cover
Contact Name
Ali Rakhman Hakim
Contact Email
alirakhmanhakim@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
cendekiamengabdi@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading RT.01 RW.01, Kota Banjarbaru, 70714, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Majalah Cendekia Mengabdi
ISSN : -     EISSN : 2987419X     DOI : -
Majalah Cendekia Mengabdi menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pembuatan Produk Nutraseutikal Herbal Labu Kuning Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Stunting Di Kelurahan Sungai Lulut Noval, Noval; Malahayati, Siti; Dwi Salmarini, Desilestia; Mayna, Mayna; Wulan Ramadhan, Puteri; Auliyani, Nurul; Fitriah, Sita; Yuniarti, Ainun
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.257

Abstract

Pendahuluan: Stunting, masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, tetap menjadi perhatian serius di Indonesia. Meskipun terjadi penurunan, prevalensi stunting masih tinggi, mencapai 30,8% pada tahun 2018. Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin, masih tinggi, yakni 24,6% dan 22,4%. Salah satu kelurahan yang menghadapi tantangan serius dalam menangani stunting adalah Sungai Lulut di Kota Banjarmasin. Solusi dalam masalah ini, pendekatan inovatif digunakan dalam bentuk edukasi dan pelatihan pembuatan produk nutraseutikal herbal, yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi balita.Tujuan: Tujuan dan fokus kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai pembuatan produk nutraseutikal herbal untuk pencegahan dan pengendalian stunting, serta memberikan pelatihan kepada kader mengenai pembuatan produk nutraseutikal herbal biskuit dan permen gummy dari labu kuning.Metode: Tahapan metode kegiatan yang dilakukan yaitu survey lapangan dan koordinasi langsung. Diawali dengan persiapan dan koordinasi kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan meliputi pendidikan kepada kader, pelatihan pembuatan produk nutraseutikal herbal kepada kader, edukasi dan pelayanan kepada masyarakat oleh kader, serta evaluasi kegiatan.Hasil:  Pada kegiatan edukasi produk nutraseutikal herbal kepada kader didapatkan hasil rata-rata peningkatan nilai sebesar 6,67. Kemudian dilanjutkan mengenai pembuatan produk nutraseutikal herbal berupa biskuit dan permen gummy dari labu kuning didapatkan hasil rata-rata peningkatan nilai sebesar 10,39. Kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar sehingga terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan baik kader maupun masyarakat, performa kader dalam melakukan edukasi kepada masyarakat termasuk dalam kategori sangat baik, terjadi peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan posyandu sehingga juga menimbulkan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam mengikuti posyandu.Simpulan: Program ini dapat meningkatkan pengetahuan kader terkait produk nutraseutikal herbal. Meningkatkan keterampilan kader dalam memasak sesuai asupan gizi yang seimbang serta pembuatan produk nutraseutikal herbal biskuit dan permen gummy dari labu kuning untuk pencegahan dan pengendalian stunting. Sehingga kebermafaatannya semakin dirasakan baik kader khususnya di posyandu BS 1, BS 6 dan BS 7.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Kelor Sarifudin, Barbara Azalya; Rame, Magi Melia Tanggu
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.260

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang terjadi pada anak serta dapat memberikan dampak buruk kepada kualitas hidup dalam usaha mencapai tumbuh kembang yang optimal.Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi panganan lokal yang bernilai gizi tinggi. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi daun kelor.Tujuan: Karena itu dilakukanlah kegiatan sosialisasi ini untuk membantu masyarakat di RT 006, 008, 011, 012 dan 013 Kelurahan Naikoten II Kota Kupang untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi terkait pencegahan dan cara mengatasi stunting, meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat dan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis kelor kepada anak-anak.Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, pembagian leaflet dan pemberian PMT kelor kepada anak-anak.Hasil: Kegiatan berjalan lancar, berhasil dan mendapatkan responantusiasme yang tinggi dari masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Terukur dari empat komponen, yaitu target jumlah peserta, tujuan sosialisasi, target sosialisasi dan kemampuan penguasaan materi peserta.Simpulan: Hasilnya masyarakat mengetahui pentingnya pencegahan dan cara mengatasi stunting serta mengetahui cara meningkatan kualitas pemberian gizi pada anak dengan PMT
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Yang Benar Dan Bahaya Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di Kelurahan Sikumana Purnasari, Cahyani; Oktavia, Nur; Putri, Aeni
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.261

Abstract

Pendahuluan: Tingkat penyebaran infeksi yang tinggi mengakibatkan penggunaan antibiotik menjadi semakin meningkat. Peningkatan penggunaan antibiotik ini berisiko mengakibatkan terjadinya resistansi antibiotik. Kondisi ini diperparah dengan maraknya penggunaan antibiotik secara swamedikasi oleh masyarakat. Penggunaan antibiotik secara swamedikasi ini perlu ditekan agar tidak meningkatkan prevalensi bakteri resistan antibiotik.Tujuan: Kegiatan edukasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar sehingga dapat mengurangi penggunaan antibiotik tidak tepat.Metode: Edukasi dilakukan secara konseling dengan media leaflet. Pemantauan peningkatan pengetahuan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre dan post konseling.Hasil:  Dari 39 partisipan, jumlah partisipan kategori tingkat pengetahuan baik meningkat dari 11 orang (28,21%) menjadi 26 orang (66,67%) dengan  nilai signifikansi 0,003 (p<0,05) yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan setelah partisipan diberikan edukasi.Simpulan: Kegiatan ”Sosialisasi penggunaan antibiotik yang benar dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep” ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Sikumana yang menjadi partisipan.
Sosialisasi Edukasi Penggunaan Kosmetik Yang Benar Dan Cara Pengecekan Kosmetik Dan Bahan Makanan Yang Aman Di Desa Penfui Timur Mbulang, Yohana Krisostoma Anduk; More, Evasiana
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.262

Abstract

Pendahuluan: Kosmetik merupakan bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh  manusia seperti epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar, serta gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, memberi aroma dan memperbaiki bau badan, merubah penampilan, serta melindungi dan menjaga tubuh agar tetap dalam kondisi baik.Tujuan: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepada masyarakat terkait cara memilih kosmetik yang aman dan pengecekkan kosmetik serta bahan makanan yang aman di situs resmi BPOMMetode: Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi tanya jawab. Peserta diberi edukasi tentang dengan cara memilih kosmetik yang aman dan cara mengecek kosmetik serta bahan makanan yang aman di situs resmi BPOM menggunakan media leaflet.Hasil: Hasil pelaksanaan kegiatan PKM secara garis besar dapat dilihat berdasarkan keberhasilan target jumlah peserta sosialisasi dapat dikatakan sangat baik. Masyarakat yang diundang hampir seluruhnya datang sekitar 95%. Ketercapaian tujuan sosialisasi kesehatan dikatakan baik (95%). Ada peningkatan pengetahuan dari masyarakat tentang penggunaan kosmetik yang benar dan cara pengecekan kosmetik dan bahan makanan yang aman di daerah Matani, desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Sehingga Masyarakat sudah paham dan mengetahui bagaimana cara penggunaan kosmetik yang benar dan cara praktis untuk memeriksa produk kosmetik yang beredar di Pasaran. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan dapat dikatakan baik (95%).Simpulan: Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat telah mengetahui pentingnya  penggunaan kosmetik yang benar dan aman. Masyarakat  mengetahui cara  praktis  memeriksa produk kosmetik dan memilih makanan yanga aman yang beredar di Pasaran. 
Edukasi Pemanfaatan Ektrak Daun Kelor Sebagai Pewarna Makanan Di Jemaat GKII Filadelfia Alak More, Evanisia; Mbulang, Yohana K. A.
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.264

Abstract

Pendahuluan: Daun kelor merupakan tanaman yang hampir tumbuh disetiap pekarangan warga kota kupang. Daun kelor mengandung zat gizi yang tinggi seperti vitamin A dan C khususnya betakaroen. Namun pemanfaatannya sebagai bahan pangan masih sangat rendah. Agar gizi yang terkandung di dalam daun kelor dapat dimanfaatkan dalam tubuh, sehingga perlu diolah menjadi makanan yang digemari dimasyarakat seperti pembuatan puding bolu dan puding dari daun kelor.Tujuan: Tujuan dari tim pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan Jemaat GKII Filadelfia Alak tentang daun kelor.Metode: Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang zat gizi yang terdapat dalam daun kelor dan pengolahannya selain menjadi sayuran.Hasil: Jemaat GKKI Filadelfia Alak mendapatkan pengetahuan tentang manfaat daun kelor selain sebagai sayur.Kesimpulan: Berdasarkan kegiatan ini, sebagai aksi selanjutnya diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik daun kelor yang berada di sekitar rumah.
Sosialisasi Dan Pendampingan Sertifikasi Produk Halal Bagi Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Kecamatan Landasan Ulin Akbar, Depy Oktapian; Muthia, Rahmi; Putri, Aristha Novyra; Dewi, Citra Kharisma; Amalia, Elfa Annisa; Ananda, Lutfhia Rizky; Alfina, Sophia
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.267

Abstract

Pendahuluan: Produk halal mencakup berbagai barang dan jasa yang dapat digunakan atau dikonsumsi oleh masyarakat yang mematuhi syariat Islam. Diharapkan setiap produk yang beredar di Indonesia bersertifikasi halal, tidak terkecuali dengan UMKM. Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki sebagai salah satu pelaku UMKM di wilayah Landasan Ulin Utara, Liang Anggang memiliki beberapa produk yang dipasarkan berbahan baku umbi Bawang Dayak dan bunga Telang.Tujuan: membantu KWT Sri Rejeki agar memahami proses pengajuan sertifikasi halal.Metode: Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilakukan pada 13 September 2023. Terdapat tiga tahapan yaitu tahap persiapan melakukan komunikasi kepada calon peserta serta calon pemateri terkait kegiatan sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal. Tahap pelaksanaan berupa sosialisasi dan pembelajaran langsung kepada KWT Sri Rejeki dan pendampingan langsung oleh KUA Landasan Ulin. Dan tahap evaluasi terkait pemahaman KWT Sri Rejeki tentang penyampaian materi sertifikasi halal.Hasil:  terdapat beberapa aspek yang harus dipersiapkan untuk proses pengajuan sertifikasi halal yaitu produk tidak berisiko atau menggunakan bahan yang sudah dipastikan kehalalannya, proses produksi yang dipastikan kehalalannya dan sederhana dan pelaku usaha memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).Simpulan: KWT Sri Rejeki memahami cara pengurusan sertifikasi halal untuk produk yang mereka miliki.
Pemberdayaan Remaja Melalui Penerapan Digitalisasi Pemantauan Jentik (DIMANTIK) Prastya, Septyan Eka; Hidayah, Nurul; Hidayat, Ahmad; Mahmudah, Mahmudah; Fawwaz, Nur Aisya; Ekawati, Norliana; Hidayaturrahman, Muhammad; Izhariaqi, Mahwa; Putria, Evita Panca
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 3 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i3.268

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan hasil survey lapangan dan wawancara serta diskusi dengan mitra yaitu kader remaja di Desa Sei Baru diketahui bahwa metode pemantauan jentik masih manual dan belum ada pemberdayaan remaja sebagai juru pemantau jentik, selain itu kegiatan posyandu remaja juga belum berjalan dengan baik.Tujuan: Memberdayakan kader remaja melalui penerapan digitalisasi pemantauan jentik menggunakan aplikasi berbasis web yaitu Smart Larvae Risk Predictor.Metode: Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode praktik, observasi, dan pendidikan kesehatan.Hasil:  Hasil kegiatan didapat untuk sesi sosialisasi dan praktik penggunaan aplikasi Smart Larvae Risk Predictor semua remaja (100%) telah dapat mengimplementasikan dengan baik. Edukasi tentang peran pemantau jentik remaja diperoleh hasil evaluasi rata-rata nilai pre-test 65,3 dan nilai post-test 93,3 (rata-rata kenaikan sebesar 23,3%), sedangkan hasil pendidikan kesehatan tentang demam dengue nilai rata-rata pretest 64,0 dan nilai post-test 82,0 (rata-rata kenaikan sebesar 3,95%).Simpulan: Program edukasi kesehatan melalui kegiatan penerapan digitalisasi pemantauan jentik terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader remaja sebagai juru pemantau jentik.
Peningkatan Pengetahuan Bagi Kader Kesehatan Tentang Penyakit Gout Maulani, Eka Febrianti; Maharani, Tri Anita; Gumarus, Ellora Griselda; Hakim, Ali Rakhman; Hidayat, Ahmad; Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.273

Abstract

Pendahuluan: Gout adalah penyakit peradangan pada persendian akibat penimbunan kristal monosdium urat di dalam tubuh sehingga menyebabkan nyeri sendi. Kadar asam urat yang tinggi di dalam darah melebihi batas normal menyebabkan penumpukan asam urat di dalam persendian dan organ tubuh lainnya. Penumpukan asam urat ini yang membuat sendi sakit, nyeri, dan meradang. Kesalahan yang sering terjadi oleh masyarakat ketika menderita penyakit Gout adalah saat serangan terjadi obat yang di konsumsi adalah obat Gout, seharusnya ketika serangan terjadi terlebih dahulu mengonsumsi obat nyeri untuk mengatasi gejala yang ada. Sehingga kejadian ini merupakan salah satu hal yang perlu di edukasi kepada kader kesehatan selaku orang yang akan mengedukasi dan memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat di desanya.Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Tengah tentang penyakit Gout.Metode: Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi. Evaluasi untuk menilai pengetahuan kader melalui kuesioner pretest dan post-test. Materi diberikan melalui media PPT dan leaflet yang berisi tentang penyakit Gout.Hasil:  Hasil yang didapatkan dari perhitungan kuesioner pretest menunjukkan kader kesehatan kurang memahami terkait penyakit Gout. Pengetahuan kader kesehatan meningkat setelah diberikan edukasi mengenai penyakit Gout yang dilihat dari hasil post-test, sehingga seluruh kader kesehatan mengalami peningkatan pengetahuan.Simpulan: Dari kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengedukasi yang dilakukan di Desa Sungai Rangas Tengah, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan kader kesehatan mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi, hal ini dapat dilihat dari perbandingan hasil pretest dan post-test.
Pendidikan Bagi Kader Posyandu Tentang Obat Yang Aman Untuk Ibu Hamil Hidayah, Nurul; Habibah, Nor; Sadlia, Fitri; Hakim, Ali Rakhman; Hidayat, Ahmad; Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.275

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan obat pada wanita hamil penting untuk sangat diperhatikan karena faktor keamanan baik bagi kesehatan ibu maupun janin yang dikandungnya, dan dapat memberi efek pada janin. Kebanyakan ibu hamil menggunakan obat dan suplemen pada periode organogenesis sedang berlangsung sehingga resiko terjadi cacat janin lebih besar. Mengingat beberapa jenis obat dapat melintasi plasenta, oleh karena itu penggunaan obat pada masa kehamilan perlu hati-hati. Pada trimester pertama, obat dapat menyebabkan cacat lahir (teratogenesis), dan resiko terbesar adalah masa kehamilan 3-8 minggu. Obat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan secara fungsional pada janin atau dapat meracuni plasenta selama trimester kedua dan ketiga masa kehamilan. Kondisi kehamilan dan menyusui adalah kondisi khusus yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi obat karena tidak semua obat yang beredar aman untuk digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.Tujuan: Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan tingkat pengetahuan kader Posyandu tentang obat yang aman bagi ibu hamil.Metode: Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan diskusi. Media informasi yang digunakan yaitu leaflet. Kader Posyandu Desa Sungai Rangas Tengah yang terlibat sebanyak 7 orang.Hasil: Hasil dari kegiatan ini menunjukkan pengetahuan semua kader Posyandu mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi mengenai obat yang aman untuk ibu hamil oleh tim pengabdian masyarakat.Simpulan: Peningkatan pengetahuan kader Posyandu menunjukkan keberhasilan edukasi tentang obat yang aman bagi ibu hamil, sehingga mengurangi terjadinya kesalahan pengobatan atau risiko efek samping obat selama kehamilan.
Penyuluhan Beyond Use Data (BUD) Obat – Obatan Pada Jemaat GKII Filadelfia Family Alak Fraga, Aurelia Da Silva S.; Beama , Christin A.
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.263

Abstract

Pendahuluan: Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan kepada pemberian informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai masa kadaluarsa obat khususnya Beyond Use Date (BUD) pada obat-obatan yang sudah dibuka dari kemasannya sehingga tetap dapat digunakan dengan tujuan tetap dapat memberikan efek yang diinginkan.  Tujuan: Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksannaan PKM ini adalah agar masyarakat dapat mengetahui tentang waktu kadaluarsa dari obat-obatan dalam hal ini yaitu BUD selain Expired Date (ED) serta agar masyarakat mengetahui tentang pentingnya BUD dalam penggunaan dan penyimpanan obat-obatan yang digunakan di rumah.Metode: Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PKM ini adalah melalui pemberian penyuluhan. Materi-materi terkait BUD disampaikan melalui ceramah dan diskusi kemudian selanjutnya pemberian informasi dalam bentuk leaflet sebagai media pengingat untuk masyarakat.Hasil:  Kegiatan PKM ini secara keseluruhan mendapatkan hasil yang baik dan memuaskan seperti yang diharapkan dalam hal ini terdapat beberapa komponen yang berhasil dicapai dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini diantaranya: ketercapaian tujuan kegiatan, dan tercapainya target materi yang telah direncanakan.Simpulan: Kegiatan PKM ini berjalan lancer sesuai dengan yang diharapkan.

Page 4 of 16 | Total Record : 151