cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 142 Documents
Aplikasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Anemia dengan Pemberian tablet Fe dan Jus Buah Naga untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin : Nursing Care Application for Anemic Patients with Iron Tablets and Dragon Fruit Juice to Increase Hemoglobin Levels Wardoyo, Eko; Yuni Purnama Sari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.269

Abstract

Pendahuluan: Anemia terjadi karena sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah mer­ah. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengatasi anemia dengan mengkonsumsi tablet Fe dan buah naga. Tujuan studi kasus ini meningkatkan kadar hemoglobin 2 orang pasien di Klinik Surya Keluarga Way Jepara Lampung Timur pada tahun 2025. Metode: Deskriptif kualitatif dilakukan secara studi kasus. Penggumpulan data dengan wawancara dan, observasi. Aplikasi asuhan keperawatan dilakukan 7 hari dengan pemberian tablet Fe dan jus dari 250 gram buah naga dalam 100cc air untuk diminum sehari sekali. Pemberian tablet Fe dan jus buah naga diberikan sebelum makan siang karena proses penyerapan  pada kondisi lambung kosong lebih baik. Hasil: Evaluasi asuhan keperawatan didapatkan hadar hemoglobin setelah 7 hari meningkat, dimana saat tanggal 10 Juli 2025 kadar Hb pasien 8,0 gr%. Kemudian pengukuran Hb ulang tanggal 17 Juli 2025 kadar Hb pasien 9,8gr%. Sedangkan pada Tn. W tanggal 13 Juli 2025 kadar Hb pasien 8,3 gr%. Kemudian pengukuran Hb ulang tanggal 20 Juli 2025 kadar Hb pasien 9,9gr%. Kesimpulan: Kombinasi tablet Fe dan jus buah naga berguna meningkatkan kadar hemoglobin secara perlahan, zat besi dan kandungan nutrisi dalam buah naga  mendukung tubuh dalam pembentukan sel darah merah
Karakteristik Dyspnea dan Tekanan Darah Pasien Congestive Heart Failure di Instalasi Gawat Darurat : Characteristics of Dyspnea and Blood Pressure of Congestive Heart Failure Patients in Emergency Departments Akbar, Roby Rahmadi; Nana Rochana; Prystia Riana Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.276

Abstract

Latar Belakang: Dispnea dan gangguan hemodinamik merupakan gejala klinik yang umum terjadi pasien CHF. Karakteristik dyspnea dan ganggaun hemodinamik menjadi rujukan dalam menilai kondisi pasien dan menentukan terapi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik dyspnea dan tekanan darah pasien CHF di unit gawat darurat. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 82 pasien CHF di IGD dua rumah sakit provinsi Jawa Tengah pada periode Januari–Februari 2020. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Derajat dyspnea diukur menggunakan Modified Borg Scale, sedangkan tekanan darah diukur dengan spigmomanometer. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian ini adalah Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (61%). Berdasarkan klasifikasi NYHA, sebagian besar pasien berada pada kelas III (40,2%) dan IV (45,1%). Derajat dispnea didominasi kategori sedang (69,5%) dan berat (19,5%). Tekanan darah sistolik terbanyak berada pada hipertensi stage II (52,4%) dan krisis hipertensi (23,2%), sedangkan tekanan darah diastolik didominasi hipertensi stage II (54,9%). Kesimpulannya sebagian besar pasien CHF yang datang ke IGD mengalami dyspnea sedang hingga berat disertai hipertensi derajat lanjut. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pengkajian cepat terhadap dyspnea dan status hemodinamik sebagai dasar intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah perburukan kondisi klinis pasien CHF.
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Jahe Hangat terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Case Study: The Effect of Warm Ginger Foot Bath Therapy on Blood Pressure in Hypertensive Patients M. Iqbal Sutisna; Kurniati, Ririn; Irmida Juneja; Lutfia Zahra; Rahma Aulia; Yusuf Tajiri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.286

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik yang menunjukkan hasil lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang menetap di pembuluh arteri. Jahe merah yang mengandung senyawa gingerol yang mempunyai efek memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi), merangsang saraf dibagian tubuh yang terolesi kaki untuk mengaktifkan syaraf parasimpatis, sehingga diharapkan dapat melancarkan peredaran darah dan perubahan pada tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan terapi rendam kaki air hangat jahe hangat pada pasien hipertensi pre dan post intervensi. Metode: Penelitian dilakukan secara diskriptif studi kasus pada 1(satu) pasien yang mengalami hipertensi, melakukan terapi rendam kaki air hangat jahe selama 3 hari berturut-turut. Jahe merah 50gram digeprek, kemudian direbus dengan suhu air 39°C, merendam kaki sampai batas mata kaki selama 15 menit. Hasil: Terjadi penurunan tekanan darah dari 152/94 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Kesimpulan: Terapi rendam kaki dengan air jahe hangat dapat menurunkan tekanan darah sistolik pasien hipertensi, mengurangi edema kaki, menimbulkan respon sitemik yang terjadi melalui vasodilitasi pelebaran pembuluh darah.
Aplikasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipertensi dengan Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam di Desa Cihanjuang Rahayu Bandung Barat : Nursing Care Application for Hypertensive Patients with the Application of Deep Breathing Relaxation Techniques in Cihanjuang Rahayu Village, West Bandung Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Lasnawati, Pepi; Aa Ridwan Ajis M; Nazwa Kamila Hasan; Riki Risdianto; Shakira Najwa Zahra; Siti Nurfauziah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.289

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai penyakit silent killer karena sering tanpa gejala spesifik. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam dapat diterapkan sebagai pengendalian tekanan darah di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan  pengetahuan dan kemampuan melakukan latihan relaksasi napas dalam pada pasien hipertensi.Metode menggunakan studi kasus deskriptif kualitatif pada Tn. B (58 tahun) di Desa Cihanjuang Rahayu, Bandung Barat, selama 3 hari (20-23 Desember 2025), mencakup pengkajian, diagnosis, implementasi (edukasi, demonstrasi, latihan 10-15 menit/hari), dan evaluasi melalui observasi, wawancara, serta pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 150/80 mmHg, disertai pengurangan keluhan subjektif (sakit kepala, tengkuk berat, kelelahan), peningkatan pengetahuan, dan kemandirian pasien dalam teknik relaksasi. Kesimpulan, intervensi teknik relaksasi napas berperan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan pengelolaan hipertensi nonfarmakologis pada pasien di komunitas
Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Lemak dengan Penyakit Jantung Koroner pada Lansia di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang : The Relationship between Physical Activity and Fat Intake with Coronary Heart Disease in Elderly Patients at Bakti Timah Hospital, Pangkalpinang Ria17, Ria; Tasya Anggraini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.291

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan masalah kesehatan utama pada Lansia yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, termasuk aktivitas fisik dan asupan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan asupan lemak terhadap penyakit jantung koroner pada lansia di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien lansia penyakit jantung koroner sebanyak 132 pasien dengan sampel penelitian berjumlah 63 lansia berusia >60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Monte Carlo Exact Test dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan aktivitas fisik dengan kejadian PJK (p-value= 0,000) serta antara asupan lemak dengan kejadian PJK (p-value= 0,000). Lansia dengan tingkat aktivitas fisik rendah dan asupan lemak sedang hingga tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok dengan PJK. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik dan asupan lemak berhubungan secara signifikan dengan kejadian penyakit jantung koroner pada lansia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi promotif dan preventif untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner pada populasi lansia
Pengaruh Pemberian Kompres Air Hangat terhadap Kejadian Mata Kering (Dry Eye) di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus : The Effect of Warm Compresses on Dry Eye Syndrome at Aisyiyah Hospital in Kudus Umayasari, Hevi; Soesanto, Edy; Sukarmin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.293

Abstract

Latar Belakang: Berbagai studi populasi besar dengan jumlah peserta lebih dari 500 orang menunjukkan bahwa mata kering merupakan masalah kesehatan mata umum yang terus meningkat kejadiaannya. Tindakan yang murah dan mandiri sangat diperlukan untuk mengurangi gejala dengan menggunakan kompres hangat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap keluahan mata kering. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi ekperimen dengan pre dan post intervensi dengan grup kontrol. Penelitian melibatkan 62 responden dengan 31 responden sebagai kelompok intervensi dan 31 responden kelompok kontrol. Intervensi kompres hangat dilakukan selama 15 menit di unit rawat jalan RS Aisyiyah Kudus. Kompres hangat pada mata menggunakan kain wash lap dengan suhu air 36-400C. Penilain mata kering menggunakan instrument OSDI (Ocular Surface Disease Index). Hasil: Penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan skor OSDI pre dan post intervensi pada kelompok intervensi (p <0.001) dan tidak terdapat perbedaan signifikan OSDI pada kelompok kontrol (p 0.489). Kesimpulan: Kompres hangat dapat menjadi terapi mandiri perawat yang murah dan efisien serta dapat dimandirikan kepada pasien menjadi terapi yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu.    
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan di Bangsal Kardiologi RSUD dr. Fauziah Bireuen : Factors Affecting Patient Satisfaction Levels with Nursing Services in the Cardiology Ward of Dr. Fauziah Bireuen Regional General Hospital Fatna, Nesa; Jihan Rabi’al; Nurul Husna; Bukhari; Hernita
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.294

Abstract

Latar Belakang: Seorang perawat profesional selalu berusaha untuk menjalankan peran, fungsi dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan pelayanan keperwatan, dimana perawat dituntut untuk memiliki keterampilan dan keahlian dibidangnya serta disiplin yang tinggi. Pasien akan merasa puas dengan kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya atau fasilitas yang ditawarkan sesuai dengan harapannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di bangsal Kardiologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Fauziah Kabupaten Bireuen. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 01 sampai dengan 14 Agustus 2024.Metode: Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berada di bangsal berjumlah 42 pasien. Sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa komunikasi dari mulut ke mulut berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.001) < α= (0.05). Kebutuhan pribadi berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.007) < α= (0.05). Pengalaman masa lalu berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai p value= (0.001) < α= (0.05). Kesimpulan: Diharapkan kepada Rumah Sakit dapat meningkatkan pelayanan diketiga aspek ini yaitu komunikasi mulut ke mulut, pemenuhan kebutuhan pribadi pasien/keluarga dan selalu belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi untuk meningkatkan kepuasan pasien rumah sakit.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Proaktif Mahasiswa Mencegah Perilaku Bullying: Level of Knowledge and Proactive Attitude of Students in Preventing Bullying Behavior Waluyo, Agus; Eriza, Tanti
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.301

Abstract

Latar Belakang: Bullying masih menjadi perilaku yang sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Khususnya di institusi pendidikan dari tingkat terendah sampai yang tertinggi. Perilaku ini dilakukan secara sadar maupun tidak sadar yang akan berpengaruh negatif pada kesehatan jiwa pelaku maupun korbannya. Peningkatan pemahaman tentang pengetahuan, sikap dan kemampuan mencegah bullying harus selalu menjadi materi sosialisasi oleh profesional kesehatan jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat hubungan pengetahuan dengan sikap proaktif mahasiswa mencegah perilaku bullying.Metode: Pendekatan kuantitatif analitik korelasi secara  cross sectional. Sampel berjumlah 56 responden, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen data berupa kuesioner online, data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Penelitian dilakukan di Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung. Hasil: Penelitian menunjukkan; Tingkat pengetahuan tinggi 52 responden (93%), tingkat pengetahuan sedang 2 responden (3,5%) dan tingkat pengetahuan rendah 2 responden (3,5 %).  Sikap proaktif anti bullying tinggi 45 responden (80%), sikap proaktif anti bullying sedang 8 responden (14%) dan sikap proaktif anti bullying rendah 3 responden (5%). Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,792, nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara variable pengetahuan dengan sikap proaktif anti bullying mahasiswa. Berarti bahwa semakin tinggi pengetahuan mahasiswa, maka semakin tinggi sikap proaktif anti bullyingnya. Kesimpulan: Pengetahuan dan pemahaman yang tinggi tentang perilaku anti bullying akan mendorong individu untuk memunculkan sikap proaktif anti bullying, selanjutnya akan memunculkan perilaku mencegah bullying.
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Manuver Brandt-Daroff terhadap Pencegahan Kekambuhan Vertigo: Case Study: The Effect of Brandt-Daroff Maneuver Therapy on the Prevention of Vertigo Recurrence Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Al-fathir, Muhammad Ghibran; Wati Nurmaulida, Risma; Septiani Putri , Nabila; Nur Sifadilah, Neng Dila; Renaldi Kurnia Pratama; Aprilia, Riana
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.304

Abstract

Latar Belakang: Vertigo didefinisikan sebagai suatu gejala berupa sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar bergerak atau berputar, yang umumnya disertai mual dan gangguan keseimbangan tubuh. Berdasarkan klasifikasinya, kasus vertigo perifer lebih banyak ditemukan, dengan persentase sekitar 75%, dibandingkan vertigo sentral. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus berupa pemberian asuhan keperawatan dengan terapi Brandt-Daroff terhadap nyeri akut (pusing berputar) pada pasien vertigo. Tn.H berusia 73 tahun dengan keluhan utama pusing berputar saat perubahan posisi kepala rasa tidak seimbang. Intervensi utama yang diberikan adalah terapi Brandt-Daroff sebagai bagian dari manajeman nyeri, pencegahan cedera, peningkatan toleransi aktivitas, dan dukungan tidur. Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intesitas nyeri akut (pusing berputar), peningkatan kemampuan aktivitas secara bertahap, berkurangnya risiko jatuh, serta perbaikan pola tidur pasien. Kesimpulan: Penerapan terapi Brandt-Daroff secara teratur dan mandiri dapat membantu adaptasi sistem vesribular serta berperan dalam mengurangi gejala vertigo pasien.
Gambaran Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Nelayan di Desa Ureng, Kabupaten Maluku Tengah: Overview of Health and Safety Issues for Fishermen in Ureng Village, Central Maluku Regency Maruapey, Syafrianty; Nofal Soulisa
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.314

Abstract

Latar Belakang: Nelayan merupakan kelompok pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan dan keselamatan kerja akibat paparan lingkungan laut, beban kerja fisik berat, serta rendahnya penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja nelayan di Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif univariat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, dan pengisian kuesioner pada 62 nelayan yang berada di RT 01, RT 03, dan RT 04 Desa Ureng. Data yang dikaji meliputi karakteristik nelayan, keluhan kesehatan setelah melaut, penyakit klinis, risiko penyakit akibat kerja, kejadian kecelakaan kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa nelayan mengalami berbagai masalah kesehatan : 48% nelayan mengalami hipertensi; nelayan sudah pernah kedokter dan terdiagnosis rematik 14,5%, katarak  11,3%, dan anemia 3,2%; keluhan nyeri punggung dan nyeri otot pada nelayan yang masa kerja lebih dari 10 tahun.  Selain itu, masih ditemukan rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD) dan praktik kerja yang berisiko: 45,2% nelayan yang tidak menggunakan APD; 24,2% nelayan pernah mengalami cedera akibat tertusuk alat kail saat melaut; 33,9% tidak membawa alat pelampung saat melaut.Kesimpulan: Masalah kesehatan yang ditemukan pada nelayan yaitu hipertensi, rematik, katarak, anemia dan keluhan nyeri punggung dan otot. Pada praktik keselamatan kerja masih ditemukan nelayan tidak menggunakan alat pelindung diri, tidak membawa pelampung saat melaut dan pernah mengalami cidra tertusuk alat kail saat melaut