Hasil Karya Aisyiyah Untuk Indonesia
Focus and Scope of the articles published in the Hayina (Hasil Karya Aisyiyah untuk indonesia) Jurnal such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning, Community Development and Community Empowerment.
Articles
70 Documents
Edukasi pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) dan pemeriksaan kesehatan
Rochmawati, Lusa;
Prabawati, Sulistyaningsih;
Melina, Fitria;
Kuswanti, Ina;
Priyantari, Wiwin
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.187 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2388
Persebaran kasus HIV menurut faktor resiko lebih banyak pada heteroseksual namun perlu diperhatikan setiap tahun kasus homoseksual juga meningkat. Kasus penularan ibu ke anak diminimalisir dengan kegiatan Tripel Eliminasi pada ibu hamil. Prevalensi penderita hipertensi dan diabetes melitus sebagian besar pada usia ≥15. Tahapan kegiatan PKM melalui: 1) Edukasi Tentang Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) menggunakan media leaflet dan video; 2) Pemeriksaan kesehatan kepada Kader PKK berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula dalam darah sewaktu. Pelaksanaan di Balai Kampung Pancasila Sakti, Mergangsan Lor, Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta. Sasaran kegiatan adalah kader PKK sejumlah 18 orang. Pre-test pengetahun tentanng Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) menggunakan kuesioner. Hasil: 1) Pengetahuan kader PKK tentang Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) sebagian besar dalam kategori baik. 2) Hasil pemeriksaan tekanan darah sebagian besar dalam kategori normal. 3) Pemeriksaan gula dalam darah sewaktu seluruhnya dalam kategori normal. Â
Kelas ibu hamil dapat mewujudkan kehamilan sehat untuk mencegah stunting
Setiawati, Iin;
Firdaus, Nailufar
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31101/hayina.2968
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi stunting yaitu upaya pencegahan dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) dengan upaya fokus pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) antara lain ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan. Kejadian stunting di Polindes Berbeluk telah mengalami penurunan dari 38,9 % menjadi 28,2 % salah satu penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya kesadaran ibu hamil untuk datang ketenaga kesehatan (bidan/Posyandu) untuk memeriksakan kehamilannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan keikutsertaan ibu hamil dalam kegiatan kelas ibu hamil dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan untuk pemanfaatan kelas ibu hamil dalam mewujudkan kehamilan sehat demi mencegah stunting yaitu merencanakan kegiatan selama kelas ibu hamil, yang terdiri dari penyuluhan tentang kehamilan dan imunisasi ibu hamil, penyuluhan tentang persalinan, nifas dan ASI ekslusif untuk mencegah stunting dan senam hamil serta pembagian kuesioner evaluasi kegiatan kelas ibu hamil. Kegiatan kelas ibu hamil dari pertemuan 1 hingga ke 3 berjalan dengan lancar, semua peserta yang terdiri dari ibu hamil sebanyak 20 orang berkomitmen hadir dalam kegiatan kelas ibu hamil, hal ini dibuktikan bahwa ibu hamil merasa penting untuk menjaga kesehatannya sehingga jika kehamilannnya sehat secara otomatis perkembangan janinnya akan sehat dan secara tidak langsung bisa mencegah terjadinya stunting pada balita.
Pelatihan konselor pemeriksaan sindrome metabolic pada pengurus majlis taklim masjid Al Mustaqim di Sanggrahan Kasihan Bantul
Dika Rizki Imania;
Mohammad Ali Imron
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia (Hayina) Vol 1, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.417 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2300
Latar belakang : World Health Organization (WHO) 2013 mengemukakan bahwa non-communicable disease (NCDs) merupakan tantangan kesehatan terbesar pada abad 21. Dari seluruh angka morbiditas NCDs, jumlah cardiovascular disease (CVD) merupakan yang terbesar yaitu 17,3 juta jiwa/ tahun. Berkaitan dengan diabetes, pada sebagian penderita diabetes tipe dua atau intoleransi glukosa, didapatkan serangkaian faktor risiko yang muncul bersamaan dengan faktor risiko CVD. Fenomena tersebut disebut dengan kejadian sindrom metabolik. Tujuan : memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kader untuk melakukan screening sindrom metabolik sehingga pengurus maupun peserta majlis taklim bisa mengubah pola hidup menjadi lebih sehat lagi. Metode : metode yang digunakan adalah koordinasi, pemberdayaan sumber daya manusia, promosi dan sosialisasi kader, pelatihan kader, penyusunan buku pedoman kader, pelaksanaan jasa layanan kesehatan, evaluasi kegiatan, dan pelaporan pencatatan kegiatan. Hasil : menghasilkan empat kader terlatih dan hasil pada peserta bahwa kategori usia dewasa akhir, lansia akhir dan manula lebih rentan terkena Sindrom Metabolik. Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengetahui pentingnya pengetahuan tentang sindrome metabolik. Kesimpulan : Pemberian penyuluhan dan pelatihan kader dalam screening sindrome mmetabolik dapat menambah pengetahuan dan wawasan pengurus majlis taklim masjid Al Mustaqim Di Sanggrahan Ngestiharjo Kasihan Bantul.
Penyuluhan tentang stunting, 1000 hari pertama kehidupan dan gizi seimbang
Marice, Marice;
Wijayati, Therecia;
Susanna, Susanna;
Astuty, Lina;
Kalista, Efrosina Ludofika;
Trivina, Trivina;
Astuti, Agnes D. Widi;
Presty, Marsela Renasari;
Ernesontha, Youlenta;
Katharina, Telly;
Intanwati, Intanwati
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.442 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2747
Di Kalimantan Barat, kasus stunting berada pada urutan ke 6 dari 10 provinsi dengan jumlah stunting tertinggi (29,8%) di tahun 2021 dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kabupaten Sambas dengan angka kejadian sebanyak 21,36%. Upaya untuk membantu pemerintah dalam menurutkan angka kejadian stunting ini, berupa penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan pada ibu dan juga keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Gereja St. Hieronimus Tanjung Hulu tanggal, 20 Agustus 2022. Sasaran ibu dan keluarga. Metode: tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan. Hasil evaluasi untuk masyarakat memahami dengan baik isi materi adalah dengan menanyakan kembali pokok-pokok penting materi yang disampaikan.Â
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Bijak menggunakan Media Sosial di SMU Muhammadiyah Gombong
Arizona Firdonsyah;
Zahra Arwananing Tyas
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia (Hayina) Vol 1, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (529.723 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2227
Perkembangan media sosial dengan berbagai fitur yang dapat diakses dimanapun membuat semakin banyak pengguna media sosial dari berbagai kalangan seperti remaja. Penggunaan media sosial dengan berbagai dampaknya perlu disosialisasikan kepada remaja karena saat ini media sosial memiliki dampak positif dan negatif. Kegiatan pengabdian terhadap masyarakat yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Umum (SMU) Muhammadiyah Gombong, Kebumen berupa penyuluhan tentang dampak media sosial terutama terhadap remaja dan bagaimana menggunakannya dengan bijak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak media sosial dan bagaimana para remaja dapat menggunakannya dengan bijak sehingga terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif seperti tindakan asusila, penghinaan, pencemaran nama baik serta penyebaran berita bohong yang dianggap menyesatkan dan mengakibatkan adanya permusuhan antar individu dan atau kelompok masyarakat tertentu dilihat dari kelompoknya beradasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA)
Gerakan cegah dan deteksi dini kanker payudara
Arifah, Siti;
Rohmah, Fayakun Nur
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.895 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2721
Kanker payudara menjadi peringkat yang kedua di dunia dengan persentase sebesar 11,6%. Prevalensi kanker di Provinsi DI Yogyakarta tergolong tinggi dibandingkan provinsi lainnya, yaitu sebesar 4,1 pada Riskesdas 2013 dan 4,86% pada Riskesdas 2018. 80% pasien datang ke layanan Kesehatan saat sudah dalam kondisi stadium lanjut sehingga prognosisnya tidak baik. Deteksi dini yang dapat dilakukan secra mandiri adalah dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Pemerintah menetapkan prosedur (Pemeriksaan Payudara Klinis) SADANIS dan Mamografi pada pasien yang menemukan adanya kelainan dari SADARI. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada ibu wanita usia subur di wilayah Brontokusuman Yogyakarta. Metode pelaksanaan kegiatan dengan pemberian edukasi menggunakan powerpoint dan buku saku yang mencakup materi pengertian, prevalesi kanker payudara, kategori kanker payudara, gejala kanker payudara, faktor risiko kanker payudara, dan cara deteksi dini kanker payudara serta Langkah SADARI dan setelah pemberian edukasi dilaksanakan simulasi pelaksanaan SADARI. Hasil edukasi dan simulasi terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan SADARI pada peserta. Terdapat peningkatan nilai postest sebesar 40% pada peserta. Hasil monitoring dan evaluasi bulan selanjutnya menunjukkan bahwa SADARI dilaksanakan oleh peserta.
Pkm Bakti Sekolah melalui pendampingan pengelolaan sekolah sehat untuk era new normal di TK ABA, Salamrejo 1, Sentolo
Wahyuningsih, Hapsari;
Bimantara, Arif
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.694 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2312
Sekolah sehat ditandai dengan situasi sekolah yang bersih, indah, tertib, menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejahÂteraan lahir dan batin setiap warga sekolah. Sekolah sehat memungÂkinkan setiap warganya dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat, berdaya guna dan berhasil guna untuk sekolah dan lingkungan di luar sekolah. Kondisi sekolah Taman Kanan-Kanak (TK) ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Salamrejo, Kecamatan Sentolo belum sepenuhnya memenuhi kriteria tersebut diatas, sehingga aktivitas belajar belum terwadahi secara optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan wawasan tentang pentingnya sekolah sehat dari fisik bangunan serta perilaku pengguna seluruh warga sekolah sekaligus sarana prasarana pendukung dalam menghadapi era New Normal. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap pemberian edukasi kepada mitra mengenai sekolah sehat dan kesiapan  dalam menghadapi era New Normal serta tahap memberikan kelengkapan sarana dan prasarana di tengah pandemic Covid 19 juga edukasi kepada warga sekolah untuk selalu senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat adalah:1) Edukasi Sekolah Sehat dan penerapan Protokol Kesehatan di lingkungan sekolah, 2) Pembagian 100 pack Healthy Kit dan 3) Penyampaian instalasi Portable Sanitizer sebanyak 2 unit, sehingga diharapkan mampu mendukung terwujudnya sekolah sehat terutama dalam kondisi pandemic Covid-19.Â
Inisiasi pembentukan kader posyandu remaja "POKIZMA" (POjok gIZi dan kesehatan reMAja) 'Aisyiyah Cabang Gamping Yogyakarta
Fauzia, Faurina Risca;
Wahyuntari, Evi;
Shafriani, Nazula Rahma;
Retnaningdiah, Dian
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31101/hayina.2895
Kapanewon Gamping merupakan lokasi fokus penanganan stunting dengan faktor resiko kasus anemia defisiensi besi remaja yang masih tinggi (12,8%). Dinas Kesehatan Sleman berupaya mengatasi stunting dengan meningkatkan jumlah kader posyandu remaja dengan menginisiasi pembentukan kader posyandu remaja "POKIZMA" (POjok gIZi dan kesehatan reMAja) pertama di PCA Gamping. Metode pemberdayaan masyarakat yang digunakan yaitu model Participatory Rural Appraisal yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan monev. Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi dengan ketua PCA Gamping kemudian dilanjutkan sosialisasi untuk meningkatkan komitmen remaja. Tahap pelaksanaan berupa penyuluhan, pelatihan, dan simulasi penyelenggaraan posyandu. Kader posyandu yang terpilih merupakan wakil dari enam ranting 'Aisyiyah (Nogotirto, Balecatur, Banyuraden, Ambarketawang, Trihanggo Utara dan Trihanggo Selatan). Luaran dari kegiatan PKM ini terbentuk kader posyandu remaja yang pertama kali di PCA Gamping, terbentuk kader yang terlatih dan terampil, serta tersedia leaflet dan modul pedoman konseling. Adanya posyandu remaja POKIZMA mampu mengoptimalkan deteksi anemia defisiensi besi sejak dini, khususnya di Kapanewon Gamping.
Promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi pada pasangan calon pengantin
Wulandari, Ratna
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31101/hayina.3035
Pemeriksaan kesehatan belum terlaksana kepada seluruh calon pengantin di wilayah kota Depok. Hal ini disebabkan salah satunya karena calon pengantin belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan pra nikah dalam kesehatan reproduksi. Beberapa kendala dalam kegiatan pemeriksaan skrining pra nikah di Puskesmas Kecamatan Cilodong Kota Depok diantaranya adalah masih rendahnya kesadaran dari pasangan calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan pra nikah. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi, dengan tujuan untuk meningkatkan minat dalam melakukan pemeriksaan pra nikah. Edukasi kepada pasangan calon pengantin di wilayah Cilodong dengan juga bertujuan agar pasangan calon pengantin memiliki pengetahuan lebih baik akan pentingnya pemeriksaan pra nikah dalam mempersiapkan utamanya masa kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan secara online pada 21 Wanita Usia Subur yang merupakan Calon Pengantin Wanita di Wilayah Kota Depok. Sebelum dan setelah kegiatan edukasi dilakukan pretest dan posttest. Hasilnya terdapat peningkatan pengetahuan dengan rata-rata 3 peningkatan poin jawaban benar pasca pemberian edukasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi Kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan khususnya calon pengantin sehingga meningkatkan kesadaran diri untuk menjaga kesehatan dan keluarga terutama dalam mempersiapkan kehamilan. Pengabdian masyarakat dengan pemberian edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan pemeriksaan pra nikah di wilayah Kota Depok.
Manajemen pelayanan ambulans Muhammadiyah di tim pelayanan ambulans Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta
Setiawan, Iwan Setiawan;
Utsany, Royan
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31101/hayina.3058
COVID-19 yang terjadi diseluruh dunia menjadi gambaran, bagaimana manusia mengelola bencana. Salah satunya adalah organisasi Muhammadiyah. Muhammadiyah mendirikan Muhammadiyah COVID Command Center (MCCC) sebagai wadah mengatasi COVID di Indonesia. Salah satu layanan MCCC adalah pemakaman jenazah COVID-19. Ribuan jenazah COVID dimakamkan oleh MCCC. Salah satu komponen dari pemakaman adalah Ambulan, sebagai kendaraan untuk membawa jenazah COVID. Ambulans Muhammadiyah adalah layanan yang sudah ada sebelum COVID-19 muncul. Sebelum COVID-19, Ambulans Muhammadiyah adalah layanan antar jemput pasien dan jenazah. Pengabdian Masyarakat ini membahas berkaitan dengan Manajemen Pelayanan Ambulans Muhammadiyah, berkaitan dengan struktur pengurus hingga standarisasi pelayanan Ambulans Muhammadiyah. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat agar Ambulans Muhammadiyah lebih tertata dalam pengelolaannya. Metode kegiatan ini adalah observasi dan identifikasi masalah mitra, memberikan solusi kepada mitra, pembuatan Buku Panduan Manajemen Ambulans, workshop dan sosialisasi. Hasil dari pengabdian ini adalah terbitnya Buku Panduan Manajemen Ambulans Muhammadiyah yang dipakai di DIY.