cover
Contact Name
SUSYANI
Contact Email
susyani@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+628117119191
Journal Mail Official
jgk@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang lt.4
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan
Core Subject : Health,
nutrition and health, related to clinical nutrition, community nutrition, and food service (Nutritional Institutions and Food Technology)
Articles 136 Documents
Konsumsi Protein, Zat Besi dan Asam Folat dapat Mempemgaruhi Kadar Hemoglobin Remaja Putri Sari, Intan Purnama; Kusdalinah, Kusdalinah; Wahyudi, Anang; Yunita, Yunita; Suryani, Desri
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.3243

Abstract

Usia remaja antara 11 hingga 20 tahun adalah waktu yang penting untuk transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Banyak remaja, terutama perempuan, menderita anemia dan malnutrisi kronis selama tahap ini. Hal ini berdampak buruk terhadap kesehatan dan perkembangan mereka, bahkan dapat memengaruhi keturunan mereka, serta memperparah siklus malnutrisi antargenerasi (WHO, 2019). Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar hemoglobin pada remaja perempuan kelas X di Kota Bengkulu berhubungan dengan pola makan mereka yang mengandung protein, zat besi, dan asam folat, dengan menggunakan metodologi cross-sectional dan pendekatan kuantitatif dan analisis observasional, studi ini melibatkan 72 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Analisis data dilakukan men erapkan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan protein (p < 0,001), zat besi (p = 0,001), dan asam folat (p = 0,004) terhadap kadar hemoglobin.Kesimpulannya, kecukupan asupan protein, zat besi, dan asam folat sangat penting untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan mendukung kesehatan remaja putri.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Aktivitas Fisik, Asupan Zat Gizi Makro dan Serat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sosial Palembang Putri, Nadila Mega; Susyani, Susyani; Sadiq, Ahmad; Muzakar, Muzakar; Siregar, Afriyana
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.3278

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolik ketika tubuh tidak dapat memproses karbohidrat yang disebabkan mekanisme insulin, sehingga muncul gejala hiperglikemia, poliuria, polifagia, polidipsia, yang dapat menyebabkan dispnea, lipemia, ketonuria, dan bisa berakhir koma. Tujuan umum peneliti adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, aktivitas fisik, asupan zat gizi makro, serat pada pasien diabetes melitus tipe2 di Puskesmas Sosial Palembang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan metode crossectional. Populasi penelitian ini adalah pasien DM tipe2 di wilayah kerja Puskesmas Sosial Palembang, sampel sebanyak 41 sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Temuan penelitian mengungkapkan tingkat pengetahuan kurang yaitu (48,8%), sikap cukup baik yaitu (75,6%), aktivitas fisik sedang (63,4%), asupan energi lebih (63,4%), asupan protein lebih (34,1%), asupan lemak lebih (87,8%), asupan karbohidrat baik (48,8%), asupan serat kurang yaitu (97,6%), kadar gula darah hiperglikemia yaitu (63,4%). Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan responden kurang, sikap responden cukup, aktivitas fisik sedang, asupan energi dan lemak lebih, asupan protein lebih, karbohidrat baik, asupan serat kurang, dan kadar gula darah hiperglikemia. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk melakukan edukasi berkala untuk meningkatkan pengetahuan pasien seperti melakukan penyuluhan khususnya pada pasien DM.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dan Status Gizi Pada Baduta di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu Aulia, Dina; Simanjuntak, Betty Yosephin; Yunita, Yunita
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.3300

Abstract

Asupan gizi yang cukup sangat krusial pada dua tahun pertama kehidupan anak untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti gangguan mental, motorik, bahkan kematian. Beberapa faktor lain yang menjadi penyebab yaitu pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak adekuat dan penyapihan yang terlalu cepat. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI dan status gizi pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki baduta usia 6-23 bulan di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 48 ibu yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ibu baduta memiliki pengetahuan yang cukup tentang pemberian MPASI (47,9%). Sebagian kecil baduta menunjukkan status kurang berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U) (4.2%), Panjang Badan menurut Umur (PB/U) (4.2%), Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) (6,3%), dan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) (6,3%). Meskipun demikian, mayoritas baduta masih berada dalam kategori status gizi baik. Disimpulkanmayoritas ibu baduta di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu memiliki pengetahuan yang cukup tentang MPASI, dan sebagian kecil baduta memiliki status gizi kurang.
Nutritional Management of a Patient with ESRD and AMI: A Case Study on Energi-Protein Adequacy and Clinical Improvement Pertiwi, Zahwa Hana; Prihatin, Setyo; Yuniarti, Yuniarti
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.3317

Abstract

Background: Chronic kidney disease is a major risk factor for cardiovascular disease, and the risk increases as kidney function declines. Objective: To present a case study of a patient with ESRD and AMI, focusing on clinical conditions and energy–protein adequacy through nutritional care. Methods: An observational case study in a hospital setting, with data collected through interviews, observation, and medical records. Results: Over five days of nutritional intervention, energy intake increased from 62% to 88% of requirements, and protein from 54% to 105%. Clinical improvements included reduced nausea and better food tolerance. Conclusions: Stepwise nutritional interventions, from liquid to regular diet, improved energy–protein intake and supported clinical recovery in an ESRD patient with AMI.
Determinasi Status Yodium Ibu Hamil Berdasarkan Karakteristik Sosial, Pengetahuan Gizi, Perilaku Konsumsi, dan Kadar Garam Beryodium Faridi, Ahmad; Sudarsono, I Made Rai; Furqan, Mohammad; Barokah, Falah Indriawati
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.3410

Abstract

Defisiensi iodium pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap perkembangan janin, termasuk risiko gangguan pertumbuhan, hipotiroidisme, serta penurunan fungsi kognitif anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan status iodium pada ibu hamil berdasarkan karakteristik sosial, pengetahuan gizi, perilaku konsumsi, dan kadar iodium garam rumah tangga. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 132 ibu hamil di Kabupaten Sukabumi pada Mei–Agustus 2025. Status iodium diukur melalui konsentrasi iodium urin (UIC), sedangkan kadar iodium garam diuji dengan rapid test kit. Analisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41,7% ibu hamil mengalami defisiensi iodium. Analisis bivariat menemukan hubungan signifikan antara status iodium dengan pendidikan (p=0,021), pengetahuan gizi (p=0,004), perilaku konsumsi garam beryodium (p=0,008), dan kadar iodium garam rumah tangga (p=0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor dominan adalah kadar iodium garam (OR=3,42; 95% CI: 1,65–7,10) dan pengetahuan gizi (OR=2,58; 95% CI: 1,20–5,56). Simpulan, kualitas garam rumah tangga dan literasi gizi merupakan faktor kunci dalam pencegahan defisiensi iodium pada ibu hamil. Intervensi perlu difokuskan pada pengawasan mutu garam serta edukasi gizi yang terarah untuk memastikan kecukupan iodium selama kehamilan.
Peran Asupan Energi, Kualitas Tidur, dan Tingkat Stres Dalam Memicu Night Eating Syndrome Pada Mahasiswa UPI Auliya, Shafa; Astuti, Widya; Sentani, Muchamad Rizki; Santanu, Ayu Mutiara
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i2.3422

Abstract

Permasalahan gizi pada remaja perlu menjadi perhatian utama karena dampaknya yang serius bagi kesehatan saat menginjak dewasa. Permasalahan gizi bisa timbul dari pola dan perilaku makan yang menyimpang, Salah satunya Night Eating Syndrome (NES) yang banyak ditemukan pada kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan asupan energi, kualitas tidur, dan tingkat stress terhadap timbulnya gangguan makan NES. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan desain cross-sectional. Besar sampel penelitian 73 mahasiswa dengan kriteria inklusi berusia 19-24 tahun, mahasiswa aktif 3 fakultas di UPI, tidak sedang menjalani diet atau dalam kondisi sakit, dan bersedia. Analisis univariat dan bivariat menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan perangkat lunak SPSS. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas subjek (72%) tidak mengalami NES, terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur (p=0,002) dan tingkat stress (p=0,018) terhadap NES. Sementara itu, asupan energi tidak berkorelasi positif dengan kejadian NES (P=0,169). Semakin tinggi tingkatan stress yang dialami ditambah dengan buruknya kualitas tidur, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami NES. Sementara itu, jumlah asupan energi harian tidak memberikan pengaruh pada seseorang untuk mengalami NES ataupun tidak.