Hasil Karya Aisyiyah Untuk Indonesia
Focus and Scope of the articles published in the Hayina (Hasil Karya Aisyiyah untuk indonesia) Jurnal such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning, Community Development and Community Empowerment.
Articles
70 Documents
Gerakan kemandirian pangan rumah tangga melalui Program Budikdamber di Kelompok Wanita Tani Pesona Alam Sejahtera
Anindita, Nosa Septiana;
Khumaira, Annisa
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.935 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2313
Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai salah satu penggerak terwujudnya Program Desa Mandiri Pangan (Demapan). Salah satu kegiatan yang mendukung terbentuknya Demapan ini yaitu dengan mendayagunakan dan mengoptimalkan sumber daya lokal melalui Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber). Kegiatan edukasi lingkungan ini dilaksanakan pada mitra, yaitu KWT Pesona Alam Sejahtera (PAS). Pendekatan melalui program Budikdamber diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja (Kelompok Wanita Tani) tentang cara budidaya ikan lele sekaligus kangkung yang efektif dan efisien dalam wadah ember. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, KWT-PAS dapat menjadi cikal bakal kemandirian pangan di mulai dalam lingkungan rumah tangga. Pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu memberikan edukasi kepada anggota KWT PAS; pemberian alat dan bahan untuk kegiatan budidaya termasuk bibit lele, benih kangkung dan pelet ikan; pendampingan mulai dari proses pembuatan instalasi Budikdamber, penyemaian benih, pemeliharaan ikan lele dan kangkung; pemantauan secara berkala terhadap proses budidaya. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian, anggota KWT PAS berperan aktif dalam kegiatan budidaya, rata-rata umur panen lele sekitar 2,5-3 bulan pemeliharaan sampai bulan ke-5. Selanjutnya kangkung sudah mulai dapat dipanen pada umur tanam 2-3 minggu hingga bulan ke-5 proses pemeliharaan. Rata-rata kangkung yang diperoleh saat panen sebanyak 1 ikat untuk setiap instalasi Budikdamber.
Pemeriksaan koreksi postur pada anak SMA 1 Sanden Bantul sebagai upaya peningkatan keseimbangan dinamis
Norlinta, Siti nadhir Ollin
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (479.991 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2746
Keluhan pada Musculoskeletal beragam bentuknya salah satunya adalah flatfoot dan scoliosis. Kondisi ini banyak ditemukan semua kalangan usia. Hal lain yang dapat menunjang derajat keparahan adalah penggunaan beban yang berlebih pada punggung seperti penggunaan shoulder bag yang ukuran dan beratnya tidak sesuai sehingga menyebabkan nyeri punggung, perubahan postur tubuh, dan gaya berjalan, dan jika dilakukan terus menerus dapat mengakibatkan perubahan yang irreversible karena ligament dan tulang belakang terus mengalami proses degeneratif sejalan dengan usia. Analisa masalah pada anak sekolah SMA 1 Sanden Bantul pemeriksaan untuk mengantisipisi masalah Musculoskeletal yang akan timbul. Pada kebanyakan kasus, pada mulanya penderita tidak merasakan adanya gangguan, kemudian pada kondisi yang lebih parah baru dirasakan adanya ketidak seimbangan posisi thorax, scapula yang menonjol pada satu sisi, posisi bahu yang tidak horizontal, panggul yang tidak simetris, dan kadang-kadang penderita merasakan pegal-pegal pada daerah punggung. Tindakan lanjut dilakukan pemeriksaan untuk mempertajam diagnosa yaitu menggunkan alat ukur wet footprint test  pada flat foot dan Cobb Angle pada scoliosis. Hasil dari hasil pengabdian Skrinning yang sudah dilakukan mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa adanya keluhan terbanyak pada Forward Head Postur (FWP) dan paling sedikit pada keluhan flatfoot dan scoliosis. Keluhan ini sudah diatasi dengan pemberian edukasi dan exercise ringan pada saat pengukuran secara bertahap sesuai dengan dosis fisioterapi yang dilakukan.
Early Detection of ARI Disease and First Aid in Children with Fever Seizures at Posyandu Cadres at Kantil Depok, Sleman
Sri - Handayani
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia (Hayina) Vol 1, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.403 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2225
Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the problems of death in children in developing countries. ARI is an upper or lower respiratory tract disease, usually contagious, which can cause a wide spectrum of disease that ranges from asymptomatic disease or mild infection to severe and deadly disease.Objective: Yandu cadres can improve knowledge, attitudes and skills in handling ARI and febrile seizures in children, so as to optimize growth and development in children optimally.Methods: socialization and simulation of the handling of ARI and febrile seizures in children through cadres. Cadres were given material about ARI and febrile seizures, followed by interactive activities about the steps taken to overcome/handle ARI and febrile seizures in children. The cadres were divided into three groups and accompanied by one trainer.Results: the cadres stated that they understood, and seemed capable of handling febrile seizures in children.Suggestion: The existence of counseling and training to parents/mothers about ARI and handling febrile seizures in children, providing first aid kits and simple medicines for handling febrile seizures at Posyandu, also in families who have children and often experience febrile seizures under the supervision of a doctor, it is necessary the existence of socialization in physical form contains the importance of handling febrile seizures in children.
Workshop promosi kesehatan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak bagi kader
Rohmawati, Lusa;
Kuswanti, Ina;
Melina, Fitria;
Prabawati, Sulistyaningsih;
Priyantari, Wiwin
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (780.964 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2753
Persebaran kasus HIV menurut faktor resiko lebih banyak pada heteroseksual. Kader kesehatan HIV/AIDS melakukan upaya promotif dan preventif yang terkait sebagai bagian community health care as partners (CHCP). Peran transformatif dari kader kesehatan HIV/AIDS berpotensi meningkatkan layanan di masyarakat untuk mengurangi stigma ODHA sehingga tercapai tujuan eliminasi HIV. Tujuan: keberlanjutan kegiatan yang mendukung peningkatan pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) pada kader maupun masyarakat. Metode: 1) Pemberian materi dari narasumber pakar; 2) Evaluasi pemateri dan pelaksanaan. Hasil: Evaluasi pemateri secara umum sebagai berikut: penguasaan materi sangat baik; kejelasan materi baik; penggunaan bahasa baik; disiplin kehadiran baik; dan interaksi dengan peserta sangat baik. Adapun evaluasi pelaksanaan workshop yang diselenggarakan oleh tim pengabdi STIKes Yogyakarta meliputi: ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan baik; pelayanan panitia terhadap peserta sangat baik; hubungan tema kegiatan dengan materi yang disampaikan sangat baik; sarana dan prasarana kegiatan baik; dan informasi yang diberikan panitia sangat baik. Simpulan: evaluasi pemateri dan evaluasi pelaksanaan kegiatan workshop secara umum baik. Ada peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak.Â
Kepedulian masyarakat sehat sebagai bentuk bela negara pada pilkada serentak di Bantul
Khakim, Muhammad Salisul;
Dewi, Agil Dhiemitra Aulia
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.905 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2453
Artikel ini berupaya menjelaskan bahwa setiap masyarakat memiliki kewajiban melakukan bela negara di tengah pandemi Covid-19 sesuai dengan peran dan kapasistas di wilayahnya masing-masing sebelum maupun setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul. Salah satu kegiatan bela negara yang relevan pada masa ini dilakukan melalui edukasi hidup sehat. Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Bantul dapat dikatakan paling tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Padukuhan Mertosanan Desa Potorono Kecamatan Banguntapan merupakan salah satu wilayah di Bantul dengan kasus yang tinggi, sementara itu mobilitas sosial masyarakat masih tergolong cukup tinggi pula tanpa diimbangi dengan edukasi terkait pandemi Covid-19. Pengabdian ini dilakukan dengan metode koordinasi, promosi, sosialisasi, pemberdayaan sumber daya masyarakat, dan edukasi, hingga metode monitoring, evaluasi dan pelaporan terkait dengan kepedulian masyarakat sehat sebagai bentuk bela negara di tengah pandemi Covid-19. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi untuk melakukan bela negara sesuai dengan peran dan kapasistasnya masing-masing. Kegiatan gotong royong saling membantu bagi warga terdampak Covid-19 dengan iuran kampung, membagikan sembako, membagikan alat-alat kesehatan, hingga menjaga kebersihan di tempat pelayanan publik seperti Masjid.
Inovasi produk medicated hand sanitizer berbasis pemanfaatan tanaman
Endriyani, Agustin;
Estri, Belian Anugrah
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.642 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2219
Corona virus adalah virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Pencegahan penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air bersih. Penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan saat beraktivitas, dan hand sanitizer merupakan langkah yang lebih praktis dan memungkinkan digunakan di mana saja atau kapan saja. Hasil pengkajian yaitu kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan dan pembuatan hand sanitizer. Untuk menanggani masalah tersebut diadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan hand sanitizer serta dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kepatuhan pemakaian hand sanitizer. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini agar menghasilkan masyarakat yang tertib dan sadar untuk pencegahan covid-19. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan cara melakukan penyuluhan dan praktek membuat hand sanitizer. Kegiatan ini dilakukan dengan cara datang kerumah masing-masing kader. Hasil dari pengabdian masyarakat lebih memahami pentingnya penggunaan hand sanitizer serta masyarakat secara mandiri dapat membuat hand sanitizer.
Program edukatif pencegahan sprain ankle pada pemain sepak bola di PSS Development Center
Wardhani, Riska Risty;
Wulandari, Rizky
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31101/hayina.2750
Sprain ankle merupakan cidera yang paling banyak dialami oleh pemain sepak bola dan biasanya dikarenakan oleh kurangnya pemanasan, beban olahraga yang berlebih atau tidak melakukan gerakan dengan benar atau karena adanya kelemahan otot, tendon dan ligament. Upaya preventif menjadi kunci penting dalam upaya pecegahan cidera, sehingga perlu adanya program edukatif pencegahan sprain ankle pada pemain sepak bola. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan bagi pemain sepak bola tentang program edukatif pencegahan sprain ankle. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan pendampingan. Melakukan penyuluhan dan pelatihan bagi pemain sepak bola untuk meningkatkan pengetahuan pemain sepak bola tentang pencegahan sprain ankle dengan metode promotif, preventif dan edukasi latihan. Hasil yang di dapatkan dalam kegiatan ini adalah pemberian penyuluhan dan pelatihan pemain sepak bola dapat mengurangi potensi cidera sprain ankle pada pemain sepak bola.Â
Optimalisasi program perkesmas dengan kunjungan rumah terhadap tingkat kemandirian keluarga serta peningkatan pengetahuan perawat dalam penulisan askep keluarga
Milya Novera;
Meta Rikandi;
Mandria Yundelfa;
Rika Syafitri
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia (Hayina) Vol 1, No 1 (2021): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.35 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2246
Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK) is necessary to have continuous intervention and become a integrated program at the Public Health Center (Puskesmas). The aim purposes of this activities was to analyzed The desired objectives are to optimize home visits to increase the level of family independence and to optimize the competence of nurses in writing and documentation of family nursing care plan integrated with Nanda, Noc and Nic. The implementation phase includes home visits conducted 2-4 times and carrying out cross-program activities and the evaluation phase includes recompiling and analyzed data. There are 18 heads of households who are respondents. This activity showed that home visits through providing family nursing care and education in the family gave change the family independence level. In the future, it is expected that home visits will become priority of Public Health Center (Puskesmas) activities to improve community health status, In addition, the guidelines and modules are able to increase the knowledge, attitudes, skills, and activities of nurses in the implementation of community health services which increase the use of health facilities by families and as a complement to the community health services module in order to improve the performance of Nurse in Public Health center.
Promosi kesehatan tentang bahaya hipertensi dan pemeriksaan kesehatan
Goretik, Maria;
Safitri, Elisabeth Wahyu;
Nazarius, Yustina Riki;
Romina, Fransiska;
Titihalawa, Elly Marce;
Panggus, Florida Listavia;
Kurniasih, Dwi;
Kristian, Eben Haezar;
Andri, Florensius;
Ususius, Ususius;
Lautan, Lydia Moji;
Pitri, Angela Dwi
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.753 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2744
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang terbanyak yang didapatkan di Kota Pontianak. Hipertensi juga merupakan suatu gejala penyakit degeneratif kardiovaskuler yang paling banyak dialami oleh lansia dimana lansia merupakan salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi. Tidak semua lansia memahami penyakit hipertensi dan cara penanganannya. Salah satu penanganan hipertensi pada lansia secara non farmakologi adalah dengan melakukan senam latihan (exercise). Selain latihan (exercise) dapat dilakukan diet, penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup seperti diet dan modifikasi gaya hidup lainnya sebagai therapy non farmakologi dalam hipertensi efektif dalam menurunkan tekanan darah. Tahapan Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan: 1. Penyuluhan kesehatan tentang bahaya Hipertensi, 2. Melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu. Kegiatan dilakukan pada hari Minggu, 7 Agustus 2022 pada pukul 10.00 – 13.00 wib. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 39 orang peserta terdiri dari 7 orang (17,9%) dewasa dan 32 (82,9%) lansia, Dari 39 peserta yang hadir telah dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan hasilnya 1. Ada 20 (51,2%) lansia yang mengalami hipertensi 2. Ada 10 (25,6%) peserta lansia yang hasil gula darahnya tinggi.Â
Pembentukan satgas covid-19 dalam persiapan pembelajaran tatap muka di SMP Muhammadiyah 1 Gamping
Murdiyanto, Joko;
Rohmah, Astika Nur;
Puspito, Heri;
Dewi, Ratih Kusuma
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (569.273 KB)
|
DOI: 10.31101/hayina.2451
Wabah Covid-19 sudah manjadi pandemi di seluruh dunia dan berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia. Selama ini pembelajaran sekolah dilaksanakan secara daring dan rencananya akan dilaksanakan secara luring sehingga diperlukan persiapan untuk mendukung proses pembelajaran tersebut. Pengabdian masyarakat, yang merupakan salah satu perwujudan tri dharma perguruan tinggi, dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Gamping, bertujuan untuk melakukan persiapan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka di masa pandemic Covid-19. Tahapan kegiatan ini adalah observasi dan identifikasi masalah mitra, memberikan solusi kepada mitra, pembuatan media edukasi, sosialisasi dan pelatihan serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan Pengabdian masyarakat ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan terkait dan sikap dalam pelaksaanaan protokol kesehatan di SMP Muhammadiyah 1 Gamping selama pembelajaran tatap muka.