cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No. A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Education and Development Research
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30252385     EISSN : 30252393     DOI : https://doi.org/10.57235
Core Subject : Education, Social,
IJEDR: Indonesian Journal of Education and Development Research dengan nomor ISSN terdaftar 3025-2385 (Cetak) dan 3025-2393 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. IJEDR: Indonesian Journal of Education and Development Research bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup semua bidang pendidikan. IJEDR: Indonesian Journal of Education and Development Research diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Januari dan Juli.
Articles 301 Documents
Evaluasi Warna dan Hasil Oles Blush on Cream dari Sari Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) Bangun, Febriyanta Br; Sitompul, Astrid
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i1.7868

Abstract

Penggunaan pewarna sintetis pada kosmetik dekoratif, khususnya blush on, berpotensi menimbulkan reaksi negatif pada kulit. Stroberi (Fragaria x ananassa) mengandung pigmen antosianin berwarna merah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi warna dan hasil oles blush on cream berbahan dasar sari buah stroberi serta membandingkannya dengan blush on cream yang ditambahkan pewarna sintetis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan di Laboratorium Tata Rias Universitas Negeri Medan pada September–Oktober 2025. Ekstraksi sari buah stroberi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diformulasikan ke dalam sediaan blush on cream dengan konsentrasi 15%. Uji hedonik dilakukan oleh 25 panelis mahasiswa Pendidikan Tata Rias dengan indikator warna, tekstur, aroma, dan hasil oles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blush on cream dari sari buah stroberi memiliki pH 6,4 dan bersifat homogen. Rata-rata tingkat kesukaan panelis berada pada rentang 3,28–3,72 dengan tingkat penerimaan di atas 65% (kategori cukup suka). Sementara itu, blush on cream dengan penambahan pewarna sintetis menunjukkan rata-rata tingkat kesukaan 4,00–4,36 dengan tingkat penerimaan di atas 80% (kategori suka). Disimpulkan bahwa sari buah stroberi berpotensi sebagai pewarna alami blush on cream, meskipun intensitas warna dan hasil oles masih lebih disukai pada formula dengan pewarna sintetis.
Implementasi Project Citizen Melalui Pembelajaran PPKN Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa di SMP Negeri 30 Surabaya Utami, Siti; Rosul, Moh; Setyowati, Raden Roro Nanik; Listyanigsih, Listyanigsih
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i1.7783

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berperan strategis dalam penguatan karakter siswa, khususnya sikap disiplin. Salah satu model pembelajaran yang relevan untuk tujuan tersebut adalah Project Citizen yang menekankan partisipasi aktif siswa dalam pemecahan masalah publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Project Citizen melalui pembelajaran PPKn dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMPN 30 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Subjek penelitian meliputi guru PPKn, siswa, dan pihak sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Project Citizen mampu membentuk karakter disiplin siswa melalui pembiasaan sikap tertib, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab dalam kerja kelompok, serta ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas proyek. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran PPKn berbasis Project Citizen perlu diterapkan secara konsisten sebagai strategi penguatan pendidikan karakter di sekolah menengah pertama.
Peran Micro Teaching dalam Pembentukan Keterampilan Dasar Mengajar: Studi Literatur Celcilya Maretta Rotua Sinaga; Sry Rahma Anggita Rangkuti; Efraim Candela Sinaga; Elisabeth Regina Sinaga; Duleva Berry Aritra Kaban; Nurul Fadilah Siregar; Rafika Ardilla
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8220

Abstract

Micro teaching merupakan salah satu pendekatan pelatihan yang dirancang untuk membantu calon guru menguasai keterampilan dasar mengajar secara sistematis dan bertahap. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran micro teaching dalam membentuk keterampilan dasar mengajar melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku referensi, serta artikel yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa micro teaching berperan signifikan dalam meningkatkan penguasaan keterampilan dasar mengajar, seperti kemampuan membuka dan menutup pembelajaran, menjelaskan materi secara efektif, mengelola kelas, serta memberikan penguatan dan umpan balik. Selain itu, pelaksanaan micro teaching juga berkontribusi dalam membangun kepercayaan diri, kesiapan mental, dan kemampuan reflektif calon guru sebelum menghadapi situasi pembelajaran yang sebenarnya. Meskipun memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan kondisi kelas yang sesungguhnya, micro teaching tetap menjadi komponen penting dalam pendidikan calon guru karena mampu memberikan pengalaman praktik yang terarah dan terkontrol. Dengan demikian, optimalisasi pelaksanaan micro teaching sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas kompetensi pedagogik calon guru.
Pengaruh Penerapan Micro Teaching terhadap Kompetensi Pedagogik Calon Guru Pendidikan Jasmani Cindy Ketrina Br Ketaren; Halim Hasibuan; Teuku Ryan Rizki; Alfarido Haloho; Dewilda Rangkuti; Evitamaria Simbolon; Dewi Endriani; Rafika Ardilla
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8224

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan pilar utama bagi mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga dalam menjalankan peran sebagai calon guru Pendidikan Jasmani yang profesional, terampil, dan mampu mengelola dinamika pembelajaran di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh penerapan micro teaching terhadap peningkatan kompetensi pedagogik calon guru, mengingat pentingnya simulasi pengajaran dalam menjembatani teori akademik dengan praktik instruksional yang nyata. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, studi ini mengevaluasi berbagai aspek kemampuan mengajar, mulai dari perencanaan program latihan, penguasaan teknik gerak, hingga kemampuan evaluasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan micro teaching yang terstruktur memberikan dampak signifikan terhadap kepercayaan diri dan kesiapan pedagogik mahasiswa, terutama dalam hal identifikasi kesalahan teknik gerakan dan pemberian umpan balik konstruktif kepada peserta didik. Melalui siklus latihan yang repetitif dan berbasis evaluasi, calon guru dapat mengoreksi ketidakseimbangan metode pengajaran mereka sebelum terjun ke lingkungan sekolah yang sesungguhnya. Dapat disimpulkan bahwa micro teaching bukan sekadar mata kuliah praktik, melainkan investasi strategis untuk membangun ketahanan dan profesionalisme calon pendidik di bidang olahraga agar mampu meminimalkan hambatan instruksional dan memaksimalkan potensi atlet atau siswa di masa depan
Ketahanan Nasional di Persimpangan Jalan: Antara Ketergantungan Global dan Kemandirian Bangsa Moh Rosul; Sulistyaningati Purwandari; Vivi Ita Irmawati; Raden Roro Nanik Setyowati; Siti Maizul Habibah
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8226

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika Ketahanan Nasional Indonesia yang berada di persimpangan antara tuntutan integrasi ekonomi global dan cita-cita kemandirian bangsa yang berdaulat. Di tengah fluktuasi geopolitik abad ke-21, ketergantungan global telah menjadi realitas struktural yang berpotensi mengikis otonomi strategis negara. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis berbagai literatur ilmiah dan dokumen kebijakan terkini tahun 2026 untuk membedah pergeseran paradigma ancaman dari konvensional menjadi hibrida dan asimetris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan nasional yang hakiki tidak lagi hanya diukur melalui pertumbuhan PDB, melainkan melalui pembentukan "Otonomi Strategis" dan "Imunitas Nasional". Pilar utama kemandirian ini bertumpu pada tiga sektor krusial: kedaulatan digital melalui perlindungan data nasional, kemandirian pangan melalui penguatan sektor hulu, serta ketahanan energi melalui diversifikasi energi terbarukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemandirian bukanlah langkah menuju isolasionisme, melainkan strategi untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining power) Indonesia di kancah internasional. Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada sinkronisasi antara kebijakan dalam negeri yang solid dan diplomasi luar negeri yang adaptif, guna menciptakan ekosistem domestik yang tangguh dalam menghadapi guncangan eksternal dan penetrasi kepentingan asing.
Pengaruh Penerapan Micro Teaching Terhadap Kompetensi Pedagogik Calon Guru Pendidikan Jasmani Tekkun Bancin; Alfonsus Ferdyn Telaumbanua; Novi Antika Nasution; Rizky Arfandi Tarigan; Wahyu Sitorus; Brema Valentino Sebayang; Dewi Endriani; Rafika Ardilla
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan microteaching terhadap kompetensi pedagogik calon guru pendidikan jasmani melalui pendekatan systematic review. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai penelitian empiris yang menggunakan desain eksperimen, quasi-eksperimen, maupun studi evaluatif yang memuat data kuantitatif terkait perubahan kompetensi pedagogik. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis berdasarkan kriteria inklusi yang ketat, meliputi relevansi topik, kejelasan desain penelitian, serta ketersediaan data hasil yang terukur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik sintesis naratif untuk mengidentifikasi pola pengaruh serta kecenderungan temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan microteaching memberikan pengaruh positif terhadap kompetensi pedagogik calon guru pendidikan jasmani. Peningkatan paling signifikan terjadi pada keterampilan dasar mengajar yang bersifat prosedural, seperti kemampuan membuka dan menutup pembelajaran, menjelaskan materi, serta mengelola kelas. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan skor yang signifikan dalam berbagai studi, termasuk hasil uji statistik yang menunjukkan perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan. Namun demikian, beberapa dimensi kompetensi pedagogik yang lebih kompleks, seperti pemahaman karakteristik peserta didik, pengembangan kurikulum, dan evaluasi pembelajaran, masih menunjukkan perkembangan yang relatif terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa microteaching efektif sebagai fondasi pembentukan kompetensi pedagogik, tetapi memerlukan penguatan melalui pendekatan reflektif, kolaboratif, dan integrasi dengan praktik lapangan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan desain microteaching yang lebih komprehensif agar tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mampu membentuk kompetensi pedagogik yang lebih mendalam dan kontekstual.
Efektivitas Model Micro teaching dalam Meningkatkan Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa PJOK Ririn Idamanta Br Sembiring; Ronald Gunawan Sihotang; Andriano Gulo; Adam Juelham Baim; Irfan Pasaribu; Putri Nadila⁠; Dewi Endriani; Rafika Ardilla
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8317

Abstract

Keterampilan dasar mengajar merupakan kompetensi krusial yang harus dikuasai oleh mahasiswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk menjamin penyampaian materi gerak yang aman, efektif, dan sistematis di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model micro teaching dalam meningkatkan keterampilan dasar mengajar mahasiswa, mengingat tantangan spesifik dalam instruksi olahraga yang memerlukan sinkronisasi antara penjelasan verbal dan demonstrasi visual. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental (one-group pretest-posttest), studi ini mengevaluasi delapan komponen keterampilan mengajar, mulai dari keterampilan membuka pelajaran, menjelaskan teknik dasar olahraga, hingga keterampilan mengelola kelas di ruang terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi micro teaching secara signifikan meningkatkan skor rata-rata keterampilan mengajar mahasiswa, terutama pada aspek pemberian umpan balik korektif dan kemampuan demonstrasi gerak yang presisi. Melalui siklus latihan yang terukur dan berbasis evaluasi sejawat, mahasiswa mampu mengidentifikasi kesalahan instruksional dan membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi lingkungan sekolah yang sesungguhnya. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa model micro teaching merupakan instrumen pedagogik yang efektif dan esensial dalam meminimalkan risiko kesalahan instruksional serta mengoptimalkan kesiapan profesional calon guru PJOK dalam menghadapi dinamika pembelajaran jasmani yang kompleks
Integrasi Nilai-Nilai Akhlak Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital Vera Santika
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya tantangan berupa penurunan etika peserta didik akibat penggunaan teknologi yang tidak terkontrol, sekaligus peluang dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis terhadap praktik pembelajaran PAI di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai akhlak dapat dilakukan melalui pemanfaatan media digital seperti video edukatif, platform e-learning, serta pembelajaran berbasis proyek yang menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, dan kerja sama. Peran guru sebagai teladan dan pembimbing tetap menjadi faktor utama dalam mengarahkan peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran PAI di era digital dapat meningkatkan kualitas karakter peserta didik secara holistik.
Peran Kegiatan Literasi Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca dan Menulis Peserta di Rumah Literasi Ranggi Trisnawati Hutagalung; Fredy Adrian Saragih S; Lidya Maulidzha; Ribkah Panjaitan; Christiana Junita Panjaitan; Yossy Meliyani Br Ginting
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan literasi dalam mengembangkan kemampuan membaca dan menulis peserta di Rumah Literasi Ranggi serta mengetahui faktor pendukung dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari satu orang pengelola dan dua orang peserta kegiatan literasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi di Rumah Literasi Ranggi memiliki peran penting dalam membantu mengembangkan kemampuan membaca dan menulis peserta melalui berbagai kegiatan seperti membaca bersama, storytelling, membaca puisi, pidato, dan kegiatan edukatif lainnya. Kegiatan tersebut membantu peserta menjadi lebih terbiasa membaca, memahami isi bacaan, memperkaya kosakata, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Selain itu, kegiatan literasi yang dilakukan secara rutin dan menarik membuat peserta lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Faktor pendukung kegiatan literasi meliputi variasi kegiatan yang menarik, pendampingan pembimbing, serta kerja sama dengan relawan dan mahasiswa. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan relawan, fasilitas, dana, dan kurangnya dukungan keluarga terhadap kegiatan belajar peserta. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan literasi di Rumah Literasi Ranggi berperan positif dalam mengembangkan kemampuan membaca dan menulis peserta serta mendukung perkembangan kemampuan komunikasi dan rasa percaya diri peserta.
Pengembangan Model Pembelajaran Renang Adaptif Berbasis Water Confidence bagi Siswa yang Mengalami Ketakutan Air Muhammad Yan Ahady; Nuansa Cristian S Pandia; Tuahta Arifin Ilham Hutahayan
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji efektivitas model pembelajaran renang adaptif berbasis water confidence bagi siswa yang mengalami ketakutan terhadap air dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Ketakutan terhadap air merupakan salah satu hambatan psikologis yang sering ditemukan dalam pembelajaran renang, khususnya pada siswa pemula. Kondisi ini menyebabkan siswa mengalami kecemasan, kurang percaya diri, serta kesulitan dalam menguasai keterampilan dasar renang seperti mengapung, bernapas, dan bergerak di dalam air. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya suatu model pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek teknik, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis siswa. Oleh karena itu, model pembelajaran renang adaptif berbasis water confidence dikembangkan sebagai pendekatan yang menekankan pada peningkatan rasa aman, kenyamanan, dan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan bertahap, menyenangkan, dan sesuai dengan kemampuan individu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa yang mengalami ketakutan terhadap air dalam pembelajaran renang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas siswa, tes keterampilan dasar renang, serta dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat peningkatan yang terjadi pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran renang adaptif berbasis water confidence mampu meningkatkan keberanian siswa dalam berinteraksi dengan air, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperbaiki keterampilan dasar renang secara signifikan. Selain itu, terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, dimana siswa lebih antusias, berpartisipasi aktif, dan mampu mengikuti instruksi dengan lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini efektif digunakan untuk membantu siswa mengatasi ketakutan terhadap air serta meningkatkan kualitas pembelajaran renang.