cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Efektivitas Program Edukasi Gizi Dalam Meningkatkan Pencegahan Penyakit Melalui Pola Makan Sehat di Kota Kendari Kamrin; Lade Albar Kalza; La Ode Liaumin Azim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1173

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan menjadi penyebab utama kematian masyarakat. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko PTM adalah melalui program edukasi gizi yang bertujuan meningkatkan perilaku makan sehat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program edukasi gizi dalam meningkatkan pencegahan penyakit melalui pola makan sehat di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Jumlah responden sebanyak 90 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang meliputi pengetahuan gizi, perilaku makan sehat, dan kesadaran pencegahan penyakit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh variabel setelah diberikan intervensi edukasi gizi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 3,20 menjadi 5,50 dengan p-value 0,001. Perilaku makan sehat meningkat dari 14,80 menjadi 19,50 dengan p-value 0,002, sedangkan kesadaran pencegahan penyakit meningkat dari 15,20 menjadi 20,10 dengan p-value 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pencegahan penyakit melalui perubahan perilaku makan sehat masyarakat. Kata kunci: edukasi gizi, perilaku makan sehat, pencegahan penyakit, kesehatan masyarakat, pola makan sehat
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynous (L) Merr) Sebagai Pelembab Wajah Anggini dwi silfianti; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1174

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam sediaan perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun katuk menjadi sediaan toner serta mengevaluasi mutu fisik, efektivitas kelembapan, dan keamanan sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%) ekstrak daun katuk. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki nilai pH pada rentang 4,8–6,47 sehingga masih sesuai dengan pH kulit. Nilai viskositas seluruh formula berada pada rentang 0,96–3,24 cPs dan memenuhi persyaratan sediaan toner. Uji kelembapan menunjukkan nilai kelembapan kulit berkisar 62,3%–66,2%, dengan formula F2 dan F3 memberikan hasil lebih baik dibandingkan formula lainnya. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi seperti kemerahan, gatal, maupun rasa perih pada kulit. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 96% daun katuk dapat diformulasikan menjadi sediaan toner yang memenuhi persyaratan mutu fisik, aman digunakan, dan dapat dikembangkan.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Masyarakat Di Puskesmas Mantangai Kartini Kartini; Ratna Roesardhyati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1175

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pada sistem pencernaan yang masih sering terjadi di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan. Pola makan yang tidak teratur diduga dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu terjadinya gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 72 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kejadian gastritis yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun sebanyak 19 responden (26,40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 54 responden (75,00%), berpendidikan SMA sebanyak 28 responden (38,90%), dan memiliki pendapatan UMR per bulan sebanyak 38 responden (52,80%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square melalui Continuity Correction diperoleh nilai p-value sebesar 0,828 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantangai, hal ini terjadi karena ada banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti stres, obat-obatan dan faktor genetik.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita di Bekonang, Sukoharjo Latifa Nur Sabrina; Firmansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1181

Abstract

Pendahuluan : Stunting masih menjadi masalah kesehatan pada balita yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan : mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 92 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan (cronbach's alpha = 0,839) dan sikap ibu (cronbach’s alpha = 0,740) menggunakan pengukuran antropometri balita, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi p≤0,05. Hasil : sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang pemberian MP-ASI sebesar 68,5%, namun mayoritas memiliki sikap negatif terhadap pemberian MP-ASI sebesar 52,2%. Proporsi balita yang mengalami stunting sebesar 20,7%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p=0,270), tetapi terdapat hubungan signifikan antara sikap ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita (p=0,035). Kesimpulan : Pengetahuan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan, namun sikap ibu memiliki hubungan signifikan tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita di Bekonang, Sukoharjo.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Tersedak Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026 Pitri Nofa Sari; Andoko Andoko; Dewi Kusumaningsih; Deny Eka Liasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1182

Abstract

Pendahuluan: Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat sumbatan benda asing pada jalan napas yang sering terjadi pada anak usia 1–5 tahun dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian. Anak usia 1–5 tahun berisiko tinggi mengalami tersedak karena fase eksplorasi oral serta kemampuan mengunyah dan menelan yang belum sempurna. Pengetahuan orang tua berperan penting dalam pencegahan dan penanganan awal tersedak. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 170 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 87 responden (51,2%), dan sebanyak 103 responden (60,6%) menyatakan anaknya pernah mengalami tersedak dalam 12 bulan terakhir. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun dengan nilai p-value 0,0001 (p<0,05) dan Odds Ratio sebesar 0,113. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026.
Efektivitas Barcode-Assisted Medication Administation (BCMA) dalam Menurunkan Kejadian Medication Error di Rumah Sakit: A Systematic Review Hardiyani Presticasari; Mohammad Febry Andintias
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1190

Abstract

Medication Error merupakan masalah yang banyak dijumpai dalam pelayanan Kesehatan yang berpotensi meningkatkan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, dan biaya perawatan pasien. Barcode-Assisted Medication Administation (BCMA) dikembangkan sebagai teknologi keselamatan pasien untuk memastikan prinsip “5 benar” pemberian obat, yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, dan benar rute. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas BCMA dalam menurunkan medication error. Metode yang digunakan adalah systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui data Scopus, ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar dengan kata kunci “barcode medication administration”, “BCMA”, “medication error”, dan “patients safety”. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi BCMA yang diintergrasikan dengan electronic medication administratuin record (eMAR), unit-dose dispensing,  dan closed-loop medication system (CLMS), mampu menurunkan medication error seperti salah dosis, salah pasien, omission error, dan adverse drug events (ADEs). Namun, efektivitas sangat dipengaruhi oleh kepatuhan tenaga kesehatan melakukan scanning barcode, kualitas integrasi teknologi, desain system, dukungan organisasi, dan alur kerja yang jelas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa BCMA efektif meningkatkan keselamatan pasien bila diterapkan sebagai bagian dari sistem pelayanan obat yang terintegrasi.
Hubungan Burnout dengan Job Performance pada Tim Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Banjarbaru Ade Agustiena; Dian Pitaloka Priasmoro
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1192

Abstract

Burnout merupakan kondisi kelelahan kerja yang sering dialami tenaga kesehatan akibat tekanan kerja yang tinggi, terutama pada situasi krisis dan epidemi kesehatan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi job performance tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan job performance pada Tim Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel burnout diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI), sedangkan job performance diukur menggunakan Indonesian version of Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 26 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara burnout dengan job performance dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,298 dan signifikansi 0,021 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi burnout, job performance cenderung menurun. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen stres dan dukungan organisasi untuk membantu mengurangi burnout sehingga job performance dapat dipertahankan atau ditingkatkan.
Penatalaksanaan Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien TB Paru dengan Komplikasi Metabolik Syifa Safira
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1193

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis (CKD) sering disertai berbagai komorbiditas yang memperumit penatalaksanaan gizi, termasuk tuberkulosis paru, anemia gizi, hiponatremia, hiperkalemia, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2. Kondisi multimorbiditas ini menuntut pendekatan asuhan gizi yang komprehensif dan terindividualisasi. Tujuan: Mengetahui proses asuhan gizi pada pasien Ny. YZ  usia 58 tahun dengan diagnosis TBC paru, anemia unspecified, hipo-osmolalitas dan hiponatremia, CKD, hiperkalemia, hipertensi esensial, dan DM non-insulin dependent yang dirawat di Rumah Sakit X Surabaya. Metode: Pengkajian gizi dilakukan menggunakan Nutrition Care Process (NCP) meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, serta monitoring dan evaluasi gizi. Data dikumpulkan melalui food recall 24 jam, FFQ, pemeriksaan antropometri, biokimia, fisik/klinis, dan riwayat medis. Hasil: Pasien diberikan diet DM Nefropati Rendah Kalium dalam bentuk makanan tim dengan kebutuhan energi 1.732,5 kkal, protein 39,6 gram, lemak 57,75 gram, karbohidrat 264,2 gram, dan cairan maksimal 1.500 ml per hari. Monitoring selama tiga hari menunjukkan tren penurunan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat yang belum mencapai target akibat penurunan nafsu makan. Parameter laboratorium ginjal dan elektrolit masih dalam kondisi abnormal meskipun terdapat perbaikan pada beberapa parameter hematologi. Simpulan: Intervensi diet DM Nefropati Rendah Kalium dapat diterapkan pada pasien dengan multimorbiditas kompleks, namun diperlukan pemantauan ketat dan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan diet dan asupan gizi pasien.
Penatalaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Anak Marasmus dengan Komplikasi: Sebuah Laporan Kasus Layyina Azka Nabila; Anisa Lailatul Fitria; Meiriza Putri Prahastuti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1194

Abstract

Pendahuluan: Gizi buruk marasmus pada bayi dengan penyakit penyerta seperti kelainan jantung bawaan dan pneumonia dapat memperburuk kondisi klinis serta meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Penatalaksanaan gizi yang tepat melalui Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) diperlukan untuk membantu memperbaiki status gizi pasien. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PAGT pada pasien bayi dengan gizi buruk marasmus fase transisi disertai perawakan pendek, gagal jantung Ross Class III, ASD kecil, VSD sedang, hipertiroid sekunder, pneumonia, dan underimmunization. Metode: Metode yang digunakan adalah observasi selama empat hari dengan penerapan PAGT meliputi asesmen, diagnosis gizi, intervensi, serta monitoring dan evaluasi. Data diperoleh melalui wawancara, rekam medis, food recall, SQ-FFQ, dan visual Comstock. Hasil: Hasil asesmen menunjukkan pasien mengalami gizi buruk dengan penurunan berat badan sebesar 13%. Intervensi diberikan berupa diet susu formula tinggi energi tinggi protein melalui OGT dengan kebutuhan energi 675 kkal dan protein 13,5 gram per hari. Hasil monitoring menunjukkan pemenuhan energi sebesar 118,5% dan protein 154,1%. Berat badan meningkat dari 4,5 kg menjadi 4,6 kg dan kondisi klinis pasien relatif stabil selama intervensi. Simpulan: Penerapan PAGT membantu memperbaiki asupan serta mendukung stabilisasi kondisi klinis pasien dengan gizi buruk dan komplikasi multimorbiditas.
Daya Terima dan Kandungan Gizi Nugget Substitusi Hati Ayam, Mocaf, dan Brokoli untuk Mencegah Anemia Fatia Naila Rahma; Annis Catur Adi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1195

Abstract

Anemia masih menjadi salah satu masalah gizi pada remaja putri yang umumnya disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi. Pengembangan pangan sumber zat besi dan vitamin C diperlukan sebagai alternatif pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh formulasi hati ayam, tepung mocaf, dan brokoli terhadap daya terima serta kandungan zat besi dan vitamin C pada nugget ayam. Penelitian menggunakan metode eksperimen murni dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas formula kontrol (F0) dan formula modifikasi (F1, F2, F3). Uji mutu organoleptik dilakukan oleh 4 panelis terlatih untuk menentukan dua formula modifikasi terpilih yang akan diteliti lebih lanjut. Kemudian dilanjutkan uji daya terima pada F0, F1, dan F2 oleh 30 panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula modifikasi berada pada kategori “agak suka” hingga “suka”. Formula terbaik adalah F2 dengan formula substitusi 200 g hati ayam, 30 g tepung mocaf, dan 30 g brokoli. Kandungan zat besi F2 per sajian (75 g) sebesar 2,21 mg (14,73% AKG) dan vitamin C sebesar 3,59 mg (5,52% AKG). Formula F2 memenuhi kriteria sebagai sumber zat besi dan berpotensi dijadikan alternatif kudapan sumber zat besi bagi remaja putri.