cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30257999     EISSN : 30257980     DOI : https://doi.org/10.57235
JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary dengan nomor ISSN terdaftar 3025-7999 (Cetak) dan 3025-7980 (Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup bidang pendidikan, agama, multidfisiplin. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 496 Documents
Analisis Pelindungan Hukum Indikasi Geografis Dalam Upaya Pendaftaran Sirup Markisa Medan Sebagai Produk Ekspor Unggulan Daerah Sumatera Utara Pane, Agnes; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Gaol, Anggelina Labora Dorasi Lumban; Siagian, Rimma Anisa; Sitompul, Juwita Helena
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7533

Abstract

Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum Indikasi Geografis (IG) dalam upaya pendaftaran Sirup Markisa Medan sebagai produk ekspor unggulan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian meliputi: (1) menganalisis bentuk perlindungan hukum IG menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia, (2) mengetahui mekanisme dan persyaratan pendaftaran IG serta menilai kelayakan Sirup Markisa Medan untuk didaftarkan sebagai IG, dan (4) mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat pendaftaran. Pendekatan yang digunakan adalah normatif-empiris (socio-legal) dengan kombinasi kajian perundang-undangan, analisis konseptual, dan pendekatan sosiologis melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha lokal. Hasil menunjukkan Sirup Markisa Medan memenuhi tiga pilar kelayakan IG: faktor alam (buah markisa dari Berastagi), faktor manusia (teknik pengolahan tradisional di Medan), dan reputasi pasar; namun sampai saat penelitian produk belum terdaftar. Hambatan utama meliputi rendahnya literasi HKI di kalangan UMKM, keterbatasan SDM untuk penyusunan dokumen teknis, dan kurangnya koordinasi antar daerah; faktor pendukung antara lain permintaan pasar yang tinggi dan kualitas bahan baku yang teruji. Rekomendasi mencakup peran aktif pemerintah daerah untuk memfasilitasi pembentukan MPIG, pendampingan penyusunan Dokumen Deskripsi, penerapan sistem keterunutan, dan inisiasi pendaftaran di DJKI.
Pengaruh Faktor Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Periode 2014- 2023 Tambunan, Khairuddin E; Hutagalung, Marsanda; Pratama, Vingky Dwi; Safira, Vivi; Afifah, Zulfa
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2014-2023. Dengan menerapkan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap IHSG, sementara suku bunga berdampak negatif namun tidak signifikan. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG. Ketiga variabel tersebut secara simultan berkontribusi secara signifikan terhadap pergerakan IHSG, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 65,8%. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor makroekonomi memainkan peran penting dalam dinamika pasar saham di Indonesia, sehingga dapat dijadikan acuan bagi investor serta pembuat kebijakan dalam menyusun strategi investasi dan kebijakan ekonomi yang lebih efektif.
Perkembangan Steam Anak Dalam Mengenal Gerak Kendaraan Melalui Proyek Mobil Botol Roket Balon Waruwu, Gracia Andani Priliani; Putri, Nayla Cahya; Almayda, Faradilla
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan kemampuan STEAM anak usia dini melalui proyek mobil botol roket balon sebagai media mengenalkan konsep gerak kendaraan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung terhadap aktivitas anak dalam proses merancang, merakit, menghias, dan menguji mobil roket berbahan botol plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menstimulasi seluruh aspek STEAM. Pada aspek sains, anak memahami hubungan antara dorongan udara dan gerak benda. Pada aspek teknologi dan engineering, anak menggunakan alat sederhana dan berlatih memperbaiki konstruksi ketika mobil tidak bergerak optimal. Aspek seni muncul melalui kreativitas anak dalam menghias mobil, sedangkan aspek matematika terlihat saat anak mengukur jarak tempuh serta membandingkan ukuran dan kecepatan. Selain itu, proyek ini juga mengembangkan kemampuan sosial, kognitif, dan motorik halus melalui kerja sama dan pemecahan masalah. Dengan demikian, proyek mobil botol roket balon menjadi media pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan mendukung penerapan pendekatan STEAM dalam pendidikan anak usia dini.
Pengembangan Digital Piket Manajemen Sistem Berbantuan Google Sheet Dalam Meningkatkan Efektivitas Kebersihan di SMP Negeri 3 Binjai Saragi, Tasya Amelia; Syahputri, Sri; Hutabarat, Sani; Silitonga, Erika Cyntia Pebryanti; Siburian, Mieke Angelika; Wuriyani, Elly Prihasti; Amalia, Nadra
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7594

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya kebersihan dan keteraturan lingkungan sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Pelaksanaan piket kelas sebagai salah satu cara menjaga kebersihan seringkali kurang optimal karena masih dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem piket digital berbasis Google Spreadsheet sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas kebersihan di SMP Negeri 3 Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rekayasa ide. Subjek penelitian adalah satu kelas di SMP Negeri 3 Binjai. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dengan menggunakan 10 poin pertanyaan untuk menilai kondisi jadwal piket manual. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan sistem. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kebersihan lingkungan sekolah secara umum sudah cukup baik, dengan siswa menunjukkan sikap peduli terhadap kebersihan. Sekolah memiliki aturan yang mendukung budaya kebersihan dan tanggung jawab siswa. Namun, peran guru atau staf sekolah dalam mengawasi dan menanamkan kebiasaan bersih kepada siswa masih kurang. Pengembangan sistem piket digital berbasis Google Spreadsheet merupakan solusi yang relevan, efektif, dan adaptif untuk mengatasi permasalahan dalam pelaksanaan piket di sekolah. Sistem ini dapat meningkatkan kualitas manajemen budaya lingkungan dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran dan pembentukan perilaku positif peserta didik.
Dinamika Pedagang Kaki Lima di Sekitar Gerbang Kampus Universitas Riau Rambe, Aulia Sari; Azzahra, Fadila; Hambali, Hambali; Rifani, Husnul Khoti; Sarmita, Rizky Dinda; Mufidahna, Salma Assyfa; Hidayah, Suci Nur
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7488

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Kampus Universitas Riau merupakan bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mahasiswa. Kehadiran mereka tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial ekonomi di lingkungan kampus. Aktivitas jual beli antara pedagang dan mahasiswa menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, terutama karena harga yang terjangkau dan kemudahan akses. Namun, di sisi lain, keberadaan PKL juga menimbulkan persoalan seperti kemacetan, penumpukan sampah, dan gangguan ketertiban di sekitar kampus. Pihak kampus dan Satpol PP menilai perlu adanya penataan agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan lingkungan akademik. Oleh karena itu, keseimbangan antara pemberdayaan ekonomi dan ketertiban lingkungan menjadi hal penting untuk diwujudkan.
Analisis Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Dalam Mewujudkan Cita Hukum Pancasila Saparudin, Imam; Pratiwi, Monica; Sengaji, Adhitya Miasa; Athallah P N R, M Ellif
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7315

Abstract

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan lembaga tinggi negara yang mencerminkan kedaulatan rakyat dan demokrasi Pancasila dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan filosofis dan konstitusional MPR dalam mewujudkan cita hukum Pancasila. Metode penelitian normatif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan dokumen konstitusional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasca amandemen, MPR tidak lagi menjadi lembaga tertinggi negara, sejajar dengan lembaga negara lain yang mempunyai kewenangan utama membentuk dan mengubah Undang-Undang Dasar, melantik dan memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Secara filosofis, MPR merepresentasikan sila keempat Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Melalui fungsi konstitusionalnya, MPR berperan menjaga cita hukum Pancasila yang menekankan keadilan, kemanusiaan, kemanfaatan, dan supremasi konstitusi dalam penyelenggaraan negara.
Pemerintahan Kolonial Belanda di Indonesia: Perspektif Multidisiplin tentang Sejarah, Hukum, dan Kebijakan Rambe, Latifah Aini; Gaol, Anni L Lumban; Ziba, Zahra Maghfirah; Ginting, Job Gamaliel
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7157

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia dari perspektif multidisiplin, khususnya aspek sejarah, hukum, dan kebijakan. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana struktur pemerintahan, sistem hukum, dan kebijakan ekonomi serta sosial Belanda memengaruhi masyarakat pribumi, menciptakan stratifikasi sosial, serta memicu kesadaran nasional dan gerakan perlawanan rakyat. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dari arsip kolonial, dokumen hukum, literatur sejarah, dan jurnal ilmiah nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan kolonial Belanda menerapkan struktur birokrasi yang sentralistik, sistem hukum dualistik yang diskriminatif, serta kebijakan ekonomi dan sosial yang mengeksploitasi masyarakat pribumi. Meskipun demikian, pendidikan kolonial dan pembangunan infrastruktur secara tidak langsung mendorong munculnya intelektual pribumi dan kesadaran nasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin untuk memahami warisan kolonial dalam konteks sosial, hukum, dan kebijakan di Indonesia modern.
Makna Kesulitan Guru Sejarah Dalam Merancang Asesmen Autentik pada Modul Ajar Kurikulum Merdeka: Perspektif Fenomenologi Sinurat, Gabriel Joey Febriand; Tarigan, Gema Persada; Lubis, Rifka Ariani; Rumahorbo, Ruth Debora; Lumbangaol, Tatiah Anisah; Pakpahan, Pretty; Wisabla, Nelman; Silitonga, Eben Ezer; Ryanto, Ammar Zhafran
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7585

Abstract

Perubahan paradigma evaluasi pada Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen autentik sebagai komponen inti dalam pembelajaran sejarah, sehingga guru dituntut mampu merancang instrumen yang menilai proses berpikir historis peserta didik secara komprehensif. Artikel ini berupaya menelaah makna kesulitan yang dialami guru sejarah dalam merancang asesmen autentik pada modul ajar melalui pendekatan fenomenologis. Kajian konseptual dilakukan dengan menelaah literatur mengenai kurikulum, pedagogi sejarah, asesmen autentik, serta perspektif fenomenologi untuk mengungkap dinamika subjektif yang dialami guru dalam proses penyusunan penilaian. Analisis menunjukkan bahwa kesulitan guru tidak hanya muncul dari aspek teknis penyusunan instrumen, tetapi juga bersumber dari tekanan profesional, ketidakpastian konsep, dan keterbatasan pendampingan teknis dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Temuan tersebut menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan aplikatif, kolaborasi profesional, serta dukungan perangkat asesmen yang praktis agar asesmen autentik dapat diterapkan secara konsisten dan bermakna dalam pembelajaran sejarah. 
Perkawinan Antara Orang yang Berlainan Agama Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif Robi'ah, Robi'ah; Mulyani, Sri; Sumiyati, Sumiyati; Wahida, Nurul; Zulaiqah, Nur Alya
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7458

Abstract

Perkawinan berbeda agama menjadi fenomena yang kerap ditemukan di masyarakat Indonesia yang beragam, sehingga memunculkan persoalan yang cukup kompleks dari sudut pandang hukum Islam maupun hukum positif. Dalam kajian hukum Islam, pernikahan lintas agama dinilai dapat mengganggu keutuhan akidah, stabilitas rumah tangga, serta pembinaan ibadah dan pendidikan anak, sehingga mayoritas ulama memberikan larangan terhadap praktik tersebut. Adapun dalam hukum positif Indonesia, keabsahan perkawinan didasarkan pada aturan agama masing-masing calon mempelai, sehingga perkawinan beda agama sulit dicatat secara legal dan sering menimbulkan masalah administratif seperti ketidakjelasan status anak, hak waris, serta pencatatan sipil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan hukum Islam dan hukum positif Indonesia terkait pernikahan berbeda agama, serta menganalisis dampak yang timbul pada aspek sosial dan hukum. Data untuk penelitian ini diperoleh dari studi literatur yang komprehensif, meliputi buku-buku, artikel jurnal, dan berbagai rujukan akademik relevan lainnya. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif. Data dianalisis melalui proses membaca, memilah, dan mendeskripsikan temuan untuk menghasilkan kesimpulan ilmiah yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam menegaskan larangan pernikahan beda agama demi menjaga keharmonisan akidah dan praktik keagamaan dalam keluarga. Di sisi lain, hukum positif Indonesia secara tidak langsung membatasi praktik tersebut melalui regulasi pencatatan dan persyaratan agama. Namun, adanya celah peraturan serta sejumlah putusan pengadilan menimbulkan polemik di masyarakat dan mengakibatkan ketegangan antara norma agama, hak individu, dan kebutuhan administrasi negara.
Pembelajaran Mandiri Anak Tunanetra Lewat Media Audio Sinambela, Helprida; Gea, Meiman; Yonathan Pakpahan, Doli Akbar Siregar Charly; Purba, Joel; Situmorang, Kevin Cristian; Siregar, Yan Indra; Sipahutar, Ahmad Syabaruddin
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7250

Abstract

Belajar merupakan kebutuhan penting bagi semua anak,Melalui belajar anak bisa mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang berguna untuk kehidupannya. Namun, bagi anak tuna netra, proses belajar sering kali tidak mudah. Keterbatasan penglihatan membuat mereka sulit memahami pelajaran yang biasanya dingunakan melalui tulisan, gambar, atau media visual lainnya. Hal ini menjadi tantangan dan membuat mereka membutuhkan cara belajar yang sesuai dengan kondisi mereka. Salah satu media yang bisa membantu adalah media audio. Dengan media ini, anak tuna netra dapat memahami informasi melalui suara.Bentuknya bisa berupa rekaman penjelasan pelajaran, buku suara, maupun aplikasi pembaca layar yang tersedia di gawai. Kehadiran media audio tidak hanya mempermudah anak dalam belajar, tetapi juga memberikan kesempatan untuk lebih mandiri tanpa bergantung pada bantuan guru atau orang lain.selain itu dapat meningkatkan rasa percaya diri. Anak tuna netra agar mampu belajar sendiri sesuai kemampuan mereka. Jika dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari, anak yang dapat melihat biasanya belajar dengan membaca buku, melihat gambar, atau menonton video pembelajaran. Mereka dapat memahami informasi dengan cepat melalui penglihatan. Berbeda dengan anak tuna netra yang hanya menggunakan pendengaran sebagai jalur utama untuk menangkap pelajaran. Misalnya, ketika anak lain membaca buku cetak, anak tuna netra bisa mendengarkan versi buku suara. Dengan cara ini, mereka tetap memperoleh pengalaman belajar yang sama, hanya dengan metode yang berbeda.