cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 203 Documents
Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Profil Gugus Fungsi Dari Fraksi Air Ekstrak Daun Mahang (Macaranga triloba (thunb.) Mull Arg.) Mustaqimah, Mustaqimah; Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Natantri, Bamikha Priskila; Putri, Mela Julia; Rubina, Miranda; Oktavia, Regina
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.623

Abstract

Mahang (Macaranga triloba (thunb.) Mull Arg.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional, khususnya bagian daun. Salah satu senyawa aktif yang terdapat pada daun mahang adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid total dan profil gugus fungsi pada fraksi air ekstrak daun mahang. Daun mahang diekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian ekstrak difraksinasi menjadi fraksi air. Penentuan kadar flavonoid total fraksi air ekstrak daun mahang diperoleh dari data spektrofotometer UV-Vis. Analisis gugus fungsi menggunakan spektroskopi FTIR. Panjang gelombang maksimum yang digunakan adalah 400 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total flavonoid adalah 1.211 ppm yang ekuivalen dengan senyawa kuersetin. Gugus fungsi yang teridentifikasi adalah alkohol, alkana, amida I, amina, dan alkohol primer.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Gel Cleanser Ekstrak Bunga Melati (Jasminum sambac) Sebagai Antijerawat Claudia, Yovi; Malahayati, Siti; Melviani
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.635

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris merupakan peradangan kronis pada kulit dengan patogenesis kompleks. Pencegahan jerawat dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit wajah dengan menggunakan cleanser sebagai langkah awal untuk membersihkan wajah dari paparan debu, kotoran kosmetik pada kulit. Kandungan zat aktif cleanser salah satunya bunga melati yang memiliki kandungan eugenol dan linaloon sebagai antibakteri penyebab jerawat. Tujuan penelitian ini memformulasikan dan menganalisis pengaruh konsentrasi Karbopol terhadap hasil evaluasi fisik dan kimia formulasi sediaan gel cleanser yang optimal. Metode yang digunakan quasi experimental dengan rancangan penelitian onegrup posttest-only, evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, daya sebar, pH, daya busa, homogenitas dan viskositas. Hasil evaluasi dari keempat formulasi sediaan gel cleanser ekstrak bunga melati (Jasminum sambac), variasi konsentrasi Karbopol mempengaruhi hasil evaluasi fisik dan kimia sediaan gel cleanser. Hasil evaluasi organoleptik formula IV memenuhi spesifikasi, daya sebar formula IV memenuhi spesifikasi rentang 5-7 cm, pH formula I, II, III dan IV memenuhi spesifikasi rentang 4,5-7, daya busa I, II, III dan IV memenuhi spesifikasi rentang 3-10 cm, homogenitas I, II, III dan IV memenuhi spesifikasi homogen dan pada viskositas formula IV memenuhi spesifikasi rentang 2000-4000 cps. Kesimpulan formula yang paling optimal adalah formula IV karena memenuhi spesifikasi semua hasil evaluasi.
Narrative Review: Penggunaan Antibiotik Reserve Dalam Era Resistensi Antimikroba Cathartica, Allamanda; Junando, Mirza; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardhana; Suri, Nurma
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.663

Abstract

Resistensi antimikroba merupakan tantangan besar bagi kesehatan global dengan peningkatan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu kelompok antibiotik yang terdampak adalah antibiotik reserve, yang diklasifikasikan dalam sistem AWaRe (Access, Watch, Reserve) oleh WHO. Antibiotik reserve berperan sebagai lini terakhir dalam pengobatan infeksi berat akibat multidrug-resistant organisms (MDRO). Namun, tingginya tingkat resistensi terhadap kelompok antibiotik ini menjadi permasalahan serius, mengingat penggunaannya yang seharusnya dibatasi dan diawasi secara ketat. Tinjauan ini merupakan kajian naratif yang diperoleh dari database elektronik seperti PubMed dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun antibiotik reserve memiliki peran krusial dalam terapi infeksi resistan, penggunaan yang tidak terkendali berisiko mempercepat munculnya resistensi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan yang lebih ketat, termasuk penggunaan berbasis diagnosis yang akurat, pemanfaatan uji kerentanan antimikroba, penggunaan antibiotik empiris yang tepat, optimalisasi strategi AWaRe, terapi kombinasi, serta peningkatan sosialisasi terkait regulasi dan kebijakan. Optimalisasi penggunaan antibiotik sesuai dengan pedoman WHO diharapkan dapat menekan laju resistensi dan mempertahankan efektivitas terapi antibiotik dalam menghadapi infeksi bakteri resisten.
Literature Review: Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Terhadap Bakteri Patogen Khoirotunnisa, Ummi; Sri Ulandari, Atri; Dwi Rahayu, Ihsanti; Iqbal, Muhammad
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.664

Abstract

Peningkatan resistensi antibiotik di kalangan masyarakat menjadi tantangan besar dalam dunia pengobatan. Langkah alternatif yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami seperti daun kemangi (Ocimum basilicum L.) yang bermanfaat sebagai antibakteri. Akan tetapi, informasi mengenai potensi antibakteri daun kemangi perlu dikaji untuk mengetahui pengaruh bahan tersebut terhadap zona penghambatan terhadap berbagai jenis bakteri patogen. Studi kajian literatur ini bertujuan untuk mengumpulkan berbagai jenis penelitian ekstrak etanol daun kemangi yang efektif dalam memberikan penghambatan terhadap berbagai jenis bakteri patogen. Studi kajian literatur ini dilakukan dengan mencari referensi pada database Google Scholar menggunakan kata kunci “daun kemangi”, “ekstrak etanol”, “bakteri patogen” dan “antibakteri”. Jumlah artikel yang didapatkan sebesar 3.880 kemudian diseleksi dengan kriteria inklusi yang mencakup penggunaan etanol sebagai pelarut untuk ekstraksi, penggunaan metode difusi untuk pengujian antibakteri dan artikel berbahasa indonesia dengan kurun waktu 2015-2024 hingga menghasilkan 8 artikel yang sesuai untuk dikaji. Hasil kajian literatur ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi dengan berbagai konsentrasi memiliki potensi penghambatan terhadap bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus mutans yang dibuktikan dengan pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Adapun setiap penelitian yang didapatkan berpotensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
Pengaruh Perawatan Payudara Dan Pijat Oksitosin Pada Ibu Nifas Terhadap Kelancaran ASI Di Rumah Sakit Almansyur Medika Banjarbaru Agustina, Yunita; Rahmawati, Dwi; Mahdiah, Dede; Anisa, Fadhiyah Noor
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.686

Abstract

Kementerian Kesehatan menargetkan pemberian ASI Eksklusif hingga 80%, di Indonesia pemberian ASI Eksklusif masih rendah hanya 74,5%. Kalimantan Selatan capaian pemberian ASI tahun 2019 hanya mencapai 67%. Dikarenakan banyak ibu yang mengalami kesulitan mengeluarkan ASI salah satu metode yang dapat dilakukan dengan cara Pijat Oksitosin dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin, hormon ini dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian perawatan payudara dan pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas di Rumah Sakit Almansyur Medika Banjarbaru. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif, rancangan penelitian ini eksperimental dengan pendekatan one group pretes – posttest sampel penelitian ini berjumlah 10 orang. Teknik sampel menggunakan purposive sampling. Analisis menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum dilakukan perawatan payudara dan pijat oksitosin terdapat 70% responden tidak lancar ASI sudah dilakukan perawatan dan pijat oksitosin, pengukuran volume ASI setiap hari nya menjadi 100% lancar ASI. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p 0,000 (<0,005) yang artinya terdapat pengaruh pemberian perawatan payudara dan pijat oksitosin dengan kelancaran ASI. Hasil penelitian pada ibu yang melakukan perawatan payudara serta rutin melakukan pijat oksitosin selama masa nifas mengalami peningkatan kelancaran ASI.
Pengaruh Pijat Bayi Dengan Kualitas Tidur Bayi Umur 0-6 Bulan Di PMB CU Martapura Rahmah, Aulia; Zulliati, Zulliati; Lestari, Yayuk Puji; Yuliana, Fitri
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.688

Abstract

Kebutuhan tidur pada bayi harus dipastikan terpenuhi karena waktu tidur sangat penting bagi perkembangan bayi. Kurang tidur membuat bayi lebih rewel dan sering menangis. Latihan fisik pada bayi dapat dilakukan melalui teknik pemijatan, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perawatan Pijat bayi dengan Kualitas Tidur Bayi di PMB Cahaya Ummi Martapura. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian yang akan dilakukan adalah Pre Eksperimental dengan rancangan One-Group Pretest-Postest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 bayi di PMB Cahaya Ummi Martapura. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan pedoman observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan perhitungan uji wilcoxon. Dari uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05 yang berarti ada pengaruh Pijat Bayi dengan Kualitas Tidur pada bayi 0-6 Bulan di PMB CU. Manfaat latihan fisik melalui pijat bayi dapat meningkatkan kualitas tidur, mendukung pertumbuhan fisik, merangsang perkembangan motorik, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meredakan ketidaknyamanan dan kolik, dan meningkatkan ikatan emosional.
Efektivitas Perilaku Cerdik Dan Patuh Untuk Mencegah Resiko Stroke Berulang Di RS Bhayangkara Hernanda, Febri; Mohtar, M. Sobirin; Gaghauna, Eirene E.M.
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.693

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian, dengan risiko stroke berulang yang tinggi. Program CERDIK dan PATUH dikembangkan untuk mencegah stroke berulang melalui edukasi gaya hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas perilaku CERDIK dan PATUH dalam mencegah risiko stroke berulang di RS Bhayangkara. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 pasien stroke berulang yang dipilih secara purposive dan instrumen dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner dan poster. Hasil penelitian ini diperoleh nilai P-Value pada masing-masing variabel < 0,05 yaitu p-Value perilaku CERDIK dan PATUH 0,002 dan p-Value risiko stroke berulang 0,015. Artinya H1 diterima H0 ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan tentang perilaku CERDIK dan PATUH dalam mencegah stroke berulang. Edukasi CERDIK dan PATUH efektif meningkatkan kepatuhan pasien dalam mencegah stroke berulang. Program ini direkomendasikan sebagai strategi pencegahan sekunder bagi pasien stroke.
Hubungan Usia Dan Dukungan Petugas Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Pada Puskesmas Awayan Umairah, Umairah; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Irawan, Angga
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.694

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan fungsi insulin. Jika tidak terkontrol, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Diabetes Mellitus tipe 2 menjadi kasus yang paling banyak ditemukan, terutama akibat pola hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Secara global, jumlah penderita Diabetes Mellitus terus meningkat, termasuk di Indonesia, yang menempati peringkat ke-5 dunia dengan 19,5 juta kasus pada 2021. Di Kalimantan Selatan, prevalensi penyakit ini cukup tinggi, termasuk di Kabupaten Balangan, yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan untuk mengetahui hubungan usia dan dukungan petugas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus pada Puskesmas Awayan. Jenis penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien teridentifikasi Diabetes Melitus pada bulan November Tahun 2024 dengan jumlah 30 orang. Teknik sampel accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Pengambilan data menggunakan kuesioner MARS. Analisis data teridiri Chi Square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Awayan tidak dipengaruhi oleh usia. Uji statistik chi-square menunjukkan p-value 0,738, yang menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dan kepatuhan minum obat. Namun, dukungan petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat. Uji statistik chi-square menunjukkan p-value 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan petugas kesehatan dan kepatuhan minum obat.
Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Pasien Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan Herlina, Tati; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Latifah, Latifah; Syahlani, Ahmad
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.698

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan sekresi dan fungsi insulin. Jika tidak terkontrol, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan jenis yang paling umum, terutama disebabkan oleh pola hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Secara global, jumlah penderita terus meningkat, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat ke-5 dunia dengan 19,5 juta kasus pada 2021. Di Kalimantan Selatan, prevalensinya cukup tinggi, termasuk di Kabupaten Balangan, yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Mengetahui pengalaman keluarga dalam merawat pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan pedoman wawancara yang berkaitan langsung dengan pengalaman keluarga dalam merawat pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien Diabetes Melitus tipe 2 terhadap pengobatan. Dukungan ini mencakup aspek informasional, penilaian, instrumental, dan emosional, yang secara bersama-sama berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien. Selain itu, keluarga berperan sebagai pendamping dalam perawatan, membantu pasien memahami anjuran medis, serta memberikan motivasi untuk menjalani gaya hidup sehat. Peran perawat juga krusial dalam memberikan edukasi dan memastikan keluarga memiliki pemahaman yang cukup untuk mendukung perawatan pasien di rumah. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif antara perawat dan keluarga diperlukan agar dukungan yang diberikan lebih optimal.
Hubungan Kesiapsiagaan Dengan Peran Perawat Dalam Manajemen Pra Bencana Di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan Hombing, Nurhani Br; Mohtar, M. Sobirin; Mahmudah, Rifa’atul
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.699

Abstract

Penerapan kesiapsiagaan bencana tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, terutama bagi petugas kesehatan. Sebagai salah satu komponen yang penting dalam respon penanganan bencana, perawat memiliki peran yang sangat besar dalam mempersiapkan maupun menangani masyarakat saat menghadapi bencana. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan kesiapsiagaan dengan peran perawat dalam manajemen pra bencana di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional untuk menganalisis hubungan antara kesiapsiagaan dan peran perawat dalam manajemen pra-bencana di Kecamatan Awayan. Sampel penelitian berjumlah 30 perawat yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yaitu berupa kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan dan peran perawat (p-value = 0,000). Perawat yang lebih siap lebih aktif, dan peningkatan kesiapsiagaan serta kerjasama dengan BPBD dapat meningkatkan efektivitas perawat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesiapsiagaan bencana dan peran perawat dalam manajemen pra-bencana di Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan. Perawat yang lebih siap cenderung lebih aktif dalam menjalankan perannya, dan peningkatan kesiapsiagaan serta kerjasama dengan BPBD dapat meningkatkan efektivitas penanganan bencana.