cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 77 Documents
Pencegahan pernikahan dini sebagai upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan sejahtera di Desa Kalirejo Distinarista, Hernandia; Silvianasari, Firly Nur; Mahyudin, Amnan Alfasya Ibnu; Muharifin, Eko; Setyaningrum, Eva; Uly, Rizkiyah Dewi; Zahroh, Intan; Ashbara, Kevin Arielga Biyan; Qomariyah, Nurul; Reginald, Muhammad Alvin
Community Empowerment Journal Vol. 1 No. 4 (2023)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v1i4.34

Abstract

Definisi sederhana dari pernikahan dini adalah terikatnya sepasang anak yang masih dibawah umur melalui pernikahan. Dikategorikan sebagai dibawah umur ketika anak tersebut belum mencapai batas usia yang diajurkan untuk menikah yaitu 19 tahun. Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 yang mengatur tentang Perkawinan bahwasanya batas usia untuk menikah adalah 19 tahun. Hal ini berlaku bagi pihak perempuan maupun laki-laki. Hal ini diterapkan dengan mempertimbangkan akibat atau konsekuensi apabila terjadi ketidaksiapan remaja secara psikis dan emosional terhadap kehamilan. Tidak hanya itu, tercatat setidaknya 40,45% remaja di wilayah Kabupaten Kendal sudah menikah ditahun 2019. Dengan meningkatnya jumlah pernikahan, semakin meningkat pula risiko kasus BBLR. Khusus wilayah Kabupaten Kendal di tahun 2019 terjadi peningkatan menjadi 3,2% dari tahun sebelumnya. Melihat belum adanya sosialisasi terkait pencegahan ‘pernikahan dini’ khususnya di Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal kelompok KKN 16 Universitas Islam Sultan Agung berinisiatif melakukan pengabdian masyarakat dengan melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang dilaksanakan di Desa Kalirejo sebagai upaya membantu pemerintah dalam mewaspadai kasus pernikahan dini. Kegiatan sosialisasi yang kami susun berupa edukasi pengenalan pernikahan dini, sosialisasi pencegahan ‘pernikahan dini’ untuk anak dibawah umur yang dalam hal ini adalah para remaja, faktor penyebab ‘pernikahan dini’ dan dampak dari adanya ‘pernikahan’ anak di bawah umur. Sasaran pada kegiatan sosialisasi ini adalah ibu dan remaja di Desa Kalirejo. Target yang ingin dicapai melalui sosialisasi adalah bertujuan memajukan pola pikir serta meningkatkan pengetahuan terkait pernikahan dini. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, warga memiliki antusias yang tinggi terhadap program kerja yang kami laksanakan dilihat dari respon tanya jawab yang diadakan. The simple definition of early marriage is the binding of a pair of children who are underage through marriage. Categorized as underage when the child has not reached the recommended age for marriage, which is 19 years. Based on Law Number 16 of 2019 which regulates marriage, the age limit for marriage is 19 years old. This applies to both woman and men. This applied by considering the consequences or consequences if there is a psychological an emotional unpreparedness of adolescent towards pregnancy. Not only that, it was recorded that at least 40.45% of teenagers in the Keendal Regency area were married in 2019.with the increasing number of marriages, the risk of LBW cases also increases. Specifically for the Kendal Regency area in 2019 there was an increase to 3.2% from the previous year. Seeing that there is no socialization regarding the prevention of ‘early marriage’ especially in Kalirejo Village, Singorojo District, Kendal Regency, the KKN 16 Islamic University of Sultan agung group took the initiative to carry out community service by carrying out socialization on prevention of early marriage which was carried out in Kalirejo Village as an effort to assist the government in being aware of cases of early marriage. The socialization activities that we arrange include education on the introduction of early marriage, socialization on the prevention of ‘early marriage’ for minors in this case teenagers, the causes of ‘early marriage’ and the impact of the exixtence of ‘early marriage’ for minors. The targets for this activity were mothers and adolescent in Kalirejo Village. The target to be achieved through socialization is aimed at advancing the mindset and increasing knowledge related to early marriage. Based on the activities that have been carried out, resident have high enthusiasm for the work program that we carry out, seen from the responses to questions and answers held.
Membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya stunting terhadap kecerdasan anak melalui metode hadap masalah Sari, Rina Kartika; Hadi, Ahmad Asril; Pratama, M. Fahrurozi Adi; Rafiah, Salma Umi; Setyaningsih, Winda; Ollong, Niqmah Fatmasari; Hapsari, Arzalia; Solahuddin, Rifqi
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i1.35

Abstract

Stunting merupakan keadaan dimana seorang balita mengalami permasalahan gizi yang ditandai dari bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan usia yang semestinya. Selain menyebabkan keterlambatan pertumbuhan pada fisik, stunting juga menyerang pada perkembangan secara intelktual dari seorang anak/balita. Penyebab dari hal tersebut adalah balita mengalami kekurangan makanan bergizi dengan kandungan protein, kalori, dan vitamin D. Tingkat kesadaran akan bahaya stunting yang mengancam masa depan anak-anak Indonesia dari Masyarakat pun masih sangat rendah. Untuk menumbuhkan kesadaran msyarakat khususnya di desa dibutuhkan kepedulian dari setiap kalangan. Observasi dilakukan dengan Malukan pengamatan fisik terhadap keadaan lingkungan di masing-masing dusun yang menjadi tempat kegiatan Masyarakat secara regular. Metode Hadap Masalah ini diimplementasikan di setiap kegiatan penyuluhan kesehatan di posyandu masing-masing dusun. Selain itu, riset juga dilakukan di 2 Sekolah Dasar (SD) di Desa Pagergunung. Dalam agenda KKN ini, penyuluhan Kesehatan terbagi di 3 dusun pada hari yang berbeda. Kegiatan ini dilaksanakan di posyandu masing-masing dusun. Selain itu kegiatan juga dilaksanakan di sekolah yang ada di Desa Pagergunung. Terdapat 2 Sekolah Dasar di desa ini. Dusun pertama yang ada di Desa Pagergunung adalah Dusun Krajan, dusun kedua adalah Dusun Suko Karang dan yang terakhir adalah Dusun Suko Kranen. Selama 17 hari program berlangsung, telah ditemukan jika hubungan antara stunting pada balita dan tingkat kecerdasan anak sangat berkaitan erat. Kapasitas berpikir anak menjadi sangat terbatas disebabkan kekurangan gizi pada pertumbuhan fisik serta perkembangan otaknya. Setelah melalui beberapa Analisis telah didapatkan bahwa kesejahteraan dari setiap individu mempengaruhi kesadaran Masyarakat tentang bahaya dari stunting. Stunting is a condition where a toddler experiences nutritional problems which are characterized by a body shape that does not match the age it should be. Apart from causing a delay in physical growth, stunting also attacks the intellectual development of a child/toddler. The cause of this is that toddlers experience a shortage of nutritious food containing protein, calories, and vitamin D. The level of awareness of the dangers of stunting that threatens the future of Indonesian children from the community is still very low. To raise community awareness, especially in villages, it requires concern from every group. . Observations were made with Malukan physical observations of the state of the environment in each hamlet which is the place for regular community activities. This Problem Posing Method is implemented in every health education activity at the Posyandu in each hamlet. In addition, research was also carried out in 2 elementary schools (SD) in Pagergunung Village. In the KKN agenda, health counseling is divided into 3 hamlets on different days. This activity was carried out at the posyandu of each hamlet. In addition, activities were also carried out at schools in Pagergunung Village. There are 2 elementary schools in this village. The first hamlet in Pagergunung Village is Krajan Hamlet, the second hamlet is Suko Karang Hamlet and the last is Suko Kranen Hamlet. During the 17 days the program lasted, it was found that the relationship between stunting in toddlers and the level of intelligence of children was very closely related. Children's thinking capacity becomes very limited due to malnutrition in physical growth and brain development. After going through several analyzes it has been found that the welfare of each individual influence public awareness about the dangers of stunting.
Pelatihan belajar membaca al-Quran dengan tajwid di Desa Banyuringin Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal Kusmaryono, Imam; Kinasih, Saulla Roro; Setianingrum, Wahyu Desti; Hasanah, Miratul; Jalil, Muhammad Abdul; Hanum, Shafa Fauziah; Wardani, Yudhaviska Adidara Alya; Setianingrum, Cicik; Tagalih, Tegar Fauzan Fadil; Khofizh, Muhammad Rifki; Maula, Fanindy Ghanif; Shafa, Nadia Farikha; Huda, Fatchul; Wafii, Muhammad Amar; Aliyudin, Ahmad; Roziq, Nanda Ibnu Mubaroq; Ervina, Linda Yoga; Verdiana, Anugrah
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i1.36

Abstract

Program ini bertujuan untuk menganalisis peran penting Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dalam mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran pada anak-anak usia sekolah dasar sejak usia dini. Metode pengajaran yang digunakan di TPQ mencakup pengajaran alfabet Arab, membaca, menulis, hafalan Al-Quran, serta prinsip-prinsip dasar Islam. Meskipun demikian, ditemukan beberapa permasalahan, termasuk rendahnya minat anak-anak dalam pembelajaran tajwid. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin menyebabkan hal ini, seperti kesulitan teknis dan kurangnya motivasi dalam mempelajari aturan-aturan tajwid. Dalam usaha mengatasi permasalahan tersebut, pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik diusulkan. Penggunaan permainan edukatif, cerita, atau aplikasi digital dapat memudahkan pemahaman tajwid secara praktis dan menyenangkan. Dalam konteks ini, dukungan dari orang tua dan pengajar juga penting untuk mendorong partisipasi anak-anak dalam pembelajaran tajwid. Dengan adanya upaya ini, diharapkan anak-anak akan lebih aktif dalam memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip tajwid, sehingga pembacaan Al-Quran mereka dapat dilakukan dengan lebih baik dan akurat. This program aims to analyze the crucial role of Quranic Education Gardens (TPQ) in introducing and instilling the values of the Quran in elementary school-aged children from an early age. The teaching methods employed at TPQ encompass Arabic alphabet instruction, reading, writing, Quranic memorization, and fundamental Islamic principles. Nonetheless, certain issues have emerged, including the low interest of children in learning tajwid (Quranic recitation rules). This study identifies potential factors contributing to this situation, such as technical difficulties and a lack of motivation when it comes to mastering tajwid rules. In an effort to address these challenges, an interactive and engaging teaching approach is suggested. The utilization of educational games, stories, or digital applications can facilitate a practical and enjoyable comprehension of tajwid. In this context, the support of parents and educators is deemed crucial to encourage children's active participation in tajwid education. Through these efforts, it is expected that children will become more actively engaged in understanding and applying tajwid principles, ultimately enhancing the quality and accuracy of their Quranic recitation.
Pemanfaatan sampah rumah dengan biopori sebagai solusi peningkatan sistem BUMDES dan pengembangan desa wisata di Desa Cacaban Sari, Rita Kartika; Badruttamam, Muhammad; Hidayah, Elfrida Noer; Nugroho, Yogi Agustian; Syafitri, Shofia Rahma; Enjiani, Yunita; Zakiyah, Afifatuz; Abdurrozzaq, Sabiq Fauzy; Karima, Vania Luthfi; Wardani, Lestari Kusuma
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i1.37

Abstract

Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan fasilitas resapan air yang dimaksudkan untuk mitigasi banjir dengan meningkatkan penetrasi air ke dalam tanah dan sebagai tempat penyimpanan pengolahan sampah organik. Untuk latihan ini, instrumen biopori dibuat dari pipa PVC yang berdiameter empat inci dan panjang enam puluh sentimeter. Desa Cacaban memiliki masalah kualitas air dan pengelolaan sampah organik karena kurangnya sumber daya dan pendidikan. Edukasi pemanfaatan sampah dan penyuluhan pembuatan lubang resapan biopori merupakan salah satu tindakan yang dilakukan. Generasi muda masyarakat dapat belajar dari upaya ini dan hasil pengelolaan sampah menggunakan biopori dengan pengadaan material lubang resapan sebagai contoh untuk digunakan dan dikembangkan bersama pemerintah daerah. Biopore absorption holes (LRB) are water absorption facilities used to overcome flooding by accelerating water infiltration into the soil and as a container for processing organic waste. This training was carried out by producing a biopore tool in the form of a 4-inch diameter PVC pipe with a depth of 60 cm. The environmental problems faced by Cacaban Village are the low availability of clean water and knowledge of organic waste management. The activities carried out included socialization on waste utilization and training on making biopore absorption holes. The result of the activity is the procurement of biopori absorption hole material as an example to be utilized and developed by youth with the village government so that they become one of the “Bumdes” from the results of waste management with biopore.
Penguatan Birrul Walidain pada kelompok usia anak, remaja dan kelompok majelis ta’lim perempuan di Desa Pagersari Setyawati, Retno; Abidin, Ahmad Zaenal; Anam, Dafi Misbahul; Ramadhani, Desty Ayu; Sari, Devira Nathasya; Sari, Devyra Yunika Mutiara; Muqtadir, Dwi Abdul Lathif; Candrarini, Dwi Puji; Safarina, Farida; Sodikin, Javier Alfith; Yuliana, Kumala Putri; Fairuz, Muhammad; Athif, Muhammad Naufal; Ummah, Nabiilatul; Delvi, Nurlita Kusuma; Zaqi, Nur Tiffani I’mal; Dewi, Ririn Istiana; Putri, Safira Julia
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i1.38

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) ber-BudAI merupakan kegiatan akademik yang diimplementasikan berdasarkan Tri Dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) yang dilaksanakan secara terpadu berdasarkan nilai-nilai Islam. Program kerja dengan tema Birrul Walidain yang dilaksanakan kelompok 28 KKN Tematik ber-BudAI diantaranya melakukan pendampingan TPQ (Taman Pendidikan Qur’an), bimbingan belajar untuk anak-anak tingkat SD (Sekolah Dasar), pelatihan Islamic parenting, serta penyuluhan mengenai Fiqih Wanita yang dilaksanakan di Desa Pagersari. Kegiatan pendampingan TPQ dilaksanakan di TPQ Binaul Ummah dan TPQ Al-Mubarok, sedangkan kegiatan Islamic Parenting dilaksanakan di Dusun Paturen, dan kegiatan penyuluhan Fiqih Wanita dilaksanakan dan dihadiri ibu-ibu jamaah Masjid Al-Ikhlas Dusun Bungkaran, Desa Pagersari. Strategi yang digunakan yaitu penyampaian materi yang menarik, atraktif dan menyenangkan. Maksud dari dilaksanakannya program kerja tema Birrul Walidain ini yaitu agar umat Islam di Desa Pagersari, baik anak-anak atau ibu-ibu dapat menjadi umat Islam yang senantiasa bertakwa dan berakhlak mulia melalui kegiatan yang kami adakan. Real Work Lecture or Kuliah Kerja Nyata (KKN) in Indonesian with BudAI  is an academic activity that is implemented based on the Tri Dharma of higher education (education, research and community service) which is carried out in an integrated manner based on Islamic values. The work program with the theme Birrul Walidain carried out by a group of 28 Thematic Community Service Programs with BudAI included providing TPQ (Qur'an Education Park) assistance, tutoring for elementary school level children, Islamic parenting training, as well as counseling on Women's Fiqh held in Pagersari Village. TPQ mentoring activities were carried out at TPQ Binaul Ummah and TPQ Al-Mubarok, while Islamic Parenting activities were carried out in Paturen Hamlet, and Women's Fiqh counseling activities were carried out and attended by women members of the Al-Ikhlas Mosque in Bungkaran Hamlet, Pagersari Village. The strategy used is the delivery of interesting, attractive and fun material. The purpose of implementing the Birrul Walidain theme work program is so that Muslims in Pagersari Village, both children and mothers, can become Muslims who are always pious and have noble character through the activities that we hold.
Sosialisasi sistem pelayanan publik di Kelurahan Lamaru Balikpapan Timur Fitriani, Yustina; Nurlaily, Diana
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i1.39

Abstract

Perkembangan teknologi memberikan dampak pada berbagai aspek kegiatan masyarakat. Perkembangan teknologi cenderung dikaitkan dengan komputer dengan tujuan mempermudah dalam menghasilkan informasi. Sistem informasi merupakan seperangkat komponen yang memiliki keterkaitan antara pemrosesan, penyimpanan, dan penyebaran data. Terdapat berbagai teknologi informasi yang telah dikembangkan guna membantu dan memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitasnya. Salah satu dari teknologi informasi yang dikembangkan di instansi pemerintah Kota Balikpapan adalah Sistem Informasi Pelayanan Kelurahan (Yankel). Sitem Yankel merupakan sistem yang berisi berbagai layanan surat yang bisa diakses oleh masyarakat secara online. Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui penggunakan sistem Yankel. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan sistem Yankel, maka dilakukan sosialisasi terkait penggunaan sistem Yankel. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di RT 28 Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur. Setelah dilakukan pelatihan ini harapkan masyarakat dapat terbantu dalam penggunakan sistem Yankel. Technological developments have an impact on various aspects of community activities. Technological developments tend to be associated with computers with the aim of making it easier to produce information. An information system is a set of components that are related to processing, storing and disseminating data. There are various information technologies that have been developed to help and make it easier for people to carry out their activities. One of the information technologies developed in Balikpapan City government agencies is the Village Service Information System (Yankel). The Yankel system is a system that contains various mail services that can be accessed by the public online. However, it turns out that there are still many people who do not know how to use the Yankel system. So, to increase public knowledge regarding the use of the Yankel system, outreach is carried out regarding the use of the Yankel system. This socialization activity was carried out at RT 28 Lamaru Village, East Balikpapan. After carrying out this training, it is hoped that the community will be helped in using the Yankel.
Edukasi Technopreneurship melalui kegiatan KKN di Kelurahan Gunung Samarinda Baru Balikpapan Dinata, Syalam Ali Wira; Pranoto, Tio Hadi; Pancawati, Diah; Lestari, Indar Dwi; Lubis, Sarah Azimah; Patandianan, Anugerah Christine Pasinggi Bintang; Sapareng, Ismail Saputra; Astami, Jamilah Konita Nur; Malino, Mikail Yuma Anri
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i1.40

Abstract

Dalam konteks perekonomian masyarakat Kota Balikpapan, UMKM memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan pembukaan lapangan kerja. Namun, di era digital yang terus berkembang, banyak UMKM yang belum memanfaatkan kehadiran teknologi atau media sosial dengan alasan keterbatasan pengetahuan, biaya pembuatan yang tinggi, atau kurangnya sumber daya dan waktu. Hal ini mengakibatkan penurunan pendapatan UMKM dan mengurangi daya saing di masyarakat. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kegiatan Technopreneurship dengan Edukasi tentang pengelolaan UMKM menggunakan teknologi menjadi tema yang diangkat. Melalui sosialisasi ini, diharapkan UMKM dapat lebih efektif dalam mengelola penjualan, meningkatkan jejaring secara offline dan online, dan memperluas jangkauan pasar. Diharapkan dalam pengelolaan UMKM dapat meningkatkan aksesibilitas data dan memudahkan UMKM dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat. Kegiatan KKN ASKARA di Kelurahan Gunung Samarinda Baru bertujuan untuk memberikan edukasi melalui database UMKM dan memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produk UMKM. Kegiatan Pengabdian ini di antaranya melalui studi survei, pengelompokan UMKM berdasarkan jenis usaha, pembuatan website, dan pembuatan database online yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Evaluasi dilakukan untuk melihat keberhasilan kegiatan dan pencapaian tujuan, dengan melibatkan partisipasi mitra dalam setiap tahap kegiatan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan UMKM dapat meningkatkan daya jual beli, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Dengan adanya program ini, UMKM di Kelurahan Gunung Samarinda Baru diharapkan dapat lebih dikenal dan dirasakan manfaatnya dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan. In the context of the Balikpapan City Community economy, MSMEs have an important role in economic development, poverty reduction, and job creation. However, in the evolving digital era, many MSMEs have not taken advantage of the presence of technology or social media for reasons of limited knowledge, high manufacturing costs, or lack of resources and time. This resulted in a decrease in MSME income and reduced competitiveness in the community. To overcome these challenges, Technopreneurship activities with education on MSME management using technology became the theme raised. Through this socialization, it is expected that MSMEs can be more effective in managing sales, increasing offline and online networking, and expanding market reach. It is expected that the management of MSMEs can improve data accessibility and make it easier for MSMEs to adapt to rapid environmental changes. KKN Askara activities in Gunung Samarinda Baru village aims to provide education through MSME databases and utilize technology in marketing MSME products. These service activities include survey studies, grouping MSMEs by type of business, creating websites, and creating online databases that can be accessed by the wider community. Evaluation is carried out to see the success of the activity and the achievement of goals, by involving the participation of partners in each stage of the activity. Through this community service activity, it is expected that MSMEs can increase buying and selling power, optimize the use of resources, improve the quality of products and services, and provide a better customer experience. With this program, MSMEs in Gunung Samarinda Baru village are expected to be better known and feel the benefits and contribute to economic growth in Balikpapan City.
Peningkatan branding usaha melalui pendaftaran NIB, sertifikasi halal produk dan PIRT serta pendampingan pemasaran pada UMKM Desa Sidorejo, Ponorogo Kurniawan, Dhika Amalia; Maemunah, Hayatul; Huda, An-nafsi Ma’rifatul; Syaifullah, Muhammad; Mubarok, Akhmad Furqon; Basyir, Ahmad Azizi; Rohidayat, Dwi; Khofidh, Dzuwan Abdu; v, Muhammad Farid; Ali, Beni Fauzul; Ardiansyah, Andre Rachmat
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i1.41

Abstract

UMKM di desa Sidorejo tergolong skala mikro dengan tingkat pendapatan yang rendah. Banyaknya persaingan produk, kwalitas dan teknik pemasaran, menjadikan UMKM ini semakin tertinggal dalam segi kualitas usaha, produk, legalitas, dan juga pemasarannya. Tentu hal ini menjadi perhatian penting bagi para pihak-pihak yang berpotensi membantu agar para pelaku UMKM ini tidak semakin tertinggal dengan pelaku bisnis lain yang sudah meningkat dan berkembang, sehingga dibutuhkan solusi-solusi dalam pemecahan masalah UMKM tersebut. Program pengabdian ini merupakan bentuk Kerjasama Unida Gontor dengan para UMKM di desa Sidorejo, kecamatan Sukorejo Ponorogo sebanyak 10 pihak UMKM yang bergerak dalam bidang makanan. Para UMKM ini tergolong tingkatan mikro dengan modal yang terbatas dan pemasaran yang masih dalam lingkup provinsi. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu para UMKM di desa Sidorejo untuk  mendapatkan legalitas usaha berbentuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan juga Sertifikasi Halal Produk dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan keputusan dari Fatwa MUI , dokumen PIRT serta pemasaran online dan offline. Metode Pengabdian adalah berbentuk pendampingan langsung dalam pengurusan legalitas usaha dan selanjutnya adalah pendampingan dalam penerapan proses halal bagi produk UMKM hingga memperoleh sertifikat Halal BPJPH, kemudian tim PkM juga mendampingi UMKM dalam pembuatan google Map lokasi usahanya dan pembuatan banner untukdipasang didepan usahanya sehingga mempermudah dalam promosi secara offline.  Hasil Kegiatan PKM, saat ini para UMKM telah memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan juga Sertifikasi Halal Produk, serta dokumen PIRT, para UMKM telah memeiliki google MAP sehingga memudahkan konsumen ketika mencari/menemukan lokasi usahanya, serta para UMKM telah memiliki banner yang dipasang di depan usahanya sehingga masyarakat mudah mengenal usaha yang dijalankannya, sehingga luaran-luaran ini diharapkan dapat meningkatkan branding usahanya serta dan peningkatan pendapatan dari hasil promosi online maupun offline nya, sehingga dapat bersaing dengan produk lain yang ada dipasaran, selain itu produk UMKM ini dapat didistribusikan lebih luas lagi dengan adanya label Halal BPJPH. MSMEs in Sidorejo village are categorized as micro-scale with low income levels. The high competition in product quality and marketing techniques has caused these MSMEs to lag behind in terms of business quality, product quality, legality, and marketing. This is certainly a matter of significant concern for potential stakeholders who can assist these MSME actors from falling further behind compared to other businesses that have progressed and developed. Therefore, solutions are needed to address these MSME issues. This service program represents a collaboration between Unida Gontor and MSMEs in Sidorejo village, Sukorejo sub-district, Ponorogo, involving 10 MSMEs engaged in the food sector. These MSMEs are classified as micro-level with limited capital and marketing still within the provincial scope. The objective of this service is to assist MSMEs in Sidorejo village in obtaining business legality in the form of Business Identification Number (NIB) and also Halal Product Certification from the Halal Product Guarantee Organizing Agency (BPJPH) with decisions from the Indonesian Ulema Council (MUI) fatwa, PIRT documents as well as online and offline marketing. The service method involves direct assistance in managing business legality and further assistance in implementing halal processes for MSME products until obtaining the Halal BPJPH certificate. Additionally, the PKM team also assists MSMEs in creating a Google Maps location for their business and making banners to be placed in front of their businesses to facilitate offline promotion. As a result of the PKM activities, the MSMEs have obtained their Business Identification Number (NIB), Halal Product Certification, and PIRT documents. They now have Google Maps for easy consumer access to their business locations and banners installed in front of their businesses for easy recognition, which is expected to enhance their business branding and increase income through online and offline promotions. This enables them to compete with other products in the market, and their products can be distributed more widely with the Halal BPJPH label.
Bimtek pembuatan modul ajar dan modul P5-PPRA dalam pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka di MTs Hasyim Asy’ari Piyungan Lisan, Khusnul; Arta, Berli; Firyal, Afifah
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.52

Abstract

Penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) menjadi tantangan besar dalam pelaksanaanya dilevel sekolah maupun Madrasah. Walaupun sudah dilakukan sosialisasi baik secara langsung maupun tidak langsung seperti lewat sosial media, kenyataanya masih banyak sekolah dan guru yang belum sepenuhnya memahami dalam pelaksanaan kurikulum baru ini. Pengalaman serupa juga dialami MTs Hasyim Asy'ari di sekolahnya di Kabupaten Bantul, yang mana masih banyak guru yang belum paham apa itu TP, ATP dan bagaimana menyusun modul ajar ataupun modul P5-PPRA. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa Bimtek ini adalah untuk memberikan pemahaman dan implementasinya kepada satuan pendidikan tersebut khususnya guru agar dapat memahami dan menerapkan IKM secara maksimal dalam berbagai aspeknya khususnya terkait modul ajar dan modul P5-PPRA. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru menjadi lebih memahami esensi dari Kurikulum Merdeka, meliputi pemahaman TP-ATP yang menjadi kunci dalam pembuatan modul ajar serta gambaran penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran. Selain itu para guru juga diberikan pemahaman dan juga referensi terkait modul P5-PPRA sebagai bahan acuan untuk dikembangkan dan diterapkan di sekolah MTs tersebut. Kegiatan ini diharapkan mampu memberi manfaat yang maksimal terhadap para guru dan juga bisa diterapkan dalam tahun ajaran baru terkait pelaksanaan IKM di MTs Hasyim Asy’ari. The implementation of Merdeka Curriculum (IKM) poses a significant challenge in its execution at both the school and Madrasah levels. Despite extensive socialization efforts through direct and indirect ways for instance through social media, in fact is that many schools and teachers have not fully grasped or implemented this new curriculum. A similar experience is encountered at MTs Hasyim Asy'ari in Bantul Regency, where numerous teachers still do not comprehend terms such as TP, ATP, and how to develop teaching modules or P5-PPRA modules. Therefore, the objective of this community service activity in the form of Bimtek is to provide understanding and practical application to educational institutions, particularly teachers, enabling them to comprehend and implement IKM optimally in various aspects especially concerning teaching modules and P5-PPRA modules. The result of this activity was that the teachers had a better understanding of the essence of Merdeka Curriculum, including the comprehension of TP-ATP, which is the key in creating teaching modules as well as an overview of differentiated leaning in the classroom. Additionally, the teachers were provided with understanding and references related to P5-PPRA modules as reference materials to be developed and implemented in the school. This activity was expected to provide maximum benefits to the teachers and to be applicable in the new academic year regarding the implementation of IKM at MTs Hasyim Asy’ari.
Technology-based archives management: How much does it matter to organizations? Fitriani, Somariah; Muljono, Hery; Fetrimen, Fetrimen
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.53

Abstract

Technology-based record management, which is part of the development of information and communication technology (ICT) plays an important role for organizations in managing documents to be more effective and efficient. Thus, such training needs to be carried out, one of which is through community service activities. The purpose of this training was to educate participants to understand the importance of this training topic and be able to practice it directly as part of a technology literate society. This training was conducted by the community service team consisting of three lecturers and two students The training was carried out virtually through the Zoom platform for four hours, which the community service partner was PCM Bekasi Timur. The stages are divided into four parts, 1) the delivery of core material and best practices; 2) a question-and-answer session; 3) the conclusion and summary of the material; and 4) the impressions and messages conveyed by representatives of the participants. The evaluation results showed that 6 (54.5%) participants were satisfied and 4 (36.4%) participants were very satisfied, and 1 (9.1%) participant was not satisfied with the activities. In addition, they mostly showed their satisfaction and enthusiasm with the presented material and the delivery of spokespersons, which can also be seen from the positive impression of the participants. It is inferred that this training provides great benefits for participants and organizations to improve their archival documentation system.