cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 227 Documents
Review Perbandingan Zat Eksipien Bahan Alam Sebagai Penghancur Pada Pembuatan Tablet Metode Kempa Langsung Akbar, Muhammad Arif; Yanti, Irma Nadia; Safitri, Nadia; Maulida, Sindy; Cahyani, Amanda; Latifah, Nor
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mereview perbandingan eksipien berbahan alam sebagai penghancur pada tablet metode kempa langsung. Eksipien berbahan alam yang diteliti meliputi pati biji alpukat, amilum ubi jalar, amilum pregelatinasi biji nangka, pati kentang lokal, dan amilum umbi porang. Kajian dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan data dari berbagai jurnal penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa eksipien berbahan alam memiliki potensi besar dalam meningkatkan waktu disintegrasi tablet tanpa mengorbankan kekerasan dan stabilitas fisik tablet. Proses pregelatinasi terbukti meningkatkan kemampuan eksipien alami, seperti penyerapan air dan daya kembang, yang berkontribusi pada penghancuran tablet lebih cepat. Selain itu, bahan lokal seperti pati kentang dan amilum ubi jalar juga menawarkan keuntungan ekonomis dan keberlanjutan lingkungan. Namun, tantangan dalam konsistensi kualitas bahan baku menjadi perhatian utama yang membutuhkan standar pengolahan lebih baik. Kesimpulannya, eksipien berbahan alam dapat menjadi alternatif efektif yang mendukung pengembangan tablet ramah lingkungan dengan potensi ekonomi bagi industri farmasi di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan studi lanjutan untuk mengoptimalkan kombinasi eksipien berbahan alam dan sintetis.
Article Review: Evaluasi Penggunaan Antibiotik Menggunakan Metode ATC/DDD Pada Pasien Demam Tifoid Salsabila Zaneta Aurelia; Mirza Junando; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti; Dwi Aulia Ramdini
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.528

Abstract

Demam tifoid adalah infeksi yang disebabkan oleh Salmonella enterica subspecies enterica serovar Typhi (Salmonella typhi) dan masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 1,6% dari total populasi. Antibiotik merupakan pilihan utama dalam terapi demam tifoid, tetapi munculnya strain Salmonella typhi yang resisten, termasuk jenis Multi Drug Resistant (MDR) dan Extensively Drug Resistant (XDR), telah meningkatkan tantangan dalam pengobatan penyakit ini secara efektif. Article review ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC)/Defined Daily Dose (DDD), yang diukur dalam DDD/100 patient days, sebagai indikator efektivitas dan rasionalitas terapi antibiotik. Studi ini menggunakan pendekatan literature review, dengan artikel yang diperoleh melalui pencarian di Google dan Google Scholar menggunakan kata kunci "Evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical (ATC)/Defined Daily Dose (DDD) pada pasien demam tifoid" yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi. Hasil Article review dari 8 artikel menunjukkan bahwa antibiotik sefalosporin generasi ketiga, seperti seftriakson (83,80 DDD/100 patient days) dan sefiksim (76,4 DDD/100 patient days), serta golongan fluorokuinolon seperti levofloksasin (30,00 DDD/100 patient days), memiliki nilai DDD/100 patient days tertinggi, yang menunjukkan penggunaan antibiotik yang kurang selektif. Oleh karena itu, diperlukan penerapan Antibiotic Stewardship Program (ASP) untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik dan mengurangi resistensi bakteri.
Review: Formulasi Tablet Metode Granulasi Basah dan Evaluasi Sifat Fisik Tablet: - Asyiva, Asyiva; Hafifah, Fitria Noor; Agustina, Laila Sonia; Madhani, Muhammad Faqih; Latifah, Nor; Jannah, Raudatul; Amalia, Yolla Rizka
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.530

Abstract

Pengembangan tablet berkualitas tinggi memerlukan pemilihan bahan pengikat yang tepat untuk memastikan stabilitas, kekerasan, dan waktu hancur tablet sesuai dengan standar farmakope. Metode granulasi basah telah lama menjadi pendekatan efektif dalam formulasi tablet, terutama dengan bahan pengikat alami seperti gelatin, pati, dan selulosa, yang kini semakin diminati karena keunggulan lingkungan dan biokompatibilitasnya. Penelitian ini adalah tinjauan sistematis terhadap lima studi yang menguji efektivitas bahan pengikat alami dalam metode granulasi basah, dengan evaluasi karakteristik fisik granul dan tablet yang dihasilkan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan pengikat alami pada berbagai konsentrasi mampu menghasilkan tablet dengan kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur yang memenuhi standar, meskipun variasi komposisi bahan alami masih menjadi tantangan dalam hal standardisasi. Selain itu, bahan pengikat alami terbukti memengaruhi kelembaban dan stabilitas jangka panjang, yang perlu dikelola melalui pengeringan dan pengemasan yang optimal. Temuan ini menunjukkan potensi besar bahan pengikat alami dalam formulasi tablet yang lebih ramah lingkungan, meski diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk mengatasi tantangan konsistensi dan stabilitas.
Systematic Literature Review: Pembentukan Kokristal Dengan Koformer Asam Karboksilat Metode Solvent Drop Grinding Dan Slurry Terhadap Kelarutan Zat Aktif Aprilia Yuniardi, Nikita; Afriyani; Ervina Damayanti; Muhammad Iqbal
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.533

Abstract

Kelarutan merupakan faktor penting yang memengaruhi bioavailabilitas dan efektivitas terapi obat. Namun, sekitar 40% kandidat obat memiliki kelarutan rendah dalam air, yang menghambat penyerapan dalam tubuh. Salah satu solusi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknik kokristalisasi dengan metode Solvent Drop Grinding dan Slurry, menggunakan koformer asam karboksilat untuk meningkatkan kelarutan zat aktif. Dalam studi ini, zat aktif seperti Promethazine, Sildenafil, Acyclovir, Simvastatin, dan Imidazopyridazine dimodifikasi melalui Solvent Drop Grinding, sementara Berberine, Carbamazepine, Ketoprofen, dan Theophylline menggunakan teknik Slurry. Hasil menunjukkan bahwa metode kokristalisasi ini efektif meningkatkan kelarutan zat aktif. Peningkatan tersebut terjadi akibat terbentuknya ikatan hidrogen antara zat aktif dan koformer, serta adanya fase kristal baru yang menandakan keberhasilan pembentukan kokristal. Penelitian ini mendukung potensi teknik kokristalisasi dengan metode Solvent Drop Grinding dan Slurry dalam meningkatkan kelarutan zat aktif yang rendah. Dengan demikian, teknik ini berpotensi digunakan dalam formulasi obat untuk meningkatkan bioavailabilitas senyawa yang memiliki keterbatasan kelarutan dalam air.
Perbandingan Pembuatan Tablet Dengan Metode Granulasi Basah, Kering, Dan Kempa Langsung Sairi, Ahmad; Rizky, Hidayatur; Ariqah, Maura Putri; Sumarno, Nailia Nur Isma; Apriliana, Rusnia; Latifah, Nor
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.539

Abstract

Tablet oral disintegrasi cepat (ODT) merupakan bentuk sediaan farmasi yang semakin populer. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode pembuatan ODT yang umum digunakan, yaitu granulasi basah, granulasi kering, dan kempa langsung. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat mempengaruhi sifat fisik tablet yang dihasilkan. Metode kempa langsung menawarkan proses yang lebih sederhana dan cepat, namun keterbatasannya terletak pada jenis bahan yang dapat digunakan. Metode granulasi basah, meskipun melibatkan beberapa tahap proses, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam merumuskan tablet. Sementara itu, metode granulasi kering merupakan alternatif yang menarik karena dapat mengurangi paparan bahan terhadap kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode yang paling sesuai untuk menghasilkan ODT dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan.
Literature Review: Modifikasi Bahan Aktif Farmasi (BAF) Dengan Metode Kokristal Zahra Fadilatusya'adah; Afriyani; Dwi Aulia Ramdini; Ramadhan Triyandi
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.540

Abstract

Rute oral menjadi pilihan utama untuk penghantaran obat karena kemudahan dan penerimaan pasien yang baik, namun rute ini memiliki tantangan yaitu bioavailabilitas nya yang rendah akibat kelarutan yang buruk. Salah satu solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan kelarutan dan disolusi dari obat adalah dengan pembentukan kokristal, yaitu material yang terdiri dari zat aktif dan koformer yang berinteraksi melalui ikatan non-kovalen. Tinjauan ini ditujukan untuk memberikan ulasan mengenai kokristalisasi sebagai metode untuk memperbaiki sifat fisikokimia Bahan Aktif Farmasi (BAF). Tinjauan ini merujuk pada beberapa sumber referensi dari berbagai literatur terkait definisi kokristal, koformer, dan metode pembuatan kokristal. Kokristal merupakan metode yang efektif dan berpotensi meningkatkan kelarutan, disolusi, stabilitas, dan bioavailabilitas sehingga efek terapeutik dari suatu zat aktif dapat meningkat tanpa mengubah aktivitas farmakologinya. Aplikasi metode kokristal pada pembentukan kokristal asam usnat-N-Methyl-D-Clucamnie terbukti mampu meningkatkan kelarutan dan laju disolusi sebanyak 24 kali dan 23 kali lebih besar dibandingkan dengan senyawa murninya. Terdapat beragam metode pembuatan kokristal seperti, solvent drop grinding, dry grinding, slurry, solvent evaporation, spray drying, dan metode anti-solvent, dengan keunggulannya masing-masing dalam meningkatkan sifat zat aktif. Pemilihan metode pembuatan kokristal disesuaikan oleh sifat dari bahan aktif farmasi, koformer yang digunakan, dan ketersediaan dari teknologi yang mendukung.
Potensi Bahari Indonesia Sebagai Antikanker Payudara Hakim, Fatiyah Kamilah; Iqbal, Muhammad; Ulandari, Atri Sri; Junando, Mirza; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.549

Abstract

Indonesia, sebagai negara maritim, memiliki kekayaan alam laut yang signifikan dan potensi besar dalam pengembangan obat antikanker. Mengingat tingginya angka kematian akibat kanker, serta meningkatnya kejadian kanker, potensi senyawa alami laut membuka peluang baru dalam pengembangan obat kanker. Review ini mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai studi yang relevan, menggunakan pendekatan sistematis dengan pencarian literatur melalui database ilmiah. Artikel yang dimasukkan dalam analisis adalah penelitian yang membahas senyawa alami dari organisme laut yang menunjukkan aktivitas antikanker. Penelitian menunjukkan bahwa berbagai organisme laut, seperti spons, alga, dan teripang, mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas sitotoksik yang menjanjikan terhadap sel kanker payudara. Meskipun penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang nyata, tantangan dalam isolasi, purifikasi, dan studi pra-klinis masih perlu diatasi untuk memastikan keamanan dan efektivitas senyawa yang dihasilkan. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, Indonesia berpotensi dalam pemanfaatan sumber daya laut untuk pengobatan kanker, menawarkan harapan baru bagi penderita kanker di masa depan.
Uji Efektivitas Antioksidan Body Lotion Ekstrak Kulit Kopi Dan Biji Pepaya Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Wardhani, Oktiva Risma; Daffa, Meysha Nur; Firdayanti, Ratri Mawas; Andrifianie, Femmy; Iqbal, Muhammad; Rahayu, Ihsanti Dwi; Pardilawati, Citra Yuliyanda
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.603

Abstract

Banyaknya hasil perkebunan kopi dan pepaya yang ada di Provinsi Lampung membuat banyaknya limbah yang dihasilkan seperti kulit kopi dan biji pepaya, namun hal ini belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dijadikan pupuk atau pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan dari body lotion yang diformulasi menggunakan ekstrak etanol kulit kopi dan biji pepaya sebagai upaya pemanfaatan limbah. Kulit kopi dan biji pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder seperti polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, dengan proses ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid dan tanin pada kedua ekstrak. Evaluasi terhadap body lotion yang dihasilkan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, serta diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa body lotion memiliki nilai IC50 sebesar 142,067 ppm, yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sedang. Penelitian ini menegaskan potensi pemanfaatan limbah kulit kopi dan biji pepaya dalam produk kosmetik yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan kulit tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mahang (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg) Terhadap Propionibacterium acnes Yustian, Alifira Adhany; Darsono, Putri Vidiasari; Hakim, Ali Rakhman; Mahdiyah, Dede
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.617

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan bakteri anaerob yang sering ditemukan pada jerawat. Jerawat pada kulit wajah akan menimbulkan ketidaknyamanan karena dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang. Alternatif dalam mengatasi permasalahan jerawat, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam. Daun mahang telah digunakan masyarakat sebagai pengobatan jerawat. Daun mahang mengandung fenol, tanin, alkaloid dan flavonoid serta memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Hasil aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang memiliki zona hambat dengan rata-rata 16,45 mm. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 75% dan tidak memiliki nilai KBM. Hasil analisis Kruskal wallis sebesar 0,007 dan Mann whitney sebesar 0,025 dengan nilai signifikan p<0,05 yang menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara variasi konsentrasi ekstrak daun mahang terhadap Propionibacterium acnes.
Formulasi Dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Patandung, Rosliana; Ishariyanto, Riski
Sains Medisina Vol 3 No 3 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i3.622

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L) memiliki aktivitas memiliki aktivitas farmakologis sebagai anti-inflamasi, antihistamin, antibakteri, antihipertensi, dan anti-penuaan. Ekstrak etanol kulit manggis mengandung senyawa kimia golongan alkaloida, flavanoida, glikosida, saponin, tannin, dan steroid/triterpenoid sehingga memiliki potensi sebagai senyawa aktif dalam sediaan. Krim merupakan sediaan emulsi mengandung air dan minyak digunakan untuk penggunaan luar atau kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim ekstrak etanol kulit manggis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan membandingkan sediaan krim pada siklus hari ke-0, hari ke-7 dan hari ke-14. Evaluasi sediaan krim ekstrak etanol kulit manggis meliputi pengamatan organoleptis (warna, bau, tekstur), uji pH, uji homogenitas, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji stabilitas krim. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan ekstrak kental dengan rendemen sebesar 9,51%. Krim diformulasikan menggunakan metode emulsi minyak dalam air (M/A). Hasil evaluasi menunjukkan krim memiliki karakteristik organoleptis yang stabil, pH sesuai standar kulit (4,5–6,5), homogenitas baik, dan daya sebar memenuhi kriteria optimal (5–7 cm). Namun, uji viskositas menunjukkan penurunan setelah penyimpanan, daya lekat krim tidak memenuhi standar minimal 4 detik, serta uji stabilitas dengan sentrifugasi menunjukkan pemisahan fase, menandakan ketidakstabilan formulasi.

Page 11 of 23 | Total Record : 227