cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+6281221271237
Journal Mail Official
ramadhan.pancasilawan@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung B Lt. 1 Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univesitas Padadjaran, Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JANE (Jurnal Administrasi Negara)
ISSN : 20861338     EISSN : 2597758X     DOI : https://doi.org/10.24198/jane.v2i1
Core Subject : Social,
JANE (Jurnal Administrasi Negara) telah meninjau dan menilai praktik administrasi publik di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional yang diarahkan untuk mengelola proses pembangunan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini memberikan perhatian khusus pada penyelidikan pengelolaan seluruh tahapan perumusan, implementasi dan evaluasi kebijakan publik yang mempunyai kepentingan dan kepentingan di luar pemerintahan dan negara bagian tertentu. JANE (Jurnal Administrasi Negara) memiliki ketertarikan khusus pada hubungan antara praktik administrasi publik dan penelitian manajemen dan menyediakan forum profesional dan akademis untuk melaporkan pengalaman dan eksperimen baru. Fokus jurnal kami termasuk namun tidak terbatas pada: Administrasi Publik Manajemen Publik Birokrasi Dan Tata Kelola Publik Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik Administrasi Pembangunan Lokal Dan Regional Desentralisasi Dan Otonomi Daerah Inovasi Pelayanan Publik Tata Kelola Dan Manajemen Jaringan Teknologi Informasi Komunikasi Dan Pemerintahan
Articles 220 Documents
MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN MELALUI SMART VILLAGE DI DESA CISANTANA KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Darto, Darto; Aditiany, Savitri; Pertiwi, Shyntia Jashmin; Anindya, Galuh Rajni; Fauzi, Muhammad Rifqi
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69162

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menggunakan konsep smart village merupakan hal penting dalam mengelola Desa. Desa Cisantana memiliki potensi berlimpah dari aspek pertanian, peternakan, Unit Mikro Kecil Menengah, wisata alam, dan budaya lokal. Sehingga, penerapan digitalisasi dalam pengelolaan potensi tersebut diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa aspek diantaranya; pembangunan berkelanjutan smart village, tantangan implementasi, dan solusi inovatif sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan Desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan sebanyak 2 orang dan menggunakan teknik analisis data model Miles & Huberman serta alat pengumpulan data berupa jurnal, buku, dan situs pemerintah. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Universitas Gadjah Mada pada tahun 2023 yang mendesain proyek gerbang retribusi desa, pasar wisata patulungan, dan lapangan mini soccer menjadi pilihan solusi bagi Desa Cisantana dalam mewujudkan smart village. Selain itu, penerapan smart village di Desa Cisantana masih terbatas karena keterbatasan sumber daya manusia yang memadai. Sehingga, tingkat keberhasilan pembangunan desa berkelanjutan ditentukan oleh integrasi dari konsep, adaptasi lingkungan, tata kelola kolaboratif, serta pelestarian nilai luhur desa. Studi ini memperluas teori pembangunan berkelanjutan melalui regulasi dan kearifan lokal.  Sustainable development using smart village concept is important in managing villages. Cisantana Village has abundant potential in terms of agriculture, livestock, micro, small and medium enterprises, nature tourism, and local culture. Therefore, application of digitalization in managing this potential is necessary. This study aims to examine several aspects, including sustainable development of smart villages, implementation challenges, and innovative solutions in accordance with the social, economic, and environmental conditions of the village. This study uses descriptive qualitative method with two informants and employs Miles & Huberman data analysis model and data collection tools in form of journals, books, and government websites. The results of research show that collaboration with students from Gadjah Mada University's Real Work Lecture program in 2023, who designed a village toll gate project, a patulungan tourist market, and a mini soccer field, is a solution for Cisantana Village in realizing a smart village. However, implementation of a smart village in Cisantana Village is limited due to lack of adequate human resources. Therefore, success rate of sustainable village development is determined by integration of concepts, environmental adaptation, collaborative governance, and the preservation of village's noble values. This study expands theory of sustainable development through regulation and local wisdom.
PENERAPAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) BERBASIS ESENSI SOLUSI BUANA POINT OF SALE (ESB POS) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BISNIS PADA UMKM DIMSUM SURGA Musyaffa, M Aqila; Maulina, Erna; Muftiadi, R Anang
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas bisnis pada UMKM Dimsum Surga melalui penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Esensi Solusi Buana Point Of Sale (ESB POS). Metode yang digunakan pada proyek ini adalah applied research dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data transaksi sebelum dan sesudah penerapan sistem. Hasil proyek menunjukkan bahwa penerapan ERP berbasis ESB POS mampu meningkatkan efektivitas operasional bisnis. Penerapan strategi seperti social media marketing, pelatihan karyawan, pembuatan SOP ESB POS, dan penggunaan sistem, berhasil meningkatkan kepuasan konsumen, kenyamanan karyawan, dan berdampak pada peningkatan jumlah penjualan secara signifikan. Dengan demikian, penerapan sistem ERP berbasis ESB POS yang diterapkan pada UMKM Dimsum Surga berhasil meningkatkan efektivitas bisnis. Rekomendasi diberikan untuk terus mengembangkan dan memperbaiki sistem dan strategi yang sudah berjalan agar workflow yang dijalankan karyawan UMKM Dimsum Surga semakin optimal dan menjaga kepuasan konsumen secara berkelanjutan. This research aims to improve business effectiveness at the SMEs Dimsum Surga through the implementation of an Enterprise Resource Planning (ERP) system based on Esensi Solusi Buana Point of Sale (ESB POS). The method used in this project is applied research with qualitative and quantitative approaches. Data collection techniques include observation, interviews, and analysis of transaction data before and after system implementation. The project results indicate that the implementation of the ERP-based ESB POS system is able to enhance business operational effectiveness. The application of supporting strategies such as social media marketing, employee training, the development of ESB POS Standard Operating Procedures (SOPs), and system utilization successfully increased customer satisfaction and employee work convenience, which significantly impacted the increase in sales volume. Thus, the implementation of the ERP-based ESB POS system at Dimsum Surga SMEs has proven to be effective in improving overall business effectiveness. Recommendations are provided to continuously develop and improve the existing systems and strategies in order to optimize employee workflows and maintain sustainable customer satisfaction
EVALUASI KESIAPAN KELEMBAGAAN DAN INFRASTRUKTUR PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN) Mulyana, Moch Windi; Susanti, Elisa; Pancasilawan, Ramadhan
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69623

Abstract

Rendahnya Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi di Indonesia menunjukkan masih adanya hambatan akses dan pemerataan layanan pendidikan. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dipromosikan sebagai strategi diversifikasi pembelajaran untuk memperluas jangkauan pendidikan tinggi. Universitas Padjadjaran mengadopsi kebijakan tersebut melalui model Hybrid-Flexible (Hi-Flex). Namun, implementasi kebijakan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan kelembagaan dan infrastruktur pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesiapan penyelenggaraan PJJ di Universitas Padjadjaran serta merumuskan rekomendasi penguatan tata kelola pembelajaran jarak jauh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap regulasi nasional dan kebijakan internal universitas, serta studi komparatif dengan Universitas Terbuka dan Universitas Negeri Surabaya sebagai benchmark. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis kesenjangan melalui model interaktif Miles, Huberman, dan Sadana dengan kerangka evaluasi kebijakan ex-post menurut Patton et al. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara mandat regulasi dan kapasitas implementasi, yang ditandai dengan belum terlembagakannya Unit Sumber Belajar Jarak Jauh, keterbatasan kompetensi digital sumber daya manusia, serta belum optimalnya keandalan infrastruktur pembelajaran daring. Kondisi tersebut berimplikasi pada belum optimalnya efektivitas penyelenggaraan model Hi-Flex. Penelitian merekomendasikan penguatan tata kelola PJJ melalui pembentukan unit pengelola terpusat, pengembangan kapasitas digital dosen dan tenaga kependidikan secara sistematis, serta peningkatan keandalan infrastruktur teknologi pembelajaran guna menjamin mutu dan keberlanjutan penyelenggaraan PJJ. The low Gross Enrollment Ratio in Indonesian higher education indicates persistent barriers to access and equity in educational services. Distance Education (PJJ) has been promoted as a strategic approach to expanding higher education accessibility. Universitas Padjadjaran adopted this policy through the Hybrid-Flexible (Hi-Flex) learning model. However, the implementation of this policy raises concerns regarding institutional and infrastructure readiness. This study aims to evaluate the readiness of distance education implementation at Universitas Padjadjaran and to formulate recommendations for strengthening adaptive governance in distance learning. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through document analysis of national regulations and internal university policies, as well as comparative studies with Universitas Terbuka and Universitas Negeri Surabaya as institutional benchmarks. Data analysis was conducted using gap analysis through the interactive model of Miles, Huberman, and Sadana, guided by the ex-post policy evaluation framework proposed by Patton et al. The findings reveal a discrepancy between regulatory mandates and implementation capacity, characterized by the absence of an institutionalized Distance Learning Support Unit, limited digital competence among academic staff, and suboptimal reliability of online learning infrastructure. These conditions affect the effectiveness and sustainability of the Hi-Flex learning model. This study recommends strengthening distance education governance through the establishment of a centralized support unit, systematic digital capacity development for academic personnel, and enhancement of technological infrastructure reliability to ensure the quality and sustainability of distance education delivery. 
STRATEGI PENGELOLAAN SITUS WARISAN BUDAYA BERBASIS TEKNOLOGI IOT DALAM PEMANTAUAN EMISI DI HOTEL SAVOY HOMANN BANDUNG Linof, Keanu Ariel; Irawati, R. Ira
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69397

Abstract

Pelestarian bangunan cagar budaya tidak hanya berfokus pada nilai historis, tetpi juga pada pengelolaan kualitas lingkungan yang berkelanjutan. Namun, studi sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan Internet of Things (IoT) lebih banyak difokuskan pada pemantauan lingkungan umum, sementara kajian cagar budaya cenderung menitikberatkan aspek fisik dan regulatif, sehingga menyisakan kesenjangan dalam perspektif administrasi publik, khususnya terkait integrasi OT dalam kerangka Digital Era Governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan bangunan cagar budaya di Hotel Savoy Homann Bandung dalam pemantauan kualitas udara berbasis IoT menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan masih berorientasi pada keputhan regulatif melalui pemantauan periodik, sementara pemanfaatan teknologi digital belum terintegrasi secara real-time dan hubungan antaraktor masih bersifat administratif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian administrasi publik dengan menegaskan keterbatasan penerapan Digital Era Governance serta pentingnya penguatan integrasi kelembagaan, orientasi kebutuhan, dan transformasi digital dalam pengelolaan cagar budaya. The preservation of cultural heritage buildings focuses not only on historical value but also on sustainable environmental management. However, previous studies indicate that the application of the Internet of Things (IoT) has primarily focused on general environmental monitoring, while cultural heritage studies tend to emphasize physical and regulatory aspects, leaving a gap in the public administration perspective, particularly regarding the integration of IoT within the framework of Digital Era Governance. This study aims to analyze the management strategies for cultural heritage buildings at the Savoy Homann Hotel in Bandung regarding IoT-based air quality monitoring using a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and document analysis. The results indicate that management remains oriented toward regulatory decisions through periodic monitoring, while the use of digital technology has not been integrated in real-time, and relationships among stakeholders remain primarily administrative. This study contributes to enriching public administration research by highlighting the limitations of Digital Era Governance implementation and the importance of strengthening institutional integration, needs-based orientation, and digital transformation in cultural heritage management.
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMENUHAN HAK KETENAGAKERJAAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA SERANG Sirajulakbar, Muhammad Azka; Yulianti, Rina; Rizkiyani, Tiwi
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.66441

Abstract

Ketenegakerjaan merupakan salah satu hak penyandang disabilitas yang pemenuhannya dijamin Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang telah mengadopsi kebijakan turunan untuk pemenuhan hak penyandang disabilitas. Kota Serang sebagai kota pertama di Provinsi Banten yang menetapkan pedoman teknis terkait hal tersebut, yakni melalui Peraturan Walikota Serang Nomor 101 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2019 mengenai Penyandang Disabilitas. Meskipun demikian, keberadaan regulasi tersebut belum mampu menjamin terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas secara optimal. Pada bidang ketenagakerjaan, ketidakpenuhan kuota kerja sebesar 2% pada sektor pemerintahan dan 1% pada sektor swasta menunjukkan masih rendahnya efektivitas implementasi kebijakan tersebut. Dengan menerapkan model implementasi kebijakan terintegrasi oleh Soren C. Winter, penelitian ini menganalisis pelaksanaan dari pemenuhan hak penyandang disabilitas pada bidang ketenagakerjaan di Kota Serang melalui pendekatan kualitatif deskriptif, guna mengidentifikasi hambatan sistemik dalam pelaksanaan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan lemahnya kelembagaan, lemahnya pengawasan, kurangnya aksesibilitas di tempat kerja, dan kurangnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam implementasi kebijakan menyebabkan sektor ketenagekerjaan belum inklusif secara komprehensif. Selain itu, stigma sosial memicu kesalahpahaman kemampuan yang menyebabkan diskriminasi dalam memperoleh pekerjaan. Employment is one of the rights of persons with disabilities, the fulfillment of which is guaranteed by Law Number 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities. Banten Province is one of the provinces in Indonesia that has adopted derivative policies to fulfill the rights of persons with disabilities. Serang City is the first city in Banten Province to establish technical guidelines related to this matter, namely through Serang Mayor Regulation Number 101 of 2021 concerning the Implementation of Regional Regulation Number 13 of 2019 concerning Persons with Disabilities. However, the existence of this regulation has not been able to guarantee the optimal fulfillment of the rights of persons with disabilities. In the employment sector, the non-fulfillment of the job quota of 2% in the government sector and 1% in the private sector indicates the still low effectiveness of the policy implementation. By applying the integrated policy implementation model by Soren C. Winter, this study analyzes the implementation of the fulfillment of the rights of persons with disabilities in the employment sector in Serang City through a descriptive qualitative approach, to identify systemic barriers to policy implementation. Research shows that weak institutions, inadequate oversight, lack of accessibility in the workplace, and the lack of involvement of people with disabilities in policy implementation have resulted in the employment sector not being comprehensively inclusive. Furthermore, social stigma fuels misconceptions about abilities, leading to discrimination in employment.
KETIMPANGAN IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA PADA SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI PADA BPBD KABUPATEN BANDUNG Ameera, Mutia; Pancasilawan, Ramadhan
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69380

Abstract

Kabupaten Bandung merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga membutuhkan upaya penanggulangan yang berkelanjutan, termasuk bagi kelompok rentan seperti siswa sekolah dasar. BPBD Kabupaten Bandung melaksanakan Program Penanggulangan Bencana berupa sosialisasi dan edukasi kebencanaan di sekolah dasar. Namun, pelaksanaan program tersebut belum berjalan secara merata dan menimbulkan ketimpangan implementasi antar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Penanggulangan Bencana pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Bandung dengan menggunakan teori implementasi program Rondinelli dan Cheema. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program belum optimal dan bersifat insidental. Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh lemahnya koordinasi kelembagaan antara BPBD dan sektor pendidikan, keterbatasan sumber daya pelaksana, serta belum adanya regulasi daerah yang secara khusus mengintegrasikan penanggulangan bencana dalam sistem pendidikan dasar. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan implementasi program penanggulangan bencana pada sekolah dasar serta menegaskan pentingnya penguatan koordinasi kelembagaan dan dukungan regulasi daerah untuk mendorong implementasi program yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Bandung Regency is an area with a high level of disaster vulnerability, thus requiring continuous disaster management efforts, including for vulnerable groups such as elementary school students. BPBD of Bandung Regency implements a Disaster Management Program through disaster awareness socialization and education activities in elementary schools. However, the implementation of this program has not been evenly conducted, resulting in disparities in implementation among schools. This study aims to analyze the implementation of the Disaster Management Program for elementary school students in Bandung Regency using the program implementation theory proposed by Rondinelli and Cheema. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results show that the program implementation has not been optimal and tends to be incidental. This condition is mainly influenced by weak institutional coordination between BPBD and the education sector, limited implementing resources, and the absence of local regulations that specifically integrate disaster management into the elementary education system. These findings indicate disparities in the implementation of the disaster management program in elementary schools and highlight the importance of strengthening institutional coordination and local regulatory support to promote a more systematic and sustainable program implementation. 
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI BRILIAN WAY PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) KANTOR WILAYAH BANDUNG Angelica, Laura; Karlina, Nina
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69434

Abstract

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki budaya organisasi Brilian Way yang di dalamnya terdapat lima nilai, yaitu Integrity, Accountability, Collaborative, Growth Mindset, dan Customer Focus sebagai pedoman dan perilaku utama yang melekat pada Insan BRILiaN dalam keseharian bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan aktualisasi budaya organisasi Brilian Way di BRI Kantor Wilayah Bandung dengan menggunakan kerangka tiga level budaya organisasi  oleh Edgar H. Schein, sehingga dapat memberikan pemahaman komprehensif bagaimana budaya Brilian Way berfungsi dalam praktik kerja sehari-hari mulai dari lapisan yang terlihat hingga lapisan fundamental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Brilian Way telah hadir dan tercermin di berbagai kehidupan organisasi BRI Kantor Wilayah Bandung. Dari level artefak tercermin melalui lingkungan kerja, tata ruang kerja, dan simbolik organisasi. Pada level nilai yang dianut melalui praktik kerja yang berorientasi pada kolaborasi, fokus pada nasabah, dan komitmen terhadap kinerja. Pada level asumsi dasar masih terdapat perbedaan pandangan prinsip pada karyawan dengan nada asumsi dasar positif yang cenderung lebih padat dan implisit. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa meskipun budaya Brilian Way telah berkembang pada tiga level budaya organisasi, mulai dari artefak, nilai yang dianut, dan asumsi dasar, tetapi masih memerlukan penguatan budaya agar penerapan seluruh nilai konsisten, serta dukungan terciptanya budaya yang unggul dan berkelanjutan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk has a Brilian Way organizational culture with five values, namely Integrity, Accountability, Collaboration, Growth Mindset, and Customer Focus, which serve as guidelines and key behaviors for BRILiaN employees in their daily work. This study examines the implementation and actualization of the Brilian Way organizational culture at BRI's Bandung Regional Office using the framework of Edgar H. Schein's three levels of organizational culture to provide a comprehensive understanding of how the Brilian Way culture functions in daily work practices, from the visible to the fundamental levels. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, documentation studies, and document analysis. The findings indicate that Brilian Way culture is present and reflected across various aspects of the BRI Bandung Regional Office’s organizational life. At the artifact level, it is manifested through the work environment, office layout, and organizational symbols. At the value level, it is observed through work practices oriented toward collaboration, a focus on customers, and a commitment to performance. At the basic assumption level, there are still differing principles among employees, with a positive basic assumption that tends to be more dense and implicit. The conclusion of the research is that the Brilian Way culture has developed at three levels of organizational culture, starting from artifacts, espoused values, and basic assumptions, but cultural reinforcement is still needed to ensure consistent implementation of all values and support the creation of a strong and sustainable culture.
TRANSFORMASI MENUJU AGILITAS: ANALISIS LIMA KARAKTERISTIK ORGANISASI AGILE PASCA PENYEDERHANAAN BIROKRASI DI BIRO ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT Renanda, Saeful Hidayat; Candradewini, Candradewini
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69461

Abstract

Kebijakan penyederhanaan birokrasi mendorong transformasi organisasi pemerintah dari struktur hierarkis menuju model kerja yang lebih fleksibel dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi organisasi menuju agilitas di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat melalui lima karakteristik organisasi agile. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi telah mengalami peningkatan fleksibilitas operasional melalui penerapan struktur jaringan tim, ruang kerja terbuka, dan dukungan teknologi digital. Namun, agilitas yang terbentuk masih bersifat eksperimentatif dan belum terinstitusionalisasi secara menyeluruh. Kelemahan utama terletak pada ketidaksinkronan regulasi pusat-daerah, belum matangnya proses bisnis, serta lemahnya sistem manajemen sumber daya manusia, khususnya terkait ketidakjelasan jalur karier dan ketimpangan distribusi beban kerja. Kondisi ini berdampak pada munculnya resistensi individu dan potensi penurunan motivasi kerja, yang pada akhirnya menghambat efektivitas organisasi dalam jangka panjang. Dengan demikian, keberlanjutan agilitas organisasi sangat bergantung pada integrasi antara aspek struktural, kultural, dan sistem manajemen organisasi secara simultan. Bureaucratic simplification policies require public organizations to transform from rigid hierarchical structures into more flexible and adaptive systems. This study aims to analyze organizational transformation toward agility at the Organization Bureau of the West Java Provincial Secretariat through five trademarks of agile organization. A qualitative case study approach was employed, with data collected through interviews and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that organizational flexibility has improved through the implementation of a team-based structure, open workspace design, and digital technology support. However, the resulting agility remains experimental and has not been fully institutionalized. Key weaknesses include regulatory inconsistencies between central and local governments, incomplete business process standardization, and underdeveloped human resource management systems, particularly regarding unclear career paths and unequal workload distribution. These issues contribute to employee resistance and declining motivation, ultimately limiting organizational effectiveness. Therefore, sustaining organizational agility requires integrated improvements across structural, cultural, and managerial dimensions.  
STRATEGI PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN DI DIREKTORAT SDM UNIVERSITAS PADJADJARAN Faturahman, Dimas; Kudus, Imanudin
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69513

Abstract

Pelatihan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja dan kualitas layanan perguruan tinggi. Pelaksanaan pelatihan tenaga kependidikan di Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Padjadjaran menghadapi dinamika pengelolaan pelatihan serta perubahan kebutuhan kompetensi seiring dengan restrukturisasi jabatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pelatihan tenaga kependidikan serta merumuskan roadmap pelatihan yang terarah dalam meningkatkan kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tenaga kependidikan telah dilaksanakan dan memberikan manfaat operasional bagi organisasi. Pelaksanaan pelatihan masih bersifat programatik tahunan dan belum sepenuhnya terintegrasi secara sistematis dengan kebutuhan jabatan, indikator kinerja, pengembangan kompetensi jangka menengah dan panjang. Analisis kesenjangan mengidentifikasi enam dimensi yang memerlukan penguatan, yaitu perencanaan pelatihan, kesesuaian pelatihan berdasarkan jenjang jabatan, keterkaitan pelatihan dengan kinerja, pengelolaan program pelatihan, adaptasi terhadap restrukturisasi jabatan, evaluasi pelatihan berbasis penerapan kompetensi. Penelitian ini merumuskan strategi pelatihan berbasis kompetensi jabatan dan kinerja melalui enam tahapan sistematis, meliputi analisis kebutuhan organisasi, pemetaan kompetensi jabatan, identifikasi kesenjangan kompetensi, penentuan prioritas pelatihan, perancangan program pelatihan, dan evaluasi berbasis kinerja. Roadmap pelatihan disusun dalam empat tahap pengembangan berkelanjutan, yaitu penguatan kompetensi dasar, pengembangan kompetensi teknis dan digital, penguatan kompetensi manajerial,pengembangan kepemimpinan dan inovasi layanan. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka strategis bagi perguruan tinggi dalam merancang sistem pelatihan tenaga kependidikan yang terintegrasi dengan pengembangan karier dan kinerja organisasi. Administrative staff training plays a strategic role in improving performance and service quality in higher education institutions. The implementation of administrative staff training at the Directorate of Human Resources, Universitas Padjadjaran, faces dynamic challenges in training management and changes in competency needs in line with job restructuring. This study aims to analyze administrative staff training strategies and to formulate a well-structured training roadmap to enhance performance. The study adopts a qualitative approach using a descriptive method through in-depth interviews and document analysis. Data analysis is conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that administrative staff training has been implemented and has provided operational benefits for the organization. However, the training implementation remains annual and programmatic in nature and has not been systematically integrated with job requirements, performance indicators, and medium- to long-term competency development. Gap analysis identifies six dimensions requiring strengthening, namely training planning, alignment of training with job levels, linkage between training and performance, training program management, adaptation to job restructuring, and competency application–based training evaluation. This study formulates a competency- and performance-based training strategy through six systematic stages, including organizational needs analysis, job competency mapping, competency gap identification, training priority determination, training program design, and performance-based evaluation. Furthermore, the training roadmap is structured into four stages of sustainable development, namely strengthening basic competencies, developing technical and digital competencies, enhancing managerial competencies, and developing leadership and service innovation. The implications of this study provide a strategic framework for higher education institutions in designing administrative staff training systems that are integrated with career development and organizational performance.
PERENCANAAN PENGADAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PERPUSTAKAAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Hiswi, Pasha Ananda; Isnawaty, Neneng Wety
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 2 (2026): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i2.69466

Abstract

Pengadaan sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam menjaga mutu layanan organisasi publik, termasuk perpustakaan lembaga negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan pengadaan sumber daya manusia di Perpustakaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dalam merespons kesenjangan antara kebutuhan formasi dan realisasi pengisian jabatan fungsional pustakawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen, khususnya Analisis Beban Kerja tahun 2023. Analisis dilakukan menggunakan kerangka proses pengadaan sumber daya manusia yang meliputi perencanaan kebutuhan, rekrutmen, seleksi, serta penempatan yang disertai orientasi dan induksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kebutuhan telah disusun secara sistematis berbasis beban kerja, namun belum diikuti oleh strategi pemenuhan yang efektif akibat mekanisme pengadaan terpusat, keterbatasan kuota, dan siklus pengadaan yang panjang. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya tingkat keterisian jabatan dan terjadinya rangkap tugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pengadaan sumber daya manusia telah memenuhi aspek teknokratis, tetapi belum efektif dalam menghasilkan keterisian formasi yang memadai. Human resource procurement is essential to maintaining the quality of public sector services, including state institutional libraries. This study aims to analyze human resource procurement planning at the Library of the People’s Consultative Assembly of the Republic of Indonesia in addressing the gap between workforce requirements and actual staffing fulfillment in functional librarian positions. This qualitative study employs a descriptive approach through in depth interviews and document analysis, focusing on the 2023 Workload Analysis. The analysis applies a human resource procurement framework covering workforce planning, recruitment, selection, and placement with orientation and induction. The findings indicate that workforce planning has been systematically conducted based on workload, but has not been supported by effective fulfillment strategies due to centralized recruitment mechanisms, limited quotas, and lengthy procurement cycles. These conditions have resulted in low staffing levels and multiple role assignments. The study concludes that human resource procurement planning has met technocratic standards but has not yet effectively translated into adequate staffing fulfillment.