cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Upaya pendampingan dalam mengenalkan bahasa Inggris untuk anak usia dini Yundayani, Audi; Arifannisa, Arifannisa; Astuti, Sari
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.121

Abstract

Penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia menjadi hal yang dianggap penting sebagai kebutuhan dalam menghadap dinamika perkembangan global. Pengenalan Bahasa Inggris sejak usia dini dapat meningkatkan penguasaan bahasa, tetapi banyak orang tua ragu tentang metode dan waktu yang tepat.. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk melakukan pendampingan orang tua dalam mengenalkan bahasa Inggris untuk AUD. Kegiatan dilakukan di sebuah Yayasan Pendidikan di daerah Bogor dengan melibatkan orang tua. Kegiatan dilakukan melalui pamaparan konsep pengenalan bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk AUD yang dilanjutkan dengan proses diskusi. Untuk mengetahui persepsi peserta terhadap pengenalan bahasa Inggris untuk anak usia dini, peserta diminta untuk mengisi angket. Hasil dari kegiatan ini adalah kesadaran orang tua tentang bagaimana cara dan kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing ke AUD. Kesadaran ini juga diikuti dengan pemahaman peserta tentang pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam proses pengenalan bahasa Inggris. Kegiatan ini memberikan implikasi pentingnya integrasi yang berkelanjutan antara dunia perguruan tinggi dan stakeholder sekolah untuk berkomitmen dan mencapai tujuan bersama. English mastery as a foreign language is regarded as crucial and indispensable in Indonesia for navigating the complexities of global development. English is introduced as a foreign language in early childhood, influencing the capacity to improve one's English proficiency. At the same time, parents require clarification regarding the appropriate method and timing for introducing English to early childhood. The objective of this community service activity is to aid parents in the process of introducing English to early development. The activity was conducted at an Education Foundation in Bogor, where parents were involved. The activity was conducted by subjecting participants to the concept of introducing English as a foreign language in early childhood, which was subsequently followed by a discussion process. A questionnaire was distributed to the participants to ascertain their perspectives on introducing English as a foreign language in early childhood. This activity aimed to advise parents about the appropriate timing and strategy for introducing English as a foreign language to early childhood. This awareness led to the participant's understanding of how crucial it is for parents and early childhood teachers to work together when introducing English. The activity highlights the need for ongoing integration between the higher education institution and school stakeholders to commit to and achieve common objectives.
Program penghijauan di Dusun Samban Apriyanti, Hani Werdi; Putro, Mochamad Nurseto Kartiko; Khasanah, Nafiatun; Setyaningsih, Fisca Tri; Aryaningrum, Rizkiana; Risyana, Lonneta Ayu; Mahdisra, Hafizas; Kurniawan, Andri; Aisyah, Rana; Amalia, Farikhatul; Prameswari, Alifta Dyah Ayu
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.135

Abstract

Pada program pengabdian masyarakat ini, kegiatan yang dilakukan ini memiliki titik fokus pada program penghijauan. Program penghijauan merupakan suatu usaha untuk mengembalikan dan mengembalikan fungsi lahan agar dapat digunakan dengan maksimal.  Upaya yang dilakukan ini bertujuan untuk mencegah tanah longsor yang dilakukan Mahasiswa KKN Tematik Periode XVIII yang terletak di Dusun Samban RT 05 RW 02, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Karena lokasi Dusun Samban merupakan dataran tinggi sehingga memiliki potensi tanah longsor cukup tinggi. Penghijauan dapat meminimalisir tanah longsor. Tujuan dari kegiatan ini adalah membangkitkan karakter pada warga sekitar berupa peduli pada lingkungan sekitar dan melakukan aksi secara nyata pada kegiatan penghijauan. Metode aksi nyata yang dilakukan adalah dengan penanaman pohon hias dan pohon buah, seperti pucuk merah, pohon alpukat, pohon kelengkeng, pohon jeruk dan salam yang ditanam di sekitar Sendang Kali Suwek dan area sekitar lapangan di Dusun Samban. Hasilnya, masyarakat dusun Samban menjadi lebih peduli tentang lingkungan sekitar. Mereka dapat berpartisipasi langsung dalam proses penghijauan. In this community service program, the activities carried out have a focus on the greening program. The greening program is an effort to restore and restore the function of land so that it can be used optimally. The efforts made are aimed at preventing landslides carried out by the Thematic KKN Students of Period XVIII located in Dusun Samban RT 05 RW 02, Samban Village, Bawen District, Semarang Regency. Because the location of Dusun Samban is a plateau, it has a fairly high potential for landslides. Greening can minimize landslides. The purpose of this activity is to awaken the character of local residents in the form of caring for the surrounding environment and taking real action in greening activities. The real action method carried out is by planting ornamental trees and fruit trees, such as pucuk merah, avocado trees, longan trees, orange trees and bay leaves planted around Sendang Kali Suwek and the area around the field in Dusun Samban. As a result, the people of Dusun Samban became more concerned about the surrounding environment. They can participate directly in the greening process.
Bahaya bullying bagi siswa di SDN 2 Blorok, Brangsong Styaningrum, Yunita; Al Sandi, Iqbal Nur; Nisak, Choirin; Putri, Novita Rizkia Suswanti; Intansari, Prinsendam Azmi; Kharin, Aulia; Bhanuwati, Nisriinaa Vania; Fannanah, Magfurotul; Azhra, Rafa Naerzyda; Salam, M. Chabib Ardis; Nuraini, Yanti
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i1.136

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini meliputi kegiatan sosialisasi bahaya bullying kepada siswa SDN 02 Blorok. Sekolah Dasar adalah lembaga pendidikan dasar yang menjadi faktor penentu untuk pementukan kepribadian siswa, cara berpikir, bersikap, dan berperilaku. Banyak permasalahan yang terjadi di sekolah salah satunya bullying yang harus dilakukan pencegahan terhadap hal tersebut. Bullying adalah tindakan pemaksaan yang dilakukan terhadap orang lemah dengan kekerasan baik secara fisik atau psikologis. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk mencegah perilaku bullying terjadi di lingkup sekolah dan menaikkan kesadaran pihak sekolah tentang cara mengatasi perilaku bullying dalam jaringan pendidikan. Penelitian dalam pengabdian ini menggunakan beberapa metode seperti ceramah, observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi. Pada kegiatan sosialisasi telah dibahas terkait macam bullying, faktor penyebab bullying, dan cara pencegahan bullying. Hasilnya, para siswa lebih memahami apa itu bullying, bahayanya, dan bagaimana mencegahnya. This community service program includes socialization activities on the dangers of bullying to students of SDN 02 Blorok. Elementary School is an elementary education institution that is a determining factor in the formation of students' personalities, ways of thinking, acting and behaving. Many problems occur in schools, one of which is bullying, which must be prevented. Bullying is an act of coercion carried out against weak people with violence either physically or psychologically. The purpose of this socialization is to prevent bullying behavior from occurring in schools and to raise school awareness about how to overcome bullying behavior in the education network. Research in this community service uses several methods such as lectures, observations, interviews, discussions, and documentation. In the socialization activities, the types of bullying, factors causing bullying, and ways to prevent bullying have been discussed. As a result, students better understand what bullying is, its dangers, and how to prevent it.
Pelatihan mendesain meme sebagai media literasi di SKB 10 Guntur Jakarta Selatan Syahyuri, Syahyuri; Harared, Nico; Riyanto, Riyanto
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i2.173

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan aplikasi meme; memudahkan para guru di era society 5.0 terutama dalam proses meme untuk literasi secara daring; dan memberikan pengalaman baru kepada para guru. Diharapkan pada akhirnya Guru mendapatkan kemudahan dalam pembelajaran literasi yang dibuat secara daring. Kegiatan ini menggunakan platform. Metode yang akan digunakan dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yakni berbentuk pengenalan, pelatihan/praktik, pendampingan dan evaluasi. Dengan menggunakan platform meme membuat kegiatan berliterasi lebih menarik dan memikat peserta didik. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa media baru untuk literasi seperti meme dapat menjadi alat yang efektif untuk melestarikan dan menyebarkan nilai-nilai budaya, pendidikan, ekspresi diri bahkan promosi lembaga. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran akan adaptasi ke digital terhadap perkembangan zaman yang terus berlari dengan cepat di kalangan generasi muda yang merupakan penerus bangsa. Pengenalan platform ini diharapkan tidak hanya diperkenalkan terbatas kepada guru di lingkungan SKB, namun juga bisa diperkenalkan kepada guru lintas sekolah lainnya. Hal ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk mewujudkan kegiatan ini. Oleh karena itu, kerjasama dengan pihak terkait merupakan bagian dari rencana tahapan berikutnya bagi tim pelaksana dalam rangka memperkenalkan platform ini di setiap sekolah yang membutuhkan. The aim of this community service activity is to provide socialization on the use of meme applications; make it easier for teachers in the era of society 5.0, especially in the process of memes for online literacy and provide new experiences to teachers who ultimately find it easier to learn literacy online. This activity uses a platform. The methods that will be used in implementing the Community Partnership Program (PKM) are in the form of introduction, training/practice, mentoring and evaluation. Using the meme platform makes literacy activities more interesting and captivates students. The results of this activity show that new media for literacy such as memes can be an effective tool for preserving and spreading cultural values, education, self-expression and even institutional promotion. Apart from that, this activity also increases awareness of digital adaptation to developments that continue to run rapidly among the younger generation as the future leader. It is hoped that the introduction of this platform will not only be introduced to teachers in the SKB environment, but also be introduced to teachers across other schools. This requires cooperation from all parties to make this activity a reality. Therefore, collaboration with related parties is part of the next stage plan for the implementation team in order to introduce this platform in every school that needs it.
Peningkatan literasi sastra anak melalui media audio visual cerita islami Kisah Turunnya Wahyu Pertama Q.S Al-Alaq 1-5 bagi anak TQA Al-Amanah Gunung Sindur Susanti, Susan; Chamalah, Evi; Azizah, Aida
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i2.175

Abstract

Meningkatkan literasi sastra anak-anak merupakan langkah penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan nilai-nilai kehidupan. Media audio-visual telah terbukti menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan minat dan pengetahuan anak-anak terhadap karya sastra, khususnya cerita-cerita Islami. Subjek penelitian adalah anak TQA Al-Amanah Gunung Sindur yang berusia 7–12 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audio-visual dalam meningkatkan literasi sastra anak dengan menceritakan kisah turunnya wahyu pertama, khususnya Q.S Al-Alaq ayat 1-5, pada anak TQA Al-Amanah Gunung Sindur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Materi audio visual yang digunakan meliputi animasi, narasi, dan grafik untuk membantu anak-anak memahami pesan cerita dan moral dari wahyu pertama. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa media audio-visual dapat meningkatkan ketertarikan anak terhadap konten yang disajikan, meningkatkan pemahaman mereka terhadap pesan moral dalam cerita, dan mendorong mereka untuk lebih terlibat dalam kegiatan literasi dan studi Islam. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa memasukkan teknologi ke dalam pembelajaran sastra Islam dapat meningkatkan keterlibatan anak, baik secara kognitif maupun afektif. Dengan demikian, menggunakan media audio-visual untuk mengajarkan literasi sastra Islam dapat menjadi teknik yang sangat baik untuk membentuk kepribadian anak-anak sejak usia dini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa metode berbasis teknologi interaktif sangat efektif dalam meningkatkan minat baca, kemampuan analisis, dan pemahaman anak terhadap konsep-konsep yang terkandung dalam cerita Islami. Improving children's literary literacy is an important step towards developing critical thinking skills and life values.  Audio-visual media has proven to be an effective way to increase children's interest and knowledge of literary works, especially Islamic stories. The research subjects were TQA Al-Amanah Gunung Sindur students aged 7-12 years old. The purpose of this study is to determine the effectiveness of using audio-visual media in improving children's literary literacy by telling the story of the first revelation, especially Q.S Al-Alaq verses 1-5, to TQA Al-Amanah Gunung Sindur students.  The research method used was qualitative, with data collected through observation and interviews.  The audio visual materials used include animation, narration, and graphics to help children understand the story and moral message of the first revelation. The findings of this study revealed that audio-visual media can increase students' interest in the content presented, improve their understanding of the moral messages in the story, and encourage them to be more involved in literacy activities and Islamic studies.  In addition, the study found that incorporating technology into Islamic literature learning can increase student engagement, both cognitively and affectively.  Thus, using audio-visual media to teach Islamic literacy can be an excellent technique to shape children's personalities from an early age. The findings of this study indicate that interactive technology-based methods are highly effective in increasing students' reading interest, analytical skills and understanding of the concepts contained in Islamic stories.
Penggunaan elemen fonologi terhadap kemampuan membaca teks dongeng berbahasa Inggris bagi warga belajar PKBM Widiyati, Elok; Mega Mulianing Maharani
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i2.186

Abstract

Hasil karya warga belajar PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Omah Dongeng berupa dongeng, film pendek, teater, dan puisi yang menorehkan prestasi bergengsi masih menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris hanya digunakan pada karya lagu dan cerpen. Dengan adanya potensi para warga belajar, penggunaan bahasa Inggris menunjang eksistensi karya di media sosial yang dapat dinikmati kalangan internasional. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan elemen fonologi bagi warga belajar Omah Dongeng Marwah Kabupaten Kudus sehingga saat menampilkan karya dapat menggunakan bahasa Inggris secara berterima. Metode kegiatan pengabdian ini adalah membaca teks dongeng berbahasa Inggris yang membantu pengucapan warga belajar secara tepat. Terdapat 11 warga belajar dalam dengan rentang usia 12-18 tahun dan jenjang pendidikan mulai  kelas 7 sampai kelas 11. Tahapan kegiatan antara lain mempresentasikan materi, memberi kesempatan warga belajar menirukan bunyi  sesuai elemen fonologi, kemudian warga belajar berkelompok mempersiapkan penampilan membaca dongeng berbahasa Inggris. Stimulasi berbahasa Inggris melalui teks dongeng mengasah kemampuan mendengar dan membaca warga belajar. Lima warga belajar termasuk ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dengan tiga diantaranya adalah slow learners mendapat pengalaman yang mengasyikkan dengan membaca teks dongeng dan mempraktekkan fonologi lebih percaya diri dengan membaca nyaring dan artikulasi lebih jelas sesuai instruksi kegiatan. The students’ works of Community Learning Activity Center (PKBM) Omah Dongeng through fairy tales, short films, theater, and poems that had succeeded achieving prestigious achievements used Indonesian. Reflecting the students’ potential, the use of English greatly supported the existence of the works on social media that could be enjoyed by international community. This was proven by the use of English as the language in their songs. This service activity aimed to introduce the phonological elements to the students of Omah Dongeng Marwah Kabupaten Kudus so that while they would be presenting their works they could use English communicatively. The method provided in this activity was reading fairy tale texts which was expected to help the students’ correct pronounciation. There were 11 students participating through the sequences of activity with their age ranged12-18 years with the levels ranged from grade 7 to grade 11. The stages of this service activity were presenting the materials, giving the students opportunity to imitate sounds according to phonological elements, then they prepared a performance to read English fairy tales in groups. English stimulation through fairy tale texts developed the students' listening and reading skills. There were five students with special needs and three of them were slow learners. They had an exciting experience in reading fairy tale texts and practicing phonology. During the service activity they were more confident in reading aloud and had clearer articulation according to the instructions.
Peningkatan keterampilan komunikasi kader menggunakan metode KAP sebagai upaya pencegahan stunting Muallifah, Hanif; Pohan, Rizki Yusrini; Nawaningtyas, Lucy; Rosyidah, Hanifatur; Nur, Fatihah; Nastiti, Ainasofi; Saraswati, Lia Karisma; Siregar, Lesti Kaslati
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i2.187

Abstract

Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami peningkatan angka stunting di tahun 2023 yakni 24.6%. Berdasarkan hasil survei ditemukan bahwa para kader program Komunitas Isi Piringku belum pernah mendapatkan pelatihan gizi seimbang dengan metode yang menarik. Salah satu metode pelatihan interaktif yang dapat diterapkan adalah metode KAP (Komunikasi Antar Pribadi). Kegiatan pelatihan kader Balai Pertemuan Kelurahan Pantai Lango dengan jumlah peserta 21 orang ini bertujuan untuk melatih keterampilan komunikasi kader menggunakan metode KAP. Pelatihan ini dievaluasi dengan menggunakan kuesioner pengetahuan pretest-posttest, untuk mengetahui pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Alur kegiatan terdapat 4 tahapan, pada tahap pertama kegiatan ini adalah membangun keakraban, tahap kedua bermain-belajar, tahap ketiga belajar-bermain, tahap keempat membangun komitmen. Hasil dari jawaban pretest-posttest menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang gizi seimbang, dengan nilai rata-rata 75,71 saat pretest menjadi 93,57 saat posttest. Oleh karena itu, metode KAP sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam kegiatan pelatihan atau penyuluhan kesehatan. North Penajam Paser Regency experienced an increase in stunting rates in 2023, reaching 24.6%. According to survey results, the community health workers (kader) of the "Isi Piringku" Program had never received training on balanced nutrition using engaging methods. One interactive training method that can be applied is the Interpersonal Communication (KAP) method. A training activity for community health workers was held at the Pantai Lango Urban Village Meeting Hall with a total of 21 participants. The purpose of this training was to develop the communication skills of the workers using the KAP method. The training was evaluated using a pretest-posttest knowledge questionnaire to assess participants' knowledge before and after the training. The training activity consisted of four stages: the first stage focused on building rapport, the second on play-based learning, the third on learning through play, and the fourth on building commitment. The results of the pretest-posttest responses showed an increase in the cadres' knowledge about balanced nutrition, with an average score rising from 75.71 in the pretest to 93.57 in the posttest. Therefore, the KAP method is highly recommended for implementation in training or health education activities.
Penguatan pondasi membangun korporasi melalui pelatihan keterampilan kepemimpinan petani di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Hartanto, Cahya Fajar Budi; Bahari, Hamal Putra; Naya, Maharsi Anggara
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i2.188

Abstract

Keterampilan kepemimpinan merupakan salah satu aspek penting dalam mempersiapkan pengembangan korporasi melalui kesiapan sumber daya manusianya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyiapkan para petani menjadi sumber daya manusia yang memiliki keterampilan kepemimpinan. Kegiatan diikuti oleh 82 petani dari 8 desa di Kecaatan Losari, Kabupaten Brebes. Metode pelatihan dilakukan dengan kombinasi pemaparan materi secara teori dan simulasi menggunakan dinamika kelompok. Setelah kegiatan pelatihan kemudian dilakukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan kepemimpinan sebagai pondasi membangun korporasi petani ini, dapat meningkatkan pengetahuan petani secara signifikan sebesar 25%. Peserta juga memberikan penilaian terhadap materi dan penyelenggaraan pelatihan dengan 9 komponen persepsi dan semuanya mendapat nilai tinggi yakni di atas 92%. Berdasarkan evaluasi tersebut dapat disimpulkan pentingnya pelatihan keterampilan kepemimpinan ini bagi para petani sehingga pelatihan semacam ini perlu terus dilakukan untuk membekali petani dalam membangun korporasi petani di masa mendatang. Leadership skills are one of the important aspects in preparing corporate development through the readiness of its human resources. This community service activity aims to prepare farmers to become human resources who have leadership skills. The activity was attended by 82 farmers from 8 villages in Losari District, Brebes Regency. The training method was carried out by a combination of theoretical material presentation and simulation using group dynamics. After the training activity, an evaluation was carried out to determine the effectiveness of the training in improving participants' knowledge. The evaluation results showed that community service activities in the form of leadership training as a foundation for building farmer corporation can significantly increase farmers' knowledge by 25%. Participants also gave an assessment of the material and implementation of the training with 9 components of perception and all received high scores above 92%. Based on this evaluation, it can be concluded that this leadership skills training is important for farmers so that this kind of training needs to be continued to equip farmers in building farmer corporations in the future.
Meningkatkan profesionalisme guru SD melalui pelatihan penulisan karya ilmiah yang inspiratif Afandi, Muhamad; Iskandar, Puguh Ardianto; Jupriyanto, Jupriyanto; Kusumadewi, Rida Fironika; Sari, Yunita
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i2.200

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi salah satu elemen Tridharma Perguruan Tinggi dengan tujuan utama mengaplikasikan konsep akademik untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Penelitian dalam program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menulis karya ilmiah, khususnya di SD Negeri 1 Ngasem Jepara. Pendekatan berbasis partisipasi diterapkan melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD), pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Metode ini melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan pemangku kepentingan sekolah, untuk menciptakan kolaborasi yang efektif dalam mengatasi kendala yang dihadapi guru, yaitu rendahnya kemampuan menulis karya ilmiah. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam memahami dan mengimplementasikan teknik penulisan akademik. Guru berhasil menyusun draft karya ilmiah yang relevan dengan pembelajaran, meskipun beberapa memerlukan pendampingan lanjutan terkait analisis data dan pengutipan. Sebagai tindak lanjut, guru didorong untuk menyempurnakan karya dan mempublikasikannya pada jurnal atau seminar pendidikan. Dengan pendekatan partisipatif dan dukungan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas profesionalisme guru dan pendidikan di SD Negeri 1 Ngasem Jepara. Community service is an implementation of one of the elements of the Tridharma of Higher Education with the main objective of applying academic concepts to provide benefits to the wider community. This community service research aims to improve the competence of elementary school teachers in writing scientific papers, especially at SD Negeri 1 Ngasem Jepara. A participation-based approach is applied through focus group discussions (FGD), training, mentoring, and evaluation. This method involves various parties, including teachers, students, and school stakeholders, to create effective collaboration in overcoming the obstacles faced by teachers, namely the low ability to write scientific papers. The results of the community service show an increase in teacher competence in understanding and implementing academic writing techniques. Teachers succeeded in compiling drafts of scientific papers that were relevant to learning, although some required further mentoring related to data analysis and citation. As a follow-up, teachers were encouraged to perfect their work and publish it in educational journals or seminars. With a participatory approach and ongoing support, this activity is expected to have a positive impact on improving the quality of teacher professionalism and education at SD Negeri 1 Ngasem Jepara.
Memupuk multikulturalisme dalam balutan nuansa Jawa beraroma internasional: Pementasan ketoprak anak FanggidaE, Erio Rahadian P.; Gunarto, Amrih; Deta Maria Sri Darta; Widiningrum, Rindang; Suryaningsih, Ervin
Community Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v3i2.201

Abstract

Pada era ini, budaya lokal semakin luntur dan mungkin akan tergantikan dengan budaya dari luar, disamping itu, kurangnya ketertarikan anak-anak pada budaya lokal. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah melestarikan seni budaya ketoprak, sekaligus memperkenalkan dan merawat keberagaman melalui perpaduan seni tradisional daerah dan penggunaan bahasa internasional. SD Kristen Satya Wacana Salatiga bekerjasama dengan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Kristen Satya Wacana mengadakan pementasan ketoprak anak, dimana hal ini juga bertujuan untuk memperkuat peran UKSW sebagai Indonesia mini, tempat berbagai budaya daerah dijaga dan dihargai. Metode pelaksanaan yang dilakukan untuk pementasan ketoprak anak ini adalah melalui proses perencanaan, yaitu penulisan naskah dan latihan, kemudian pementasan dan evaluasi. Judul dari ketoprak anak tersebut adalah Dewi Wulan, yang dipentaskan menggunakan 4 bahasa yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin. Hasil dari kegiatan ini menyimpulkan bahwa pengenalan budaya multikultural dapat berjalan seiring dengan upaya melestarikan budaya lokal, dalam hal ini ketoprak, yang dikemas melalui pembelajaran bahasa asing. This era sees the diminishment of local culture and the likeliness of it being replaced by foreign cultures which can be a consequence of the younger generation’s interest in their own local culture. That said, SD Kristen Satya Wacana and the Faculty of Language and Arts of Universitas Kristen Satya Wacana organized a children's ketoprak performance which aimed at preserving the performance art of ketoprak while introducing multiculturalism through the use of international languages. This performance was also staged to cement the branding of UKSW as ‘Indonesia Mini’ where local cultures are preserved and appreciated. There were several stages to the performance: planning, script writing and rehearsal, and performance and evaluation. Taking the title of ‘Dewi Wulan’, the performance used four languages in its script: Javanese, Indonesian, English, and Mandarin. The performance led to a conclusion that the introduction of multiculturalism can happen simultaneously with the preservation of local culture, ketoprak in this case, presented through language learning.