Sewagati
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 No 2 (2022)"
:
15 Documents
clear
Pendampingan Pembuatan Pupuk Cair Berbasis Organik dan Aplikasinya Terhadap Tanaman Uji secara Hidroponik
Raden Darmawan;
Sri Rachmania Juliastuti;
Nuniek Hendrianie;
Lailatul Qadariyah;
Annas Wiguno;
Ayu Paramita Firdaus;
Imro’atus Nur Mufidah Dimyati Putri;
Ina Nurfia;
Renita Nurul Fitria;
Ridha Agustina Kholifatun Nisa;
Achmad Fajrul Akbar
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2295.139 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.24
Limbah merupakan sisa hasil dari sebuah proses atau usaha yang tidak dapat digunakan kembali serta memberikan efek negative terhadap lingkungan. Dalam keseharian, UMKM Jenang Murni di Ponorogo, menghasilkan limbah air kelapa sebanyak 30–40 liter dan limbah cair tersebut hanya hanya dibuang ke lingkungan. Hal ini, tentu akan menyebabkan permasalahan lingkungan. Di sisi lain, kebutuhan dan harga pupuk yang semakin meningkat dan mahal, dan sebagai upaya untuk mencegah kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk anorganik. Tuntutan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan merespon kebutuhan serta mahalnya harga pupuk, melatarbelakangi pengabdian tentang pemanfaatan limbah menjadi lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis. Permasalahan tersebut, dapat diatasi dengan mengolah limbah air kelapa menjadi pupuk organik cair. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pendampingan eksperimen pembuatan pupuk cair, dimana limbah air kelapa diolah mejadi pupuk organik yang kemudian diaplikasikan ke tanaman uji secara hidroponik. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman serta mengedukasi kepada UMKM yang berada di Ponorogo serta Pondok Pesantren Al Ahsan melalui pendampingan langsung dan kegiatan webinar secara khusus sehingga bisa meningkatkan pemahaman dalam produktifitas pupuk limbah organik dari limbah air kelapa yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian.
Pengendalian Kualitas Statistika Dasar Bagi Staf Quality Assurance PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
Muhammad Mashuri;
Agus Suharsono;
Wibawati Wibawati;
Muhammad Ahsan;
Hidayatul Khusna;
Diaz Fitra Aksioma;
Novri Suhermi
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1230.379 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.34
Kualitas menjadi bahan pertimbangan utama dalam memilih atau menggunakan suatu produk. Pengendalian kualitas statistik telah diaplikasikan secara luas dalam bidang industri maupun jasa. Dalam bidang industri, tujuh alat statistika memiliki peranan yang penting. Salah satu alat statistik yang banyak digunakan dalam bidang industri adalah peta kendali. Penggunaan peta kendali cukup efektif untuk memonitor apakah suatu proses produksi terkendali secara statistik atau tidak. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang pembuatan semen. Tingginya permintaan semen membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk selalu berupaya untuk menjaga kualitas sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. Kualitas semen yang baik akan menambah nilai kepercayaan dari masyarakat kepada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Monitoring kualitas yang dilakukan oleh devisi Quality Assurance (QA) merupakan salah satu bagian penting di PT Semen Indonesia. Oleh kerena itu diperlukan pelatihan bagi staff bagian QA sehingga mampu melakukan monitoring kualitas dengan metode yang tepat. Empat materi yang disampaikan pada pelatihan yaitu peran statistika untuk quality improvement, tujuh alat statistika, peta kendali variabel, dan peta kendali atribut. Pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kompetensi bagi peserta dibuktikan dengan diperolehnya rata-rata nilai post-test yang lebih tinggi daripada rata-rata nilai pre-test.
Sosialisasi Bahaya dan Upaya Pencegahan Social Engineering untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Keamanan Informasi
Eko Wahyu Tyas Darmaningrat;
Achmad Holil Noor Ali;
Anisah Herdiyanti;
Apol Pribadi Subriadi;
Feby Artwodini Muqtadiroh;
Hanim Maria Astuti;
Tony Dwi Susanto
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.479 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.92
Pada tahun 2018, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 49% dari total penduduk Indonesia yaitu 130 juta dari total 265,4 juta populasi. Perilaku upload foto, video, atau tulisan yang berisikan informasi pribadi dapat menyebabkan pengguna berada dalam posisi yang berbahaya dan berpotensi hilangnya privasi pengguna. Banyak dari kasus kriminal dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Pelaku mengambil foto dan informasi nomor seluler korban melalui sosial media dan mengedit foto korban menjadi foto vulgar untuk mengancam dan memeras korban. Kasus penyalahgunaan informasi disebabkan oleh kurangnya kesadaran untuk menjaga privasi informasi di media sosial. Social engineering merupakan salah satu teknik yang perlu diwaspadai dalam menjaga keamanan informasi. Social engineering berfokus pada bagian terlemah pada sistem jaringan komputer, yaitu manusia. Teknik ini berusaha mengambil informasi pribadi dengan melakukan manipulasi psikologis melalui mekanisme interaksi sosial. Selain itu, dalam pelaksanaan social engineering, pelaku meminta langsung apa yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdi melakukan sosialisasi mengenai berbagai teknik social engineering, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahannya kepada masyarakat. Adanya kebijakan WFH di era pandemi COVID-19 saat ini mengakibatkan penggunaan gadget dan media sosial semakin massif. Sebagian besar peserta berpendapat bahwa materi yang disampaikan menarik. Hal ini membuat peserta sangat antusias dan menyampaikan cukup banyak pertanyaan. Setelah mengikuti sosialisasi, peserta menjadi lebih berhati-hati jika hendak membagikan foto atau informasi yang mungkin mengandung informasi pribadi di media sosial.
Pemanfaatan Black Soldier Fly (BSF) untuk Mengolah Sampah Organik di Kota Surabaya
Sungging Pintowantoro;
Yuli Setiyorini;
Tubagus Noor Rohmannudin;
Fakhreza Abdul;
Mavindra Ramadhani
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3227.983 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.129
Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Banyaknya penduduk tersebut juga mempengaruhi produksi sampah di Surabaya. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebanyak 2.800 ton sampah dihasilkan oleh sekitar 2,9 juta penduduk Kota Surabaya tiap harinya. Dari nilai tersebut, sekitar 60% nya merupakan sampah organik. Sampah organik tersebut dapat diurai oleh Black Soldier Fly (BSF). Selain menguraikan sampah, BSF juga dapat dimanfaatkan untuk diekstrak kandungan kitin dan kitosannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait pengolahan sampah organik dengan BSF dan nilai tambah BSF pada proses daur ulang sampah yang ada di Kedung Turi RW. 08, Kelurahan Kedungdoro, Kec. Tegalsari, Kota Surabaya dengan memanfaatkannya menjadi material kitosan. Kegiatan ini dimulai dengan survei dan wawancara dengan warga setempat. Kemudian, dilakukan uji coba penguraian sampah menggunakan fresh maggot BSF dan ekstraksi kitin di Laboratorium. Selanjutnya, kegiatan workshop dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang nilai tambah BSF pada warga setempat agar semakin tertarik untuk melakukan proses penguraian sampah menggunakan maggot BSF. Selain itu, saat kegiatan workshop juga diserahkan peralatan untuk penguraian sampah menggunakan BSF kepada warga setempat.
Pelatihan Analisis Sistem Kelistrikan Kapal Menggunakan Perangkat Lunak untuk Fresh Graduate Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS
Adi Kurniawan;
Juniarko Prananda;
Eddy Koenhardono;
Sardono Sarwito;
Indra Ranu Kusuma;
Agoes Ahmad Masroeri
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.769 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.137
Pandemi covid-19 telah menyerang Indonesia selama lebih dari satu tahun. Pandemi covid-19 ini tidak hanya mengancam keselamatan nyawa masyarakat Indonesia secara langsung, tetapi juga menurunkan tingkat perekonomian di skala industri maupun skala rumah tangga, sehingga berdampak menaikkan angka pengangguran dan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan berkurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan termasuk di sektor maritim, lulusan Departemen Teknik Sistem Perkapalan (DTSP) ITS akan menemui tingkat persaingan yang lebih berat untuk dapat memperoleh pekerjaan di industri maritim. Untuk dapat memenangkan persaingan untuk memperoleh pekerjaan tersebut, kemampuan teknis yang tinggi sangat diperlukan. Salah satu kemampuan teknis yang dapat dikembangkan \textit{fresh graduate} DTSP dan menjadi unggulan dibanding pesaingnya adalah kemampuan untuk menganalisis performa dari sistem kelistrikan kapal. Selama ini, kemampuan tersebut telah diajarkan dalam perkuliahan, namun hanya secara manual dengan perhitungan perkiraan, karena keterbatasan waktu sesuai dengan jumlah SKS yang tersedia. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini direncakan pemberian pelatihan kepada fresh graduate DTSP untuk menganalisis kelistrikan kapal dengan lebih cepat dan akurat menggunakan bantuan perangkat lunak. Dengan mengikuti pelatihan ini, kemampuan unggulan fresh graduate DTSP akan semakin meningkat dibanding pesaing mereka untuk mendapat pekerjaan di industri maritim, sehingga memudahkan para fresh graduate DTSP untuk lebih cepat dan mudah dalam memperoleh pekerjaan di industri maritim.
Penerapan On-Grid Photovoltaic Pada Pencacah Rumput Guna Meningkatkan Produktivitas Kelompok Peternak Sapi Perah Anggota Karangploso
Heri Suryoatmojo;
Dedet Candra Riawan;
Soedibyo;
Feby Agung Pamuji;
Sjamsjul Anam
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1906.623 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.173
Industri peternakan semakin meningkat baik usaha peternakan skala kecil maupun skala besar. Keadaan ini merupakan imbas dari permintaan protein hewani yang terus meningkat setiap tahunya. Pada kenyataannya produksi susu dalam negeri hanya mampu terpenuhi 21% dari konsumsi nasional, sedangkan sisanya sebesar 79% harus di impor dari luar negeri. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi sapi petani harus melakukan terobosan dengan melakukan penanaman rumput atau media pakan yang lain. Rumput tersebut tidak serta merta diberikan langsung ke ternak karena masih keras dan menyulitkan sapi untuk mengunyah. Sehingga, sebelum diberikan ke sapi ternak, rumput-rumput tesebut dicacah sampai menjadi potongan kecil-kecil sehingga sapi lebih mudah dalam mengambil dan mengunyahnya. Sebagian peternak masih mengandalkan mesin pencacah bertenaga mesin bensin atau diesel. Namun pencacahan rumput dengan metode tersebut mengabiskan banyak biaya untuk keperluan bahan bakar, serta kebisingan suara mesin akan mengganggu ternak dan lingkungan sekitar. Untuk mengurangi kebisingan beberapa alternatif telah dilakukan dengan memodifikasi mesin pencacah rumput digantikan dengan motor listrik. Kelamahan sistem dengan motor listrik adalah kemampuan circuit breaker di masyarakat di pedesaan masih sekitar 2 Amper - 4 Amper sehingga tidak kuat untuk menjalankan motor listrik. Selain masalah teknis, biaya operasional akan membengkak karena tagihan listrik yang harus ditanggung masyarakat. Di sisi lain, potensi energi terbarukan berupa energi matahari sangat besar di kawasan peternakan. Oleh karena itu, pada program pengabdian masyarakat ini dirancang inovasi mesin Grass Chopper bertenaga matahari. Pada sistem ini, Grass Chopper disuplai secara elektris dengan memanfaatkan motor listrik. Untuk suplai elektris, sumber energi matahari dikonversi menjadi energi listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik. Putaran motor listrik ini di hubungkan dengan sistem pencacah dari bilah-bilah pisau baja pada mesin potong rumput. Sehingga, tercipta mesin pencacah rumput yang ramah lingkungan dan hemat energi karena konsumsi energi listrik berasal dari matahari. Pada saat mesin tidak digunakan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik dirumah maupun dilingkukan peternakan. Dengan inovasi ini masyarkat akan memahami pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik yang mampu digunakan untuk meningkatkan produktifitas peternak dan mengurangi polusi udara yang ada di kawasan peternakan Karangploso Kabupaten Malang.
Redesain Kemasan Bumbu Rujak Manis menjadi Sambelo Dressing untuk Segmen Pasar Gen Milenial dan Gen Z
Anny Maryani;
Ratna Sari Dewi;
Retno Widyaningrum;
Arief Rahman;
Adithya Sudiarno;
Dyah Santhi Dewi;
Andyna Aulia Rahma;
Feritta Rosa Earlynda;
Ikhwan Nur Fatah;
Nabila Ramadhani Djatmiko;
Nadhifa Qintharani Amira;
Aini Milania Adiati;
Daniel Chrisdio Dwi Nugroho;
Diah Kusuma Indrawati;
Leonando Aqilamiki Wijaya;
Mochammad Abiyyu Rahmat Agung;
Nahdia Amalia Choironi;
Prambudi Bagasnanta;
Riztasya Qonitah Dewi;
Sheilla Della;
Zafira Khairunnisa
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1471.694 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.174
Generasi Milenial menghabiskan 85% waktunya di depan gadget, cenderung kurang olahraga, dan makan makanan cepat saji dengan nilai gizi rendah. Hal ini memberikan pengaruh kurang baik pada kesehatan. Beragam inovasi makanan dihadirkan sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan makan. Saat ini banyak bermunculan varian olahan makanan dari luar negeri yang tinggi kalori, namun rendah protein dan vitamin. Salah satunya adalah salad buah yang disajikan dengan mayonaise tinggi kalori, susu tinggi gula, dan keju tinggi lemak. Sedangkan, Indonesia sendiri memiliki cara menikmati buah segar yang menyehatkan, yaitu rujak buah dengan bumbu kacang dan gula merah. Namun, kendala pembuatannya tidak praktis, sehingga kurang diminati. Melihat kondisi ini, Cak Mimin yang merupakan UMKM di Surabaya merintis bumbu rujak manis praktis. Bumbu Rujak Manis Cak Mimin cukup diminati masyarakat, mengingat budaya rujakan umum dilakukan masyarakat. Produk ini hadir dalam kemasan 250 gr dan 500 gr. Guna melebarkan pasar ke Generasi Milenial, maka dilakukan repositioning keunggulan produk. Pengembangan produk dilakukan dengan konsep Kansei Engineering yang mempelajari perilaku dan mendapatkan informasi kebutuhan konsumen. Selanjutnya dikembangkan alternatif pengembangan produk yang sesuai. Harapannya dengan adanya produk baru yang dihasilkan hasil repositioning ini, maka Bumbu Rujak Manis Cak Mimin dapat diterima Generasi Milenial untuk menghadirkan makanan yang sehat dan kaya gizi.
Pengolahan Limbah Pewarna Batik di Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan dengan Penerapan Adsorben Superadsorpsi
Adi Setyo Purnomo;
Didik Prasetyoko;
Hendro Nurhadi;
Muhammad Lukman Hakim;
Asranudin;
Taufiq Rinda Alkas;
Eka Pratiwi Yuniarti;
Alya Awinatul Rohmah;
Badzlin Nabilah
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1010.095 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.189
Industri batik di Indonesia didominasi oleh kelompok UMKM yang tersebar di seluruh Nusantara. Hampir setiap daerah terdapat industri batik yang mencirikan budaya daerah. Salah satu UMKM batik yang sedang digalakkan oleh pemerintah adalah UMKM batik Madura di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Wilayah Klampar telah ditetapkan sebagai kampung batik melalui surat keputusan Bupati Pamekasan. UMKM batik di Desa Klampar hampir sama seperti di daerah lain, namun produk batik dengan motif Madura yang kuat telah menjadi ciri khas produk kain atau pakaian batik jadi. UMKM batik di Desa Klampar menggunakan pewarna sintetik yaitu Remazol dan Naftol dalam pewarnaannya. Sekitar 15 tahun terakhir mereka menggunakan Remazol dan Naftol secara masif bahkan bahan kimia lainnya seperti HCl dan Hipoklorit sebagai pemudar. Pengetahuan bahan berbahaya dan beracun oleh UMKM Desa Klampar sangat rendah yang ditandai dengan pembuangan limbah sisa pencucian atau perendaman batik secara langsung. Berdasarkan kasus penanganan limbah yang buruk, maka tim abdimas ITS telah mendiseminasikan paket teknologi dekolorator basis kolom matriks adsorben super adsorpsi dari hasil riset laboratorium kimia. Reaktor terhubung dengan tabung dekolorator yang berisi adsorben arang aktif-silika-zeolit. Sistem ini dapat menghilangkan limbah pewarna menjadi larutan yang aman dibuang di lingkungan. Tim abdimas telah menyerahkan 1 unit reaktor kepada UMKM batik Mawar di Desa Klampar dengan harapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kontaminasi lingkungan pertanian dan perairan di sekitar mitra UMKM Batik Mawar di Desa Klampar.
Pemanfaatan Potensi Kali Geruh Sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan untuk Mendukung Desa Wisata Terpadu (Studi Kasus: Lembah Mbencirang, Desa Kebontunggul, Kabupaten Mojokerto)
Novi Andriany Teguh;
Mahendra Andiek Maulana;
Mohamad Bagus Ansori;
Anak Agung Ngurah Satria Damarnegara;
Nadjadji Anwar
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (715.565 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.195
Lembah Mbencirang merupakan suatu kawasan wisata edukasi terpadu yang terletak di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pembangunan kawasan wisata ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh Kepala Desa Kebontunggul demi terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan penduduk dengan meningkatkan perekonomian desa. Salah satu bentuk pengembangan yang direncanakan pada kawasan ini adalah pemanfaatan Kali Geruh sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) untuk desa wisata sebagai alternatif pengembangan sumber energi yang terbarukan. Pemanfaatan Kali Geruh sebagai PLTMH diharapkan dapat meminimalisir biaya suplai energi listrik untuk kawasan wisata Lembah Mbencirang, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan wisata Lembah Mbencirang. Hasil perhitungan potensi daya listrik pada Kali Geruh sebagai sumber tenaga listrik masyarakat Desa Kebontunggul Mojokerto, dengan tinggi jatuh efektif direncanakan sebesar 8,764 m dan debit andalan 75% sebesar 0,785 m3/detik, dapat dihasilkan energi listrik per hari sebesar 1268,88 kWh atau 463141,2 kWh per tahun, setara dengan pemenuhan kebutuhan energi listrik sekitar 436 orang. Selanjutnya dilakukan sosialisasi dengan menyebarkan booklet mengenai tingginya potensi yang ada tersebut agar masyarakat Desa Kebontunggul memperoleh informasi dan timbul kesadaran untuk memanfaatkan Kali Geruh sebagai sumber energi listrik terbarukan.
Workshop Bio-Ekologi Guna Peningkatan Kapabilitas Pemandu Wisata Lokal Taman Kehati Jawa Timur
Farid Kamal Muzaki;
Dian Saptarini;
Aunurohim Aunurohim;
Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum;
Mukhammad Muryono;
Iska Desmawati;
Mukhlas Basah;
Muhammad Amin Kurniawan
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1282.653 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.216
Taman Kehati Wonosalam yang terletak di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang memiliki fungsi sebagai kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi in-situ dan/atau ex-situ; juga sebagai lokasi taman wisata edukasi khususnya bagi siswa-siswa sekolah dasar dan menengah. Masyarakat lokal yang tergabung dalam PokMas Kehati Jombang telah berperan sebagai pemandu wisata namun masih memiliki pengetahuan minimal terkait keanekaragaman koleksi tumbuhan serta potensi Taman Kehati sebagai kantong biodiversitas bagi fauna yang berhabitat di Taman Kehati tersebut. Oleh karena itu, dilaksanakan suatu pelatihan bagi anggota PokMas Kehati Jombang yang berfokus pada nilai penting, peran dan manfaat koleksi tumbuhan di Taman Kehati serta status keanekaragaman fauna di dalamnya. Tujuan akhir dari pelatihan adalah peningkatan kapabilitas pemandu wisata lokal. Pelatihan berlangsung selama 2 hari dan dapat berlangsung dengan lancar. Materi yang disampaikan kepada peserta adalah: 1), landasan hukum, tujuan dan sejarah pembentukan Taman Kehati Wonosalam; 2), status dan kondisi keanekaragaman flora koleksi dan fauna yang berhabitat di Taman Kehati Wonosalam; 3), latihan teknis pengamatan flora dan fauna; serta 4), game sederhana untuk membantu pengenalan spesies dan manfaat flora dan fauna. Hasil analisis kuesioner pasca pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan dan pengetahuan lebih mengenai kondisi umum serta status kondisi keanekaragaman flora dan fauna di Taman Kehati Wonosalam; yang mana akan sangat bermanfaat untuk menunjang peran sebagai pemandu wisata lokal, khusunya bagi siswa sekolah dasar dan menengah.