cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Hubungan Asupan Energi dan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita (24-59 Bulan) di Desa Bekonang Sukoharjo Viska Insani; Firmansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1157

Abstract

Pendahuluan : Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki tinggi badan lebih rendahdibandingkan umur berdasarkan indikator TB/U. Salah satu faktor yang diduga berhubungan denganstunting adalah asupan energi dan protein yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh balita. Tujuan :mengetahui hubungan asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulandi Desa Bekonang, Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan desain observasional denganpendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 92 balita yang diambil menggunakan teknikproportional random sampling. Data asupan energi dan protein diperoleh melalui wawancara langsungkepada ibu balita menggunakan formulir food recall 3×24 jam selama 3 hari tidak berurutan, sedangkandata stunting diperoleh melalui pengukuran tinggi badan dan umur menggunakan indikator Z-scoreTB/U menurut Permenkes 2020. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment dan RankSpearman’s rho. Hasil : Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (81,5%), sedangkan balitastunting sebesar 18,5%. Sebanyak 92,4% balita memiliki asupan energi kurang dan 91,3% memilikiasupan protein lebih. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupanenergi (p=0,417) dan asupan protein (p=0,126) dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan.Simpulan : Asupan energi dan protein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadianstunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Bekonang, Sukoharjo.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskemas Ilung Rahmida Agustina; Rif'atul Fani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1160

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan minum obat untuk mencegah kekambuhan. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik dapat membantu pasien menjalani pengobatan dengan lebih teratur dan meningkatkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Ilung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 44 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan metode pill count. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square melalui program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,004 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia. Dukungan keluarga yang baik berperan dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif keluarga dalam mendukung proses pengobatan pasien skizofrenia untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan menurunkan risiko kekambuhan.
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Bahaya Narkoba Ega Salsabilla; Dion kunto Adi Patria
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1161

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan masa depan remaja. Kurangnya pengetahuan mengenai bahaya narkoba menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba pada kalangan pelajar. Edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang bahaya narkoba pada siswa kelas XII SMA 1 Kandangan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA 1 Kandangan sebanyak 315 orang. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh sampel sebanyak 76 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi kesehatan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 36 responden (47,4%), sedangkan setelah diberikan edukasi kesehatan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 52 responden (68,4%). Hasil uji statistik menggunakan Paired Sample t-Test diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang bahaya narkoba pada siswa kelas XII SMA 1 Kandangan. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan tentang bahaya narkoba. Edukasi kesehatan dapat digunakan sebagai salah satu strategi promotif dan preventif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja.
Penerapan Manajemen Laktasi Terhadap Pertumbuhan Bayi Di Desa Botung Nisaul Mardiah; Verawaty Fitrinelda Silaban; Krisna Karelis Nehe; Cindy Giovanny Widya Dhana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1162

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Desa Botung mencapai 26,7%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 21,5%. Rendahnya cakupan ASI eksklusif akibat praktik pemberian makanan prelakteal menjadi faktor risiko utama. Manajemen laktasi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bayi usia 0–6 bulan. Tujuan: Menganalisis pengaruh penerapan manajemen laktasi terhadap pertumbuhan bayi meliputi berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK). Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group pada 64 bayi usia 0–6 bulan yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 32 bayi. Kelompok eksperimen mendapat edukasi, pendampingan, dan praktik teknik menyusui selama Februari–April 2026. Data dianalisis menggunakan Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil: Kelompok eksperimen mengalami peningkatan BB 1.263 gram, PB 5,4 cm, dan LK 2,7 cm, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (BB 423 gram, PB 2,1 cm, LK 1,2 cm) dengan p=0,000. Kesimpulan: Manajemen laktasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bayi usia 0–6 bulan dan berpotensi menjadi strategi pencegahan stunting di wilayah pedesaan.
Analisis Pengendalian Sediaan Farmasi dengan Metode ABC di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Andi Fadilla; Saidah Saidah; Fhahira Alifia; Andi Nur’ainun Reskia Pawallangi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1163

Abstract

Pengendalian persediaan farmasi merupakan aspek penting dalam manajemen instalasi farmasi rumah sakit untuk menjamin ketersediaan obat, mencegah kekosongan stok, mengurangi kelebihan persediaan, dan meningkatkan efisiensi anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian sediaan farmasi menggunakan metode ABC di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari catatan penggunaan dan nilai investasi sediaan farmasi periode Januari sampai Desember. Metode ABC digunakan untuk mengelompokkan sediaan farmasi ke dalam tiga kelompok berdasarkan persentase item dan nilai investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok A terdiri dari rata-rata 5,524% item, tetapi menyerap 70,407% dari total investasi. Kelompok B terdiri dari 12,675% item dengan nilai investasi 20,052%, sedangkan kelompok C terdiri dari 81,800% item dengan nilai investasi hanya 9,475%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian kecil item sediaan farmasi menyerap alokasi anggaran terbesar. Oleh karena itu, kelompok A memerlukan pengendalian ketat, kelompok B memerlukan pengendalian sedang, dan kelompok C memerlukan pemantauan sederhana namun tetap rutin. Metode ABC dapat mendukung perencanaan, pengadaan, dan pengendalian persediaan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit.
Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan Di Doremi Mom & Baby Spa Cikarang Barat Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah; Novi Siti Rahmawati; Nuhaeni Nurhaeni
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1165

Abstract

Menurut Data SKI tahun 2023 di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur. Pijat bayi dapat menurunkan angka morbiditas, meningkatkan berat badan bayi,  memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan serta meningatkan kualitas tidur. Tujuan penelitian: untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom & Baby SPA Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dengan pendekatan One Group Pretest dan Post Test Design. Populasi: Dalam penelitian ini seluruh bayi usia 3-6 bulan yang dalam kondisi sehat di Doremi Mom & Baby SPA pada bulan Juli-Agustus 2024 dengan jumlah populasi 30 bayi. Sampel: Dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen: Yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar Kuesioner. Analisis Data: Data analisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk  dan dilakukan Uji Statistic Non Parametric yaitu Uji Wilcoxon. Menunjukan bahwa ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur  bayi usia 3-6 bulan dengan Asymp. sig mempunyai nilai Pvalue 0,001 (P<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dalam penelitian ini ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 Bulan
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dengan Metode Sonikasi Tiara Nisrina Fitri; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1166

Abstract

Kulit wajah memerlukan perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan, kelembapan, dan kesehatan kulit, salah satunya melalui penggunaan toner. Daun Salam yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan toner ekstrak etanol 96% daun salam menggunakan metode sonikasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) konsentrasi ekstrak. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki aroma green tea. Nilai pH berada pada rentang 5,40–6,47 dan viskositas 1,29–2,75 cPs yang memenuhi standar toner. Uji kelembapan menunjukkan peningkatan kelembapan kulit dari 65,08% pada F0 hingga 77,51% pada F3. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya kemerahan, gatal, maupun pembengkakan. Uji hedonik menunjukkan formula F2 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi sebesar 80%. Berdasarkan hasil evaluasi, F2 merupakan formula terbaik karena memiliki karakteristik fisik yang baik, mampu meningkatkan kelembapan kulit, tidak menimbulkan iritasi, dan paling disukai panelis.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pelembab Wajah Nabila Aulia Putri; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia; Samwilson Slamet
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1168

Abstract

Perawatan kulit wajah merupakan upaya penting dalam menjagakesehatan kulit dan mencegah berbagai permasalahan sepertijerawat, iritasi dan kekusaman. Salah satu sediaan yang berperandalam penyempurnaan pembersihan kulit adalah toner. Penelitianini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaantoner ekstrak daun papaya (Carica papaya L.) dengan variasikonsentrasi sebagai bahan aktif. Metode penelitian yang digunakanadalah eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Ekstrak dilakukanmenggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Produk toner dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, tingkat kelembapan, potensi iritasi, serta uji hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan fisik sediaan toner, memiliki bentuk yang cair, homogen dan beraroma bunga lily, dengan pH berkisaran antara 5,4– 6,5 yang sesuai dengan dengan pH fisiologis kulit yaitu (4,5–6,5). Nilai viskositas sediaan 1,23–2,64 cPs menunjukkan karakteristik sediaan toner yang sesuai dengan standar (<5 cPs). Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan hidrasi kulit yang berkisaran 3,9% – 6,0%, dengan efektivitas tertinggi pada F3. Uji iritasi menunjukkan hasil aman untuk digunakan, dan F2 (3%) menjadi formula paling disukai berdasarkan uji hedonik panelis.
Perbedaan Determinan Lingkungan, Perilaku Hygiene, Dan Sanitasi Masyarakat Yang Tinggal 150 Dan 300 Meter (Studi Di Sekitar Tanah Makam Di Kota Surakarta) Utrica Meidina Fani; Noor Alis Setiyadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1171

Abstract

Area pemakaman berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan akibat proses dekomposisi jenazah yang menghasilkan cairan lindi dan mencemari air tanah di sekitar permukiman. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran determinan lingkungan, perilaku hygiene, dan sanitasi masyarakat yang tinggal pada radius 150 meter dan 300 meter dari area pemakaman di Kota Surakarta. Rancangan penelitian yang diterapkan berupa penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) pada bulan Juli hingga September 2025 di enam titik pemakaman Kota Surakarta. Populasi berjumlah 736 penduduk dengan sampel 253 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki determinan lingkungan kategori baik (74,7%) dan perilaku hygiene kategori baik (83,0%), sedangkan kondisi sanitasi menunjukkan proporsi yang hampir seimbang antara kategori baik (50,2%) dan kurang (49,8%). Berdasarkan jarak tempat tinggal dari area pemakaman, kondisi determinan lingkungan pada radius 150 meter maupun 300 meter masih didominasi kategori kurang, masing-masing sebesar 63,7% dan 62,6%. Perilaku hygiene pada kedua radius cenderung baik, dengan persentase lebih tinggi pada radius 300 meter (72,9%) dibandingkan radius 150 meter (66,4%). Sementara itu, kondisi sanitasi lebih baik pada masyarakat yang tinggal dalam radius 150 meter dengan kategori baik sebesar 76,0%, sedangkan pada radius 300 meter sebagian besar masih berada pada kategori kurang (57,9%). Disimpulkan bahwa perilaku hygiene masyarakat di sekitar wilayah pemakaman tergolong baik, namun kondisi determinan lingkungan dan sanitasi masih memerlukan perhatian, terutama pada masyarakat yang tinggal pada radius 150 meter dari area pemakaman.
Penerapan Latihan Genggam Bola Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Non-Hemoragik Muhammad Abdan Syuhada; Beti Kristinawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1172

Abstract

Pasien yang mengalami stroke sering menunjukkan gangguan fungsi motorik berupa kelemahan pada anggota gerak, khususnya bagian atas, yang biasanya disertai berkurangnya kekuatan otot. Studi kasus ini disusun untuk menggambarkan pelaksanaan latihan menggenggam bola karet pada pasien dengan stroke non-hemoragik. Menggunakan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien stroke non-hemoragik yang mengalami kelemahan otot pada ekstremitas bagian atas. Latihan genggam bola karet dilakukan sebagai intervensi selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari, dan durai selama 15 menit. Evaluasi kekuatan otot dilakukan menggunakan metode Manual Muscle Testing (MMT). Hasil studi kasus menunjukkan terdapat perubahan minimal pada kekuatan otot setelah intervensi, dengan skor kekuatan otot ekstremitas kiri atas dari skor awal 7 meningkat menjadi 8. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah pemberian latihan genggam bola karet. Meskipun demikian, temuan tersebut hanya menggambarkan respons pada satu pasien sehingga belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas intervensi secara umum maupun dalam jangka pendek.