cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Membentuk kampung tematik pada kawasan perkotaan melalui kreasi ecoprint yang bernilai ekonomi Yuliani, Eppy; Puspitasari, Ardiana Yuli
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.54

Abstract

Rutinitas aktivitas masyarakat perkotaan yang sangat tinggi berpengaruh pada tingkat kejenuhan diri. Khususnya untuk kaum perempuan, selain perannya sebagai ibu rumah tangga juga memungkinkan memiliki peran profesional di masyarakat serta sebagai pelaku ekonomi. Wilayah pinggiran perkotaan masih memiliki lahan non terbangun dengan potensi alami seperti tanaman budidaya maupun tanaman liar yang belum banyak dimanfaatkan untuk industri kreatif. Ecoprint adalah suatu teknik membuat kerajinan dengan mencetak bahan alami seperti dedaunan, ranting, kulit batang pohon pada kain ataupun kertas sehingga dapat menjadi bahan yang bernilai ekonomi. Industri kreatif ecoprint mempunyai nilai ekonomi dan peluang yang baik di pasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Dimana lokasi ini berada di pinggiran kota Semarang, banyak potensi lingkungan alam yang bisa dimanfaatkan. Tujuan kegiatan ini untuk mengembangkan keterampilan membuat Ecoprint dalam rangka membentuk kampung tematik. Sasaran kegiatan ini adalah Ibu-Ibu anggota PKK dan remaja.  Seiring dengan adanya program penataan kota yang berbasis kampung tematik, kegiatan ini diharapka dapat menjadi salah satu karakter kampung yang ada di Kota Semarang. Metode pelaksanaan melalui ceramah pengetahuan tentang cara membuat ecoprint, dilanjutkan dengan praktik pembuatan hasil karya ecoprint.  Kesimpulan dari kegiatan ini,peserta merasakan mandapatkan manfaat pengetahuan dan keterampilan. Perserta memberikan respons sangat baik dan berantusias untuk melanjutkan pembuatan hasil karya ecoprint. Diharapkan dalam masa yang akan datang Kampung Bulusan dapat mewujudkan Kampung Tematik berbasis Ecoprint. The very routine activities of urban communities have an influence on the level of self-saturation. Especially for women, apart from their role as housewives, it is also possible to have a professional role in society and as an economic actor. Peri-urban areas still have non-developed land with natural potential such as cultivated plants and wild plants that have not been widely used for creative industries. Ecoprint is a technique for making crafts by printing natural materials such as leaves, twigs, tree bark on cloth or paper so that they can become materials with economic value. The ecoprint creative industry has good economic value and opportunities in the market. Community service activities are carried out in Bulusan Village, Tembalang District, Semarang City. Where this location is on the outskirts of Semarang, there is a lot of natural environmental potential that can be utilized. The aim of this activity is to develop skills in making Ecoprints in order to form a thematic village. The target of this activity is mothers who are PKK members and teenagers. Along with the city planning program based on thematic villages, it is hoped that this activity can become one of the characteristics of villages in Semarang City. The implementation method is through lectures on knowledge about how to make ecoprints, followed by practice in making ecoprint works. The conclusion of this activity is that participants feel they have gained the benefits of knowledge and skills. Participants responded very well and were enthusiastic about continuing to make ecoprint works. It is hoped that in the future, Bulusan Village can create an Ecoprint-based Thematic Village.
Peningkatan keterampilan mengajar guru SMK melalui pengembangan media pembelajaran online Rokhayani, Atik; Madjdi, Achmad Hilal; Zamroni, Edris
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.56

Abstract

Program pengabdian ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bermitra dengan Guru SMK Assa’idiyyah 2 Mejobo Kudus. Tim bersama dengan mitra menyepakati setidaknya terdapat empat bidang garapan yaitu 1) Pelatihan Pembelajaran berbasis Online learning media, 2) Pendampingan Pembelajaran berbasis Online learning media, dan 3) Strategi Fun Games. Pada aspek kompetensi tim fokuskan pada dua bidang, yaitu kompetensi pembelajaran dan strategi pembelajaran. Namun dari keseluruhan aspek permasalahan yang ada lebih fokus pada peningkatan SDM atau kompetensi para guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus. Untuk menyelesaikan permasalah tersebut, tim bersama mitra mengadakan pelatihan dan pendampingan Pembelajaran berbasis Online learning media dan Fun Games berbasis media ICT yang ditujukan kepada guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus. Adapun pelaksanaanya menggunakan metode pelatihan dan pendampingan dengan tahapan 1) sosialisasi, 2) pembekalan dan pendampingan, 3) implementasi model pembelajaran dan Fun Games Bagi Siswa Berbasis Media ICT, 4) pendataan hasil kegiatan, dan 5) monitoring dan evaluasi. Dalam pembekalan kompetensi mengajar, tim pelaksana menggunakan IPTEK berupa Pembelajaran berbasis Media ICT. Sedangkan Guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus dalam pelaksanaan program ini adalah sebagai mitra tim pelaksana yang membantu menyiapkan peserta, tempat dan sarana prasarana sekaligus menjadi  peserta pelatihan dan pendampingan. This Community Service program is a Community Partnership Program (PKM) in partnership with Assa'idiyyah 2 Mejobo Kudus Vocational School teachers. The team together with partners agreed that there are at least four areas to work on, namely 1) Learning Training based on Online learning media, 2) Learning Assistance based on Online learning media, and 3) Fun Games Strategy. In the competency aspect, the team focuses on two areas, namely learning competency and learning strategy. However, from the overall aspect of the problem, the focus is more on improving human resources or the competence of teachers at Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School. To resolve this problem, the team and partners held training and mentoring based on online learning media and fun games based on ICT media aimed at Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School teachers. The implementation uses training and mentoring methods with stages 1) socialization, 2) provision and mentoring, 3) implementation of learning models and Fun Games for Students Based on ICT Media, 4) data collection on activity results, and 5) monitoring and evaluation. In providing teaching competencies, the implementing team uses science and technology in the form of ICT media-based learning. Meanwhile, the Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School teacher in implementing this program is a partner of the implementing team who helps prepare participants, places and infrastructure as well as being a training and mentoring participant.
Tindakan hukum dalam edukasi stunting untuk ibu hamil Hariyadi, Sugeng; Asirwada, Daffa Tri Kuswara
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.57

Abstract

Di antara permasalahan nasional yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini adalah stunting pada anak. Penyebab stunting sendiri bermacam-macam, di antaranya adalah kurang gizi pada ibu yang sedang mengandung atau hamil. Maka, pengabdian ini diadakan untuk mengetahui dan memberikan pengarahan tentang pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting. Tulisan ini merupakan hasil dari pengabdian tersebut yang menggunakan pendekatan  kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait sebagai hasil dari penyuluhan yang diadakan. Di antara hasilnya adalah kontribusi terhadap pemahaman kita tentang pentingnya pendekatan hukum dalam konteks edukasi stunting, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Wonorejo. Implikasi kebijakan yang dapat diambil melibatkan peningkatan pemahaman hukum di kalangan masyarakat, peningkatan kerja sama antara lembaga kesehatan dan lembaga hukum, serta penguatan peran advokasi hukum dalam mendukung hak kesehatan anak di tingkat lokal. Among the national problems currently facing Indonesian society is stunting in children. There are various causes of stunting, including malnutrition in pregnant or pregnant mothers. So, this service was held to find out and provide guidance about the influence of the nutritional status of pregnant women on the incidence of stunting. This article is the result of this service which uses a qualitative approach by collecting data through in-depth interviews, observations and analysis of related documents as a result of the outreach held. Among the results are contributions to our understanding of the importance of legal approaches in the context of stunting education, especially in rural areas such as Wonorejo Village. Policy implications that can be taken involve increasing legal understanding among the community, increasing cooperation between health institutions and legal institutions, and strengthening the role of legal advocacy in supporting children's health rights at the local level.
Mengembangkan literasi digital pada anak Sekolah Dasar melalui cerita digital Maharani, Mega Mulianing; Wijatmiko, Farhan; Nurrengganis, Amelia Berliana; Billah, Lutviana; Pratama, Rifqi Andi; Khotijah, Nur; Oktavian, Rifqi
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.58

Abstract

Kehidupan yang serba modern menjadikan perkembangan teknologi semakin berkembang. Perkembangan teknologi membawa dampak pada berkembangnya literasi digital. Literasi digital menjadi sangat perlu dikenalkan pada siswa-siswi usia sekolah dasar. Kegiatan litreasi digital yang disosialisasikan kepada siswa-siswi SD N 1 Sukorejo Guntur Demak bertujuan untuk menjembatani siswa-siswi dalam belajar Bahasa Inggris menggunakan media digital. Media bercerita yang mudah diakses dari YouTube mengantarkan siswa-siswi menjadi lebih memahami keguanaan gadget dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan belajar di kelas. Sehingga guru pun dapat menggunakan cerita sederhana dalam bahasa Inggris sebagai materi belajar di dalam kelas. Dengan demikian, melek literasi digital akan semakin berkembang secara positif yang dapat berjalan berdampingan antara kehidupan kelas dan kehidupan rumah. Sosialisasi yang dilakukan menuai hasil bahwa siswa-siswi SD N 1 Sukorejo memahami arti penting literasi digital dalam kehidupan mereka, menyadari bahwa menggunakan gadget tidak semata-mata untuk main bersama temannya (mabar) dan mulai mengenal cerita digital dapat diakses dari YouTube, sehingga mereka berpendapat bahwa cerita digital dapat mereka gunakan untuk sumber belajar. Modern era has changed technology development. The technology development brings a positive impact on the development of digital literacy. Digital literacy is needed in order to introduce an elementary school students’ point of view. The literacy digital is introduced to a state elementary school in Sukorejo Guntur Demak. The purpose is to accommodate their English learning through digital media. The story media which is freely downloaded in YouTube help the students to understand the meaning of gadget in their life and English classroom learning. Therefore, both students and teacher can use it as an English reading source. As a result, literacy digital can provide a positive impact both in students’ classroom English learning and daily activities.
Pendampingan pembelajaran kenakalan remaja pada anak 11-14 tahun di Desa Kedunguter Karangtengah Demak Wikaningrum, Tri; Mawaddah, Lutfiyatul; Ridwan, Muhammad; Abid, Muhammad; Utami, Angelina Tri; Mubarok, Ahmad Farohi; Rohmah, Miftahur
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.59

Abstract

Kekayaan masa depan bangsa terletak pada generasi mudanya. Saat masa remaja pencarian seseorang akan jati dirinya dan keinginan untuk menemukan jati dirinya. Setelah mencapai usia 17 tahun, seseorang dianggap belum dewasa. Pada usia ini, orang-orang melewati tahap yang disebut pubertas. Biasanya, di usia tersebut seseorang ingin mencoba sesuatu hal yang baru, berbagai penyakit emosional muncul, dan sejumlah masalah dalam keluarga dan lingkungan sosial meningkat. Kenakalan remaja dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penggunaan narkoba, pergaulan bebas, perkelahian, dan seks bebas. Orang yang belum matang secara emosional biasanya adalah mereka yang melakukan kenakalan remaja. Mereka mengembangkan sikap yang tidak boleh dilakukan karena, secara mental, mereka merasa tidak berdaya berhadapan dengan hal-hal yang baru datang di dalam hidup mereka. Ini adalah masalah yang sering terjadi. Segala sesuatu yang dilakukan anak di bawah umur yang melanggar KUHP dianggap sebagai tindak pidana remaja. Mempertimbangkan berbagai aspek internal serta lingkungan yang berkontribusi terhadap kenakalan remaja itu penting. Untuk mengatasi hal tersebut, suasana sehat dan pengawasan orang tua dapat mempengaruhi tumbuh kembang remaja. Kurangnya penekanan terhadap peran orang tua sebagai role model bagi anak menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja, berdasarkan temuan beberapa penelitian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan pendampingan kepada anak-anak di usia 11-14 tahun tentang kenakalan remaja. Program dilaksanakan berupa sosialisasi dan pendampingan kepada anak-anak remaja di Desa Kedunguter Kabupaten Demak pada 2 Februari 2024. Remaja peserta program diharapkan dapat membaca pedoman dan akan memahami pengertian kenakalan remaja, dampaknya, dan upaya pencegahannya. The wealth of the nation's future lies in its young generation. During adolescence, a person searches for his/her identity and desires to find his/her identity. After reaching the age of 17, a person is considered immature. At this age, people go through a stage called puberty. Usually, at that age a person wants to try something new, various emotional illnesses appear, and a number of problems in the family and social environment increase. Juvenile delinquency can occur in various forms, such as drug use, promiscuity, fighting, and free sex. People who are emotionally immature are usually those who commit juvenile delinquency. They develop attitudes that should not be done because, mentally, they feel helpless in dealing with new things that come into their lives. This is a common problem. Anything done by minors that violates the Criminal Code is considered a juvenile crime. Considering various internal and environmental aspects that contribute to juvenile delinquency is important. To overcome this, a healthy atmosphere and parental supervision can affect the growth and development of adolescents. The lack of emphasis on the role of parents as role models for children is one of the factors causing juvenile delinquency, based on the findings of several studies. This community service program aims to provide knowledge, insight, and assistance to children aged 11-14 years about juvenile delinquency. The program is implemented in the form of socialization and assistance to teenagers in Kedunguter Village, Demak Regency on February 2, 2024. Teenagers participating in the program are expected to be able to read the guidelines and will understand the meaning of juvenile delinquency, its impacts, and prevention efforts.
Peningkatan mutu pendidikan di Yayasan Darush Sholihin Balikpapan Utara Fitriani, Yustina; Hasanah, Primadina; Sasikirana, Sabina; Isnaniah, Ukhti Nurul; Achmad, Adha Karamina; Auliya, Annisa Nur
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i3.60

Abstract

Yayasan Darush Sholihin merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan. Dalam proses pelaksanaan program dan kegiatan yang dijalankan, pelayanan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak masih belum optimal, terutama terkait Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas yang belum memadai. Dalam upaya mengatasi hal tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat berupaya untuk membantu dan memberikan dukungan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan Yayasan Darush Sholihin. Metode pelaksanaan program ini dimulai dari survei, kemudian perancangan program, selanjutnya pelaksanaan program, dan evaluasi program. Hasil yang diperoleh dari program pengajaran berdasarkan hasil pre-test dan post-test adalah terdapat peningkatan sebesar 7.5 dari rata-rata nilai murid. Hal ini menunjukkan bahwa program pengajaran telah berhasil meningkatkan kemampuan belajar siswa. Data hasil survei juga menunjukkan sebagian besar orang tua murid yayasan merasa sangat puas terhadap empat aspek yaitu kualitas pengajaran dan pendampingan meningkat, pengetahuan akademik anak-anak berkembang, peningkatan fasilitas yayasan memuaskan, dan pemberian dukungan dalam memahami dan menangani kebutuhan khusus murid lebih diperhatikan. Dengan hasil yang positif seperti peningkatan nilai dan kepuasan orang tua, yayasan dapat terus mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan untuk membuka potensi keberhasilan siswa di masa depan. Yayasan Darush Sholihin is a foundation engaged in the field of education. In the process of implementing programs and activities, the educational services provided to children are still not optimal, especially concerning human resources and inadequate facilities. In an effort to address this, the community service team strives to assist and provide support to enhance the quality of education at Yayasan Darush Sholihin. The implementation method of these programs starts with surveys, followed by designing the programs, Implementing the programs, and evaluating the programs. The results obtained from the teaching program based on pre-test and post-test results showed an improvement of 7.5 in the average student scores. This indicates that the teaching program has successfully enhanced students' learning abilities. Survey data also indicates that most of parents are very satisfied with four aspects: improved teaching quality and support, academic knowledge development in children, satisfactory improvement in foundation facilities, and increased support in understanding and addressing the special needs of students. With positive outcomes such as increased scores and parental satisfaction, the foundation can continue to develop and improve the quality of education to give a big chance for student success in the future.
Pembelajaran pengelolaan kelas untuk peserta didik Generasi Z Sodiq, Jafar; Cicik Sophia, Theresia; Lestari, Maria Yosephin Widarti
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i3.61

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Harapan Pati sebagai Mitra Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang menyadari pentingnya peningkatan kapabilitas para guru di sekolah tersebut dalam pengelolaan kelas untuk peserta didik Generasi Z. Untuk membantu Mitra PKM tersebut dalam mencapai tujuan peningkatan SDM Pendidikan di sekolah tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini perlu menyelenggarakan workshop pembelajaran pengelolaan kelas dengan memberikan pemahaman tentang kebijakan pengambangan SDM pendidikan, pemahaman tentang jati diri dan karakter peserta didik Generasi Z, tantangan yang dihadapi para guru, pembelajaran tentang pengelolaan kelas yang kreatif, model pembelajaran dan media pembelajaran yang  tepat. Untuk Generasi Z di SMK Tunas Harapan Pati, kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan atau pembelajaran tentang pengelolaan kelas. Kegiatan diawali dengan diskusi tentang kondisi SDM pendidikan dan peserta didik di SMK Tunas Harapan Pati, yang dilanjutkan dengan identifikasi kebutuhan dan jenis kegiatan yang diperlukan berupa pelatihan atau pembelajaran pengelolaan kelas untuk peserta didik Generasi Z. Bentuk kegiatan PKM ini adalah workshop berupa pemberian ceramah atau kuliah dan pendampingan perencanaan pembelajaran untuk peserta didik Generasi Z pada para guru. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah perangkat pembelajaran kreatif berupa model pembelajaran dan media pembelajaran tepat yang dihasilkan para guru untuk diimplementasikan dalam proses kegiatan belajar mengajar untuk peserta didik Generasi Z di SMK Tunas Harapan Pati. Tunas Harapan Pati Vocational High School as a Partner of the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas PGRI Semarang realizes the importance of improving the capabilities of teachers at the school in classroom management for Generation Z students. providing an understanding of educational human resource development policies, understanding the identity and character of Generation Z students, challenges faced by teachers, learning about creative classroom management, learning models and appropriate learning media. For Generation Z at SMK Tunas Harapan Pati, this PKM activity aims to provide training or learning about classroom management. The activity began with a discussion about the condition of educational human resources and students at SMK Tunas Harapan Pati, which was followed by the identification of the needs and types of activities needed in the form of classroom management training or learning for Generation Z students. The result of this PKM activity is a creative learning tool in the form of a learning model and appropriate learning media produced by teachers to be implemented in the process of teaching and learning activities for Generation Z students at SMK Tunas Harapan Pati.
Pengembangan Rumah Baca Mutiara Hati berbasis international community Ayiz, Abdul; Hidayatulloh, Aris
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i3.66

Abstract

Pengajaran bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran wajib di tingkat sekolah menengah pertama dan atas di Indonesia. Namun praktik pengajaran mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar belum dilaksanakan secara seragam. bahasa Inggris diajarkan sebagai mata pelajaran lokal di beberapa sekolah, meskipun di sekolah lain dijadikan mata pelajaran wajib. Seperti halnya yang terjadi di daerah Dukuh Genjeng, Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Banyak sekolah dasar di daerah belum menerapkan mata pelajaran bahasa Inggrissebagai mata pelajaran wajib, sehingga berdampak dengan pengetahuan, pemahaman serta motivasi anak-anak sekolah dasar untuk belajar bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi literasi bahasa Inggris dan motivasi belajar bahasa Inggriskepada peserta kegiatan pengabdian di Rumah Baca Mutiara Hati yang merupakan siswa sekolah dasar setempat dengan metode Flashcard yang dikemas dengan Fun Game serta melibatkan Native Speaker berbahasa Inggris sebagai pengenalan berinteraksi secara langsung dengan International Community. Metode dalam pelatihan ini adalah penyampaian materi oleh dua pelaksana pengabdi yang menjelaskan materi kosakata (vocabulary) bahasa Inggrispengabdi pertama dan penerapan Flashcard oleh pengabdi kedua bersama Native Speaker.  Dari kegiatan pengabdian ini ditemukan bahwa peserta semakin meningkat dalam hal penguasaan Vocabulary bahasa Inggrisdan motivasinya untuk belajar lebih banyak tentang bahasa Inggris. Lebih lanjut peserta juga merasa memiliki kepercayaan diri yang lebih baik ketika berinteraksi dengan masyarakat Internasional seperti halnya berinteraksi dengan Native yang ikut serta dalam kegiatan pengabdian ini dimana peserta tidak canggung untuk bertanya dan memberikan tanggapan ketika berkomunikasi dengan Native yang merupakan bagian dari masyarakat internasional. Teaching English is one of the mandatory subjects at junior and senior high school levels in Indonesia. However, the practice of teaching English subjects in elementary schools has not been implemented uniformly. English is taught as a local subject in some schools, although in others it is a compulsory subject. As happened in the Dukuh Genjeng area, Karakan Village, Weru District, Sukoharjo Regency, Central Java. Many elementary schools in the regions have not implemented English as a compulsory subject, so this has an impact on the knowledge, understanding and motivation of elementary school children to learn English.  This service activity aims to provide English literacy education and motivation to learn English to participants in service activities at Rumah Baca Mutiara Hati who are local elementary school students using the Flashcard method which is packaged with a fun game and involving one native speaker who speaks English as an introduction to interactive interaction. directly with the International Community. The method in this training is the delivery of material by two service providers who explain the first service provider's English vocabulary material and the application of Flashcards by the second service provider together with a Native Speaker. From this service activity, it was found that participants increased their knowledge of English Vocabulary and their motivation to learn more about English. Furthermore, participants also felt they had better self-confidence when interacting with the international community, such as interacting with natives who took part in this service activity, where participants were not embarrassed to ask questions and provide responses when communicating with natives who were part of the international community.
Upaya pencegahan peningkatan kenakalan remaja melalui penyuluhan di SMA Nurul Ulum Desa Trengguli Zulaikhah, Siti Thomas; Widianto, Fadhilla Dimas; Choirinnisa, Luluk; Ghani, Muhammad Firman; Rahmadhani, Ilham Suci; Cahyani, Adhisa Rizky; Kurniasari, Linda
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i3.43

Abstract

Kenakalan remaja adalah masalah yang masih sangat sering terjadi di Indonesia. Data UNICEF tahun 2016 menunjukkan bahwa kenakalan pada usia remaja diperkirakan mencapai sekitar 50%. Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, ataupun hukum dalam masyarakat oleh remaja, yaitu masa transisi antara anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja yaitu siswa siswi SMA Nurul Ulum Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak tentang faktor, dampak dan cara pencegahan terhadap kenakalan remaja agar mereka dapat terhindar dari pengaruh pergaulan yang kurang baik. Desain pra eksperimen dengan rancangan perlakuan ulang (one group pre and postest design) yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang faktor, dampak dan pencegahan terhadap kenakalan remaja. Peserta adalah siswa siswi SMA Nurul Ulum Demak yang berjumlah 30. Peserta diberikan pretes dan postes pada akhir kegiatan sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan dibandingkan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan t-paired test. Rerata skor pengetahuan sebelum kegiatan adalah 55,5 dan sesudah kegiatan 85,8, hasil analisis diperoleh nilai p=0,005. Penyuluhan  kenakalan remaja berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tentang faktor, dampak dan cara pencegahan terhadap  kenakalan remaja siswa siswi SMA Nurul Ulum Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Juvenile delinquency is a problem that still occurs very often in Indonesia. UNICEF data in 2016 shows that delinquency in adolescence is estimated to reach around 50%. Juvenile delinquency is an act that violates norms, rules, or laws in society by adolescents, namely the transition period between children and adults. Juvenile delinquency is a social pathological symptom in adolescents caused by a form of social neglect which ultimately leads to deviant behavior. The purpose of this activity is to increase the knowledge of adolescents, namely students of SMA Nurul Ulum, Trengguli Village, Wonosalam District, Demak Regency, about the factors, impacts and prevention methods for juvenile delinquency so that they can avoid the influence of bad relationships. Pre-experimental design with a re-treatment design (one group pre and posttest design) is by providing counseling on the factors, impacts and prevention of juvenile delinquency. Participants were 30 students of SMA Nurul Ulum Demak. Participants were given a pretest and posttest at the end of the activity as an evaluation of the activities carried out. Knowledge scores before and after the activity were compared. The collected data were analyzed using a paired t-test. The average knowledge score before the activity was 55.5 and after the activity was 85.8, the analysis results obtained a p value = 0.005. Counseling on juvenile delinquency has an effect on increasing knowledge about the factors, impacts and prevention methods for juvenile delinquency of SMA Nurul Ulum students in Trengguli Village, Wonosalam District, Demak Regency.
Upaya pencegahan pernikahan dini dengan metode Community Dialogue Fachrunnisa, Olivia; Fathulloh, Moh Reza; Milatusakdiyah, Milatusakdiyah; Qori’ah, Siti; Muzaro’ah, Dela Amellya; Muhaimin, Ahmad Riza; Ifada, Sarah
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i3.72

Abstract

Pernikahan dini, yang dilakukan oleh individu di bawah usia 19 tahun, masih menjadi isu serius di Indonesia meskipun telah diatur oleh Undang-Undang No. 16 Tahun 2019. Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa jumlah pernikahan dini masih signifikan. Pernikahan dini memiliki dampak negatif baik dari segi fisik maupun mental, seperti risiko kesehatan,stunting, kesulitan dalam mengakses pendidikan, dan potensi kemiskinan. Faktor-faktor yang menyebabkan pernikahan dini antara lain kemiskinan, kurangnya akses pendidikan, budaya, ketidaksetaraan gender, dan konflik sosial. Pencegahan pernikahan dini menjadi penting sebagai perlindungan terhadap hak anak untuk tumbuh dan berkembang. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk program pemerintah seperti "JO KAWIN BOCAH", namun masih diperlukan kesadaran dan edukasi masyarakat yang lebih luas. Sebuah program pengabdian masyarakat telah dilaksanakan dengan tujuan memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya pernikahan dini serta cara pencegahannya kepada remaja, metode yang kami gunakan berupa Community dialogue atau dialog komunitas yang dilakukan bersama siswa siswi SMP yang berjumlah 33 orang dengan jenis kelamin 21 perempuan dan 12 laki-laki. Dari metode ini hasil yang kami dapat menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran mereka terhadap masalah tersebut. Early marriage, carried out by individuals under the age of 19, is still a serious issue in Indonesia even though it is regulated by Law no. 16 of 2019. However, the data shows that the number of early marriages is still significant. Early marriage has negative impacts both physically and mentally, such as health risks, difficulties in accessing education, and the potential for poverty. Factors that cause early marriage include poverty, lack of access to education, culture, gender inequality and social conflict. Preventing early marriage is important as protecting children's rights to grow and develop. Various efforts have been made, including government programs such as "JO KAWIN BOCAH", but wider public awareness and education is still needed. The community service program has been implemented with the aim of providing education and outreach about the dangers of early marriage and how to prevent it to teenagers. The method we use is Community Dialogue which is carried out with 33 junior high school students, 21 women and 12 men. man. From this method, the results we get show an increase in their understanding and awareness of the problem.