cover
Contact Name
Anis Afifah
Contact Email
afifah@iainponorogo.ac.id
Phone
+628113312653
Journal Mail Official
afifah@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 156 Ronowijayan Siman, Kab. Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Excelencia : Journal Of Islamic Education & Management
ISSN : 27764451     EISSN : 27771458     DOI : https://doi.org/10.21154/excelencia
Excelencia : Journal Of Islamic Education & Manajemen adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Jurnal ini berisi artikel hasil penelitian mahasiswa atau kolaborasi mahasiswa dan dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Lingkup kajian jurnal ini adalah pendidikan Islam dan manajemen. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Nopember.
Articles 142 Documents
Kesiapan Guru untuk Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Satuan Pendidikan Anis Afifah; Afrida Kharis Suah Ai Yoga; Bella Dwi Latifa Arifin; Binti Alfi Laila Nur Ashikin
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 1 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i01.4498

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh kebijakan pemerintah tentang implementasi kurikulum merdeka sebagai penyempurna kurikulum 2013. Dengan adanya penerepan Kurikulum merdeka, setiap guru mempunyai kesiapan yang beragam. Kesiapan setiap guru belum tentu maksimal, karena dalam implementasi kurikulum merdeka tentu terdapat hal-hal yang menghambat terlaksananya kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Ponorogo dalam implementasi kurikulum merdeka. Hasil data penelitian berupa analisis data dengan narasumber Bapak/Ibu guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Ponorogo. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan dua metode yaitu metode deskriptif dan metode kualitatif. Interviu dilakukan dengan empat guru dari kelas rendah dan kelas tinggi. Point yang diinterviu adalah presepsi, upaya, kendala, dan harapan guru pada implementasi kurikulum merdeka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka belum maksimal di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Ponorogo.
Kepuasan Kerja Memediasi antara Pengaruh Persepsi Diri dan Lingkungan Terhadap Kinerja Guru Nimas Ayu Meta Kusuma Wardani; Elfi Yuliani Rochmah; Andhita Dessy Wulansari
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 1 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i01.4788

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja guru di YPI As Salam Sooko. Penelitian ini menggunakan kepuasan kerja sebagai variabel intervenening. Dari beberapa teori terkait pengaruh persepsi diri dan lingkungan terhadap kinerja guru, dikatakan bahwa semakin tinggi persepsi diri dan semakin baik lingkungan kerja maka akan semakin meningkatkan kinerja guru. Teori tersebut mendukung penelitian ini yakni pengaruh persepsi diri dan lingkungan terhadap kinerja guru di YPI As Salam Sooko Ponorogo. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis ex-post facto dengan teknik sampling jenuh sebanyak 53 responden, serta menggunakan analisis jalur (path analysis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis pengaruh antara persepsi diri, lingkungan dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru, persepsi diri dan lingkungan terhadap kepuasan kerja, serta persepsi diri dan lingkungan terhadap kinerja guru melalui kepuasan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) persepsi diri mempengaruhi kinerja guru sebesar 0.129, (2) lingkungan kerja mempengaruhi kinerja guru sebesar 0.177, (3) kepuasan kerja mempengaruhi kinerja guru sebesar 0.187, (4) persepsi diri mempengaruhi kepuasan kerja sebesar 0.110, (5) lingkungan kerja mempengaruhi kepuasan kerja sebesar 0.229, (6) kepuasan kerja memediasi pengaruh antara persepsi diri terhadap kinerja guru sebesar 0.147, dan (7) kepuasan kerja memediasi pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kinerja guru sebesar 0.183
Manajemen Self-Efficacy Mahasiswa Dengan Status Bekerja Dalam Mengelola Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Prodi MPI Pascasarjana Nazilatul Rohmah; Elfi Yuliani Rochmah; Tintin Susilowati
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5165

Abstract

Mahasiswa program studi manajemen Pendidikan islam (MPI) pascasarjana IAIN Ponorogo sebagian besar merupakan individu yang telah memiliki tanggung jawab pekerjaan di luar aktivitas akademik (perkuliahan). hal ini menjadi karakteristik khas di jenjang magister, di mana mayoritas mahasiswa bukan hanya berperan sebagai pelajar, tetapi juga sebagai tenaga professional, pengajar, hingga pelaku usaha. Oleh karenanya, fenomena ini menjadi menarik untuk diteliti lebih mendalam kaitannya dengan manajemen self-efficacy mahasiswa yang bekerja dalam mengelola prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen self-efficacy mahasiswa dengan status bekerja dalam mengelola prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dan mendeskripsikan tiga rumusan masalah, yakni: 1) bentuk dan penyebab prokrastinasi akademik, 2) manajemen self-efficacy pada mahasiswa yang bekerja, 3) serta mengkaji implikasi manajemen self-efficacy dalam mengelola prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di Pascasarjana IAIN Ponorogo. Adapun objek penelitian adalah mahasiswa prodi MPI pascasarjana yang bekerja. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mandalam, observasi dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa yang bekerja sambal kuliah. Teknik analisis data yang digunakan ialah dari Miles Huberman dan Saldana yang meliputi: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk prokrastinasi yang dialami meliputi penundaan tugas, membaca materi, dan memulai aktivitas akademik, dengan penyebab yang bersumber dari faktor situasional, psikologis, dan manajerial. Mahasiswa mengelola self-efficacy mereka melalui proses manajemen yang mengacu pada pendekatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), dengan strategi konkret seperti menyusun target, membuat jadwal belajar, menjaga motivasi, dan melakukan evaluasi diri. Manajemen self-efficacy ini berdampak positif terhadap efisiensi waktu, peningkatan kepercayaan diri, keterlibatan sosial, dan performa akademik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajemen diri mahasiswa serta mendorong terciptanya kebijakan akademik yang responsif terhadap mahasiswa bekerja.
Pengarusutamaan Moderasi Beragama Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Membentuk Generasi yang Inklusif dan Berkarakter Helmina Kholifatul Maghfiroh; Moh. Miftachul Choiri; Ahmad Sulton
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5199

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari fenomena menurun karakter dan sikap toleran di kalangan generasi muda yang menjadi isu krusial dalam dinamika kehidupan sosial saat ini. Perkembangan teknologi, arus informasi yang tidak terfilter, serta minimnya pendidikan karakter yang aplikatif menjadi faktor dominan yang memengaruhi perilaku intoleran, individualistik, dan kurang empati antar generasi muda. Salah satu penyebab utamanya adalah pemahaman keagamaan yang semakin eksklusif. Moderasi beragama sebagai solusi mendorong sikap toleran, inklusif, dan penghargaan terhadap perbedaan, yang sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dalam kurikulum merdeka. SMAN 1 dan MAN 1 Ponorogo merupakan sekolah umum dan juga sekolah berbasis madrasah yang didalamnya terdapat beragam kepercayaan pada peserta didik maupun pendidiknya. SMAN 1 dan MAN 1 Ponorogo sudah menerapakan P5 sejak tahun 2022/2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi P5 di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo, Nilai-nilai moderasi beragama yang diarusutamakan melalui P5 di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo, dan bagaimana implikasi dari pengarusutamaan nilai-nilai moderasi beragama melalui P5 dalam membentuk generasi yang inklusif dan berakarakter di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendekatan kualiatatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua sekolah telah mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam berbagai tema P5, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 mampu menjadi media yang efektif dalam mengarusutamakan nilai-nilai moderasi beragama yang dapat membentuk sikap toleransi, keterbukaan, serta semangat kebhinekaan sesuai dengan nilai karakter profil pelajar pancasila.
Taḥlīl Al-Mahārāt Al-Lughawiyyah Al-Intājiyyah Fī Al-Kutub At-Ta’līmiyyah Tahta Ḍou’i ACTFL Dewi Robi'ah Al 'Adawiyah Al 'Adawiyah; Moh. Mukhlas; Miftahul Ulum
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5239

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab dalam Kurikulum Merdeka menekankan komunikasi aktif melalui penguasaan maharah kalam dan maharah kitabah, namun banyak peserta didik masih menghadapi kesulitan dalam keterampilan produktif tersebut. Penelitian ini menganalisis konten buku ajar bahasa Arab berdasarkan standar kemahiran ACTFL (American Council on the Teaching of Foreign Languages) untuk menilai tingkat pengembangan keterampilan produktif, derajat kesesuaiannya, serta kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam materi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis library research dan model analisis konten Krippendorff—yang meliputi penentuan unit analisis, pemilihan sampel, pencatatan data, reduksi data, penarikan kesimpulan, dan deskripsi hasil—penelitian ini menemukan bahwa tingkatan kemahiran yang tercermin dalam buku ajar berada pada level Novice High hingga Intermediate Low untuk kelas sepuluh, Intermediate Low hingga Intermediate Mid untuk kelas sebelas, dan dominan pada Intermediate Mid untuk kelas dua belas, dengan sebagian kecil materi mencapai Intermediate High. Tingkat kesesuaian materi terhadap standar ACTFL adalah 88% untuk kelas sepuluh, 56% untuk kelas sebelas, dan 60% untuk kelas dua belas. Analisis juga menunjukkan beberapa kelemahan dalam buku ajar, antara lain gradasi materi yang tidak beraturan, pola latihan yang berulang, serta keterbatasan variasi jenis kalimat yang digunakan.
Enhancing Student Interest through Collaborative School-Based Marketing Nio Nilasari; Muhammad Thoyib; Dhinuk Puspita Kirana
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5240

Abstract

In today's globalized world, where educational institutions face intense competition, schools must adopt professional marketing strategies that go beyond academic excellence. Educational marketing has become a vital tool for institutions to establish a strong presence, build a positive reputation, and attract prospective students and parents. One innovative approach gaining traction is the collaborative school concept, which involves partnerships between schools and various stakeholders to enhance quality and appeal. This study explores the implementation of an educational marketing strategy based on the collaborative school approach at SMA Negeri 3 Ponorogo, aiming to increase interest among prospective students. Our research focuses on the 4P marketing mix concept – product, place, price, and promotion – integrated to promote the school's flagship program, the Smaga International Class Program (SICP). Additionally, we examine market segmentation, school positioning, marketing communication, and educational services as collaborative efforts between the school, community, and stakeholders. Using a descriptive qualitative approach, we collected data through interviews, observations, and documentation. The results show that a systematic and collaborative marketing strategy has successfully boosted the school's competitiveness, strengthened its institutional image, and attracted prospective students more effectively. Therefore, the collaborative school approach is a relevant alternative in educational marketing strategies, addressing the dynamic needs and challenges of education in the global era
Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Fahad Zunan Ahmadi; Muhammad Thoyib; Muhammad Ghofar
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5246

Abstract

Abstrak Manajerial kepala madrasah merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki kepala madrasah, yang mana kepala madrasah harus diasah kompetensinya dalam mengelola lembaga yang dipimpinnya. Kemampuan manajerial kepala madrasah merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktulisasikan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan tugas kepemimpinannnya tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi program pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan berupa akademik dan mutu karakter siswa Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Al Iman Ponorogo. Data dikumpulkan dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mereka kemudian dikurangi, disajikan, dan kesimpulan diambil dari analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif atau studi kasus. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah teori Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visi, misi, tujuan, dan kebutuhan madrasah dipertimbangkan ketika merencanakan kompetensi manajerial kepala madrasah. Kepala madrasah merencanakan pengembangan dan peningkatan madrasah dengan masukan dari seluruh civitas akademik. Dalam rapat kerja, rencana untuk meningkatkan profesionalisme guru dibahas dan diuraikan dalam rencana operasional dan strategis Madrasah. Komponen penilaian supervisi pendidikan meliputi perkembangan siswa, tujuan pembelajaran, silabus, kehadiran guru, dan prestasi siswa di madrasah. Tantangannya adalah mampu tetap mengikuti perkembangan teknologi. Dengan demikian, ini memajukan pemahaman kita tentang manajerialisme dan kompetensi manajerial. Keywords: Kompetensi Manajerial, Mutu Pendidikan, MA Al Iman Ponorogo
Akurasi Google Lens pada Penerjemahan Ayat Mutasyabihat Moh. Munir; Rizka Eliyana Maslihah
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5292

Abstract

Artikel ini ditulis untuk menjabarkan akurasi penerjemahan teks Arab ke dalam Bahasa Indonesia berbasis Google Lens. Artikel ini ditulis menggunakan metode penelitian library reseach, penulis menggunakan analisis konten untuk mengungkapkan akurasi penggunaan google Lens dalam penerjemahan ayat Mutasyabihat pada juz 19. Adapun indikator penilaian hasil terjemahan peneliti menggunakan indikator hasil terjemahan dari Nababan. Kebaruan pada artikel ini adalah analisis akurasi google lens pada peerjemahan ayat Mutasyabihat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat akurasi penerjemahan berbasis google lens pada ayat Mutasyabihat di juz 19 adalah rendah. Sebab, dari segi akurasi 0% akurat, 15.4% kurang akurat dan 84% tidak akurat. Dari segi keberterimaan 15.4% berterima baik, 38.5% kurang berterima dan 46.2% tidak berterima baik. Sedangkan untuk keterbacaan hasil terjemahan 23.1% memiliki keterbacaan tinggi dan sedang, serta 53.8% memiliki keterbacaan rendah.
Telaah Literatur: Model Pendidikan Akhlak dalam Pemikiran Pendidikan Islam Klasik dan Modern Fatakhul Huda
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5318

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore and compare the model of moral education in classical and modern Islamic thought through a library research approach. Classical thinkers such as Al-Ghazali and Ibn Miskawaih emphasize that moral education is a process of purifying the soul (tazkiyah al-nafs) and forming good habits based on divine values. Meanwhile, modern Islamic scholars like Fazlur Rahman and Syed Muhammad Naquib al-Attas view moral education as a rational and spiritual process that helps individuals develop critical awareness, responsibility, and ethical sensitivity in social life. The analysis shows that both classical and modern paradigms share the same goal—to build a complete and virtuous person (insān kāmil)—but they differ in their focus and method. The integration of both perspectives produces a new model of moral education that combines spiritual growth, intellectual understanding, and social involvement. This study contributes to the development of Islamic education and supports the strengthening of character education in contemporary contexts. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan model pendidikan akhlak dalam pemikiran Islam klasik dan modern melalui pendekatan studi kepustakaan. Pemikir klasik seperti Al-Ghazali dan Ibn Miskawaih menekankan bahwa pendidikan akhlak merupakan proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan pembentukan kebiasaan baik yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi. Sementara itu, tokoh modern seperti Fazlur Rahman dan Syed Muhammad Naquib al-Attas memandang pendidikan akhlak sebagai proses rasional dan spiritual yang membantu seseorang mengembangkan kesadaran kritis, tanggung jawab, serta kepekaan etis dalam kehidupan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua paradigma memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk manusia yang sempurna dan berakhlak mulia (insān kāmil), tetapi berbeda dalam penekanan metode dan pendekatannya. Integrasi dari kedua pandangan ini menghasilkan model pendidikan akhlak yang menggabungkan pembinaan spiritual, pemahaman intelektual, dan keterlibatan sosial. Kajian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam dan penguatan pendidikan karakter di era modern.
Etika Keilmuan dan Moralitas Ulama dalam Perspektif Al-Ghazali: Relevansinya dalam Pendidikan Karakter Islam Yusti Dwi Nurwendah; Jepri Nugrawiyati
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis etika keilmuan dan menurunnya integritas moral di dunia pendidikan menunjukkan disorientasi dalam memandang ilmu dan peran pendidik, seperti plagiarisme, manipulasi akademik, dan penyalahgunaan otoritas ilmiah. Dalam khazanah keilmuan Islam klasik, Al-Ghazali menawarkan perspektif etis dan spiritual melalui Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, khususnya terkait tipologi ulama dan bahaya ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Al-Ghazali tentang etika keilmuan dan moralitas ulama serta menilai relevansinya dalam pendidikan karakter Islami kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan reflektif-normatif, melalui telaah kritis teks Ihyā’ untuk melakukan pemetaan tipologi ulama serta penggalian terhadap literatur lain yang terkait. Data dianalisis secara deskriptif dan interpretatif untuk mengekstrak prinsip-prinsip etika dan spiritual yang aplikatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tipologi ulama dunia dan akhirat menekankan orientasi spiritual, keikhlasan, konsistensi akhlak, dan tanggung jawab moral. Pemikiran ini menjadi panduan praktis bagi pendidik untuk menyeimbangkan kompetensi akademik dengan karakter, membangun model pendidikan yang mengintegrasikan aspek intelektual, etika, dan spiritual. Dengan demikian, pemikiran Al-Ghazali tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer