In Theos : Jurnal Pendidikan dan Teologi
In Theos: Jurnal Pendidikan dan Teologi. Jurnal ini adalah jurnal penelitian yang terbit bulanan dengan berfokus pada publikasi hasil-hasil riset dalam bidang pendidikan agama secara umum dan kajian-kajian teologis. Jurnal ini ditujukan untuk teolog praktis dan guru pendidikan agama, ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam agama, dan perwakilan dari disiplin budaya-ilmiah lainnya. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempromosikan kajian-kajian mendalam dalam kelimuan di pendidikan agama dan teologi. Jurnal ini memuat sumbangan teori yang deskriptif empiris dan kritis tentang praktik religius dalam masyarakat, terutama berkaitan dengan deskripsi agama sebagaimana yang dipraktikkan. Agama dalam konteks ini dapat dipahami dalam arti luas kata yang dengannya semua kecenderungan apresiatif terhadap pandangan akhir tentang diri sendiri dan dunia dapat digambarkan sebagai yang religius.
Articles
270 Documents
Kajian Dampak Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Seko Tengah Dalam Perspektif Sosio-Teologis
Pangemanan, Nanci;
Pasarrin, Friska;
Napa', Yoberlian;
Nersilita, Wiwin
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i4.2086
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dampak pembangunan PLTA di Seko Tengah ditinjau dari perspektif Sosio-Teologis, yang menyebabkan masyarakat Pro dan Kontra terhadap pembangunan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Bagaimana dampak terhadap lingkungan mengenai pengadaan PLTA di Seko Tengah dalam perspektif Sosio-teologis. Peneliti memulai dengan memaparkan lingkungan hidup yang berdampak bagi kehidupan manusia, baik ditinjau dari segi Sosiologis maupun Teologis, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif Field Research. Akhir dari tulisan ini adalah pembangunan PLTA di Seko Tengah berdampak bagi masyarakat, dampak sosiologis dan teologis. Dampak sosiologisnya adalah sebagian masyarakat mengalami kekerasan fisik, kehilangan lahan. Dampak teologisnya ialah adanya perselisihan yang terjadi antar gereja, bahkan perpindahan denominasi. Oleh sebab itu, agar hal itu tidak terjadi lagi, pemerintah dan perusahaan secara jujur dan terbuka menyampaikan kepada masyarakat seperti apa dampak ekonomi, sosial, politik dan lingkungan yang akan dirasakan masyarakat, sehingga tidak terjadi perselisihan diantara masyarakat.
Perspektif Teologis Ibadah Rabu Abu dan Implikasinya dalam Kehidupan Warga Jemaat Rante Towu
Tulak, Maresdianty Tiku;
Mayasari, Novita
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i4.2087
Perayaan Rabu Abu dalam Gereja Toraja memunculkan berbagai perspektif. Menganggapnya sebagai hal yang biasa dan terkesan ikut-ikutan dalam perayaannya karena dianggap sebagai hari raya milik Gereja tertentu (Katolik). Penulisan ini mengkaji tentang Perspektif Teologis Ibadah Rabu Abu dan Implikasinya dalam Kehidupan Warga Jemaat Rante Towu, Klasis Kalaena. Penulisan ini bertujuan memberikan pemahaman terhadap warga Jemaat Rante Towu mengenai pentingnya makna Rabu Abu. Metode penelitian yang digunakan untuk merampungkan karya tulis ini ialah metode kualitatif yang perolehan datanya melalui data primer dan sekunder. Studi pustaka dan penelitian lapangan ini digunakan dalam rangka menyatukan bahan pustaka yang berkaitan atau berhubungan dengan topik yang dikaji oleh penulis. Setelah penulis melakukan penelitian, ditemukan bahwa semua hari raya Gerejawi adalah tradisi Gereja mula-mula. Sehingga bukan milik organisasi tertentu. Gereja Toraja Kembali melaksanakan Rabu Abu dengan landasan kebersamaan oikumenis agar keluar dari pertentangan-pertentangan dengan gereja-gereja lainnya. Rabu Abu menajdi momen atau wadah tempat umat mengakui dosa dan bertobat serta menghayati pengorbanan Yesus Kristus.
Nilai-Nilai Hukum Adat Ma’doke Puang Dalam Perspektif Pendidikan Kristen Kontekstual di Kecamatan Simbuang
Hendrik, Hendrik;
Lalli, Linda;
Tanga, Irma Yanti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i5.2116
Budaya merupakan suatu tatanan nilai, kebiasaaan-kebiasaan yang berlaku atau adat istiadat. Manusia tidak lepas dari budaya. Manusia memiliki pemikiran, rasa sehingga berusaha mempercayai keyakinan yang diantu budayanya. Kebudayaan dan masyarakat adalah dua kenyataan sosial yang berbeda namun mempunyai keterikatan yang tidak dapat dipisahkan. Di dalam suatu budaya memiliki adat yang mengandung nilai-nilai dan dapat dijadikan sebagai pedoman hidup bagi masyarakat karena memiliki makna didalamnya. Ma’doke puang adalah suatu hukum adat yang dilakukan oleh setiap orang yang melakukan pelanggaran tertentu dengan memberikan sanksi atas kesalahan yang dilakukan. Kebiasaan ini dilakukan masyarakat Kecamatan Simbuang sebagai bentuk pengakuan salah dengan memberikan seekor kerbau kepada orang yang dituduhnya sebagai budak. Adapun tujuan penelitian ini yang ingin dicapai adalah untuk mengkaji nilai-nilai hukum adat ma’doke puang dalam perspektif pendidikan Kristen Kontekstual. Pada akhir tulisan penulis berharap bahwa setiap pembaca memproleh informasi tentang makna ma’doke puang sehingga budaya ini memikirkan yang seharusnya dilakukan.
Memahami Ekoteologi Melalui Lensa Filsafat Naturalisme dalam Era Krisis Lingkungan di Rantepao
Runggang, Agustinus
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i6.2117
Meningkatnya jumlah populasi manusia di Rantepao sangat berpengaruh besar terhadap aktivitas manusia yang menghasilkan sampah. Rendahnya pemahaman masyarakat dalam menjaga alam sehingga berujung pada pencemaran seperti pencemaran sungai Sa’dan dan lingkungan sekitar Rantepao. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan memahami ekoteologi dalam masa krisis lingkungan yang ditinjau dari perspektif filsafat naturalisme. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan studi literatur. Metode pengumpulan data dimulai dari observasi lapangan dan studi pustaka. Temuan dari penelitian ini yaitu sifat konsumerisme dan hedonisme sebagai salah satu penyumbang sampah, Gereja Toraja peduli terhadap krisis lingkungan di Rantepao, dan manusia tidak memahami dirinya dengan baik sebagai mandataris Allah dalam menjaga lingkungan. Simpulan dari penelitian ini yaitu kemajuan zaman tidak menjamin kemajuan moral manusia dalam menjaga lingkungan dan inilah yang disebut perilaku buruk oleh Rousseau sehingga Gereja Toraja terus menyuarakan aksi penyelamatan bumi.
Harmoni dengan Alam: Ekoteologi dalam Konservasi Tanaman Bambu di Toraja
Limbong, Desfianti
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i6.2118
Tanaman bambu adalah tanaman yang memiliki peranan yang penting dalam budaya dan kehidupan masyarakat Toraja selain itu, tanaman bambu ternyata banyak menyimpan air, namun populasi tanaman bambu saat ini menghadapi ancaman kepunahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami prinsip dan peran ekoteologi dalam konservasi tanaman bambu dan pelestarian tanaman bambu agar tidak mengalami kepunahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode penelitian kualitatif deskriptif dengan observasi dan studi pustaka. Manfaat penelitian ini memberikan dasar pengembangan konservasi tanaman bambu yang merupakan warisan budaya Toraja, bagi para teolog, peneliti, dan para pakar ekologi dalam meningkatkan pendidikan dan kesadaran akan alam. Adapun hasil penelitian ini adalah eko-teologi memiliki dampak yang sangat signifikan bagi pelestarian tamanan bambu yang memotivasi komunitas masyarakat Toraja untuk menjaga tanaman bambu sebagai bagian intergral dari budaya dan ekoteologi sebagai pendorong penting dalam menjaga keseimbangan dan kesejahteraan manusia dan alam.
Peran katekese Digital Sebagai Media Pengembangan Iman Kaum Muda Kristiani Masa Kini
Keron, Herlinda;
Tarihoran, Emmeria
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i5.2129
Artikel ini menekankan pentingnya peran katekese dalam pengembangan iman kaum muda Katolik di gereja saat ini. Metodologi analisis digunakan untuk mengevaluasi peran katekese sebagai alat pengembangan iman. Katekese berfungsi sebagai sarana bagi gereja untuk menyampaikan ajaran iman kepada kaum muda, memungkinkan pengembangan religius yang efektif. Kajian ini berfokus pada permasalahan kaum muda masa kini, yang rentan terhadap pengaruh arus modern dan cepat bosan. Hasil analisis menunjukkan bahwa generasi muda berada dalam tahap pencarian jati diri, sehingga memerlukan pendampingan untuk memperkuat iman mereka. Katekese digital, yang menggabungkan teknologi dengan pesan keagamaan, menawarkan solusi yang relevan dan menarik bagi kaum muda. Melalui katekese, generasi muda dapat memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama, mempererat hubungan dengan Tuhan, dan mengembangkan jati diri. Secara keseluruhan, katekese digital memainkan peran penting dalam pengembangan iman kaum muda Kristiani, memungkinkan mereka untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan dunia digital.
Sejarah Perkembangan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo
Surbakti, Ella Angelina Br;
Tarigan, Mehamad Wijaya
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i5.2130
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui sejarah perkembangan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo dan mengingatkan tugas penting bagi gereja dalam memberikan perhatian kepada penderita kusta walaupun Rumah Sakit Kusta Lau Simomo bukan milik Gereja Batak Karo Protestan. Metode yang digunakan dalam pengerjaan tesis ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan meneliti buku- buku sejarah, arsip-arsip di Kantor Sinode Gereja Batak Karo Protestan dan museum Gereja Batak Karo Protestan serta mewawancarai tokoh- tokoh yang mengetahui Sejarah Rumah Sakit Kusta Lau Simomo. Dan hasil yang didapat adalah Gereja Batak Karo Protestan belum melakukan pelayanan khusus terhadap penderita kusta di Rumah Sakit Kusta Lau Simomo, oleh sebab itu pelayanan kepada penderita kusta sebagai tugas yang penting bagi Gereja Batak Karo Protestan di masa depan. Bahwa pelayanan kepada penderita kusta adalah tugas dan tanggung jawab gereja. Sama halnya seperti para Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) yang melayani penderita kusta menjadikan mereka sama seperti seorang saudara. Sampai saat ini Gereja Batak Karo Protestan masih berusaha mengambilalih kepemilikan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo dengan mencari dan menerjemahkan arsip-arsip sejarah di Belanda.
Misi Di Pulau Seribu Sungai : Tinjauan Historis Strategi Pertumbuhan Awal Gereja Toraja di Kalimantan Timur (1972-1982)
Situyu, Haryati Sanda Lolok
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i7.2131
Menjalankan misi Pekabaran Injil bukanlah tugas yang mudah, penuh dengan tantangan dan kegembiraan. Demikian pula, misi Pekabaran Injil Gereja Toraja di Kalimantan menghadapi suka dan duka tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Gereja Toraja bisa masuk dan berkembang di Kalimantan serta dampak positif yang diberikan terhadap masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang berbeda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah atau historiografi, penelitian ini diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai sejarah pertumbuhan Gereja Toraja di Kalimantan. Meskipun misi Pekabaran Injil di Kalimantan penuh tantangan, kehadiran Gereja Toraja berhasil memenuhi kerinduan komunitas Toraja di Kalimantan, sehingga mereka dapat merasakan pelayanan spiritual yang berarti. Hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi penulis tetapi juga bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam mengenai perkembangan dan kontribusi Gereja Toraja di Kalimantan.
Menjelajahi Potensi Rekonstruksionisme Pendidikan Kristen di Era Transformasi Digital
Allo, Herlina Barre
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i7.2133
Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan dan berfokus pada transformasi pendidikan di era digital, khususnya dalam konteks pendidikan Kristen. Di era digitalisasi, pendidikan mengalami transformasi yang signifikan, dimana penggunaan media digital semakin meluas dan memberikan peluang baru dalam proses belajar mengajar. Tidak lagi terkurung dalam empat dinding ruang kelas, siswa kini dapat mengakses berbagai informasi dan sumber daya melalui internet, memungkinkan pengalaman belajar yang lebih personal dan fleksibel. Transformasi ini sangat relevan bagi pendidikan Kristen, membuka peluang untuk menggali potensi rekonstruksionisme. Penelitian ini menemukan bahwa rekonstruksionisme di era digital melibatkan reorganisasi dan rekonstruksi praktik pendidikan Kristen tradisional agar dapat selaras dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan peserta didik di era digital. Dengan mengintegrasikan alat dan sumber daya digital, pendidikan Kristen dapat beradaptasi dengan lanskap pendidikan yang terus berubah, menyediakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.
Pandangan Etika Kristen Terhadap Perilaku Aborsi
Wangri, Meldisen;
Pute, Jimmi Pindan
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/intheos.v4i7.2134
Meskipun agama dan negara melarang perilaku aborsi, praktik ini masih marak terjadi, termasuk di kalangan umat Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan dan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena aborsi dalam masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi penyebab tindakan aborsi dan model intervensi yang dapat ditawarkan kepada pelaku. Penelitian mencakup analisis undang-undang terkait aborsi, kenakalan remaja, serta penyebab dan solusi perilaku aborsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan aborsi beragam, termasuk masalah kesehatan, kondisi ekonomi yang sulit, pasangan yang tidak bertanggung jawab, dan penolakan keluarga. Berdasarkan temuan ini, penulis mengusulkan agar gereja meningkatkan penerimaan dan keterbukaan terhadap mereka yang terlibat dalam aborsi. Gereja harus menyambut dengan kasih, serta membimbing dan mengarahkan dengan penuh kerendahan hati, menyediakan dukungan yang holistik untuk membantu individu menghadapi tantangan yang mereka hadapi.