cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+6285298456666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29649196     DOI : https://doi.org/10.59585/sosisabdimas
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, tidak memiliki ruang lingkup yang spesifik, Jurnal ini merupakan jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 444 Documents
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Untuk Meningkatkan Respons Kedaruratan Masyarakat: Basic Life Support (BLS) Training to Enhance Community Emergency Response Anshar Rante; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1660

Abstract

Latar Belakang: Kejadian kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons cepat sebelum korban mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Keterlambatan memberikan pertolongan pada kondisi henti jantung dan henti napas dapat meningkatkan risiko kematian maupun kecacatan. Masyarakat sebagai orang yang sering berada paling dekat dengan korban memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat menyebabkan masyarakat ragu atau melakukan tindakan yang tidak tepat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap kondisi kegawatdaruratan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan dengan melibatkan 35 orang masyarakat. Metode kegiatan terdiri atas pretest, penyuluhan mengenai kegawatdaruratan dan BHD, demonstrasi, praktik langsung menggunakan manekin, diskusi, simulasi penanganan korban henti jantung, serta posttest dan evaluasi keterampilan. Materi meliputi pengenalan kondisi henti jantung, pemeriksaan respons korban, aktivasi sistem pertolongan, kompresi dada, ventilasi, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta tindakan setelah pertolongan diberikan. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 56,9 sebelum pelatihan menjadi 87,4 setelah pelatihan. Evaluasi keterampilan menunjukkan sebagian besar peserta mampu melakukan pemeriksaan respons, meminta bantuan, melakukan kompresi dada dengan teknik yang benar, dan mengikuti urutan tindakan BHD secara sistematis. Kesimpulan: Pelatihan BHD dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti jantung dan henti napas. Pelatihan secara berkala diperlukan untuk mempertahankan keterampilan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kejadian kegawatdaruratan.
Optimalisasi Pemenuhan Hak Anak Melalui Edukasi Asuhan Tanpa Diskriminasi Pada Keluarga Rahmat Pannyiwi; Djunaedi Djunaedi; Nurmiati Nurmiati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1661

Abstract

Latar Belakang: Anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, serta diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pemenuhan hak tersebut. Namun, perbedaan usia, jenis kelamin, kondisi fisik, kemampuan akademik, karakter, maupun kondisi sosial ekonomi anak dapat memengaruhi pola pengasuhan keluarga. Edukasi kepada orang tua diperlukan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengasuhan yang menghargai hak dan martabat setiap anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak melalui penerapan asuhan tanpa diskriminasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan dan pengasuhan, diskusi interaktif, penyampaian materi, studi kasus, serta pendampingan keluarga. Peserta berjumlah 30 orang tua atau anggota keluarga yang memiliki anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 87,5 setelah edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada aspek hak anak, prinsip non-diskriminasi, komunikasi positif, pemberian kesempatan yang setara, perlindungan dari kekerasan, serta keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan usia dan perkembangannya. Kesimpulan: Edukasi asuhan tanpa diskriminasi dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak dan mendorong penerapan pola pengasuhan yang lebih adil, positif, aman, dan menghargai martabat anak.
Edukasi Pencegahan Penyakit Kulit Melalui Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat Desa: Education on Skin Disease Prevention through Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) for Rural Communities Rahmat Pannyiwi; Rizky Rahadian Wicaksono; Muhammad Hanif
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1667

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat ditemukan di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh kebersihan diri, kebersihan lingkungan, kondisi sanitasi, kepadatan hunian, serta perilaku hidup sehari-hari. Masyarakat desa dapat menghadapi berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan kebersihan personal dan lingkungan. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan kulit. Edukasi mengenai kebersihan diri, kebersihan lingkungan, penggunaan barang pribadi, dan pengenalan tanda-tanda penyakit kulit diperlukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan secara mandiri. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa mengenai pencegahan penyakit kulit melalui penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada masyarakat desa dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi praktik kebersihan diri, edukasi kebersihan lingkungan, serta pendampingan. Materi mencakup kebersihan kulit dan tubuh, kebiasaan mencuci tangan, penggunaan pakaian dan perlengkapan pribadi, kebersihan tempat tinggal, pencegahan penularan penyakit kulit, pengenalan tanda dan gejala penyakit kulit, serta pentingnya pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Hasil: Rerata skor pengetahuan peserta meningkat dari 59,8 sebelum kegiatan menjadi 85,6 setelah kegiatan. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada aspek kebersihan personal, kebiasaan mencuci tangan, tidak berbagi barang pribadi, menjaga kebersihan lingkungan, serta kemampuan mengenali tanda-tanda penyakit kulit yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menerapkan PHBS secara konsisten di rumah dan lingkungan sekitar. Kesimpulan: Edukasi mengenai pencegahan penyakit kulit melalui PHBS dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa. Pendidikan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat praktik kebersihan personal dan lingkungan.
Widya Bhakti Puputan Margarana: Penguatan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan Calon Pemimpin BUMN melalui Internalisasi Tiga Nilai Puputan pada Program Pembentukan Pemimpin Masa Depan Anton Palaguna
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1682

Abstract

Program Pembentukan Pemimpin Masa Depan (P3MD) Batch 1 Angkatan Soedirman 2026 merupakan program kaderisasi kepemimpinan strategis yang mempersiapkan 399 pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 58 perusahaan untuk menjadi calon pemimpin pengelola aset negara. Permasalahan utama yang dihadapi mitra kegiatan adalah kebutuhan menanamkan karakter kepemimpinan yang tangguh, berintegritas, dan bertanggung jawab di tengah beratnya tantangan pengelolaan aset negara, sementara sebagian besar peserta yang merupakan generasi muda profesional belum banyak bersentuhan langsung dengan nilai-nilai historis perjuangan lokal. Kegiatan pengabdian ini menjawab kebutuhan tersebut melalui program pembentukan karakter bertajuk Widya Bhakti Puputan Margarana yang dilaksanakan di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali. Metode kegiatan memadukan pelayaran simbolis menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo, upacara penghormatan dan tabur bunga di pusara pahlawan, sesi pemaparan materi oleh Yayasan Kebaktian Proklamasi Bali dan Legiun Veteran Republik Indonesia Provinsi Bali, penyerahan bantuan kepada veteran pejuang, serta penutupan berupa Deck Reception di atas kapal perang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 399 peserta didik secara aktif menginternalisasi tiga nilai utama Puputan, yaitu semangat pantang menyerah, komitmen untuk tidak berkompromi terhadap penyimpangan, serta kesetiaan memikul tanggung jawab pada masa-masa sulit, sebagaimana diteladankan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai. Antusiasme peserta tampak melalui pekik semangat dan nyanyian bersama lagu “17 Agustus 1945” sebagai simbol komitmen. Kegiatan ini disimpulkan efektif memperkuat fondasi karakter calon pemimpin BUMN dan direkomendasikan untuk dilanjutkan pada angkatan P3MD berikutnya.