cover
Contact Name
I Putu Ayub Darmawan
Contact Email
publikasi@sttsimpson.ac.id
Phone
+6281545434611
Journal Mail Official
publikasi@sttsimpson.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran Jl. Agung No. 66, Krajan, Kel. Susukan, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang, Jawa Tengah (50526)
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology
ISSN : -     EISSN : 29883644     DOI : -
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology (NCCET) adalah seminar nasional pendidikan Kristen dan teologi. Seminar nasional dilakukan dalam rangka deseminasi hasil penelitian dan kajian dalam bidang pendidikan dan teologi. Seminar akan diselenggarakan dalam tema-tema tertentu baik oleh Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran maupun bekerjasama dengan lembaga lainnya.
Articles 61 Documents
Spiritualitas Sebagai Resiliensi Dalam Krisis Pribadi Dan Sosial Sukadana, Gusti Ngurah
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1112

Abstract

Studi ini mengkaji spiritualitas sebagai sumber vital ketahanan dalam menghadapi krisis pribadi dan sosial. Krisis pribadi seperti kehilangan, penyakit, atau pergumulan keluarga, dan krisis sosial seperti bencana alam, konflik, atau pandemi, seringkali menyebabkan tekanan psikologis dan emosional yang mendalam. Spiritualitas, yang dipahami sebagai pencarian manusia akan makna dan hubungan dengan diri sendiri, orang lain, alam, dan Tuhan, melampaui agama formal dan memberikan kekuatan batin di masa-masa sulit. Penelitian menyoroti bahwa praktik spiritual mengurangi stres, kecemasan, dan depresi sekaligus meningkatkan kemampuan koping dan kesejahteraan psikologis. Pada tingkat individu, spiritualitas memungkinkan orang untuk menemukan makna dalam penderitaan, mengembangkan penerimaan diri, dan mempertahankan harapan. Pada tingkat komunal, spiritualitas memupuk solidaritas, memperkuat ikatan sosial, dan berfungsi sebagai landasan moral bagi persatuan dan rekonsiliasi. Praktik-praktik seperti doa, meditasi, refleksi, pembacaan kitab suci, ibadah bersama, dan kelompok pendukung berfungsi sebagai strategi efektif untuk memelihara ketahanan. Pada akhirnya, spiritualitas bukan sekadar sumber daya pribadi, melainkan kekuatan kolektif yang memberdayakan individu dan komunitas untuk bertahan, beradaptasi, dan bahkan bertumbuh melalui krisis.
Pemimpin Rohani Sebagai Pendengar Yang Peduli: Relevansi Pelayanan Pastoral di Masa Kini Fransiska, Ni Nyoman
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1114

Abstract

Kepemimpinan rohani dalam pelayanan pastoral saat ini menghadapi tantangan besar dalam menjawab kebutuhan emosional dan spiritual jemaat. Permasalahannya adalah bagaimana pemimpin rohani dapat menjadi pendengar yang peduli yang mampu menciptakan lingkungan psikologis aman, meningkatkan komunikasi efektif, dan melayani jemaat dengan empati. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pemimpin rohani sebagai pendengar yang peduli dan relevansi pelayanan pastoral pada masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan studi literatur, yang dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema penting dalam pelayanan pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin rohani yang menguasai keterampilan mendengarkan secara empatik dapat meningkatkan kepercayaan jemaat, menciptakan suasana pelayanan yang aman, serta memperkuat hubungan pastoral yang transformatif. Selain itu, komunikasi efektif yang dibangun dengan empati membantu pemimpin dalam memberikan bimbingan yang tepat dan relevan untuk pertumbuhan rohani jemaat. Pendekatan ini juga efektif dalam penyelesaian konflik dengan bijaksana, memperkuat kelengkapan diri pemimpin dalam pelayanan rohani, dan membuka ruang kolaborasi dengan profesional terkait. Dengan demikian, mendengarkan dengan peduli merupakan fondasi penting dalam pelayanan pastoral yang relevan dan kontekstual di era modern ini. 
Pastoral Hibrida: Menggembalakan Jemaat secara Fisik dan Digital Harming, Harming
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1116

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik pastoral hybrid yang menggabungkan pelayanan fisik dan digital dalam konteks pasca-pandemi, di mana kebutuhan keintiman rohani dalam ruang digital masih menjadi tantangan. Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana pendeta menghadirkan keintiman rohani dalam pelayanan pastoral secara hybrid. Penelitian dilakukan melalui studi literatur sistematis, analisis konten, dan triangulasi sumber data yang kredibel dari literatur akademik dan laporan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun interaksi fisik terbatas, pelayanan digital membuka peluang pertumbuhan spiritual yang signifikan dan penguatan ikatan komunitas jemaat. Pendeta dapat keterampilan komunikasi digital yang efektif untuk mengembangkan keintiman rohani, serta menciptakan komunitas inklusif yang mengintegrasikan aspek teologis dan teknologi. Kesimpulannya, pelayanan pastoral hybrid harus mengadaptasi dinamika digital tanpa mengorbankan esensi keintiman dan dukungan spiritual. Implikasi penelitian ini mendorong pemimpin gereja untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat pengalaman rohani jemaat di era modern, sekaligus memberikan rekomendasi bagi pengembangan program pastoral yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Menggali Spiritualitas untuk Pemulihan Mental di Era Kecemasan Digital Emiyati, Ayang
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1117

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mental, terutama munculnya fenomena kecemasan digital yang dipicu oleh tekanan sosial, banjir informasi, dan intensitas penggunaan media sosial. Kondisi ini memengaruhi kesejahteraan psikologis individu dan meningkatkan risiko stres serta depresi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran spiritualitas sebagai strategi pemulihan mental di era kecemasan digital. Dengan menggunakan metode kepustakaan, penelitian menganalisis berbagai literatur terkait hubungan spiritualitas dan kesehatan mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik spiritual, seperti doa, saat teduh, refleksi diri, serta keterlibatan dalam komunitas rohani, mampu memberikan ketenangan batin, membangun makna hidup, meningkatkan regulasi emosi, memperkuat konektivitas sosial, dan menumbuhkan resiliensi mental. Integrasi aspek spiritual dalam pendekatan kesehatan mental terbukti relevan untuk membantu individu mengatasi tekanan digital serta mendorong terciptanya keseimbangan hidup yang lebih holistik.
Mewujudkan Iman Dalam Dunia Kerja Dan Keluarga Antak, Maria Martha; Beriang, Senan
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1132

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis makna yang dialami banyak orang Kristen dalam dunia kerja modern, di mana pekerjaan seringkali hanya dipandang sebagai sarana mencari nafkah atau mengejar karier tanpa menyadari bahwa pekerjaan juga merupakan panggilan ilahi dan bagian dari partisipasi dalam karya ciptaan Allah. Pandangan yang terbatas ini menyebabkan stres, kelelahan, ketidakpuasan, dan hilangnya integritas yang berdampak negatif terhadap kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menjawab bagaimana iman Kristen dapat diwujudkan secara holistik dalam konteks dunia kerja dan keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap fenomena tersebut. Hasil analisis teologis penelitian ini menjadi dasar merumuskan implikasi praktis bagi umat Kristen dalam mengintegrasikan iman di dunia kerja dan keluarga. Pekerjaan dipahami sebagai panggilan ilahi yang memuliakan Allah dan menjadi bentuk ibadah yang menghadirkan shalom melalui etika kerja Kristen berlandaskan integritas dan pelayanan. Keluarga dianggap sebagai rancangan ilahi dan “gereja mini” yang mencerminkan kasih Kristus, tempat pewarisan iman secara aktif. Prinsip Sabat penting untuk pemulihan dan mempererat ikatan keluarga. Kesimpulannya, iman Kristen harus mengalir secara menyeluruh dalam kerja dan keluarga sebagai panggilan hidup untuk memuliakan Allah dan mentransformasi individu serta masyarakat.
Biblical Money and the Church's Mission in the Digital Age Guild, Stuart V.
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1148

Abstract

This article examines the relationship between biblical money principles and the mission of the church in the digital age, focusing on Bitcoin as a form of "biblical money" that transcends the modern fiat money system. Based on Luke 16:9 and teachings such as Leviticus 19:36 and Proverbs 11:1, the author asserts that fair money should reflect honesty, avoid value-stealing inflation, and reduce dependence on debt. Bitcoin is judged to meet the principles of scarcity, fragmentability, portability, and resistance to censorship, making it most in line with biblical values of economic justice. In the Indonesian context, although still limited in regulation, Bitcoin has the potential to be used for the storage of value, funding cross-cultural missions, and empowering churches through decentralized financial technology. This article invites the church to rethink missiological finance by applying biblical money ethics in the midst of global economic challenges.
Mendidik Pemimpin Masa Depan: Mentoring Spiritual Dalam Era Perubahan Cepat Siswanto, Krido
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1149

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya mentoring spiritual dalam mendidik pemimpin masa depan Kristen di era perubahan cepat. Dengan mengintegrasikan kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan hamba, mentoring spiritual terbukti membentuk pemimpin yang tidak hanya unggul secara kompetensi, namun memiliki karakter Kristus, integritas, dan relevansi dalam menghadapi tantangan digital serta sosial. Artikel ini juga mengulas aplikasi mentoring digital bagi generasi Z dan menawarkan kerangka praktis bagi gereja dan pendidik Kristen demi pembentukan pemimpin transformatif dan holistik.
Mentor Sebagai Sahabat Rohani: Peran Dalam Pembentukan Karakter Riniwati, Riniwati
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1150

Abstract

Menjadi serupa dengan Kristus adalah kehendak Allah dalam Firman-Nya. Belum semua orang percaya dapat menunjukkan kehidupan yang sama seperti Kristus. Setiap orang percaya mengalami proses pertumbuah rohani yang berbeda-beda. Ada yang memiliki pertumbuhan yang cepat dan ada yang lambat. Tetapi semua itu haruslah diperjuangkan. Orang Kristen juga mengalami kegagalan dalam mentaati Firman Tuhan. Mengalami sakit hati, kemarahan, kebencian, melakukan kebiasaan buruk dan sebagainya, yang intinya tidak mengalami perubahan dalam karakternya. Pada saat menerima pertolongan dari orang lain, belum tentu mendapatkan pendampingan yang tepat. Sehingga orang tersebut tidak merasa ditolong, tetapi justru mendapatkan masalah baru. Tujuan penelitian ini, peneliti memaparkan peran mentor dalam mendampingi mentee untuk perubahan karakter, dengan pendekatan sebagai seorang sahabat. Peran mentor dalam pembetukan karakter adalah: memberikan pendampingan dan arahan yang benar menuntun kepada kebenaran sesuai dengan Firman Tuhan dan memberikan contoh teladan hidup yang baik, sehingga pendampingan menjadi lebih efektif. Seorang mentor juga harus memiliki sikap yang baik yang perlu dikembangkan, yaitu: kasih dan penghargaan, lemah lembut, rendah hati, sabar, bersahabat dengan hangat, suka menolong, rela dan tulus, terbuka, rela berkorban dan memberi perhatian. Seorang mentor perlu menempatkan diri bahwa seorang mentor dan mentee memiliki derajat yang sama, yaitu sebagai manusia berdosa dan sama-sama mendapatkan kasih karunia dari Allah, yaitu pengampunan dosa. Oleh sebab itu, seorang mentor tidak berhak untuk menghakimi dan merendahkan. Yesus memberikan teladan dalam pelayanannya bahwa Yesus mendekati orang berdosa, tidak menjauhi. Yesus menegur dengan kasih dan memberi pengharapan untuk pemulihan sehingga orang yang dilayani dapat terbentuk karakternya, mengalami perubahan dan dapat dipakai Tuhan untuk menjadi alat-Nya untuk melayani Tuhan.
Melayani Tanpa Burnout: Spiritualitas dan Kesehatan Mental Pelayan Tuhan Nainupu, Astrid Maryam Yvonny
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan cara mencegah dan mengatasi masalah burnout di dalam kehidupan para pelayan Tuhan. Metode yang digunakan adalah kualitatif, yang mencakup pengumpulan data melalui penelitian pustaka dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada beberapa Pendeta dan Penginjil juga aktivis gereja yang ada di sinode GKT. Selain itu juga dilakukan wawancara kepada beberapa dosen di STT Simpson Ungaran. Untuk memastikan validitas data, wawancara dilakukan secara mendalam untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif mengenai cara para pelayan Tuhan mencegah dan mengatasi burnout dalam pelayanan. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan menunjukkan bahwa burnout dapat juga dialami oleh para pelayan Tuhan. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya antara lain rutinitas, tuntutan atau beban pelayanan yang tinggi, kelelahan fisik, lingkungan kerja yang buruk, dan merasa sendiri atau tanpa dukungan juga ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan pelayanan. Untuk mengatasinya maka para pelayan Tuhan harus memiliki kehidupan spiritualitas dan kesehatan mental yang prima. oleh sebab itu para pelayan Tuhan harus meningkatkan kehidupan spiritualnya dengan melakukan disiplin rohani seperti: beribadah, berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan. Selain itu para pelayan Tuhan juga harus menjaga kesehatan mental dengan menjalani kehidupan yang seimbang antara melayani dan beristirahat. Melatih pikiran tetap positif dan mencari rekan untuk bercerita bahkan bantuan profesional dalam bentuk konseling. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rujukan bagi para pelayan Tuhan agar dapat melayani tanpa mengalami burnout yang berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan.
Etika Digital Bagi Hamba Tuhan: Teladan Kristus di Dunia Maya Luther, Gracella; Supardi, Supardi
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1152

Abstract

Dunia maya kini menjadi ruang strategis untuk pelayanan dan kesaksian iman, namun juga menghadirkan tantangan etis dan spiritual seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, eksploitasi citra diri, serta munculnya “pemimpin rohani dadakan” tanpa dasar teologis yang kuat. Kondisi ini menuntut hamba Tuhan untuk memiliki pedoman etika digital yang bersumber dari nilai-nilai Kristiani dan meneladani Kristus dalam seluruh perilaku digitalnya. Penelitian ini bertujuan merumuskan prinsip dan penerapan etika digital bagi hamba Tuhan dengan menjadikan teladan Kristus sebagai paradigma etis kontekstual di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur (library research) dengan pendekatan hermeneutika analitis kontekstual, yang menafsirkan ajaran dan karakter Kristus dalam teks Injil serta merekontekstualisasikannya ke dalam praktik digital masa kini. Hasil penelitian mengidentifikasi lima prinsip utama etika digital, yaitu kejujuran dan transparansi, penghormatan terhadap privasi, kesopanan dan kasih dalam komunikasi, penghindaran konflik tidak perlu, serta tanggung jawab atas konten yang dibagikan. Selain itu, ditemukan tujuh teladan Kristus yang relevan bagi hamba Tuhan di ruang digital yaitu kasih tanpa batas, kerendahan hati, menjadi terang dunia, ketahanan terhadap godaan, membangun komunitas, membela kebenaran, dan hidup dalam damai.