Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles
211 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 1 (2022)"
:
211 Documents
clear
Ketidaksantunan Berbahasa dalam Isu Rasisme pada Film “Two Distant Stangers”
Eko Suwignyo;
Dwi Rukmini;
Rudi Hartono;
Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kesantunan dan ketidaksantunan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika seseorang memberikan penilaian tidak santun maka sesungguhnya orang tersebut juga memiliki pengetahuan tentang kesantunan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidaksantunan dalam film “Two Distant Strangers”. Data penelitian ini diambil dari film tersebut dan dianalisis menggunakan taksonomi Culpeper. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dalam film ini paling sering menggunakan strategi ketidaksantunan positive impoliteness. Selain itu, mereka juga menggunakan strategi lain seperti negative impoliteness, mock politeness, dan bald on record impoliteness. Melalui hasil ini, para penyusun materi ajar, guru bahasa, dan para siswa diharapkan bisa memilah dan memilih bentuk-bentuk ujaran yang santun dan tidak santun dalam berkomunikasi.
Korelasi antara Peer Review Online dengan Gaya Belajar Siswa di Kelas Academic Writing
Emilia Ninik Aydawati;
Dwi Rukmini;
Januarius Mujiyanto;
Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Meningkatkan pembelajaran di era digital ini adalah sangat penting demi memajukan anak didik. Salah satu peningkatan pembelajaran dapat dilakukan di dalam mengajar Academic Writing. Di dalam mengajar menulis secara akademik ini, mahasiswa bila melakukan kegiatan online peer review. Kegiatan ini telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan menulis akademik siswa. Namun, materi untuk melatih mereka untuk melakukan kegiatan peer review tidak tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji korelasi kemampuan menulis akademik siswa dan gaya belajar mereka. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 50 siswa Academic Writing Class. Peserta melakukan praktik peer review sebelum mereka melakukan peer review menggunakan Google Docs. Kegiatan peer review online ini bisa dilakukan secara synchronous (serentak bersamaan) atau asynchronous (tidak bersamaan). Metode untuk pengumpulan data dengan menggunakan pre-test dan post-test berupa esai. Sedangkan data tentang gaya belajar dikumpulkan melalui angket yang telah ditulis oleh Grasha (1996). Grasha telah membagi gaya belajar menjadi enam gaya: kompetitif, kolaboratif, penghindaran, peserta, tergantung, dan mandiri.Hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam nilai menulis mereka. Siswa yang diklasifikasikan sebagai partisipatif, dependen, kolaboratif tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sedangkan untuk siswa independen synchronous peer review cocok untuk mereka karena nilai korelasi lebih tinggi, dan lebih baik bagi siswa yang kompetitif dan avoidant untuk melakukan peer review online dengan cara synchronous.
Kemampuan Calon Guru Matematika dalam Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi pada Pembelajaran Matematika Kelas IX
Enika Wulandari;
YL Sukestiyarno;
Scolastika Mariani;
Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan calon guru matematika dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi akan mendukung kualitas Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP yang berkualitas diharapkan dapat menjadi pendukung keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan calon guru dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi (IPK) dari kompetensi dasar (KD) yang akan dicapai pada pembelajaran matematika kelas IX. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 6 Program Studi Tadris Matematika IAIN Salatiga tahun akademik 2021/2022. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen RPP yang telah disusun oleh subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan dokumentasi. Data rumusan indikator pencapaian kompetensi diambil dari dokumen RPP lalu ditelaah menggunakan kriteria perumusan indikator pencapaian kompetensi. Data hasil analisis disajikan secara deskriptif mengacu pada kriteria kata kerja operasional yang digunakan dan cakupan materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek 1 mampu memilih kata kerja operasional yang sesuai dengan kompetensi dasar. Adapun dari segi cakupan materi, terdapat indikator yang belum mencakup materi, terdapat rumusan IPK yang kurang bermakna karena ketidaktepatan penggunaan istilah; Subjek 2 belum mampu memilih kata kerja operasional yang sesuai dengan kompetensi dasar. Adapun dari segi cakupan materi, IPK dari KD pengetahuan sudah mencakup materi, akan tetapi IPK pada kompetensi keterampilan belum mencantumkan materi secara spesifik. Rumusan IPK perlu ditingkatkan kebermaknaannya karena masih terdapat pencantuman 2 kata kerja dan belum ada muatan kontekstual sesuai KD.; Subjek 3 mampu memilih kata kerja operasional yang sesuai dengan kompetensi dasar. Adapun dari segi cakupan materi, subjek 3 belum secara konsisten mencantumkan cakupan secara spesifik. Rumusan IPK perlu ditingkatkan kebermaknaannya karena belum ada muatan kontekstual sesuai KD, adanya ketidaktepatan esensi rumusan IPK jika dikaitkan dengan KD, dan adanya ketidaktepatan pemilihan kata.
Profil Kesadaran Sustainability Akibat Praktik Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada Calon Guru Biologi
Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti;
Wiyanto Wiyanto;
Ani Rusilowati;
Sri Ngabekti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kesadaran keberlanjutan sangat penting dimiliki oleh semua orang dan semua umur, perlu dimunculkan dan ditingkatkan. Kesadaran keberlanjutan akan berdampak luas dan panjang bagi kesejahteraan dan keberlangsungan kehidupan manusia. Demikian pula calon guru Biologi harus memiliki kesadaran keberlanjutan, untuk itu praktik harus diupayakan melalui program yang tepat yaitu melalui pembelajaran di Sekolah dengan melakukan praktik Pembelajaran Bermuatan Keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kesadaran keberlanjutan akibat praktik Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada calon guru Biologi. Partisipan sebanyak 9 yang diperoleh dengan purposive sampling, mereka adalah mahaisiswa pendidikan Biologi semester 7 yang mengikuti program Praktik Pembelajaran di Sekolah (Magang 3). Selama di Sekolah mereka merencanakan, membuat dan melakukan Pembelajaran Bermuatan Sustainability. Selanjutnya di akhir Program, keterampilan Pembelajaran Bermuatan Sustainability diukur menggunakan rubrik, dan kesadaran sustainability diukur menggunakan tes survey. Diperoleh data bahwa keterampilan Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada level Growing dan Maturing. Skor kesadaran sustainability kedua kelompok termasuk kategori tinggi. Kelompok Growing diperoleh rata-rata sebesar 0,7 dan kelompok Maturing diperelah rata-rata sebesar 0,9. Sebagian (40%) preferensi mahasiswa calon guru Biologi merujuk pada konsepsi sustainability yang terpisah-pisah aspeknya dengan dominan pada konsepsi aspek environmental sustainability, sisanya (60%) merujuk pada konsepsi sustainability secara terpadu (environmental, economic and social). Dengan demikian dapat memberikan pemahaman bahwa kesadaran sustainability yang maksimal terlihat dari pengetahuan sustainability yang baik, selanjutnya akan terlihat pada sikap kemudian tindakan.
Persepsi Guru Tentang Etnomatematika (Perspektif Budaya dalam Matematika)
Erik Santoso;
YL Sukestiyarno;
Scolastika Mariani;
Isnarto Isnarto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru matematika terhadap etnomatematika. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru matematika di Tasikmalaya. Instrumen menggunakan angket dan wawancara mendalam dengan subjek terpilih berdasarkan lama mengajar yaitu kurang dari 2 tahun antara 2-5 tahun dan lebih dari 5 tahun. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data melalui triangulasi data, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan merupakan ciri khas suatu daerah yang dapat berupa benda sehari-hari, kegiatan atau adat istiadat. Guru matematika memandang bahwa matematika ada hubungannya dengan budaya; beberapa materi matematika seperti geometri, pengukuran banyak kaitannya dengan matematika. Aplikasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika di sekolah dapat diterapkan dengan menggunakan model atau pendekatan yang menghubungkan dunia nyata dan konteks berbasis masalah di awal pembelajaran.
Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Kewirausahaan di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus
Erika Rahayu;
Budiyono Budiyono;
Kustiono Kustiono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Data tingkat pengangguran terbuka menurut tingkat pendidikan dari Badan Pusat Statistika menunjukkan bahwa jumlah pengangguran pada lulusan SMK masih sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penanaman mental berwirausaha dan tingkat kemandirian dalam membuka lapangan pekerjaan masih kurang serta ketercapaian tujuan pendidikan kewirausahaan masih belum mencapai hasil yang maksimal. Oleh karena itu perlu dilaksanakannya evaluasi pada kurikulum yang diterapkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengevaluasi tingkat pencapaian dan kesesuaian antara program yang telah direncanakan dengan pelaksanaan dan hasil yang dicapai pada pelaksanaan kurikulum pendidikan kewirausahaan menggunakan evaluasi model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan menggunakan pendekatan Mix Method (kombinasi). Berdasarkan pada analisis hasil penelitian pada aspek konteks menunjukan visi, misi dan tujuan sekolah sudah sesuai dengan Tujuan Pendidikan Nasional, serta disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Aspek input menunujukan peserta didik, pendidik dan sarana prasarana sebagai komponen pendukung termasuk dalam kategori sangat baik. Aspek proses menunjukan dalam penyusunan dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Proses Pelaksanaan Pembelajaran sudah sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku dan berjalan dengan sangat baik. Aspek produk menunjukan ketercapaian nilai-nilai kewirausahaan dan minat berwirausaha siswa kelas XI dan XII jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut termasuk dalam kategori baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pelaksanaan kurikulum pendidikan kewirausahaan sehingga sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas dalam pembelajaran, penyediaan sarana dan prasarana, serta meningkatkan profesionalisme sumber daya pendukung.
Peran Relasi Dalam Keluarga dalam Membentuk Konsep Self pada Wanita Pelaku Self-Injury
Erna Agustina Yudiati;
Dwi Yuwono Puji Sugiharto;
Edy Purwanto;
Sunawan Sunawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) yang lebih dikenal dengan self-injury atau self-harm, merupakan tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk melukai diri sendiri. Pelaku self-injury melukai dirinya tidak untuk menciptakan rasa sakit fisik, tetapi untuk menenangkan rasa sakit emosional yang mendalam. Sebuah tinjauan literatur menunjukkan bahwa kelompok-kelompok ini pernah melakukan self-injury : sekitar 18% remaja (usia 10-17 tahun) dan 13% orang dewasa awal (usia 18-24 tahun) telah melukai diri sendiri; sekitar 20% di antaranya adalah mahasiswa. Banyak orang yang melukai diri sendiri tumbuh dalam keluarga dimana ekspresi emosi dan kemarahan tidak ditoleransi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, pengumpulan datanya dengan wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi documenter. Responden penelitian ini adalah : Ayah dan ibu pelaku self-injury, 5 pasang, dan bersedia menjadi responden. Analisis Data yang digunakan adalah Model Miles dan Huberman (1994). Hasilnya ada sembilan tema yang menggambarkan bahwa orangtua yang memberi pengaruh paling kuat dalam pembentukan konsep diri pada anak, kurang dapat menjalankan fungsi dan perannya sebagaimana mestinya. Peran keluarga, terutama orangtua sangat dibutuhkan untuk mengembangkan konsep diri anak menjadi lebih positif, agar dapat mengatasi tindakan NSSI.
Sinergi Antara Perguruan Tinggi-Pemerintah-Industri dengan Penyandang Disabilitas
Esthi Rahayu;
DYP Sugiharto;
Edy Purwanto;
Awalya Awalya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil-hasil penelitian di negara barat, diketahui bahwa penyandang disabilitas mengalami kendala dalam memeroleh pekerjaan. Hal ini disebabkan masih ada diskriminasi untuk mereka. Pemberi kerja dan masyarakat masih beranggapan bahwa mereka kurang produktif dalam bekerja. Bagaimana dengan Indoensia ?. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, yaitu menggali hasil-hasil penelitian di Indonesia yang mengangkat tentang karir dan disabilitas. Sumber diperoleh dari sinta.kemendikbud.goid. Jurnal yang dipilih adalah jurnal yang terakrditasi SINTA 1 dan 2. Melalui hasil-hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa ada faktor internal dan eksternal yang menghambat penyadang disabilitas dalam mendapatkan pekerjaan. Penyandang disabilitas berminat untuk membuka wirausaha tetapi masih mengalami kebingungan. Untuk mengatasi hambatan tersebut perlu ada bantuan dari luar yang dapat mendukung penyandang disabilitas dalam berkembang. Sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dan industi diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas dalam membuka wirasuaha.
Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Warga Negara Lintas Budaya (Intercultural Citizenship Education) pada Pembelajaran Bahasa Inggris
Fadhila Yonata;
Dwi Rukmini;
Sri Wuli Fitriati;
Suwandi Suwandi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Profil pelajar Pancasila yang menjadi target Pendidikan dalam kurikulum merdeka merupakan upaya pemerintah mempersiapkan peserta didik yang dapat bersaing secara global untuk menghadapi abad ke-21. Pengejawantahan karakteristik pelajar Pancasila tertuang dalam seluruh mata pelajaran di seluruh jenjang Pendidikan. Dalam konteks pembelajaran Bahasa inggris, prinsip yang serupa telah diperkenalkan oleh Byram (1997) dengan sebutan intercultural citizenship education (pendidikan kewarganegaraan lintas budaya) dengan pertimbangan era globalisasi dalam komunikasi dan interaksi memungkinkan peserta didik berinteraksi pada masyarakat multikultural, kondisi dimana terdapat beragam budaya, ras, dan kepercayaan bahkan kewarganegaraan. Sebagai artikel konseptual, studi ingin menganalisis bagaimana profil pelajar Pancasila sebenarnya beririsan dengan dimensi-dimensi kompetensi komunikasi lintas budaya. Dengan kata lain, integrasi intercultural citizenship education pada pembelajaran Bahasa asing secara tidak langsung telah mempromosikan siswa untuk memiliki karakter pelajar Pancasila.
Desain Smart Hydroponic sebagai Media Belajar Fisika Materi Energi Terbarukan
Faiz Mudhofir;
Edy Cahyono;
Sigit Saptono;
Sulhadi Sulhadi;
Putut Marwoto;
Retno Sri Iswari
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengetahuan siswa tentang pemanfaatan dan masa depan energi menjadi ditekankan dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran desain media belajar fisika materi energi terbarukan. Media belajar yang dirancang adalah pengembangan smart hydroponic bertenaga panel surya. Komponen utama desain smart hydroponic ini adalah panel surya, controller, accu, inverter, sensor TDS, sensor pH, pompa air, dan katup otomatis. Tanaman yang digunakan adalah sayuran jenis Selada. Komponen pendukung yang lain adalah penggunaan nutrisi A dan B sebagai sumber nutrisi tanaman. Sebelum diterapkan sebagai media pembelajaran, media smart hydroponic ini diuji nilai tepat guna dan validitasnya. Hasil uji coba desain alat memberikan hasil yang efektif dan efisien untuk diterapkan pada budidaya tanaman sayur selada.