cover
Contact Name
Septian Prawijaya
Contact Email
wijaya@unimed.ac.id
Phone
+6281396906213
Journal Mail Official
jurnalsekolah@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurusan PPSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr. V, Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JS (Jurnal Sekolah)
ISSN : 25488856     EISSN : 2549127X     DOI : https://doi.org/10.24114/js.v7i2
Core Subject : Education,
JS (Jurnal Sekolah) berisi artikel yang berkaitan dengan pendidikan, yang meliputi pembelajaran, hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. JS (Jurnal Sekolah), dikelola oleh Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan. JS (Jurnal Sekolah) merupakan jurnal yang berisi tulisan Dosen, Guru, dan Mahasiswa. Diterbitkan empat kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik dan cetak oleh prodi PGSD FIP UNIMED. Agenda JS (Jurnal Sekolah) menjadi penting perannya bagi Prodi PGSD FIP UNIMED, dalam mendorong terbangunnya inovasi pendidikan yang dapat memberikan jawaban atas berbagai persoalan daerah, nasional maupun global. Sesuai dengan kapasitasnya dan dilandasi oleh kepentingan nasional, JS (Jurnal Sekolah) diterbitkan sebagai wadah mempermudah masyarakat khususnya dosen Prodi PGSD FIP UNIMED untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdiannya kepada masyarakat. JS (Jurnal Sekolah) pertama kali terbit pada tahun 2016. Ketika itu, JS (Jurnal Sekolah) sudah mempunyai ISSN cetak, namun belum mempunyai ISSN elektronik. Seiring berjalannya waktu, JS (Jurnal Sekolah) terus belajar dan mencoba mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Hingga saat ini, JS (Jurnal Sekolah) sudah mempunyai ISSN cetak dan elektronik. ISSN Cetak: 2548-8856 dan ISSN Elektronik: 2549-127X. Secara perlahan pada 2016, menerbitkan tulisan secara online (electronic journal) yang berbasis OJS (Open Journal System) pada laman: http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/js.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 725 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SD Firman, Fatihah Amania; Jusmawati; Perawati Bte Abustang; Muh. Khaedar
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.66947

Abstract

Abstract: This research aims to determine the effect of implementing a multicultural project-based learning model on enhancing students' creative thinking abilities. The research activities were conducted at UPT SPF SD Negeri Pannara. This type of research is an experiment with a quantitative approach using a One Group Pretest-Posttest design. The population of the study includes all fifth-grade students, namely classes VA and VB. The sample was randomly selected using simple random sampling techniques, with a total sample of 32 students from class VA, consisting of 20 male students and 12 female students. The instruments used include observation sheets, creative thinking ability tests, and documentation. Data were analyzed through descriptive and inferential analysis. Based on the analysis results, the null hypothesis (H₀) is rejected, and the alternative hypothesis (H₁) is accepted, which means that the multicultural project-based learning model has a significant effect on improving thinking skills. creative of elementary school students. Thus, it can be concluded that the application of a multicultural project-based learning model is effective in enhancing students' creative thinking abilities. The implications of this research indicate the importance of integrating a multicultural approach and project-based learning in the teaching process at elementary schools.  Keyword: Multicultural Learning, Project-Based, Creative Thinking Skills, Elementary School  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuii pengaruh penerapan model pembelajaran multikultural berbasis proyek terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Kegiatan penelitian dilaksanakan di UPT SPF SD Negeri Pannara. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas V, yaitu kelas VA dan VB. Sampel dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 32 siswa dari kelas VA, yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, tes kemampuan berpikir kreatif, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui analisis deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis, hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (H₁) diterima, yang berarti bahwa model pembelajaran multikultural berbasis proyek memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran multikultural berbasis proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi pendekatan multikultural dan pembelajaran berbasis proyek dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Kata Kunci: Pembelajaran Multikultural, Berbasis Proyek, Kemampuan Berpikir Kreatif, SD
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL BERBASIS WEBSITE TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS IV Nur Amalina, Rifqa; R. Supardi; Satriawati; Damayanti, A. Alfiani
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.67158

Abstract

Abstract: This study aims to see the effect of using wordwall learning media on student learning outcomes using a quantitative approach and pre-experimental research type. The sample in this study were 32 students of class IV A of SD Inpres Anagowa, Gowa Regency. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection methods used were observation sheets, tests, and documentation. The results of the study were divided into two descriptive analyses and inferential analyses. It can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted so that it can be said that the use of wordwall learning media has an effect on the learning outcomes of class IVA students.  Keyword: Learning Media, Wordwall, Learning Outcomes, Pancasila Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan media pembelajaran wordwall terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian pre-eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A SD Inpres Anagowa Kabupaten Gowa yang berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian dibagi menjadi dua analisis deskriptif dan analisis inferensial dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan media pembelajaran wordwall berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IVA. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Wordwall, Hasil Belajar, Pendidikan Pancasila.
ANALISIS KONTEN BUKU TEKS IPAS BERDASARKAN PILAR EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT Gigih Pambudi; Suroso Mukti Leksono; Ila Rosmilawati
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.67194

Abstract

Abstract: This study analyzes the representation of Education for Sustainable Development (ESD) content in Indonesian primary school IPAS textbooks through three main pillars: environmental, social, and economic. Using qualitative content analysis and NVIVO software, the findings reveal that ESD content is unevenly and inconsistently distributed across grade levels. Environmental themes lack continuity, social themes are more consistent, while economic aspects are shallow. These findings highlight the need for systematic and spiral integration of ESD into the curriculum to foster sustainable thinking in students.  Keyword: IPAS, Primary School, Education for sustaibility development   Abstrak: Penelitian ini menganalisis representasi konten Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) dalam buku teks IPAS SD berdasarkan tiga pilar utama: lingkungan, sosial, dan ekonomi. Menggunakan metode analisis isi kualitatif dan perangkat lunak NVIVO, penelitian menemukan bahwa distribusi konten ESD belum merata dan tidak konsisten antar jenjang. Pilar lingkungan paling tidak stabil, sosial relatif lebih konsisten, sementara ekonomi cenderung dangkal. Hasil ini menunjukkan pentingnya integrasi sistematis dan spiral ESD dalam kurikulum untuk membentuk pola pikir berkelanjutan pada peserta didik Kata Kunci: IPAS, Sekolah Dasar, Education for sustaibility development
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) VERSUS PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA satuti, Luxmita Anna; Sabariah; Suharti
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.67286

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effects of Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL) models, as well as students’ learning motivation, on mathematics learning outcomes among fifth-grade elementary students. The research was motivated by persistently low mathematics achievement at the primary level, often attributed to teacher-centered approaches and insufficient student motivation. A 2x2 factorial experimental design was employed, involving 54 students from SD Negeri Inpres Malompo, Papua, divided into two experimental groups: Class A using the PBL model and Class B using the PjBL model. Data were collected through a mathematics achievement test and a learning motivation questionnaire, both validated for reliability and content. Data analysis was conducted using Two-Way ANOVA. The results revealed that the instructional model did not have a significant effect on mathematics learning outcomes (p = 0.107), while learning motivation had a highly significant effect (p = 0.000). Moreover, there was no significant interaction between the instructional model and motivation level (p = 0.435). These findings suggest that learning outcomes are more strongly influenced by individual motivation rather than the choice of instructional model. The coefficient of determination (R²) of 0.545 indicates that 54.5% of the variance in learning outcomes can be explained by the combined effects of the instructional model and learning motivation.This study highlights the importance of strengthening students’ learning motivation as a central focus in improving mathematics instruction in elementary schools, alongside the contextual and adaptive use of innovative teaching models.  Keyword: Problem-Based Learning, Project-Based Learning, learning motivation, mathematics achievement, elementary education.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) serta tingkat motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berpijak pada rendahnya hasil belajar matematika di tingkat dasar yang sering kali dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional dan lemahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen faktorial 2x2 dengan subjek sebanyak 54 siswa di SD Negeri Inpres Malompo, Papua, yang terbagi dalam dua kelas eksperimen: kelas A menggunakan model PBL dan kelas B menggunakan model PjBL. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket motivasi belajar, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan Two-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika (p = 0,107), sedangkan motivasi belajar memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p = 0,000). Tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan tingkat motivasi terhadap hasil belajar (p = 0,435). Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan belajar lebih ditentukan oleh tingkat motivasi siswa dibandingkan dengan model pembelajaran yang digunakan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,545 mengindikasikan bahwa 54,5% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kombinasi model pembelajaran dan motivasi belajar. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan motivasi belajar siswa sebagai fokus utama dalam pengembangan strategi pembelajaran matematika di sekolah dasar, serta penerapan model inovatif yang kontekstual dan adaptif terhadap karakteristik peserta didik. Kata Kunci: Problem-Based Learning, Project-Based Learning, motivasi belajar, hasil belajar matematika, sekolah dasar.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS TECHNOLOGICAL PEDAGOGIGAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 2 SD NEGERI INPRES MALOMPO, NABIRE Etni Malisan, Arsyati; Danu Rusmawati, Retno; Wiyarno, Yoso
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.67287

Abstract

Abstract: Abstract This study aims to analyze the effect of the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) -based learning model and direct instruction on the mathematics learning outcomes of second-grade elementary students, with learning motivation considered as a moderating variable. A quasi-experimental approach with a 2x2 factorial design was employed, involving 80 students from SD Negeri Inpres Malopo, Nabire. The research instruments included a mathematics achievement test and a learning motivation questionnaire, both of which were validated for reliability and construct validity. Data were analyzed using two-way ANOVA after meeting the assumptions of normality and homogeneity. The results indicate that the TPACK-based learning model is significantly more effective than direct instruction in improving students' mathematics learning outcomes (p < 0.05). Furthermore, learning motivation has a significant impact on learning achievement; students with high motivation achieved better outcomes than those with low motivation. A significant interaction effect was also found between the learning model and motivation level (p < 0.05), where highly motivated students who received TPACK-based instruction obtained the highest scores. These findings highlight the importance of combining innovative pedagogical approaches and strategies to enhance student motivation in order to improve mathematics education quality at the elementary level.  Keyword: TPACK, learning motivation, learning outcomes, mathematics education, elementary school   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK)  dan pembelajaran langsung terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 2 SD, dengan mempertimbangkan motivasi belajar sebagai variabel moderator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2 yang melibatkan 80 siswa di SD Negeri Inpres Malopo, Nabire. Instrumen penelitian terdiri atas tes hasil belajar dan angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji ANAVA dua jalur setelah memenuhi prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TPACK secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran langsung dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa (p < 0,05). Selain itu, motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar; siswa dengan motivasi tinggi memperoleh capaian akademik yang lebih tinggi dibandingkan siswa bermotivasi rendah. Temuan lainnya menunjukkan adanya interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar (p < 0,05), di mana siswa bermotivasi tinggi yang mengikuti pembelajaran berbasis TPACK menunjukkan hasil belajar tertinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan pedagogis inovatif dan strategi peningkatan motivasi belajar dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kata Kunci: TPACK, motivasi belajar, hasil belajar, pembelajaran matematika, sekolah dasar
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF, MEDIA GAMBAR, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Tandi, Martha; Rufi’i; Rachmadtullah, Reza
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.67288

Abstract

Abstract: Abstract This study aims to analyze the effects of using interactive media and visual media as well as learning motivation on elementary students' mathematics learning outcomes. The research employed a quasi-experimental design with a 2 × 2 factorial arrangement. The population consisted of all fourth-grade students at SD Negeri Inpres Malompo, totaling 60 students, using cluster sampling techniques. The research instruments included a learning motivation questionnaire and a mathematics achievement test. Data analysis was conducted using two-way ANOVA after fulfilling normality and homogeneity assumptions. The results showed a significant difference in learning outcomes between students using interactive media and those using visual media, with interactive media demonstrating superior effectiveness. Furthermore, there was a significant difference in learning outcomes between students with high and low learning motivation. The analysis also revealed a significant interaction effect between the type of media and learning motivation, indicating that interactive media was most effective for students with high motivation. These findings highlight the importance of selecting appropriate instructional media and enhancing student motivation to improve mathematics learning outcomes. It is recommended that teachers optimally utilize interactive media and consider students' motivation to create more effective and engaging learning environments.  Keyword: interactive media, visual media, learning motivation, learning outcomes, mathematics.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media interaktif dan media gambar serta motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 × 2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Inpres Malompo yang berjumlah 60 siswa, dengan teknik sampling cluster. Instrumen penelitian meliputi angket motivasi belajar dan tes prestasi belajar matematika. Analisis data dilakukan dengan ANOVA dua jalur setelah uji normalitas dan homogenitas terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara siswa yang menggunakan media interaktif dan media gambar, di mana media interaktif memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara siswa dengan motivasi tinggi dan motivasi rendah. Analisis juga menunjukkan adanya interaksi signifikan antara media pembelajaran dan motivasi belajar, yang mengindikasikan bahwa penggunaan media interaktif paling efektif pada siswa dengan motivasi tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan media pembelajaran yang sesuai serta peningkatan motivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Disarankan bagi guru untuk memanfaatkan media interaktif secara optimal dan memperhatikan aspek motivasi dalam pembelajaran. Kata Kunci: media interaktif, media gambar, motivasi belajar, hasil belajar, matematika
EFEKTIVITAS APLIKASI LENTERA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI ADAT ISTIADAT PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Khoirunnisa, Risnawati; Yusup Ali, Enjang; Amelia Karlina, Dety
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.67671

Abstract

Abstract: This study aimed to investigate the effectiveness of the LENTERA application in improving fourth-grade students’ understanding of traditional customs in the IPAS subject. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method. Instruments included tests and questionnaires, and the data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and t-tests. The results showed that the LENTERA application effectively enhanced students’ learning outcomes, with a statistically significant difference shown by the t-test, an average N-Gain of 58.3%, and highly positive responses from students toward the digital learning media. Keyword: effectiveness, traditional customs, LENTERA app, IPAS, understanding   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi LENTERA dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi adat istiadat pada mata pelajaran IPAS kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes dan angket, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi LENTERA efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, dengan perbedaan signifikan berdasarkan uji-t, rata-rata N-Gain sebesar 58,3%, serta respon siswa yang sangat positif terhadap media pembelajaran berbasis digital yang digunakan. Kata Kunci: efektivitas, adat istiadat, aplikasi LENTERA, IPAS, pemahaman
ANALISIS PEMBELAJARAN SENI RUPA KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA SISWA KELAS 1 SDN JATIMULYO Triyono; Maulidiawati
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.67726

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of Fine Arts learning within the Merdeka Belajar Curriculum for first-grade students at SDN Jatimulyo. This study employs a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation. The results indicate that SDN Jatimulyo has shown progress in implementing the Merdeka Belajar Curriculum, as evidenced by the development of Learning Modules that integrate fine arts elements, the use of concrete media and flexible learning methods, and efforts toward holistic assessment. Teachers have developed flexible learning modules and conducted initial diagnostic assessments, although it was found that adaptation to individual student characteristics and the development of more comprehensive diagnostic assessments still need improvement. Learning implementation demonstrates the use of concrete media and freedom of exploration, but challenges arise in classroom management and facilities to accommodate the creativity of all students. Learning evaluation has moved towards holistic assessment through portfolios and anecdotal records, but the alignment of assessment instruments with learning outcomes and student involvement in self-reflection needs to be intensified. Overall, this research concludes that SDN Jatimulyo has adopted the principles of the Merdeka Curriculum; however, optimizing personalized learning, classroom management, and the development of evaluation instruments are crucial areas requiring continuous improvement for optimal implementation. Keywords: Merdeka Belajar Curriculum Implementation, Fine Arts Learning, Elementary School Students  Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran seni rupa Kurikulum Merdeka Belajar pada siswa kelas 1 SDN Jatimulyo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Jatimulyo telah menunjukkan kemajuan dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, terlihat dari penyusunan Modul Ajar yang mengintegrasikan elemen seni rupa, penggunaan media konkret dan metode pembelajaran yang fleksibel, serta upaya menuju asesmen yang holistik. Guru telah menyusun modul ajar yang fleksibel dan melakukan asesmen diagnostik awal, meskipun ditemukan bahwa adaptasi terhadap karakteristik individual siswa dan pengembangan asesmen diagnostik yang lebih komprehensif masih perlu ditingkatkan. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan pemanfaatan media konkret dan kebebasan eksplorasi, namun tantangan muncul dalam manajemen kelas dan fasilitas untuk mengakomodasi kreativitas seluruh siswa. Evaluasi pembelajaran telah mengarah pada asesmen holistik melalui portofolio dan catatan anekdot, tetapi penyelarasan instrumen penilaian dengan capaian pembelajaran dan pelibatan siswa dalam refleksi diri perlu diintensifkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa SDN Jatimulyo telah mengadopsi prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, namun optimalisasi personalisasi pembelajaran, manajemen kelas, dan pengembangan instrumen evaluasi menjadi area krusial yang memerlukan peningkatan berkelanjutan untuk implementasi yang optimal. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, Pembelajaran Seni Rupa, Siswa SD  
STRATEGI PEMBELAJARAN DIRIGEN DALAM MELATIH KEPEMIMPINAN PESERTA DIDIK DI MTS KECAMATAN MADANG SUKU II Pramuja, Anggi; Kurniawan, Arif
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.68129

Abstract

Abstract: This research aims to examine the conducting learning strategies implemented at MTs Madang Suku II District in fostering student leadership. Employing a qualitative approach with methods of observation, interviews, and documentation, this study found that conducting learning systematically develops leadership aspects such as self-confidence, decision-making ability, communication, and teamwork. The strategies used include the introduction of basic leadership principles in conducting, training in basic conducting techniques, the application of collaborative practice models, and evaluation and reflection. The research results indicate a significant improvement in students' leadership competencies, supported by the active role of teachers, a conducive school environment, and structured training methods. These findings suggest that arts-based extracurricular activities like conducting can be an effective platform for developing adolescent leadership character.  Keywords: Learning Strategies, Conductor/Conducting, Student Leadership, MTs Madang Suku II District.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran dirigen yang diterapkan di MTs Kecamatan Madang Suku II dalam melatih kepemimpinan peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa pembelajaran dirigen secara sistematis mengembangkan aspek kepemimpinan seperti kepercayaan diri, kemampuan mengambil keputusan, komunikasi, dan kerja sama tim. Strategi yang digunakan meliputi pengenalan dasar kepemimpinan dalam dirigen, pelatihan teknik dasar dirigen, penerapan model latihan kolaboratif, serta evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi kepemimpinan peserta didik, didukung oleh peran aktif guru, lingkungan sekolah yang kondusif, dan metode pelatihan yang terstruktur. Temuan ini mengindikasikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler berbasis seni seperti dirigen dapat menjadi platform efektif untuk pengembangan karakter kepemimpinan remaja. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Dirigen, Kepemimpinan Peserta Didik, MTs Kecamatan Madang Suku II.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MITIGASI BENCANA BERBASIS RENDERFOREST BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI DAERAH RAWAN BENCANA GUNUNG SINABUNG RELOKASI SIOSAR MEDAN Masri Perangin Angin, Laurensia; Halimatussakdiah; Lumbantobing, Panniance; Nabila, Mutiara; Aulia Aprianti, Cindy; Abda’u Ansya, Yusron
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.69065

Abstract

Abstract: The problems found at SDN 047175 Siosar, with a total of 35 teachers, indicate that the curriculum and teaching materials have not systematically integrated disaster mitigation content, teachers' ability to teach mitigation topics is still limited, and most teachers are not yet accustomed to using digital applications like Renderforest to create interactive learning media. This condition is further exacerbated by Siosar's disaster-prone geographical location and limited supporting infrastructure. To address these challenges, a disaster mitigation mentoring program was implemented, utilizing Renderforest as a digital medium for creating animations, videos, and educational presentations. The implementation method includes the preparation, execution, assessment, and evaluation stages. The results of the activity show a significant improvement in teachers' understanding, digital media utilization skills, and student engagement in disaster simulations and projects. In conclusion, this mentoring is effective in improving disaster literacy. The recommendations are directed toward sustainable mentoring and program replication in other disaster-prone schools.  Keyword: Reflects the contents of the article   Abstrak: Permasalahan yang ditemukan di SDN 047175 Siosar dengan jumlah 35 guru menunjukkan bahwa kurikulum dan bahan ajar belum mengintegrasikan secara sistematis materi mitigasi bencana, kemampuan guru dalam mengajarkan topik mitigasi masih terbatas, serta sebagian besar guru belum terbiasa menggunakan aplikasi digital seperti Renderforest untuk membuat media pembelajaran interaktif. Kondisi ini semakin diperburuk oleh letak geografis Siosar yang rawan bencana serta keterbatasan infrastruktur pendukung. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilakukan program pendampingan mitigasi bencana dengan memanfaatkan Renderforest sebagai media digital untuk pembuatan animasi, video, dan presentasi edukatif. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, penilaian, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru, keterampilan pemanfaatan media digital, serta keterlibatan siswa dalam simulasi dan proyek kebencanaan. Kesimpulannya, pendampingan ini efektif meningkatkan literasi kebencanaan. Rekomendasi diarahkan pada pendampingan berkelanjutan dan replikasi program di sekolah rawan bencana lainnya. Kata Kunci: Disaster Mitigation, Renderforest, Elementary School Teachers, Siosar Relocation, Mount Sinabung