cover
Contact Name
Rani Rubiyanti
Contact Email
rani.rubiyanti@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285317157670
Journal Mail Official
jurnal.emass@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gedung Direkorat Lt.2 Jl.Cilolohan No.35, Kel.Kahuripan, Kec.Tawang Kota Tasikmalaya 46115 INDONESIA
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
ISSN : 26560364     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.37160/emass.v5i1
Core Subject : Health,
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles 121 Documents
PENYULUHAN PENTINGNYA PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH PADA KELUARGA DI DESA SAWOTRATAP, GEDANGAN, SIDOARJO, JAWA TIMUR Cityta Putri Kwarta; Yustisia Amalia; Sasi Widuri; Lentera Afrida Kusumawardani; Alya Nurul Hasanah; Shafiy Dwi Febrianto
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1248

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan mengenai golongan darah sangat krusial, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan transfusi darah. Namun, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengetahui golongan darah masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Desa Sawotratap, Sidoarjo, tentang pentingnya pemeriksaan golongan darah dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa Sawotratap. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar golongan darah, sistem ABO dan Rh, serta manfaat mengetahui golongan darah. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan media visual dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dan pembahasan: Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini berhasil meningkatkan antusiasme peserta dalam mengetahui golongan darah. Peserta merasa terbantu dengan informasi yang diberikan dan menyadari pentingnya mengetahui golongan darah untuk diri sendiri dan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada sosialisasi golongan darah di Desa Sawotratap berhasil mencapai tujuannya. Partisipasi aktif peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh pengetahuan mengenai golongan darah.
EDUKASI BAHAYA PERNIKAHAN DINI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI SMAN 8 KOTA CIREBON Diyah Sri Yuhandini; Wiwit Estuti; Alina Hizni; Sholichin; Jongga Adiyaksa
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1254

Abstract

Masa remaja ditandai perubahan-perubahan fisik yang mendahului kematangan seksual dan dimulai juga proses perkembangan psikologisnya. Mereka akan banyak mengalami masalah apabila pendidikan dan pengarahan seksualitas dan reproduksi mereka terabaikan. Survey pendahuluan ke beberapa remaja di SMAN 8 Kota Cirebon, masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang Bahaya Pernikahan Dini. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dengan Edukasi Bahaya Pernikahan Dini sebagai Upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Adapun sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah remaja SMAN 8 Kota Cirebon sebanyak 44 Orang. Metode Kegiatan PKM ini melalui  pre test dan post- test pengetahuan dan sikap dengan edukasi. Pengetahuan guru dengan katagori baik dari 50 % menjadi 75 %, nilai mean 87.50 menjadi 93.00. Pengetahuan remaja (siswa/i) dengan katagori baik dari 47,7 % menjadi 59,1 %, nilai mean 83.88 menjadi 87.39. Sikap remaja (siswa/i) dengan katagori baik dari 59,1 % menjadi 68,2 % , nilai mean 90.74menjadi 92.84. Perlu tindak lanjut kegiatan peran teman sebaya dalam mensosialisasikan informasi terkait bahaya pernikahan dini.  
PENGUATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DESA WISATA GIRI EMAS MELALUI PELATIHAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI MEWUJUDKAN GEMILANG (GENERASI EMAS, MANDIRI, INOVATIF, DAN CEMERLANG) Made Ririn Sri Wulandari; Aditya Prabawa; Made Satya Gautama; Hesteria Friska Armynia Subratha; I Nyoman Tri Anindia Putra; Kadek Julia Chandra Jyoti; Kadek Dwi Pitriyani; Made Amanda Cipta Dewi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1275

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi seperti pernikahan usia anak, kehamilan tidak diinginkan, serta perilaku seksual berisiko. Di Desa Wisata Giri Emas, akses informasi kesehatan reproduksi remaja masih mendominasi media, sementara keterlibatan tenaga kesehatan sebagai sumber edukasi belum optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan miskonsepsi dan rendahnya literasi kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk membangun kesadaran serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja melalui edukasi berbasis teknologi menggunakan aplikasi OKY Indonesia serta pendampingan secara bertahap. Metode kegiatan meliputi pelatihan interaktif, sesi tanya jawab dan kuis serta pemberian pre-test, pendampingan tahap I berupa praktik penggunaan aplikasi, pendampingan tahap II berupa penguatan komitmen remaja sebagai agen pendidikan/peer pendidik, serta evaluasi menggunakan post-test. Pesertanya berjumlah 15 remaja Karang Taruna Desa Wisata Giri Emas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 33,3% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, serta terbentuknya peran remaja sebagai kader edukasi di lingkungan sebaya. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi pendidikan berbasis teknologi dan pendampingan partisipatif efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Program ini penting sebagai model penguatan kapasitas remaja di desa wisata yang berpotensi direplikasi untuk mendukung dukungan promosi kesehatan dan pencegahan risiko kesehatan reproduksi di tingkat komunitas.
STOP KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS DENGAN PROUDY GAMES DI KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA Sri Gustini; Nunung Mulyani; Sariestya Rismawati
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1306

Abstract

Kekerasan secara seksual didefinisikan sebagai suatu tindakan nyata ataupun ancaman yang berkaitan dengan seksualitas. Hal tersebut dilakukan oleh pelaku kepada korban secara paksa sehingga menyebabkan kerugian baik secara fisik maupun psikis (1). Golongan yang paling berisiko mendapatkan pelecehan dan kekrasan seksual adalah Perempuan penyandang disabilitas. (2) Berdasarkan pada Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2020 menunjukkan bahwa 77 perempuan penyandang disabilitas mengalami kekerasan seksual yang didominasi oleh disabilitas intelektual sebanyak 45%. hasil penelitian Byrne (2017) dan Phasha (2012) menyatakan bahwa individu dengan intellectual disability beresiko tiga kali lebih tinggi menjadi korban kekerasan seksual dibandingkan dengan individu normal. Di SLB Aisyiyah terdapat siswa dengan disabilitas intektual menjadi korban kekerasan seksual. Oleh sebab itu, perempuan dengan disabilitas intelektual perlu dibekali kemampuan adaptif untuk memproteksi diri dari kekerasan seksual. Pengabdian bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan remaja disabilitas tentang pencegahan kekerasan seksual sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan melalui media Proudy Game. Metode yang dilakukan yaitu pemberian pendidikan kesehatan dan informasi tentang pencegahan kekerasan seksual. Setelah dilakukan edukasi, terdapat peningkatan pengetahun remaja disabilitas dengan nilai rata rata 70,1 pretes dan 80,7 postes.
PENINGKATAN PELAYANAN KEGAWATDARURATAN PRA HOSPITAL MELALUI PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR DAN PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN KECELAKAAN Yudi Triguna; Novi Indriani; Yanti Cahyati
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1310

Abstract

Pelayanan kegawatdaruratan pra hospital memegang peran krusial dalam menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat henti jantung dan kecelakaan. Namun, keterbatasan sumber daya manusia terlatih sering menyebabkan keterlambatan penanganan awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan berupa pelatihan satu hari yang meliputi edukasi teori, simulasi, dan praktik langsung BHD, penatalaksanaan trauma, evakuasi dan transportasi korban. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 78 sebelum pelatihan menjadi 91 setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan BHD dan P3K efektif meningkatkan kesiapsiagaan karyawan dalam penanganan kegawatdaruratan pra hospital. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas respon awal kegawatdaruratan di lingkungan institusi pendidikan kesehatan dan masyarakat sekitar.
SENAM PEREGANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEBUGARAN DAN PENGURANGAN NYERI SENDI PADA LANSIA DI UPTD PANTI KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA PADU WAU MAUMERE Dewa Agung Ginna Andriani; Gabriel Mane; Marthen Preskapu Wela; Joan Puspitanumihardja; Arianto Marselinus Hode; Edeltiani Theresia Dilan Wora; Maria Sophia Meza; Moreno Herdyanto Lay Da Lopez
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1311

Abstract

Latar belakang: Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia diikuti dengan meningkatnya permasalahan kesehatan degeneratif, khususnya nyeri sendi dan penurunan kebugaran fisik. Kondisi ini banyak ditemukan pada lansia yang tinggal di panti sosial akibat keterbatasan aktivitas fisik terstruktur. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi lansia dalam melakukan senam peregangan sebagai upaya meningkatkan kebugaran dan mengurangi nyeri sendi. Metode: Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan praktik senam peregangan, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Sasaran kegiatan adalah lansia penghuni UPTD Panti Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Padu Wau Maumere. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia mengenai nyeri sendi dan senam peregangan, peningkatan keterampilan dalam melakukan gerakan peregangan dengan benar, serta perubahan sikap positif terhadap aktivitas fisik rutin. Lansia juga melaporkan penurunan keluhan nyeri dan tubuh terasa lebih bugar setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan kualitas hidup lansia serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai program berkelanjutan di panti sosial.
EDUKASI POSTUR KERJA DAN TEKNIK MENGANGKAT BEBAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HERNIA NUCLEUS PULPOSUS PADA MASYARAKAT KAMPUNG KABOR, KABUPATEN SIKKA I Kade Ngurah Dwi Putra Negara; Marianus Oktavianus Wega; Ma. Clara Yureka W.I; Mersiana Dopo; Sesilia Hingi Beribe; Yohana Fanista Bella; Maria Alexandra Wea; Natalia Carbini Tati
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1312

Abstract

Latar Belakang: Masyarakat dengan aktivitas fisik berat memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal, khususnya Hernia Nucleus Pulposus (HNP), akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan teknik mengangkat beban yang salah. Kondisi ini banyak dijumpai pada masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia di wilayah pedesaan, termasuk Kampung Kabor, Kabupaten Sikka. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan HNP melalui edukasi fisioterapi berbasis komunitas. Metode: Metode yang digunakan adalah edukasi berbasis komunitas melalui ceramah interaktif, demonstrasi postur ergonomis dan teknik mengangkat beban yang benar, serta praktik langsung latihan pencegahan. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat Kampung Kabor usia 40–80 tahun dengan durasi 90 menit. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai HNP dan faktor risikonya. Sebanyak 85% peserta mampu menjelaskan pengertian HNP, 90% mampu mendemonstrasikan teknik mengangkat beban yang benar, dan 80% mampu mempraktikkan latihan pencegahan secara mandiri. Kesimpulan: Edukasi fisioterapi efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mencegah HNP. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
MENCEGAH NYERI OTOT DAN CEDERA KERJA PADA KOMUNITAS PENENUN LEPO LORUN KABUPATEN SIKKA MELALUI POSTUR KERJA YANG AMAN DAN SEHAT Asri Sulistyaningrum; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Kristoforus Samson; Claudiani Darosari; Jelita Yulianti Haba; Maria Anjelika Sari
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1313

Abstract

Latar belakang: Komunitas penenun Lepo Lorun di Kabupaten Sikka masih mempertahankan metode menenun tradisional dengan posisi duduk membungkuk, gerakan repetitif ekstremitas atas, dan fasilitas kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini menyebabkan tingginya prevalensi keluhan nyeri punggung bawah, leher, bahu, dan pergelangan tangan yang berdampak pada kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan aktivitas menenun. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan penenun tradisional dalam menerapkan postur kerja yang ergonomis serta melakukan latihan peregangan sebagai upaya pencegahan nyeri otot dan cedera kerja. Metode: Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui penyuluhan ergonomi, demonstrasi dan praktik langsung postur kerja aman, pelatihan peregangan, serta pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Sebanyak 28 penenun perempuan terlibat sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan ergonomi, pengukuran keluhan muskuloskeletal dengan Nordic Body Map, serta observasi penerapan postur kerja ergonomis selama periode follow-up delapan minggu. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ergonomi yang sangat signifikan dengan rata-rata peningkatan sebesar 92,0% (skor pre-test 42,3 menjadi 81,2 pada post-test). Terjadi penurunan rata-rata keluhan muskuloskeletal sebesar 25% dalam delapan minggu, dengan penurunan tertinggi pada keluhan nyeri punggung bawah sebesar 32,1%. Sebagian besar peserta menerapkan postur kerja ergonomis, menggunakan sandaran punggung, melakukan modifikasi sederhana alat kerja, serta menjalankan latihan peregangan secara rutin. Kesimpulan: Edukasi ergonomi berbasis komunitas yang dikombinasikan dengan demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan efektif meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku kerja, serta menurunkan keluhan muskuloskeletal pada penenun tradisional Lepo Lorun.
EDUKASI POSTUR TUBUH DAN GERAK SEHAT SEJAK DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Endah Sulistyani; Antonia Rensiana Reong; Agus Syawal Yudhistira; Maria Sofia Anita Aga; Yosefhina Yuvita Isna Sari; Virgilia Itu; Flortegenta J.Kana; Veronika Nge’e; Yohana Fatmi Ghasa
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1314

Abstract

Latar Belakang: Gangguan muskuloskeletal pada anak usia sekolah dasar merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan, fungsi gerak, dan kualitas hidup. Kebiasaan postur tubuh yang tidak ergonomis saat belajar, penggunaan tas sekolah yang tidak sesuai prinsip distribusi beban, serta rendahnya aktivitas fisik harian menjadi faktor risiko utama terjadinya kelainan postur tulang belakang, khususnya skoliosis. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), serta komitmen perilaku siswa sekolah dasar dalam menerapkan postur tubuh yang benar dan gerak sehat sebagai upaya promotif dan preventif gangguan muskuloskeletal. Metode: pelaksanaan meliputi ceramah interaktif berbasis fun learning, demonstrasi postur ergonomis, praktik langsung (return demonstration), serta observasi dan skrining postur sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas 1, 2, dan 3 SDK Lela 1, Kabupaten Sikka. Hasil: kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan siswa dari kategori cukup (rata-rata 43,6%) menjadi sangat baik (86,7%). Selain itu, sebanyak 87,5% siswa mampu mempraktikkan posisi duduk ergonomis 90-90-90 dan penggunaan tas ransel yang benar dengan dua tali bahu. Skrining awal juga mengidentifikasi dua siswa dengan indikasi kelainan tulang belakang yang memerlukan tindak lanjut. Kesimpulan: menunjukkan bahwa respons siswa dan dukungan pihak sekolah sangat positif, ditandai dengan keterlibatan aktif serta komitmen siswa untuk melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit per hari. Dengan demikian, kegiatan edukasi postur dan gerak sehat sejak dini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan muskuloskeletal dan berpotensi mencegah gangguan postur pada anak usia sekolah dasar secara berkelanjutan.
EDUKASI ERGONOMI DAN PROGRAM LATIHAN PEREGANGAN SEDERHANA TERHADAP PENURUNAN KELUHAN PARESTESIA PADA MAHASISWA INFORMATIKA MEDIS STIKES ST. ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE I Made Wahyu Palguna; Mediatrix Santi Gaharpung; Christian Romario; Helena Kidi Labot; Gabriel rolly Davinsi; Selvina Wonga; Hendrikus Julianto Lengi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1315

Abstract

Parestesia merupakan keluhan sensorik berupa kesemutan dan kebas yang sering dialami mahasiswa akibat aktivitas duduk statis dalam waktu lama dan penerapan postur tubuh yang tidak ergonomis. Mahasiswa Informatika Medis memiliki risiko lebih tinggi karena intensitas penggunaan laptop dan perangkat digital yang tinggi selama proses pembelajaran. Kondisi ini dapat berdampak pada kenyamanan fisik, konsentrasi belajar, dan produktivitas akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa serta menurunkan keluhan parestesia melalui edukasi ergonomi dan program latihan peregangan sederhana sebagai upaya fisioterapi preventif. Kegiatan dilaksanakan pada mahasiswa Informatika Medis tingkat I STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere dengan melibatkan 46 peserta. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan ergonomi, demonstrasi dan praktik langsung latihan peregangan statis, dinamis, dan neurodinamik, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner keluhan parestesia serta observasi keterampilan peserta dalam melakukan latihan peregangan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan intensitas keluhan parestesia, dengan 40% peserta melaporkan penurunan frekuensi kesemutan, 55% mengalami penurunan intensitas gejala, dan 60% menyatakan peningkatan kenyamanan saat belajar. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 83% serta peningkatan keterampilan, di mana 87% mahasiswa mampu melakukan latihan peregangan dengan teknik yang benar. Dengan demikian, edukasi ergonomi dan program latihan peregangan sederhana efektif sebagai intervensi fisioterapi preventif dalam menurunkan keluhan parestesia dan meningkatkan perilaku ergonomis mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi.

Page 12 of 13 | Total Record : 121