cover
Contact Name
Anis Afifah
Contact Email
afifah@iainponorogo.ac.id
Phone
+628113312653
Journal Mail Official
afifah@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 156 Ronowijayan Siman, Kab. Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, 63471
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Excelencia : Journal Of Islamic Education & Management
ISSN : 27764451     EISSN : 27771458     DOI : https://doi.org/10.21154/excelencia
Excelencia : Journal Of Islamic Education & Manajemen adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Jurnal ini berisi artikel hasil penelitian mahasiswa atau kolaborasi mahasiswa dan dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Lingkup kajian jurnal ini adalah pendidikan Islam dan manajemen. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Nopember.
Articles 142 Documents
Penerapan Strategi Pembelajaran Aqidah Akhlak Untuk Penguatan Karakter Religius Siswa Adi Rosadi; Siti Zahra Tsania Rahmah; Melati Novalita Putri; Nenah Haryati
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5418

Abstract

The development of religious character in students remains a central challenge in Islamic education, particularly at the madrasah level. This study aims to describe and analyze the implementation strategy of Aqidah Akhlak (Islamic Creed and Morals) learning at MTs Al Atiqiah and its impact on strengthening students' religious character. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies over three months. The research findings indicate that the integration of three main approaches religious habituation through daily prayers and Qur'an recitation, teacher exemplarity in attitude and behavior, and contextual learning linking Islamic values to social realities proved highly effective in shaping students' religious character. The study revealed a significant increase in consistency of worship, improved moral behavior, and active participation in religious-social activities among students. These results demonstrate that a systematic and integrative learning strategy can successfully internalize religious values within the madrasah environment, offering a comprehensive model for Islamic character education that balances traditional and contextual approaches.
Al-Tarbiyah Al-‘Aqliyah ‘Inda Mahmud Yunus Wa Taṭbiqiha Bi Ma’had Al- Îman Al-Islamī Lil Banāt Ponorogo Basuki Basuki; Muhamad Asvin Andur Rohman; Abdul Kadir Ahmad; Siswoyo Siswoyo
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5440

Abstract

Tarbiyah Aqliyah merupakan upaya meningkatkan fungsi akal untuk berfikir melalui latihan-latihan secara teratur, agar akal bisa berfungsi dengan benar. Pimpinan Pondok Pesanten Al-Iman Putri Ponorogo telah melakakan latihan-latihan Tarbiyah ‘Aqliyah bagi santri yang merujuk pada pemikirian Mahmud Yunus dalam kitab al-Tarbiyah wa al-Ta’li>m. Kitab tersebut dijadikan kurikulum khusus untuk kelas 3-6, serta digunakan sebagai rujukan untuk mendasain kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripkan pemikiran Mahmud Yunus tentang Tarbiyah ‘Aqliyah, dan bagaimana implementasi pemikitran tersebut dalam kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitaif ethnography melalui participant observation, peneliti telah menemukan lima konsep pemikiran Mahmud Yunus yang telah diimplemtasikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo terkait dengan Tarbiyah ‘Aqliyah, yaitu: (1) menumbuhkembangkan perasaan senang pada santri di awal tahun melalui kegiatan khutbatul iftitah; (2) melatih akal untuk memperhatikan sesuatu yang bisa diamati dengan indra dan memikirkannya serta melakukannnya melalui kegiatan ketrampilan menjahit; (3) menguatkan daya ingatan santri melalui kegiatan hafalan Al-Qur’an; (4) menguatkan daya intuisi santri melalui pelajaran mengarang dengan bahasa arab dan inggris; (5) melatih santri kelas 6 untuk berfikir sistematis melalui praktik mengajar berbahasa arab dan inggris yang merujuk pada buku “al-Tarbiyyah al-Amaliyah” karya Mahmud Yunus.
Manajemen Self-Efficacy Mahasiswa Dengan Status Bekerja Dalam Mengelola Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Prodi MPI Pascasarjana Rohmah, Nazilatul; Elfi Yuliani Rochmah; Tintin Susilowati
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5165

Abstract

Mahasiswa program studi manajemen Pendidikan islam (MPI) pascasarjana IAIN Ponorogo sebagian besar merupakan individu yang telah memiliki tanggung jawab pekerjaan di luar aktivitas akademik (perkuliahan). hal ini menjadi karakteristik khas di jenjang magister, di mana mayoritas mahasiswa bukan hanya berperan sebagai pelajar, tetapi juga sebagai tenaga professional, pengajar, hingga pelaku usaha. Oleh karenanya, fenomena ini menjadi menarik untuk diteliti lebih mendalam kaitannya dengan manajemen self-efficacy mahasiswa yang bekerja dalam mengelola prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen self-efficacy mahasiswa dengan status bekerja dalam mengelola prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dan mendeskripsikan tiga rumusan masalah, yakni: 1) bentuk dan penyebab prokrastinasi akademik, 2) manajemen self-efficacy pada mahasiswa yang bekerja, 3) serta mengkaji implikasi manajemen self-efficacy dalam mengelola prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di Pascasarjana IAIN Ponorogo. Adapun objek penelitian adalah mahasiswa prodi MPI pascasarjana yang bekerja. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mandalam, observasi dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa yang bekerja sambal kuliah. Teknik analisis data yang digunakan ialah dari Miles Huberman dan Saldana yang meliputi: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk prokrastinasi yang dialami meliputi penundaan tugas, membaca materi, dan memulai aktivitas akademik, dengan penyebab yang bersumber dari faktor situasional, psikologis, dan manajerial. Mahasiswa mengelola self-efficacy mereka melalui proses manajemen yang mengacu pada pendekatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), dengan strategi konkret seperti menyusun target, membuat jadwal belajar, menjaga motivasi, dan melakukan evaluasi diri. Manajemen self-efficacy ini berdampak positif terhadap efisiensi waktu, peningkatan kepercayaan diri, keterlibatan sosial, dan performa akademik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi manajemen diri mahasiswa serta mendorong terciptanya kebijakan akademik yang responsif terhadap mahasiswa bekerja.
Pengarusutamaan Moderasi Beragama Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Membentuk Generasi yang Inklusif dan Berkarakter Helmina Kholifatul Maghfiroh; Moh. Miftachul Choiri; Ahmad Sulton
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5199

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari fenomena menurun karakter dan sikap toleran di kalangan generasi muda yang menjadi isu krusial dalam dinamika kehidupan sosial saat ini. Perkembangan teknologi, arus informasi yang tidak terfilter, serta minimnya pendidikan karakter yang aplikatif menjadi faktor dominan yang memengaruhi perilaku intoleran, individualistik, dan kurang empati antar generasi muda. Salah satu penyebab utamanya adalah pemahaman keagamaan yang semakin eksklusif. Moderasi beragama sebagai solusi mendorong sikap toleran, inklusif, dan penghargaan terhadap perbedaan, yang sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dalam kurikulum merdeka. SMAN 1 dan MAN 1 Ponorogo merupakan sekolah umum dan juga sekolah berbasis madrasah yang didalamnya terdapat beragam kepercayaan pada peserta didik maupun pendidiknya. SMAN 1 dan MAN 1 Ponorogo sudah menerapakan P5 sejak tahun 2022/2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi P5 di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo, Nilai-nilai moderasi beragama yang diarusutamakan melalui P5 di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo, dan bagaimana implikasi dari pengarusutamaan nilai-nilai moderasi beragama melalui P5 dalam membentuk generasi yang inklusif dan berakarakter di SMAN 1 Ponorogo dan MAN 1 Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendekatan kualiatatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua sekolah telah mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam berbagai tema P5, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 mampu menjadi media yang efektif dalam mengarusutamakan nilai-nilai moderasi beragama yang dapat membentuk sikap toleransi, keterbukaan, serta semangat kebhinekaan sesuai dengan nilai karakter profil pelajar pancasila.
Taḥlīl Al-Mahārāt Al-Lughawiyyah Al-Intājiyyah Fī Al-Kutub At-Ta’līmiyyah Tahta Ḍou’i ACTFL Al 'Adawiyah, Dewi Robi'ah Al 'Adawiyah; Moh. Mukhlas; Miftahul Ulum
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5239

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab dalam Kurikulum Merdeka menekankan komunikasi aktif melalui penguasaan maharah kalam dan maharah kitabah, namun banyak peserta didik masih menghadapi kesulitan dalam keterampilan produktif tersebut. Penelitian ini menganalisis konten buku ajar bahasa Arab berdasarkan standar kemahiran ACTFL (American Council on the Teaching of Foreign Languages) untuk menilai tingkat pengembangan keterampilan produktif, derajat kesesuaiannya, serta kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam materi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis library research dan model analisis konten Krippendorff—yang meliputi penentuan unit analisis, pemilihan sampel, pencatatan data, reduksi data, penarikan kesimpulan, dan deskripsi hasil—penelitian ini menemukan bahwa tingkatan kemahiran yang tercermin dalam buku ajar berada pada level Novice High hingga Intermediate Low untuk kelas sepuluh, Intermediate Low hingga Intermediate Mid untuk kelas sebelas, dan dominan pada Intermediate Mid untuk kelas dua belas, dengan sebagian kecil materi mencapai Intermediate High. Tingkat kesesuaian materi terhadap standar ACTFL adalah 88% untuk kelas sepuluh, 56% untuk kelas sebelas, dan 60% untuk kelas dua belas. Analisis juga menunjukkan beberapa kelemahan dalam buku ajar, antara lain gradasi materi yang tidak beraturan, pola latihan yang berulang, serta keterbatasan variasi jenis kalimat yang digunakan.
Enhancing Student Interest through Collaborative School-Based Marketing Nilasari, Nio; Muhammad Thoyib; Dhinuk Puspita Kirana
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5240

Abstract

In today's globalized world, where educational institutions face intense competition, schools must adopt professional marketing strategies that go beyond academic excellence. Educational marketing has become a vital tool for institutions to establish a strong presence, build a positive reputation, and attract prospective students and parents. One innovative approach gaining traction is the collaborative school concept, which involves partnerships between schools and various stakeholders to enhance quality and appeal. This study explores the implementation of an educational marketing strategy based on the collaborative school approach at SMA Negeri 3 Ponorogo, aiming to increase interest among prospective students. Our research focuses on the 4P marketing mix concept – product, place, price, and promotion – integrated to promote the school's flagship program, the Smaga International Class Program (SICP). Additionally, we examine market segmentation, school positioning, marketing communication, and educational services as collaborative efforts between the school, community, and stakeholders. Using a descriptive qualitative approach, we collected data through interviews, observations, and documentation. The results show that a systematic and collaborative marketing strategy has successfully boosted the school's competitiveness, strengthened its institutional image, and attracted prospective students more effectively. Therefore, the collaborative school approach is a relevant alternative in educational marketing strategies, addressing the dynamic needs and challenges of education in the global era
Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Madrasah Fahad Zunan Ahmadi; Muhammad Thoyib; Muhammad Ghofar
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5246

Abstract

Abstrak Manajerial kepala madrasah merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki kepala madrasah, yang mana kepala madrasah harus diasah kompetensinya dalam mengelola lembaga yang dipimpinnya. Kemampuan manajerial kepala madrasah merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diaktulisasikan oleh kepala madrasah dalam melaksanakan tugas kepemimpinannnya tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi program pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan berupa akademik dan mutu karakter siswa Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Al Iman Ponorogo. Data dikumpulkan dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mereka kemudian dikurangi, disajikan, dan kesimpulan diambil dari analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif atau studi kasus. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah teori Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visi, misi, tujuan, dan kebutuhan madrasah dipertimbangkan ketika merencanakan kompetensi manajerial kepala madrasah. Kepala madrasah merencanakan pengembangan dan peningkatan madrasah dengan masukan dari seluruh civitas akademik. Dalam rapat kerja, rencana untuk meningkatkan profesionalisme guru dibahas dan diuraikan dalam rencana operasional dan strategis Madrasah. Komponen penilaian supervisi pendidikan meliputi perkembangan siswa, tujuan pembelajaran, silabus, kehadiran guru, dan prestasi siswa di madrasah. Tantangannya adalah mampu tetap mengikuti perkembangan teknologi. Dengan demikian, ini memajukan pemahaman kita tentang manajerialisme dan kompetensi manajerial. Keywords: Kompetensi Manajerial, Mutu Pendidikan, MA Al Iman Ponorogo
Akurasi Google Lens pada Penerjemahan Ayat Mutasyabihat Moh. Munir; Maslihah, Rizka Eliyana
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5292

Abstract

Artikel ini ditulis untuk menjabarkan akurasi penerjemahan teks Arab ke dalam Bahasa Indonesia berbasis Google Lens. Artikel ini ditulis menggunakan metode penelitian library reseach, penulis menggunakan analisis konten untuk mengungkapkan akurasi penggunaan google Lens dalam penerjemahan ayat Mutasyabihat pada juz 19. Adapun indikator penilaian hasil terjemahan peneliti menggunakan indikator hasil terjemahan dari Nababan. Kebaruan pada artikel ini adalah analisis akurasi google lens pada peerjemahan ayat Mutasyabihat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat akurasi penerjemahan berbasis google lens pada ayat Mutasyabihat di juz 19 adalah rendah. Sebab, dari segi akurasi 0% akurat, 15.4% kurang akurat dan 84% tidak akurat. Dari segi keberterimaan 15.4% berterima baik, 38.5% kurang berterima dan 46.2% tidak berterima baik. Sedangkan untuk keterbacaan hasil terjemahan 23.1% memiliki keterbacaan tinggi dan sedang, serta 53.8% memiliki keterbacaan rendah.
Model Integratif Pendidikan Akhlak dalam Pemikiran Pendidikan Islam Klasik dan Modern: Telaah Literatur Berbasis Tazkiyah Fikr dan Ta'dib Huda, Fatakhul
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5318

Abstract

Recent moral issues among students—such as rising intolerance, verbal aggression, and decreasing social empathy—indicate the urgent need for a renewed and holistic approach to Islamic moral education. This study aims to formulate an integrative model of moral education by analyzing the ideas of Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Fazlur Rahman, and Syed Muhammad Naquib al-Attas. Employing a library research method, this study uses comparative analysis and thematic synthesis to connect classical and modern perspectives in a systematic manner. The findings reveal that Al-Ghazali and Ibn Miskawaih emphasize inner moral cultivation through spiritual purification, self-discipline, and habitual virtue formation. In contrast, Fazlur Rahman and al-Attas highlight rational moral reasoning, social consciousness, and the centrality of adab as an epistemological foundation for education. The synthesis of these ideas results in an integrative model of Islamic moral education built upon three core pillars: tazkiyah (spiritual refinement), fikr (ethical reasoning), and ta’dib (socially grounded moral conduct). This model provides a comprehensive framework that balances cognitive, affective, and psychomotor dimensions of student development. The study offers practical implications for strengthening the Islamic Religious Education (PAI) curriculum, particularly in designing learning strategies that foster moral awareness, reflective thinking, and socially responsible behavior. It also contributes theoretically to the epistemology of Islamic education through the integration of spiritual values, rationality, and social ethics.
Penerapan Strategi Pembelajaran Aqidah Akhlak Untuk Penguatan Karakter Religius Siswa Rosadi, Adi; Zahra Tsania Rahmah, Siti; Novalita Putri, Melati; Haryati , Nenah
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 2 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i2.5418

Abstract

The development of religious character in students remains a central challenge in Islamic education, particularly at the madrasah level. This study aims to describe and analyze the implementation strategy of Aqidah Akhlak (Islamic Creed and Morals) learning at MTs Al Atiqiah and its impact on strengthening students' religious character. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies over three months. The research findings indicate that the integration of three main approaches religious habituation through daily prayers and Qur'an recitation, teacher exemplarity in attitude and behavior, and contextual learning linking Islamic values to social realities proved highly effective in shaping students' religious character. The study revealed a significant increase in consistency of worship, improved moral behavior, and active participation in religious-social activities among students. These results demonstrate that a systematic and integrative learning strategy can successfully internalize religious values within the madrasah environment, offering a comprehensive model for Islamic character education that balances traditional and contextual approaches.