cover
Contact Name
Fayakun Nur Rohmah
Contact Email
fayakun.nurrohmah@unisayogya.ac.id
Phone
+6287871955230
Journal Mail Official
hayina@unisayogya.ac.id
Editorial Address
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Jl. Siliwangi Ring Road Barat 63 Mlangi Nogotirto Gamping Sleman 55292 Gedung A Lantai 3 Ruang LPPM Phone: (0274) 4469199 Fax.: (0274) 4469204 Email: hayina@unisayogya.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hasil Karya Aisyiyah Untuk Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28097300     DOI : 10.31101/hayina
Focus and Scope of the articles published in the Hayina (Hasil Karya Aisyiyah untuk indonesia) Jurnal such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning, Community Development and Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 70 Documents
Pemberdayaan remaja dalam peningkatan kesehatan melalui program posyandu remaja di Harjobinangun Pakem Sleman Utami, Asih Puji; Nailufar, Yuyun; Faesol, Ahmad; Dewi, Sofie Nornalita; Rohmah, Alfisna Fajru
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2754

Abstract

Dusun Sempol terletak 12 km dari gunung merapi, telah terbentuk organisasi remaja bernama PERSIDAS, yaitu Persatuan Muda Mudi Sempol. Anggota PERSIDAS berkisar antara 30-40 remaja berusia 12-18 tahun. Kegiatan yang telah dilaksanakan, diantaranya adalah menyelenggarakan perayaan hari besar nasional seperti hari kemerdekaan, hari besar islam, dan hari sumpah pemuda. Beberapa permasalahan yang ada dikelompok remaja PERSIDAS adalah merokok dikalangan remaja, tidak ada pemantauan kesehatan secara berkala, adanya beberapa gadis yang mengalami anemia, minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pencegahan kekerasan pada remaja, serta belum adanya kegiatan remaja yang bergerak di bidang Komunikasi Interaktif dan Edukatif (KIE).  Tujuan pengabdian ini adalah pembentukan posyandu remaja, dan memberikan pelatihan pada kader remaja untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang peduli remaja. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu melakukan pendampingan pada pembentukan posyandu dengan sasaran remaja dengan memberdayakan kelompok remaja PERSIDAS. Program pendampingan tersebut adalah memberikan pelatihan pada kader remaja agar dapat memberikan pelayanan kesehatan peduli remaja, mencakup upaya promotif dan preventif, meningkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pencegahan kekerasan pada remaja, serta menggerakan kegiatan remaja di bidang Komunikasi Interaktif dan Edukatif (KIE). Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut memberikan kontribusi kepada kelompok remaja PERSIDAS, yaitu telah terbentuknya Posyandu Remaja untuk mengontrol kesehatan remaja setiap bulan dan berjalannya kegiatan KIE guna meningkatkan edukasi remaja.
Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan tambahan pangan alami pada nugget ayam Ansokowati, Astari Puruhita; Suyatno, Suyatno
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2795

Abstract

Tanaman kelor adalah salah satu bahan pangan lokal yang banyak dijumpai serta dimanfaatkan untuk sayur pelengkap makanan sehari-hari. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang pemanfaatan daun kelor untuk beberapa olahan makanan menjadi salah satu faktor kurang menariknya mengkonsumsi kelor. Kelor menjadi salah satu jenis sayuran yang menjadi potensi inovasi makanan cepat saji seperti nugget, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein dan komponen gizi lain. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi kewirausahaan pada Kelompok ‘Aisyiyah Cabang Gamping dengan produk unggulan berbahan dasar pangan lokal (daun kelor) seperti cita-cita Ketua PCA Kapanewon Gamping. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode pelatihan yang diawali dengan edukasi dan peningkatan motivasi kewirausahaan, dilanjutkan pembuatan nugget kelor bersama peserta. Hasil yang diperoleh hingga akhir kegiatan adalah adanya peningkatan motivasi mitra untuk berwirausaha yang ditunjukkan dengan adanya diskusi yang aktif dan antusiasme peserta selama proses kegiatan berlangsung. Sebanyak 63% dari peserta menyatakan ingin belajar lebih jauh lagi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai modal berwirausaha ditunjukkan dari hasil pengisian kuesioner.
Pengembangan pemasaran digital pada badan usaha milik desa (BUMDES) Sri Taman Rejeki Anggarini, Yunita; Amir, Diah Astrini
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2982

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki fungsi strategis dalam mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat Kalurahan Donoharjo. Pendirian BUMDes dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi Kalurahan Donoharjo. BUMDes Sri Taman Rejeki merupakan inisiasi dari Kalurahan Donoharjo bersama masyarakat, untuk mengembangkan produksi olahan buah pepaya, seperti abon, manisan, dan stik pepaya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan UMKM dalam penggunaan media digital untuk memasarkan produk. Untuk mengembangkan produksi, pihak pengelola mengalami masalah utama terkait produksi dan pemasaran. Permasalahan utama meliputi produk belum terstandar, kemasan produk yang belum terstandar dan menarik, materi promosi masih tradisional, dan metode pemasaran yang masih konvensional. Melalui pelaksanaan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta pelatihan dalam menjalankan proses produksi dan pemasaran yang efektif. Kegiatan pelaksanaan melalui enam tahap, yaitu pelaksanaan FGD dengan mitra, pembuatan modul pelatihan, pelatihan kontrol kualitas dalam proses produksi, pelatihan pengemasan produk, pelatihan perancangan materi promosi, dan pelatihan pemasaran produk. Hasilnya adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan para peserta mengenai SOP proses produksi, menciptakan produk dan kemasan yang menarik, merancang materi promosi yang efektif, dan menjalankan digital marketing untuk memasarkan produk. Pendampingan lanjutan dari kegiatan pengabdian ini sangat direkomendasikan untuk kegiatan pengabdian selanjutnya.
Pendampingan aader ‘Aisyiyah dalam pembentukan tim pendamping keluarga (TPK) sebagai upaya penurunan stunting Widayati, Rina Sri; Wulandari, Riyani; Sari, Dewi Kartika; Fatmawati, Siti; Khotimah, Nurul; Sukmawati, Rini Dwi; Pratiwi, Winda
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3186

Abstract

Stunting adalah masalah gizi paling utama di Indonesia yang menjadi prioritas dihadapi untuk diupayakan menurunkan angka kejadiannya. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (2021), mengatakan bahwa angka kejadian stunting di dunia mencapai 22% atau sebanyak 149,2 juta pada tahun 2020 sedangkan angka prevalensi nasional di Indonesia mencapai angka 24,1%. Oleh karena hal tersebut, perlu adanya intervensi sebagai upaya untuk mempercepat penurunan stunting dengan membentuk kelompok Tim Pendamping Keluarga (TPK). Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan pendampingan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 7 hari. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 12 kader ‘Aisyiyah Ranting Cemani Sukoharjo. Luaran dari kegiatan PKM ini terbentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terlatih dan terampil pertama kali di daerah Cemani Sukoharjo serta tersedia leaflet terkait stunting. Hasil analisis kegiatan PKM ini untuk nilai rerata pretest responden adalah sebesar 59,3 dan post test sebesar 74,3. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader ‘Aisyiyah dalam upaya penurunan stunting.
Edukasi isi piringku dan pelatihan penyusunan menu gizi seimbang dalam peningkatan konsumsi sayur buah Nuraeni, Irma; Bachtiar , R. Agus; Aprianty , Deris
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3266

Abstract

Laporan riset kesehatan dasar nasional tahun 2018 menunjukkan masih tingginya proporsi rerata nasional perilaku konsumsi kurang buah dan atau sayur pada penduduk di Indonesia. Kekurangan konsumsi sayur dan buah dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan berkaitan dengan meningkatnya risiko terjadinya penyakit tidak menular. Salah satu upaya preventif dan promotif adalah melakukan edukasi menggunakan media visual Gizi Seimbang pada guru, karena guru dapat berperan sebagai pendidik, fasilitator, motivator dan role model bagi siswanya. Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa dan guru sebagai ujung tombak untuk memberikan pelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah sasaran mampu memahami tentang konsep isi piringku dan terampil menyusun menu gizi seimbang sebagai upaya peningkatan konsumsi sayur dan buah di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Juli sampai Oktober 2022 pada sasaran 10 orang guru di Kota Tasikmalaya. Kegiatan edukasi isi piringku menggunakan media buku Isi Piringku Bergizi Seimbang dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi di kelas untuk pemahaman materi, sedangkan pelatihan penyusunan menu gizi seimbang dengan metode demo di Laboratorium Gizi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk aplikasi materi penyusunan menu gizi seimbang yang langsung dapat dipraktikan oleh peserta didampingi tim pengabdi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi isi piringku, serta adanya peningkatan keterampilan penyusunan menu gizi seimbang pada guru di Kota Tasikmalaya. Perlunya keberlanjutan dan perluasan jangkauan sasaran guru serta komitmen untuk transfer of knowledge kepada peserta didik dan orangtua peserta didik. 
Sosialisasi pemanfaatan lahan sempit untuk warung hidup di perumahan Griya Kunden Astini Zulianti
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3272

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai sosialisasi pemanfaatan lahan sempit untuk warung hidup di perumahan Griya Kunden Astini, Kalurahan Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2023. Kegiatan ini bekerjasama antara pengabdi dengan pengururs PKK RT 07. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan empat tahap yaitu sosialisasi pemanfaatan lahan sempit untuk warung hidup, pemberian bantuan bibit sayuran, penanaman bibit sayuran dan evaluasi. Evaluasi dilakukan setelah sebulan dari penanaman, dengan mengunjungi lima rumah sebagai sampel yang ditentukan secara acak. Hasil evaluasi penanaman bibit sayur menunjukkan pertumbuhan yang sangat bagus dengan ditandai sudah tumbuhnya bunga dari tumbuhan sayuran. Kendala dari kegiatan yaitu masih ada anggota PKK yang belum berperan aktif dalam kegiatan, jumlah dan variasai bibit masih sedikit. Solusi dari kendala tersebut adalah meningkatkan partisipasi anggota PKK, membuat jejaring pelaku pembibitan sayur, menambah jumlah dan variasi bibit sayur dengan swadaya dengan menggunakan kas PKK.
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar Makrufi, Anisa Dwi; Aliza, Novia Fetri; Tahang, Heriyanti
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3278

Abstract

Penggunaan kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang secara verbal, fisik, atau psikologis dikenal sebagai perundungan. Perundungan sendiri dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dan fisik. Kasus perundungan atau juga kerap disebut dengan bullying yang terjadi di kalangan pelajar, tentu menjadi tugas utama bagi pendidik di sekolah bekerjasama dengan orang tua di rumah. Kasus perundungan pada lembaga Pendidikan tidak terkecuali terjadi pada sekolah dasar di Kapanewon Turi Kabupaten Sleman, salah satunya di SD Muhammadiyah Dadapan. Fokus pelatihan pada program pengabdian masyarakat (PPM) ini adalah pada peningkatan wawasan terkait perundungan, mulai dari definisi, dampak, dan upaya pencegahannya. Adapun metode yang dilakukan yaitu: 1) mengadakan koordinasi, sosialisasi, dan FGD dengan mitra; 2) workshop terkait upaya pencegahan tindakan perundungan di lingkungan sekolah sekaligus pengenalan akan perundungan dan dampaknya kepada siswa melalui metode berkisah; 3) pendampingan dalam pelaksanaan program menggunakan pendekatan community development partisipatif; 4) difusi Ipteks dengan model sosial training berbasis teknologi; serta 5) monitoring dan evaluasi program. Hasil dari PPM ini ialah: a) adanya komunikasi secara terbuka antara wali siswa dan pihak sekolah untuk bersama-sama mengantisipasi tindak perundungan antar siswa di lingkungan sekolah; b) pihak sekolah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan jumlah perilaku perundungan dengan mulai menyusun prosedur alur penanganan dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah; c) edukasi lanjutan terkait pendampingan penggunaan gadget secara bijak bagi orang tua terhadap anak; d) inisiasi program kerjasama dengan psikolog puskesmas untuk mengantisipasi tindak perundungan di masa yang akan datang. Kegiatan PPM ini menuai respon positif dari para penerima edukasi, baik siswa, guru, maupun orang tua.
Pendampingan akselerasi pembelajaran kewirausahaan berbasis outcome based education pada guru SMK Mamba’ul Ihsan Gresik Supriyati, Supriyati; Ronny, Ronny; Herlambang Cahya Pratama, Yudha
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3280

Abstract

Perubahan capaian pembelajaran siswa SMK yang bermula menjadikan lulusan siap bekerja pada industri sekarang diarahkan kepada menghasilkan lulusan berwirausaha. Hal ini tentunya berdampak dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewirausahaan di SMK Mamba’ul Ihsan. Proses pembelajaran Pendidikan Kewirausahaan yang berlaku saat ini dapat dikatakan belum mendukung capaian visi misi sekolah sehingga rekonstruksi pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) perlu dilakukan. Akselerasi proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatan kualitas pembelajaran dan mampu meningkatkan output dan outcome pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah membantu melakukan akselerasi proses pembelajaran Pendidikan Kewirausahaan, memberikan pemahaman tentang OBE, membantu merancangkan Rencana Pembelajaran Pendidikan (RPP) mata pelajaran Pendidikan Kewirausahaan. Rencana kegiatan yang telah dilakukan guna mencapai tujuan kegiatan diwujudkan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pada guru mata pelajaran Pendidikan Kewirausahaan yakni pelatihan penulisan buku ajar, penulisan pengembangan RPP. Rancangan RPP direncanakan dapat diimplementasikan pada semester berikutnya. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa adanya keinginan kuat para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengarahkan proses pembelajaran berbasis OBE. Didukung pula dengan partisipasi dan kontribusi sekolah melalui mengikutsertakan guru dalam berbagai pelatihan dan program sertifikasi untuk meningkatkan pengetahuan guru, serta mengembangkan jejaring kerjasama dengan mitra industri untuk menjamin keberlanjutan usaha siswa nantinya. Tantangan dalam pelaksanaan kegiatan adalah kemampuan untuk mengajak para guru SMK terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, sedangkan hambatan pencapaian tujuan adalah (1) keterbatasan kemampuan guru-guru, (2) kurangnya jejaring dengan mitra industri, (3) belum adanya program sertifikasi yang mendukung usaha siswa (ijin halal, diskes, dll), dan (4) keterbatasan pengetahuan sekolah tentang legalitas usaha.
The inovasi pangan lokal pembuatan nugget ikan sebagai upaya pencegahan stunting Indriani; Yanti, Dewi; Dwiana, Nidia Nur; Baihaqi, M. 'Azizan 'Azmani; Indriani, Kasil Sri; Seran, Ary Setiawan; Rahmina, Faza Alya; Savitri, Mersya Nurina; Virginia, Alfanny; Widayanti, Erina
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3297

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi pada balita dikarenakan terganggunya asupan gizi saat kehamilan yang mengakibatkan terhambatnya perkembangan anak dan memberikan efek negatif jangka panjang. Inovasi Pangan Lokal Pembuatan Nugget Ikan merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kecukupan gizi masyarakat terutama kebutuhan protein harian yang bisa didapatkan dari pemanfaatan ikan di Padukuhan Gentingan, Yogyakarta. Pembuatan Nugget Ikan ini memilih ikan nila dan ikan bawal sebagai bahan dasar karena ketersediaannya yang melimpah didaerah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan potensi ikan nila dan ikan bawal dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dalam pertumbuhan anak-anak. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, pelatihan pembuatan nugget ikan dan penyuluhan gizi kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan tentang gizi keluarga salah satunya dengan pemanfaatan budidaya ikan lokal. Kesimpulan: terdapat peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentinggingnya gizi dalam pertumbuhan anak-anak dan peningkatan pengetahuan tentang cara pembuatan nugget ikan untuk mendukung diservasi pangan lokal. Agar pengabdian masyarakat dalam peningkatan inovasi-inovasi lainnya dapat dikembangkan sebagai upaya pencegahan stunting, baik untuk memberikan kesehatan dan peningkatan standar ekonomi kepada masyarakat sasaran, dan mendukung diversifikasi pangan lokal. Langkah selanjutnya adalah pemantauan dan evaluasi, serta perluasan program untuk mencapai dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui digitalisasi untuk pertumbuhan ekonomi Wardhani, Riska Risty; Adam, Nurul Tazkiyah; Putri, Ainun Lahasa; Setyaningsih, Dian Apriani, Sekar Ayu
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3299

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat berkembang dan hidup lebih baik. Salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan adalah melalui pemberdayaan UMKM. Perkembangan teknologi digital dan internet telah memberikan peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk dan jasa mereka secara lebih luas dan efisien. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM di Dusun Jetis, Sleman, Yogyakarta dalam pemasaran digital. Pengabdian ini berbasis pendekatan kepada masyarakat. Strategi yang digunakan adalah pengembangan komunitas berbasis aset. Program ini antara lain sosialisasi dan edukasi tentang digital marketing merupakan langkah penting bagi pelaku UMKM. Melalui sosialisasi dan edukasi, pelaku usaha dapat menambah wawasan dan memahami konsep digitalisasi serta mampu merencanakan strategi pemasaran yang efektif dalam mengembangkan bisnis untuk menjangkau pasar yang lebih luas di era digital. Selain itu, program ini juga membantu para pelaku usaha dalam pembuatan media sosial berupa akun Instagram, e-mail, dan lintree. Panduan dan petunjuk diberikan serta diarahkan secara langsung untuk memudahkan pelaku usaha dalam mengelola bisnis kedepannya. Diharapkan dengan keseimbangan mindset dan media sosial sebagai alat pemasaran secara online, pelaku UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan usaha yang lebih lama serta dapat berdaya saing di era digital.