cover
Contact Name
Abdul Azis
Contact Email
jimsejarah@usk.ac.id
Phone
+6285360082823
Journal Mail Official
jimsejarah@usk.ac.id
Editorial Address
History Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah
ISSN : 29647231     EISSN : 26143658     DOI : https://dx.doi.org/10.24815/jimps.
The journal publishes writings on (1) History Education; (2) History of Education; (3) Social Sciences; (4) Social Sciences Education; (5) Sociology Education; (6) Economi; (7) Social Economi; (8) Law, (9) History of Military; (10) Philosophy of History; (11) Historiography; (12) Humanities; (13) communication science; (14) religious education; and (15) Technology
Articles 1,715 Documents
Perkembangan Kesenian Tradisional Landoq Sampot Dari Kluet Kabupaten Aceh Selatan (1991-2019) Arif Waldi; Mawardi Mawardi; Herman R
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER, 2020, Budaya, Model dan Media Pembelajaran
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pekembangan Kesenian Tradisional Landoq Sampot dari Kluet Kabupaten Aceh Selatan tahun 1991-2019”. Penelitian ini adalah sejarah lahirnya kesenian Landoq Sampot dalam masyarakat Kluet, bagaimana dinamika yang terjadi pada Landoq Sampot sehingga hanya dimainkan oleh kaum laki-laki dan mengapa tari Landoq sampot hanya berkembang di kampung Lawe Sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah lahirnya kesenian Landoq Sampot di Kluet, untuk mengetahui dinamika yang terjadi pada tari Landoq Sampot sehingga hanya di mainka oleh kaum laki-laki dan mengetahui mengapa Landoq Sampot hanya berkembang di kampung Lawe Sawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian menggunakan metode sejarah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan informan, dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: pertama, kesenian landoq sampot merupakan kesenian tradisional asli dari kluet dan bukan di bawa dari luar daerah. Kedua, tarian landoq Sampot mengalami perubahan sejak kedatangan Belanda Aceh pada bagian gerak, busana dan anggota penari. Ketiga, kesenian Landoq Sampot sering mengalami pasang surut dalam perkembangannya hanya saja masyarakat kampung Lawe Sawah yang masih konsisten menjaga kesenian tradisional Landoq Sampot.This research is entitled Landoq Sampot Traditional Art Development from Kluet South Aceh Regency 1991-2019. This research is the history of the birth of Landoq Sampot art in the Kluet community, how the dynamics that occur in Landoq Sampot so that it is only played by men and why the Landoq sampot dance only develops in the village of Lawe Sawah. This study aims to determine the history of the birth of the Landoq Sampot art in Kluet, to find out the dynamics that occur in the Landoq Sampot dance so that it is only played by men and to find out why Landoq Sampot only develops in the village of Lawe Sawah. This study uses a qualitative approach and this type of research uses historical methods. Data collection was carried out by means of direct interviews with informants, documentation. This research was conducted in Kluet Timur District, South Aceh Regency. Based on the results of data analysis, the findings of this study can be stated as follows: first, the art of landoq sampot is an original traditional art from kluet and not brought from outside the region. Second, the Sampot landoq dance has changed since the arrival of the Dutch to Aceh, namely in the movement, clothing and members of the dancers. Third, Landoq Sampot art often experiences ups and downs in its development, it's just that the people of Lawe Sawah village are still consistent in maintaining the traditional arts of Landoq Sampot.
EKSISTENSIRUMAH MAKAN TRADISIONAL TERHADAP MASUKNYA RUMAH MAKAN MODERN DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 1980-2016 Afzalul Zikri; Anwar Yoesoef; Mawardi .
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): Januari, Pengaruh Media dan Isu Penting dalam Kajian Sejarah
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTSince 1980-2017 in the city of Banda Aceh it was continuing to develop. The type of restaurant in Banda Aceh until now consists of traditional and modern restaurants, hence this research entitled "The Existence of Traditional Restaurant Toward the Entry of Modern Restaurant in the City of Banda Aceh Year 1980-2016”.This study aims to: (1) explain the development of traditional restaurants and modern restaurants in the city of Banda Aceh, 1980-2016 and (2) to explain the existence of traditional restaurants when it occur the expansion of modern restaurants in the city of Banda Aceh, 1980-2016.This study uses a qualitative approach and historical method that consists of five steps: theme selection, heuristics, verification, interpretation and historiography. Data collection was done by interviewing, documentation, observation and literature study.Based on the research results it can be conclude that: the restaurants began to appear in the city of Banda Aceh since 1970s that is with the establishment of a traditional restaurant that sells type of regional food. Since 1970-2004 the number of traditional restaurants continues to grow to 180 units in 2004. In 2005 precisely after the tsunami the expansion of modern restaurants, which presents a challenge for the existence of traditional restaurants, both in terms of luxury places to eat, packed with a sense of modern, modern services with a public order shuttle system. In order to overcome the speed of modern restaurant expansion, the traditional restaurant keeps trying to maintain its existence, especially by giving satisfaction for the customers both in terms of the taste of its cuisine and the attraction in the form of banners by displaying various regional dishes. Keywords: Existence, Traditional Restaurant, Modern Restaurant, City of Banda Aceh ABSTRAKDi Kota Banda Aceh sejak 1980-2017 terus mengalami perkembangan. Jenis rumah makan di Kota Banda Aceh hingga saat ini terdiri rumah makan tradisional dan rumah makan modern, maka penelitian yang berjudul “eksistensi rumah makan tradisional terhadap masuknya rumah makan modern di Kota Banda Aceh Tahun 1980-2016”.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan perkembangan usaha rumah makan tradisional dan rumah makan modern di Kota Banda Aceh, 1980-2016 dan (2) menjelaskan eksistensi rumah makan tradisional saat terjadinya ekspansi rumah makan modern di Kota Banda Aceh, 1980-2016.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode sejarah yang terdiri dari lima langkah yaitu pemilihan tema, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: rumah makan mulai muncul di Kota Banda Aceh sejak tahun 1970-an yaitu dengan berdirinya rumah makan tradisional yang menjual jenis makanan ala daerah. Sejak 1970-2004 jumlah rumah makan tradisional ini terus berkembang hingga mencapai 180 unit tahun 2004. Pada tahun 2005 tepatnya pasca tsunami terjadi ekspansi rumah makan modern, yang memberikan tantangan bagi eksistensi rumah makan tradisional, baik dari segi kemewahan tempat makan, dikemasnya dengan rasa yang modern, pelayanannya yang  modern dengan sistem antar jemput pesanan masyarakat. Dalam rangka mengahadapi lajunya ekspansi rumah makan modern, membuat rumah makan tradisional terus berupaya mempertahankan eksistensinya, terutama dengan memberikan kepuasan bagi palanggan baik dari segi rasa masakan-nya maupun daya tarik berupa spanduk dengan menampilkan berbagai menu masakan bercirikhas daerah. Kata Kunci:Eksistensi, Rumah Makan Tradisional, Rumah Makan Modern, Kota Banda Aceh.
Efektivitas Penggunaan Sistem Informasi Inventarisasi Sensus Barang Milik Daerah (Simfoni Bmd) Pada Bpkad Kota Pekanbaru Indah Demara Syahfitry*; Muhammad Ahyaruddin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26993

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas atau keberhasilan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Inventarisasi Sensus Barang Milik Daerah (Simfoni BMD) pada BPKAD Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif  menggunakan pendekatan deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Simfoni BMD cukup efektif untuk digunakan dalam inventarisasi aset BMD pada BPKAD Kota Pekanbaru. Hal ini dapat dilihat dari bentuk aplikasi yang relevan dengan kebutuhan dan cukup membantu. Simfoni BMD ini juga sudah berjalan sesuai peraturan yang ada, dari LKI (Lembar Kerja Inventarisasi) atau form yang dibuat, itu telah sesuai dengan peraturan Permendagri No 47 Tahun 2021.  Sudah diterapkan oleh BPKAD Kota Pekanbaru sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kebermaknaan Hidup Pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (Tunagrahita) Asrina Endarwaty
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26613

Abstract

Orang tua khususnya Ibu memiliki peran penting dalam mengasuh anak, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Dengan tekerlibatan dan dukungan dari orang tua seorang anak dengan kebutuhan khusus dapat ditangani dan kemampuan hidupnya dapat ditingkatkan secara efektif, Sayangnya, belum semua orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus mampu menerima kondisi anaknya dengan tulus sehingga berpengaruh pada perkembangan anak dikemudian hari khususnya dalam mengembangkan kemampuannya. Kurangnya penerimaan ditandai dengan perasaan sedih, malu, dan terkejut yang mengakibatkan orang tua tidak memperdulikan anaknya sehingga kebutuhan anak menjadi kurang terpenuhi. Hanya orang tua yang telah menemukan dan memahami makna hidup yang dapat menerima seorang anak berkebutuhan khusus. Oleh sebab itu, di dalam penelitian ini dilakukan kajian tentang kebermaknaan hidup pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologis. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang ibu yang mampu memahami hidupnya akan mengisi kehidupannya dengan penuh makna, dan kebermaknaan hidup pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus diawali dari penerimaan terhadap kondisi anak.
Strategy for Increasing Farmers' Welfare through Capacity Building for Organic Fertilizer Production Technology in Japeledok Village, Rembang Regency Hery Sulistio Jati; Tetuko Rawidyo Putro*; Lukman Hakim; Mulyanto Mulyanto; Siti Aisyah Tri Rahayu; Riwi Sumantyo; Johadi Johadi; ARIYANTO ADHI NUGROHO; Muhammad Bagus Sistriatmaja; Andri Prasetyo
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26579

Abstract

Farmers of food crops, especially rice commodities in Rembang Regency, face the main challenge, namely the increase in the cost of agricultural production. Even though the productivity of rice commodities has increased, the high production costs have affected the income levels of farmers and have had an impact on the welfare of farmers. The stagnation of Farmers' Terms of Trade (NTP) for food crops from 2014-2019 amid an increase in the productivity of food crop agriculture shows that agricultural production costs are the main obstacle to increasing farmer welfare. Efforts to reduce agricultural production costs are a factor in encouraging the welfare of farmers in Rembang Regency. The self-sufficiency of organic fertilizers is one of the cost-efficiency solutions for producing agrarian food crops. Increasing the independence capacity of farmers' fertilizers, especially organic fertilizers, is a strategy to reduce agricultural production costs. There are at least four steps taken to increase farmer capacity: 1) preparation of a theoretical framework for change; 2) counseling on the benefits of organic fertilizers; 3) organic fertilizer production training, and 4) evaluation. The results of this capacity building show an increase in farmers' knowledge and skills in producing organic fertilizer in Japeledok Village, Rembang Regency. Farmers then use knowledge and skills to increase the cost efficiency of fertilizer production to improve the welfare of farmers. 
Analisis Finansial Terhadap Produktivitas Getah dan Potensi Kayu Tanaman Karet dari Klon GT 1 dan Seedling di Kabupaten Sarolangun Ahyauddin Ahyauddin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25991

Abstract

Secara umum sebagian kawasan hutan di Kabupaten Sarolangun sudah dimanfaatkan oleh masyarakat terutama untuk aktivitas berkebun dan ladang. Jika kawasan hutan tersebut tidak diarahkan pada kebijakan yang konkrit dan terarah maka akan berdampak pada pengalihan fungsi kawasan hutan menjadi kawasan sektor perkebunan atau kegiatan perekonomian lainnya. Pengusahaan hutan tanaman rakyat diharapkan harus diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan hutan bagi industri perkayuan dan dapat menciptakan lapangan kerja. Tujuan utama dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui secara finansial usaha pada hutan tanaman rakyat karet sadap maupun tanaman karet tanpa (2). Untuk memperoleh skala usaha pengusahaan hutan tanaman rakyat pola tanam monokultur untuk tanaman karet sadap maupun tanaman karet tanpa sadap. Berdasarkan analisis finansial Net Present Value (NPV), Net B/C dan IRR pada tingkat bunga 5% berturut turut karet yang disadap mempunyai nilai sebesar Rp. 299.061.000; 7,54 dan 26.3%. sedangkan karet tanpa sadap mempunyai nilai negatif Rp.36.982.000; 0.59 dan tidak layak untuk diusahakan. Nilai pendapatan rata-rata tahunan (EAA) dan skala usaha karet sadap adalah sebesar Rp. 16.473.487 dengan skala usaha 3 ha. Dari penelitian ini dapat di sarankan: (1) Untuk pengusahaan karet tanpa sadap sebaiknya memilih bibit dari klon yang menghasilkan kualitas kayu lebih baik untuk memperoleh harga jual yang tinggi. (2) Disarankan pada tahun sebelum tanaman karet memproduksi lateks sebaiknya menanami lahan dengan tanaman palawija dan sayur-sayuran guna untuk optimalisasi penggunaan lahan dan memberikan nilai tambah pada petani.
Analisis Semiotika Pesan Dakwah Dalam Film Wahai Asad David Akbar Hidayat
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25325

Abstract

Film Wahai Asad adalah produksi asli buatan orang Indonesia dan menceritakan seorang anak yang Bernama asad. Dalam rumusan masalah yang penulis ambil adalah bagaimana pesan dakwah dalam film wahai asad dan bagaimana analisis semiotika terhadap film wahai asad ini. Jenis peneilitian yang digunakan dalam penilitian adalah kualitatif. Sumber data dalam  penelitian  ini  adalah  Sutradara Film Wahai Asad. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data dan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber dan teknik. Kajian yang secara khusus membahas mengenai tanda dan pesan dakwahnya adalah semiotika atau yang biasa dikenal oleh ilmuwan eropa sebagai kajian semiology. Hal ini dikarenakan masing-masing mode memiliki karateristik yang berbeda dan memiliki tokoh yang berbeda. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: bahwa pesan dawkah pada Film ini mengandung pesan Aqidah, Pesan Syari’ah dan Pesan Ahlaq yang diperlihatkan dalam setiap potongan adegan di setiap Film Wahai Asad Ini. Makna denotasi dalam Film Wahai Asad mengisahkan anak muda bernama asad yang telah kehilangan ayahnya dan diberikan amanah untuk menjadi anak yang berilmu dan memahami islam untuk menggantikan tugas ayahnya menjadi imam di masjid tempat dimana asad tinggal. Makna Konotasi dalam Film Wahai Asad ini pada potongan adegan pada film tersebut tentang menjalani perintah Allah SWT, menjauhi larangan nya, mempelajari Al-Qur’an dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Makna Mitos dalam Film Wahai Asad memberikan gambaran bahwa masih banyak pada potongan adengan untuk melakukan perbuatan yang jujur, menggunakan etika yang baik dalam menasehati orang, berani melawan tindakan fitnah yang dilontarkan kepada kita, menjunjung tinggi aqidah, ahlaq, Dan syariah, yang dimana perbuatan tersebut perbuatan yang baik yang membuat kita lebih banyak belajar lagi tentang ilmu islam dan bisa kita terapkan di lingkungan kita.
Pengaruh Kualitas Mengajar Dosen Terhadap IP Mahasiswa Palangka Raya Tahun 2022 Frederick Nicholas Perangin Angin*; Alimin Alimin; Dedi Yansyah; Muhammad Arie Rahman; Piki Piki; Rahman Ali; Riska Pania Putri; Selvia Nur Hidayah; Yandri Andiko; Indra Saputra
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25001

Abstract

Pengaruh kualitas pengajaran dosen terhadap IP mahasiswa Palangka Raya tahun 2022 dapat diketahui dengan melakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan strategi pengumpulan data berbasis kuesioner dan metode survei kuantitatif. Sebanyak 100 responden dipilih dari populasi 449 mahasiswa Palangkaraya untuk sampel tahun ajaran 2022. Nilai akhir mahasiswa di Perguruan Tinggi Palangkarayaserta kualitas mengajar dosen ditemukan sedang, menurut temuan penelitian ini. Nilai akhir mahasiswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dosen. Meskipun demikian, tidak serta merta variabel mempengaruhi IP mahasiswa, namun hal ini juga dapat dilihat dari keinginan mahasiswa untuk mengejar ujiannya.
Eksplorasi Kebijakan Depok Smart City: Jembatan Menuju Implementasi Konsep 8-Layer Kota Cerdas Defi Supriyatin
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.24674

Abstract

Konsep kota cerdas telah banyak dibahas dan berkembang sebagai tren global belakangan ini, berkisar pada inisiatif penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai bentuk inovasi dalam pembangunan perkotaan. Konsep kota cerdas telah banyak diadopsi sebagai respon dalam menyelesaikan permasalahan manajemen perkotaan, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok melalui Depok Smart City. Depok Smart City secara yuridis diinisiasi pada tahun 2019 melalui pengesahan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kota Cerdas. Pada proses penyelenggaraanya, berbagai tantangan dihadapi Pemerintah Kota Depok yang sedari awal menempatkan teknologi sebagai solusi praktis jangka pendek. Sementara itu, keberlangsungan transformasi kota cerdas seyogyanya memerlukan pengembangan inovasi kota yang holistik sebagaimana yang ditawarkan melalui pendekatan konsep 8-layer kota cerdas. Melalui eksplorasi kebijakan terkait Depok Smart City, penelitian ini mengungkapkan rekomendasi-rekomendasi yang menjembatani implementasi Depok Smart City melalui pendekatan konsep 8-layer kota cerdas tersebut.
Integrasi Nilai-Nilai Dharma Gita sebagai Strategi Menciptakan Harmoni Sosial dalam Pembelajaran Sejarah *I Putu Adi Saputra; Lianda Dewi Sartika; Ida Bagus Nyoman Wartha
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Februari, Ilmu Sejarah dan Media Pembelajaran
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v7i1.19868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tentang nilai-nilai dalam dharma gita yang dapat digunakan sebagai strategi untuk menciptakan harmoni sosial di kalangan pelajar, khususnya siswa SMA. Keberagaman ras, suku, etnis,  agama, dan kebudayaan menjadikan Indonesia memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Local genius atau yang sebagian besar oleh para ahli disebut juga dengan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia pada setiap daerah merupakan akar dari sejarah nasional. Masyarakat Bali memiliki dharma gita sebagai salah satu kearifan lokalnya. Dharma gita adalah seni sastra masyarakat Bali dalam menyampaikan cerita dengan menyanyikannya melalui olah vokal (kidung atau kekawin) yang berisi berbagai nilai kehidupan melalui tokoh-tokoh dan dialog-dialognya. Dharma gita dalam perkembangannya di masyarakat Bali dikenal dengan nama mebebasan. Dharma gita melalui tradisi mebebasan menawarkan upaya menciptakan harmoni sosial untuk para generasi penerus bangsa. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Adapun pengumpulan data diperoleh dari referensi dan literatur terkait yang relevan dengan pokok bahasan yang dikaji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menciptakan harmoni sosial merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Bali, melihat corak masyarakatnya yang beragam. Begitupun prakteknya dalam interaksi para siswa di sekolah, guru harus menjadikan pembelajaran sejarah sebagai resolusi dalam meminimalisir konflik yang disebabkan oleh keberagaman. Jadi dapat disimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai dharma gita dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sejarah mampu menciptakan harmoni sosial dalam setiap interaksi siswa di SMA.

Page 6 of 172 | Total Record : 1715


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2025): February 2025, Disaster and Disease in History Vol 10, No 3 (2025): Social, Cultural and Historical Studies Vol 10, No 2 (2025): Mei, Virtual reality in teacher education: Innovations, opportunities, and chal Vol 9, No 4 (2024): November, I Special Issue on "Educational design research for human beings learn Vol 9, No 3 (2024): Agustus, Education, Social Issue and History Education. Vol 9, No 2 (2024): Mei, History Learning Media and Social Problems Vol 9, No 1 (2024): Februari, Educational Studies, History of Education and Social Science Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law Vol 8, No 1 (2023): Januari, Social, Education, Political, Economic and Humanities Vol 7, No 4 (2022): November, Pendidikan Sejarah dan Model Pembelajaran Sosial Vol 7, No 3 (2022): Agustus, Pendidikan dan Pembelajaran Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Mei, Pendidikan dan Media Vol 7, No 1 (2022): Februari, Ilmu Sejarah dan Media Pembelajaran Vol 6, No 4 (2021): November, Analisis Sejarah dan Pembalajaran Masa Kini Vol 6, No 3 (2021): Agustus, Media Pembelajaran dan Media Local Vol 6, No 2 (2021): Mei, Ilmu Sosial dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2021): Februari, Penerapan Media dan Pengaruh Pembelajaran Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER, 2020, Budaya, Model dan Media Pembelajaran Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS, 2020, Pendidikan Sejarah dan Media Vol 5, No 1 (2020): Februari, 2020, Social Culture, History of Humanities Vol 5, No 2 (2020): MEI, Kesian dan Antropologi Budaya Vol 4, No 4 (2019): November, Sejarah Islam dan Peradaban serta Pemikiran Filsafat Vol 4, No 3 (2019): Agustus, Penelitian Pengembngan dan Pengembangan Media Vol 4, No 2 (2019): Juni, Budaya dan Sastra Vol 4, No 1 (2019): Januari, Kajian Sejarah dan Kebudayaan Vol 3, No 4 (2018): November, Model dan Pengembangan AlatP raga Sejarah Vol 3, No 3 (2018): Juli, Ide dan Prestasi dalam Pembelajaran Sejarah Vol 3, No 2 (2018): April, Pendidikan dan Kajian Tentang Sejarah Vol 3, No 1 (2018): Januari, Pengaruh Media dan Isu Penting dalam Kajian Sejarah Vol 2, No 4 (2017): Nopember, Sejarah Kota dan Sejarah Pedesaan Vol 2, No 3 (2017): Juli, Pendidikan dan Ide Perubahan Media Vol 2, No 2 (2017): April, Kajian Isu Kebudayaan dan Etnisitas Vol 2, No 1 (2017): Januari, Sejarah Kemanusian dan Hal-hal Perjuangan Budaya Vol 1, No 1 (2016): Oktober, Sejarah, Sosiologi dan Kajian Sosial More Issue