cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Sekolah Menengah Atas Didit Darmawan; Nur Lailatul Hidayah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7502

Abstract

Tuntutan pembelajaran di masa sekarang menuntut siswa SMA untuk berpikir lebih kritis. Namun, metode tradisional yang memusatkan guru di pembelajaran serta banyak menekankan hafalan seringkali menghambat perkembangannya. Studi ini meneliti model pembelajaran inkuri untuk menumbuhkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis pada tingkat SMA berdasarkan sintesis berbagai penelitian kuantitatif pada rentang tahun 2020–2025. Pendekatan tinjauan literatur kualitatif, penelitian ini mengkaji dan mensintesis hasil studi eksperimen dan quasi eksperimen dari berbagai artikel ilmiah yang relevan. Analisis deskriptif digunakan untuk menelaah pola temuan, konsistensi hasil, serta kontribusi model pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil kajian secara konsisten mengungkap bahwa implementasi model pembelajaran inkuiri, baik dalam bentuk inkuiri terbimbing maupun variasi lainnya yang didukung media pembelajaran interaktif seperti simulasi dan platform digital, secara positif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Temuan juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri mendorong siswa untuk lebih aktif, mandiri, dan terlibat dalam proses pembelajaran yang lebih analitis serta reflektif. Oleh karena itu, dalam konteks pendidikan menengah, model ini dapat dipandang sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA.
Strategi Manajemen Administrasi Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital Niya Armita Sari; Arbiah; Nur Amanah; Falisha Ramadhani; Mumtazah Nawar Afifah; Adinata Rusmen Idris; Muhammad Aziz
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7547

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam pengelolaan pendidikan, termasuk pada administrasi pendidikan Islam. Lembaga pendidikan dituntut untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen administrasi pendidikan Islam, menjelaskan perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dihadapi di era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat diterapkan meliputi digitalisasi administrasi sekolah, penggunaan sistem informasi pendidikan, pengelolaan data akademik berbasis digital, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan administrasi. Strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, mendukung kinerja guru, meningkatkan efisiensi pengelolaan sekolah, dan memperkuat transparansi. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan kompetensi digital, kurang memadainya infrastruktur teknologi, proses adaptasi terhadap teknologi baru, serta keamanan data. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, penguatan sistem administrasi berbasis teknologi, serta pengembangan budaya digital yang positif. Dengan manajemen administrasi yang efektif dan adaptif, kualitas pendidikan Islam di era digital dapat terus ditingkatkan.
Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Pada Mata Pelajaran PAI Wardatus Sholikha; Didit Darmawan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7576

Abstract

Pembelajaran PAI di SMP cenderung meningkatkan hasil pembelajaran siswa dengan partispasi aktif dalam tugas-tugas bermakna, kolaboratif, dan kontekstual yang berkaitan dengan situasi kehidupan mereka. Model Project Based Learning (PjBL) berdampak besar pada keinginan dan hasil belajar PAI siswa SMP dengan kontribusi terhadap hasil belajar. Melalui metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi literatur, diharapkan penelitian dapat menganalisis dampak PjBL dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI pada siswa SMP. Penelitian memperoleh temuan bahwa model pembelajaran PjBL dapat mengembangkan keterampilan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pedagogik guru, dukungan fasilitas pembelajaran, serta integrasi PjBL dalam perencanaan kurikulum agar proses pembelajaran PAI dapat berlangsung lebih efektif, kontekstual, dan berorientasi pada pengalaman belajar siswa.
Kesiapan Transformasi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analisis Kebutuhan Guru terhadap Perencanaan Pembelajaran dan Materi Ajar Ria Sunnisak; Maya Safitri; Sri Maulida
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7586

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, integrasi teknologi digital dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan materi ajar masih menjadi tantangan bagi banyak guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perencanaan pembelajaran dan materi ajar Pendidikan Agama Islam di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada guru Pendidikan Agama Islam, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perencanaan pembelajaran dan materi ajar berbasis digital berada pada kategori tinggi. Guru memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap pengembangan modul ajar digital (87,5%), media pembelajaran interaktif (84,2%), video pembelajaran (89,3%), serta peningkatan kompetensi digital (91,4%). Penelitian juga menemukan berbagai kendala, antara lain keterbatasan kompetensi digital guru, kurangnya pelatihan teknologi pendidikan, keterbatasan fasilitas pendukung, keterbatasan waktu pengembangan media, dan kualitas jaringan internet. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi digital guru dan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis teknologi menjadi kebutuhan utama dalam mendukung efektivitas pembelajaran PAI. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan, program pengembangan profesional guru, dan inovasi sumber belajar digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital.
Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Tilawati di UIN Palangka Raya Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Neela Afifah; Wahyu Andhika Chandra; Iyan Fatmawi Saban
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Tilawati di UIN Palangka Raya, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Ibu Neela Afifah (Dosen dan Ketua Panitia Pelaksana program Baca Tulis Al-Qur’an) serta observasi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program mencakup tujuan yang selaras dengan identitas kampus Islam, target pencapaian enam level kompetensi yang merefleksikan enam jilid Tilawati, serta pendanaan dari DIPA UIN Palangka Raya. Pelaksanaan kegiatan berlangsung rutin pada hari Senin hingga Kamis pukul 18.00–19.00 dengan durasi bervariasi per level, melibatkan panitia, tim yang memiliki syahadah sebagai instruktur metode tilawati, dan kerja sama dengan Pesantren Nurul Falah Surabaya. Proses pembelajaran terdiri dari kegiatan awal (doa), inti (peraga buku klasikal dan baca simak individual), serta penutup (membaca bersama dan doa). Evaluasi dilakukan melalui tes lisan berjenjang dengan sistem mengulang level jika tidak lulus (prinsip mastery learning). Simpulan, implementasi Metode Tilawati di UIN Palangka Raya telah berjalan sistematis dan selaras dengan temuan penelitian sebelumnya.
Aksiologi Ilmu dan Etika dalam Manajemen Pendidikan Sumarni Umar Ahmad; Novi Susanti; Hanibar; Retno Wahyu Ningsih
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7658

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen pendidikan, sehingga membuka peluang bagi terciptanya tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Namun, kompleksitas organisasi pendidikan yang semakin meningkat juga memunculkan berbagai tantangan etis yang berkaitan dengan akuntabilitas, transparansi, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran aksiologi ilmu dan etika sebagai landasan filosofis dalam manajemen pendidikan serta kontribusinya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan aksiologi, etika, dan manajemen pendidikan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi nilai, prinsip, dan implikasi praktis integrasi perspektif aksiologis dan etis ke dalam fungsi-fungsi manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksiologi ilmu memberikan kerangka nilai yang memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan diarahkan pada kemaslahatan manusia, keadilan sosial, serta pengembangan peserta didik secara holistik. Sementara itu, etika berfungsi sebagai pedoman moral yang mengarahkan proses pengambilan keputusan, perilaku profesional, dan budaya organisasi dalam lembaga pendidikan. Integrasi nilai-nilai aksiologis dan prinsip-prinsip etis dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program pendidikan berkontribusi terhadap terciptanya tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, adil, dan berkelanjutan. Selain itu, integrasi tersebut mampu memperkuat tanggung jawab profesional para pemimpin pendidikan serta membangun budaya integritas dalam organisasi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian efektivitas organisasi, tetapi juga harus memperhatikan dimensi moral dan sosial pendidikan. Oleh karena itu, pemimpin dan pengambil kebijakan pendidikan perlu mengintegrasikan pertimbangan aksiologis dan etis dalam praktik manajemen guna menghasilkan lembaga pendidikan yang berkualitas dan berkarakter
Implementasi Evaluasi dan Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah Madyan; Rifatul Uliah; Raihan Delpha Amir; Wita Seftiani; Husnul Khotimah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7659

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan intelektual yang seimbang. Upaya peningkatan mutu PAI perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelaksanaan evaluasi pembelajaran dan akreditasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep evaluasi dan akreditasi Pendidikan Agama Islam, implementasi evaluasi dalam pembelajaran PAI, peran akreditasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta tantangan dan upaya peningkatan mutu PAI melalui evaluasi dan akreditasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi merupakan proses sistematis yang dilakukan untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Evaluasi berfungsi sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran sekaligus sebagai dasar perbaikan proses pendidikan. Sementara itu, akreditasi merupakan instrumen penjaminan mutu yang berfungsi menilai kelayakan dan kualitas lembaga pendidikan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Akreditasi berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pendidik, kualitas sarana prasarana, tata kelola lembaga, serta mutu lulusan. Namun, implementasi evaluasi dan akreditasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian, rendahnya pemanfaatan teknologi, dan kesenjangan fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan budaya mutu, peningkatan profesionalisme guru, optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta pemanfaatan teknologi digital agar evaluasi dan akreditasi dapat berfungsi secara efektif dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di sekolah.
Transformasi Pendidikan Karakter Dan Budi Pekerti Peserta Didik Gen Z Dalam Pendidikan Islam Mochamad Mukhlas Muhibbudin; Nuril Laifatun Nisak; Siti Chotijatush Sholichah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7671

Abstract

Transformasi pendidikan karakter dan budi pekerti pada peserta didik Generasi Z kini menjadi isu strategis dalam pendidikan Islam di tengah derasnya digitalisasi, globalisasi, dan disrupsi sosial yang membentuk pola pikir generasi muda. Artikel ini mengkaji bentuk-bentuk transformasi pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan Islam serta strategi pelaksanaannya yang sesuai dengan kebutuhan Generasi Z, dengan menggunakan cara kualitatif yang didasarkan pada studi pustaka dari literatur ilmiah, jurnal yang terindeks, dan dokumen kebijakan pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan dalam pendidikan karakter di pendidikan Islam tidak hanya fokus pada pengajaran nilai-nilai normatif, tetapi juga meliputi penggabungan nilai-nilai spiritual, moral, dan keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21.. Generasi Z yang melek teknologi, berpikir kritis, dan berorientasi visual membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Oleh karena itu, internalisasi nilai akhlak dalam pendidikan Islam perlu ditempuh melalui tiga jalur, yakni keteladanan (uswah), pembiasaan (ta'dib), dan penguatan literasi digital yang beretika. Keberhasilan transformasi ini juga sangat bergantung pada sinergi yang solid antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai pilar ekosistem pendidikan karakter yang holistik. Dengan demikian, pendidikan Islam bagi Generasi Z memerlukan inovasi metodologis yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam, sekaligus responsif terhadap dinamika teknologi, guna mencetak generasi berakhlak mulia dan berdaya saing global.
Dilema Perawat Merawat Pasien Lawan Jenis pada Lansia: Analisis Kebutuhan Spiritual dan Martabat dalam Pelayanan Gerontik Naila Nurfadhillah; Nazwa Shifa Choironissa; Nisrina Nabila Salma; Anis Fauziah Nursifa; Allyssa Rizky Faulina; Tedi Supriyadi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7673

Abstract

Ketidaksesuaian gender antara perawat dan pasien lansia dalam asuhan keperawatan sering kali menimbulkan pelanggaran privasi aurat yang memicu beban emosional serta kecemasan spiritual pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman lansia dan perawat dalam menghadapi dilema perawatan lintas gender melalui integrasi teori Gerotranscendence, Human Caring, dan prinsip Maqashid Syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif, melibatkan empat partisipan yang terdiri dari pasien lansia, perawat klinis, dan tokoh agama di wilayah Jawa Barat. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu: urgensi spiritual lansia dalam menjaga kesucian diri, beban emosional akibat interaksi lawan jenis, altruisme profesional perawat melalui teknik minimal exposure, hambatan beban kerja terhadap kualitas caring, serta legitimasi teologis hukum Islam melalui prinsip rukhsah dan Hifdzun Nafs (menjaga jiwa). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun perawatan lawan jenis sah secara syariat dalam kondisi darurat, perlindungan terhadap integritas spiritual lansia wajib diprioritaskan melalui moderasi teknis medis dan dukungan keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) target ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang di segala usia, dengan mengoptimalkan kualitas pelayanan kesehatan yang holistik, inklusif, dan sensitif terhadap martabat kemanusiaan serta nilai-nilai spiritualitas pasien.
Pemberdayaan Guru Melalui Otonomi Profesional dan Penguatan Kompetensi di Lingkungan Sekolah Rahayu Mardikaningsih; Nur Farida Adzawiyah; Rifda Arifa Sani; Didit Darmawan; Mila Hariani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7689

Abstract

Artikel ini mengembangkan pembahasan konseptual pemberdayaan guru, dengan fokus pada otonomi, kompetensi, dan konsekuensinya terhadap motivasi, inovasi, dan kepuasan kerja. Pemberdayaan guru dipahami sebagai alokasi wewenang pengambilan keputusan dan kebijaksanaan profesional secara sengaja dalam kerangka tanggung jawab dan dukungan yang jelas. Makalah ini pertama-tama memperjelas dimensi otonomi pengajaran, kurikuler, dan organisasi yang dapat diberikan kepada guru. Laporan ini kemudian mengeksplorasi bagaimana pemberdayaan memperkuat motivasi intrinsik, mendorong inovasi pedagogi, dan meningkatkan kepuasan kerja bila dikombinasikan dengan pengembangan kapasitas sistematis dan prosedur akuntabilitas yang adil. Perhatian diberikan pada peran kepemimpinan sekolah dalam merancang struktur, pola komunikasi, dan pengembangan profesional yang memungkinkan pemberdayaan yang bertanggung jawab daripada pendelegasian yang dangkal. Diskusi ini menyoroti perlunya pemberdayaan yang bertahap dan terdiferensiasi sesuai dengan kesiapan guru, dan kolaborasi kolegial untuk mencegah fragmentasi. Kerangka kerja yang diusulkan ini dimaksudkan sebagai acuan normatif bagi sekolah dan pengambil kebijakan yang berupaya menyelenggarakan pemberdayaan guru sebagai elemen integral dalam pengelolaan sumber daya manusia dan upaya peningkatan sekolah.