cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+6285298456666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29649196     DOI : https://doi.org/10.59585/sosisabdimas
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, tidak memiliki ruang lingkup yang spesifik, Jurnal ini merupakan jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
Pelatihan Perencanaan Kebutuhan Obat, Alat Kesehatan, SDM, Dan Anggaran Untuk Mendukung Pelayanan Farmasi Yang Optimal Rezqiqah Aulia Rahmat; Agung Nur Cahyanta
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1467

Abstract

Latar Belakang: Perencanaan kebutuhan merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan pelayanan farmasi di klinik. Perencanaan yang kurang tepat dapat menyebabkan kekosongan atau kelebihan persediaan obat dan alat kesehatan, pemborosan anggaran, serta ketidaksesuaian antara kebutuhan pelayanan dengan ketersediaan sumber daya. Selain itu, keterbatasan kemampuan tenaga kefarmasian dalam melakukan perencanaan kebutuhan secara sistematis dapat memengaruhi efisiensi dan mutu pelayanan farmasi. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan tenaga kefarmasian dalam melakukan perencanaan kebutuhan berdasarkan data pelayanan dan kebutuhan fasilitas. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga kefarmasian dalam melakukan perencanaan kebutuhan obat, alat kesehatan, sumber daya manusia (SDM), dan anggaran untuk mendukung pelayanan farmasi yang optimal di klinik. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan melalui pelatihan kepada 25 tenaga kefarmasian di klinik. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, studi kasus, demonstrasi perhitungan kebutuhan, latihan penyusunan rencana kebutuhan, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Materi mencakup identifikasi kebutuhan, analisis data penggunaan obat, perencanaan alat kesehatan, estimasi kebutuhan SDM berdasarkan beban kerja, serta penyusunan estimasi anggaran. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Rerata skor pretest sebesar 62,4 meningkat menjadi 85,6 pada posttest. Peningkatan terutama terlihat pada kemampuan menghitung kebutuhan obat berdasarkan pola konsumsi, menentukan kebutuhan alat kesehatan, mengidentifikasi kebutuhan SDM, dan menyusun estimasi anggaran. Peserta juga mampu menyusun contoh rencana kebutuhan secara lebih sistematis berdasarkan data pelayanan klinik. Kesimpulan: Pelatihan perencanaan kebutuhan obat, alat kesehatan, SDM, dan anggaran dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kefarmasian dalam menyusun perencanaan sumber daya pelayanan farmasi. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan diintegrasikan dengan evaluasi kebutuhan serta penggunaan sumber daya di klinik.
Optimalisasi Peran Laboratorium Kesehatan Sebagai Upaya Preventif Dan Promotif Di Lingkungan Masyarakat Rita Rena Pudyastuti; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1468

Abstract

Latar Belakang: Laboratorium kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung upaya preventif dan promotif melalui pemeriksaan kesehatan, deteksi dini faktor risiko penyakit, serta pemantauan kondisi kesehatan masyarakat. Rendahnya pengetahuan mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat menyebabkan faktor risiko penyakit tidak terdeteksi sejak dini. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan layanan laboratorium sebagai bagian dari upaya preventif dan promotif serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali pemeriksaan laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di lingkungan desa/komunitas dengan melibatkan 30 orang masyarakat umum. Metode kegiatan meliputi edukasi, penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi, konsultasi sederhana mengenai pemeriksaan laboratorium, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Materi meliputi fungsi laboratorium kesehatan, manfaat pemeriksaan berkala, deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, pemeriksaan gula darah, kolesterol, hemoglobin, serta pentingnya tindak lanjut hasil pemeriksaan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan layanan laboratorium. Rerata skor pengetahuan peserta meningkat dari 61,8 sebelum kegiatan menjadi 85,2 setelah kegiatan. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai manfaat pemeriksaan laboratorium secara berkala, faktor risiko penyakit tidak menular, interpretasi sederhana hasil pemeriksaan, serta pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan. Kegiatan juga meningkatkan kesadaran peserta untuk memanfaatkan layanan laboratorium tidak hanya ketika sakit tetapi sebagai bagian dari deteksi dini dan pemantauan kesehatan. Kesimpulan: Edukasi dan pendampingan mengenai pemanfaatan laboratorium kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan layanan laboratorium sebagai bagian dari upaya preventif dan promotif. Optimalisasi peran laboratorium di tingkat komunitas perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga laboratorium, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat.
Analisis Swamedikasi Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Masyarakat Terhadap Obat Diare Di Klinik Mustopa Cilame Indi Yutina; Dewi Wulantresna
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1474

Abstract

Diarrhea is a health issue frequently managed through self-medication. The success of self-medication depends on the public's knowledge, attitudes, and practices regarding the rational use of antidiarrheal drugs. This study aimed to analyze the public's knowledge, attitudes, and practices concerning antidiarrheal self-medication, as well as the relationships and influences between these variables at the Mustopa Cilame Clinic. A quantitative method with a descriptive-analytic design was employed. Sixty respondents were selected using simple random sampling. Data were collected via a questionnaire that had passed validity and reliability testing (Cronbach's Alpha = 0.810). The results indicated that the majority of respondents fell into the "moderate" category for knowledge (45%), attitude (46.7%), and practice (41.7%). Correlation analysis revealed positive and significant relationships between knowledge and attitude (r = 0.588), knowledge and practice (r = 0.551), and attitude and practice (r = 0.510) (p < 0.05), all with moderate strength. Regression analysis showed that knowledge significantly influenced attitude (R² = 0.346; p < 0.001), while attitude significantly influenced practice (R² = 0.260; p < 0.001). It is concluded that better knowledge and more positive attitudes among patients encourage more rational self-medication practices with antidiarrheal drugs in the community.
Penguatan Literasi Kesehatan Reproduksi Untuk Membentuk Perilaku Seksual Berisiko Rendah Di Kalangan Remaja Yarnita Yarnita; Rezqiqah Aulia Rahmat; Natalia Debi; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1482

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan, termasuk perilaku terkait kesehatan reproduksi. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi dapat menyebabkan remaja memperoleh informasi yang tidak tepat, kurang mampu mengenali risiko perilaku seksual, serta mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada remaja usia 15–19 tahun di lingkungan sekolah/komunitas dengan melibatkan 30 peserta. Kegiatan menggunakan metode edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, permainan edukatif, dan pendampingan. Materi meliputi konsep kesehatan reproduksi remaja, perubahan pubertas, kebersihan dan perawatan organ reproduksi, batasan diri, hubungan yang sehat, pengambilan keputusan, risiko perilaku seksual, pencegahan infeksi menular seksual, pencegahan kehamilan tidak direncanakan, serta pemanfaatan layanan kesehatan ramah remaja. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 86,3 setelah edukasi. Peningkatan terutama terlihat pada pemahaman mengenai faktor risiko perilaku seksual, kemampuan mengenali situasi berisiko, batasan diri, pencegahan infeksi menular seksual, dan akses terhadap sumber informasi serta pelayanan kesehatan yang tepat. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menganalisis kasus dan menentukan pilihan perilaku yang lebih aman dan bertanggung jawab. Penguatan literasi kesehatan reproduksi melalui edukasi interaktif, diskusi, studi kasus, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan serta kemampuan pengambilan keputusan kesehatan pada remaja. Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial remaja.
Optimalisasi Peran Kadet Medis Sebagai Pengganda Kekuatan Dalam Penanganan Kegawatdaruratan Pada Situasi Bencana Di Sumatra AJ Didy Surachman; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1496

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana cukup tinggi, termasuk di berbagai wilayah Pulau Sumatra. Situasi bencana dapat menyebabkan peningkatan jumlah korban, keterbatasan tenaga kesehatan, gangguan akses pelayanan, serta kebutuhan penanganan kegawatdaruratan yang harus dilakukan secara cepat dan terorganisasi. Namun, peran tersebut memerlukan pengetahuan, keterampilan, koordinasi, dan pemahaman batas kewenangan yang memadai. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kadet medis dalam memberikan respons awal kegawatdaruratan pada situasi bencana serta memperkuat kemampuan mereka dalam mendukung sistem penanganan korban secara aman dan terkoordinasi. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada kadet medis di lingkungan komunitas/pendidikan di wilayah Sumatra dengan melibatkan 30 peserta. Metode kegiatan meliputi edukasi interaktif, demonstrasi, simulasi kegawatdaruratan, latihan triase sederhana, latihan pertolongan pertama, simulasi evakuasi korban, komunikasi dan koordinasi bencana, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Materi diberikan dengan menekankan prinsip keselamatan penolong, pengenalan kondisi mengancam jiwa, pertolongan pertama sesuai kompetensi, triase awal, evakuasi, komunikasi, dan rujukan. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,4 sebelum pelatihan menjadi 87,1 setelah pelatihan. Evaluasi praktik menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan penilaian keselamatan lokasi, mengenali kondisi kegawatdaruratan, melakukan triase sederhana, memberikan pertolongan pertama sesuai kompetensi, serta melakukan komunikasi dan koordinasi dalam simulasi bencana. Kesimpulan: Pelatihan berbasis edukasi, demonstrasi, simulasi, dan latihan praktik dapat meningkatkan kesiapsiagaan kadet medis dalam mendukung penanganan kegawatdaruratan pada situasi bencana. Kadet medis dapat menjadi pengganda kekuatan dalam respons awal apabila memiliki kompetensi yang sesuai, memahami batas kewenangan, mengutamakan keselamatan, dan bekerja secara terkoordinasi dengan tenaga kesehatan serta unsur penanggulangan bencana.
Promosi Kesehatan Reproduksi Melalui Pendidikan Komunitas Untuk Meningkatkan Perilaku Seksual Yang Bertanggung Jawab Hartati; Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1498

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan individu yang perlu diperhatikan sejak masa remaja. Perkembangan teknologi informasi dan perubahan lingkungan sosial memberikan kemudahan bagi remaja dan pemuda dalam memperoleh informasi, tetapi tidak seluruh informasi yang diterima memiliki dasar yang benar. Keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat memengaruhi kemampuan individu dalam mengambil keputusan dan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab.. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja serta pemuda mengenai kesehatan reproduksi dan mendorong terbentuknya perilaku seksual yang bertanggung jawab. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada komunitas remaja dan pemuda dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi pendidikan kesehatan interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,2 sebelum kegiatan menjadi 86,7 setelah kegiatan. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada materi mengenai batasan diri, hubungan sehat, pengenalan risiko perilaku seksual, pencegahan infeksi menular seksual, dan kemampuan memilih sumber informasi kesehatan yang dapat dipercaya. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menganalisis permasalahan kesehatan reproduksi dan menentukan pilihan perilaku yang lebih bertanggung jawab. Kesimpulan: Pendidikan komunitas mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja serta pemuda mengenai perilaku seksual yang bertanggung jawab. Kegiatan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, komunitas, institusi pendidikan, dan tenaga kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi.
Pendampingan Perencanaan Pelayanan Farmasi Berbasis Kebutuhan Untuk Mendukung Mutu Pelayanan Kesehatan Rahmat Pannyiwi; Azmi Wijayati; Enka Nur Ishmatika; Afina Nurfauziah; Najmah Salsabila; Dwi Ardyna Octa Sari
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1518

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berhubungan langsung dengan ketersediaan, keamanan, mutu, dan penggunaan obat yang rasional. Perencanaan pelayanan farmasi yang tidak didasarkan pada kebutuhan aktual dapat menyebabkan kekurangan maupun kelebihan persediaan obat, pemborosan anggaran, peningkatan risiko obat kedaluwarsa, serta terganggunya kesinambungan pelayanan. Tujuan: Meningkatkan kemampuan tenaga kefarmasian dalam menyusun perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan sehingga dapat mendukung ketersediaan obat, efisiensi pengelolaan sumber daya, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 30 tenaga kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, diskusi, pendampingan identifikasi kebutuhan, analisis data pemakaian, penyusunan rencana kebutuhan obat dan bahan farmasi, serta evaluasi pretest dan posttest. Materi mencakup identifikasi kebutuhan pelayanan, analisis data penggunaan, perhitungan kebutuhan, pengelolaan stok, penentuan prioritas, penyusunan rencana pengadaan, pengendalian persediaan, dan monitoring evaluasi. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 62,1 pada pretest menjadi 87,4 pada posttest. Kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kebutuhan, menganalisis data pemakaian, menghitung kebutuhan, menentukan prioritas, serta menyusun rencana pelayanan farmasi juga mengalami peningkatan. Peserta menjadi lebih memahami pentingnya penggunaan data aktual sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan pelayanan kefarmasian. Kesimpulan: Pendampingan perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kefarmasian. Pendekatan ini dapat mendukung ketersediaan obat dan bahan farmasi, efisiensi penggunaan anggaran, pengendalian persediaan, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pendampingan secara berkala diperlukan agar kemampuan perencanaan dapat diterapkan secara berkelanjutan
Sekolah Peduli Sampah: Edukasi Dan Aksi Nyata Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Hairudin Rasako; Rusdin Wally; Arfan Ohorella
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1527

Abstract

Pengelolaan sampah di sekolah merupakan bagian penting dalam pembentukan perilaku peduli lingkungan sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah melalui edukasi dan aksi nyata berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 09 April 2026 di Sekolah Dasar Negeri 51 Maluku Tengah, Dusun Wainuru, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Peserta terdiri atas 77 siswa dan 7 guru. Seluruh pelaksana terlibat aktif dengan dukungan 4 mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui penyuluhan interaktif, presentasi, tanya jawab, pengenalan jenis dan dampak sampah, pemilahan sampah, serta aksi nyata pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan baik tanpa kendala. Peserta berpartisipasi aktif dan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemilahan serta pengelolaan sampah. Berdasarkan indikator pelaksanaan, seluruh tujuan kegiatan tercapai dengan ketercapaian 100%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai praktik langsung dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah. Keberlanjutan program perlu didukung melalui pembiasaan, pemantauan, dan keterlibatan guru serta warga sekolah.
Pemberdayaan Ibu Tanggap Tentang Edukasi Deteksi Dini Dan Manajemen Awal Diare Serta ISPA Pada Balita Di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag Siswanto Pabidang; Chentia Misse Issabella; Sri Daryati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1535

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pemberdayaan Ibu Tanggap tentang Edukasi Deteksi Dini dan Manajemen Awal Diare serta ISPA pada Balita di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mengenali tanda bahaya serta melakukan penanganan awal diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita. Diare dan ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia, sedangkan keterlambatan deteksi dini masih sering terjadi akibat rendahnya pengetahuan ibu, adanya miskonsepsi budaya, dan keterbatasan dalam mengenali gejala objektif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di TPMB Medhisa Tegalrandu Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan melibatkan ibu yang memiliki balita usia 1–4 tahun, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan simulasi kasus sederhana, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Materi edukasi mencakup deteksi dini tanda bahaya diare dan ISPA, cara menghitung frekuensi napas, penanganan awal di rumah, serta pentingnya segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan gejala berat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai tanda bahaya diare dan ISPA, berkurangnya kepercayaan terhadap mitos terkait penyakit pada anak, serta meningkatnya kemampuan ibu dalam melakukan penanganan awal sebelum membawa anak ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif yang efektif dalam menurunkan risiko komplikasi serta mendukung peningkatan derajat kesehatan balita di masyarakat.