cover
Contact Name
Suryani
Contact Email
suryani.pasnisata@gmail.com
Phone
+6281275180200
Journal Mail Official
suryani.pasnisata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Khatib Sulaiman No 1 Kota Padang. Kode Pos 25144. Telp 0751-7056737. Fax 0751-7056737.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Katalisator
ISSN : -     EISSN : 25020943     DOI : https://doi.org/10.22216/katalisator
Jurnal Katalisator (ISSN Online : 2502-0943) is a journal containing scientific articles through a review by peer reviewers in chemistry. Jurnal Katalisator publishes original manuscripts, short review reviews on the branches of chemistry including: organic chemistry, inorganic chemistry, physical chemistry, analytical chemistry, biochemistry and applied chemistry. The Catalyst Journal is published 2 (two) times a year, April and October
Articles 145 Documents
PENGUKURAN PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK ETANOL BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) ASAL TORAJA Nur Khairi; Saldi Hapiwaty; Sepriani Yusuf; Maulita Indrisari
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2452

Abstract

Beras hitam (Oryza sativa L. Indica) merupakan salah satu komoditas unggul lokal di Toraja Utara. Pengukuran parameter Standardisasi dilakukan sebagai upaya untuk memelihara mutu, keamanan serta khasiat sehingga dapat lebihmeningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap manfaat bahan alam. Parameter spesifik adalah aspek kandungan kimiakualitatif dan kuantitatif kadar senyawa kimia yang bertanggung jawab langsung terhadap aktivitas farmakologi tertentu. Parameter non spesifik adalah penentuan aspek kimia, mikrobiologi, dan fisis yang akan mempengaruhi keamanankonsumen dan stabilitas. Ekstrak yang diperoleh dari hasil maserasi menggunakan etanol 70%-asam sitrat 3% selama 3 hari. Ekstrak yang dihasilkan memiliki persen rendamen sebesar 5,01%. Pengukuran parameter spesifik di peroleh ekstrak berwarna ungu kehitaman, kental, memiliki bau khas dan memilki rasa yang pahit. Ekstrak beras hitam mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin, kadar senyawa larut dalam air 6,44% dan kadar senyawa larut dalam etanol 14,61%. Pengukuran parameter non spesifik diperoleh susut pengeringan 6,03%, kadar air sebesar 10%, bobot jenis 1,0090 g/mL, kadar abu total sebesar 9,8%, dan kadar abu tidak larut asam sebesar 1,80%, angka lempeng total tidak adanya cemaran, dan angka kapang khamir adanya cemaran 8,5x102 koloni/g.
KLT-BIOAUTOGRAFI EKSTRAK DAUN PATIKALA (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) MENGGUNAKAN VARIASI PELARUT Yuri Pratiwi Utami; Imrawati Imrawati; Hamdayani Lance Abidin; Tuti Handayani
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2459

Abstract

Tanaman patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) digunakan masyarakat sebagai obat penyakit kulit dan antimikroba pada pangan. Telah banyak dipelajari senyawa antibakteri dari tanaman tetapi antibakteri dengan analisis KLT Bioautografi dari daun patikala belum banyak yang mempelajarinya.  Tujuan dari penelitian ini melakukan analisis untuk mengetahui potensi daun patikala dari berbagai jenis pelarut berdasarkan tingkat kepolaran yang berperan sebagai antibakteri. Metode ekstraksinya adalah maserasi dengan beberapa pelarut yaitu n-heksan, etil asetat, dan etanol. Kemudian dilakukan aktivitas antibakterinya menggunakan analisis KLT-Bioautografi. Analisis golongan senyawa antibakteri  dilakukan dengan KLT-Bioautografi kontak menggunakan eluen n-heksan (7) : etil asetat (3) untuk ekstrak etanol dan n-heksan (8) : etil asetat (2) untuk ekstrak etil asetat dan n-heksan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Diperoleh 4 noda untuk ekstrak etanol dengan Rf 0,3, 0,8, 0,9 dan 0,94, pada ekstrak etil asetat diperoleh 4 noda dengan Rf 0,2, 0,6, 0,8 dan 0,9 sedangkan pada ekstrak n-heksan diperoleh 5 noda dengan Rf 0,18, 0,6, 0,7, 0,9 dan 0,96. Hasil KLT-Bioautografi menunjukkan golongan senyawa yang bersifat antibakteri, pada ekstrak etil asetat ada pada Rf 0,2 dan pada ekstrak n-heksan ada pada Rf 0,18 . Dapat disimpulkan bahwa noda yang di identifikasikan sebagai antibakteri adalah golongan senyawa flavonoid
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF SEA GRAPES (Caulerpa racemosa) AGAINST Streptococcusmutans AND Shigella dysenteriae Sri Hainil; Hesti Marliza; Maria Yunivista; Rastria Meilanda
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2471

Abstract

The Riau Islands are known as an island group in Indonesia that is famous for its wealth of marine plants. Among the prominent marine flora, sea grape (Caulerpa racemosa) is a marine plant that produces secondary metabolites including alkaloids, saponins, phenolics, and flavonoids which have been proven to have antibacterial properties. Previous research showed that 70% ethanol extract from sea grapes exhibited strong antibacterial activity. However, there is no detailed information regarding the ability of the n-hexane and ethyl acetate fractions of sea grapes as antibacterials. This study aims to examine the antibacterial effects of n-hexane and ethyl acetate fractions from sea grapes against Streptococcus mutans and Shigella dysenteriae. The sea grape extraction process is carried out through the maceration method using 95% ethanol solvent, followed by the fractionation stage using the liquid-liquid extraction method. This fractionation process involves the use of non-polar (n-hexane) and semi-polar (ethyl acetate) solvents. The test method used was disk paper diffusion with varying fraction concentrations: 500 μg/disc, 400 μg/disk, 300 μg/disc, and 200 μg/disk. The positive control for this study used 30 μg/disc of tetracycline, because tetracycline is known as a broad-spectrum antibiotic. Meanwhile, the negative control used 10% DMSO. Findings from the research stated that the n-hexane fraction could not stop the growth of Streptococcus mutans bacteria, while the ethyl acetate fraction was able to inhibit the development of these bacteria. The average diameter at a concentration of 500 μg/disk was 9.2 mm, 400 μg/disk is 8 mm, 300 μg/disc is 7.7 mm, and 200 μg/disc is 6.5 mm. However, neither the ethyl acetate nor n-hexane fractions showed an inhibition zone against Shigella dysenteriae bacteria
Evaluasi Sifat Fisik Pada Sediaan Body Scrub Karbon Aktif Dari Kulit Buah Pisang ( Musa Sp ) Sebagai Detoksifikasi Tuti Alawiyah; Mia Audina; Rahmadani
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2493

Abstract

Buah pisang (Musa sp) merupakan buah yang populer di Indonesia, dan kulit buah pisang juga berkontribusi pada masalah limbah. Pada penelitian Alawiyah et al., tahun 2022 menunjukkan bahwa karbon aktif kulit pisang memiliki kemampuan penyerapan amonia mencapai 96,68%. Karbon aktif kulit pisang memiliki kemampuan detoksifikasi, namun tidak dapat langsung digunakan untuk kulit sehingga dibuat formulasi body scrub untuk meningkatkan estetika dan efektivitasnya. Tujuan penelitian  untuk mengevaluasi fisik dan uji detoksifikasi pada formulasi body scrub karbon aktif kulit buah pisang dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimental dengan rancangan penelitian quasi eksperimental time series design. Formulasi body scrub di buat dengan tiga konsentrasi karbon aktif dari kulit buah pisang (Musa sp) 5 %, 10 %, dan 15 %. Formulasi body scrub akan evaluasi sifat fisik (organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar dan tipe emulsi) dan uji detoksifikasi, sesuai dengan spesifikasi. Hasil evaluasi fisik (organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar dan tipe emulsi) pada formulasi body scrub karbon aktif kulit buah pisang dengan variasi konsentrasi 5 %, 10 % dan 15 % memenuhi spesifikasi sediaan body scrub dan hasil uji detoksifikasi paling optimal yaitu pada formulasi 15% sebesar 2.084,494 mg/g
KANDUNGAN DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA IKAN YANG DIDARATKAN DI PANTAI PASIR JAMBAK, PADANG Yusra; Yempita Efendi; Sindy Gemaeka Putri; Lidya Dwi Handayani; Annisa Riski
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2515

Abstract

The presence of microplastics is dangerous for fish and human health. The small size of microplastics (0.0001-0.5cm) makes it easier for microplastics to enter and accumulate in the bodies of living creatures. This research aims to analyze the shape, color and abundance of microplastics in fish landed at Pasir Jambak Beach, Padang City. The research was carried out in April - September 2023. Microplastic observations were carried out at the LLDIKTI X Laboratory using an Olympus CX21 microscope. The results of the research showed that the three types of fish landed, namely Mackerel fish (Rastrelliger neglectus), Lemuru fish (Sardinella lemuru) and Tongkol fish (Euthynnus affinis), were contaminated by microplastics. The total abundance of microplastics in three fish meats was 130 particles/g. The highest percentage of microplastic abundance was found in fiber microplastics with a percentage of 77% and the dominant color of microplastics was black.
ISOLASI BAKTERI ENDOFIT BATANG DAN DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA Miftahur Rahmi; Diza Sartika; Feliani Marta Putri
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2522

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam mengendalikan penyakit pada manusia telah banyak dilaporkan menimbulkan dampak negatif seperti resistensi mikroba dan reaksi alergi. Oleh karena itu diperlukan alternatif pengendalian lain yang lebih ramah dan aman. Bakteri endofit telah banyak dimanfaatkan sebagai agens biokontrol pada berbagai penyakit karena  dikenal sebagai sumber penghasil senyawa-senyawa yang bersifat antimikroba. Tanaman Ketapang (Terminalia cattapa) diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa patogen penyebab penyakit dan krmungkinan bakteri endofitnya juga bisa menghasilkan senyawa antimikroba. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi antimikroba dari senyawa yang dihasilkan oleh bakteri endofit tanaman ketapang dalam menekan pertumbuhan patogen penyebab penyakit pada manusia yang diwakili oleh S.aureus dari bakteri gram positif, E.colli dari bakteri gram negatif, dan C.albicans dari golongan jamur. Percobaan dilakukan dengan metode kirby bauer dengan melihat zona hambat yang dihasilkan bakteri endofit dalam menekan pertumbuhan patogen, sekaligus sebagai sumber antibiotik baru. Hasil pengujian menunjukkan terdapat 2 isolat bakteri endofit BK II dan BK IV memiliki kemampuan terbaik dalam menghambat patogen Staphylococcus aureus dengan daya hambat  masing-masing sebesar 6,21 mm dan 8,23 mm namun tidak memiliki daya hambat terhadap E.colli dan C.albicans. Pengamatan mikroskopis memperlihatkan bahwa senyawa yang dikeluarkan oleh isolat-isolat bakteri endofit tersebut dapat menyebabkan terjadinya malformasi pada S.aureus. Diharapkan isolat bakteri endofit yang diperoleh bisa dikembangkan sebagai sumber antibiotik baru.
FORMULATION OF SUNGKAI LEAF ETHANOL EXTRACT POWDER (Peronema canescens Jack.) AND ITS ANTIOXIDANT TEST Sandra Tri Juli Fendri; Farida Rahim; Ririn Khairani; Siska Ferilda; Suryani
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2533

Abstract

Sungkai leaves (Peronema canescens Jack.) is one of the medicinal plants that have antioxidant activity. This study aims to formulate sungkai leaf ethanol extract in the form of instant powder as a health supplement and test the antioxidant activity of   instant   powder   preparations.   Making   dry extract of sungkai leaves   using freeze dryer and antioxidant activity test using DPPH method at a maximum absorption wavelength of 520 nm. The results of instant powder formulation on organoleptis examination instant powder is in the form of fine powder, white with green grains, distinctive smell and slightly sweet taste while the brewed instant powder is in the form of a green liquid, distinctive smell and slightly sweet taste, good flow properties, flow speed 6.63 g / s, resting angle  29.45o,  soluble  time  110  seconds,  water insoluble part 1.528%, moisture content 5.12%, ash content 0.29% and pH 5.59. From all examinations have met the requirements of good preparations. IC values of50 ethanol extract and instant powder were 73.76 ppm and 662.69 ppm respectively. So it can be concluded that sungkai leaf ethanol extract can be formulated as instant powder and sungkai leaf ethanol extract has strong antioxidant activity, while sungkai leaf instant powder has very weak antioxidant activity.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN PACING (Cheilocostus speciosus) Tisa Mandala Sari; Elmitra Elmitra; Dedi Nofiandi; Roofid Nurdaffa Rezki
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2543

Abstract

Daun pacing merupakan tanaman yang mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, terpenoid dan steroid. Ekstrak etanol daun pacing dapat diformulasi menjadi sediaan gel dan diuji aktivitas antioksidannya. Ekstrak etanol daun pacing diekstrak dengan metoda maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan 70%. Ekstrak etanol daun pacing diformulasikan menjadi gel dengan cara memvariasikan 3 konsentrasi ekstrak yaitu F0 tanpa ekstrak, F1 (0,8%), F2 (1,0%) dan F3 (1,2 %). Dengan parameter uji yaitu organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji viskositas, uji stabilitas dan uji antiosksidan menggunakan metode DPPH. Organoleptis didapatkan setiap formula setengah padat, bau khas dan warna yang berbeda-beda F0 putih, F1 coklat tua sedang, F2 Coklat tua dan F3 Coklat tua. Uji homogenitas pada setiap formula diperoleh homogen dan stabil. Uji viskositas menunjukkan hasil F0 = 2919 cP, F1 = 3185 cP, F2 = 3297 cP dan F3 = 3339 cP. Pengujian aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 pada ekstrak sebesar 96,25 ppm dengan kategori kuat, F0 sebesar 321,11 ppm, F1 sebesar 155,77 ppm, F2 sebesar 151, 85 ppm dan F3 sebesar 139,04 ppm. Berdasarkan ini sediaan ekstrak etanol daun pacing yang terbaik pada F3 memiliki aktivitas antioksidan kategori sedang sehingga dapat diformulasikan menjadi sediaan gel yang stabil secara fisik.
Antioksidan Ekstrak Daun Patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) Penangkal Radikal Bebas ABTS Asal Enrekang Sulawesi Selatan Yuri Pratiwi Utami; Risfah Yulianty; Yulia Yusrini Djabir; Gemini Alam
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2572

Abstract

Daun patikala (Etlingeraelatior Jack. R.M. Smith) adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Metabolit sekunder tanaman termasuk flavonoid, alkaloid, tannin, dan fenol, yang dapat berfungsi sebagai antioksidan, telah banyak dipelajari antioksidan dari tanaman tetapi antioksidan dari daun patikala belum banyak yang mempelajari dan mengkajinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kekuatan antioksidan ekstrak daun patikala (Etlingeraelatior Jack R.M. Smith) dalam meredam radikal bebas dengan metode ABTS, asal Enrekang Sulawesi Selatan merupakan asal sampel tanaman yang dietahui bahwa faktor tumbuh suatu tanaman mempengaruhi kadar metabolite sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Proses ekstraksi dilakukan melalui maserasi menggunakan pelarut, yaitu etanol 70%. Untuk menilai aktivitas antioksidan, digunakan metode peredaman ABTS (2,2'-azino-bis-{3-etilbenzotiazolin-6- asamsulfonat}), diukur pada panjang gelombang 745 nm, lebih rendah dari panjang gelombang vitamin C (739 nm). Hasil yang diperoleh yaitu nilai IC50rata-rata sebesar 37,98 ppm untuk ekstrak etanol daun patikala. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun patikala sangat kuat karena nilai IC50 kurang dari 50 ppm dan vitamin C 0,15 ppm.Kesimpulan pada penelitian ini yakni bahwa ekstrak etanol daun patikala berpotensi menangkal radikal bebas ABTS sehingga penelitian ini dapat berkonstribusi sebagai sumber informasi pemanfaatan daun patikala sebagai antioksidan.
PENILAIAN RISIKO PERALATAN DI LABORATORIUM FARMASETIKA PROGRAM STUDI FARMASI Faizal Soeharto; Priska Ernestina Tenda; Maria Imakulata Masiya Indrawati; Ratih Variani
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2614

Abstract

Pengerjaan penelitian Kimia di Laboratorium yang menggunakan alat-alat kimia semetinya selalu diperhatikan resikonya. Belum banyak yang mempelajari mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di Laboratorium kimia saat berlansungnya aktivitas penelitian maupun praktikum. Tetapi hal ini sangat diperlukan karena kalau tidak, akan memahayakan. sehingga penelitian ini bertujuan mempelajari penilaian risiko peralatan di laboratorium Farmasetika. Metodenya adalah deskriptif observasional dimana populasi adalah peralatan standar di laboratorium Farmasetika dan sampelnya peralatan yang menimbulkan risiko tinggi. Teknik pengambilan sampel purposif. Instrumen penelitian adalah mengamati dan mengidentifikasi potensi bahaya peralatan dengan lembar What-If. Teknik pengumpulan data adalah menentukan pertanyaan bahaya “Bagaimana Jika” dari kondisi peralatan, deskripsi konsekuensi, nilai konsekuensi, nilai peluang bahaya untuk mendapat nilai risiko dan peringkat risiko. Data dianalisis setelah menentukan nilai risiko dan peringkat risiko, maka ditentukan pengamanan bahaya, rekomendasi pengendalian, tanggung jawab pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan yang menimbulkan risiko tinggi di laboratorium Farmasetika terkait praktikum Farmasetika dasar adalah meleburkan atau memanaskan dan menimbang karena menggunakan lampu spritus, waterbath digital, neraca elektronik digital portable yang menggunakan api dan listrik dalam proses kerjanya. Ada nilai tingkat risiko tertinggi 16 (peringkat risiko ekstrim) akibat penggunaan peralatan tidak standar dan penggunaan keliru yaitu wadah botol bahan obat dan neraca (elektronik digital dan sama lengan).

Page 11 of 15 | Total Record : 145