cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Pencegahan kenakalan remaja melalui pendekatan Birrul Walidain di Desa Blerong Kecamatan Guntur Kabupaten Demak Musofiana, Ida; Saputra, Setyawan Adi Kresna; Finalta, Adfan Syah; Hafiizh, Muhammad Esa; Khasanah, Uswatun; Sholahuddin, Muhammad; Ramadhani, Dina Mariana
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i3.73

Abstract

Kenakalan remaja merugikan masyarakat sekitar, menyebabkan emosional orangtua di Desa Blerong tidak tenang. Papran konten negatif, keluyuran tengah malam, bahkan minum-minuman keras serta kurangnya dukungan dari warga sekitar untuk peduli terhadap remaja menjadi semakin bertambah runyam hal ini dialami masyarakat Desa Blerong Demak. Dampak yang ditimbulkan dari kenakalan remaja dapat berimbas ke ranah kejahatan, dapat terjadi pula semakin luas ditiru oleh anak kecil di lingkungan. Dalm Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyampaian dengan kajian sosialisasi menjelaskan bahaya kenakalan remaja serta peran serta orang tua sebagai madrasah pertama untuk anak-anak mereka. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian masyarakat ini, semula ibu-ibu dari para peserta pengabdian masyarakat belum mengetahui secara tepa tapa saja faktor pencetus terjadinya kenakalan remaja serta pendekatan terbaik untuk merangkul remaja masa pencarian jati diri. Akhirnya ibu-ibu-ibu Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga mengetahui cara terbaik untuk pendekatan dengan anak-anak serta mengetahui faktor-faktor kenakalan remaja itu timbul dan cara menangani dari upaya preventif sampai dengan represif. Juvenile delinquency is detrimental to the local community, causing parents in Blerong Village to be emotionally unsettled. Exposure to negative content, wandering around in the middle of the night, even drinking alcohol, and the lack of support from residents to care for teenagers are becoming increasingly difficult for the people of Blerong Demak Village. The impact of juvenile delinquency can spill over into the realm of crime, and it can also be more widely imitated by young children in the environment. This community service uses a delivery method with socialization studies explaining the dangers of juvenile delinquency and the role of parents as the first madrasah for their children. The results obtained in this community service were that initially, the mothers of the community service participants did not know exactly what factors trigger juvenile delinquency and the best approach to embrace teenagers during their search for identity. Finally, the mothers who mobilize Family Welfare Empowerment know the best way to approach children and know the factors that cause juvenile delinquency to arise and how to deal with them from preventive to repressive efforts.
Pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran PAKEM pada guru SMK Satria Kota Jambi Ekawarna, Ekawarna; Firman, Firman; Rosmiati, Rosmiati; Saharudin, Saharudin; Ade Kusmana; Kristiyono, Santo; Rudi Hartono
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i4.84

Abstract

Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kompetensi guru SMK Satria dalam melaksanakan pembelajaran PAKEM di Kota Jambi. Permasalahan yang dihadapi guru di provinsi Jambi pada umumnya dan di SMK Satria pada khususnya adalah kesulitan untuk mengimplementasi pembelajaran PAKEM yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Kebutuhan yang mendesak bagi guru mitra (SMK Satria) saat ini adalah “pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran PAKEM”. Sasaran latih dari program pelatihan  sebagai upaya peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa ini adalah 25 guru SMK Satria Kota Jambi, Provinsi Jambi. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar, metode dan proses bimbingan pembelajaran PAKEM, melalui metode pembelajaran orang dewasa (andragogi), dengan rasio 30% teori (36 Jam Pertemuan/JP) dan 70% praktik (84 Jam Pertemuan/JP). Hasil yang dicapai adalah peningkatan kompetensi rata-rata peserta latih secara keseluruhan sebagai dampak dari pelatihan mencapai 34%. Hasil angket tentang kepuasan pelatihan menghasilkan informasi bahwa penyelenggaraan pelatihan  dapat memuaskan peserta pelatihan (rerata 95%), baik dilihat dari ketercapai tujuan pelatihan, metode pelatihan, kualitas instruktur, waktu dan media yang digunakan. Saran yang direkomendasikan adalah Pemerintah daerah perlu menganggarkan dana untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan  Pembelajaran PAKEM lanjutan bagi guru yang didanai dari APBD Provinsi atau Kabupaten/Kota. The purpose of the training was to improve the competence of SMK Satria teachers in implementing PAKEM learning in Jambi City. The problem faced by teachers in Jambi province in general and at SMK Satria in particular is the difficulty in implementing PAKEM learning which is beneficial in improving the quality of the process and student learning outcomes. The urgent need for partner teachers (SMK Satria) at this time is “training to improve teacher competence in implementing PAKEM learning”. The training targets of the training program as an effort to improve the quality of the process and student learning outcomes are 25 teachers of SMK Satria in Jambi City, Jambi Province. The material provided includes basic concepts, methods and processes of PAKEM learning guidance, through adult learning methods (andragogy), with a ratio of 30% theory (36 Meeting Hours / JP) and 70% practice (84 Meeting Hours / JP). The results achieved were an increase in the average competence of the trainees as a whole as a result of the training reached 34%. The results of the questionnaire on training satisfaction resulted in information that the implementation of the training could satisfy the trainees (95% average), both in terms of the achievement of training objectives, training methods, instructor quality, time and media used. It is recommended that local governments should budget funds for the implementation of further PAKEM Learning training activities for teachers funded from the Provincial or District/City APBD.
Strategi intensif publikasi penelitian tindakan kelas dalam meningkatkan profesionalisme guru SMK di Jambi Sulistiyo, Urip; Yanto, Yanto; Ali, Raden Muhammad; Hasibuan, Muhammad Haris Effendi; Abrar, Mukhlash
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i4.87

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) seharusnya menjadi salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh guru. PTK pada tingkat yang lebih lanjut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh guru dalam rangka meningkatkan profesionalitas melalui proses pengurusan kepangkatan dan golongan. Karya Ilmiah yang berbasis pada Penelitian Tindakan Kelas menjadi syarat wajib bagi guru PNS, dimulai dari golongan III sebagai bagian dari proses pengurusan kepangkatan dan golongan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak guru yang belum sepenuhnya menguasai PTK. Padahal, PTK adalah kewajiban bagi guru yang berkontribusi pada kenaikan pangkat, yang pada gilirannya, mendukung peningkatan profesionalitas mereka. Pelaksanaan pelatihan menulis PTK tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi persyaratan kepangkatan/golongan, tetapi juga dapat dijadikan bekal dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran siswa di dalam kelas. Classroom Action Research (CAR) should be one of the competencies that teachers must have. PTK at a more advanced level is a routine activity carried out by teachers in order to improve professionalism through the process of managing rank and class. Scientific work based on Classroom Action Research is a mandatory requirement for civil servant teachers, starting from group III as part of the process of managing rank and class. The reality in the field shows that there are still many teachers who have not fully mastered PTK. In fact, PTK is an obligation for teachers that contributes to promotion, which in turn, supports their professional improvement. The implementation of training in writing PTK is not only useful for fulfilling the requirements for promotion, but can also be used as a provision in solving student learning problems in the classroom.
Penyuluhan kesehatan reproduksi pada siswa-siswi SMP Negeri 02 Getasan Uttami, Regitasari Setyaning; Khamareta, Vita Ayu Tegar; Syamsudin, Agil Ahmad; Amelia, Enjelika Dwi; Azzahra, Salwa Alya; Khoeriyah, Niswatun; Mulyani, Putri Agustine; Setiawan, Rizal Arif; Rismawati, Vina; Zauhari, Muhamad Ilham; Machfudloh, Machfudloh
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i4.91

Abstract

Masa remaja adalah fase penting yang menandai peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Fase ini sangat krusial karena menjadi penentu masa depan bangsa. Kesehatan reproduksi remaja mencakup kondisi sehat yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi sangat penting untuk mencegah terjadinya kekerasan dan penyimpangan seksual. Kurangnya edukasi bisa menyebabkan seks bebas, kekerasan seksual, dan perilaku menyimpang. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengukur pengetahuan siswa-siswi SMP N 02 Getasan tentang kesehatan reproduksi. Populasi dalam penyuluhan ini sejumlah 60 siswa-siswi SMP N 02 Getasan. Dari hasil penyuluhan yang telah dilakukan oleh KKN Kelompok 79 UNISSULA Semarang dengan pemateri berjumlah 2 orang, siswa-siswi aktif berdiskusi dan memahami pubertas serta kesehatan reproduksi. Metode pendekatan yang kami gunakan dan lakukan adalah metode deskriptif kualitatif, yakni metode pelaksanaan yang dilakukan dengan memanfaatkan berbagai data kualitatif dan dijabarkan dengan deskriptif kepada para audiens penyuluhan. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja putra dan putri mengenai kesehatan reproduksi. Peningkatan ini terbukti melalui hasil nilai pre test dan post test dengan hasil sebelum diberikan penyuluhan pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi Sebagian besar pengetahuannya kurang (40%) meningkat menjadi pengetahuan baik sebesar 85 % setelah diberikan penyuluhan. Hal ini menunjukkan mayoritas remaja di SMP N 02 Getasan telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terkait kesehatan reproduksi. Adolescence is an important phase that marks the transition from childhood to adulthood. This phase is very crucial because it determines the future of the nation. Adolescent reproductive health includes healthy conditions related to the reproductive system, function, and process. Education about reproductive health is very important to prevent violence and sexual deviation. Lack of education can lead to free sex, sexual violence, and deviant behavior. The purpose of this activity is to measure the knowledge of students of SMP N 02 Getasan about reproductive health. The population in this counseling was 60 students of SMP N 02 Getasan. From the results of the counseling that has been carried out by KKN Group 79 UNISSULA Semarang with 2 speakers, students actively discussed and understood puberty and reproductive health. The approach method that we use and do is a qualitative descriptive method, namely an implementation method that is carried out by utilizing various qualitative data and described descriptively to the counseling audience. The results of this counseling show a significant increase in the knowledge of male and female adolescents about reproductive health. This increase is proven through the results of the pre-test and post-test scores with the results before being given counseling on reproductive health knowledge. Most of their knowledge was lacking (40%) increasing to good knowledge by 85% after being given counseling. This shows that the majority of teenagers at SMP N 02 Getasan have good knowledge and attitudes related to reproductive health.
Narrative Writing: Ketika tugas sekolah berpadu dengan creative writing Deta Maria Sri Darta; Rindang Widiningrum; Erio Fanggidae; Wahyu Seno Aji; Dimas Purnama Adi Wicaksono; Irene Novelin Kongah
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i4.95

Abstract

Dalam belajar bahasa Inggris di sekolah, siswa juga diberikan pembelajaran mengenai keterampilan menulis. Keterampilan menulis membutuhkan sarana yang mendukung agar siswa termotivasi dalam praktik menulis. Kegiatan-kegiatan yang menarik perlu diberikan agar siswa dapat membuat tulisan yang bagus dan mendapatkan apresiasi atas kerja kerasnya. Pendampingan dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya menulis dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan generasi siswa SMA. Siswa diajak untuk menulis teks naratif yang sesuai dengan keinginan mereka. Teks tersebut dikumpulkan dan diberikan masukan yang membangun dan pada akhirnya nanti dibukukan dan diterbitkan dalam bentuk bunga rampai. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan literasi bagi siswa SMA Kristen Satya Wacana, khususnya dalam penulisan teks naratif. Program pengabdian ini menggunakan metode penjajakan untuk mengetahui permasalahan yang nantinya digunakan untuk menyusun materi yang sesuai untuk menjawab permasalahan tersebut. Penyampaian materi dilakukan secara tatap muka, sedangkan pengumpulan naskah dan pemberian umpan balik menggunakan metode daring. Kegiatan ini menghasilkan kumpulan teks naratif yang ditulis oleh siswa SMA Kristen Satya Wacana serta memberikan kegiatan yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan menulis teks naratif siswa. In learning English at school, students are also given lessons on writing skills. Writing skills require supportive media so that students are motivated to practice writing. Interesting activities need to be provided so that students can create good writing and get appreciation for their hard work. Facilitation in learning English, especially writing is carried out using language that is in accordance with the generation of high school students. Students are invited to write narrative texts according to their wishes. The text is collected and given constructive feedback and, in the end, it will be booked and published in the form of an anthology. The purpose of this program is to improve literacy for SMA Kristen Satya Wacana students, especially in narrative text writing. This service program used an exploratory method to find out the problems, and to develop appropriate materials to answer these problems. Material delivery was done face-to-face, while manuscript collection and feedback used online methods. This activity produced a collection of narrative texts and provided different activities to improve students' narrative text writing skills.
Cegah penyakit jantung koroner dengan CERDIK dan PATUH Rahmawati, Shinta Tri; Rohman, Fatuh; Rosyada, Dina Praktika; Ramadhanty, Risenda Atha; Hati, Salsabila Permata; Anggraeni, Sefia Dwi; Mahzufa, Nela; Kharis, Nanang Abdul; Syaifudin, Iqbaal; Waluyo, Dwiki Rahman Budi; Suparmi, Suparmi
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i4.88

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) yangs sering ditandai dengan nyeri dada secara tiba-tiba. Faktor risiko diantaranyaa dalah kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes mellitus (DM) dan pola makan mengandung banyak lemak, dan stres. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagi warga RW 07, Kelurahan Sembungharjo, Kota Semarang tentang pencegahan PJK. Metode pelaksanaan PkM terdiri dari senam hipertensi, penyuluhan tentang PJK, pemeriksaan tekanan darah dan pengukuran kadar kolesterol Kegiatan PkM dengan judul Cegah Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan ”CERDIK” dan ”PATUH” bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk pencegahan PJK melalui Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet yang seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress dengan baik (CERDIK); serta Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan aman, dan Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik (PATUH). Coronary heart disease (CHD) is often marked by sudden chest pain. Risk factors include smoking habits, hypertension, diabetes mellitus (DM), high-fat dietary patterns, and stress. This community service program (PkM) aims to educate the residents of RW 07, Sembungharjo Village, Semarang City, about CHD prevention. The PkM activities comprise hypertension exercise sessions, educational sessions on CHD, blood pressure monitoring, and cholesterol level assessment. The PkM program titled "Prevent Coronary Heart Disease (CHD) with 'CERDIK' and 'PATUH'" is valuable in enhancing community knowledge and awareness regarding CHD prevention through the following strategies: Regular health checks, Avoiding smoke from cigarettes, Engaging in consistent physical activity, Maintaining a balanced diet, Getting sufficient rest, and Managing stress effectively (CERDIK); along with Regular health check-ups and adhering to medical advice, Treating illnesses with appropriate and consistent medication, Maintaining a nourishing and balanced diet, Ensuring safe physical activity, and Avoiding cigarette smoke, alcohol, and carcinogenic substances (PATUH).
Pendampingan pembelajaran dan cuci tangan guna memanfaatkan sanitasi air bersih di PAUD Permata Bunda Genuksari Kusmaryono, Imam; Ibad, Muhammad Khoerul; Kurniasih, Gita; Fajri, Salsabila Syfa Yasmina; Marshanda, Oppie Restu Asia; Alwasi’i, Tubagus; Sari, Putri Dwi Novita; Margativera, Devia; Chaqi, Muhammad Dhiya’ul; Fitrian, Muhammad Cheza Alfirza; Pramesti, Regina Dinda
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i4.90

Abstract

Kebersihan dan kesehatan adalah aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, terutama di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program pendampingan di PAUD Permata Bunda yang bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan cuci tangan dan pemanfaatan sanitasi air bersih di kalangan anak-anak. Program ini melibatkan pelatihan intensif bagi tenaga pendidik tentang teknik cuci tangan yang benar, serta perbaikan fasilitas sanitasi. Sebelum pelatihan, pengetahuan tenaga pendidik tentang cuci tangan yang benar tergolong rendah, dengan hanya 45% yang mengetahui teknik yang tepat. Setelah pelatihan, pengetahuan meningkat signifikan menjadi 90%. Program dilanjutkan dengan edukasi langsung kepada anak-anak melalui metode interaktif, seperti permainan edukatif dan cerita bergambar. Hasil observasi menunjukkan perubahan positif dalam kebiasaan cuci tangan anak-anak, dengan frekuensi meningkat dari 1-2 kali per hari sebelum program menjadi 5-6 kali per hari setelah program. Perbaikan fasilitas sanitasi, termasuk penambahan wastafel dan penyediaan sabun, juga berkontribusi pada peningkatan frekuensi cuci tangan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu yang melibatkan edukasi, pelatihan, dan perbaikan fasilitas sanitasi efektif dalam meningkatkan kebiasaan cuci tangan dan memberikan kontribusi penting dalam pencegahan penyakit menular. Program ini menawarkan model yang dapat diterapkan di lembaga pendidikan lain untuk meningkatkan kebiasaan kebersihan anak-anak. Hygiene and health are important aspects in creating a healthy learning environment, especially in Early Childhood Education (PAUD). This study evaluated the effectiveness of a mentoring program at Permata Bunda PAUD aimed at improving handwashing habits and utilization of clean water sanitation among children. The program involved intensive training for educators on proper handwashing techniques, as well as improvements to sanitation facilities. Before the training, educators’ knowledge of proper handwashing was relatively low, with only 45% knowing the proper technique. After the training, knowledge increased significantly to 90%. The program continued with direct education for children through interactive methods, such as educational games and picture stories. Observation results showed positive changes in children’s handwashing habits, with the frequency increasing from 1-2 times per day before the program to 5-6 times per day after the program. Improvements to sanitation facilities, including the addition of sinks and provision of soap, also contributed to the increase in handwashing frequency. These findings suggest that an integrated approach involving education, training, and improvements to sanitation facilities is effective in improving handwashing habits and makes an important contribution to the prevention of infectious diseases. This program offers a model that can be applied in other educational institutions to improve children’s hygiene habits.
Mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan dengan program penghijauan di Kelurahan Sendangguwo Rinawati, Rinawati; Ulum, Muhammad Najib Najmul; Fauzan, Dzaky Qaisafatih; Sa’diyah, Lailatus; Siswanto, Rivanio Ananda Auriel; Kristanto, Bara; Maulina, Dewi; Salsabila, Qotrun Nada; Coulibaly, Yasmine; Putri, Rike Veramida; Tristiananda, Salsabilla
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.89

Abstract

Kegiatan penghijauan merupakan salah satu dalam upaya untuk melestarikan lingkungan dengan memperbaiki kualitas udara dan memitigasi perubahan ikliom. Namun, Kesadaran masyarakat perkotaan mengenai manfaat penghijauan dan partisipasi aktif dalam upaya tersebut masih perlu ditingkatkan. Salah satu program kuliah kerja nyata tematik Universitas Sultan Agung ini bertujuan untuk melaksanakan penghijauan di Kelurahan Sendangguwo kecamatan Genuk, kota semarang. Program ini dilaksanakan dengan dengan menggunakan metode persuasif dan partisipatif agar masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam penghijauan dan berkontribusi pada praktik pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan terbagi menjadi dua tahapan yaitu persiapan dan pelaksanaan penanaman jenis bibit pohon pohon sirsak, jeruk dan jambu air. Program penghijauan tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan dukungan dan keterlibatan atau partisipasi aktif dari warga masyarakat. Greening plays a vital role in preserving the environment by improving air quality, and mitigating climate change. However, public awareness in urban areas regarding the benefit of green movement s remains low. One of the thematic community service programs (KKN) of Sultan Agung Islamic University aimed to carry out green movement in Sendangguwo, Genuk District, Semarang. This program was implemented using persuasive and participatory methods to ensure active community involvement in the greening program and contribute to sustainable environmental conservation practices. The activities were divided into two stages: preparation and the planting of seedlings, including soursop, orange, and guava trees. The greening program was successfully implemented with the support of the local community.
Edukasi dan pendampingan dalam menurunkan angka kejadian stunting di Kota Semarang Yuniarti, Heny; Hastuti, Rizkie Woro
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.94

Abstract

Stunting (kerdil/pendek) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial dan bersifat antar generasi. Stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1.000 HPK di samping berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan angka kejadian stunting di kota Semarang dengan memberikan edukasi makanan sehat dan memberikan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Salah satu sasaran dari pelaksanaan kegiatan penurunan angka Stunting berada di Puskesmas Ngemplak Simongan, karena dalam wilayah kerja ini masih banyak balita dengan Stunting. Data dari Puskesmas Ngemplak Simongan di Bulan Mei tahun 2022 masih terdapat 42 anak yang tergolong stunting. Metode yang digunakan adalah edukasi dan menyediakan kesempatan tanya jawab kepada Ibu penderita stunting serta memberikan makanan sesuai dengan gizi seimbang yang dapat langsung dikonsumsi penderita stunting dan dapat menjadi contoh bagi ibu dalam menyediakan makan bagi anaknya dirumah. Hasil yang didapatkan adalah pengetahuan yang bertambah dari ibu penderita stunting tentang jenis makanan yang dibutuhkan dan cara pengolahan makanan untuk mendukung anak mereka bebas dari stunting. Stunting (dwarfism) is a condition of growth failure in toddlers caused by chronic malnutrition and repeated infections, which occurs in the First 1,000 Days of Life (HPK). Stunting is a chronic nutritional problem caused by multi-factorial and intergenerational. Stunting and other malnutrition that occurs in the 1,000 HPK in addition to the risk of stunted physical growth and children's vulnerability to disease, also cause cognitive development disorders that will affect the level of intelligence and productivity of children in the future. The purpose of this community service activity is to reduce the incidence of stunting in Indonesia by providing education on healthy food and providing nutritious food that is in accordance with the needs of toddlers. One of the targets for implementing activities to reduce the number of Stunting is at the Ngemplak Simongan Health Center, because in this work area there are still many toddlers with Stunting. Data from the Ngemplak Simongan Health Center in May 2022, there were still 42 children who were classified as stunted. The method used is a lecture and providing a question-and-answer opportunity for stunting mothers and providing food according to balanced nutrition that can be directly consumed by stunting sufferers and can be an example for mothers in providing food for their children at home. The results obtained are increased knowledge from stunting mothers about the types of food needed and how to process food to support their children to be free from stunting.
Pelatihan pembelajaran menyenangkan dengan pendekatan efikasi diri bagi guru SD di KKG Dewi Sartika Rembang Ngatmini, Ngatmini; Mugi Handayani, Pipit; Suyoto, Suyoto; Wiyaka, Wiyaka
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.130

Abstract

Pembelajaran yang menyenangkan perlu diprioritaskan agar peserta didik nyaman dan termotivasi untuk belajar. Namun, banyak pendidik langsung mengajar materi tanpa menciptakan suasana belajar sesuai kurikulum merdeka. Pembelajaran tersebut akan tercapai jika pendidik memiliki kepercayaan diri melalui pendekatan efikasi diri. Efikasi diri adalah keyakinan dan penilaian individu bahwa dirinya mampu melakukan tugas sesuai dengan yang dipersyaratkan untuk mencapai tujuan. Pendekatan ini membantu pendidik percaya diri dalam mengatasi peserta didik bermasalah dan menciptakan suasana belajar yang positif sehingga berdampak pada prestasi peserta didik. Guru di KKG Dewi Sartika memiliki kompetensi baik, tetapi masih kurang percaya diri dalam menghadapi siswa bermasalah. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan efikasi diri pendidik dalam melaksanakan tugas mengajar melalui pembelajaran yang menyenangkan. Efikasi diri yang kuat akan meningkatkan kualitas pengajaran, mencetak pendidik dan peserta didik yang berprestasi. Metode yang diterapkan adalah metode partisipatif bersama tim PKM, meliputi pemberian materi, praktik, dan pendampingan untuk refleksi para peserta setelah mengikuti pelatihan. Melalui pelatihan ini, dihasilkan pendidik yang lebih percaya diri terhadap kemampuannya berdasarkan refleksi hasil rekaman video pembelajaran, respon pendidik bahwa kegiatan sangat bermanfaat sebagai pengalaman menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, serta manfaat itu akan dibagikan kepada pendidik yang belum sempat hadir. Joyful learning should be prioritized to ensure students feel comfortable and motivated to learn. However, many educators directly teach the material without creating a conducive learning atmosphere as required by the independent curriculum. Such learning goals can be achieved if educators possess confidence through a self-efficacy approach. Self-efficacy refers to an individual's belief and assessment of their ability to perform tasks required to achieve specific goals. This approach aids educators in building confidence to address challenging students and create a positive learning environment that has an impact on student achievement. Teachers at KKG Dewi Sartika demonstrate good competence, but lack confidence in dealing with challenging students. The purpose of this activity is to improve the self-efficacy of educators in carrying out teaching tasks through joyful learning. Strong self-efficacy enhances teaching quality, fostering both educator and student excellence. The method applied is a participatory method with the team, encompassing material provision, practical sessions, and continuous mentoring for reflection after training. Through this training, educators are produced who are more confident in their abilities based on reflections on the results of the learning video, educator responses that the activity was very useful in create enjoyable learning experiences, and these benefits would be shared with other educators who had not had the opportunity to attend.