cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 182 Documents
Hubungan Pengetahuan dengan SPB serbagai Upaya Pencegahan Pnemonia pada Balita: The Relationship Between Parental Knowledge and SPB in the Prevention of Pneumonia Among Toddlers hana nadilla; Dian Octavia1; Nofrida Saswati; Gusti
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i2.327

Abstract

Latar belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua, baik ayah maupun ibu, dengan self-protect behaviour (SPB) dalam pencegahan pneumonia pada balita. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Rawasari dan Puskesmas Paal 5 pada tanggal 30 Agustus hingga 08 September 2025 dengan melibatkan 150 responden yang terdiri dari 50 ayah, 50 ibu, dan 50 balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan SPB, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki tingkat pengetahuan sedang hingga tinggi, meskipun masih terdapat orang tua yang belum pernah menerima informasi terkait pneumonia. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ayah dan SPB (p = 0,012) serta pengetahuan ibu dan SPB (p = 0,010). Kesimpulan : Orang tua dengan pengetahuan yang lebih baik cenderung menerapkan perilaku pencegahan pneumonia secara optimal, sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan keluarga.
Hubungan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan: The Relationship between the Level of Independence of Daily Living Activities and the Quality of Life of the Elderly at the Pemenang Jiwa Foundation Home in Medan Angenia Itoniat Zega; Ani Rahmadhani Kaban; Mulidan; Lia Mayang Sari sijabat
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.333

Abstract

Latar Belakang: Penurunan kapasitas fungsional pada usia lanjut (lansia) berpengaruh langsung terhadap derajat kemandirian aktivitas dalam  kehidupan sehari-hari Activity of Daily Living (ADL) dan kualitas hidup. Lansia yang menetap di panti wreda menunjukkan kerentanan lebih besar terhadap ketergantungan karena keterbatasan fisik,  psikologis, dan lingkungan  sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian aktivitas kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa di Medan. Metode: Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional, serta pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner baku. Sampel terdiri dari 122 lanjut usia di pilih  menggunakan  teknik  simple random sampling. Data dianalisis dengan uji Spearmank rank pada tingkat signifikansi p-value <0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 23% lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan berada pada kategori mandiri dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup lansia bervariasi pada setiap domain, dengan mayoritas berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang bermakna dan sangat kuat antara tingkat kemandirian dalam  activity daily living dengan kualitas hidup lansia (p = 0,000; r = 0,935), yang menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Kesimpulan: Temuan ini menyimpulkan bahwa tingkat kemandirian berperan penting terhadap peningkatan kualitas hidup lanjut usia.
Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Aktivitas Fisik Pada Remaja Di SMAN 1 Sumedang: The Relationship Family Socioeconomic Status and Physical Activity in Adolescents at SMAN 1 Sumedang Asri Rahmawati; Nunung Siti Sukaesih; Ida Nurhidayah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.243

Abstract

Pendahuluan: Kemajuan teknologi yang cepat telah memengaruhi pola hidup masyarakat termasuk remaja yang kini cenderung menjalani gaya hidup kurang aktivitas fisikf. Aktivitas fisik yang rendah pada remaja menjadi isu global yang turut dipengaruhi oleh berbagai faktor  diantaranya adalah status sosial ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status sosial ekonomi keluarga dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja di SMAN 1 Sumedang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 1.336 siswa, dan sebanyak 332 siswa dijadikan sampel berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Family Affluence Scale III (FAS III) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan uji korelasi Spearman’s rho.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% responden memiliki status sosial ekonomi sedang dan 45,8% memiliki aktivitas fisik rendah. Uji korelasi menghasilkan p = 0,493 (p > 0,05), yang berarti tidak adanya hubungan signifikan antara kedua variabel.Kesimpulann, aktivitas fisik remaja tidak dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi remaja, mungkin lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kebiasaan personal, lingkungan sekitar, serta dorongan dan minat individu untuk beraktivitas fisik.  
Hubungan Aktivitas Fisik Harian dengan Fungsi Kognitif pada Remaja : The Relationship Between Daily Physical Activity and Cognitive Function in Adolescents Astri Puspita Dewi; Dedah Ningrum; Imam Tri Sutrisno
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.244

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan kemajuan signifikan pada kalangan remaja. Kemudahan akses terhadap gadget menunjukkan bahwa mayoritas remaja saat ini memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Fungsi kognitif yang baik sangat berpengaruh pada prestasi akademik dan kemampuan belajar siswa. Namun, rendahnya tingkat aktivitas fisik pada remaja dapat berdampak negatif terhadap fungsi kognitif, seperti penurunan konsentrasi dan memori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik harian dengan fungsi kognitif pada remaja di SMAN 3 Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dengan desain korelasional. Sampel ditentukan dengan cluster random sampling berdasarkan tabel Issac dan Michael, dengan jumlah 307 responden dari 3 kelas dalam masing-masing satu angkatan. Instrumen yang digunakan yaitu Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQ-A) untuk mengukur aktivitas fisik dan Montreal Cognitive Assessment Versi Indonesia (MoCA-INA) untuk mengukur fungsi kognitif. Analisis data meliputi uji deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki aktivitas fisik pada kategori rendah dan fungsi kognitif pada kategori menurun. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara aktivitas fisik harian dan fungsi kognitif dengan nilai koefisien korelasi r= 0,755 dengan tingkat signifikasi p <0,001. Artinya, semakin rendah tingkat aktivitas fisik, maka semakin menurun fungsi kognitifnya. sebaliknya, semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, semakin baik pula fungsi kognitif yang dimilikinya. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara aktivitas fisik harian dengan fungsi kognitif pada remaja di SMAN 3 Sumedang.
Perilaku Mahasiswa Keperawatan UPI Kampus Sumedang tentang Upaya Preventif Sindrom Metabolik: Behavior of Nursing Studentsa at UPI Sumedang Campus Regarding Preventive Efforts for Metabolic Syndrome Siti Fauziyah Al Haq; Ahmad Purnama Hudaya; Rafika Rosyda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.245

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk pada kalangan dewasa muda, sehingga perilaku preventif menjadi hal penting bagi mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku preventif mahasiswa Sarjana Keperawatan Kampus UPI Sumedang pada kejadian sindrom metabolik.               Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan total sampling sebanyak 134 mahasiswa angkatan 2022 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Metabolic Syndrome Instrument (MSI) 2017 yang telah dimodifikasi, terdiri dari 17 item dengan skala Likert 4 poin, dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan (92,5%) dan berusia 21 tahun (67,16%), dengan kategori perilaku preventif baik (85,8%), sedang (13,4%), dan kurang (0,8%), yang tercermin dalam praktik terkait kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, asupan cairan, tidur dan istirahat, aktivitas fisik, pola makan, serta manajemen stres. Kesimpulan: Secara keseluruhan, mahasiswa keperawatan menunjukkan perilaku preventif yang baik terhadap sindrom metabolik, mengindikasikan bahwa pendidikan keperawatan mendukung peningkatan kesadaran dan praktik promotif kesehatan.
Kesiapsiagaan Siswa SMP dalam Menghadapi Bencana Longsor di Wilayah Perkotaan dan Non-Perkotaan Kabupaten Sumedang: Preparedness of Junior High School Students in Facing Landslide Disasters in Urban and Non-Urban Areas of Sumedang Regency Risma Hidayah; Hikmat Pramajati; Rafika Rosyda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i2.247

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Sumedang merupakan wilayah dengan topografi perbukitan yang memiliki tingkat kerawanan bencana longsor yang tinggi, sehingga kelompok rentan seperti siswa SMP memerlukan kesiapsiagaan yang optimal untuk meminimalkan risiko. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan tingkat kesiapsiagaan siswa SMP di wilayah perkotaan dan non-perkotaan Kabupaten Sumedang dalam menghadapi bencana longsor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 268 responden dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling yaitu 184 SMPN 7 Sumedang dan 84 SMPN 1 Ganeas. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan empat parameter kesiapsiagaan LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara siswa SMP di wilayah perkotaan dan non-perkotaan, dengan nilai p-value < 0,001. Siswa di wilayah perkotaan memperoleh skor kesiapsiagaan 75.00 yang termasuk dalam kategori siap, sedangkan siswa di wilayah non-perkotaan memperoleh skor 63.97 yang termasuk dalam kategori hampir siap. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa siswa di wilayah perkotaan lebih siap dibandingkan siswa di wilayah non-perkotaan, sehingga diperlukan peningkatan fasilitas mitigasi, pemerataan edukasi kebencanaan, serta penguatan peran sekolah dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan siswa
Hubungan Pengetahuan dengan Kesadaran Diri tentang Gender pada Remaja di MA NURIS Bades Kabupaten Lumajang: The Correlation between Knowledge and Self- Awareness about Gender among Adolescents at NURIS Islamic Senior High School Bades, Lumajang Ambi Yuantoro; Marfuah; Erna Handayani; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.248

Abstract

Pendahuluan: Kesadaran diri tentang gender merupakan aspek penting dalam pembentukan identitas remaja, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan mereka mengenai konsep gender. Minimnya pemahaman terhadap gender dapat menyebabkan munculnya stereotip, diskriminasi, dan ketidaksetaraan dalam lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kesadaran diri tentang gender pada remaja di MA NURIS Bades. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 responden, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, dan analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang gender, yaitu sebanyak 60 responden (80%), dan sebanyak 63 responden (84%) memiliki kesadaran diri yang baik mengenai gender. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,792 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara pengetahuan dengan kesadaran diri tentang gender. Hal ini berarti semakin tinggi pengetahuan remaja tentang gender, maka semakin baik pula kesadaran dirinya. Kesimpulan: Temuan ini sesuai dengan teori bahwa pemahaman kognitif individu terhadap isu gender dapat membentuk sikap dan kesadaran sosial yang lebih adil dan reflektif. Oleh karena itu, peningkatan edukasi tentang gender sangat penting untuk mendukung perkembangan psikososial remaja secara positif.
Implementasi Asuhan Keperawatan Dalam Manajemen Inflamasi Akut Pada Dermatitis Anak Yola Margaretha; Fernando Junika; Permaida; Santa Maria Pangaribuan
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.249

Abstract

Dermatitis pada anak merupakan tantangan kesehatan yang memicu inflamasi akut secara signifikan, menyebabkan gatal hebat, gangguan tidur, serta ketidaknyamanan fisik dan psikologis anak, sehingga menuntut perawat untuk memberikan asuhan komprehensif berbasis bukti yang melampaui terapi obat dengan potensi efek samping. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka artikel ilmiah di Google Scholar periode 2020-2025. Mengidentifikasi implementasi asuhan keperawatan dalam manajemen inflamasi akut pada anak. Hasil literatur dari ke enam artikel ini menemukan asuhan yang efektif meliputi empat pilar: observasi terstandar ( menggunakan skor DDSIS dan SCOARD ),edukasi keluarga ( mengenai perawatan kulit higienis dan agen topikal alami ), intervensi terapeutik mandiri ( seperti aplikasi Virgin Cococnut Oil (VCO) yang terbukti efektif mengurangi diaper rash dari sedang hingga ringan, dan kompres lidah buaya yang mereduksi pruritus), serta kolaborasi multidisiplin (suplementasi vitamin D yang signifikan menurunkan skor serangan dermatitis). Temuan penelitian ini menegaskan bahwa implementasi asuhan keperawatan yang terstruktur, responsif, dan kolaboratif mempunyai dampak signifikan dalam manajemen inflamasi akut, meningkatkan kenyamanan, dan mempercepat pemulihan kulit anak, sekaligus mengurangi beban fisik dan emosional yang dialami anak dengan dermatitis.
Efektivitas Penggunaan Disposable Steamed Eye Mask dalam Menurunkan Gejala Computer Vision Syndrome Symptoms pada Mahasiswa Keperawatan: Effectiveness of Disposable Steamed Eye Mask in Reducing Computer Vision Syndrome Symptoms among Nursing Students Raihana Armila; Ahmad Purnama Hoedaya1; Ria Inriyana
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.250

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi digital meningkatkan durasi penggunaan perangkat elektronik di kalangan mahasiswa, sehingga berpotensi menimbulkan Computer Vision Syndrome (CVS) yang ditandai dengan keluhan seperti mata lelah, pandangan kabur, dan sakit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan disposable steamed eye mask dalam menurunkan gejala CVS pada mahasiswa.      Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksperimental dengan pendekatan pre–post test control group pada 24 responden yang dibagi secara merata ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Intervensi diberikan selama lima hari menggunakan disposable steamed eye mask, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Pengukuran gejala dilakukan menggunakan Computer Vision Syndrome Questionnaire(CVS-Q).           Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor CVS pada kelompok eksperimen setelah intervensi, meskipun uji paired t-test menunjukkan perubahan yang tidak signifikan secara statistik pada α = 0,05. Pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan bermakna, sedangkan analisis perbedaan delta antar kelompok melalui independent t-test juga menunjukkan hasil tidak signifikan meskipun terdapat kecenderungan penurunan klinis pada kelompok eksperimen. Kesimpulan: Disposable steamed eye mask berpotensi membantu mengurangi gejala CVS, namun penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan efektivitasnya secara statistik.
Studi Kasus Pengelolaan Kasus Phlebitis pada Anak yang Menjalani Kemoterapi dengan Intervensi Pemberian Kompres Aloe Vera: Case Study on the Management of Phlebitis in Children Undergoing Chemotherapy Using Aloe Vera Compresses Siti Nurdiyanah; Siti Nurdiyanah1; Nurul Huda1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.253

Abstract

Pendahuluan: Phlebitis merupakan inflamasi vena yang menyebabkan terjadinya peradangan disebabkan oleh iritasi kimia maupun mekanik dari pemberian terapi infus dengan dampak nyeri kemerahan dan pembengkakkan pada area penusukan. Phlebitis yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan trombophlebitis dan infeksi sistemik, yang semakin memperberat kondisi anak dengan imunitas rendah akibat kemoterapi. Aloevera sebagai terapi nonfarmakologis adalah agen topikal yang mempunyai sifat anti-inflamasi dan penyembuhan jaringan dapat digunakan sebagai kompres untuk mengurangi derajat dan gejala phlebitis. Tujuan implementasi ini untuk mengetahui pengaruh Aloe vera sebagai terapi komplementer dalam penanganan phlebitis dari perspektif keperawatan. Metode: Implementasi ini dilakukan menggunakan metode  pre-post evaluasi berdasarkan studi kasus pada dua pasien anak yang mengalami phlebitis. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 2 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Adapun kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien anak yang menjalani kemoterapi, pasien yang mengalami phlebitis, pasien sadar, dan kooperatif. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini yaitu sensitive terhadap aloe vera. pasien dengan kondisi tersebut tidak dilibatkan. Intervensi dilakukan selama mengalami phlebitis. Hasil: An. M plebitis dihari pertama setelah diberikan 3x/hari kompres masih grade 3, dihari ke-2 diperoleh hasil masih grade 3, dihari ke-3 terjadi penurunan grade VIP menjadi grade 2, dan pada hari ke-4 phlebitis menurun menjadi grade 0. An. A setelah diberikan 3x/hari kompres di hari pertama masih grade 3, pada hari ke 2 terjadi penurunan menjadi grade 2 dan pada hari ke-3 terjadi penurunan grade menjadi 0 Kesimpulan: Implementasi menunjukkan terapi kompres aloe vera memberikan hasil positif dalam mempercepat penyembuhan phlebitis saat kemoterapi.