cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,745 Documents
Penerapan Sanitasi Sebagai Upaya Pengendalian Mutu dan Keamanan Pangan Murni Mayranti Sukma; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25160

Abstract

Sanitasi pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga mutu dan keamanan produk pangan yang dihasilkan oleh industri pangan. Penerapan sanitasi yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik yang berpotensi menyebabkan penurunan kualitas produk dan gangguan kesehatan konsumen. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hasil penelitian mengenai peran sanitasi dalam mendukung pengendalian mutu dan keamanan pangan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan berbagai jurnal nasional yang dipublikasikan pada tahun 2022–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan higiene personal, sanitasi fasilitas produksi, Good Manufacturing Practices (GMP), Standard Sanitation Operating Procedures (SSOP), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) berkontribusi dalam mengurangi risiko kontaminasi pangan. Selain itu, tingkat pengetahuan pekerja mengenai keamanan pangan juga berpengaruh terhadap keberhasilan penerapan sanitasi pada industri pangan. Namun, implementasi sanitasi masih menghadapi berbagai kendala terutama pada usaha pangan skala kecil akibat keterbatasan fasilitas, kurangnya edukasi, dan rendahnya kesadaran terhadap keamanan pangan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, pelatihan, dan penerapan sistem sanitasi yang berkelanjutan guna mendukung mutu dan keamanan pangan.
Penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) pada Kasus Gagal Produk Minuman Sari Buah Kemasan (Jus Jeruk): Studi Kasus Pembengkakan Kemasan Akibat Fermentasi tidak Diinginkan Nazwa Khaerul Nissa; Reihana Fitri Aulia; Youci Andriyani; Nova Alvia; Ganissa Azzahra; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25220

Abstract

Minuman sari buah kemasan (jus jeruk) merupakan produk pangan yang rentan mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme, khususnya yeast (khamir). Kegagalan produk berupa pembengkakan kemasan (swelling) sering terjadi akibat lemahnya penerapan sanitasi peralatan dan proses pasteurisasi yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyusun sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) secara menyeluruh pada proses produksi minuman sari buah jeruk sebagai studi kasus gagal produk di industri pangan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengacu pada 7 prinsip HACCP dan 12 langkah implementasinya sesuai Codex Alimentarius. Hasil analisis menunjukkan terdapat tiga titik kendali kritis (CCP) yang menjadi sumber kontaminasi utama, yaitu tahap pasteurisasi, pengisian (filling), dan penyegelan kemasan. Penerapan HACCP secara sistematis terbukti mampu mengidentifikasi bahaya, menetapkan batas kritis, serta merancang prosedur koreksi dan verifikasi yang efektif untuk mencegah kerusakan produk. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya implementasi HACCP sebagai sistem manajemen keamanan pangan dalam industri minuman untuk menjamin keselamatan konsumen dan kualitas produk.
Kajian Literatur: Pendugaan Umur Simpan Kopi Bubuk dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) Berdasarkan Jenis Kemasan Siti Nazwa Hidayah; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25221

Abstract

Kopi bubuk rentan mengalami penurunan mutu selama penyimpanan, terutama akibat perubahan kadar air, oksidasi lemak, dan hilangnya senyawa aroma. Jenis kemasan berperan penting dalam memperlambat kerusakan karena kemasan yang baik dapat menghambat masuknya oksigen dan uap air. Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan pendekatan Arrhenius banyak digunakan untuk menduga umur simpan kopi bubuk secara efisien dengan cara menyimpan produk pada suhu tinggi, kemudian hasilnya diekstrapolasi ke suhu normal. Kajian literatur ini bertujuan membandingkan pendugaan umur simpan kopi bubuk berdasarkan jenis kemasan. Berdasarkan penelusuran literatur, diperoleh dua jurnal utama yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemasan aluminium foil lebih baik daripada plastik PP, sedangkan kemasan kraft foil lebih baik daripada aluminium foil. Parameter mutu yang digunakan meliputi nilai cita rasa dan kadar air. Penurunan mutu berlangsung semakin cepat dan umur simpan semakin pendek seiring dengan naiknya suhu penyimpanan. Dengan demikian, penggunaan kemasan berpermeabilitas rendah terhadap oksigen dan uap air sangat menentukan lama tidaknya kopi bubuk dapat disimpan.
Analisis Penetapan Lokasi industri pada Pengolahan Kakao menjadi Cokelat Batangan Herdiansyah; Delfitriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25348

Abstract

Industri pengolahan kakao memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan di Indonesia. Proses pengolahan kakao menjadi cokelat batangan memerlukan tahapan produksi yang terstruktur agar diperoleh produk dengan mutu yang baik dari segi rasa, aroma, dan tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pengolahan kakao menjadi cokelat batangan serta menentukan alternatif lokasi industri terbaik menggunakan metode Multi Factor Evaluation Process (MPE) dan Bayes. Metode yang digunakan berupa studi literatur dan analisis kuantitatif berdasarkan beberapa faktor penilaian lokasi, yaitu bahan baku, transportasi, tenaga kerja, biaya lahan, dan pasar. Alternatif lokasi yang dianalisis meliputi Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada metode MPE, Sulawesi Tengah memperoleh nilai tertinggi sebesar 81,75 sehingga dinilai paling unggul berdasarkan ketersediaan bahan baku dan biaya lahan. Sementara itu, metode Bayes menunjukkan bahwa Sumatera Utara memperoleh nilai tertinggi sebesar 12,58 karena memiliki keseimbangan yang lebih baik pada seluruh faktor penilaian. Selain itu, proses pengolahan kakao juga mengalami penyusutan massa sekitar 1% pada setiap tahapan akibat penguapan air, hilangnya senyawa volatil, serta bahan yang tertinggal pada alat produksi. Dengan demikian, pemilihan lokasi industri dan pengendalian proses produksi menjadi faktor penting dalam menunjang efisiensi dan kualitas produk cokelat.
Penjaminan Mutu Teh Hitam: Aplikasi Praktis Single Sampling Plan dan Pengendalian Titik Kritis Proses Siti Aliza Fahira; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25349

Abstract

Penjaminan mutu pada industry teh hitam (Camellia Sinensis) sangat krusial untuk menjaga konsistensi cita rasa, karakteristik kimiawi, dan keamanan produk agar memenuhi standar pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aplikasi praktis system penjaminan mutu yang terintegrasi, mulai dari penerimaan bahan baku, pengendalian titik kritis proses produksi, hingga inspeksi produk akhir. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan literature review, yaitu suatu cara pengumpulan dan pengkajian data yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah yang telah ada sebelumnya. untuk mensintesis data teknis pengawasan mutu pada industry pengolahan teh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian titik kritis proses dilakukan secara kontinu. Menggunakan instrument check sheet pada tahapan pelayuan, penggilingan, fermentasi, pengeringan, dan sortasi Guna mencegah terjadinya penyimpangan mutu pada produk yang dihasilkan. Pada system inspeksi produk akhir, diaplikasikan metode single sampling plan (rencana sampling Tunggal) berdasarkan military standard 105E (MIL-STD 105E) pada tingkat inspeksi normal (level II) dengan Acceptable Quality Level (AQL) sebesar 2,5%. Melalui skema ini, produk akhir dievaluasi berdasarkan atribut organoleptik dan kadar air dengan kriteria penerimaan sampel cacat maksimal 5%. Integrasi antara pegendalian titik kiritis proses dan aplikasi praktis single sampling plan ini secara teknis dinilai efektif dan layak untuk menunjang standarisasi mutu produk teh hitam secara berkelanjutan.
Kajian Literatur tentang Pengendalian Mutu Pangan pada Rantai Pasok (Supply Chain) Susu Segar dari Peternak hingga Konsumen Indrawan Setiaji; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25359

Abstract

Susu segar merupakan salah satu produk pangan yang kaya akan zat gizi, seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Namun, karakteristik susu yang mudah rusak menyebabkan produk ini rentan mengalami penurunan mutu dan kontaminasi mikrobiologis selama proses penanganan dan distribusi. Oleh karena itu, pengendalian mutu menjadi aspek yang sangat penting dalam menjaga kualitas mutu dan keamanan susu sepanjang rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hasil penelitian terkait pengendalian mutu pangan pada rantai pasok susu segar mulai dari peternak hingga konsumen. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang dilakukan melalui pengumpulan, penelaahan, dan analisis berbagai jurnal ilmiah nasional maupun internasional yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian mutu pada rantai pasok susu segar dilakukan pada setiap tahapan, yaitu produksi, transportasi, pengolahan, pengemasan, distribusi dan penyimpanan, serta konsumsi. Faktor utama yang memengaruhi mutu susu meliputi kesehatan ternak, higiene dan sanitasi pemerahan, pengendalian suhu melalui sistem rantai dingin (cold chain), serta penerapan sistem manajemen keamanan pangan seperti GMP, SSOP, dan HACCP. Berdasarkan hasil kajian, keberhasilan pengendalian mutu susu segar memerlukan penerapan pengawasan yang terintegrasi pada seluruh tahapan rantai pasok untuk menjamin kualitas dan keamanan produk hingga diterima oleh konsumen.
Integrasi Manajemen Sanitasi, Standardisasi, dan Sistem Sampling dalam Pengawasan Mutu Pangan Modern Nurul Alfiah; Raden Siti Nurlaela; Distya Risky Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25365

Abstract

Pengawasan mutu pangan merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan produk, melindungi kesehatan konsumen, serta mencegah terjadinya food fraud dalam rantai distribusi pangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara manajemen sanitasi, standardisasi mutu, dan sistem pengambilan sampel sebagai komponen utama dalam sistem pengawasan mutu pangan modern. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah, khususnya artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Karimah Tauhid tahun 2024 serta beberapa penelitian pendukung dari perguruan tinggi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pengawasan mutu pangan sangat dipengaruhi oleh penerapan sanitasi dan higiene yang konsisten, kepatuhan terhadap standar mutu yang berlaku, serta ketepatan sistem pengambilan sampel yang representatif. Ketiga aspek tersebut saling melengkapi dalam mencegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik, sekaligus mendukung deteksi dini terhadap penyimpangan mutu dan praktik pemalsuan pangan. Integrasi sanitasi, standardisasi, dan sampling terbukti mampu meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu, memperkuat perlindungan konsumen, serta meningkatkan daya saing industri pangan. Oleh karena itu, penerapan ketiga pilar tersebut secara terpadu menjadi strategi penting dalam mewujudkan sistem keamanan pangan yang berkelanjutan dan berorientasi pada mutu.
Analisis Kegagalan Keamanan Pangan dan Redesain Sistem HACCP pada Produk Susu UHT yang Mengalami Kerusakan Kemasan dan Kontaminasi Bakteri Mutiara Az-zhari Wijaya; Afwina Aulia Sapitri; Siti Dwi Septiani; Cinta Andani; Hafidh Alauddin Robbani; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25378

Abstract

Susu Ultra High Temperature (UHT) memiliki risiko kegagalan keamanan pangan apabila terjadi kerusakan kemasan maupun kontaminasi bakteri pembusuk seperti Bacillus cereus. Kerusakan kemasan menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan mutu di industri pengolahan susu sehingga diperlukan penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang lebih ketat, khususnya dalam penetapan Titik Kendali Kritis (Critical Control Point/CCP). Penerapan HACCP yang efektif mampu menurunkan tingkat risiko bahaya dari kategori ekstrem menjadi lebih aman dan terkendali sehingga dapat menjamin keamanan pangan, mengurangi potensi kerugian finansial akibat penarikan produk, serta menjaga konsistensi mutu produk susu UHT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kegagalan keamanan pangan pada produk susu UHT serta merancang ulang sistem HACCP yang lebih efektif dalam mengendalikan bahaya keamanan pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literature review) melalui penelusuran berbagai sumber pustaka dari Google Scholar dan jurnal terakreditasi yang berkaitan dengan kegagalan sistem keamanan pangan dan penerapan HACCP pada industri susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan keamanan pangan pada susu UHT dipengaruhi oleh kelemahan integritas kemasan, ketidaksesuaian Good Manufacturing Practices (GMP), lemahnya implementasi Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP), serta kurang optimalnya monitoring titik kendali kritis. Redesain sistem HACCP dilakukan melalui penguatan program prasyarat, penambahan CCP pada tahap pengemasan aseptik, penetapan batas kritis yang tervalidasi, sistem monitoring terstandar, serta tindakan koreksi dan verifikasi yang lebih komprehensif. Penerapan sistem HACCP yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan keamanan pangan, menjaga mutu produk susu UHT, mengurangi risiko kontaminasi bakteri, dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan olahan.
Deteksi Asulterasi Kopi Bubuk (Coffea Arabica) Teknik Spektroskopi: Review Literatur Metode LIBS dan NIR Muhamad Ari Ismail; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25379

Abstract

Kopi arabika merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang sering menjadi target pemalsuan (adulterasi) dengan bahan nabati lain seperti jagung, gandum, buncis, barley, kedelai, beras, sekam kopi, hingga kopi robusta. Metode deteksi konvensional (visual, mikroskopi, kromatografi, DNA) memiliki keterbatasan berupa ketidakandalan visual, destruktif, memakan waktu, dan memerlukan bahan kimia. Oleh karena itu, diperlukan teknik analisis yang cepat, non‑destruktif, dan sensitif. Review literatur ini bertujuan membandingkan efektivitas dua teknik spektroskopi, yaitu Laser‑Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) dan Near‑Infrared Spectroscopy (NIR), yang dikombinasikan dengan kemometrik (PCA dan PLS) dalam mendeteksi adulterasi kopi arabika. Literatur dikumpulkan dari Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil menunjukkan bahwa LIBS unggul dalam analisis kuantitatif dengan limit deteksi (LOD) di bawah 0,6% serta mampu mengidentifikasi jenis adulteran tunggal secara akurat (R² > 0,99), namun peralatannya mahal dan kurang optimal untuk campuran kompleks (>2 jenis). Sebaliknya, NIR lebih cocok untuk skrining cepat dan deteksi adulterasi multipel (hingga 6 jenis) pada rentang konsentrasi luas (0,25‑80%), tetapi tidak dapat mengidentifikasi jenis adulteran secara spesifik pada kadar 2 jenis. Kesimpulannya, LIBS direkomendasikan untuk konfirmasi kuantitatif di laboratorium, sedangkan NIR untuk skrining lapangan, dengan arah pengembangan data fusion untuk meningkatkan spesifisitas dan cakupan deteksi.
Kajian Sistematis Pengaruh Kadar Air terhadap Munculnya Cacat Fisik pada Produk Ikan Kering Selama Pengeringan dan Penyimpanan Noer Laela Rahmawati; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25381

Abstract

Ikan kering merupakan salah satu produk olahan perikanan yang banyak dikonsumsi karena memiliki umur simpan yang lebih panjang dibandingkan ikan segar. Kadar air menjadi parameter penting yang memengaruhi mutu fisik, sensori, dan daya simpan produk ikan kering. Ketidakseimbangan kadar air selama proses pengeringan dan penyimpanan dapat menyebabkan berbagai cacat fisik yang menurunkan kualitas produk. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kadar air terhadap munculnya cacat fisik pada produk ikan kering selama pengeringan dan penyimpanan. Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian sistematis dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional yang terbit pada tahun 2015–2026 dan membahas mutu sensori, proses pengeringan, kadar air, serta kualitas produk ikan asin. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar air dan perubahan mutu produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa kadar air yang terlalu rendah dapat menyebabkan pengerasan tekstur, kerapuhan, penyusutan jaringan, perubahan warna, dan fenomena case hardening. Sebaliknya, kadar air yang terlalu tinggi meningkatkan aktivitas air sehingga mendukung pertumbuhan mikroorganisme, mempercepat kerusakan, menurunkan kualitas aroma, dan memperpendek umur simpan produk. Oleh karena itu, pengendalian kadar air selama pengeringan dan penyimpanan sangat penting untuk menjaga mutu fisik, sensori, dan stabilitas produk ikan kering.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress) Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 6 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 4 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 3 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 2 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 4 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 3 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 2 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 1 (2024): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 6 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 4 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 3 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 2 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 1 (2023): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 6 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 5 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 4 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 3 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 2 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 1 (2022): Karimah Tauhid More Issue