cover
Contact Name
Rani Rubiyanti
Contact Email
rani.rubiyanti@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285317157670
Journal Mail Official
jurnal.emass@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gedung Direkorat Lt.2 Jl.Cilolohan No.35, Kel.Kahuripan, Kec.Tawang Kota Tasikmalaya 46115 INDONESIA
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
ISSN : 26560364     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.37160/emass.v5i1
Core Subject : Health,
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles 104 Documents
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PETUGAS REKAM MEDIS SEBAGAI CLINICAL INSTRUKTUR (CI) PADA KOMPETENSI MANAJEMEN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DI RUMAH SAKIT Khasanah, Lina; Budiyanti, Nita; Suhartini; Kurniawati, Erin
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.316

Abstract

Pendahuluan : Kualitas suatu pelayanan di Rumah Sakit salah satunya akan tergantung dari ketersediaan dan kecakapan sumber daya manusia suatu instansi. Pembelajaran klinik penting dilakukan dalam Pendidikan profesi. Pencapaian kompetensi mahasiswa Rekam medis dan informasi kesehatan dalam pelaksanaan Pembelajaran Praktik Klinik di Rumah Sakit akan bergantung dari pembelajaran yang diterima di tempat praktik dan pembimbing praktiknya. Namun, masih banyak dari rumah sakit atau lahan praktik yang belum berupaya untuk memenuhi tenaga Instruktur Klinik terlatih, hal inilah yang mendorong pentingnya pembahasan peran CI dalam pelatihan Instruktur Klinik saat ini. Metode : Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan beberapa tahap yakni, identifikasi kebutuhan kompetensi Instruktur Klinik melalui wawancara dan review materi Manajemen Rekam Medis dilanjutkan dengan penyusunan modul pelatihan Instruktur Klinik beserta dengan perancangan sistem pelatihan. Sasaran : Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah petugas rekam medis yang ditugaskan oleh Rumah Sakit sebagai instruktur klinik atau pembimbing mahasiswa pada saat melaksanakan Praktik Klinik sebanyak 15 orang. Pelaksanaan : Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahap kegiatan yakni, penggalian masalah pada saat proses penilaian pencapaian kompetensi mahasiswa praktik, penentuan materi, pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dan evaluasi yang dilakukan melalui pre test dan post test. Hasil Pre test dan Post test mengalami kenaikan yakni rata-rata pada saat pre test yaitu 59,75 dan rata-rata saat post test 84,25. Hasil evaluasi pelaksanaan pelatihan dengan menggunakan skala 4. Pelaksanaan pelatihan nilai rata-rata 3,34,. Kesimpulan : Pelaksanaan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan petugas rekam medis sebagai Clinical Instructure (CI) pada penyelenggaraan mahasiswa praktik di Rumah Sakit.
PENINGKATAN KUALITAS DATA SPM REKAM MEDIS RUMAH SAKIT SUMBER WARAS KABUPATEN CIREBON Subianto, Totok; Karmanto, Bambang
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.322

Abstract

Untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, pemerintah telah menetapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang standar pelayanan minimal(SPM) rumah sakit yang di dalamnya terdapat SPM rekam medis. Regulasi tersebut memuat tentang jenis indikator, target capaian minimal, cara dan waktu pengukuran. Realisasi di lapangan dari beberapa rumah sakit lokasi praktek klinik mahasiswa Prodi Diploma 3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon masih terdapat berbagai perbedaan dalam implementasinya. Hal itu di ketahui dari laporan yang disampaikan oleh mahasiswa. Salah satu rumah sakit lokasi praktek klinik mahasiswa adalah Rumah Sakit Sumber Waras Kabupaten Cirebon. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas data standar pelayanan minimal rekam medis rumah sakit beserta upaya untuk meningkatkan kualitas data di RS Sumber Waras Kabupaten Cirebon. Metode yang dilaksanakan adalah dengan melakukan asssesmen kualitas data SPM rekam medis dan membandingkan dengan teori dan pengalaman praktisi rekam medis dari rumah sakit lain. Hasil assesmen dari laporan diperoleh hasil analisis kuantitatif dokumen rekam medis rawat inap yang belum mencapai target. Hal itu terkonfirmasi dari hasil analisis kuantitatif oleh assessor.Pengelaman di rumah sakit tempat tugas nara sumber yaitu RS Pertamina Cirebon, mereka menindak lanjuti hasil analisis kelengkapan dokumen rekam medis setelah perakitan dengan mengadakan monitoring dan evaluasi seminggu sekali. Hal itu khusus untuk membahas tindak lanjut permasalahan di unit rekam medis.
PELATIHAN KONSELOR TEMAN SEBAYA TENTANG PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI DI KOTA CIREBON TAHUN 2023 Lisnawati; Jubaedah, Entin; Yuhandini, Diyah Sri
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.328

Abstract

Berdasarkan survey pendahuluan di SMP Negeri 4 Kota Cirebon, promosi kesehatan biasanya dilakukan saat kegiatan keputrian menggunakan metode ceramah tanpa media khusus. Selain itu, masih ada beberapa remaja putri yang memiliki keluhan di sekitar genital saat menstruasi. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan guru dan remaja putri dalam memberikan edukasi tentang personal hygiene menstruasi melalui media modul dan video animasi. Metode kegiatan dengan melakukan pelatihan konselor teman sebaya kepada 3 guru dilanjutkan dengan 5 perwakilan siswi dan diteruskan kepada 25 orang siswi. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasilnya adalah terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan tentang personal hygiene menstruasi sebesar 1,25. Hasil uji statistik menggunakan uji T Independen menunjukkan p value 0,00. Konselor teman sebaya menggunakan media modul dan video animasi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Konseling teman sebaya dapat dijadikan sebagai metode alternatif untuk memberikan edukasi pada remaja, khususnya tentang personal hygiene menstruasi. Modul konseling teman sebaya dan video animasi dapat dijadikan sebagai referensi tambahan tentang informasi personal hygiene menstruasi.
PENERAPAN PARENT EDUCATION TENTANG KESIAPAN MENJADI ORANGTUA DI KELURAHAN KENANGA KAB. CIREBON Nina Nirmaya Mariani; Suratmi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.332

Abstract

Kader Posyandu merupakan warga masyarakat yang dipilih oleh masyarakat serta bekerja dengan sukarela untuk membantu peningkatan kesehatan masyarakat, serta memiliki peran dan tugas untuk melakukan penyuluhan dan pelaporan Kesehatan Ibu dan bayi di sekitar lingkungannya sehingga memiliki kedekatan yang cukup baik dengan sasaran atau target kegiatan, termasuk dengan Ibu hamil. Berdasarkan data tahun 2021 kelurahan Kenanga terdapat ibu dengan kehamilan pertama pada usia muda. Proses perubahan peran pasangan muda menjadi orang tua merupakan tahapan penting menjalani kehidupan rumah tangga,  banyak orang tua baru tidak percaya pada kemampuan mereka dalam memenuhi tanggung jawab menjadi orang tua. Proses modifikasi self-efficacy dapat dilakukan melalui suatu intervensi atau parent edukasi. Parent education dilakukan secara terpisah atau menyatu dengan kegiatan lain dalam perawatan kehamilan. Tujuan dar kegiatan ini adalah meningkatkan peran kader dalam memberikan pengetahuan persiapan menjadi orang tua, sehinga ibu hamil memiliki maternal self efficacy yang tinggi.  Pelatihan ini dilakukan selama 4 kali. Sasarannya adalah kader  (10) dan ibu hamil pertama (20) orang. 2 hari diberikan teori dan 2 hari selanjutnya melakukan praktik langsung dengan ibu hamil. Hasil evalusi dengan menggunakan kuesioner pre test dan post test menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan dan keterampilan kader (P value 0.005) dan perbedaan maternal self efficacy pad ibu hamil(P value 0,000)). Peran Kader dalam menberikan edukasi sangat penting, diharapkan maternal self efficacy ibu hamil tinggi dan pasangan muda memiliki kesiapan menjadi orang tua.
SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DI PESANTREN MANBAUL ULUM KABUPATEN TASIKMALAYA Asep Riyana; Hidayat, Unang Arifin; A.S Hiadayat, Asep
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.333

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar, tutur Menkes. GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan program yang telah dibuat oleh pemerintah sehingga tercapai kebiasaan baik di masyarakat dengan kebiasaan gerakan hidup masyarakat sehat. Berdasarkan studi pendahuluan ke puskesmas Jamanis, ternyata program ini belum tersosialisasikan baik kepada petugas puskesmas Jamanis maupun ke masyarakat. Sehingga kami merasa perlu untuk mensosialisasikan GERMAS untuk membantu program pemerintah agar tercapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal khususnya di Pesantren Manbaul Ulum Kabupaten Tasikmalaya.
MEDIA LAGU UNTUK MENINGKATKAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH SISWA SD DI KABUPATEN TASIKMALAYA Aprianty, Deris; Radiati R., Ani; Bachtiar, R Agus; Nuraeni, Irma
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.334

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia dalam daur kehidupan yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga memerlukan asupan zat gizi seimbang untuk mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal. Konsumsi sayur dan buah menjadi salah satu indikator sederhana gizi seimbang. Apabila anak tidak mendapatkan asupan zat gizi adekuat sesuai kebutuhan, maka dapat berisiko terhadap munculnya masalah gizi dan masalah kesehatan lain yang akan merugikan masa depan anak tersebut saat dewasa kelak. Solusi yang dapat ditawarkan dalam upaya peningkatan pengetahuan dan konsumsi adalah penyuluhan sayur dan buah menggunakan media lagu. Metode pengabdian dilaksanakan melalui Training of Trainer (ToT) yang melibatkan mahasiswa, sosialisasi kegiatan pengabdian kepada perwakilan pihak kepala sekolah, dan pengenalan dan menghafal lagu kepada siswa/i SD. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah mendengar dan menghafal lagu, serta didapatkan data frekuensi konsumsi sayur dan buah masih rendah termasuk untuk jenis sayur dan buah basis daerah setempat. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini yaitu media lagu efektif terhadap peningkatan pengetahuan tentang konsumsi sayur dan buah namun frekuensi konsumsi sayur buah pada anak masih rendah.
PELATIHAN KODEFIKASI DAN KLASIFIKASI PENYAKIT DALAM OPTIMALISASI PENGOLAHAN DATA REKAM MEDIS DI PUSKESMAS KABUPATEN CIREBON Budiyanti, Nita; Elfi; Rahmawati, Fitria Dewi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.335

Abstract

Peningkatan kompetensi mahasiswa diploma rekam medis salah satunya melalui Praktek Klinik di Rumah Sakit sebagai lahan praktek. Terdapat beberapa kendala dan masalah yang dialami oleh Clinical Instructure (CI) sebagai pembimbing pada pelaksanaan praktek klinik, baik dalam hal cakupan pencapaian kompetensi, penilaian maupun metode pembelajaran praktek yang sebaiknya digunakan. Kompetensi kodefikasi dan klasifikasi penyakit merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh PMIK. Dari hasil evaluasi pelaksanaan praktik klinik, kompetensi ini banyak yang tidak terpenuhi terutama dalam kegiatan rekam medis di puskesmas. Tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian kepada Masyarakat adalah terciptanya kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan dan menarik berdasarkan kemampuan PMIK dalam meningkatkan pemahaman sebagai pembimbing praktik klinik bagi mahasiswa dan kemampuan penguasaan dalam kodefikasi penyakit.  Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi dengan cara memperlihatkan contoh daftar istilah sesuai standar kodefikasi penyakit. Pada pelatihan ini dibagi menjadi beberapa tahapan kegiatan yaitu melaksanakan pre test,  memberikan materi  tentang kodefikasi dan klasifikasi klinis dan kesiapan PMIK puskesmas terkait akreditasi dalam bidang kompetensi Kodefikasi dan Klasifikasi Klinis dan setelah kegiatan dilaksanakan pos test. Jumlah peserta dalam kegiatan pelatihan ini adalah 45 orang dengan menggunakan Teknik purposive sampling yaitu sesuai dengan ketetapan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon terkait wilayah puskesmas yang sedang mempersiapkan akreditasi. Setelah pelaksanaan pelatihan ini  terdapat peningakatan pengetahuan PMIK tentang kodefikasi dan klasifikasi klinis dan keterkaitan dengan optimalisasi data pengolahan rekam medis. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pre test dengan nilai rata-rata 71,79 dan hasil pos test 83,26.
PELATIHAN PEMBUATAN OBAT KUMUR DARI INFUSA DAUN SIRIH YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL DI POSYANDU DESA PADANGBARU KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN BANGKA TENGAH Husnayanti, Ana; Oktavia, Liana Devi; Harindra
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.338

Abstract

Kehamilan terjadi perubahan fisiologis dan hormonal sehingga menimbulkan beberapa keluhan antara lain ngidam, mual, muntah dan keluhan gigi dan mulut. Adanya peningkatan hormon estrogen dan progresteron akan menyebabkan gusi menjadi tebal dan membesar. Selain itu, adanya peningkatan aliran darah di gusi pada ibu hamil juga bisa menyebabkan inflasi dan menimbulkan penumpukan plak. Pada masa kehamilan juga, terjadi peningkatan kadar asam di rongga mulut yang berkontribusi terhadap peradangan pada gusi. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil bertujuan untuk mencegah masalah gigi dan mulut serta menjaga kondisi janin agar tetap tumbuh dan berkembang secara sehat dan sempurna. Komplikasi kehamilan yang berhubungan dengan penyakit gigi dan mulut antara lain bayi lahir kurang bulan dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Sediaan Gargarisma adalah sediaan yang mengandung zat aktif yang dapat mencegah atau membunuh bakteri penyebab karies gigi. Tumbuhan yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi hal tersebut adalah sirih. Secara tradisional daun sirih digunakan untuk mengobati penyakit gigi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Pelatihan pembuatan obat kumur infusa daun sirih yang aman untuk ibu hamil di desa Padang Baru Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka. Pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi 2 kegiatan, kegiatan pertama adalah edukasi kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil dan kegiatan kedua adalah pelatihan pembuatan sediaan infusa daun sirih yang aman untuk ibu hamil. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil dan dapat membuat sediaan infusa yang aman untuk ibu hamil. Kata kunci: infusa, gigi, hamil
The OPTIMIZATION OF ADOLESCENT WOMEN'S PREPARATION IN FACING MENARCHE IN CISAYONG DISTRICT, TASIKMALAYA DISTRICT, 2023 Kurnia, Herni; Rismawati, Sariestya; Laila Putri Suptiani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.340

Abstract

Menarche is the first menstruation that occurs and is one of the characteristics of a woman becoming an adult. Menarche tends to be earlier when the child has not yet reached mental maturity and also a lack of knowledge factors give rise to various psychological responses in girls when experiencing menarche. Knowledge about menstruation is needed by young women. The results of preliminary research and studies in Cisayong Village, Tasikmalaya Regency, found that all young women said that their mothers did not provide information about menstruation and they did not know complete care for menstruation. Based on a preliminary study conducted on adolescent girls aged 10-12 years at SDN 3 Cisayong, Tasikmalaya Regency, as many as 8 out of 10 female students had insufficient knowledge about menarche and menstruation. And based on interviews with teachers and school principals, they said that there had never been any information or counseling about menstruation among teenagers. The aim of this PKM is to optimize the preparation of young women in facing menarche and menstrual care at SDN 3 Cisayong, Tasikmalaya Regency by providing pocket books and Health Education about Menarche and menstrual preparation. The results achieved were an increase in knowledge between before and after providing Health Education. The output of this activity is increasing youth knowledge, IPR Activity Videos, pocket books with ISBN and journal publications.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI TOGA-TOMA DAN KADER DI DESA PASIRBATANG KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2023 Rochimat, Imat; Martihandini, Nooryza
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.341

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus SARS-Cov-2 yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada akhir Desember 2019. Virus ini dengan cepat menyebar ke seluruh negara. Pada tanggal 4 Agustus 2021, negara Indonesia sendiri telah melaporkan sebanyak lebih dari 3,5 juta penduduknya terkonfirmasi Covid-19 dengan jumlah kematian sebanyak 100.636 orang.2 Kondisi pandemi yang disebabkan oleh Covid-19 ini telah menimbulkan kepanikan dan kebingungan di masyarakat. Keadaan ini mendorong masyarakat untuk membeli dan menggunakan obat secara tidak terarah.5 Padahal seharusnya, penggunaan obat antibiotik, antivirus maupun glukokortikoid dilakukan berdasarkan peresepan dari dokter. Penggunaan obat tidak rasional pada situasi pandemi Covid-19 dapat berdampak pada tidak tercapainya keberhasilan terapi, meningkatkan resiko efek samping, meningkatkan resiko resistensi antibiotik serta pemborosan biaya. Kebiasaan penggunaan obat tidak rasional tersebut dikhawatirkan menjadi kebiasaan masyarakat pada kondisi pasca pandemi di waktu ke depan. Peranan dan pengaruh toga-toma yang besar dalam kehidupan sosial di masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi dan mencegah kebiasaan penggunaan obat yang tidak rasional. Pengabdian kepada Masyarakat bertopik Pencegahan penggunaan obat secara tidak rasional dalam swamedikasi pasca pandemi covid-19 oleh masyarakat melalui peningkatan pengetahuan toga-toma dan kader, dilakukan di wilayah wilayah kerja desa Pasirbatang Kecamatan Manonjaya. Jumlah peserta penyuluhan ini adalah 20 orang yang merupakan perwakilan tokoh agama-tokoh masyarakat dan kader di wilayah Desa Pasirbatang Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengabdian masyarakat terdapat peningkatan yang signifikan pengetahuan toga-toma dan kader tentang swamedikasi dan bahaya penggunaan obat secara sembarangan pasca covid-19 dan dihasilkan produk berupa brosur penyuluhan kesehatan masyarakat tentang swamedikasi obat yang terdaftar di HKI.

Page 5 of 11 | Total Record : 104