cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281221271237
Journal Mail Official
ramadhan.pancasilawan@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung B Lt. 1 Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univesitas Padadjaran, Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JANE (Jurnal Administrasi Negara)
ISSN : 20861338     EISSN : 2597758X     DOI : https://doi.org/10.24198/jane.v2i1
Core Subject : Social,
JANE (Jurnal Administrasi Negara) telah meninjau dan menilai praktik administrasi publik di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional yang diarahkan untuk mengelola proses pembangunan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini memberikan perhatian khusus pada penyelidikan pengelolaan seluruh tahapan perumusan, implementasi dan evaluasi kebijakan publik yang mempunyai kepentingan dan kepentingan di luar pemerintahan dan negara bagian tertentu. JANE (Jurnal Administrasi Negara) memiliki ketertarikan khusus pada hubungan antara praktik administrasi publik dan penelitian manajemen dan menyediakan forum profesional dan akademis untuk melaporkan pengalaman dan eksperimen baru. Fokus jurnal kami termasuk namun tidak terbatas pada: Administrasi Publik Manajemen Publik Birokrasi Dan Tata Kelola Publik Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik Administrasi Pembangunan Lokal Dan Regional Desentralisasi Dan Otonomi Daerah Inovasi Pelayanan Publik Tata Kelola Dan Manajemen Jaringan Teknologi Informasi Komunikasi Dan Pemerintahan
Articles 214 Documents
MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN MELALUI SMART VILLAGE DI DESA CISANTANA KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Darto, Darto; Aditiany, Savitri; Pertiwi, Shyntia Jashmin; Anindya, Galuh Rajni; Fauzi, Muhammad Rifqi
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69162

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menggunakan konsep smart village merupakan hal penting dalam mengelola Desa. Desa Cisantana memiliki potensi berlimpah dari aspek pertanian, peternakan, Unit Mikro Kecil Menengah, wisata alam, dan budaya lokal. Sehingga, penerapan digitalisasi dalam pengelolaan potensi tersebut diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa aspek diantaranya; pembangunan berkelanjutan smart village, tantangan implementasi, dan solusi inovatif sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan Desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan sebanyak 2 orang dan menggunakan teknik analisis data model Miles & Huberman serta alat pengumpulan data berupa jurnal, buku, dan situs pemerintah. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Universitas Gadjah Mada pada tahun 2023 yang mendesain proyek gerbang retribusi desa, pasar wisata patulungan, dan lapangan mini soccer menjadi pilihan solusi bagi Desa Cisantana dalam mewujudkan smart village. Selain itu, penerapan smart village di Desa Cisantana masih terbatas karena keterbatasan sumber daya manusia yang memadai. Sehingga, tingkat keberhasilan pembangunan desa berkelanjutan ditentukan oleh integrasi dari konsep, adaptasi lingkungan, tata kelola kolaboratif, serta pelestarian nilai luhur desa. Studi ini memperluas teori pembangunan berkelanjutan melalui regulasi dan kearifan lokal.  Sustainable development using smart village concept is important in managing villages. Cisantana Village has abundant potential in terms of agriculture, livestock, micro, small and medium enterprises, nature tourism, and local culture. Therefore, application of digitalization in managing this potential is necessary. This study aims to examine several aspects, including sustainable development of smart villages, implementation challenges, and innovative solutions in accordance with the social, economic, and environmental conditions of the village. This study uses descriptive qualitative method with two informants and employs Miles & Huberman data analysis model and data collection tools in form of journals, books, and government websites. The results of research show that collaboration with students from Gadjah Mada University's Real Work Lecture program in 2023, who designed a village toll gate project, a patulungan tourist market, and a mini soccer field, is a solution for Cisantana Village in realizing a smart village. However, implementation of a smart village in Cisantana Village is limited due to lack of adequate human resources. Therefore, success rate of sustainable village development is determined by integration of concepts, environmental adaptation, collaborative governance, and the preservation of village's noble values. This study expands theory of sustainable development through regulation and local wisdom.
PENERAPAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) BERBASIS ESENSI SOLUSI BUANA POINT OF SALE (ESB POS) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BISNIS PADA UMKM DIMSUM SURGA Musyaffa, M Aqila; Maulina, Erna; Muftiadi, R Anang
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas bisnis pada UMKM Dimsum Surga melalui penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Esensi Solusi Buana Point Of Sale (ESB POS). Metode yang digunakan pada proyek ini adalah applied research dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data transaksi sebelum dan sesudah penerapan sistem. Hasil proyek menunjukkan bahwa penerapan ERP berbasis ESB POS mampu meningkatkan efektivitas operasional bisnis. Penerapan strategi seperti social media marketing, pelatihan karyawan, pembuatan SOP ESB POS, dan penggunaan sistem, berhasil meningkatkan kepuasan konsumen, kenyamanan karyawan, dan berdampak pada peningkatan jumlah penjualan secara signifikan. Dengan demikian, penerapan sistem ERP berbasis ESB POS yang diterapkan pada UMKM Dimsum Surga berhasil meningkatkan efektivitas bisnis. Rekomendasi diberikan untuk terus mengembangkan dan memperbaiki sistem dan strategi yang sudah berjalan agar workflow yang dijalankan karyawan UMKM Dimsum Surga semakin optimal dan menjaga kepuasan konsumen secara berkelanjutan. This research aims to improve business effectiveness at the SMEs Dimsum Surga through the implementation of an Enterprise Resource Planning (ERP) system based on Esensi Solusi Buana Point of Sale (ESB POS). The method used in this project is applied research with qualitative and quantitative approaches. Data collection techniques include observation, interviews, and analysis of transaction data before and after system implementation. The project results indicate that the implementation of the ERP-based ESB POS system is able to enhance business operational effectiveness. The application of supporting strategies such as social media marketing, employee training, the development of ESB POS Standard Operating Procedures (SOPs), and system utilization successfully increased customer satisfaction and employee work convenience, which significantly impacted the increase in sales volume. Thus, the implementation of the ERP-based ESB POS system at Dimsum Surga SMEs has proven to be effective in improving overall business effectiveness. Recommendations are provided to continuously develop and improve the existing systems and strategies in order to optimize employee workflows and maintain sustainable customer satisfaction
EVALUASI KESIAPAN KELEMBAGAAN DAN INFRASTRUKTUR PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN) Mulyana, Moch Windi; Susanti, Elisa; Pancasilawan, Ramadhan
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69623

Abstract

Rendahnya Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi di Indonesia menunjukkan masih adanya hambatan akses dan pemerataan layanan pendidikan. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dipromosikan sebagai strategi diversifikasi pembelajaran untuk memperluas jangkauan pendidikan tinggi. Universitas Padjadjaran mengadopsi kebijakan tersebut melalui model Hybrid-Flexible (Hi-Flex). Namun, implementasi kebijakan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan kelembagaan dan infrastruktur pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesiapan penyelenggaraan PJJ di Universitas Padjadjaran serta merumuskan rekomendasi penguatan tata kelola pembelajaran jarak jauh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap regulasi nasional dan kebijakan internal universitas, serta studi komparatif dengan Universitas Terbuka dan Universitas Negeri Surabaya sebagai benchmark. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis kesenjangan melalui model interaktif Miles, Huberman, dan Sadana dengan kerangka evaluasi kebijakan ex-post menurut Patton et al. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara mandat regulasi dan kapasitas implementasi, yang ditandai dengan belum terlembagakannya Unit Sumber Belajar Jarak Jauh, keterbatasan kompetensi digital sumber daya manusia, serta belum optimalnya keandalan infrastruktur pembelajaran daring. Kondisi tersebut berimplikasi pada belum optimalnya efektivitas penyelenggaraan model Hi-Flex. Penelitian merekomendasikan penguatan tata kelola PJJ melalui pembentukan unit pengelola terpusat, pengembangan kapasitas digital dosen dan tenaga kependidikan secara sistematis, serta peningkatan keandalan infrastruktur teknologi pembelajaran guna menjamin mutu dan keberlanjutan penyelenggaraan PJJ. The low Gross Enrollment Ratio in Indonesian higher education indicates persistent barriers to access and equity in educational services. Distance Education (PJJ) has been promoted as a strategic approach to expanding higher education accessibility. Universitas Padjadjaran adopted this policy through the Hybrid-Flexible (Hi-Flex) learning model. However, the implementation of this policy raises concerns regarding institutional and infrastructure readiness. This study aims to evaluate the readiness of distance education implementation at Universitas Padjadjaran and to formulate recommendations for strengthening adaptive governance in distance learning. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through document analysis of national regulations and internal university policies, as well as comparative studies with Universitas Terbuka and Universitas Negeri Surabaya as institutional benchmarks. Data analysis was conducted using gap analysis through the interactive model of Miles, Huberman, and Sadana, guided by the ex-post policy evaluation framework proposed by Patton et al. The findings reveal a discrepancy between regulatory mandates and implementation capacity, characterized by the absence of an institutionalized Distance Learning Support Unit, limited digital competence among academic staff, and suboptimal reliability of online learning infrastructure. These conditions affect the effectiveness and sustainability of the Hi-Flex learning model. This study recommends strengthening distance education governance through the establishment of a centralized support unit, systematic digital capacity development for academic personnel, and enhancement of technological infrastructure reliability to ensure the quality and sustainability of distance education delivery. 
STRATEGI PENGELOLAAN SITUS WARISAN BUDAYA BERBASIS TEKNOLOGI IOT DALAM PEMANTAUAN EMISI DI HOTEL SAVOY HOMANN BANDUNG Linof, Keanu Ariel; Irawati, R. Ira
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69397

Abstract

Pelestarian bangunan cagar budaya tidak hanya berfokus pada nilai historis, tetpi juga pada pengelolaan kualitas lingkungan yang berkelanjutan. Namun, studi sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan Internet of Things (IoT) lebih banyak difokuskan pada pemantauan lingkungan umum, sementara kajian cagar budaya cenderung menitikberatkan aspek fisik dan regulatif, sehingga menyisakan kesenjangan dalam perspektif administrasi publik, khususnya terkait integrasi OT dalam kerangka Digital Era Governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan bangunan cagar budaya di Hotel Savoy Homann Bandung dalam pemantauan kualitas udara berbasis IoT menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan masih berorientasi pada keputhan regulatif melalui pemantauan periodik, sementara pemanfaatan teknologi digital belum terintegrasi secara real-time dan hubungan antaraktor masih bersifat administratif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian administrasi publik dengan menegaskan keterbatasan penerapan Digital Era Governance serta pentingnya penguatan integrasi kelembagaan, orientasi kebutuhan, dan transformasi digital dalam pengelolaan cagar budaya. The preservation of cultural heritage buildings focuses not only on historical value but also on sustainable environmental management. However, previous studies indicate that the application of the Internet of Things (IoT) has primarily focused on general environmental monitoring, while cultural heritage studies tend to emphasize physical and regulatory aspects, leaving a gap in the public administration perspective, particularly regarding the integration of IoT within the framework of Digital Era Governance. This study aims to analyze the management strategies for cultural heritage buildings at the Savoy Homann Hotel in Bandung regarding IoT-based air quality monitoring using a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and document analysis. The results indicate that management remains oriented toward regulatory decisions through periodic monitoring, while the use of digital technology has not been integrated in real-time, and relationships among stakeholders remain primarily administrative. This study contributes to enriching public administration research by highlighting the limitations of Digital Era Governance implementation and the importance of strengthening institutional integration, needs-based orientation, and digital transformation in cultural heritage management.