cover
Contact Name
Edi Sutoyo
Contact Email
edisutoyo53@gmail.com
Phone
+6281381694837
Journal Mail Official
redaksi@jurnalahsana.org
Editorial Address
Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia) Jl. Pasar Atas No 3, Kompleks Setramas Kota Cimahi, Bandung http://idsciencecenter.com/
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29858283     DOI : https://doi.org/10.59395/ahsana
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat adalah publikasi dalam bentuk artikel pengabdian kepada masyarakat yang mencakup pengembangan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi hasil penerapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk, model, konsep dan atau implementasi pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat pada pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Jurnal ini diterbitkan oleh Penerbit Jurnal Ilmiah Indonesia setelah melalui peer-reviewed oleh para sejawat di bidangnya yang meliputi tetapi tidak terbatas pada hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu-ilmu sosial-humaniora dan ilmu-ilmu eksakta. Topik dari jurnal adalah hasil-hasil pengabdian masyarakat di bidang-bidang berikut ini, seperti Bidang Pendidikan, Teknologi informasi, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, Rekayasa dan bidang-bidang yang lain. Sebagai sebuah terbitan berkala ilmiah, Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan peer-reviewer dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta terakreditasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 79 Documents
Pemberian Minyak Zaitun Pada Anak dengan Ruam Popok Akibat Diare Sari, Ameliya; Murniati, Murniati; Haniyah, Siti
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober 2024 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v2i3.362

Abstract

Diare merupakan kondisi seseorang mengalami BAB ?3 kali dengan konsistensi encer. Peningkatan frekuensi BAB mengakibatkan gesekan pada pantat terlebih anak menggunakan diapers, hal ini dapat menimbulkan ruam popok yang menyebabkan gatal, kemerahan, gelisah tidak nyaman pada bokong, kemaluan yang tertutup diapers akibat urin, feses tertimbun lama. Tujuan studi kasus untuk mengetahui gambaran pemberian asuhan keperawatan anak dengan integritas kulit akibat ruam popok di Ruang Cempaka RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalinga, fokus intervensi pemberian minyak zaitun. Penelitian menggunakan metode deskriptif yaitu studi kasus pemberian asuhan keperawatan. Setelah diberikan minyak zaitun satu sendok makan selama tiga hari didapatkan perubahan warna kemerahan sebelum dan sesudah pemberian minyak zaitun, hari 1-3 derajat ruam masih di derajat sedang berat, namun penurunan presentase ruam dari 10% menjadi 7%. Dapat disimpulkan hasil asuhan keperawatan anak dengan diare yang mengalami ruam popok ditemukan diagnosis gangguan integritas kulit/jaringan teratasi sebagian.
Pemberian Kompres Tepid Water Sponge Untuk Menurunkan Suhu Pada An. R dengan Tifoid Fauziyyah, Devita Listyani; Murniati, Murniati; Haniyah, Siti
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober 2024 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v2i3.363

Abstract

Demam tifoid adalah suatu kondisi dimana infeksi akut usus halus yang terjadi pada saluran perencanaan dan disebabkan oleh Salmonella typhi dengan tanda dan gejala seperti demam naik turun hingga 3 hari, kulit kemerahan dan mual muntah. Apabila demam tifoid tidak segera ditangani dan diobati maka dapat menyebabkan terjadinya beberapa masalah keperawatan, salah satunya adalah hipertermia. Hipertermia adalah suhu tubuh diatas nilai normal (36,5-37,5°C). Jika hipertermia tidak segera diatasi maka akan menimbulkan komplikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan asuhan keperawatan hipertermia berfokus pada implementasi pemberian kompres Tepid water sponge. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, pendekatan yang digunakan yaitu asuhan keperawatan meliputi pengkajian hingga evaluasi keperawatan. Subyek studi kasus ini yaitu An. R dengan masalah hipertermia pada demam tifoid. Data fokus yang didapat yaitu peningkatan suhu tubuh sebesar 38,4°C, kulit nampak kemerahan di bagian tangan, menggigil dan akral tubuh pasien teraba hangat. Hasil laboratorium ditemukan hasil laboratorium S. Typhi meningkat dengan hasil Typhi B-O yaitu 1/80, Typhi C-O yaitu 1/80, Widal S Typhi O yaitu 1/160, Typhi A-H yaitu 1/320, dan Typhi C-H 1/80. Dari data tersebut, masalah yang muncul adalah hipertermia berhubungan dengan proses penyakit. Intervensi utama yang ditetapkan adalah pemberian kompres Tepid water sponge. Pemberian kompres Tepid water sponge dilakukan selama 15-20 menit selama 2 kali dalam satu hari. Hasil studi kasus selama 3x24 jam didapatkan bahwa rata-rata suhu tubuh pada An. R menurun setelah diberikan kompres Tepid water sponge selama 3 hari sebesar 1,16°C, kulit kemerahan menurun, menggigil menurun dan akral tubuh pasien membaik. Kompres Tepid water sponge dapat menurunkan suhu pada anak hipertermia dengan demam tifoid.
Perbaikan Instalasi Air Bersih Dalam Persiapan Event Pacu Sampan Desa Buluh Cina Rayhan Akbar Indrajati; M. Ilham Gunawan; Jesse Christian; Joseph Natanael Hutauruk; Nicolas Baginda Pernandes Simbolon; Agus Prima Pratama; Deffa Wandestyo Supanka; Greodino Karolus Borromeus Sitompul; David Rafael Sitanggang; Mega Luvita Aulia
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober 2024 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v2i3.366

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama manusia digunakan untuk keperluan air minum, mandi, cuci dan lain sebagainya. Selain untuk kehidupan manusia, air merupakan sebagai alat untuk transportasi serta kegiatan wisata seperti lomba pacu sampan. Desa Bulu Cina merupakan desa wisata yang selalu mengadakan kegiatan pacu sampan setiap tahunnya. Untuk kelancaran kegiatan lomba ini sangat dibutuhkan ketersediaan air yang cukup. Permasalahan utamanya adalah distribusi air yang tidak memadai karena instalasi air yang rusak, sehingga dapat mengganggu persiapan dan pelaksanaan acara.  Solusi yang ditawarkan adalah Memulihkan instalasi air  di Desa Bulu Sina. Metode yang dilakukan adalah pendekatan parsitipatif, survey dan analisis, perencanaan teknis, implementasi perbaikan, Edukasi dan pelatihan serta monotoring dan evaluasi.  Tujuan dari perbaikan ini adalah untuk menjamin ketersediaan air yang cukup selama acara Pacu sampan, mendukung kelancaran acara, dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi peserta dan pengunjung.  Kegiatan KKN berhasil memperbaikan instalasi pipa air bersih dan dapat memenuhi ketersediaan air bersih yang dapat mendukung kegiatan lomba pacu sampan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Kesuksesan acara ini diharapkan dapat mempererat kerukunan masyarakat dan memajukan Desa Bulu Cina sebagai destinasi wisata.
Perilaku Remaja dalam Menggunakan Internet untuk Mengenali dan Mengindari Phishing pada SMA Muhammadiyah Pacitan Sunardi, Sunardi; Murinto, Murinto; Astianingrum, Krisna; Yulisasih, Baiq Nikum; Putri, Salsabilla Azahra
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober 2024 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v2i3.367

Abstract

SMA Muhammadiyah Pacitan merupakan salah satu SMA swasta yang ada di Kota Pacitan, bertepatan di Jalan Gajahmada No. 20 Kabupaten Pacitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku remaja dalam menggunakan internet serta cara mengenali dan menghindari phishing di SMA Muhammadiyah Pacitan. Seiring dengan meningkatnya akses dan penggunaan internet di kalangan remaja, muncul berbagai risiko keamanan siber, termasuk phishing yang dapat merugikan pengguna. Melalui metode survei dan wawancara mendalam, penelitian ini menganalisis kebiasaan online siswa, tingkat kesadaran terhadap ancaman phishing, dan strategi yang digunakan untuk melindungi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMA Muhammadiyah Pacitan aktif menggunakan internet untuk keperluan pendidikan dan hiburan, namun masih kurang memahami bahaya phishing. Edukasi mengenai tanda-tanda phishing, seperti email atau situs web palsu yang meminta informasi pribadi dan praktik aman berinternet menjadi sangat penting. Program pemberdayaan umat ini berhasil, dengan 38,9% siswa merasa sangat mampu dan 38,9% merasa mampu mengenali phishing setelah mengikuti kegiatan tersebut, tanpa ada yang merasa tidak mampu. Selain itu, 61,1% siswa menilai program ini sangat efektif dalam memberikan pengetahuan tentang keamanan internet dan phishing.
Pelatihan Penanganan Kelainan Gerak Anak Cerebral Palsy bagi Guru-guru di SLB Negeri 1 Takalar Meidina, Tatiana; Sulasminah, Dwiyatmi; Mutahara, Nurul; Mubar, Muh. Maaris; Putri, Reza Sttarna
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i3.414

Abstract

Cerebral palsy (CP) adalah gangguan perkembangan motorik akibat kerusakan otak yang terjadi pada periode prenatal, perinatal, atau postnatal dini. Anak CP memerlukan pendekatan interdisipliner dan adaptasi lingkungan agar dapat berpartisipasi optimal di sekolah. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SLB Negeri 1 Takalar dalam penanganan dasar gangguan gerak anak CP, termasuk pemahaman tentang konsep CP serta latihan fungsional sederhana. Kegiatan diikuti oleh 28 guru baik guru yang berstatus PNS, P3K maupun guru honorer. Metode pelatihan meliputi sesi teori, demonstrasi praktik, latihan terstruktur, serta evaluasi pre-post tes serta lembar angket untuk menilai evaluasi proses. Hasil yang diperoleh berdasarkan evaluasi proses adalah terjadinya peningkatan kemampuan guru dalam melakukan penanganan kelainan gerak menggunakan alat bantu terapi dan ambulasi yang ada di sekolah serta berdasarkan evaluasi hasil terjadi peningkatan dari hasil pretes dengan kategori mayoritas kurang dan cukup menjadi baik dan sangat baik .
Pelatihan Pembuatan Batik Shibori bagi Guru-Guru di SLB YPPLB Cendrawasih Makassar Sulasminah, Dwiyatmi; Wardhani, Ossy Firstanti; Lestari, Rini; Meidina, Tatiana; Bastiana, Bastiana
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v3i3.415

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) YPPLB Cendrawasih Makassar dalam membuat batik shibori sebagai salah satu bentuk pengembangan kreativitas dan pembelajaran keterampilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, dan dihadiri oleh kepala sekolah serta 18 orang guru. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa 90% guru belum pernah mengenal batik sibori, tidak mengetahui bahan, alat, maupun teknik pembuatannya. Metode pelatihan dilakukan melalui tahapan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi hasil karya. Hasil evaluasi di akhir kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (18 orang) menyatakan batik sibori mudah dibuat, instruktur memberikan penjelasan dengan jelas, bahan pelatihan memadai, serta kegiatan berjalan efektif dan menyenangkan. Selain itu, para guru merasa termotivasi untuk mengajarkan keterampilan batik sibori kepada peserta didik di kelasnya sebagai salah satu bentuk pembelajaran vokasional yang menarik dan kontekstual. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini dinilai berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis keterampilan seni batik sibori di lingkungan SLB.
Pelatihan Unity dan AI untuk Pengembangan Animasi Edukatif di MAN 3 Banyumas Imam Adiyana; Purbaya, Muhammad Eka; Miranda, Bella Okta Sari; Damayanti, Novita
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/2be6kj49

Abstract

Revolusi Industri 4.0 dan Kurikulum Merdeka Belajar menuntut inovasi media pembelajaran interaktif. Namun, kendala biaya, kompleksitas teknis, dan kesenjangan literasi digital menghambat produksi animasi edukatif berkualitas, khususnya di daerah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun kapasitas civitas akademika MAN 3 Banyumas dalam mengembangkan animasi edukatif dengan memanfaatkan teknologi unity dan kecerdasan buatan (AI). Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik langsung (hands on training) dan pendampingan berkelanjutan, meliputi empat tahap: persiapan, pelaksanaan pelatihan, penerapan proyek, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar 31%, dengan 80% proyek animasi yang dihasilkan berkategori baik hingga sangat baik. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan juga baik (skor rata-rata 4,76). Kegiatan ini berhasil mengubah peran peserta dari konsumen menjadi produsen konten digital, sekaligus menjadi langkah konkret dalam meningkatkan literasi digital menuju level kreasi. Pelatihan semacam ini merupakan model efektif untuk memperkenalkan teknologi emerging secara aplikatif dan mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran inovatif di tingkat madrasah aliyah.
Upaya Meningkatkan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Rutin Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Kembaran 1 Pradani, Viky Dwi Pradani; Kurniawan, Wasis Eko; Maryoto, Madyo
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/mmsxjx30

Abstract

Keluarga merupakan individu terdekat yang dapat berkontribusi aktif untuk memperoleh kepatuhan dan keberhasilan pengobatan. diabetes adalah suatu kondisi metabolisme yang bermanifestasi sebagai peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal. Koping negatif disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga sehingga mengganggu kepatuhan kontrol rutin pada penderita diabetes. Tingkat kepatuhan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu faktor demografi, penyakit, program terapeutik, dan psikososial. Puskesmas Kembaran II berjumlah 367 pasien.Metode yang digunakan dalam mengatasi permasalahan yaitu dengan pemberian edukasi tentang pengaplikasian metode pendampingan keluarga pada tingkat kepatuhan minum obat penderita diabetes mellitus dengan metode edukasi. Pengukuran tingkat pengetahuan peserta dilakukan dengan mengidentifikasi pengetahuan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) kegiatan pengabdian.setelah dihitung dari 30 peserta 26 peserta di kategori kurang pengetahuan dengan presentasi 86,6%, 3 peserta di kategori baik dengan presentase 0,1%, dan 1 peserta sudah di kategori cukup baik dengan presentase 0,03%, 30 peserta, 28 peserta meningkat kategori cukup baik dengan presentase 93,3%, dan 2 peserta meningkat kategori baik dengan prasentase 0,06%. Berdasarkan nilai presentase pre-test dan post-test dapat disimpulkan bahwa ada perubahan nilai dalam pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan tentang dukungan keluarga tentang kepatuhan kontrol rutin yang awalnya menujukan pengetahuan mayoritas masih di kategori kurang, setelah dilakukan penyuluhan kepada keluarga penderita diabetes melitus menunjukan adanya peningkatan pada angka pengetahuan yang baik dalam pemahaman mereka, hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yang telah dilaksanakan dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan dari nilai presentase pada pre-test dan post-test adanya peningkatan sebanyak 16,67%, dari hasil nilai tertingi pada saat pre-test 86,6% (kurang) dan nilai tertinggi pada post-test 93,3% (cukup baik). 
Belajar Melalui Puzzle untuk Meningkatkan Problem Solving dan Mengasah Motorik Siswa KB Busnih Arfah Kabupaten Maros Aras, Irwin; Nurfaizah, Lail Quenny; Sania, Marsya; Andini, Mutiara Nabila; Said, Muhammad Irsyah; Wahab, Muhammad Abdul; Al-Mashraqi, Duaa Ali Saif Saleh; Eissa, Yahya Sahlol Ali; Fahira, Ainun; Manyullei, Syamsuar; Wahiduddin, Wahiduddin
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/0qgwgx15

Abstract

Anak usia dini merupakan fase perkembangan optimal di mana mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan aktif mengeksplorasi lingkungan. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan problem solving dan motorik halus anak melalui kegiatan bermain sambil belajar. Metode yang digunakan adalah transfer of training, yang terdiri dari tiga sesi: pre-test, latihan, dan post-test. Pada sesi pre-test dan post-test, anak diminta menyusun puzzle dengan pencatatan waktu, sementara sesi latihan diberikan tanpa tekanan waktu untuk membantu anak-anak memahami pola dan strategi penyusunan puzzle. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar .043 (p-value < .05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara sesi 1 dan sesi 3 dalam waktu penyelesaian puzzle. Kelebihan metode ini adalah tahap pelaksanaan yang mudah, alat yang sederhana (hanya stopwatch), serta permainan yang disukai anak-anak. Namun, pengulangan tiga kali dapat menimbulkan kebosanan bagi peserta.