cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
aenor_rofek@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Jalan Tembus lama no.1 kecamatan Panarukan
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
CENDEKIA PENDIDIKAN
ISSN : 29640997     EISSN : 29640997     DOI : 10.36841
Journal Cendekia memiliki focus and scope dalam Kajian dan penelitian di bidang pendidikan, kajian menejemen Sekolah, PTK (penelitian tindakan kelas), dan hasil penelitian di bidang pendidikan dan pengembangan pembelajaran di sekolah SD-SMA.`
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 225 Documents
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA UNTUK MENDUKUNG BELAJAR SISWA KELAS UV SD NEGERI 4 CEMPAGA BANGLI NI NYOMAN PUTRI RAHAYUNI; I NYOMAN SUECA; I KOMANG WISNU BUDI WIJAYA
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8419

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penggunaan media pembelajaran digital yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Fokus penelitian ini adalah implementasi media pembelajaran berbasis Canva, kendala penggunaannya, serta dampaknya terhadap pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri 4 Cempaga Bangli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Canva dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Guru menyiapkan modul ajar, presentasi Canva, dan LKPD sebagai pendukung proses belajar. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan perangkat, jaringan internet, pencahayaan kelas, serta kemampuan guru dalam mengelola media digital. Penggunaan Canva berdampak positif terhadap pembelajaran karena siswa menjadi lebih aktif, disiplin, fokus menyimak, dan tertarik membaca materi. Canva juga membantu guru menyampaikan materi secara visual, ringkas, dan mudah dipahami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Canva dapat menjadi media pembelajaran digital yang efektif untuk mendukung pembelajaran siswa sekolah dasar.
MANAJEMEN LITERASI TRADISI LISAN: PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Siwi Tri Purnani; Yoga Yolanda; Hilma Azmi Azizah; Siti Mutmainah
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8693

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji manajemen program literasi berbasis tradisi lisan dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah dan mensintesis artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir, khususnya terkait manajemen literasi, tradisi lisan, pendidikan karakter, dan pembelajaran responsif budaya. Teknik analisis dilakukan melalui pengelompokan tema, perbandingan temuan, serta sintesis konseptual terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa program literasi berbasis tradisi lisan yang dikelola secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi berkontribusi signifikan dalam memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila, terutama pada aspek bernalar kritis, berkebinekaan global, gotong royong, dan berakhlak mulia. Namun demikian, implementasi program ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kebijakan pendukung, kesiapan sumber daya manusia, serta integrasi program ke dalam kurikulum. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis konseptual antara manajemen program literasi dan pemanfaatan tradisi lisan sebagai strategi kebijakan dalam pendidikan bahasa. Rekomendasi diarahkan pada penguatan regulasi, peningkatan kompetensi guru, dan integrasi literasi tradisi lisan dalam kebijakan literasi nasional.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MENGGUNAKAN APE GERBONG ANGKA PADA ANAK KB SUNDA KELAPA DESA ALASNYIUR TAHUN 2025/2026 Wedya Puspita
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8873

Abstract

Usia dini merupakan masa peletakan dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Terutama dalam perkembangan kognitif. Salah satu perkembangan kognitif pada anak adalah mengenal angka. Kemampuan mengenal angka merupakan dasar untuk pembelajaran matemtika lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal angka menggunakan APE gerbong angka pada anak KB Sunda Kelapa Desa Alasnyiur. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & McTaggart. yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdapat perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah 10 anak KB Sunda Kelapa dengan sample 6 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan rumus persentase yang bersifat desktiptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan APE Gerbong Angka dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak KB Sunda Kelapa Desa Alasnyiur. Peningkatan kemampuan mengenal angka tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase pada pra siklus, siklus I dan siklus II. Dengan indikator kemampuan menyebutkan angka, mencocokkan angka dengan lambang bilangan, dan menghubungkan jumlah benda dengan angka. Dimana hasil persentase rata-rata kelas pada pra siklus dengan angka 47,5% yang meningkat mejadi 60% pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi menjadi 88,3% pada siklus II.
Optimalisasi WhatsApp sebagai Media Pembelajaran Aqidah Akhlaq Materi Akhlakku untuk Membentuk Karakter Moderat Peserta Didik Zainal Arifin
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.9067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi WhatsApp sebagai media pembelajaran Aqidah Akhlaq, khususnya materi "Akhlakku", dalam membentuk karakter moderat peserta didik kelas VI MI Nurul Huda Kapongan, Situbondo. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa. Strategi pembelajaran berbasis karakter yang diterapkan meliputi literasi karakter, refleksi personal, dan pembelajaran kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur WhatsApp seperti grup, voice note, video, dan polling mampu digunakan guru untuk menyampaikan nilai-nilai akhlak (pemaaf, adil, tanggung jawab, dan bijaksana) secara kontekstual, reflektif, dan menyenangkan. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman, empati emosional, dan praktik perilaku nilai-nilai tersebut. WhatsApp tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang reflektif untuk internalisasi nilai melalui interaksi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WhatsApp dapat menjadi platform strategis dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pengalaman belajar harian, khususnya dalam pendidikan dasar Islam, guna membentuk moralitas yang inklusif, bermakna, dan selaras dengan perkembangan teknologi.
KEPEMIMPINAN ADIL DI ERA MERDEKA BELAJAR: OPTIMALISASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS) AMALIYAH SUNGGAL Aisyah Fadilah; Makmur Syukri
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.9007

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan manajemen sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerapan kepemimpinan adil, strategi optimalisasi manajemen SDM, serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya di MAS Amaliyah Sunggal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan grounded theory. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi serta kriteria credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adil diwujudkan melalui pembagian tugas sesuai kompetensi, pengambilan keputusan secara partisipatif, evaluasi kinerja yang objektif, serta perlakuan yang setara terhadap seluruh warga madrasah. Optimalisasi SDM dilakukan melalui pembinaan, supervisi, pelatihan, pemberian motivasi, penghargaan, dan dukungan terhadap pengembangan profesional guru sesuai tuntutan Merdeka Belajar. Faktor pendukung meliputi objektivitas kepala madrasah, budaya kerja yang positif, komunikasi terbuka, dan komitmen seluruh warga sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi senioritas serta belum optimalnya pengembangan kompetensi tenaga kependidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan adil mampu menciptakan budaya organisasi yang profesional, kolaboratif, dan adaptif serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pengelolaan SDM di madrasah. The principal's leadership plays a strategic role in optimizing human resource management (HRM) to support the implementation of the Merdeka Belajar policy. This study aims to analyze the implementation of fair leadership, strategies for optimizing human resource management, and the supporting and inhibiting factors affecting its implementation at MAS Amaliyah Sunggal. This research employed a qualitative descriptive approach using grounded theory. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and administrative staff. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data trustworthiness was ensured through triangulation and the criteria of credibility, transferability, dependability, and confirmability. The findings reveal that fair leadership is reflected in the equitable distribution of duties based on competence, participatory decision-making, objective performance evaluation, and equal treatment of all school members. Human resource optimization is carried out through continuous coaching, supervision, professional training, motivation, rewards, and support for teachers' professional development in line with the Merdeka Belajar policy. Supporting factors include the principal's objectivity, a positive organizational culture, open communication, and the commitment of all school members, whereas the main obstacles are seniority and the limited professional development opportunities for administrative staff. This study concludes that fair leadership fosters a professional, collaborative, and adaptive organizational culture while contributing significantly to improving human resource management in Islamic senior high schools.
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMAN 1 MARABAHAN Khairina Rahmasari; Dian Agus Ruchliyadi
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8551

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah masih terjadinya perilaku bullying verbal di lingkungan sekolah yang mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa, sehingga diperlukan optimalisasi peran guru sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan sekolah yang mempengaruhi munculnya perilaku bullying, peran guru sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan melalui penyediaan sumber belajar yang relevan dan membangun komunikasi yang efektif dengan siswa, serta tantangan yang dihadapi guru dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat pada peran guru sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Marabahan: (1) keadaan lingkungan sekolah secara umum cukup kondusif, namun masih terdapat dinamika sosial seperti pengelompokan siswa, candaan berlebihan, serta pengaruh media sosial yang dapat memicu munculnya perilaku bullying verbal. (2) guru telah berperan sebagai fasilitator dalam upaya pencegahan bullying melalui penyediaan berbagai sumber belajar yang relevan, seperti video edukasi, studi kasus, poster, diskusi kelompok, serta pengintegrasian nilai-nilai anti-bullying dalam pembelajaran. Selain itu, guru juga membangun komunikasi yang efektif dengan siswa melalui pendekatan dua arah, humanis, empatik, dan active listening sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat, terbuka, dan mendukung pencegahan bullying. (3) guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu pembelajaran, pola pikir siswa yang masih menganggap bullying sebagai candaan, pengaruh media sosial, serta hambatan komunikasi seperti rasa takut siswa untuk melapor
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2024 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo Patrisia Kawulusan; Roy Hasiru; Fatmawaty Damiti; Raflin Hinelo; Abdulrahim Maruwae
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8641

Abstract

This study aims to determine the effect of the learning environment on the learning motivation of students in the Economic Education Department, Class of 2024, Faculty of Economics and Business, State University of Gorontalo. The research employed a quantitative method with a descriptive approach. The population consisted of 197 students, while the sample comprised 40 students selected using probability sampling techniques. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. Data analysis was conducted using validity testing, reliability testing, normality testing, simple linear regression analysis, t-test, and coefficient of determination analysis. The research instrument was found to be valid and reliable, and the data were normally distributed, as indicated by an Asymp. Sig. value of 0.703 (> 0.05). The results revealed that the learning environment had a positive and significant effect on students' learning motivation. This finding was evidenced by the calculated t-value of 3.244, which was greater than the t-table value of 1.688, indicating that the research hypothesis was accepted. The coefficient of determination (R²) was 0.217 or 21.7%, meaning that 21.7% of the variation in students' learning motivation could be explained by the learning environment, while the remaining 78.3% was influenced by other factors outside the scope of this study. Based on the findings, it can be concluded that the better the learning environment experienced by students, the higher their learning motivation. Therefore, efforts from students, lecturers, and faculty administrators are necessary to create a conducive learning environment in order to enhance students' learning motivation.
REORIENTASI NILAI DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH DISRUPSI MORAL GENERASI MUDA Rahmad Rafid; Mufidah Cholil; Khotimatus Sholikhah
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8884

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of moral disruption among the younger generation in the digital age and to formulate a model for the reorientation of values within the philosophy of Islamic education as a solution to the contemporary moral crisis. The development of social media and digital technology has influenced the behavior, interaction patterns, and life orientation of the younger generation, characterized by an increase in cyberbullying, Fear of Missing Out (FoMO), social media addiction, and identity crises. This study employs a qualitative library research method with a philosophical-hermeneutic approach through an examination of scientific literature, works by Islamic educational figures, and relevant empirical data. The data is analyzed philosophically and contextually based on the thoughts of Abu Hamid Al-Ghazali, Ibn Khaldun, and Muhammad Iqbal. The research findings indicate that the modern education system remains more focused on cognitive aspects and technological proficiency than on character development, spirituality, and morality. Al-Ghazali’s thought emphasizes the strengthening of ethics and spirituality; Ibn Khaldun underscores the importance of education that adapts to social change; while Muhammad Iqbal emphasizes the strengthening of self-identity through the concept of khudi. This study concludes that Islamic education needs to be reoriented in an integrative manner through spiritual strengthening, ethics-based digital literacy, and character building in order to shape a young generation that is moral, critical, and responsible in the digital age.
Artikel Efektivitas Media Flash Card Tematik Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar Ramli H.R; Perawati Bte Abustang; Syamsul Alam; Bellona Mardhatillah Sabillah
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8283

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media flash card tematik terhadap kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan di SD Inpres Bangka Bangkala, Kabupaten Gowa, pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas II yang berjumlah 28 orang, terdiri atas 15 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan membaca, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan media flash card tematik meningkatkan kemampuan membaca siswa. Nilai rata-rata pretest sebesar 58,03 meningkat menjadi 88,00 pada posttest. Hasil observasi aktivitas guru memperoleh rata-rata skor 3,5 dengan kategori sangat baik, dan aktivitas siswa memperoleh rata-rata skor 3,5 dengan kategori sangat aktif. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, dengan nilai signifikansi pretest 0,683 dan nilai signifikansi posttest 0,138 lebih besar dari 0,05. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa data homogen, dengan nilai signifikansi 0,342 lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil uji hipotesis, nilai signifikansi sebesar 0,000 > 0,05 menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flash card tematik membantu siswa sekolah dasar meningkatkan kemampuan membaca mereka. Kata kunci: Media Flash Card Tematik, Kemampuan Membaca, Siswa Sekolah Dasar
PERAN BEM ULM DALAM MENGUATKAN SIKAP INCLUSIVE CITIZENSHIP MELALUI KEGIATAN BAHASA ISYARAT DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Asmanidar Ulfah; Nurul Huda
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8536

Abstract

Komunikasi inklusif merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa Tuli, namun masih terdapat hambatan komunikasi yang berdampak pada terbatasnya interaksi sosial di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelatihan bahasa isyarat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat, mengkaji kontribusinya dalam menguatkan sikap inclusive citizenship mahasiswa, serta mengidentifikasi tantangan pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) BEM ULM berperan aktif dalam merancang dan melaksanakan pelatihan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi inklusif (2) pelatihan meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa dengan mahasiswa Tuli serta menumbuhkan empati dan kesadaran sosial dan (3) kegiatan tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap kewarganegaraan inklusif melalui penghargaan terhadap perbedaan, partisipasi aktif, dan tanggung jawab sosial. Secara singkat, pelatihan bahasa isyarat menjadi media strategis dalam memperkuat nilai inclusive citizenship, meskipun masih terdapat kendala pada pemahaman awal, sumber daya, dan keberlanjutan program. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran BEM ULM melalui pelaksanaan kegiatan pelatihan bahasa isyarat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menguatkan komunikasi inklusif di lingkungan kampus, sekaligus berperan dalam membentuk dan mengembangkan sikap kewarganegaraan inklusif mahasiswa yang ditunjukkan melalui peningkatan empati, penghargaan terhadap perbedaan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan sosial kampus.