mengikuti terapi 18.45 dan skor rata-rata harga diri pasien setelah selesai mengikuti terapi adalah 27.15. Hasil uji statistik menunjukan perbedaan signifikan setelah dilakukan terapi (p < 0,001). Kesimpulan: Responden menunjukkan perubahan perilaku positif seperti berani mengekspresikan pendapat, merasa bangga terhadap hasil karya sendiri, dan lebih aktif berinteraksi dengan anggota kelompok lain. Terapi ini dapat dijadikan salah satu alternatif terapi untuk membantu pemulihan psikososial pasien. 
Pengaruh Motivasi dan Health Locus of Control terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien DM Tipe 2: The Influence of Motivation and Health Locus of Control on Treatment Adherence in Patients Type 2 Diabetes Mellitus Puja Dias Rama Novianto; Nanda Desreza; Cut Oktaviyana
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.224

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan adanya hiperglikemia dan termasuk penyakit silent killer artinya penyakit yang membunuh orang secara perlahan. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius bagi penderitanya. Komplikasi penyakit DM tipe 2 disebabkan oleh rendahnya faktor kepatuhan pengobatan ketika menjalani perawatan. Faktor kepatuhan ini memiliki kaitan dengan dukungan atau motivasi diri seseorang serta health locus of control dimana seseorang mempersepsikan kontrol terhadap kesehatan mereka ketika menjalani perawatan penyakit DM tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi dan health locus of control terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien DM Tipe 2. Metode: Jenis penelitian yaitu deskriptif korelasi dengan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 berjumlah 254 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang poli penyakit dalam RSUD Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya pada tanggal 11 s/d 16 Juni tahun 2025. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini yaitu pengaruh motivasi terhadap kepatuhan pengobatan didapatkan p-value 0,000 serta pengaruh health locus of control terhadap kepatuhan pengobatan didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh motivasi dan health locus of control terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien DM Tipe 2.
Analisis Determinan Budaya Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh: Analysis of Determinants of Patient Safety Culture in the Inpatient Ward of Pertamedika Ummi Rosnati Hospital, Banda Aceh Ainal Mardiah; Angga Satria Pratama; Rita Zahara
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.225

Abstract

Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab semua pihak yang berkaitan dengan pemberian pelayanan kesehatan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki peran yang cukup penting bagi terwujudnya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kerja sama tim, komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang mendukung, pelaporan insiden, dan respon yang tidak menyalahkan terhadap kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan terhadap budaya keselamatan pasien. Metode: Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional study. Populasi yaitu seluruh perawat di ruang rawat inap sebanyak 74 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang rawat inap Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh pada tanggal  26 s/d 31 Juli 2025. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square maka hasil penelitian hubungan kerja sama terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,000, hubungan komunikasi terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,000,  hubungan kepemimpinan terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,000, hubungan pelaporan insiden terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,003 serta hubungan respon tidak menyalahkan terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, pelaporan insiden dan respon tidak menyalahkan terhadap budaya keselamatan pasien.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Teknologi dengan Pendekatan Sunrise Model terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Lansia Hipertensi Peserta Prolanis Puskesmas Kunir: The Effect of Technology-Based Health Education Using the Sunrise Model Approach on Medication Adherence Among Elderly Hypertensive Patients Participating in the Prolanis Program at the Kunir Community Health Center Masruris Sulton; Hartono, Dodik; Marfuah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.226

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum dialami oleh lansia dan memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan lansia dalam menjalani perawatan hipertensi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model terhadap kepatuhan minum obat lansia hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Kunir. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan jenis pretest and post-test one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan alat ukur kuisioner (MMAS-8). Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagianbesar lansia (74,2%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model, terjadi peningkatan kepatuhan menjadi kategori sedang pada 74,2% responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi denagn nilai p= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini sejalan dengan teori Leininger yang menyatakan bahwa edukasi yang mempertimbangkan aspek budaya, nilai, dan keyakinan individu akan lebih efektif dalam mengubah perilaku kesehatan. Pemanfaatan teknologi dalam penyampaian edukasi juga terbukti membantu meningkatkan akses dan pemahaman lansia terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan edukatif ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam program manajemen penyakit kronis di komunitas
Efektivitas Kompres Dingin 0,9% NaCl terhadap Skala Edema Periorbital pada Pasien Pasca Kraniotomi di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang: The Effectiveness of 0.9% NaCl Cold Compress on Periorbital Edema Scale in Post-Craniotomy Patients in the ICU of Dr. Haryoto Regional Hospital, Lumajang Kurniawan, Dedy; Kusyairi, Achmad; Sulistyono, R. Endro; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.227

Abstract

Pendahuluan: Prosedur craniotomy dapat menyebabkan edema sementara dan ekimosis pada satu atau dua kelopak mata pasien pascaoperasi. Edema ini dapat mengganggu pemantauan tingkat kesadaran pasien, terutama pada pemeriksaan GCS (Glasgow Coma Scale). Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang efektif untuk mengurangi edema periorbital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% terhadap skala edema periorbital pada pasien post craniotomy. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan two group pre and post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan non probability sampling dengan metode consecutive sampling, melibatkan 34 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur menggunakan skala edema periorbital (Hossam Elsisi, 2019). Data dianalisis menggunakan independent sample t-test dengan nilai α = 0,05. Hasil: Responden post craniotomy pada kelompok kontrol memiliki nilai pretest rerata skala edema sebesar 1,06 dan posttest sebesar 1,71. Sedangkan kelompok eksperimen memiliki pretest 1,47 dan posttest 0,00. Berdasarkan hasil uji independent sample T-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres dingin NaCl 0,9% efektif untuk menurunkan skala edema periorbital pada pasien Post Craniotomy. Kesimpulan: Efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% dalam menurunkan edema periorbital diduga karena efek vasokonstriksi dari suhu dingin yang mempersempit pembuluh darah lokal, sehingga mengurangi aliran cairan interstisial dan pembentukan edema. Selain itu, NaCl 0,9% bersifat isotonik yang membantu menjaga keseimbangan cairan di jaringan periorbital.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Proses Penyembuhan Luka Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Lumajang: The Correlation Between Nutritional Status and the Wound Healing Process in Patients with Diabetes Mellitus in the Inpatient Ward of Islamic Hospital of Lumajang Riska, Awalani; Suhari; Rahmat, Nafolion Nur; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.228

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk luka diabetik yang sulit sembuh. Proses penyembuhan luka pada pasien diabetes sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan desain deskriptif korelasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Islam Lumajang, sedangkan sampel berjumlah 30 pasien diabetes mellitus dengan luka yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Subjective Global Assessment (SGA) dan lembar observasi Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) untuk menilai proses penyembuhan luka. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan status gizi baik mengalami proses penyembuhan luka yang lebih cepat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka diabetes mellitus (p-value < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa status gizi yang baik berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus. Oleh karena itu, intervensi gizi harus menjadi bagian integral dari perawatan pasien diabetes yang mengalami luka.
Pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian Hipertensi di UPTD Puskesmas Sumbersari.: The Effect of DASH Diet Education with Flipchart Media On Hypertension Control in Sumbersari Health Center Permatasari, Ema; Yunita, Rizka; Suhari; Hartono, Dodik
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.229

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi salah satu faktor resiko tertinggi penyebab utama kematian. Edukasi memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah. Diet DASH merupakan salah satu upaya pengendalian hipertensi. Penggunaan media edukasi mempengaruhi hasil yang ingin diperoleh. Media Flipchart efektif dalam pemberian edukasi dan memudahkan dalam memahami apa yang disampaikan kepada penderita hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita hipertensi usia 35-59 tahun di UPTD Puskesmas Sumbersari. Jumlah responden sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengendalian Hipertensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam kategori pengendalian hipertensi yang sebelumnya hanya ada 10 responden dengan kategori baik. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengendalian hipertensi yaitu 28 responden dengan kategori baik. Untuk pengendalian hipertensi kategori cukup dan kurang mengalami penurunan, dari 14 dan 20 responden menjadi 8 masing-masing 8 responden. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan berpengaruh positif dalam meningkatkan pengendalian hipertensi pada responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,797 dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menilai bahwa pemberian edukasi diet DASH dengan media flipchart mempunyai pengaruh yang baik terhadap pengendalian hipertensi. Edukasi yang diberikan secara berkelanjutan kepada penderita hipertensi maka semakin banyak penderita hipertensi yang terkendali.
Implemetasi Sleep Hygiene dan Back Rub pada Anak yang Dirawat di Rumah Sakit dengan Gangguan Pola Tidur Prayoga, Angga; Anggi Kusuma; Rini Palupi; Aditya Eko Hariyanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.230

Abstract

Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan stres yang berdampak pada gangguan pola tidur, seperti insomnia dan gangguan ritme sirkadian. Gangguan ini memperlambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup anak selama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi sleep hygiene dan back rub terhadap gangguan pola tidur pada anak yang menjalani hospitalisasi di ruang anak Kenanga RSUD Pesawaran. Metode yang digunakan adalah studi pendahuluan dengan pendekatan deskriptif pada dua anak yang menjalani hospitalisasi, masing-masing diberikan satu intervensi (sleep hygiene dan back rub). Hasil menunjukkan bahwa kedua anak mengalami peningkatan kualitas tidur dan penurunan kecemasan setelah diberikan intervensi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa sleep hygiene dan back rub dapat memperbaiki kualitas tidur melalui perbaikan rutinitas tidur, relaksasi otot, dan penurunan stres. Kesimpulannya, terapi sleep hygiene dan back rub efektif dalam menangani gangguan pola tidur pada anak selama hospitalisasi. Saran untuk pihak rumah sakit adalah meningkatkan edukasi kepada keluarga tentang manfaat intervensi non-farmakologis ini. Perawat diharapkan mengintegrasikan terapi ini dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas tidur anak selama dirawat.
Hubungan Kunjungan Posyandu Lansia dengan Kemampuan Pengendalian Hipertensi Lansia di desa Bades Kecamatan Pasirian: The Relationship between Elderly Health Center Visits and the Ability to Control Hypertension in the Elderly in Bades Village, Pasirian District Faizah, Miftahul; Ro'isah; Marfuah; Abidin, Zainal
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.231

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Posyandu Lansia memiliki peran penting sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya promotif dan preventif terhadap berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh lansia dengan hipertensi yang mengikuti Posyandu Lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian pada bulan Juni 2025 sebanyak 201 responden, dengan jumlah sampel 134 responden yang ditentukan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data rekam medis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Contingency Coefficient.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kunjungan aktif ke Posyandu Lansia, yaitu sebanyak 84 responden (62,7%). Selain itu, mayoritas responden juga memiliki kemampuan pengendalian hipertensi yang baik sebanyak 91 responden (67,9%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan pengendalian hipertensi pada lansia (koefisien kontingensi = 0,651; p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kunjungan aktif ke Posyandu Lansia berperan penting pada kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia. Peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan Posyandu dapat memperkuat pemantauan tekanan darah, meningkatkan pengetahuan kesehatan, serta mendorong kepatuhan terhadap pengobatan.