cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Integrasi Program, Anggaran, dan Prosedur dalam Implementasi Manajemen Strategis Lembaga Pendidikan Ria Nanda Safitri; Zaliva Lara Rozianti; Muhammad Syaifuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7329

Abstract

Implementasi strategi merupakan tahapan penting dalam manajemen strategis yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Dalam konteks lembaga pendidikan, keberhasilan implementasi strategi bergantung pada kemampuan organisasi mengintegrasikan program, anggaran, dan prosedur secara efektif. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara program yang dirancang, anggaran yang dialokasikan, dan prosedur yang diterapkan sehingga pelaksanaan strategi belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya integrasi program, anggaran, dan prosedur dalam implementasi manajemen strategis lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui analisis artikel ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program berfungsi sebagai operasionalisasi strategi, anggaran sebagai instrumen alokasi sumber daya, dan prosedur sebagai pedoman pelaksanaan. Integrasi ketiga komponen tersebut menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas implementasi strategi, memperkuat koordinasi organisasi, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.  
Implementasi Kegiatan Kokurikuler Dalam Penguatan Dimensi Kolaborasi Pada Murid Kelas V SD Negeri 5 Sumerta Denpasar I Nengah Dwi Harta Diana; I Made Arsa Wiguna; Ni Nyoman Suastini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7373

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar sebagai bagian dari pengembangan karakter dan keterampilan sosial abad ke-21. Kegiatan kokurikuler dipandang sebagai sarana yang dapat membantu murid mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berbagi tanggung jawab, serta membangun interaksi sosial melalui pengalaman belajar secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler dalam penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar, (2) bentuk-bentuk perilaku kolaboratif yang muncul melalui kegiatan kokurikuler, dan (3) kendala serta upaya guru dalam implementasi kegiatan kokurikuler untuk penguatan dimensi kolaborasi pada murid kelas V di SD Negeri 5 Sumerta Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan murid kelas V SD Negeri 5 Sumerta Denpasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan kokurikuler dilakukan melalui penentuan tujuan dan tema kegiatan, pembagian kelompok dan peran murid, serta penyusunan langkah-langkah kegiatan dan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembuatan drama yang melibatkan kerja kelompok dan partisipasi aktif murid. Bentuk perilaku kolaboratif yang muncul meliputi kemampuan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berbagi peran dan tanggung jawab, sikap saling menghargai pendapat, serta kepedulian dan kesediaan membantu teman. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, perbedaan karakteristik murid, kurangnya partisipasi aktif sebagian murid, serta kesulitan memahami peran dan menghafal dialog. Upaya yang dilakukan guru yaitu memberikan motivasi, membagi peran sesuai kemampuan murid, memberikan bimbingan secara intensif, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan kondusif. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler melalui pembuatan drama memberikan kontribusi positif dalam penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar.
Revitalisasi Pendidikan Islam melalui Penguatan Karakter dan Moderasi Beragama Nony Wahyu Ningsih; Hidayati Ramadhani; Ajahari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7374

Abstract

Pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan akibat globalisasi, transformasi digital, dan melemahnya nilai moral peserta didik. Meningkatnya sikap intoleransi dan pemahaman keagamaan yang ekstrem menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama dalam lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi pendidikan Islam melalui penguatan karakter dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik relevan tahun 2022–2025. Teknik analisis data menggunakan analisis isi melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Moderasi beragama juga berkontribusi dalam mencegah ekstremisme dan membangun sikap inklusif di masyarakat multikultural. Selain itu, peran guru dan kurikulum berbasis karakter mendukung revitalisasi pendidikan Islam. Kesimpulannya, penguatan karakter dan moderasi beragama mampu membentuk generasi yang religius, toleran, dan adaptif tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Akidah Akhlak: Kajian Konseptual dan Implementasi Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Agustina Rosalina; Nor Laila; Aditya Achmad Habibie
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7376

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak di madrasah masih menghadapi tantangan berupa dominasi metode pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran belum optimal. Problem Based Learning (PBL) hadir sebagai alternatif model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, penerapan, dampak, dan tantangan Problem Based Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Penerapan PBL berdampak positif terhadap peningkatan keaktifan belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, serta pembentukan karakter peserta didik. Namun, penerapan PBL masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru dan peserta didik, keterbatasan sarana, serta perlunya penguatan nilai-nilai Islam dalam proses pemecahan masalah. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi sintaks Problem Based Learning (PBL) yang disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran Akidah Akhlak serta identifikasi tantangan spesifik penerapannya dalam konteks pendidikan Islam.
Tazkiyatun Nafs dalam Perspektif Al-Ghazali: Upaya Mengatasi Disorientasi Nilai dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Reyhan Aditya Julianto; Mahasri Shobahiya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7391

Abstract

Disorientasi nilai telah menjadi salah satu tantangan utama dalam Pendidikan Agama Islam kontemporer, karena praktik pendidikan cenderung lebih menekankan pencapaian akademik dan penguasaan kognitif dibandingkan internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual. Orientasi semacam ini menyebabkan munculnya kesenjangan antara pemahaman peserta didik terhadap ajaran Islam dan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tazkiyatun nafs menurut perspektif Al-Ghazali serta menelaah relevansinya sebagai kerangka dalam psikologi pendidikan Islam untuk mengatasi permasalahan disorientasi nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan karya-karya Al-Ghazali sebagai sumber utama serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan hubungan konseptual yang terkandung di dalamnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan disorientasi nilai terletak pada orientasi pendidikan yang lebih mengutamakan capaian kognitif dibandingkan pembinaan moral dan kesadaran spiritual. Dalam konteks ini, konsep tazkiyatun nafs Al-Ghazali yang meliputi tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli menawarkan suatu model komprehensif untuk menumbuhkan penyucian jiwa, pengendalian diri, serta pengembangan karakter yang luhur. Selain itu, konsep tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan konstruksi psikologis berupa kesadaran diri (self-awareness), pengaturan diri (self-regulation), dan pengendalian diri (self-control), yang merupakan dimensi penting dalam psikologi pendidikan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa tazkiyatun nafs dapat berfungsi sebagai pendekatan psikologis-spiritual yang efektif dalam merekonstruksi orientasi Pendidikan Agama Islam menuju proses pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada pengembangan manusia secara holistik, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Efektivitas dan Tantangan Media Digital sebagai Sumber Belajar PAI di MI May Syarah; Mery. A; Agustina Rosalina; Auliana; Ali Iskandar Zulkarnain
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7394

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Media digital semakin banyak dimanfaatkan sebagai sumber belajar karena mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan tantangan media digital sebagai sumber belajar PAI di MI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital telah digunakan dalam berbagai bentuk, seperti e-learning, Google Classroom, Learning Management System (LMS), PowerPoint interaktif, YouTube, Whiteboard Animation, dan video animasi Islami. Penggunaan media digital terbukti mampu meningkatkan perhatian, motivasi, pemahaman materi, serta keterampilan praktik keagamaan siswa. Efektivitas media digital terlihat pada aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi dan literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta perlunya pengawasan penggunaan media digital pada siswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, dukungan sarana teknologi, dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran PAI di MI.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama dalam KOSP di SMA Dharma Wanita Surabaya Susanti; Miftakhul Fauzia; Shohibul Hidayah; Fathur Rochman
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7408

Abstract

Penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan menjadi penting sebagai upaya membangun sikap toleran, inklusif, dan seimbang di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis muatan nilai moderasi beragama dalam dokumen KOSP, implementasi pembelajaran PAI berbasis moderasi beragama, serta strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut di SMA Dharma Wanita Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moderasi beragama telah terintegrasi dalam KOSP melalui penguatan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi terhadap budaya lokal. Implementasi pembelajaran PAI berlangsung secara humanis, dialogis, dan partisipatif melalui pemberian ruang bagi peserta didik untuk berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun sikap saling menghormati. Strategi guru dilakukan melalui penggunaan metode diskusi, tanya jawab, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kelompok, serta pendekatan persuasif yang mendukung terciptanya kelas yang inklusif. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi kurikulum, pembelajaran, budaya sekolah, dan peran guru menjadi fondasi penting dalam penguatan moderasi beragama di lingkungan sekolah.
Internalisasi Nilai-Nilai Akidah Akhlak pada Generasi Z dalam Perspektif Pendidikan Islam Silna Farodis; Alysia Qothrunnada; Anisa Rahmasari; Mohammad Syaifuddin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7416

Abstract

Kemajuan teknologi telah mengubah perilaku populasi dewasa muda dengan mengubah cara mereka berkomunikasi satu sama lain dan berinteraksi dengan lingkungan mereka, yang telah menghasilkan perubahan baik dan buruk pada perilaku dan perkembangan mereka. Sebagian besar perubahan negatif yang terjadi berkaitan dengan kemerosotan moral dan penurunan nilai-nilai agama pada generasi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang proses dan metode internalisasi keyakinan dan nilai-nilai moral Islam (akidah akhlak) pada Generasi Z dengan meneliti pengalaman pengajaran pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, desain studi tinjauan pustaka, dan data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode reduksi data, klasifikasi, analisis naratif, dan penarikan kesimpulan. Ditemukan bahwa internalisasi nilai-nilai akidah akhlak harus dilakukan melalui proses bertahap yang terdiri dari tiga fase yaitu transformasi nilai, transaksi, dan trans-internalisasi. Kombinasi dari tiga strategi utama berikut dapat digunakan secara efektif untuk mengimplementasikan integrasi nilai-nilai akidah akhlak pada Generasi Z, penggunaan strategi integrasi teknologi (pembelajaran campuran), strategi media sosial alternatif yang kreatif untuk dakwah (yaitu, berbagi pesan/nilai keagamaan), dan dukungan ekologis yang kuat dari orang tua, guru, dan siswa. Kunci keberhasilan dalam membangun karakteristik keagamaan Generasi Z akan bergantung pada tingkat sinergi yang ada antara rumah, sekolah, dan masyarakat. Kesimpulannya, studi ini akan menunjukkan bahwa dengan memahami konteks di mana Generasi Z berada saat ini dan bagaimana melakukan perubahan untuk membantu menciptakan proses internalisasi nilai-nilai akidah akhlak yang adaptif akan memungkinkan perlindungan Generasi Z dari pengaruh negatif.
Menjawab Tantangan Krisis Moral Pelajar: Rekonstruksi Figur Guru Berdasarkan Karakteristik Mu'allim Rasulullah SAW Nurul Mardhatillah; Zul Ikromi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7427

Abstract

Dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi tantangan berat berupa penurunan moral di kalangan pelajar, seperti maraknya kasus perundungan (bullying), tawuran, hingga kecanduan judi online dan obat-obat terlarang. Maraknya fenomena tersebut turut menambah keprihatinan terhadap kondisi pendidikan zaman modern yang sangat disayangkan dihadapkan dengan pergeseran peran guru di sekolah yang cenderung hanya fokus mengejar nilai akademik dan menuntaskan materi pelajaran, sehingga mengabaikan pembentukan akhlak anak didiknya yang pada akhirnya menemui jalan buntu untuk memperbaiki generasi muda abad ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kembali karakteristik Nabi Muhammad SAW sebagai seorang guru (mu'allim) pilihan dan bagaimana cara menerapkannya pada sosok guru modern saat ini sebagai solusi atas krisis moral tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan dan menelaah data dari berbagai sumber tertulis, seperti ayat Al-Qur'an, hadis-hadis Nabi, serta kitab Ar-Rasul al-Mu'allim karya Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunci kesuksesan Rasulullah SAW dalam mendidik watak manusia terletak pada kekuatan kepribadian beliau. Rasulullah SAW mengajar dengan memberikan contoh nyata (keteladanan), penuh kasih sayang dan kelembutan, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta sangat menghargai keunikan karakter setiap siswanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menyelamatkan moral generasi muda, guru modern harus mengubah paradigmanya dari sekadar "pengajar materi" menjadi "pendidik jiwa". Dengan menghidupkan kembali gaya mengajar ala Rasulullah SAW di ruang kelas, guru akan menjadi sosok teladan yang dihormati, sehingga siswa dengan sukarela meniru perilaku baik gurunya. Sekolah pun dapat kembali berfungsi sebagai tempat yang aman untuk mencetak generasi yang cerdas otaknya sekaligus mulia akhlaknya.
Pengembangan Konstruksi Model Pendidikan Islam Transformatif: Paradigma, Sumber, dan Landasan Operasional Faqih Utsman; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7488

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan konstruksi model Pendidikan Islam Transformatif melalui kajian mendalam terhadap paradigma, sumber, dan landasan operasional yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan Islam di era kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan rekonstruksi pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong transformasi kesadaran individu dan perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang relevan dengan pendidikan Islam transformatif. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma Pendidikan Islam Transformatif dibangun atas prinsip integrasi antara dimensi ketuhanan, kemanusiaan, keilmuan, dan sosial kemasyarakatan. Sumber utama pendidikan meliputi Al-Qur’an, Hadis, ijtihad, dan realitas sosial yang menjadi basis pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran. Landasan operasional model mencakup pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran dialogis, problem-based learning, project-based learning, refleksi kritis, serta evaluasi autentik yang berorientasi pada pembentukan karakter dan transformasi sosial. Guru berperan sebagai murabbi, fasilitator, motivator, dan agen perubahan yang mendampingi peserta didik dalam mengembangkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial. Model yang dikembangkan menghasilkan konstruksi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual dan intelektual, tetapi juga pada pembentukan individu yang mampu menjadi agen transformasi sosial dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadaban, berkeadilan, dan berkemajuan. Dengan demikian, Pendidikan Islam Transformatif menjadi paradigma alternatif yang relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 sekaligus memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan peradaban.