cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+6285298456666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29649196     DOI : https://doi.org/10.59585/sosisabdimas
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, tidak memiliki ruang lingkup yang spesifik, Jurnal ini merupakan jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 444 Documents
Edukasi Kesehatan Kepada Masyarakat Tentang Risiko Penularan TBC Paru Di Gampong Ateuk Lueng Ie Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar: Public Health Education on the Risk of Pulmonary TB Transmission in Gampong Ateuk Lueng Ie, Ingin Jaya District, Aceh Besar Fitriana; Fahmi Ichwansyah; Irwana Wahab
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1581

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan umumnya menyerang paru-paru, Tuberkolosis juga dapat menyerang organ lainnya seperti ginjal, tulang belakang dan otak (1). Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian paling tinggi pada orang-orang dengan usia produktif, tingkat ekonomi lemah, serta pendidikan rendah. Sebagian negara masih belum dapat mengontrol TBC sepenuhnya, karena penyakit ini mudah menular melalui udara sehingga pencegahannya harus dilakukan secara teliti. Setidaknya diperlukan waktu minimal 6 bulan untuk dilakukan pengobatan secara rutin serta terus menerus (2). Penyakit TBC dapat dengan mudah menular melalui udara, sehingga diperlukan pencegahan dan penanganan yang cepat. Peningkatan kasus TBC dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu kondisi kesehatan lingkungan permukiman. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dengan menginformasikan dan mengedukasi masyarakat sebagai upaya pencegahan penularan penyakit Tuberkulosis Paru. Kegiatan yang dilakukan pengabdian ini adalah penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit Tuberkulosis Paru. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi yang dilakukan diberikan pretest sebelum dan post test sesudah. Program akan dilaksanakan di Manyarakat dan balai gampong dengan melibatkan kader posyandu, Mayarakat. Sebagai bentuk transfer teknologi dan keberlanjutan, akan dilatih dua remaja sebagai kader peer educator yang mampu mengedukasi dan mengelola pemantauan pencegahan penularan TBC secara mandiri di komunitasnyaLuaran yang ditargetkan dalam kegiatan ini meliputi: Produk edukasi: modul, leaflet, dan media visual tuberculosis, Sistem pemantauan: data skrining TBC awal dan akhir, Pembentukan: kader peer educator, Publikasi: artikel ilmiah (jurnal SINTA), Dokumen: laporan akhir program PKM. Berdasarkan hasil data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Kasus TB Paru di Aceh Besar setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan yang signifikan dari tahun 2020 terdapat 206 kasus, terjadi peningkatan kasus ditahun 2021 sebanyak 235 kasus, terjadi lagi peningkatan yang signifikan ditahun 2022 sebanyak 326 kasus, dan di tahun 2023 (periode sampai oktober) yaitu sebanyak 339 kasus [12]. Gampong Ateuk Lueng Ie Kecamatan Ingin Jaya mempunya penduduk berjumlah 640 orang
Perbandingan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Sebelum dan Sesudah Senam Aerobik di Kacapiring: Comparison of Random Blood Glucose Levels Before and After Aerobic Exercise in Kacapiring Fifi Padilah Agustina; Nursalam Sri Julianti B. Salampessy
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1602

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease whose prevalence continues to rise in Indonesia, from 10.9% (Riskesdas 2018) to 11.7% (SKI 2023). Aerobic exercise is a non-pharmacological intervention that helps control blood glucose by enhancing GLUT-4 translocation and insulin sensitivity. This study aimed to determine the difference in random blood glucose levels before and after aerobic exercise among the community in Kacapiring. This quantitative study used a pre-experimental, One Group Pretest-Posttest design, involving 26 female respondents aged 30–65 years. The 60-minute session included 7 minutes warm-up, 45 minutes core movement, and 8 minutes cool-down. Random blood glucose was measured using Point of Care Testing (POCT) with an Autocheck 3 in 1 Multifunction Monitoring System before and after exercise. The Shapiro-Wilk test confirmed normal data distribution (p>0.05), so a Paired Sample t-test was applied. Results showed mean glucose levels decreased from 122.50 to 112.15 mg/dL (p=0.024). Aerobic exercise significantly reduces random blood glucose and is recommended as a non-pharmacological intervention for glucose control.
Analisis Pengetahuan dan Kepatuhan PMIK dalam Aspek Keamanan Data Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Humana Prima: Analysis of Health Information Management Professionals' Knowledge and Compliance Regarding Electronic Medical Record Data Security at Humana Prima Hospital Shineaura Zahira Sopandi; Nadia Rizki Pratami
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1603

Abstract

Electronic medical records (EMR) require sound data security management to preserve the confidentiality, accuracy, and availability of patient information. This study describes the knowledge, compliance, efforts, and policy alignment of medical record and health information officers (PMIK) regarding EMR data security at Humana Prima Hospital, Bandung. A descriptive qualitative method was applied through observation, in-depth interviews, and document review involving 12 PMIK staff and 1 Head of the Medical Record Unit selected through total sampling. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model and validated through source triangulation. Results show that staff knowledge still varies and is influenced by training history and D3 Medical Record educational background. Staff compliance is relatively high, although a gap remains in the form of failure to log out in the Emergency Department due to high workload. Efforts to safeguard data security have covered confidentiality, integrity, and availability, but audit trail implementation has not been fully applied. The three written SPOs complement one another but do not yet fully regulate daily operational behavior or storage room monitoring. EMR data security risks are found more at the implementation level than the policy level, so strengthening training and supervision should be prioritized.
Hubungan Rutinitas Jogging Dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pelari Rekreasional Di Kiara Artha Park Bandung: The Relationship Between Jogging Routine and Random Blood Glucose Levels Among Recreational Runners at Kiara Artha Park, Bandung Khairunnisa Arifah Aulia; Restiani Alia Pratiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1624

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Salah satu upaya untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah adalah melakukan aktivitas fisik secara rutin, seperti jogging. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan rutinitas jogging dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pelari rekreasional di Kiara Artha Park Bandung. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 26 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dan hasil kadar glukosa darah sewaktu diperiksa menggunakan alat POCT. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang melakukan jogging ≥ 3 kali/minggu memiliki kadar glukosa darah sewaktu dalam kategori normal dengan rerata 122,64, sedangkan responden yang jogging < 3 kali/minggu lebih banyak memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi dengan rerata 156,75. Hasil uji Fischer’s exact Test menunjukkan nilai p = 0,0375 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rutinitas jogging dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pelari rekreasional di Kiara Artha Park Bandung
Pelatihan Manajemen Keamanan dan Kesiapsiagaan Kerumunan bagi Panitia Pelaksana Pertandingan Sepak Bola: Kemitraan dengan PSSI: Security Management and Crowd Preparedness Training for Football Match Organizing Committees: Partnership with PSSI Uden Kusumawijaya
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1629

Abstract

Keamanan pertandingan masih menjadi persoalan kronis dalam sepak bola Indonesia, ditandai oleh Tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang merenggut lebih dari seratus tiga puluh nyawa. Panitia pelaksana pertandingan di tingkat daerah pada umumnya belum memiliki pembekalan terstruktur mengenai manajemen kerumunan dan standar keselamatan stadion. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keamanan dan keterampilan penanganan kerumunan bagi panitia pelaksana pertandingan melalui kemitraan dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di Jakarta menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok terpumpun, dan simulasi lapangan yang mencakup standar keselamatan stadion FIFA, regulasi keamanan kepolisian nasional, serta teknik de-eskalasi dalam pengendalian kerumunan. Peserta kegiatan berjumlah empat puluh lima orang, terdiri atas panitia pelaksana pertandingan, steward, dan perwakilan komunitas suporter setempat. Evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prosedur keamanan secara signifikan, serta tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap pelatihan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan partisipatif berbasis kemitraan dengan PSSI dapat memperkuat tata kelola keamanan pertandingan di tingkat akar rumput dan menurunkan risiko insiden kerumunan pada kompetisi mendatang.
Peningkatan Kesiapan Tenaga Kesehatan Desa Dalam Mendukung Program Pemberantasan TBC, Pencegahan Stunting, Dan Makan Bergizi Gratis Di Desa Cipayung Megamendung Kabupaten Bogor: Enhancing the Readiness of Village Health Workers to Support TB Eradication, Stunting Prevention, and Free Nutritious Meal Programs in Cipayung Village, Megamendung, Bogor Regency Ferdic Sukma Wahyudin; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1638

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC), stunting, dan masalah pemenuhan gizi merupakan isu kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan. Tenaga kesehatan desa memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya promotif, preventif, deteksi dini, pemantauan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan berbagai program kesehatan di tingkat desa membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan dalam memahami sasaran program, melakukan identifikasi masalah, memberikan edukasi, melakukan pemantauan, serta membangun koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan desa diperlukan agar pelaksanaan program pemberantasan TBC, pencegahan stunting, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan secara optimal. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan tenaga kesehatan desa dalam mendukung program pemberantasan TBC, pencegahan stunting, dan Makan Bergizi Gratis di Desa Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 16 Juli 2026 di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Peserta kegiatan terdiri atas tenaga kesehatan desa dan kader kesehatan sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, identifikasi permasalahan, pelatihan, studi kasus, simulasi alur pemantauan, dan evaluasi pretest–posttest. Materi mencakup konsep dasar TBC dan deteksi dini, pencegahan dan pemantauan stunting, prinsip gizi seimbang, dukungan terhadap pelaksanaan MBG, komunikasi edukatif, pencatatan, pelaporan, dan koordinasi lintas sektor. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesiapan peserta dalam mendukung ketiga program. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 62,4 pada pretest menjadi 88,1 pada posttest. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai identifikasi faktor risiko TBC, pentingnya penemuan kasus secara dini dan dukungan terhadap pengobatan, pemantauan pertumbuhan anak, pencegahan stunting melalui intervensi gizi dan kesehatan, serta peran tenaga kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan MBG. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan edukasi masyarakat, mengidentifikasi masalah di tingkat desa, dan menentukan tindak lanjut berdasarkan permasalahan yang ditemukan. Kesimpulan: Peningkatan kapasitas melalui edukasi, pelatihan, diskusi, dan pendampingan dapat meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan desa dalam mendukung pemberantasan TBC, pencegahan stunting, dan program Makan Bergizi Gratis. Penguatan koordinasi, pemantauan, pencatatan, dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program di tingkat desa.
Coconut Value Co-Creation: Diversifikasi Virgin Coconut Oil menjadi Sabun Cair Herbal untuk Penguatan UMKM: Coconut Value Co-Creation: Diversifying Virgin Coconut Oil into Herbal Liquid Soap to UMKM Strengthen Dedeh Sri Sudaryanti; Andri Helmi Muanwar; Hetty Patmawati; Ana Sakinatun Nisa; Dim Zarita Suryanugraha; Cindera Syaiful Nugraha
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1522

Abstract

Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, memiliki luas wilayah sekitar 1.016 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 2.404 jiwa dan sekitar 90 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada sektor kuliner, olahan kelapa, dan produk rumah tangga. Kelapa merupakan komoditas yang melimpah di desa ini, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan bahan mentah dan produk tradisional bernilai ekonomi rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Coconut Value Co-Creation bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dan mendiversifikasinya menjadi sabun cair herbal bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026 dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas pemilik UMKM, ibu-ibu PKK, karang taruna, pegawai desa, dan tokoh masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang meliputi sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, pelatihan produksi VCO dan sabun cair herbal, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan manajemen usaha dan pemasaran, serta evaluasi dan penguatan keberlanjutan program. Materi pelatihan mencakup pengenalan bahan dan fungsinya, prosedur keselamatan kerja, tahapan pembuatan sabun cair herbal berbasis VCO melalui metode saponifikasi kalium hidroksida (KOH), pengemasan dan pelabelan produk, serta perhitungan biaya produksi sebagai dasar penetapan harga jual. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengolahan kelapa bernilai tambah, tumbuhnya keterampilan produksi sabun cair herbal, serta pemahaman awal mengenai pengemasan dan penentuan harga jual produk. Kegiatan ini diharapkan mendorong lahirnya usaha mikro baru berbasis komoditas kelapa serta memperkuat perekonomian masyarakat Desa Emplak secara berkelanjutan.  
Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Berbahan Dasar Serai oleh Mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sebagai Upaya Edukasi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kamulan: Training on Producing Lemongrass-Based Mosquito Repellent Spray by UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Community Service (KKN) Students: An Effort for Health Education and Community Empowerment in Kamulan Village Muhammad Fatkhur Rosad; Fia Akmala Dina; Mustika Dea Anggraini; Muhammad Haydar Ad-Dzikri; Nailil Maghfiroh; Nurul Baiti Rohmah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1639

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit yang dapat menimbulkan permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk demam berdarah dengue (DBD). Upaya pencegahan memerlukan keterlibatan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Kamulan dalam memanfaatkan serai (Cymbopogon citratus) sebagai bahan dasar pembuatan spray anti nyamuk sekaligus memperkenalkan potensi pemanfaatannya dalam mendukung kemandirian ekonomi rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dalam satu kali pertemuan yang meliputi penyampaian materi edukasi kesehatan, pengenalan potensi serai, demonstrasi pembuatan spray, praktik langsung oleh peserta, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami pentingnya pencegahan gigitan nyamuk dan sanitasi lingkungan serta menunjukkan penguasaan yang baik terhadap tahapan pembuatan spray, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, penyaringan, pencampuran, hingga pengemasan. Pemanfaatan serai juga memberikan peluang penghematan pengeluaran rumah tangga karena bahan baku relatif mudah diperoleh dan proses pembuatannya sederhana. Selain itu, antusiasme peserta menunjukkan adanya potensi pengembangan spray serai sebagai produk bernilai jual. Keberlanjutan program dapat diarahkan melalui standarisasi formula dan kualitas, inovasi kemasan, strategi pemasaran, serta penguatan kelembagaan melalui PKK dan BUMDes. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, pemanfaatan potensi lokal, dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kamulan.
Kampung Sadar Obat: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mewujudkan Pengelolaan Obat Rumah Tangga Yang Aman: Drug-Aware Village: Community Empowerment to Ensure Safe Household Medication Management Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat; Meillisa Carlen Mainassy
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1652

Abstract

Latar Belakang: Obat merupakan salah satu komponen penting dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Penggunaan obat yang tepat dapat memberikan manfaat optimal, sedangkan penggunaan yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko seperti kesalahan penggunaan, efek samping, interaksi obat, dan masalah akibat penyimpanan maupun pembuangan obat yang tidak tepat. Dalam lingkungan rumah tangga, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti penyimpanan obat tanpa memperhatikan kondisi yang dipersyaratkan, penggunaan obat berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketidaktepatan membaca informasi pada kemasan, serta pembuangan obat yang tidak sesuai. Pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Sadar Obat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola obat secara aman. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat rumah tangga secara tepat dan aman. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada masyarakat umum di lingkungan komunitas kampung dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi penggunaan obat yang rasional, diskusi interaktif, pelatihan pengelolaan obat rumah tangga, pendampingan, dan evaluasi pretest–posttest. Materi mencakup prinsip penggunaan obat yang tepat, membaca label dan etiket, mengenali tanggal kedaluwarsa, penyimpanan obat, penggunaan obat bebas dan bebas terbatas secara bijak, kepatuhan terhadap aturan penggunaan obat, pengenalan tanda obat rusak, serta pengelolaan dan pembuangan obat yang sudah tidak digunakan. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti kegiatan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 60,8 sebelum kegiatan menjadi 87,2 setelah kegiatan. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada kemampuan membaca label dan etiket obat, mengenali tanggal kedaluwarsa, menentukan kondisi penyimpanan, serta memahami prinsip pembuangan obat yang sudah tidak digunakan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi praktik pengelolaan obat yang tidak aman di lingkungan rumah tangga. Kesimpulan: Program Kampung Sadar Obat melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan obat rumah tangga yang aman. Keberlanjutan kegiatan diperlukan melalui pendampingan dan edukasi berkala dengan melibatkan tenaga kefarmasian, kader kesehatan, dan unsur masyarakat.
Gerakan Masyarakat Sadar Serat: Edukasi Konsumsi Buah Dan Sayur Untuk Mendukung Kesehatan Pencernaan Keluarga: Fiber-Aware Community Movement: Education on Fruit and Vegetable Consumption to Support Family Digestive Health Imelda Appulembang; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1657

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan pencernaan merupakan salah satu bagian penting dari kesehatan keluarga. Konsumsi buah dan sayur yang cukup menyediakan serat pangan, vitamin, mineral, dan berbagai komponen bioaktif yang mendukung fungsi saluran pencernaan. Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan rendah serat masih menjadi salah satu permasalahan dalam pola makan masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai jenis, jumlah, dan cara praktis meningkatkan konsumsi buah dan sayur dapat memengaruhi penerapan pola makan sehat dalam keluarga. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga mengenai pentingnya konsumsi serat melalui peningkatan konsumsi buah dan sayur untuk mendukung kesehatan pencernaan. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi gizi, penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi penyusunan menu tinggi serat, pendampingan, serta evaluasi pretest dan posttest. Peserta berjumlah 30 orang anggota keluarga. Materi meliputi pengertian serat, manfaat buah dan sayur, kebutuhan konsumsi harian, sumber serat lokal, strategi meningkatkan konsumsi buah dan sayur, kebutuhan cairan, serta pencegahan konstipasi. Hasil: Rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 59,8 sebelum edukasi menjadi 88,1 setelah edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada manfaat serat, sumber pangan berserat, jumlah konsumsi buah dan sayur, hubungan serat dengan kelancaran buang air besar, pentingnya konsumsi air, serta penerapan menu keluarga berbasis buah dan sayur. Kesimpulan: Edukasi Gerakan Masyarakat Sadar Serat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur. Pendekatan edukasi yang disertai diskusi, demonstrasi, dan pendampingan dapat menjadi strategi promotif untuk mendorong pola makan tinggi serat dan mendukung kesehatan pencernaan keluarga.