cover
Contact Name
Rani Rubiyanti
Contact Email
rani.rubiyanti@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285317157670
Journal Mail Official
jurnal.emass@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gedung Direkorat Lt.2 Jl.Cilolohan No.35, Kel.Kahuripan, Kec.Tawang Kota Tasikmalaya 46115 INDONESIA
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
ISSN : 26560364     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.37160/emass.v5i1
Core Subject : Health,
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles 104 Documents
PELATIHAN KOMPETENSI KADER POSYANDU LANSIA ABIMANYU POLKESBAYA Christyaningsih, Juliana; Luthfi Rusyadi; Mujayanto; Inne Soesanti; Minarti; Nuning; Marina Pengge; Riezky Faisal Nugroho; Taufiqurrahman
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.267

Abstract

Saat ini, negara Indonesia telah memasuki masa dimana mayoritas penduduknya berada dalam kelompok dengan lanjut usia. Dikarenakan adanya keterbatasan fisik pada lansia, sebagian besar lansia di Indonesia tidak mampu hidup sendiri dan memerlukan bantuan orang lain pada setiap aktivitasnya. Dampaknya, semakin rendahnya kualitas hidup lansia di Indonesia telah menyebabkan proses pembangunan negara terhambat. Seiring berjalannya waktu, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi isu-isu yang dihadapi oleh lansia. Salah satu solusi yang diimplementasikan adalah program posyandu lansia. Dari upaya tersebut masih didapati beberapa kendala seperti kurangnya keaktifan pengurus maupun lansia sekitar untuk mengikuti dan mengaktifkan layanan posyandu lansia. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, peningkatan jumlah pemanfaatan Layanan posyandu lansia dapat dilakukan dengan melakukan upaya pendampingan kader posyandu. Berasal dari masalah tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kader posyandu lansia Abimanyu Polkesbaya. Saat kegiatan dilaksanakan, telah dipaparkan sebuah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi mengenai pentingnya kesehatan pada lansia dan kepengurusan posyandu lansia.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KADER DALAM PENDAMPINGAN IBU HAMIL UNTUK MELAKUKAN DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN MELALUI PENGGUNAAN BUKU PEMANTAUAN TANDA BAHAYA IBU HAMIL (BUKAMIL) DI KELURAHAN NAGARASARI KECAMATAN CIPEDES KOTA TASIKMALAYA Herliani, Yulia; Wulandara, Qanita
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.283

Abstract

Data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya tahun 2020, angka kematian ibu sebanyak 24 orang dengan 9 kasus komplikasi, jumlah sasaran ibu hamil di Kota Tasikmalaya 12.423 orang, jumlah ibu hamil dengan resiko tinggi di masyarakat sebanyak 2.724 orang (Dinkes Kota Tasikmalaya, 2020). Kader posyandu merupakan pilar utama penggerak pembangunan khususnya dibidang kesehatan. Salah satu tugas utama dari kader  melaksanakan pendidikan kesehatan tentang kesehatan kepada masyarakat, salah satunya yaitu pendidikan kesehatan tentang bagaimana melakukan Penggunaan Buku Pemantauan Ibu Hamil (Bukamil) di kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Pelaksanaan program  pengabdian kepada masyarakat ini melalui penyelenggaraan pemberian pendidikan kesehatan  tentang upaya peningkatan kemampuan kader dalam pemantauan tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil dengan menggunakan BUKAMIL, pendampingan  dan monitoring dan evaluasi pemantauan dan pelaksanaan edukasi  kepada kader dan ibu hamil. Sasaran adalah kader posyandu di Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cigeureung Kota Tasikmalaya. Kesimpulan adanya peningkatan  pengetahuan kader mengenai tanda bahaya ibu hamil dan peningkatan kemampuan kader dalam menggunakan buku pemantauan tanda bahaya ibu hamil. (BUKAMIL), peningkatan kesadaran ibu hamil dan keluarga dalam mencegah dan melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan dan komplikasi yang mungkin terjadi serta meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pemberian dan edukasi kepada ibu hamil dengan menggunakan media BUKAMIL.
A COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH CADRE ASSISTANCE IN THE USE OF MCH BOOKS IN KELURAHAN CILEMBANG, TASIKMALAYA CITY Silalahi, Uly Artha; Gustini, Sri; Purnamasari, Wiwin Mintarsih
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.303

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu dan Bayi tahun masih cukup tinggi. Kematian ibu dan Bayi 62% terjadi di rumah sakit. dapat dianalisis akses masyarakat mencapai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sudah cukup baik. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan kematian ibu adalah deteksi dini adanya potensi gangguan atau kelainan pada Kesehatan ibu dan bayi, memperkuat upaya promtif dan preventif dan turut memberdayakan masyarakat. Penggunaan Buku KIA merupakan salah satu upaya preventif dan pemberdayaan keluarga dan masyarakat terhadap kepedulian terhadap Kesehatan ibu dan anak. Keberhasilan penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) hanya terjadi bilamana ibu, suami, keluarga dan pengasuh anak aktif membaca, mempelajari dan memahami secara bertahap isi buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Tujuan: Pengabdian bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan kader tentang pemanfaatan buku KIA sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan, dan meningkatkan pengetahuan kader untuk pemanfaatan Buku KIA. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang, dilakukan mulai Bulan Februari-Agustus 2023. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah Kader Posyandu di Kelurahan Cilembang sebanyak 62 orang. Hasil: Terdapat Buku ISBN dengan judul” Buku Saku Pemanfaatan Buku KIA untuk Kader”, Terdapat pengetahuan kader yang masih kurang terkait informasi dan pemanfaatan yang ada dalam Buku KIA dengan data pengetahuan kurang sebanyak 13 orang (21%), Terdapat perubahan pengetahuan dapat di lihat dari hasil analis pengetahuan setelah pelatihan menjadi baik sebanyak 56 orang (90.3%) Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pemanfaatan Buku KIA oleh kader.
PENINGKATAN PENGETAHUAN WARGA KECAMATAN MANONJAYA TENTANG TANAMAN OBAT YANG DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI ANTI INFLAMASI Sutiswa, Shandra Isasi; Aji, Nur; Handayani, Nuri
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.307

Abstract

Inflammation is the body's defense reaction against various kinds of stimuli. The visible signs of inflammation are redness, heat, swelling, pain, and loss of function. Anti-inflammatory drugs are generally the NSIAD group which causes side effects of stomach ulcers, nausea and vomiting. Currently, people tend to choose traditional medicine using medicinal plants that are rich in benefits. There are several medicinal plants that can be used as anti-inflammatories that are not widely known by the public. Manonjaya District has plantation land and yards that can be used to grow medicinal plants. Manonjaya District has a large millennial population who do a lot of physical activity which can trigger inflammation. The Tasikmalaya Ministry of Health Polytechnic, which is part of the City of Tasikmalaya, through its role in the Tri Dharma of Higher Education, especially in the community service program, aims to improve the health status of the community. The methods used in this activity were counseling about medicinal plants that can be used as anti-inflammatory agents and distributing pocket books on anti-inflammatory medicinal plants to 20 youth organizations. Evaluation of the results of activities to increase knowledge is carried out through pre-tests and post-tests. The pre-test and post-test scores were analyzed statistically using t-Test data analysis: Paired Two Samples for Means with a significance value of 0.05. The evaluation results show that the significance value is <0.05, meaning there is an increase in participants' knowledge about medicinal plants which can be used as anti-inflammatory agents.
OPTIMALISASI KELAS IBU HAMIL MENGGUNAKAN APLIKASI GEMBIL MENUJU IBU HAMIL SEHAT Lisnawati; Widiyanti, Rani; Atmaja, Surya
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.310

Abstract

Sunyaragi is one of the community health centers that has quite a large number of pregnant women and already has classes for pregnant women, but they are not yet running regularly. Community Health Center also has not utilized virtual classes for pregnant women, even though all pregnant women have joined the WhatsApp group. The GEMBIL application (pregnant mother game) is an interesting, fun and educational information technology media innovation that can be used as media in pregnant mother classes. The GEMBIL application consists of 3 parts. GEMBIL 1 contains about pregnancy, GEMBIL 2 contains about childbirth and postpartum and GEMBIL 3 contains about newborn babies. This application was created in collaboration with IT (information and technology) experts in 2022. This community service activity is a follow-up to research activities carried out in 2022. The aim is to increase pregnant women's knowledge about care during pregnancy, childbirth and postpartum. The method used is through online classes for pregnant women using the GEMBIL application, held in 3 meetings with a total of 10 pregnant women. Evaluation was carried out using pretest and posttest questionnaires. The results of the analysis using the dependent T test show a p value of 0.00, meaning that the use of the GEMBIL application has an effect on increasing pregnant women's knowledge about pregnancy, childbirth, postpartum and newborn care. This application is effectively used as an alternative for holding virtual classes for pregnant women.
PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN PENGGUNAAN TRACER ELEKTRONIK DI PUSKESMAS URUG KOTA TASIKMALAYA Fadly, Fery; Suryani Kurniasih, Dewi Lena; Sukawan, Ari; Febiani, Ani Nur
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.311

Abstract

Penyimpanan rekam medis bertujuan mengoptimalkan keterjangkauan dan kecepatan akses rekam medis, sekaligus menjaga integritas dan keamanannya dari potensi bahaya fisik, kimia, dan biologi. Fasilitas yang tersedia dalam ruang penyimpanan rekam medis meliputi ruangan, peralatan penyimpanan, serta penggunaan sistem pelacakan (tracer atau outguide) untuk mencari lokasi dokumen yang tidak terdapat pada rak penyimpanan utama. Salah satu kendala dalam implementasi sistem penyimpanan ini adalah minimnya penggunaan tracer, yang disebabkan oleh keterbatasan jumlah tracer yang tersedia, sesuai dengan penilaian petugas yang terlibat. Salah satu faktor pendorong dalam mengimplementasikan kegiatan pendampingan penggunaan tracer elektronik di Puskesmas Urug, Kota Tasikmalaya adalah upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah: memberikan sosialisasi kepada petugas dalam memahami pentingnya dan menerapkan penggunaan tracer dan outguide di fasilitas pusat Kesehatan masyarakat Urug Kota Tasikmalaya. Proses pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa tahapan, yang dimulai dengan perizinan dari pihak Puskesmas, kemudian identifikasi kebutuhan data yang akan digunakan dalam sistem tracer elektronik. Selanjutnya, dilakukan pendampingan kepada petugas kesehatan yang secara langsung terlibat dalam penggunaan rekam medis, dengan harapan bahwa kegiatan ini akan mengoptimalkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan yang disediakan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ceramah kepada 21 petugas dengan memberikan pre test dan post test setelah kegiatan. Didapatkan kenaikan hasil “Baik” 13 % dan “Sangat Baik 33,14% dengan tidak ada nilai “Kurang” dan “Cukup” dalam post test setelah dilakukan penyuluhan, sehingga hasil kegiatan sesuai dengan yang diharapkan. Desain aplikasi E-Tracer yang diterapkan di Puskesmas Urug untuk mengurangi risiko kesalahan penyimpanan rekam medis semoga dapat digunakan secara maksimal.
PENINGKATAN KUALITAS GIZI PMT POSYANDU DAN PELATIHAN PEMBUATAN SOSIS NABATI Sulistiyono, Priyo; Kunaepah, Uun; Vimala, Dewi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.312

Abstract

Kualitas PMT-Posyandu di beberapa posyandu masih belum bervariatif dengan nilai gizi masih dibawah anjuran yaitu kurang dari 300 kkal dan 10g protein. Tujuan kegiatan adalah memberikan peningkatan kapasitas kader posyandu dan karang taruna berupa reviu bersama mutu PMT-Posyandu dan pelatihan pembuatan sosis nabati. Metode kegiatan dilakukan dengan melakukan reviu bersama dan pelatihan teknis. Sasaran sebanyak 20 kader posyandu dan karang taruna dan 5 orang petugas gizi puskesmas dari lima kelurahan di Kecamatan Kejaksan. Kegiatan dilakukan di ruang pertemuan dan laboratorium kuliner Prodi Gizi Cirebon. Data yang dikumpulkan meliputi daftar menu, data hasil reviu menu dan penilaian sosis nabati oleh kader dan karang taruna. Hasil menunjukan jumlah menu PMT-Posyandu berbeda untuk setiap posyandu, ada yang menggunakan siklus 12 menu dan berlaku sama untuk semua posyandu satu kelurahan. Ada yang tiap bulan berbeda untuk setiap posyandu. Jenis menu ada yang menggunakan menu lengkap dan menu tidak lengkap. Beberapa posyandu menggunakan menu kombinasi dengan pertimbangan kepraktisan dalam penerapannya. Variasi warna dan tekstur untuk menu lengkap sudah cukup baik, namun kurang (cenderung monoton) untuk menu yang tidak lengkap. Masih didapati menu dengan nilai kalori kurang dari 150 kkal dan kurang dari 10g protein, terutama untuk menu tidak lengkap. Seluruh peserta antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan sosis nabati. Peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan sosis dan nugget dari bahan ampas tahu dan jantung pisang, semua peserta menikmati produk di akhir pelatihan dan menyatakan sosis dan nugget nabatinya enak. Sosis dan nugget nabati potensial untuk PMT-Posyandu dan pengembangan wirausaha kader dan karang taruna.
EDUKASI PREVENTIF KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS DIGITAL “ProUdy EDUKASI GAMES (PEG) Patimah, Siti; Mulyani, Nunung
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.313

Abstract

Kekerasan seksual pada anak adalah keterlibatan seorang anak dalam segala bentuk aktivitas seksual yang terjadi sebelum anak mencapai batas usia tertentu di mana orang dewasa, anak lain yang usianya lebih tua, atau orang yang dianggap memiliki pengetahuan lebih memanfaatkan anak tersebut untuk kesenangan seksual atau aktivitas seksual.5 Dampak pelecehan seksual pada anak bisa menyebabkan kerusakan fisik dan emosional yang serius baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, anak-anak dapat mengalami masalah kesehatan, seperti cedera fisik, infeksi menular seksual, dan kehamilan yang tak diinginkan. Efek jangka panjang, lebih mungkin terkena depresi, kecemasan, gangguan makan, gangguan stress pasca trauma (PTSD), fobia pada hubungan seks atau terbiasa dengan kekerasan sebelum melakukan hubungan seks. Menurut Unit PPA Polresta Kota Tasikmalaya data Kekerasan seksual pada anak pada tahun 2020 hingga bulan November mencapai 28 kasus. Jumlah ini lebih tinggi ketimbang tahun 2019 mencapai 25 kasus. Berdasarkan study pendahuluan ke Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya terdapat 6 kasus yang dilaporkan pada tahun 2021 yang mengalami kekerasan seksual pada anak. Metode pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan edukasi kekerasan seksual dan sosialisasi, pelatihan serta penerapan aplikasi ProUdy Edukasi Games (PEG) kepada anak dan pendamping anak sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian intervensi untuk melihat pengaruh edukasi. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat ini diukur secara kuantitatif pada pemahaman dan sikap anak dan orangtua/pendamping. Hasil analisis deskriptif menunjukkan perubahan mean pengetahuan anak dan orang tua yang significant, juga terdapat perubahan mean sikap yang significant sebelum dan sesudah pelaksanaan pengabdian Masyarakat
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Gustini, Sri; Gantini, Dede; Nurvita, Nita
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.314

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya kasus stunting tahun 2021 mencapai 5.000 kasus, tahun 2020 lebih tinggi yaitu 7.000 kasus dan angka stunting di wilayah kerja puskesmas Tamansari pada tahun 2021 sebanyak 319 anak. Wilayah Tamansari adalah penyokong hasil pertanian dan menjadi penyedia stok pangan, sehingga tetap menjadi lumbung pangan di Kota Tasikmalaya, dengan demikian kami merasa perlu untuk memberikan kontribusi dalam praktik pengasuhan dan gizi anak untuk membantu penurunan dan pencegahan stunting dengan melakukan Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Pembuatan Makanan Pendamping Asi berbasis kearifan lokal di Kelurahan Setiawargi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2023 bertempat di aula kelurahan Setiawargi. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pemberian pendidikan kesehatan dan informasi tentang MPASI yang tepat untuk anak berdasarkan usia, pelatihan pembuatan MPASI berdasarkan usia dan pendampingan pembuatan MPASI. Setelah dilakukan edukasi, terdapat peningkatan pengetahun kader tentang Gizi Seimbang dan MPASI terlihat dari rata-rata pre tes mendapat skor 67,2 dan post tes dengan skor 71, dan setelah dilakukan demo pembuatan MPASI kader dapat menyimpulkan proses pembuatan MPASI mulai dari menyebutkan bahan bahan, dan cara memasak serta dapat mendemokan. Dari hasil kegiatan ini juga kami membuat buku panduan MPASI dan telah memperoleh sertifikat HAKI dan kegiatan telah terpublikasi dalam media massa koran Radar Tasikmalaya. Saran untuk keberlanjutan kegiatan adalah diperlukan pengawasan/ pembinaan/ pendampingan kader dalam mentransfer ilmu dan mengajarkan pembuatan MPASI kepada ibu Balita sesuai buku yang sudah disusun.
PELATIHAN APLIKASI KEMATIAN IBU HAMIL DALAM UPAYA TATA KELOLA KIA DI PUSKESMAS Haryanto, Yanto; Mohammad, Maula Ismail
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i1.315

Abstract

Angka kematian ibu hamil yang melonjak dari tahun 2016 menjadi isu penting dalam program KIA. Untuk mengatasi masalah ini, pengelola program KIA memerlukan data kematian ibu yang berkualitas, pendokumentasian autopsi verbal, dan proses ANC yang baik. Dalam upaya meningkatkan jumlah kontak antara ibu hamil dan tenaga kesehatan, penggunaan teknologi berbasis elektronik dalam bidang kesehatan, khususnya mHealth, telah menjadi tren. Kota Cirebon saat ini belum memanfaatkan komputer dalam proses pencatatan dan pelaporan kematian ibu, sehingga diperlukan pengenalan dan pelatihan Aplikasi Sistem Pencatatan dan Pelaporan Kematian Ibu. Penelitian ini mengevaluasi kualitas data dan informasi yang dihasilkan oleh aplikasi kematian ibu dengan menggunakan teori kualitas data Wang dan Strong (1996). Evaluasi dilakukan di Puskesmas Kesambi dan melibatkan 14 orang bidan dan petugas pengelola data puskesmas. Data diinterpretasikan secara deskriptif. Setelah pelatihan, peserta mengikuti proses aplikasi dengan menggunakan data yang dimiliki puskesmas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kualitas data dan informasi yang dihasilkan aplikasi sesuai dengan harapan calon pengguna, khususnya bidan di puskesmas. Data yang dihasilkan dari aplikasi memiliki relevansi yang baik, memberikan informasi yang lebih lengkap dan menghasilkan data yang bersifat real-time dan reliabel, tidak ada data yang hilang. Hasil penelitian ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan KIA di Kota Cirebon karena tidak hanya memudahkan proses pencatatan dan pelaporan, tetapi juga meningkatkan akurasi data, memungkinkan pemantauan real-time, dan memungkinkan intervensi yang lebih tepat waktu.

Page 4 of 11 | Total Record : 104