cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,745 Documents
Analisis Pengendalian Mutu Produksi dalam Menjaga Kualitas Produk Agroindustri Nazwa Kamila; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25481

Abstract

Pengendalian mutu memiliki peran penting dalam agroindustri untuk menjaga kestabilan kualitas produk, memastikan keamanan pangan, serta mendongkrak daya saing industri. Keragaman bahan baku pertanian dan proses produksi yang berlapis-lapis menjadikan sistem pengendalian mutu perlu diterapkan secara terencana dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode pengendalian mutu pada proses produksi dalam menjaga kualitas produk agroindustri serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan penerapannya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) secara sistematis melalui pengumpulan berbagai sumber ilmiah yang relevan pada periode 2018–2025 dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Statistical Process Control (SPC) berperan mengendalikan variasi proses dan menurunkan cacat produk, Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) memperkuat keamanan pangan lewat pengawasan titik kendali kritis, sementara diagram fishbone membantu menelusuri akar penyebab penyimpangan mutu. Keberhasilan pengendalian mutu turut dipengaruhi oleh komitmen manajemen, kompetensi sumber daya manusia, fasilitas pendukung, dan budaya mutu organisasi. Dengan demikian, pengendalian mutu yang terintegrasi menjadi strategi penting bagi kualitas dan keberlanjutan agroindustri.
Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada Proses Produksi Wafer untuk Menjamin Keamanan Pangan Muhamad Ari Ismail; Siti Nur Aliyah; Lusy Octaviani; Siti Nazwa Hidayah; Widya Firdiani Chandraningtyas; Dian Safitri; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25489

Abstract

Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) merupakan sistem keamanan pangan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya pada proses produksi pangan. Produk wafer memiliki risiko bahaya biologis, kimia, dan fisik, seperti pertumbuhan mikroba, ketengikan akibat oksidasi lemak, serta kontaminasi logam. Kajian ini bertujuan menyusun rencana HACCP pada proses produksi wafer krim untuk menjamin keamanan produk. Metode yang digunakan meliputi identifikasi bahaya, penetapan Critical Control Point (CCP), penentuan batas kritis, pemantauan, tindakan korektif, verifikasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat empat CCP, yaitu penerimaan minyak nabati, metal detector, cooling room, serta pengemasan dan penyimpanan. Pengendalian pada titik-titik tersebut mampu mencegah dan meminimalkan risiko bahaya yang dapat memengaruhi keamanan dan mutu produk. Penerapan HACCP secara konsisten diharapkan dapat menghasilkan produk wafer yang aman, bermutu, dan sesuai dengan persyaratan keamanan pangan.
Review Pengendalian Mutu : Analisis Strategis Pengendalian Mutu Produksi pada Agroindustri Pangan dalam Perspektif Manajemen Mutu Total Herdiansyah; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25493

Abstract

Pengendalian mutu merupakan instrumen strategis dalam pengembangan agroindustri pangan karena berkaitan langsung dengan kepuasan konsumen, efisiensi biaya, dan keberlanjutan pasar. Komoditas pangan memiliki sifat mudah rusak, sehingga memerlukan penanganan terintegrasi dari hulu ke hilir. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengendalian mutu pada berbagai rantai produksi pangan lokal, mengidentifikasi titik kritis rekayasa proses, serta merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis Total Quality Management (TQM). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif deskriptif terhadap draf publikasi penelitian nasional dan materi pendukung manajemen mutu terpadu. Data dikumpulkan secara sistematis dan dianalisis melalui pendekatan deskriptif komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa titik kritis hulu berpusat pada konsistensi pasokan bahan baku komoditas (Nurlaela, 2020), yang jika diabaikan akan memicu pembengkakan biaya akibat pengerjaan ulang (rework) dan pemborosan kapasitas mesin (Nurlaela dkk., 2024). Pada tahapan proses, intervensi teknologi seperti penggunaan oven mampu menstabilkan karakteristik fisikokimia tepung cabai rawit merah (Nurlaela dkk., 2023), sementara aplikasi asap cair dan kitosan efektif menekan kontaminasi mikroba pada produk bakso sapi tanpa merusak citra rasa asli (Nurlaela dkk., 2022). Dari perspektif green industry, limbah kulit buah kakao terbukti memiliki nilai tambah tinggi melalui ekstraksi selulosa (Nurlaela dan Mellya, 2021). Kesimpulannya, pengadopsian karakteristik TQM seperti keterlibatan aktif kerja tim dan kontrol berbasis data sangat krusial untuk mengeliminasi biaya cacat produksi dan membangun budaya mutu pangan berdaya saing global.
Analisis Penyebab Kegagalan Produk Roti Tawar dan Strategi Pengendaliannya Berdasarkan HACCP Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Melda Putri Rahayu; Arlita Nada Putri; Amanda Artatia Putri; Sabila Anisa Rullia; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25496

Abstract

Investigasi ini diorientasikan untuk mengidentifikasi determinan kerusakan pada komoditas roti tawar sekaligus memformulasikan rancangan mitigasi berbasis kerangka kerja Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) demi memelihara aspek keamanan serta standardisasi mutu produk. Pendekatan yang diaplikasikan ialah studi kepustakaan (literature review) dengan metodologi penjaringan data melalui penelusuran artikel pada sejumlah basis data digital, seperti Google Scholar dan ScienceDirect, menggunakan kombinasi kata kunci spesifik. Sumber rujukan yang diperoleh dikurasi berdasarkan keterkaitan topik, otoritas penerbit, tata laksana proses sejak pengelolaan bahan kering hingga pengepakan, serta disinkronisasikan dengan regulasi mutu pangan untuk merumuskan batas kritis yang valid.Informasi yang terhimpun kemudian ditelaah secara deskriptif dengan mengkaji aplikasi HACCP pada setiap tahapan fabrikasi roti tawar, mendeteksi paparan polutan biologis, kimia, maupun fisik, serta memetakan akar penyebab defek produk. Hasil evaluasi mengonfirmasi terdapat 4 fase operasional yang dikategorikan sebagai Titik Kendali Kritis (CCP), meliputi pemanggangan (risiko spora bakteri), pendinginan (risiko kontaminan fisik debu), pemotongan (risiko kontaminasi silang mikroba), dan pengemasan (risiko cemaran E. coli). Sintesis dari penemuan-penemuan terdahulu ini berhasil menyusun draf matriks HACCP yang responsif, mencakup langkah penanganan deviasi serta metode verifikasi berkala yang dapat diimplementasikan oleh manufaktur roti skala besar maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pembuatan Minuman Fermentasi Tepache Berbahan Dasar Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus) dengan Penambahan Gula Putih Egi Aulia Syahbana; Eki Firmansyah; Silviana Widias Ningrum; Rafif Alfiansyah; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25499

Abstract

Bagian Pemanfaatan limbah pangan menjadi produk yang memiliki nilai tambah merupakan salah satu strategi untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari bahan pangan yang sebelumnya terbuang. Kulit nanas merupakan salah satu limbah hasil hortikultura yang masih mengandung berbagai komponen bermanfaat, seperti gula, serat, dan senyawa bioaktif, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan minuman fermentasi. Salah satu produk fermentasi yang dapat dihasilkan dari pemanfaatan kulit nanas adalah tepache, yaitu minuman fermentasi tradisional yang berasal dari Meksiko. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit nanas dan gula putih dalam pembuatan minuman fermentasi tepache serta mengevaluasi karakteristik produk yang dihasilkan. Metode yang diterapkan adalah fermentasi alami selama 72 jam dengan menggunakan campuran kulit nanas, gula putih, dan air yang ditempatkan dalam wadah kaca tertutup. Setelah proses fermentasi selesai, dilakukan penyaringan produk dan pengujian organoleptik yang meliputi pengamatan terhadap warna, aroma, dan cita rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman tepache yang dihasilkan memiliki warna kuning keruh, aroma fermentasi yang khas, serta rasa asam dan manis yang memberikan kesan menyegarkan. Keberhasilan proses fermentasi ditunjukkan oleh terbentuknya gelembung gas serta munculnya aroma khas hasil aktivitas mikroorganisme fermentatif. Produk yang dihasilkan memiliki potensi untuk diterima sebagai minuman alternatif yang berasal dari pemanfaatan limbah pangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kulit nanas berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan minuman fermentasi tepache yang memiliki nilai tambah ekonomi. Selain itu, pemanfaatan kulit nanas juga dapat menjadi salah satu upaya dalam mengurangi jumlah limbah pangan yang dihasilkan dari konsumsi buah nanas.
Mutu Mikrobiologik Pangan sebagai Indikator Keamanan dan Kualitas Produk Pangan: Sebuah Kajian Literatur Herry Muhammad Zikrillah; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25500

Abstract

Keamanan dan kualitas pangan merupakan aspek penting yang menentukan kelayakan suatu produk pangan untuk dikonsumsi. Salah satu parameter yang digunakan dalam evaluasi keamanan pangan adalah mutu mikrobiologik, yaitu karakteristik pangan yang dinilai berdasarkan keberadaan, jumlah, dan jenis mikroorganisme yang terdapat dalam produk. Mikroorganisme tertentu dapat berperan dalam proses pengolahan pangan, namun keberadaan mikroorganisme patogen dan pembusuk dapat menyebabkan penurunan mutu serta risiko kesehatan bagi konsumen. Artikel review ini bertujuan untuk membahas peran mutu mikrobiologik sebagai indikator keamanan dan kualitas produk pangan, meliputi mikroorganisme indikator, faktor yang memengaruhi pertumbuhan mikroba, metode analisis mikrobiologik, serta strategi pengendalian mutu pangan. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah kajian literatur terhadap berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional terkait mutu mikrobiologik pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa parameter mikrobiologik seperti Total Plate Count (TPC), coliform, Escherichia coli, Salmonella spp., kapang, dan khamir dapat digunakan untuk menentukan tingkat keamanan dan kualitas produk pangan. Pengendalian melalui penerapan higiene sanitasi, GMP, HACCP, serta teknologi pengolahan pangan diperlukan untuk mempertahankan mutu mikrobiologik produk pangan.
Strategi Pengawasan Mutu Pangan untuk Mengendalikan Risiko Pencemaran dan Pemalsuan Produk Pangan Sulistina Hasya Nuraisyah; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25531

Abstract

Pangan wajib memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan kehalalan sebelum dikonsumsi, tetapi sistem pangan tetap rentan terhadap kontaminasi dan penipuan mutu yang dapat membahayakan kesehatan serta merugikan konsumen secara finansial. Sementara itu, integrasi antara regulasi, teknologi deteksi, dan inovasi kemasan sebagai alat pengawasan belum banyak diteliti secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali berbagai jenis kontaminasi dan penipuan mutu pangan serta menganalisis pendekatan pengawasan yang bisa diterapkan dari perspektif regulasi, teknologi deteksi, dan teknologi pencegahan. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif terhadap artikel ilmiah dan peraturan yang berhubungan dengan keamanan pangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pencemaran pangan terjadi karena kontaminasi fisik, biologis, mikrobiologis, dan kimia, sedangkan penipuan terdiri dari tujuh jenis berdasarkan klasifikasi LPPOM MUI. Metode PCR multipleks dan ELISA terbukti efisien dalam mendeteksi pemalsuan daging dengan sensitivitas hingga 0,1%, dan kemasan cerdas berfungsi untuk mencegah penipuan melalui sistem autentikasi RFID. Selain itu, peraturan BPOM dan Undang-Undang Pangan serta Perlindungan Konsumen cukup komprehensif dalam menindak pelanggar, meskipun di lapangan masih terdapat masalah dalam penerapan pengawasan. Penelitian ini terbatas pada analisis literatur tanpa verifikasi empiris, sehingga disimpulkan bahwa pengendalian risiko pencemaran dan penipuan pangan memerlukan sinergi antara aspek konseptual, teknologi, dan regulasi yang didukung dengan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan konsumen.
Standarisasi Mutu Pangan: Strategi Kesehatan dan Upaya Peningkatan Keamanan Pangan Nasional Anisa Safira Azzahra; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25557

Abstract

Standarisasi mutu pangan Adalah alat penting untuk memastikan kesehatan masyarakat dan ketahanan negara di Tengah kerumitan rantai pasokan global. Namun, efektivitas sistem perlindungan pangan di Indonesia masih terhalang oleh sejumlah kendala yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pentingnya standarisasi kualitas makanan, memetakan peraturan yang ada, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merumuskan Langkah-langkah untuk memperkuat keamanan pangan nasional. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari tahun 2016-2026 dengan pendekatan analisis tematik kualitatif terhadap data sekunder dari berbagai database ilmiah yang terakreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan dalam standarisasi menimbulkan Risiko Kesehatan yang serius, penumpukkan zat-zat kimia berbahaya, serta berkontribusi pada masalah stunting pada anak akibat sindrom enteropati lingkungan. Meskipun regulasi telah ditetapkan dalam Undang—Undang Nomor 18 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019. Disamping itu, keterbatasan kapasitas HACCP/SSOP di kalangan pelaku UMKM informal, ketimpangan laboratorium di daerah kepulangan, serta rendahnya pengetahuan konsumen menjadi penghalang utama. Usulan strategi mencakup penyelarasan peraturan dengan database yang terintegrasi, dukungan insentif bagi UMKM, penggunaan teknologi untuk melacak produk dan Pendidikan massa untuk konsumen.
Implementasi Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Terpadu (SIPINTAR) dalam Mewujudkan Human-Centered Governance pada Pelayanan Publikasi Desa Jambuluwuk Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor Meylinda Hasim Pratiwi; Anisa Tri Suntari; Davinda Maharani; Salsa Allysa; Muhammad Haikal Maulana; Faisal Tri Ramdani; Denny Hernawan; Muhammad Rifai Eka Pratama
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25564

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong otoritas desa untuk menciptakan inovasi layanan publik yang lebih efektif, efisien, serta berfokus pada warga. Salah satu contohnya adalah Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Terpadu (SIPINTAR) yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan menelaah pelaksanaan SIPINTAR dalam mewujudkan Human‑Centered Governance pada layanan publik desa. Metode yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada aparat Desa Jambuluwuk yang terlibat dalam pengelolaan SIPINTAR. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa SIPINTAR dapat meningkatkan mutu layanan administrasi lewat proses yang lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien. Inovasi ini didukung oleh Kartu Pelayanan Terpadu (KPT) yang terintegrasi dengan sistem digital serta pengelolaan data kependudukan yang berkelanjutan. SIPINTAR juga mencerminkan prinsip Human‑Centered Governance melalui orientasi pelayanan kepada masyarakat, peningkatan akses layanan, partisipasi warga, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Meskipun masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital pada sebagian penduduk, SIPINTAR berpotensi menjadi model inovasi layanan publik berbasis digital yang dapat direplikasi di desa‑desa lain.
Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas sebagai Bahan Baku Pembuatan Cuka Fermentasi: Kajian Proses, Faktor Fermentasi, dan Potensi Fungsional Alysa Nursafa; Anisyah Arivianti; Desi Nurlitasari; Putri Nur Sabila; Naura Nadhzifatul Bilbina; Intan Kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25565

Abstract

Peningkatan produksi dan pengolahan nanas di Indonesia menghasilkan limbah kulit nanas dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis potensi limbah kulit nanas sebagai bahan baku pembuatan cuka fermentasi serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi proses fermentasi dan kualitas produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan menganalisis berbagai hasil penelitian terkait fermentasi kulit nanas. Proses pembuatan cuka dilakukan melalui dua tahap, yaitu fermentasi alkohol oleh Saccharomyces cerevisiae dan fermentasi asam asetat oleh Acetobacter aceti. Hasil kajian menunjukkan bahwa kulit nanas memiliki kandungan gula dan senyawa bioaktif yang mendukung proses fermentasi. Faktor seperti jenis mikroorganisme, konsentrasi gula, pH, suhu, lama fermentasi, dan ketersediaan oksigen berpengaruh terhadap kadar asam asetat yang dihasilkan. Pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi cuka fermentasi berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress) Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 6 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 4 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 3 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 2 (2025): Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 4 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 3 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 2 (2024): Karimah Tauhid Vol. 3 No. 1 (2024): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 6 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 4 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 3 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 2 (2023): Karimah Tauhid Vol. 2 No. 1 (2023): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 6 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 5 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 4 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 3 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 2 (2022): Karimah Tauhid Vol. 1 No. 1 (2022): Karimah Tauhid More Issue