cover
Contact Name
SUSYANI
Contact Email
susyani@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+628117119191
Journal Mail Official
jgk@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang lt.4
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan
Core Subject : Health,
nutrition and health, related to clinical nutrition, community nutrition, and food service (Nutritional Institutions and Food Technology)
Articles 136 Documents
Faktor Determinan Glukosa Darah Pada Remaja Overweight Dan Obesitas Di Pangkal Pinang Podojoyo, Podojoyo; marlina, linda; Sriwiyanti, Sriwiyanti; Nazarena, Yunita
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v4i2.2492

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kadar glukosa darah dalam darah tinggi (Hiperglikemia) yang disebabkan karena ketidak normalan sekresi insulin, fungsi insulin maupun keduanya. Tanda remaja dikatakan kadar glukosa tinggi yaitu sering merasa lapar, haus, sering buang air kecil , berat badan turun tanpa sebab yang jelas, merasa lelah yang konstan, penglihatan kabur, luka yang lama sembuhnya. Tujuan : Mengetahui faktor determinan glukosa darah pada remaja overweight dan obesitas di SMP N 7 Pangkalpinang. Metode : Riset ini bersifat deskriftif analitik dan memakai rancangan penelitian cross sectional korelasi antara variable independent dan variable dependen, dengan analisis data uji correlations. Hasil : Hasil penelitian bivariat pengaruh kadar glukosa darah dengan asupan energi baik 59,2% (p-value<0,001),protein lebih 82,89%(p-value<0,001) lemak kurang 64,5%(p-value<0,001), karbohidrat kurang 42,1%(p-value<0,001), serat kurang 75%(p-value<0,001), status IMT/U (p-value<0,001) overweight 85,5%, kadar glukosa darah sewaktu normal (<200 mg/dL) yaitu dengan angka minimum 69 mg/dL angka maksimum 215 mg/dL dan nilai rerata 100 mg/dL dari 76 responden 68 orang (89,2%) GDS nya normal. Kesimpulan : Terdapat korelasi positif antara asupan zat gizi makro dengan kadar glukosa darah.
Analisis Asupan Zat Gizi Makro, Pengetahuan dan Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe II di RS Bayangkara Moh. Hasan Palembang Adhelia, Putri Ayu; Muzakar, Muzakar; Meilina, Ayu
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v4i2.2528

Abstract

Latar Belakang: Diabetes adalah kondisi kronis yang serius di mana kadar glukosa dalam darah meningkat karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asupan zat gizi makro, tingkat pengetahuan, dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Metode:Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar quisioner, form recall,serta alat glukometer dan data rekam medis. Hasil:Dari hasil analisis univariat menunjukkan bahwa responden sebagian besar memiliki pengetahuan kurang (60,0%), memiliki asupan energi lebih sebanyak 24 orang (80,0%) ,asupan protein baik sebanyak 26 orang (86,7%), asupan lemak baik sebanyak 16 orang (53,3%), asupan karbohidrat baik sebanyak 21 orang (70,0%), rata-rata kadar glukosa darah 1 sebelum edukasi adalah 271,20 dan rata-rata kadar glukosa darah 2 sesudah edukasi adalah 157,30 mg/dl. Kesimpulan:Karakteristik responden yang didapatkan, sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan pekerjaan paling banyak yaitu sebagai Ibu Rumah Tangga dengan kategori umur yang paling banyak berusia 50-64 tahun. Menurut tingkat pendidikan didapatkan yang paling banyak SMA/Sederajat .Tingkat pengetahuan pada penderita diabetes melitus di rumah sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang sebanyak 26 orang memiliki pengetahuan kurang. Sedangkan setelah dilakukan edukasi hanya sebanyak 8 orang yang memiiiki pengetahuan kurang.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata asupan yang gizi makro di RS Bhayangkara dalam kategori baikdan rata-rata kadar glukosa darah 1 sebelum edukasi adalah 271,20 dan rata-rata kadar glukosa darah 2 sesudah edukasi adalah 157,30 mg/dl.
Edukasi Peran Sarapan Pagi Dalam Meningkatkan Kinerja Akademik Mahasiswa Elfi, Wa Ode; Pini, Citra Nurhalizah; Fazali, Lian Eka; Dani, Yuliah; Mahmud, Idham; Sakalo, Nevida; Effendy, Devi Savitri; Muchtar, Febriana; Tosepu, Ramadhan; Lestari, Hariati; Harleli, Harleli
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v4i2.2664

Abstract

Breakfast plays a significant role in enhancing the academic performance of students, as it can affect concentration, memory, and mental health. Research shows that students who regularly have breakfast tend to have better levels of concentration and memory compared to those who skip breakfast, as well as experiencing lower levels of stress and anxiety. Education about the importance of a healthy breakfast is key to raising student awareness, and the use of educational media such as videos has proven effective in conveying information and motivating behavioral changes. Therefore, educational institutions are advised to provide healthy breakfast facilities and implement ongoing educational programs to support students in adopting good breakfast habits to improve their academic performance.
Frekuensi Aktivitas Fisik terhadap Tingkat Indeks Masa Tubuh Pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Putri, Dewi Arras; Damayanti, Welsi; Rasyid, Diva Khadijah
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v4i2.2667

Abstract

The purpose of this study is to analyze the relationship between the frequency of physical activity and Body Mass Index (BMI) among students at the Universitas Pendidikan Indonesia. The method employed in this research is a qualitative approach, where data is presented descriptively through the collection of information using questionnaires distributed to students. The results indicate that students with low levels of physical activity have a higher proportion in the underweight and obesity categories, while those who are physically active show better BMI status. These findings highlight the importance of physical activity in maintaining health and preventing obesity. Therefore, efforts are needed to raise awareness among students regarding the significance of exercising and healthy eating habits to achieve an ideal BMI.
Gambaran Pengetahuan Asupan Protein dan Zat besi terhadap perubahan kadar hemoglobin dengan edukasi menggunakan media e-booklet Siswi SMAN 22 Palembang Abda, Audry Nabila; Sartono, Sartono; Nazarena, Yunita
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i1.2522

Abstract

Anemia adalah keadaan penurunan kuantitas sel-sel darah merah dalam sirkulasi atau jumlah hemoglobin yang berada dibawah batas normal yaitu 12 g/ dl. Salah satu faktor yang menyebabkan pengetahuan yang kurang dan status ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan asupan protein dan zat besi terhadap perubahan kadar hemoglobin dengan edukasi menggunakan media e-booklet siswi SMAN 22 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian crosss-sectional, dan sampel diambil secara Systematic random sampling. Waktu penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2024. Populasi penelitian ini adalah 32 orang sampel siswi kelas XI IPS SMAN 22 Palembang. Data yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian responden tingkat pengetahuan gizinya dalam kategori sedang (81,3%), asupan protein dan zat besi seluruhnya kategori tidak cukup (100%), kadar Hb sebanyak 75% termasuk dalam kategori tidak anemia. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi dengan kadar Hb responden (p value= 0,140), ada hubungan antara asupan protein dengan kadar Hb responden (p value = 0,033), tidak ada hubungan antara asupan zat besi dengan kadar Hb responden (p value = 0,776). Responden diharapkan dapat lebih memvariasikan jenis makanan yang dikonsumsi agar nilai gizinya bias tercukupi serta jangan lupa untuk selalu minum TTD 1 tablet setiap minggunya. Kata kunci: Anemia, Asupan, Kadar Hb, Pengetahuan, Remaja
Faktor Risiko Obesitas Sentral (Lingkar Perut), Asupan Energi, Asupan Zat Gizi Makro, Asupan Serat dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Kolesterol Total pada Anggota Brimob Mardiyah, Anisatul; Podojoyo, Podojoyo; Susyani, Susyani
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i1.2529

Abstract

Latar Belakang : Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kolestrol total dalam darah, peningkatan pada kadar kolesterol datah dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular. di Sumatera Selatan, jumlah penderita kolesterol meningkat dari 35.902 menjadi 38.270 pada 2019. Penelitian di Palembang pada 2020 menunjukkan prevalensi kolesterol sebesar 14,9%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko obesitas sentral (lingkar perut), pola makan dan aktivitas fisik terhadap kadar kolesterol pada anggota brimob di satrbrimob polda sumsel. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain analitik. Metode survei digunakan dengan rancangan penelitian case-control. Populasi adalah semua anggota Brimob. Pengambilan sampel menggunkan simple random sampling, dengan 41 sampel case dan 41 sampel control. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukan lingkar perut ≥ 90 cm sebesar 77.8% (p- value = 0.002), asupan energi lebih 31.1% ( p-value = 220), protein lebih 60.0% (p- value = 0.000), lemak lebih 60.0 (p-value = 0.011), karbohidrat lebih 31.1% (p-value = 0.039), asupan serat kurang 80.0 % ( p- value = 0.001), dan aktivitas fisik (p- value = 0.001) . Saran : Perlu dilakukakannya edukasi terkait pola makan dan aktivitas fisik terhadap kadar kolesterol tinggi dalam jangka panjang. Background : Hypercholesterolemia is an increase in total cholesterol in the blood, which can lead to cardiovascular disease risks. In South Sumatra, the number of cholesterol sufferers increased from 35,902 to 38,270 in 2019. A study in Palembang in 2020 showed a cholesterol prevalence of 14.9%. Objective: The objective of this study is to determine the risk factors of central obesity (waist circumference), dietary patterns, and physical activity on cholesterol levels among Brimob members at Satbrimob Polda Sumsel. Method: This study is an observational research with an analytical design. The survey method was used with a case-control research design. The population includes all Brimob members. Sampling was conducted using simple random sampling, with 41 case samples and 41 control samples. Data analysis was performed univariately and bivariately. Result: The results showed that a waist circumference ≥ 90 cm was found in 77.8% (p-value = 0.002), excessive energy intake in 31.1% (p-value = 0.220), excessive protein intake in 60.0% (p-value = 0.000), excessive fat intake in 60.0% (p-value = 0.011), excessive carbohydrate intake in 31.1% (p-value = 0.039), insufficient fiber intake in 80.0% (p-value = 0.001), and physical activity (p-value = 0.001). Conclusion: Education on dietary patterns and physical activity is necessary to manage high cholesterol levels in the long term.
Kanker dan Gizi: Tinjauan Literatur Podojoyo, Podojoyo; Hartati, Yuli; Purnama, Fajriah; Mangunsong, Sonlimar
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i1.2761

Abstract

Cancer remains a leading cause of death worldwide, with over 18 million new cases and nearly 10 million cancer-related deaths each year. As our understanding of cancer advances, the critical role of nutrition in cancer prevention, progression, and management has become increasingly evident. This review explores the multifaceted relationship between diet and cancer, focusing on the mechanisms through which dietary factors can influence cancer risk, including inflammation, oxidative stress, and metabolic pathways. Additionally, it highlights the impact of various nutrients and bioactive compounds found in foods, such as vitamins, minerals, and phytochemicals, on cancer prevention and therapy. The review also examines the importance of managing food-drug interactions in cancer treatment, particularly with chemotherapy, targeted therapies, and immunotherapies, where metabolic enzymes, such as cytochrome P450, play a significant role. By synthesizing the latest research, this review emphasizes the need for personalized nutrition strategies to optimize cancer care and improve treatment outcomes, underscoring the potential of nutrition as an integral part of cancer prevention and therapy.
Edukasi Gizi Media Flipbook “Aksi Gen Z Cegah Remaja Obesitas” Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Dan Kebiasaan Konsumsi Fast Food Mardiana, Mardiana; Salsabila, Triana Ayu; Yulianto, Yulianto; Eliza, Eliza; Sriwiyanti, Sriwiyanti; Meilina, Ayu
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i1.2813

Abstract

Latar Belakang: Obesitas, yakni kondisi kelebihan berat badan hingga 30% atau lebih, menjadi masalah serius. Penelitian ini bertujuan mengukur dampak media flipbook “Aksi Generasi Gen Z Cegah Obesitas” pada pengetahuan gizi dan kebiasaan makan siswa SMA Negeri 21 Palembang.. Metode: Penelitian eksperimen semu ini berlangsung dalam kurun waktu 2 bulan di SMA Negeri 21 Palembang. Data dikumpulkan melalui observasi awal dan akhir, kemudian dianalisis secara statistik untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi selama periode penelitian serta mengidentifikasi faktor- faktor yang berkontribusi terhadap hasil yang diamati. Hasil: Analisis statistik bivariat menunjukkan terdapat perbedaan yang mencolok antara tingkat wawasan partisipan sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi melalui media flipbook. Rerata skor pemahaman partisipan bertambah sebanyak 20,27 poin persentase, dari 61,08% menjadi 81,35%. Kesimpulan: Media flipbook terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 21 Palembang..
Perbedaan Uji Organoleptik Kukis Sagu dan Kukis Singkong Permadi, M Rizal; Elisanti, Alinea Dwi; Rindiani, Rindiani; Purnasari, Galih; Amareta, Dahlia Indah
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i1.2815

Abstract

Kukis adalah salah satu jenis makanan ringan/camilan yang sangat digemari masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan. Beberapa bahan alternatif yang digunakan adalah bahan pangan lokal, yakni tepung singkong dan tepung sagu. Kedua bahan tersebut memiliki potensi sebagai bahan substitusi dalam pembuatan kukis. Bentuk substitusi kedua bahan dalam pembuatan kukis yakni sebagai tepung. Uji mutu hedonik meliputi warna coklat, aroma, rasa manis, rasa enak, dan tekstur perlu dilakukan pada pembuatan kukis. Penelitian ini bertujuan mengetahui uji mutu hedonik dan hedonik kukis sagu dan kukis singkong. Penelitian ini dengan membandingkan hasil formula terbaik antara dua jenis produk kukis melaui uji organoleptik. Uji organoleptik yang menggunakan metode preference test dengan mengevaluasi kesukaan dan kesan mutu produk oleh panelis. Jenis skala yang digunakan adalah skala likert. Hasil uji organoleptik mutu hedonik pada kukis sagu menunjukkan warna yang tampak adalah warna krem tua, aroma harum, rasa enak dan agak gurih serta tekstur renyah. Hasil uji hedonik pada kukis sagu menunjukkan panelis agak suka terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur, penilaian keseluruhan secara hedonik agak suka. Sedangkan hasil uji mutu hedonik pada kukis singkong menunjukkan warna pekat, aroma harum, rasa agak manis dan enak serta tekstur renyah. Hasil uji hedonik menunjukkan panelis agak suka terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur, penilaian keseluruhan secara hedonik suka.Kesimpulan penelitian ini kukis singkong secara keseluruh lebih banyak disukai dibandingkan kukis singkong.
Deskripsi Riwayat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Anak Balita Stunting Usia 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu krisnasary, Arie; wulandari, Gite Putri; Suryani, Desri; Yunita, Yunita; Simanjuntak, Betty Yosephin
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v5i1.2839

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah tahap awal yang krusial dalam menunjang keberhasilan pemberian ASI eksklusif, yang memiliki peranan penting bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak. WHO/UNICEF merekomendasikan agar IMD dilakukan dalam kurun waktu 30 hingga 60 menit pertama setelah bayi lahir, sebagai bagian dari Strategi Global Pemberian Makan Bayi dan Anak Usia Dini. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui riwayat pelaksanaan IMD pada balita stunting usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, serta melibatkan 12 ibu balita sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu melakukan IMD dengan bantuan bidan atau tenaga kesehatan, namun durasinya belum sesuai dengan standar, hanya berlangsung 5–15 menit setelah persalinan. Selain itu, beberapa bayi tidak menjalani IMD karena dilahirkan melalui operasi caesar, langsung dirawat di NICU, atau segera dimandikan setelah lahir. Kurangnya pemahaman ibu mengenai pentingnya IMD juga menjadi faktor penghambat. Disimpulkan bahwa pelaksanaan IMD di wilayah ini masih belum optimal, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan untuk mencapai pelaksanaan IMD yang sesuai anjuran