cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
aenor_rofek@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Jalan Tembus lama no.1 kecamatan Panarukan
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
CENDEKIA PENDIDIKAN
ISSN : 29640997     EISSN : 29640997     DOI : 10.36841
Journal Cendekia memiliki focus and scope dalam Kajian dan penelitian di bidang pendidikan, kajian menejemen Sekolah, PTK (penelitian tindakan kelas), dan hasil penelitian di bidang pendidikan dan pengembangan pembelajaran di sekolah SD-SMA.`
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 225 Documents
PENERAPAN METODE TAKE AND GIVE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BOTUPINGGE Nuhibaini Mbalu; Agil Bahsoan; Yulianti Toralawe; Ardiansyah Ardiansyah; Imam Prawiranegara Gani
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8601

Abstract

This study aims to improve students' learning outcomes in Integrated Social Sciences by implementing the Take and Give method among Class VII B students at SMP Negeri 1 Botupingge. Data for this classroom action research were collected through observation, tests, interviews, and documentation involving 27 students. The findings revealed that implementing the Take and Give method effectively improved students' learning outcomes. The percentage of students achieving mastery learning increased from 41% in the pre-cycle stage to 56% in Cycle I and further increased to 89% in Cycle II. In addition, students' participation and engagement during the learning process also demonstrated significant improvement. Although three students (11%) had not yet met the minimum passing score in Cycle II, the teacher provided follow-up support through remedial instruction, including individual tutoring, review of the material, and make-up tests. After participating in the remedial program, all three students successfully met the learning standards, bringing the total number of students who met the standards to 27, or 100%. These results indicate that the Take and Give method is an effective in instructional strategy for enhancing learning outcomes in Integrated Social sciences among Class VII B students at SMP Negeri 1 Botupingge.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAJAS METAFORA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR Desi Lailatul Fajariyah; Saeful Mizan; Ulfa Rusdiana
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8452

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia materi majas metafora pada peserta didik kelas IVB UPT SD Negeri Kutorejo 1 Tuban. Peserta didik mengalami kesulitan memahami makna majas metafora karena pembelajaran masih berpusat pada guru dan kurang melibatkan keaktifan peserta didik. Penelitian ini berfokus pada penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi majas metafora. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan tes, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 65 pada pra siklus dengan ketuntasan belajar 62%, menjadi 79 pada Siklus I dengan ketuntasan 72%, dan meningkat kembali menjadi 82 pada Siklus II dengan ketuntasan mencapai 93%. Selain meningkatkan hasil belajar, penerapan PBL juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kemampuan kerja sama peserta didik selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia materi majas metafora pada peserta didik kelas IV UPT SD Negeri Kutorejo 1 Tuban.
OPTIMALISASI HASIL BELAJAR PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA DADU DATA PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Dewi Nur Ovilia; Saeful Mizan; Ulfa Rusdiana
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8457

Abstract

Hasil belajar peserta didik kelas V UPT SDN Kutorejo 1 Tuban pada materi pengumpulan dan penyajian data masih tergolong rendah sehingga menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Kegiatan pembelajaran yang didominasi oleh guru menyebabkan peserta didik belum terlibat aktif selama proses belajar berlangsung, serta mengalami kesulitan dalam memahami konsep diagram batang. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media dadu data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 peserta didik kelas V Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan observasi, pemberian tes, dan dokumentasi, sedangkan proses analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif serta kualitatif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning berbatuan media dadu data mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 40% pada pra siklus menjadi 70% pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 90% pada Siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, model Problem Based Learning dengan media dadu data juga meningkatkan aktivitas, kerja sama, dan kepercayaan diri peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL MELALUI MEDIA PACORU PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ABA ROGOJAMPI Nafisah Maurida; Nurhafit Kurniawan; Wedya Puspita
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.9153

Abstract

Pengenalan huruf vokal merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam membangun kemampuan keaksaraan awal anak di usia dini. Hasil observasi awal di TK ABA Rogojampi menunjukkan bahwa dari 21 anak berusia 4–5 tahun, sebanyak 17 anak (81%) tergolong dalam kategori Belum Berkembang (BB), sementara 4 anak lainnya (19%) berada pada kategori Mulai Berkembang (MB). Pendekatan pembelajaran yang biasa digunakan, yakni ceramah dan lembar kerja, cenderung membuat anak pasif dan cepat merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal dengan menggunakan media PACORU (Papan Coding Huruf), yaitu sebuah media inovatif yang memadukan pengenalan huruf vokal dengan konsep dasar coding unplugged. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 21 anak dari kelompok A. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta instrumen penilaian kemampuan mengenal huruf vokal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang berarti. Pada tahap pra-siklus, tingkat ketuntasan (BSH/BSB) masih 0%. Pada siklus I, ketuntasan naik menjadi 14% (3 anak mencapai BSH). Setelah dilakukan berbagai perbaikan pada siklus II, ketuntasan melonjak menjadi 72% (10 anak BSH dan 5 anak BSB), dengan penurunan tajam pada kategori BB yang tinggal 9% (2 anak). Dengan demikian, media PACORU terbukti ampuh dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal pada anak usia 4–5 tahun. Media ini layak dijadikan pilihan dalam pembelajaran literasi awal yang bersifat menyenangkan, interaktif, dan berbasis permainan.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA, KERJA SAMA, DAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN MODEL SENJA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nor Awalinda; Dessy Dwitalia Sari
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8790

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang monoton menjadi sebab rendahnya aktivitas belajar, keterampilan berbicara, kerja sama, dan berpikir kritis siswa sehingga mereka tidak menyerap pembelajaran dengan maksimal. Penelitian ini hadir untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, serta menganalisis keterampilan berbicara, kerja sama, dan berpikir kritis siswa dengan pengaplikasian model pembelajaran SENJA dan media Wordwall. Penelitian ini menyelenggarakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak empat pertemuan pada siswa kelas V SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin yang berjumlah 18 orang (8 orang laki-laki dan 10 orang perempuan) saat semester II tahun pelajaran 2026/2027. Data dikumpulkan melalui pengamatan, angket, dan tes kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan analisis kecenderungan cross. Hasil menunjukkan aktivitas guru meningkat “sangat baik” di akhir pertemuan, aktivitas siswa meningkat dari 50% menjadi 100%, keterampilan berbicara siswa meningkat dari 44% menjadi 100%, keterampilan kerja sama siswa meningkat dari 45% menjadi 100%, keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 46% menjadi 100%, serta hasil belajar siswanmeningkat dari 11% menjadi 100%. Meningkatnya seluruh aspek tersebut membuktikan penelitian ini dapat berkontribusi sebagai pengembangan ilmu pengetahuan mengenai model pembelajaran inovatif dan berteknologi bagi penelitian selanjutnya, serta secara praktis dapat menjadi pilihan model ajar bagi guru di sekolah dasar.
Civic Disposition: Peran Orang Tua dan Lingkungan Sosial dalam Menguatkan Sikap Demokratis Siswa di SMP Negeri 27 Banjarmasin Rini Hidayani; Suroto Suroto
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8579

Abstract

Masalah pokok penelitian ini berkaitan dengan belum optimalnya sikap demokratis siswa di SMP Negeri 27 Banjarmasin, yang akan dilihat dari peran orang tua dan peran lingkungan sosial. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis peran orang tua dan lingkungan sosial dalam menguatkan sikap demokratis siswa di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap pemilihan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Peran orang tua dalam menguatkan sikap demokratis siswa di SMP Negeri 27 Banjarmasin berada pada kategori baik berdasarkan indikator mendidik, mengasuh, dan membimbing dengan kategori baik pula dan (2) Peran lingkungan sosial dalam menguatkan sikap demokratis siswa di SMP Negeri 27 Banjarmasin juga menunjukkan kategori baik berdasarkan pola komunikasi, kebiasaan, dan pengajaran nilai-nilai sosial yang juga berada pada kategori baik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dan lingkungan sosial dalam menguatkan sikap demokratis belum berjalan maksimal sehingga masih ditemukan beberapa masalah yang mengarah pada lemahnya sikap demokratis pada siswa SMP Negeri 27 Banjarmasin. Saran dari penelitian ini perlu sinergi dan konsistensi penguatan sikap demokratis dari semua pihak seperti sekolah, orang tua, dan lingkungan sosial.
Peningkatan Pemahaman Sejarah Perumusan Pancasila melalui Think Pair Share Berbantuan Happy Notes Dewi Isma Diana; Saeful Mizan; Ulfa Rusdiana
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8456

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas IV SDN Kutorejo I terhadap materi sejarah perumusan Pancasila. Permasalahan terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa, kurangnya partisipasi siswa selama pembelajaran, serta proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Berdasarkan hasil pra siklus, hanya 12 dari 29 siswa atau 41% yang mencapai ketuntasan belajar dengan nilai ≥75. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media Happy Notes. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas siswa, soal evaluasi, dan penilaian produk Happy Notes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TPS berbantuan media Happy Notes mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 41% pada pra siklus menjadi 69% pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 90% pada siklus II. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, serta mampu menyusun informasi sejarah secara lebih terstruktur melalui media Happy Notes. Dengan demikian, model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media Happy Notes efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah perumusan Pancasila di kelas IV SDN Kutorejo I. Kata Kunci: Think Pair Share (TPS), Happy Notes, pemahaman siswa, sejarah perumusan Pancasila. ABSTRACT This study was motivated by the low understanding of fourth-grade students at SDN Kutorejo I regarding the history of the formulation of Pancasila. The problem was indicated by low learning outcomes, limited student participation during learning activities, and teacher-centered instruction. Based on the pre-cycle results, only 12 out of 29 students or 41% achieved the minimum mastery criterion score of 75. This study aimed to improve students’ understanding through the implementation of the Think Pair Share (TPS) learning model assisted by Happy Notes media. The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. The research instruments consisted of student activity observation sheets, evaluation tests, and Happy Notes product assessments. The results showed that the implementation of the TPS learning model assisted by Happy Notes media improved both student activities and learning outcomes. The percentage of learning mastery increased from 41% in the pre-cycle to 69% in cycle I and further increased to 90% in cycle II. In addition, students became more active in discussions, more confident in expressing opinions, and more capable of organizing historical information systematically through Happy Notes media. Therefore, the Think Pair Share (TPS) learning model assisted by Happy Notes media was effective in improving students’ understanding of the history of the formulation of Pancasila in fourth grade at SDN Kutorejo I. Keywords: Think Pair Share (TPS), Happy Notes, students’ understanding, history of the formulation of Pancasila.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET (HANDPHONE) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 BILUHU Anisa Mabunga; Raflin Hinelo; Abdulrahim Maruwae; Ardiansyah Ardiansyah; Risca Marsanti Halid
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8610

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of gadget (mobile phone) usage on students' learning outcomes in Social Studies (IPS) at SMP Negeri 1 Biluhu. This study employed a quantitative research method with an associative approach. The data used were primary data obtained through the distribution of questionnaires to students in the Social Studies subject at SMP Negeri 1 Biluhu. The sample size in this study consisted of 57 respondents. The data were analyzed using simple linear regression analysis. The results of the study indicate that there is a significant effect of gadget (mobile phone) usage on students' learning outcomes in Social Studies at SMP Negeri 1 Biluhu. The magnitude of the effect of gadget (mobile phone) usage on students' learning outcomes was 21.9%.
KARAKTERISTIK DAN PENGEMBANGAN MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI SEKOLAH BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA Rizal Faqihupiddin NST; Nurzena Nurzena
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.9132

Abstract

Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah satu bagian penting dalam Pendidikan Agama Islam yang berfungsi menanamkan pemahaman historis, nilai-nilai keteladanan, serta identitas keislaman peserta didik. Implementasi Kurikulum Merdeka memberikan paradigma baru dalam pembelajaran SKI yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan fakta sejarah, tetapi juga pengembangan karakter, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan reflektif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik materi SKI di sekolah serta pengembangannya berdasarkan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen kurikulum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik materi SKI dalam Kurikulum Merdeka bersifat kontekstual, integratif, berbasis nilai, dan berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pengembangan materi SKI dilakukan melalui penguatan aspek historis, kontekstualisasi nilai-nilai peradaban Islam, serta pemanfaatan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran SKI diharapkan mampu membentuk generasi yang memahami sejarah Islam secara komprehensif sekaligus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Sejarah Kebudayaan Islam, Kurikulum Merdeka, Pengembangan Materi, Pendidikan Islam.
STUDI KESIAPAN GURU SD DALAM MENGHADAPI HOTS Rizki Ananda; Nada Nadhiroh Ramadhani; Yollita Sabani; Riko Fahrezi
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.9135

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikembangkan dalam pembelajaran abad ke-21 untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, dan pemecahan masalah. Keberhasilan penerapan HOTS di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru sebagai pelaksana utama proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan guru sekolah dasar dalam menghadapi dan mengimplementasikan HOTS dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, artikel penelitian, dan dokumen terkait HOTS serta kompetensi guru. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kesiapan guru dalam memahami, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis HOTS. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan guru dipengaruhi oleh tingkat pemahaman terhadap konsep HOTS, kemampuan menyusun perangkat pembelajaran, penguasaan model pembelajaran inovatif, serta kemampuan mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai. Selain itu, faktor pendukung seperti pelatihan, dukungan sekolah, dan ketersediaan sarana prasarana turut menentukan keberhasilan implementasi HOTS. Namun, masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru, kurangnya pelatihan, dan minimnya fasilitas pendukung pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru agar penerapan HOTS dapat berlangsung secara efektif dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Kata Kunci: Kesiapan Guru, Sekolah Dasar, Higher Order Thinking Skills (HOTS), Pembelajaran Abad Ke-21, Kompetensi Guru.