cover
Contact Name
Baharuddin
Contact Email
bahardpore@gmail.com
Phone
+6285394596633
Journal Mail Official
pendidikan.kreatif@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/jpk/Editorial
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kreatif
ISSN : 29873231     EISSN : 29634083     DOI : 10.24252
Educational science,educational management,educational philosophy,educational psychology,historical education,political education.
Articles 95 Documents
Penguatan Peran Asosiasi Profesi Guru dalam Menegakkan Etika Profesional di Era Digital M. Tsaqif Hanan; Nur Khasanah; Wafda Sabilla; Eka Faidah Khasanah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 7 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan peran dan tanggung jawab guru, termasuk dalam aspek etika profesional di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran asosiasi profesi guru dalam menegakkan etika profesi di era digital, dengan fokus pada kedudukan asosiasi, kebijakan etika, implementasi kode etik, kolaborasi dengan masyarakat, serta sistem monitoring dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif asosiasi profesi memiliki posisi yang kuat dalam menjaga etika dan profesionalisme guru, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti kebijakan yang belum operasional, lemahnya pengawasan berbasis teknologi, serta kurang optimalnya kolaborasi dengan masyarakat. Selain itu, sistem monitoring dan evaluasi yang masih konvensional menjadi tantangan dalam merespons dinamika digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan transformasi strategis melalui penguatan literasi etika digital, pengembangan sistem pengawasan berbasis teknologi, serta peningkatan kolaborasi partisipatif agar asosiasi profesi mampu menjalankan perannya secara efektif dalam menjaga integritas dan profesionalisme guru di era digital
Karakter Pendidikan Islam Masa Klasik dan Modern Kajian History Windi Pratiwi Yusdar; Muhammad Yahdi; St. Nadirah; Mappasiara; Syakilah Fadliyah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 7 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan karakteristik pendidikan Islam masa klasik dan modern secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi dan analisis komparatif terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam klasik unggul dalam integrasi holistik keilmuan, orientasi pembentukan insan kamil, serta metode pembelajaran yang mendorong tradisi berpikir kritis melalui munadzarah dan rihlah ilmiyyah. Sementara itu, pendidikan Islam modern ditandai oleh semangat reformasi sebagai respons terhadap kolonialisme dan modernitas, dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum secara lebih sistematis dan terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua periode tersebut bersifat saling melengkapi: nilai-nilai unggul pendidikan klasik perlu menjadi referensi utama, sedangkan capaian pembaruan pendidikan modern perlu terus dikembangkan secara kontekstual. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya sintesis antara warisan intelektual klasik dan tuntutan pendidikan Islam kontemporer demi terwujudnya generasi Muslim yang beriman, cerdas, dan berdaya saing.
Konsep Ilmu dalam Pendidikan Islam Muhammad Amin Sahib; Nur Asiah; Musdalifah Sahib; Nuryamin
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 7 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas konsep ilmu dalam perspektif pendidikan Islam dengan pendekatan deskriptif, analitis, dan filosofis. Kajian difokuskan pada pengertian, hakikat, cara memperoleh, manfaat, nilai, serta klasifikasi ilmu. Dalam pandangan Islam, ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh secara sistematis melalui metode tertentu untuk mencapai kebenaran dan kemaslahatan manusia. Al-Qur’an memberikan perhatian besar terhadap pentingnya ilmu, akal, dan penggunaan potensi berpikir manusia sebagai sarana memahami alam dan menjalankan fungsi kekhalifahan di bumi. Hakikat ilmu dalam pendidikan Islam dipandang bersumber dari Allah Swt., sedangkan manusia berperan mengembangkan dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Cara memperoleh ilmu pada prinsipnya melalui dua jalur utama, yaitu akal dan indra, yang keduanya didukung oleh wahyu sebagai petunjuk ilahi. Ilmu dalam Islam tidak bersifat bebas nilai, melainkan harus berorientasi pada nilai-nilai rabbani dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, ilmu harus digunakan untuk menciptakan kemajuan, kesejahteraan, dan pembentukan moral, bukan untuk kerusakan atau kemafsadatan.Tulisan ini juga menguraikan klasifikasi ilmu menurut para pemikir Muslim seperti Al-Farabi, Ibnu Khaldun, dan Al-Ghazali, yang secara umum membagi ilmu ke dalam ilmu naqli dan aqli, serta ilmu agama dan ilmu umum. Keseluruhan klasifikasi tersebut menunjukkan bahwa semua cabang ilmu pada dasarnya saling berkaitan dalam upaya mencari kebenaran dan membangun kehidupan manusia yang beriman, berilmu, dan bermoral. Dengan demikian, ilmu dalam pendidikan Islam memiliki dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang integral dalam membentuk peradaban manusia.
Implikasi Penghargaan Guru Profesional dan Undang-Undang No 14 Tahun 2005 Nur Indah Sari B; Rosdiana; Marliati
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 7 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghargaan guru profesional merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen telah mengatur tentang penghargaan guru profesional sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan kontribusi guru dalam meningkatkan kualitas pedidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penghargaan guru profesional terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dalam konteks UUD No 14 Tahun 2005. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kepustakaan (library research). Peneliti melakukan pengumpulan data melalui sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghargaan guru profesional telah meningkatkan motivasi dan kinerja guru, meningkatkan kompetensi guru, mendukung pengembangan profesionalisme guru, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun masih terdapat beberapa tantangan dalam mengimplementasikan penghargaan ini, seperti kurangnya transparansi dalam proses seleksi, kurangnya dukungan dari pemerintah dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghargaan guru profesional. Implikasi dari penelitian ini ialah perlunya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam implementasi penghargaan guru profesional, serta peningkatan dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Kelas Tahfiẓul Qur’an dan Transformasi Diri Siswa di Sekolah Non Keagamaan Hikmatul Lailatin Najah; Auliya Ridwan
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 7 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dan gelombang modernisasi di era digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku maupun moral peserta didik, termasuk di sekolah-sekolah non keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pelaksanaan kelas tahfiẓul qur’an dapat menjadi sarana transformasi diri siswa di SMPN 1 Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru tahfidz, guru kurikulum, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas tahfiẓul qur’an tidak hanya menitikberatkan pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter dan transformasi spiritual siswa. Melalui pembiasaan ibadah, keteladanan guru, serta penerapan hidden curriculum, siswa menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan, seperti meningkatnya kedisiplinan, keikhlasan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Program ini menjadi bentuk nyata integrasi nilai-nilai Islam di sekolah umum, sekaligus bukti bahwa pendidikan Qur’ani mampu memperkuat karakter keislaman di tengah tantangan moral era digital. dengan demikian kelas tahfiẓul qur’an di sekolah non keagamaan berperan penting sebagai model pendidikan Islam holistik yang menumbuhkan generasi berakhlak, beriman, dan moderat tanpa meninggalkan kemajuan teknologi.

Page 10 of 10 | Total Record : 95