cover
Contact Name
Suryani
Contact Email
suryani.pasnisata@gmail.com
Phone
+6281275180200
Journal Mail Official
suryani.pasnisata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Khatib Sulaiman No 1 Kota Padang. Kode Pos 25144. Telp 0751-7056737. Fax 0751-7056737.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Katalisator
ISSN : -     EISSN : 25020943     DOI : https://doi.org/10.22216/katalisator
Jurnal Katalisator (ISSN Online : 2502-0943) is a journal containing scientific articles through a review by peer reviewers in chemistry. Jurnal Katalisator publishes original manuscripts, short review reviews on the branches of chemistry including: organic chemistry, inorganic chemistry, physical chemistry, analytical chemistry, biochemistry and applied chemistry. The Catalyst Journal is published 2 (two) times a year, April and October
Articles 145 Documents
OPTIMIZATION OF ANTIOXIDANT ACTIVITY OF 96% ETHANOL EXTRACT OF Chromolaena odorata L. ABTS RADICAL PROPHYLACTIC Usman, Yuri Pratiwi Utami; Rahmah Mustarin; Imrawati; Nurzadrina Wahyuddin; Suhaera; Besse Yuliana
JURNAL KATALISATOR Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Katalisator Volume 9 No.1, April 2024
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v9i1.2817

Abstract

Choromolaena odorata L. is one of the plants used as an antioxidant. This research aims to determine the optimization of the antioxidant activity of 96% ethanol extract of C. odorata L. leaves using the ABTS method, a variety of drying techniques. Previous research has tested antioxidant activity using one drying technique, whereas this research uses a variety of drying techniques because the sample drying technique will affect its activity. Simplicia is obtained from various drying techniques. Then the simplicia was organoleptically tested and its water content was measured using the distillation method. The ethanol extract of Tacklean leaves was carried out using the maceration method using 96% ethanol solvent, then phytochemical screening was carried out using the TLC method and the antioxidant activity test of the ethanol extract of C. odorata L leaves was carried out using the ABTS method. The formation of the ABTS radical cation [2,2′-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid) forms the basis of one of the spectrophotometric methods that has been applied to the measurement of total antioxidant activity of plants. The research results from the three drying techniques (50°C oven, direct sun drying, and air drying) showed organoleptic results in successive colors (brown, chocolate and dark green), while for shape and odor, namely dry leaves and a distinctive odor. The water content of simplicia ranges from 7.52-9.31%, soaked extract 8.4-10.3% and IC50 23.287-29.064 µg/mL and quarcetin as a comparison with IC50 2.292 µg/mL. Phytochemical screening results contain alkaloids, flavonoids, steroids and tannins. Oven drying at 50°C produced the greatest antioxidant activity with an IC50 value of 23.287 µg/mL which indicates very strong antioxidant power, although the antioxidant activity with a variety of drying techniques was all in the very strong category because it was <50 µg/mL.
ACTIVITY TEST OF CINNAMON (Cinnamomum burmannii) LEAVES EXTRACT GEL AGAINST HYDROXYPROLINE LEVELS IN WOUND HEALING Fathnur Sani K; Humaryanto; Yuliawati; Tia Wida Eka Putri
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.1722

Abstract

Wound often occur in daily activities. Cinnamon leaves are widely known to have pharmacological activity. The content of secondary metabolites in cinnamon leaves (Cinnamomum burmanii) is a support for development into pharmaceutical products in wound healing. The aims of this study was to determine the effect of gel preparation on hydroxydiproline levels in cases of Incisions. The research method is an experimental laboratory with a post test only control group design. The test animals used were 5 rabbits with 5 treatment groups, namely positive control (Bioplacenton®), negative control (Gel Base), Formula 1 (Gel Extract 2.5%), Formula 2 (Gel Extract 5%), and Formula 3 (Gel Extract 10%). The preparation was given topically on the back of the rabbit. Observations of hydroxyproline levels were carried out after 14 days of treatment. The results showed that there was a significant difference between the treatment groups (p<0.05) where the best formula was formula 2 with hydroxyproline levels of 44.13µg/mL which had an effectiveness close to positive control. Then followed by formula 3 and formula 1.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) Wima Anggitasari; Lindawati Setyaningrum; Sholihatil Hidayati; Aliyah Purwanti; Rizki Indah Rahayu; Lulut Sasmito
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.1871

Abstract

Radikal bebas bersifat sangat tidak stabil dan reaktif. Radikal bebas yang bertemu dengan senyawa ataupun molekul lain akan mengakibatkan terbentuknya radikal baru dan menjadi reaksi yang berantai (chain reaction). Apabila reaksi tersebut berlangsung terus menerus di dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Antioksidan mampu menghambat terjadinya radikal bebas dengan cara menetralkan radikal bebas. Flavonoid merupakan salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki beberapa kandungan senyawa termasuk flavonoid. Penelitian ini menggunakan sampel daun salam yang diperoleh dari Banyuwangi dengan menggunakan pelarut metanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari Ekstrak Metanol Daun Salam (EMDS) dan kuersetin dengan metode DPPH serta menganalisis flavonoid total dari EMDS. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kuersetin memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 6,627 ppm sedangkan EMDS memiliki aktivitas antioksidan yang lebih rendah dengan nilai IC50 sebesar 85,112 ppm. Hasil analisis flavonoid total dalam EMDS adalah sebesar 27,13 mgQE/g ekstrak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya aktivitas antioksidan daun salam termasuk dalam katagori kuat. Adanya aktivitas antioksidan ini berkaitan dengan kandu1ngan flavonoid total EMDS. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam penelitian selanjutnya terkait aktivitas farmakologi dari EMDS yang berhubungan dengan antioksidan.  
OPTIMASI KONSENTRASI PELARUT TERHADAP KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN PEPAYA JEPANG (Cnidoscolus aconitifolius) Sholihatil Hidayati; Dhina Ayu Susanti; Nuryatul Faizah; Aliyah Purwanti
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.1897

Abstract

Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang terdapat dalam berbagai macam tanaman. Pelarut organik seperti etanol, metanol, aseton, dan isopropanol telah banyak digunakan digunakan untuk mengekstrak flavonoid dari sumber tanaman. Konsentrasi dari pelarut tersebut yang dapat menarik flavonoid dengan maksimal menjadi factor penting dari proses ekstraksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi pelarut etanol terbaik dari daun papaya jepang yang dapat menarik senyawa aktif secara optimal. Penelitian dilakukan dengan membuat ekstrak daun papaya jepang dengan 3 konsentrasi pelarut etanol yaitu 50%, 70% dan 96%. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode tampak noda KLT meliputi identifikasi flavonoid, alkaloid, sapogenin, polifenol dan steroid. Flavonoid total ditetapkan dengan metode spektrofotometri menggunakan standar kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pelarut etanol mempengaruhi hasil ekstraksi senyawa aktif pada daun papaya jepang. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa flavonoid dapat terekstraksi paling optimal pada penggunaan pelarut etanol dengan konsentrasi 70%, sedangkan alkaloid dapat terekstrasi optimal pada konsentrasi pelarut etanol 96%. Konsentrasi terbaik yang dapat menarik flavonoid total secara optimal adalah etanol 70% dengan nilai flavonoid total sebesar 418,46±3,28 mg QE/g ekstrak.  Hal ini menunjukkan bahwa etanol 70% dapat menjadi pilihan terbaik sebagai pelarut dalam pengembangan daun papaya jepang sebagai obat tradisional.
AUTENTIKASI BAJAKAH TAMPALA (Spatholobus littoralisk HASK) TERHADAP POTENSI ADULTERASI Kunti Nastiti; Nur Hidayah
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.1959

Abstract

Beraneka ragam nama local tanaman Bajakah menjadi suatu permasalahan identitas dari tanaman tersebut. Adulterasi tanaman bajakah yang beredar di masyarakat diragukan apakah spesies bajakah yang berkhasiat obat atau bukan. Sehingga dapat berefek pada perbedaan khasiat dikarenakan kandungan senyawa yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model autentikasi menggunakan kemometrik pada adulterasi tanaman Bajakah. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan  ekstrak dari spesies bajakah Spatholobus Littoralisk dan Uncaria Cordata. Kedua tanaman ini paling banyak digunakan masyarakat local Kalimantan untuk pengobatan. Selanjutnya, dibuat model autentikasi dengan spektofotometri UV-Vis. Persentase campuran U. cordata 0; 5; 10; 15; 20; 25; 30; 35; 45; 100. Dilakukan scanning dengan panjang gelombang 200-400 nm. Data yang diperoleh kemudian dianalisis  secara kemometrik dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil uji dilihat nilai RMSEQ, RMSEP dan RMSECV  dan nilai koefisien determinasi (R2) serta nilai Performance index. Kesimpulan dari penelitian ini model terbaik yaitu first derivatisasi pada panjang gelombang 255-293nm yang mampu membedakan kedua campuran tersebut baik secara kualitatif dan kuantitatif.  
ACTIVATED CARBON OF GELAM WOOD LOWERS THE METAL CONTENT OF PAPUYU FISH IN THE ALALAK RIVER Tuti Alawiyah; Ika Avrilina Haryono; Rahmadani
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.1974

Abstract

Alalak River is a river that has high industrial activity, so that the lead metal content due to industry in this Alalak river is very high, which is 0.405 mg/Kg in papuyu fish that live in the river. There needs to be an effort in reducing metals, one of which is with compounds that have adsorption properties such as gelam wood plants. Gelam wood is a plant that is widely found, especially in the South Kalimantan area, this wood has a cellulose value of 76.8% and the ability to absorb iodine of 791.59 mg/g. The purpose of this study was to test the characteristics of the ability of gelam wood activated carbon in reducing lead (pb) levels in papuyu fish in the Barito river and see the effect of time variance in reducing lead (pb) levels. This research method is a true experiment to determine the effect of lead (pb) reduction activity in different exposure times. This study used a control group and a test group with exposure in several variations of contact time with gelam wood activated carbon.The results showed that the characteristics of gelam wood activated carbon were in accordance with the provisions of the Indonesian National Standard (SNI). While the significance value of the decrease in lead (pb) levels with exposure to activated carbon in gelam wood is <0.05 so it can be concluded that there is a significant effect on the decrease in pb levels.
PENENTUAN ASAM GALAT DAN KUERSETIN DALAM BEBERAPA TANAMAN OBAT MENGGUNAKAN METODE KCKT Refilda; Nindi Rahmi Amelia; Dini Hanifa; Yefrida
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2231

Abstract

Senyawa flavonoid yang memiliki sifat antioksidan dan dapat menghambat radikal bebas diantaranya adalah asam galat dan kuersetin. Kandungan asam galat dan kuersetin dalam tanaman herbal yang sering dikonsumsi masyarakat belum banyak dilaporkan. Pada penelitian ini dilakukan penentuan asam galat dan kuersetin yang terdapat dalam ekstrak air daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), daun jambu bol (Syzygium malaccense), daun jeruk purut (Citrus hystrix), daun pepaya (Carica papaya L.), daun alpukat (Persea americana Miller.), daun salam (Syzygium polyanthum), daun sirih merah (Piper crocatum), daun sirsak (Annona muricata) menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Ekstraksi sampel dalam pelarut air dengan bantuan gelombang ultrasonik. Kondisi pemisahan asam galat dan kuersetin dilakukan dengan fasa gerak campuran asetonitril:asam fosfat 0,02% (10:90), fasa diam berupa kolom C18, kecepatan alir 0,7 mL/menit, detektor DAD, dan panjang gelombang 260 nm. Asam galat dan kuersetin terpisah pada waktu retensi 2,114 dan 2,883 menit. Berdasarkan kondisi ini diperoleh kandungan asam galat tertinggi 0,0402 mg/gFW pada ekstrak daun jambu bol, dan terendah 0,0027mg/gFW pada ekstrak daun sirih merah. Kuersetin hanya terdapat pada ekstrak air daun belimbing wuluh sebesar 0,185 mg/gFW. Informasi ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan produk-produk herbal atau suplemen kesehatan yang mengandung senyawa-senyawa ini
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF YELLOW PUMPKIN NOODLES (Cucurbita moschata Durch) WITH TUNA BONE MEAL Leffy Hermalena; Hafiva Reski Oktavia; Eddwina Aidila Fitria
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2241

Abstract

Lash yellow is one of the alternative ingredients for making dry noodle products substituted with wheat flour. The use of yellow pumpkin in making dry noodles because yellow pumpkin contains lots of carbohydrates, vitamins, and fiber. In addition to substituting yellow pumpkin, noodles can also add nutrients that are not yet present in the basic composition,  namely calcium, obtained from the by-products of fish bones. The purpose of this study was to determine the effect of adding tuna bone meal on the characteristics and antioxidant activity of yellow pumpkin noodles and to find out the addition of the best tuna bone meal to produce yellow pumpkin noodles that panelists liked. The observational data were analyzed using ANOVA and Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) at a level of 1%. The treatment in this study was the addition of tuna bone meal (A = 2%, B = 6%, C = 10%, D = 14%, E = 18%). It turns out that the addition of tuna bone meal has a very real effect on water content, ash content, protein content, antioxidant activity, and calcium levels. All treatments meet the quality requirements of dry noodles SNI 8217-2015. Based on organoleptic tests, the best treatment is treatment A with the addition of tuna bone meal as much as 2% with an average of 5.39 organoleptic, with a moisture content value of 11.71%, ash content of 0.12%, protein content of 14.64%, antioxidant activity of 22.00% and calcium content of 18.8 mg / 100g.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN MARPUYAN (Rhodamnia Cinerea Jack) Musyirna Rahmah Nst; Deni Anggraini Anggraini; Armon Fernando; Anita Lukman; Rajeb Fadillah
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2343

Abstract

Tumbuhan marpuyan merupakan jenis tumbuhan liar banyak tersebar di wilayah Indonesia. Secara empiris, marpuyan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai pengobatan. Daun tumbuhan marpuyan berpotensi sebagai antioksidan. Hasil penelitian terdahulu melaporkan ekstrak etanol daun marpuyan mempunyai aktivitas tabir surya yang kuat. Formulasi sediaan topikal dalam bentuk gel lebih baik  karena memberikan efek nyaman dikulit. Tujuan penelitian ini adalah memformula ekstrak etanol daun marpuyan dalam bentuk sediaan gel dan menentukan aktivitas antioksidan. Formulasi gel ekstrak etanol daun marpuyan 3 variasi konsentrasi yaitu 0,5% (FI), 1% (FII) dan 2% (FIII). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH. Evaluasi gel meliputi pengamatan organoleptis, pH, homogenitas, uji stabilitas freeze and thaw, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan gel ekstrak etanol daun marpuyan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada FII (1%) dan FIII (2%). Hasil uji stabilitas menunjukkan gel gel ekstrak etanol daun marpuyan tidak stabil setelah disimpan 8 minggu dan tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense L.) DENGAN EKSTRAKSI BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE DPPH Mega Yulia; Reviska Prihartini; Riki Ranova
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2392

Abstract

Jambu bol (Syzygium malaccense L.) secara empiris masyarakat ssudah menggunakan daun jambu bol untuk berbagai pengobatan penyakit secara tradisional seperti, muntah, disentri, dan menstruasi tidak teratur. Sebelumnya beberapa melaporkan bahwa ekstrak etanol daun jambu bol memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Namun belum banyak penelitian yang melaporkan   aktivitas daun jambu bol menggunakan ekstraksi secara bertingkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu bol berdasarkan tingkat kepolaran pelarut yang digunakan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang pada fraksi mana aktivitas antioksidan yang lebih kuat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Proses ekstraksi sampel dengan metode sokletasi dilakukan dengan teknik ekstraksi bertingkat menggunakan tiga jenis pelarut yaitu n-heksan (nonpolar), etil asetat (semipolar) dan etanol 96% (polar). Dari 50 gram sampel kering diperoleh ekstrak n-heksan sebanyak 0,55 gram, ekstrak etil asetat sebanyak 1,38 gram dan ekstrak etanol 96% sebanyak 1,42 gram.   Antioksidan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% secara berturut-turut nilai IC50 sebesar  30.124 ppm, 474,42 ppm dan 4.368 ppm. Ekstrak  n-heksan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah, ekstrak etil asetat lemah dan ekstrak etanol 96% sangat lemah.   Aktivitas  antioksidan lebih kuat ekstrak etil asetat dibandingkan ekstrak etanol 96% dan ekstrak n-heksan.

Page 10 of 15 | Total Record : 145