cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6282192115123
Journal Mail Official
melatiaprilliana90@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
ISSN : 26563215     EISSN : 26156903     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
This journal is aimed as promoting principled approach to research on pharmacy that covers a broad range of topics engaging a good relationship in theoretical and practical. This journal covers: Pharmacology Pharmacognosy Analytical Chemistry Pharmaceutical Technology Social and Management Pharmacy
Articles 144 Documents
Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Persepsi Karyawan terhadap Kehalalan Obat di Apotek Farmarin Semarang : Level of Knowledge, Attitudes and Employee Perceptions of Drug Halalness at Farmarin Pharmacy Semarang Mardiyanti, Devi; Willi Wahyu Timur
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2457

Abstract

The Law on Product Halal Assurance which requires a halal certificate for all goods entering, distributing, and trading in Indonesia, has raised questions about the halal status of pharmaceutical items. The fact that not all medications satisfy the criteria for halal designation causes a number of issues. Particularly among doctors and pharmacists, health professionals have a significant role in the drug selection process for patients. Currently, several physicians and pharmacists are unaware of the legal requirements for using medications that include components that are forbidden by Islam. Since Muslims make up the majority of the population in Indonesia, concerns of halal and haram pharmaceuticals should be given first priority when choosing medications for patients. The purpose of this study was to evaluate the staff of Semarang Farmarin Pharmacy's knowledge, attitudes, and views regarding the halal labeling of medications. Using a cross sectional methodology, this study. By giving out questionnaires to pharmacy staff, this study is a descriptive one. The Google Form application was used to collect data online. The results revealed that the knowledge level category had good results (90%), the perception category had good results (80%), and the attitude category had sufficient results (75%). These findings indicate that the employees' level of knowledge and views is good and that they have a positive attitude about halal medicine. ABSTRAK Undang-undang Jaminan Produk Halal yang mensyaratkan sertifikat halal untuk semua barang yang masuk, didistribusikan, dan diperdagangkan di Indonesia, telah menimbulkan pertanyaan tentang status kehalalan produk farmasi. Fakta bahwa tidak semua obat memenuhi kriteria penetapan halal menyebabkan sejumlah masalah. Terutama di kalangan dokter dan apoteker, para profesional kesehatan memiliki peran penting dalam proses pemilihan obat untuk pasien. Saat ini, beberapa dokter dan apoteker tidak mengetahui persyaratan hukum untuk menggunakan obat-obatan yang mengandung komponen yang dilarang oleh Islam. Karena umat Islam merupakan mayoritas penduduk di Indonesia, kekhawatiran akan obat-obatan yang halal dan haram seharusnya menjadi prioritas utama dalam memilih obat untuk pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan pandangan karyawan Apotek Farmarin Semarang tentang labelisasi halal pada obat-obatan. Penelitian ini menggunakan metodologi cross sectional dengan cara memberikan kuesioner kepada staf apotek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Aplikasi Google Form digunakan untuk mengumpulkan data secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori tingkat pengetahuan memiliki hasil yang baik (90%), kategori persepsi memiliki hasil yang baik (80%), dan kategori sikap memiliki hasil yang cukup (75%). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan pandangan karyawan baik dan mereka memiliki sikap positif tentang obat halal.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) terhadap Bakteri Escherichia coli ATTC 25922 : Antibacterial Activity Test of Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Leaf Extract Against Escherichia coli ATTC 25922 Yasnatasya Ys, Jian; Hakim, Ali Rakhman; Hidayah, Nurul
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2471

Abstract

Diarrhea is a disease that contributes to the highest death rate in Indonesia. The number of diarrhea cases recorded in Indonesia in 2021 was 7.3 million cases. The most common cause of diarrhea is Escherichia coli bacteria. Based on previous studies, one of the traditional medicines that can treat diarrhea is sambung nyawa leaf (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) which have various secondary metabolite compounds that can kill bacteria. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of sambung nyawa leaf against Escherichia coli ATTC 25922. The method used for extracting sambung nyawa leaf was using ultrasonic methods. Antibacterial activity testing used the well-diffusion method and the determination of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and the determination of the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) by the dilution method. Test results data were analyzed using the Kruskal-Wallis Test. The results of this research show that sambung nyawa leaf have antibacterial activity through well-diffusion testing with an average inhibition zone at a concentration of 100% of 18.215 mm, a concentration of 75% of 16.02 mm, a concentration of 50% of 14.445 mm, a concentration of 25% of 13.33 mmm. In the MIC test, the minimum inhibition ability was obtained at a concentration of 50%. The results of the Kruskall-Wallis test in the three tests showed that there were significant differences in each treatment group. The conclusion of this research is that sambung nyawa leaf have antibacterial activity against Escherichia coli ATTC 25922 with a MIC value at a concentration of 50%, but no MBC has been found against Escherichia coli ATTC 25922.   ABSTRAK Diare menjadi penyakit yang menyumbangkan angka kematian tertinggi di indonesia. Jumlah kasus diare yang tercatat di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 7,3 juta kasus. Bakteri penyebab diare terbanyak adalah bakteri Escherichia coli. Salah satu obat tradisional yang dapat mengobati diare adalah daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) yang memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder yang bisa membunuh bakteri berdasarkan penelitian terdahulu. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri daun sambung nyawa terhadap Escherichia coli ATTC 25922. Metode yang digunakan untuk ekstraksi daun sambung nyawa  menggunakan metode utrasonik. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan penentuan Konsentrasi Bunuh Minimun (KBM) dengan metode dilusi. Data hasil uji dianalsisis menggunakan Kruskal-Wallis Test. Hasil dari penelitian daun sambung nyawa memiliki aktivitas antibakteri melalui pengujian difusi sumuran dengan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 100% sebesar 18,215 mm, konsentrasi 75% sebesar 16,02 mm, konsentrasi 50% sebesar 14,445 mm, konsentrasi 25% sebesar 13,33 mm. Pada uji KHM didapatkan kemampuan daya hambat minimum pada konsentrasi 50%. Hasil uji Kruskall-Wallis pada ketiga uji meunjukkan terdapat perbedaan nyata pada masing-masing kelompok perlakuan. Simpulan dari penelitian ini daun sambung nyawa memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli ATTC 25922 dengan nilai KHM pada konsentrasi 50%, namun belum ditemukan KBM terhadap Escherichia coli ATTC 25922.
Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Kadar Alkaloid Total Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata): Determination of Total Alkaloid Content of Kirinyuh Leaf Extract (Chromolaena odorata) Based on Different Extraction Methods Hakim, Ali Rakhman; Nayaken, Putri Olivia; Alawiyah, Tuti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2508

Abstract

Kirinyuh leave (Chromolaena odorata) was used by the community as a potential plant because it contains many benefits, one of which contains alkaloid compounds. Alkaloids have the ability to help wound healing because the active compounds of the alkaloids have antioxidant activity, so the enhanced wound healing by kirinyuh leaf can be caused by the action of free radicals in increasing levels of antioxidant enzymes. The aim of the study was to determine the total alkaloid content of kirinyuh leaf  leaf extract in each of the extraction methods to be used. In this study, a different extraction method will be used, namely maceration and ultrasonic with ethanol solvent which will be carried out using the UV-Vis spectrophotometry method. The results of measuring the total alkaloid content in each method were the maceration and ultrasonic method consecutive at 8.259% and 5.938%. The conclusion from the research is that the alkaloid content is higher with the maceration method than with the ultrasonic method.   ABSTRAK Daun kirinyuh (Chromolaena odorata) digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman yang potensial karena memiliki kandungan yang banyak memberikan manfaat salah satunya mengandung senyawa alkaloid. Alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu penyembuhan luka. Senyawa aktif alkaloid memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar alkaloid total ekstrak daun kirinyuh. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi yang berbeda yakni maserasi dan ultrasonik dengan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan analisis kuantitatif alkaloid dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari analisis kuantitatif alkaloid total pada metode maserasi dan metode ultrasonik berturut-turut adalah sebesar 8,259% dan 5,938%. Simpulan dari penelitian diketahui bahwa kadar alkaloid lebih tinggi dengan metode maserasi dibandingkan metode ultrasonik.
Penggunaan Pigmen Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dengan Ekstrak Apel (Malus sp.) sebagai Kopigmen dalam Formulasi Perona Pipi Bentuk Padat: Usage of Purple Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) Extract as Pigment with Apple (Malus sp.) Extract as Co-Pigments in Blush on Pressed Solid Formulations Nining, Nining; Amalia, Anisa; Palensia, Fadhilah
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2582

Abstract

Purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) contains anthocyanin, which can act as a natural pigment but has weak stability. This weakness can be overcome by adding co-pigments such as apple extract (Malus sp.). This study aimed to study the effect of using I. batatas extract and apple extract as natural pigments and co-pigments on the physical characteristics of solid on compact powder. The formulation was prepared in 3 different concentrations of I. batatas extract, namely 10% (F1), 15% (F2), and 30% (F3). The preparation evaluation includes color homogeneity, friability, hardness, and color stability tests. The results showed that the compact powder was a solid purplish-red color that was homogeneous and did not crack during the brittleness test. The hardness values obtained were 48.70 N/m² (F1), 41.21 N/m² (F2), and 35.72 N/m² (F3). The color stability test showed that only F3 was stable during 28 days of storage with no significant change in absorbance (p>0.05). I. batatas extract can be formulated as a compact powder with good and acceptable physical characteristics.   ABSTRAK Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) mengandung antosianin yang dapat berperan sebagai pigmen alami tetapi memiliki kelemahan pada stabilitasnya. Kelemahan ini dapat diatasi dengan penambahan kopigmen seperti ekstrak apel (Malus sp.). Tujuan dilakukannya studi ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan ekstrak I. batatas dan ekstrak apel sebagai pigmen dan kopigmen alami terhadap karakteristik fisik sediaan perona pipi bentuk padat. Formulasi disiapkan dalam 3 konsentrasi ekstrak I. batatas yang berbeda yaitu 10% (F1), 15% (F2), dan 30% (F3). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji homogenitas warna, uji kerapuhan, uji kekerasan, dan uji stabilitas warna. Hasil menunjukkan sediaan perona pipi bentuk padat berwarna merah keunguan yang homogen dan tidak mengalami retak saat pengujian kerapuhan. Nilai kekerasan diperoleh sebesar 48,70 N/m² (F1), 41,21 N/m² (F2), dan 35,72 N/m² (F3). Uji stabilitas warna menunjukkan bahwa hanya F3 yang stabil selama penyimpanan 28 hari dengan ditandai tidak ada perubahan absorbansi secara signifikan (p>0,05). Ekstrak I. batatas dapat digunakan dalam formulasi sediaan perona pipi bentuk padat dengan karakteristik fisik yang baik dan bisa diterima.
Kualitas Hidup Pasien Asma Pengguna Inhaler di Instalasi Rawat Jalan RSUD Sultan Suriansyah: Quality of Asthma Patients’ Life Using Inhalers in The Outpatient Installation of RSUD Sultan Suriansyah Kamilah, Zahrah; Melviani; Irawan, Angga; Yuwindry, Iwan
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2589

Abstract

Asthma is a heterogeneous disease that can occur in developed and developing countries. The prevalence of asthma in South Kalimantan Province it is 2.8% with a recurrence rate of 55% which is the second highest on the island of Kalimantan. Inhalers are devices used to deliver medication to patients with chronic obstructive pulmonary disease (COPD) and asthma. The quality of life of asthma patients will be worse than normal people. The purpose of the study was to measure the level of quality of life of asthma patients using inhalers in the Outpatient Installation of Sultan Suriansyah Hospital. The method used was descriptive observational with purposive sampling technique using the mini-AQLQ questionnaire. The results showed that of the 83 respondents, the most respondents were asthmatics who were included in the moderate category, namely 61 respondents (73.5%), 16 respondents in the good category (19.3%) and 6 respondents (7.2%) in the bad category. The quality of life of asthma patients using inhalers is more patients who have a quality of life in the moderate category as many as 61 respondents (73.5%) because people pay attention or avoid smoking and dust in their daily lives.   ABSTRAK Asma merupakan penyakit heterogen yang dapat terjadi di negara- negara maju dan berkembang. Prevalensi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 2,8% dengan tingkat kekambuhannya sebesar 55 % yang menempati posisi tertinggi kedua di Pulau Kalimantan. Inhaler merupakan alat yang digunakan untuk mengantarkan obat pada pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma. Teknik penggunaan inhaler yang buruk dapat meningkatkan resiko eksaserbasi, peningkatan efek samping dan kontrol asma yang buruk. Kualitas hidup pasien asma akan lebih buruk dibandingkan orang normal. Tujuan penelitian untuk mengukur tingkat kualitas hidup pasien asma pengguna inhaler di Instalasi Rawat Jalan RSUD Sultan Suriansyah. Metode yang digunakan yaitu observasional deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling menggunakan kuesioner mini-AQLQ. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 83 responden, responden paling banyak adalah penderita asma yang termasuk kedalam kategori sedang yaitu 61 responden (73,5%), responden dengan kategori baik sebanyak 16 responden (19,3%) dan kategori buruk sebanyak 6 responden (7,2%). Kualitas hidup pasien asma pengguna inhaler di instalasi rawat jalan RSUD Sultan Suriansyah lebih banyak pasien yang memiliki kualitas hidup dengan kategori sedang sebanyak 61 responden  (73,5%) dikarenakan masyarakat memperhatikan atau menghindari rokok dan debu dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas Antibakteri Buah Laban (Vitex pubescens V) yang Tumbuh di Dalam dan di Luar Kawasan Geothermal Ie Seum Aceh Besar terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis: Antibacterial Activity Of Laban Fruit (Vitex pubescens V) Which Grows In And Outside Geothermal Areas Ie Seum Aceh Besar Against Propionibacterium acnes AND Staphylococcus epidermidis Rasidah; Jeni Windiyasari; Vonna Aulianshah; Munira; Noni Zakiah; Rini Handayani
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 01 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i01.2619

Abstract

Acne can be caused by clogged skin pores causing red spots, inflammation and infection. Infections of the skin can be caused by the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. One plant that has antibacterial potential is laban. Laban plants usually live freely scattered in terrestrial and hilly areas, one of which is in the Ie Seum area in Aceh Besar Regency which is a geothermal area in Aceh. The Ie Seum area has a higher soil pH and temperature compared to other areas (non-geothermal). This study was conducted to determine the difference in antibacterial activity between laban fruit extract (Vitex pubescens V) growing inside and outside the geothermal area of Ie Seum Aceh Besar in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis using disc diffusion method. Microbiological test results obtained the diameter of the inhibitory zone against Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis  respectively geothermal laban fruit extract (14.33±1.21 mm and 12.66±1.69 mm) and laban fruit extract outside geothermal (14.83±1.69 mm and 11.41±2.28 mm) and chloramphenicol (19.66±1.88 mm and 22.00±2.50 mm). Anova test results are known to be very influential laban fruit extract (P = 0.000) on the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Duncan's further test results found that laban fruit extracts inside and outside the geothermal region had no real difference in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. The difference in growing place did not provide a difference in antibacterial activity from laban fruit extract (P<0.005).   ABSTRAK Jerawat dapat disebabkan karena tersumbatnya pori-pori kulit sehingga menimbulkan bintik merah, peradangan dan infeksi. Infeksi pada kulit dapat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah laban. Tanaman laban biasanya hidup tersebar secara bebas di daerah teresterial dan perbukitan, salah satunya pada kawasan Ie Seum di Kabupaten Aceh Besar yang merupakan daerah geothermal di Aceh. Kawasan Ie Seum memiliki pH tanah dan suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya (non geothermal). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri antara ekstrak buah laban (Vitex pubescens V) yang tumbuh di dalam dan di luar kawasan geothermal Ie Seum Aceh Besar dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji mikrobiologi diperoleh diameter zona hambat terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis berturut-turut ekstrak buah laban geothermal (14,33±1,21 mm dan 12,66±1,69 mm); ekstrak buah laban di luar geothermal (14,83±1,69 mm dan 11,41±2,28 mm) serta kloramfenikol(19,66±1,88 mm dan 22,00±2,50 mm). Hasil uji Anova diketahui ekstrak buah laban sangat berpengaruh (P=0,000) terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Hasil uji lanjut Duncan diperoleh bahwa ekstrak buah laban di dalam dan di luar kawasan geothermal tidak memiliki perbedaan nyata dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Perbedaan tempat tumbuh tidak memberikan perbedaan aktivitas antibakteri dari ekstrak buah laban (P<0,005).
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terkait Anemia dan Tablet Tambah Darah di Wilayah Denpasar: The Knowledge Of Anemia and Blood Supplement In Adolescents Girls In Denpasar Region Agung; Yosi Irawati Wibowo; Gusti Ayu Putu Laksmi Puspa Sari
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2633

Abstract

Anemia is a major health problem that threatens all ages, especially adolescent. Adolescent girls are more at risk of experiencing anemia, due to the loss of nutrition (iron) during menstruation. Providing iron supplement tablets is one of the efforts to prevent anemia and increase the loss of nutrients during menstruation. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of adolescent girls in the Denpasar area regarding anemia and iron supplement tablets. This research is an observational study with a survey method. The sampling technique uses total sampling. This research involved 94 adolescent girls in a high school in the Denpasar area. The results showed that 30.8% of the respondents had a low level of knowledge, 56.4% had a sufficient level of knowledge and about 12.8% had a good level of knowledge. Overall, only a small proportion of respondents know the causes of anemia and the side effects of iron supplement.   ABSTRAK Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang mengancam seluruh usia terutama usia remaja. Remaja putri lebih berisiko mengalami anemia, dikarenakan mengalami kehilangan gizi (zat besi) selama menstruasi. Pemberian suplemen tablet tambah darah salah satu upaya dalam mencegah anemia serta meningkatkan nutrisi yang hilang selama menstruasi. Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri di wilayah Denpasar terkait anemia dan tablet tambah darah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini melibatkan 94 remaja putri di salah satu SMA di wilayah Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30,8% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, 56,4% memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sekitar 12,8% memiliki tingkat pengetahuan baik. Secara keseluruhan hanya sebagian kecil responden yang mengetahui penyebab anemia dan efek samping tablet tambah darah.
Analisis Perbandingan Kualitas Minyak Goreng Berdasarkan Parameter Asam Lemak Bebas: Comparative Analysis Of Cooking Oil Quality Based on Free Fatty Acid Parameter Jannah, Nurul; La Daiba, Yuniar
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 01 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i01.2655

Abstract

Palm cooking oil is a basic need for people in Indonesia. Heating the  palm cooking oil for a long time can decreased the quality of the oil, one of them is  free fatty acid parameter. This study aims to determine the free fatty acids in samples of new cooking oil and cooking oil after used. Analysis of oil quality was observed based on organoleptic and free fatty acid (FFA) parameters. The FFA value in cooking oil was carried out using the titration method, while organolepic was obtained by sensory observation. The samples were new cooking oil (A), cooking oil used twice ( B) and cooking oil used more than twice (C). The results showed that the free fatty acid value in sample A met the SNI standard (< 0.3), namely 0.0799, while the free fatty acid value in samples B and C was higher than the SNI standard, namely 0.3062 and 0.3915. Statistical analysis showed that there was a significant difference in the free fatty acid values in sample A compared to samples B and C (p<0.05). Based on this research, it can be concluded that repeated heating of cooking oil can increase the free fatty acid value significantly.   ABSTRAK Minyak goreng menjadi kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia. Pemanasan minyak goreng dalam waktu lama dapat menyebabkan penurunan kualitas minyak, salah satunya di parameter asam lemak bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asam lemak bebas dalam sampel minyak goreng baru dan minyak goreng setelah digunakan. Analisis kualitas minyak diamati berdasarkan organoleptik dan parameter asam lemak bebas (ALB). Nilai ALB dalam minyak goreng dilakukan dengan metode titrasi, sedangkan organolepik diperoleh dengan pengamatan indera. Sampel berupa minyak goreng baru (sampel A), minyak goreng 2 kali pakai (sampel B) dan minyak goreng lebih dari 2 kali pakai (sampel C). Hasil penelitian menunjukan nilai asam lemak bebas pada sampel A memenuhi standar SNI (< 0,3) yaitu 0,0799, sedangkan asam lemak bebas pada sampel B dan C lebih tinggi dari standar SNI, yaitu 0,3062 dan 0,3915. Analisis statistik menunjukan adanya perbedaan bermakna nilai asam lemak bebas pada sampel A dibandingkan dengan sampel B dan C (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanasan berulang pada minyak goreng dapat meningkatkan nilai asam lemak bebas secara signifikan.
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Cefoperazone dan Levofloxacin pada Penyakit Infeksi Saluran Kemih di Rumah Sakit Islam Sultan Agung: Cost-Effectiveness Analysis Of The Use of Antibiotics Cefoperazone and Levofloxacin in Urinary Tract Infections at Sultan Agung Islamic Hospital Timur Willi Wahyu; Aoralia Serlin; Pratiwi Agnes Febriyanti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 01 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i01.2682

Abstract

An infectious condition called UTI occurs when there are more than 100,000 bacteriuria per milliliter of urine in a urine culture. The aim of this study was to assess the cost effectiveness of the antibiotics Levofloxacin and Cefoperazone at RSI Sultan Agung Semarang. Retrospective data collection was carried out from the Finance Department, Pharmacy Installation, and Patient Medical Records. The study was conducted in July and August 2023. Overall hospital medical costs were included in the cost statistics, which also included costs for prescription drugs, in-patient rooms, doctor visits and laboratory work. This research shows that the length of stay in hospital in general for UTI sufferers who use the antibiotic drug Levofloxacin is 1.6/day with a total cost of IDR 6,649,295 with an ACER value of IDR 985,831/day while the average hospitalization for UTI who use The antibiotic drug Cefoperazone is 2.00 days with a total cost of IDR 5,901,038 with an ACER value of IDR 949,694/day. Compared with the antibiotic levofloxacin, UTI treatment studies using Cefoperazone antibiotic therapy have proven to be more cost-effective.   ABSTRAK Kondisi menular yang disebut ISK terjadi ketika ada lebih banyak 100.000 bakteriuria per mililiter urin dalam kultur urin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas biaya antibiotik Levofloxacin dan Cefoperazone di RSI Sultan Agung Semarang. Pengumpulan data secara retrospektif dilakukan dari Bagian Keuangan, Instalasi Farmasi, dan Rekam Medis Pasien. Penelitian dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2023. Keseluruhan biaya pengobatan rumah sakit dimasukkan dalam statistik biaya, yang juga mencakup biaya obat resep, kamar rawat inap, kunjungan dokter, dan pekerjaan laboratorium. Penelitian ini menunjukkan durasi lamanya tinggal di rumah sakit pada umumnya bagi penderita ISK yang menggunakan obat antibiotik Levofloxacin yaitu 1,6/hari total biaya Rp6.649.295 dengan nilai ACER Rp985.831/hari sedangkan rata-rata rawat inap pada ISK yang menggunakan obat antibiotik Cefoperazone adalah 2,00 hari total biaya Rp5.901.038 dengan nilai ACER Rp949.694/hari. Dibandingkan dengan antibiotik Levofloxacin, penelitian pengobatan ISK menggunakan terapi antibiotik Cefoperazone terbukti lebih hemat biaya.
Paper Soap Daun Belimbing Wuluh Sebagai Skin Moisturizer: Paper Soap Starfruit Leaves As A Skin Moisturizer Talitha Cahyaningrum; Ayu Putri Brilian Subhan; Eka Nur Rahmawati; Dwi Teju Nurita Mami Zulfa; Fadila Aulia Zulfa; Agitya Resti Erwiyani
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 01 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i01.2685

Abstract

Star fruit leaves are compounds that have potential as antibacterial and moisturize the skin. Star fruit leaves can be formulated into various pharmaceutical dosage forms so that added value is obtained, one of which is paper soap. Paper soap contains the active substance of star fruit leaf ethanol extract combined with avocado oil as a moisturizer. This study aims to make a paper soap formulation from star fruit leaf extract and avocado oil. Paper soap is made in F1, F2 and F3 formulas containing star fruit leaf extract with concentrations of 5%, 10% and 15% respectively. The observed parameters of paper soap preparations include organoleptis, pH, foam stability, antibacterial, irritation of rabbit eyes and skin moisture. The formula of star fruit leaf extract paper soap contains secondary metabolites of flavonoids, saponins and tannins. Paper soap parameter test results meet requirements on organoleptis, pH, foam stability, antibacterial and irritation of the rabbit's eyes. The formula of star fruit leaf extract paper soap can increase skin moisture in all formulas.   ABSTRAK Daun belimbing wuluh merupakan senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri dan melembapkan kulit. Daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi berbagai bentuk sediaan farmasi sehingga diperoleh nilai tambah salah satunya paper soap. Paper soap memiliki kandungan zat aktif ekstrak etanol daun belimbing wuluh dikombinasikan dengan avocado oil sebagai moisturizer. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi paper soap dari ekstrak daun belimbing wuluh dan avocado oil. Paper soap dibuat dalam formula F1, F2 dan F3 yang mengandung ekstrak daun belimbing wuluh berturut-turut dengan konsentrasi sebesar 5%, 10% dan 15%. Parameter yang diamati dari sediaan paper soap meliputi organoleptis, pH, stabilitas busa, antibakteri, iritasi pada mata kelinci dan kelembapan kulit. Formula paper soap ekstrak daun belimbing wuluh mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin dan tannin. Hasil uji parameter paper soap memenuhi persyaratan pada organoleptis, pH, stabilitas busa, antibakteri dan iritasi pada mata kelinci. Formula paper soap ekstrak daun belimbing wuluh  dapat meningkatkan kelembapan kulit pada semua formula.

Page 11 of 15 | Total Record : 144