cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+62852-9845-6666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29640849     DOI : https://doi.org/10.59585/bajik
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan (BaJIK) adalah jurnal peer-review nasional yang diterbitkan oleh Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan ini bersifat open access atau akses terbuka serta bertujuan untuk berbagi dan mempromosikan kualitas layanan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu orang atau memecahkan beberapa masalah kehidupan sehari-hari.
Articles 452 Documents
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Kepedulian Masyarakat Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue Keling Tri Enik Pujiati; Yeni Rusyani; Luluk Dermawan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1516

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi diakibatkan oleh virus dengue. Gejala DBD yaitu demam naik turun, gusi, mulut, sakit pada ulu hati terus menerus dan memar di kulit. Di Indonesia DBD salah satu masalah kesehatan masyarakat karena penderitanya tiap tahun semakin meningkat. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat kepedulian masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre eksperimen. Sampel penelitian ini berjumal 277 orang responden dengan random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan 15 kuesioner kepedulian dalam pemberantasan (PSN). Analisi data yang dilakukan didapat hasil wilcoxom signed rank test diperoleh asymp. Sig (2-tailed), sebesar 0,002(0<0,050 sehingga H0 ditolah dan H1 dierima. Hasil Penelitian: Sebelum edukasi, responden berkepedulian tinggi sebanyak 152 orang (54,87%), sedang 105 orang (37,91%), dan rendah 20 orang (7,22%). Setelah edukasi, terjadi peningkatan: kepedulian tinggi naik menjadi 237 orang (85,56%), sedang 30 orang (10,83%), dan rendah turun menjadi 10 orang (3,61%). Uji Wilcoxon menunjukkan \(p=0,001 < 0,05\), berarti terdapat pengaruh signifikan dari edukasi terhadap tingkat kepedulian. Simpulan: Terdapat pengaruh signifikan atara edukasi kesehatan dan tingkat kepedulian masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk DBD di Desa Klepu
Penerapan Siklus Plan-Do-Study-Act (PDSA) sebagai Upaya Peningkatan Kepatuhan Perawat dalam Pencegahan Risiko Jatuh Pasien di Rumah Sakit Lannasari Lannasari; Solehudin Solehudin; Inas Syabanasyah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1521

Abstract

Nurses' compliance in implementing fall risk prevention is a crucial indicator of successful patient safety implementation in hospitals. However, compliance with standard operating procedures for fall risk prevention remains a challenge, necessitating a systematic and sustainable quality improvement strategy, one of which is the Plan–Do–Study–Act (PDSA) cycle. Objective: This study aimed to analyze the effect of implementing the PDSA cycle on nurses' compliance in preventing patient fall risk in hospitals. Methods: This study employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 20 staff nurses selected using a total sampling technique. Data were collected through an observation sheet assessing nurses' compliance before and after PDSA implementation. Data were analyzed descriptively, followed by normality tests using Shapiro–Wilk, Kolmogorov–Smirnov, and Anderson–Darling, as well as a Paired Samples t-test with a significance level of 5%. Results: The mean compliance score increased from 74.3 ± 7.78 before the intervention to 90.2 ± 5.95 after PDSA implementation. The normality test results indicated that the data were normally distributed (p > 0.05). The Paired Samples t-test showed a significant difference between the pretest and posttest scores (t = -6.83; p = 0.001), with an effect size of 1.53, indicating a very large effect. Conclusion: The implementation of the PDSA cycle was proven effective in improving nurses' compliance in preventing patient fall risk. The application of PDSA is recommended as a continuous quality improvement strategy to support patient safety and enhance the quality of hospital services.
Pengaruh Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) Terhadap Kepuasan Pasien Di Puskesmas Agats Kabupaten Asmat Tahun 2026 Bita Pammai; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Khadafi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1523

Abstract

Kebijakan Integrasi Layanan Primer merupakan strategi transformasi kesehatan nasional yang mengorganisasikan pelayanan Puskesmas berdasarkan pendekatan siklus hidup, namun implementasinya di wilayah 3T seperti Kabupaten Asmat menghadapi tantangan geografis rawa dan kepulauan yang berpotensi memengaruhi kualitas layanan dan kepuasan pasien. Minimnya kajian empiris mengenai dampak ILP di Provinsi Papua Selatan menjadikan evaluasi implementasinya penting sebagai dasar advokasi kebijakan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh klaster layanan, alur pelayanan, SDM dan sumber daya, serta sistem informasi terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Agats. Desain penelitian bersifat kuantitatif dengan desain survei deskriptif-analitik pada 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling, menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square), serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil univariat menunjukkan 65 persen responden menyatakan puas terhadap pelayanan, dengan alur pelayanan (79%), sistem informasi (77%), SDM dan sumber daya (74%), dan klaster layanan (70%) dinilai baik. Analisis bivariat membuktikan keempat variabel berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien (p<0,05), sedangkan analisis multivariat menunjukkan alur pelayanan sebagai faktor paling dominan (Sig=0,000; Exp(B)=0,086), diikuti klaster layanan (Sig=0,002; Exp(B)=0,163), sedangkan SDM dan sumber daya (Sig=0,076) serta sistem informasi (Sig=0,055) tidak berpengaruh signifikan secara parsial, dengan Nagelkerke R Square 0,483. Implementasi ILP terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, sehingga penguatan alur pelayanan dan struktur klaster perlu menjadi prioritas manajemen Puskesmas di wilayah terpencil.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Fear Of Childbirth Pada Ibu Hamil Primigravida Ayu Bella Fauziah; Rezqiqah Aulia Rahmat; Cakrawati R Cakrawati R
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1524

Abstract

Latar Belakang: Fear of childbirth (FOC) atau ketakutan menghadapi persalinan merupakan kondisi psikologis yang dapat dialami ibu selama kehamilan, terutama ibu primigravida yang belum memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya. Ketakutan menghadapi persalinan dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, kecemasan, stres, dukungan suami, dan keikutsertaan dalam pendidikan kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan fear of childbirth pada ibu hamil primigravida. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 80 ibu hamil primigravida yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang persalinan, kecemasan, stres, dukungan suami, keikutsertaan kelas ibu hamil, dan fear of childbirth. Ketakutan menghadapi persalinan diukur menggunakan Wijma Delivery Expectancy/Experience Questionnaire version A (W-DEQ-A). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 responden (32,5%) mengalami fear of childbirth tinggi dan 54 responden (67,5%) mengalami fear of childbirth rendah sampai sedang. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang persalinan (p=0,008), tingkat kecemasan (p=0,001), tingkat stres (p=0,004), dukungan suami (p=0,006), dan keikutsertaan kelas ibu hamil (p=0,021) dengan fear of childbirth. Kesimpulan: Pengetahuan, kecemasan, stres, dukungan suami, dan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil berhubungan secara signifikan dengan fear of childbirth pada ibu hamil primigravida. Edukasi antenatal yang komprehensif dan dukungan psikologis diperlukan untuk membantu mengurangi ketakutan menghadapi persalinan.
Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan Menggunakan Dimensi Servqual Di Rumah Sakit Patima; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1525

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kepuasan pasien dan kinerja fasilitas pelayanan kesehatan. SERVQUAL merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai mutu pelayanan berdasarkan lima dimensi, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai mutu pelayanan kesehatan menggunakan dimensi SERVQUAL di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 80 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL terstruktur yang mencakup lima dimensi, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan persepsi pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68 responden (85,0%) menilai mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan berada dalam kategori baik, sedangkan 12 responden (15,0%) menilai dalam kategori cukup. Dimensi dengan penilaian baik tertinggi adalah assurance sebesar 88,8%, diikuti empathy sebesar 87,5%, reliability sebesar 86,3%, tangibles sebesar 83,8%, dan responsiveness sebesar 78,8%. Dimensi responsiveness memperoleh penilaian paling rendah dibandingkan dimensi SERVQUAL lainnya. Kesimpulan: Mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan berada dalam kategori baik. Namun, dimensi responsiveness masih menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian, terutama dalam hal kecepatan pelayanan, waktu tunggu, dan respons petugas terhadap kebutuhan pasien.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Jongaya Makassar Satiani Dalle; Hasiba Hasiba; Sudin Riyadi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1528

Abstract

Stres dan gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada lansia dan dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, serta sosial. Perubahan akibat proses penuaan, penyakit kronis, penurunan aktivitas, dan masalah psikososial dapat meningkatkan stres serta berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Jongaya Makassar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 80 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat stres dan kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden (27,5%) mengalami stres ringan, 38 responden (47,5%) mengalami stres sedang, dan 20 responden (25,0%) mengalami stres berat. Berdasarkan kualitas tidur, sebanyak 29 responden (36,3%) memiliki kualitas tidur baik, sedangkan 51 responden (63,7%) memiliki kualitas tidur buruk. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada lansia (p<0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan tingkat stres berkaitan dengan semakin buruknya kualitas tidur lansia. Oleh karena itu, deteksi masalah psikologis dan pengelolaan stres perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan lansia.
Efektivitas Terapi Insulin Terhadap Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di RS Sebening Kasih Pati Alifah Nurul Safitri; Ratna Ratna; Rizal Fajri; Sony Factarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1530

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila kadar gula darah tidak terkontrol. Terapi insulin menjadi salah satu upaya untuk membantu menurunkan dan mengendalikan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi insulin terhadap kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus di RS Sebening Kasih Pati. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 pasien diabetes melitus yang mendapatkan terapi insulin dan dipilih menggunakan total sampling. Kadar gula darah diukur sebelum dan dua jam sesudah pemberian insulin menggunakan glukometer sesuai SOP rumah sakit. Data dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Rata-rata kadar gula darah menurun dari 278,17 mg/dL sebelum terapi menjadi 206,03 mg/dL sesudah terapi, dengan penurunan sebesar 72,14 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan p<0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan. Simpulan: Terapi insulin berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RS Sebening Kasih Pati.
Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Stres Akademik Pada Siswa SMK Muhammadiyah Rembang Nailal Muna; Dwi Puji Susanti; Sony Factarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1531

Abstract

Latar Belakang: Stres pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat memengaruhi kesehatan mental, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik. Salah satu upaya untuk menurunkan stres adalah melalui teknik relaksasi napas dalam.Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap tingkat stres akademik pada siswa SMK. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest melibatkan 45 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Tingkat stres diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, 39 responden (86,67%) mengalami stres berat. Setelah intervensi, 40 responden (88,89%) mengalami stres ringan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara tingkat stres sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat stres akademik pada siswa SMK sehingga dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesehatan mental siswa.  
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Koping Keluarga Pasien ICU Di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Palangka Raya Fittauli Nababan; Akbar Amin Abdullah; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1532

Abstract

Latar Belakang: Keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) rentan mengalami stres dan kecemasan akibat kondisi pasien yang kritis. Perilaku caring perawat melalui komunikasi, empati, dan dukungan emosional diduga berperan dalam membantu keluarga mengembangkan mekanisme koping yang adaptif. Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 30 keluarga pasien ICU menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Assessment Caring Tool (ACT) dan Brief COPE Inventory (BCI), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki koping adaptif sebanyak 24 orang (80%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU, dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 18,600 dan p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU. Semakin baik perilaku caring perawat, semakin adaptif mekanisme koping keluarga pasien, sehingga penerapan perilaku caring perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pelayanan keperawatan yang berorientasi pada keluarga.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Desa Tugu Kabupaten Klaten Eka Septianawati; Dwi Puji Astuti; Sony Factarun
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1536

Abstract

Kualitas hidup lansia merupakan indikator penting dalam menilai kesejahteraan secara fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Desa Tugu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 79 lansia dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Medical Outcomes Study Social Support Survey (MOS-SSS) untuk dukungan keluarga dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga dan kualitas hidup pada kategori sedang masing-masing sebesar 49,4%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia (r = 0,717; p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan keluarga yang diterima lansia, maka semakin baik pula kualitas hidupnya. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Desa Tugu, sehingga keterlibatan keluarga dalam perawatan lansia perlu terus ditingkatkan.