cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
MANAJEMEN PENANGGULAN BENCANA DI PASAR HORAS KOTA PEMATANG SIANTAR Natal Fernando; Bima Benaso Waruwu; Andreas Simanjuntak; Hairani Siregar
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7336

Abstract

Pasar Horas merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Pematangsiantar, yang melibatkan ribuan pedagang dan pembeli setiap harinya. Namun, tingginya tingkat kepadatan, kondisi infrastruktur yang kurang memadai, dan minimnya kesadaran terhadap potensi kebakaran menjadikan pasar ini rentan terhadap bencana kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penanggulangan kebakaran di Pasar Horas, mulai dari identifikasi risiko hingga evaluasi langkah mitigasi yang telah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pencegahan, penanganan darurat, dan koordinasi lintas instansi, yang menyebabkan potensi dampak kebakaran tetap tinggi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, disarankan adanya peningkatan infrastruktur, pelatihan rutin, dan penguatan regulasi pasar.
TANTANGAN DAN PELUANG PARTISIPASI MASYARAKAT PULAU TERPENCIL DALAM PEMILIHAN UMUM Fauzy, Zacky Ahmad
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7359

Abstract

Election participation on isolated island have lots of obstacles, for example geographic problems, uneven infrastructure, also low political literacy. but, there is a chance to increase participation through innovative approach such using technology and also cultural approach that involve society. the main problems on this research are how far those obstacles influence people’s participation and what we can do to taking advantages that already exists to make sure people can participate on election. geographic accessibility and politics education, e-voting, and collaboration involve local culture can be solution. results of this research show that even isolated island has lots of problem, people’s participation on election can be increase with infrastructure improvement and inclusive policy. beside, involving culture figure and technology can help people to increase their willingness to participate on election. Partisipasi masyarakat pulau terpencil dalam pemilihan umum (pemilu) menghadapi berbagai tantangan, seperti hambatan geografis, infrastruktur yang terbatas, serta rendahnya tingkat literasi politik. Meskipun demikian, terdapat peluang untuk meningkatkan partisipasi melalui pendekatan inovatif, termasuk penggunaan teknologi digital dan pendekatan kultural yang melibatkan tokoh masyarakat. Masalah utama yang ditelaah dalam peneilitian ini adalah sejauh mana tantangan-tantangan tersebut menghambat partisipasi, serta bagaimana peluang yang ada dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat. Aksesibilitas geografis dan edukasi politik menjadi kendala utama, sementara teknologi seperti e-voting dan kolaborasi dengan tokoh adat berpotensi menjadi solusi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun banyak kendala, partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan dengan penyediaan infrastruktur dan kebijakan yang inklusif. Selain itu, pelibatan tokoh adat dan penerapan teknologi dapat mendorong kepercayaan masyarakat terhadap pemilu.
ANALISIS FENOMENA PENGEMIS DI KOTA MEDAN SEBAGAI CERMIN PATOLOGI SOSIAL: ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN SOSIAL Susanti, Sani; Subaedah, Sitti; Ridoansih, Thomas; Br. Sinuhaji, Ester Mega Rani; Br. Nadeak, Sonya Febiola; Siregar, Tri Oktavia; Tamba, Maria
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7361

Abstract

Fenomena pengemis boneka di Kota Medan mencerminkan disfungsi sosial yang kompleks akibat pengaruh faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif patologi sosial dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan pendidikan, tekanan ekonomi, dan budaya kerja informal menjadi faktor dominan yang mendorong individu untuk menjadi pengemis boneka. Fenomena ini juga mencerminkan kemiskinan struktural dan kegagalan institusi sosial dalam melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak. Dengan memahami dinamika sosial-ekonomi ini, penelitian ini memberikan wawasan penting untuk merancang kebijakan intervensi yang lebih efektif dalam mengatasi patologi sosial di Kota Medan. The doll beggar phenomenon in Medan City reflects complex social dysfunction caused by economic, social, and cultural factors. This study aims to analyze the phenomenon through the lens of social pathology using a descriptive qualitative method. The findings reveal that limited education, economic pressure, and an informal work culture are the dominant factors driving individuals to become doll beggars. This phenomenon also reflects structural poverty and the failure of social institutions to protect vulnerable groups, particularly children. By understanding these socio-economic dynamics, the study provides critical insights for designing more effective intervention policies to address social pathology in Medan City.
IMPLEMENTASI 10 STRATEGI EFISIENSI KEBIJAKAN PUBLIK UNTUK MENDUKUNG SMART GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN KONSEP SMART CITY DI KOTA BANDUNG Silvi Syahrani Mardiana; Shalma Shalshabilla; Azril Alfian Finanda; Ivan Darmawan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7417

Abstract

Membangun kota Bandung dengan menerapkan konsep smart city memerlukan pendekatan yang komprehensif yang terintegrasi ke dalam satu kesatuan, dengan satu tujuan pokok, yakni melayani semua kebutuhan masyarakat dengan cepat, tepat, ramah, dan memuaskan, dengan bertumpu pada pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal. Salah satu pendekatannya adalah mewujudkan smart governance. Efisiensi kebijakan publik merupakan salah satu unsur utama terwujudnya smart governance di kota Bandung. Hal ini dilakukan agar pengambilan kebijakan publik dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, Demi terlaksananya kebijakan publik yang efisien, terdapat sepuluh strategi menurut survei Gartner yang dapat diterapkan oleh pemerintahan. Perlu diketahui apakah Pemerintah Kota Bandung telah menerapkan 10 strategi ini, sehingga dapat diketahui sejauh mana implementasi smart governance di kota Bandung. Dengan menggunakan studi literatur sebagai metode, maka berdasarkan kajian, Pemerintah Kota Bandung telah menerapkan 10 strategi dalam mewujudkan efisiensi kebijakan publik sebagai implementasi dari smart governance. Dengan demikian, pelaksanaan pelayanan publik dapat lebih efisien dan mudah untuk diakses masyarakat.
ANALISIS KONTEN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK (STUDI KASUS AKUN TIKTOK @tiebymin) Rysha Mutiara Fitriany; Kheisya Maura Fatimah; RT Seli Destalpia; April Laksana
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dari penerapan konsep AIDA dalam strategi komunikasi pemasaran pada konten tiktok @tiebymin. Tiktok sebagai media sosial yang terus berkembang dengan pesat memiliki peluang besar bagi para pengusaha dan pemasar untuk melakukan interaksi dengan audians secara langsung maupun tidak langsung dan kreatif. Melalui pendeketan dengan konsep AIDA ini @tiebymin berhasil menarik perhatian audiens dengan konten yang menarik, membangkitkan minat, menciptakan keinginan melalui elemen emosional dan bukti sosial, serta mendorong tindakan yang aktif. Metode yang digunakan dalam menganalisis konten ini dengan mengevaluasi bagaimana setiap tahapan konsep AIDA ini diterapkan dalam video yang dipublikasikan @tiebymin.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP FERTILITAS DI KABUPATEN DELI SERDANG Serli Sabela; Citra Aulia; Girang Stevani Bancin
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7423

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat kesuburan di Kabupaten Deli Serdang. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan menghadapi tantangan besar dalam mengendalikan jumlah penduduknya.Salah satu cara untuk mengatasi masalah kependudukan ini adalah dengan mengendalikan angka kelahiran.Angka kesuburan yang mencerminkan jumlah kelahiran dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik demografis maupun non-demografis, termasuk tingkat pendidikan. Pendidikan, khususnya pendidikan bagi perempuan, diperkirakan memainkan peranan penting dalam menurunkan angka kesuburan, karena perempuan yang berpendidikan lebih besar kemungkinannya untuk menikah di usia yang lebih tua dan memiliki lebih sedikit anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dokumenter dan analisis kualitatif untuk memahami hubungan tingkat pendidikan dengan kesuburan Kabupaten Deli Serdang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kesuburan.Wanita dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah.Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kesadaran terhadap keluarga berencana dan perubahan pola pikir serta prioritas hidup yang berfokus pada pekerjaan dan kualitas hidup keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dalam mengelola angka kesuburan dan meningkatkan pendidikan di Kabupaten Deli Serdang.
PERAN PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PEMBUATAN KEBIJAKAN PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA INDONESIA Rizka Luluatul Hasanah; Santi Mulyady; Shalwa Azahra; Silvia Nuraeni; Ridwan, Ridwan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran partisipasi masyarakat lokal dalam proses pembuatan kebijakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia. Pemindahan IKN merupakan proyek strategis yang berdampak pada aspek geografis, sosial, dan ekonomi masyarakat setempat. Partisipasi masyarakat menjadi krusial untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil mencerminkan kebutuhan dan aspirasi warga serta mendukung prinsip-prinsip good governance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif dan analisis kualitatif, dengan fokus pada pengumpulan data dari berbagai sumber literatur dan studi kasus terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap fase perencanaan dan implementasi pemindahan IKN dapat meningkatkan legitimasi dan kualitas kebijakan. Masyarakat lokal, sebagai pihak yang paling terdampak, perlu dilibatkan dalam dialog dan konsultasi untuk menghindari konflik dan memastikan keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah diharapkan dapat merancang mekanisme partisipasi yang inklusif, sehingga semua lapisan masyarakat memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan. Partisipasi masyarakat bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan elemen penting dalam menciptakan kota yang layak huni dan berkelanjutan di masa depan.
CONFLICT IN SOUTH CHINA SEA BETWEEN CHINA AND PHILIPPINES Seniwati, Seniwati; Hudzon, Muhammad Rofif; Burhanuddin, Agussalim
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7463

Abstract

The South China Sea sovereignty dispute between China and the Philippines has been ongoing for decades, with tensions peaking after China took over Mischief Reef in 1995. The dispute involves overlapping claims over a strategic and resource-rich area, including oil, natural gas, and marine products. The method used in this research is library research, which is a method of collecting data through academic literature, journals, books, and relevant reference sources. The theory in this research is to explore International Conflict Theories & History of South China Sea. Which International Conflict Theories highlight the important role of conflict in driving social change, involves cross-border actors, and requires a comprehensive approach to prevention and resolution at the global level. The History of South China Sea covers important trade routes, countries' sovereignty claims, and centuries of geopolitical tensions due to economic and military interests. The South China Sea dispute involves multiple countries with overlapping territorial claims and resource interests. The conflict is fueled by huge economic potential, such as oil, gas and vital trade routes. Growing tensions, especially between China and the Philippines, require a careful diplomatic solution. To prevent a more dangerous escalation of the conflict, international cooperation is needed from each country involved as well as from outside to maintain and stabilize regional security in the South China Sea Region.
SUSTAINABILITY AND CHALLENGES OF MARITIME DEFENSE COOPERATION IN THE ERA OF AUKUS: AN INDO-PACIFIC PERSPECTIVE Syafi, Alif Naufal; Seniwati, Seniwati
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7465

Abstract

This article examines the sustainability and challenges of maritime defense cooperation in the AUKUS era from an Indo-Pacific perspective. The AUKUS trilateral alliance, comprising Australia, the United Kingdom and the United States, was formed with the aim of enhancing maritime security in the Indo-Pacific region to counter China's growing military influence. This article analyses the geopolitical, economic, and technological factors affecting the alliance's sustainability, including potential tensions in the South China Sea and mixed reactions from ASEAN countries. In addition, AUKUS's internal challenges related to technology transfer, compliance with international law, and infrastructure and human resource training needs are reviewed. The article concludes that the success of AUKUS largely depends on member state’s ability to build trust and transparency to maintain maritime stability and security in the Indo-Pacific region, while adjusting to changing geopolitical dynamics.
PERSEPSI GEN Z PADA GENDER DAN DISKRIMINASI GENDER DI SOSIAL MEDIA Rahmah, Adzra Vania; Lani, Wahyu Mei; Berlianti, Berlianti
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i8.7470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi Generasi Z (Gen Z) mengenai gender dan diskriminasi gender yang mereka temui di media sosial. Gen Z, yang lahir antara tahun 1995 hingga 2012, dikenal sebagai generasi yang sangat bergantung pada teknologi dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan analisis konten media sosial untuk memahami pandangan serta pengalaman Gen Z terkait isu gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki pemahaman yang progresif tentang gender, melihatnya sebagai konstruksi sosial yang melibatkan peran dan ekspresi yang berbeda dari sekadar jenis kelamin biologis. Meskipun banyak dari mereka terlibat dalam kampanye yang mendukung kesetaraan gender dan melawan diskriminasi, penelitian ini juga menemukan bahwa bias dan stereotip gender masih sering muncul di platform media sosial. Hal ini menciptakan tantangan bagi Gen Z dalam membentuk sikap yang inklusif. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran media sosial dalam membentuk persepsi dan sikap Gen Z terhadap gender, serta bagaimana platform ini dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran sosial. Selain itu, peran pekerja sosial sebagai fasilitator, edukator, dan advokat sangat penting dalam mendukung perubahan positif dalam pandangan Gen Z terhadap gender. This study aims to explore Generation Z's (Gen Z) perceptions of gender and the gender discrimination they encounter on social media. Gen Z, born between 1995 and 2012, is known as a generation that relies heavily on technology and social media in their daily lives. Using a qualitative approach, this study collected data through in-depth interviews and social media content analysis to understand Gen Z's views and experiences regarding gender issues. The results show that Gen Z has a progressive understanding of gender, seeing it as a social construct that involves different roles and expressions than simply biological sex. While many of them are involved in campaigns that support gender equality and fight discrimination, the research also found that gender biases and stereotypes still frequently appear on social media platforms. This creates challenges for Gen Z in shaping an inclusive attitude. This research emphasizes the important role of social media in shaping Gen Z's perceptions and attitudes towards gender, and how these platforms can be a tool to raise social awareness. In addition, the role of social workers as facilitators, educators and advocates is crucial in supporting positive change in Gen Z's views towards gender.

Page 84 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue