cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 211 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022)" : 211 Documents clear
Keefektifan Model Pembelajaran Blended Learning melalui E-Learning UNIPMA (eLMA) dalam Pembelajaran Membaca pada Era Digital Rengganis Siwi Amumpuni; Rudi Hartono; Dwi Rukmini; Rahayu Puji Haryanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Masa pandemic telah mempengaruhi dunia pendidikan, memaksa pergeseran dari pembelajaran langsung ke pembelajaran online. Sebagai model pembelajaran alternatif, blended learning dapat digunakan dengan eLMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas blended learning menggunakan e-LMA untuk pemahaman bacaan di era digital. Dalam penelitian ini menggunakan populasi eksperimen semu yang mencakup populasi tahun kedua Pengajaran Bahasa Inggris. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas 2A sebagai kelas eksperimen dan kelas 2B sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan uji baca dan dianalisis menggunakan SPSS Tipe 22 dan uji-t independen..Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan antara siswa yang mendapat perlakuan blended learning dengan e-LMAdan tanpa penggunaan Elma, mahasiswa dengan perlakuan mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa tanpa perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa pengajaran membaca menggunakan blended learning dengan e-LMA lebih efektif dan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan membaca siswa Kata kunci: membaca, pengajaran membaca, blended learning, LMS, eLMA. Abstract. The COVID-19 outbreak has influenced education, forcing face-to-face learning to shift to online learning. Thus, blended learning with eLMA can be used as an alternate teaching model. The aim of this study is to know the effectiveness of blended learning using eLMA on reading skill. The study implemented a quasi-experimental with population of all of the second semester of English Teaching Department, Universitas PGRI Madiun. The samples are 2A-class as the experimental class and 2B-class as the control class. The data is collected through reading test which then analyzed using SPSS 22 by independent t-test. The result showed that the students treated using blended learning with eLMA got higher results than those in traditional class. It means that teaching reading using blended learning with eLMA is more effective and has a significance effect on students’ reading skill. Key words: reading, teaching reading, blended learning, LMS, eLMA.
Kolaborasi Bimbingan Orangtua, Guru, dan Tokoh Masyarakat dalam Kesuksesan Pembelajar Dasar di Era Digital Farida; Mungin Eddy Wibowo; Edy Purwanto; Sunawan Sunawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia lahir dengan seluruh potensi yang perlu untuk dikembangkan oleh lingkungan, diawali oleh orang tuanya (lembaga informal) dan dilanjutkan oleh guru (di lembaga pendidikan) serta masyarakat (lembaga non formal). Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kolaborasi bimbingan orang tua, guru, dan masyarakat dapat berkontribusi dalam kesuksesan pembelajar dasar di era digital dan faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data dalam penelitian ini mengadaptasi pola yang digunakan oleh Miles dan Huberman, yaitu tahapan reduksi data, penyajian data, dan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Bentuk-bentuk kolaborasi dalam kesuksesan pembelajar di era digital seperti kolaborasi orang tua dapat dilakukan dengan cara membangun komunikasi yang harmonis dengan pembelajar dasar, kolaborasi guru dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas yang beragam di luar kegiatan belajar mengajar dengan menyediakan waktu berkonsultasi dan kunjungan dengan pendekatan kekeluargaan, koaborasi dengan tokoh masyarakat dapat dilakukan dengan cara aktualisasi keteladanan sosial; (2) Faktor pendukung kesuksesan pembelajar di era digital, yaitu keterlibatan orangtua dalam memberikan ruang psikologis yang nyaman bagi pembelajar dasar ketika belajar bersama keluarga, kompetensi guru yang rata-rata sarjana memungkinkan guru memiliki wawasan luas dalam proses belajar maupun memanajemen kelas, serta tokoh masyarakat terlibat secara aktif maupun pasif pada jam belajar pembelajar dasar. Sementara faktor penghambat kesuksesan pembelajar di era digital yaitu kerjasama seluruh aspek pendidikan (orangtua, guru dan tokoh masyarakat) yang kurang integral.
Literature Review: Problematika Gender dalam Bermain Anak Usia Dini Afi Zumrotul Fikria; Ali Formen; Deni Setiawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika gender kondisi yang terjadi di taman kanak-kanak membahas mengenai stereotip maskulin feminin dalam kegiatan bermain anak laki-laki dan anak perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan problematika gender bermain anak usia dini. Metode penelitian menggunakan metode literature review. Hasil penelitian jurnal dalam rentan waktu 20 tahun terakhir yaitu 2000-2022 dan didapatkan 8 artikel problematika gender stereotip maskulin feminin dalam aktifitas bermain anak laki-laki dan anak perempuan di Atlantik Tengah, Ontario, Los Angeles, Amerika Serikat dan Indonesia.
Penata Layanan Musik Gereja sebagai Bentuk Tata Kelola Pendidikan Seni dalam Masyarakat Agus Budi Handoko; Wadiyo Wadiyo; Widodo Widodo; Suharto Suharto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja sebagai bagian dari organisasi keagamaan dalam masyarakat agar bisa berjalan dengan baik tentu juga berhubungan dengan kegiatan tata kelola, yaitu usaha kegiatan untuk menata dan mengelola gereja sehingga bisa menjadi organisasi yang lebih teratur dan lebih baik, dan tujuan gereja bisa tercapai dengan lebih efektif.  Sayangnya penatalayanan di gereja belum bisa menyentuh merata ke semua bagian secara maksimal, biasanya yang menjadi perhatian tentang tata kelola organisasi secara umum, sedangkan penatalayanan di bidang musik gereja masih kurang dan belum seimbang. Penatalayanan musik gereja dilakukan sebatas jika sudah ada alat musik dan pemain dianggap sudah cukup, tanpa perlu memikirkan pengembangan dan pendidikan musik gereja. Penelitian ini berusaha mengumpulkan, mengolah dan kemudian manganisis data terkait: konsep penatalayanan musik gereja, pentingnya pelayanan musik gereja, bentuk penatalayanan musik gereja sebagai bagian dari pendidikan musik gereja. Metode penelitian  dalam  artikel  ini adalah  penelitian  studi  pustaka  dengan pendekatan  kualitatif  deskriptif. Musik liturgi sebagai bagian untuk menunjang atau melayani liturgi  senantiasa diperlukan keberadaannya, sehingga penggunaan musik dalam liturgi perlu dikelola atau ditata dengan baik untuk menunjang keberhasilan ibadah. Pendidikan seni musik gereja tidak hanya mencakup masalah keterampilan bermusik atau bernyanyi semata, tetapi juga menyangkut tentang spiritualitas dan karakter dari para musisi dan pemuji yang melayani, dengan kata lain bahwa kualitas rohani para pemuji juga menjadi sasaran utama dalam pendidikan musik yang dilaksanakan. 
Potensi Layanan Konseling di Masyarakat: Kondisi Kecemasan Masyarakat Yogyakarta Saat Vaksinasi COVID-19 Agus Supriyanto; Mungin Eddy Wibowo; Mulawarman Mulawarman; Muhammad Japar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksin sebagai program nasional untuk membangun herd immunity dan memulihkan kesehatan dari pandemi COVID19 (CV19). Vaksinasi CV19 sangat cocok untuk masyarakat, tetapi orang tua memiliki kecemasan tentang vaksinasi CV19. Kondisi kepedulian terhadap vaksinasi CV19 sudah berjalan, namun tidak semua masyarakat terutama lansia mengikuti program vaksinasi CV19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kecemasan lansia yang mengikuti vaksinasi CV19 pada tiga aspek yaitu fisik, perilaku, dan kognitif. Desain eksplanatori sekuensial dalam penelitian campuran menggabungkan data kuantitatif melalui instrumen skala kecemasan saat mengikuti vaksinasi CV19, kemudian diintegrasikan dengan data kualitatif melalui pedoman wawancara. Sampel penelitian adalah lansia, dengan jumlah 59 responden (50 responden mengisi skala dan sembilan melalui wawancara langsung). Analisis data kuantitatif dengan standar deviasi dan persentase diintegrasikan dengan data kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Temuan bahwa rata-rata komunitas lansia memiliki kategori kecemasan tinggi saat melakukan vaksinasi CV19. Kondisi kecemasan dengan kelas menengah tinggi disebabkan karena adanya informasi hoaks tentang dampak samping vaksinasi CV19 pada lansia dengan penyakit penyerta. Fakta lainnya adalah berita hoax atau hiperbola dari media sosial, siaran televisi, dan informasi lingkungan menimbulkan keraguan, kekhawatiran, dan ketakutan yang berdampak pada ketenangan pikiran atau pola pikir yang tidak damai dengan adanya vaksinasi CV19. Peran konselor yang bekerja di masyarakat adalah memberikan bimbingan dan edukasi agar lansia mengikuti vaksinasi CV19. Keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian mengubah pola pikir lansia tentang dampak yang sangat positif dari vaksinasi CV19 terhadap kesehatan.
Pengaruh Kemauan Berkomunikasi Siswa terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris pada Pembelajaran Online Ahmad Tauchid; Mursid Saleh; Rudi Hartono; Januarius Mujiyanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi telah merevolusi pendidikan selama beberapa dekade terakhir melalui materi yang tersedia untuk umum, internet, dan pengaturan pembelajaran online. Pada tahun 2019, beberapa orang menghindari sekolah atau kuliah karena virus Corona. Oleh karena itu, untuk menghindari kontak sosial, semua kewajiban tatap muka dihentikan. Hal ini berpengaruh pada pembelajaran online Indonesia. Banyak faktor yang memengaruhi pembelajaran online. Namun, sedikit penelitian telah meneliti pengaruh kemauan berkomunikasi pada penguasaan bahasa Inggris selama pembelajaran online. Penelitian ini mengkaji hubungan antara kemauan berkomunikasi siswa dengan hasil belajar bahasa Inggris di Indonesia. Untuk memvalidasi model penelitian, penyelidikan kuantitatif ini dilakukan. Survei online digunakan untuk mendapatkan data. Pesertanya adalah tiga puluh empat mahasiswa Bahasa Inggris Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemauan berkomunikasi siswa pada saat online memiliki efek yang menguntungkan pada hasil belajar bahasa Inggris. Temuan ini menunjukkan bahwa kemauan berkomunikasi mempengaruhi efektivitas pengajaran bahasa Inggris secara online.
Studi Literatur: Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Ditinjau dari Keterlibatan Ayah Aisyah Durrotun Nafisah; Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto; Siti Nuzulia
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keterlibatan ayah dalam pola asuh dapat meningkatkan kecerdasan kognitif pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dalam 8 tahun terakhir ini yaitu 2015-2022 dan didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan critical apprasial tools dari JBI. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa memiliki anak merupakan anugerah bagi orang tua, dalam hal ini tentu saja ayah. Terlibat dalam pengasuhan anak dapat dilihat sebagai bagian penting dari tanggung jawab. Anak-anak prasekolah yang masih membutuhkan panutan dan bimbingan orang tua seringkali mengandalkan bantuan ayah mereka. Seorang ayah harus terlibat dalam pengasuhan anaknya. Keterlibatan ayah memengaruhi perkembangan kognitif yang signifikan pada anak usia dini. Hasil penelitian ini membantu memberikan dukungan kepada para ayah untuk terlibat dalam pengasuhan anak-anaknya dengan cara yang sesuai dengan konteks budaya dan situasi saat ini. Citra ayah sebagai mentor dan motivator untuk anak usia dini masih dapat digali secara mendalam. Mengingat keterbatasan pada penelitian ini, maka untuk penelitian selanjutnya diperluas lagi pada sampel penelitian, termasuk lebih banyak kelompok etnis dan konteks geografis (misalnya, daerah pinggiran kota, perkotaan, atau pedesaan) dan status sosial, ayah kandung, ayah tiri atau ayah angkat perlu diklarifikasikan untuk memperdalam ilmu tentang keterlibatan ayah.
Pembelajaran Sastra Berbasis e-Learning pada Abad 21 Zuliyanti Zuliyanti; Agus Nuryatin; Teguh Supriyanto; Mukh Doyin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan potret generasi digital era abad 21 pada pembelajaran sastra berbasis e-learning. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan langkah penelitian: mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan data. Data penelitian berupa informasi proses pembelajaran sastra di sekolah dan pemanfaatan digitalisasi sebagai mediamultiinteraktif di abad 21. Instrumen & teknik pengumpulan data: lembar observasi, pedoman wawancara, dan kartu data. Analisis datanya digunakan analisis kualitatif yang meliputi identifikasi, reduksi, analisis, dan generalisasi. Hasil penelitian ini adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat ternyata belum sejalan dengan perkembangan budaya literasi digital. Kondisi literasi digital di Indonesia tergolong rendah (8%). Pembelajaran sastra diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam era globalisasi. Teknologi digital dapat meningkatkan kompetensi peserta didik dalam mengontruksi cara belajarnya secara leluasa serta mengembangkan keterampilan multimodalnya. Literasi digital dalam pembelajaran sastra dapat menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Pembelajaran sastra digital mengacu pada teori belajar konstruktivisme, yakni: (1) pengalaman pribadi, (2) pembelajaran aktif, dan (3) interaksi sosial. Pembelajaran sastra digital dapat menciptakan kesadaran dalam mengembangkan potensi diri untuk menjadi intelektual secara aktif dan mampu mengembangkan potensi dengan penelusuran kebenaran ilmiah.
Pembelajaran Flipped Classroom dalam Meningkatkan Self-Regulated Learning Siswa Zainnur Wijayanto; Sukestiyarno Sukestiyarno; Kristina Wijayanti; Emi Pujiastuti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Flipped Classroom merupakan model pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan perkembangan pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Secara garis besar, pelaksanan model pembelajaran Flipped Classroom diawali dengan pembelajaran di rumah dengan melihat video secara online dibantu dengan LKPD. Hal ini menyebabkan siswa harus memiliki kemandirian belajar yang tinggi agar penerapan model pembelajaran Flipped Classroom dapat maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni (true experimental) dengan rancangan random atau disebut juga randomized pretest – postest control group design dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Gamping dan melibatkan 68 siswa. Data diperoleh melalui pretest dan postes kemudian dianalisis dan dihasilkan suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan self-regulated learning siswa yang belajar menggunakan model Flipped Classroom lebih baik daripada siswa yang belajar menggunakan model konvensional.
Identifikasi Gaya Belajar Siswa Tunarungu Tanpa Gangguan Kecerdasan Zahid Abdush Shomad; Zaenuri Zaenuri; Adi Nur Cahyono; Bambang Eko Susilo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi siswa dalam pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kondisi intelektual, fisik, mental, maupun gaya belajar. Jenis ketunaan yang tidak dipengaruhi oleh kondisi intelektual adalah tunarungu. Siswa tunarungu dimungkinkan memiliki gaya belajar yang berbeda dengan siswa reguler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis gaya belajar siswa tunarungu tanpa gangguan kecerdasan. Gaya belajar yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah gaya belajar menurut Deporter dan Hernacki. Gaya belajar tersebut terdiri dari tiga jenis, yaitu gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 17 siswa tunarungu di SLB-B YPPALB Kota Magelang. Instrumen yang digunakan adalah angket dan pedoman wawancara. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa siswa tunarungu memiliki kecenderungan gaya belajar visual. Siswa tunarungu terbiasa dengan gerakan tangan ketika menggunakan bahasa isyarat, sehingga dalam kemampuan visualnya menjadi terlatih. Siswa tunarungu menjadi lebih mampu menerima penjelasan materi menggunakan ceramah bahasay isyarat, bahasa bibir, atau tulisan tangan baik dari guru maupun dari rekan sejawatnya. Hasil penelitian ini memberi wawasan ke guru secara khusus dan masyarakat secara umum dalam mendeskripsikan karakteristik siswa tunarungu ditinjau dari gaya belajar.

Page 1 of 22 | Total Record : 211