cover
Contact Name
Alfina Wildatul Fitriyah
Contact Email
garuda@apji.org
Phone
+6285726173515
Journal Mail Official
stisnq.jember17@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Sukarto No.60, Krajan, Balet Baru, Kec. Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68194
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Alfihris: Jurnal Inspirasi Pendidikan
ISSN : 29646294     EISSN : 29646286     DOI : 10.59246
1. Ilmu Sosial 2. Ilmu Ekonomi 3. Akuntansi 4. Manajemen 5. Kebudayaan 6. Pendidikan 7. Sejarah 8. Pariwisata 9. Gender 10. Humaniora 11. Seni Budaya 12. Linguistik 13. Sastra 14. Filsafat 15. Studi Agama 16. Studi Media dan Komunikasi 17. Berbagai bidang penelitian yang relevan
Articles 227 Documents
Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Palupuh Gusnandy Gusnandy; Deswalantri Deswalantri; Januar Januar; Alimir Alimir
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.219

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pengamatan yang mengungkapkan bahwa masih banyak guru yang memiliki pertanyaan tentang bagaimana mengimplementasikan kurikulum mandiri. Pengenalan kurikulum mandiri memicu berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, khususnya para pendidik. Masih banyak guru yang belum banyak mengetahui tentang kurikulum mandiri ini, terutama kebijakan yang dikandungnya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pandangan guru PAI di SMAN 1 Palupuh terhadap kurikulum mandiri. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Penulis mengumpulkan informasi untuk bagian ini melalui wawancara, penelitian dan dokumentasi. Data artikel ini berasal dari informan kunci yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam, serta kepala sekolah dan Wakil Kepala Kurikulum. Penulis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data. Setelah itu digunakan Triagulasi Sumber dalam metode validitas data. Kondisi siswa, peraturan pendidikan, pengalaman mengajar guru, padatnya kurikulum mandiri, kreatifitas siswa, sumber belajar, kurangnya kemandirian siswa, pemahaman guru PAI terhadap kurikulum mandiri, dan fasilitas penunjang pembelajaran PAI dalam kurikulum mandiri merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi guru PAI terhadap kurikulum. Ide mendasar di balik penyederhanaan RPP untuk kurikulum mandiri adalah untuk mengurangi jumlah komponen dalam RPP dari 16 menjadi tiga komponen inti: tujuan, kegiatan pelaksanaan, dan penilaian. Selain itu, guru mata pelajaran bertanggung jawab untuk mengembangkan RPP yang didasarkan pada minat dan kebutuhan siswanya. Menjadikannya sebagai modul terbuka adalah salah satu cara penyederhanaan kurikulum mandiri. Modul pengajaran ini dirancang agar lebih adaptif dan berkonsentrasi pada dasar-dasar dan pertumbuhan karakter. Kurikulum merupakan pondasi dari kurikulum berbasis kompetensi, kurikulum mandiri melayani kebutuhan akan isi yang komprehensif, dan Kurikulum Mandiri memungkinkan Kontekstualisasi Pembelajaran Satuan Pendidikan.
Implementasi Sikap Spiritual Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa SMAN 1 Tanjung Mutiara Liza Sundari; Muhiddinur Kamal; Wedra Aprison; Iswantir M
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.220

Abstract

Implementasi sikap spiritual yang masih sangat jauh yang diharapkan terlihat ketika masih banyaknya siswa yang tidak menjalankan perintah sholat maupun belum fasihnya siswa ketika membaca ayat suci Al-Qur’an. Kurikulum 2013 menetapkan sikap sebagai aspek yang sangat penting untuk dinilai dalam pembelajaran. Penilaian sikap spirititual dikembangkan dan dioptimalisasikan menurut Kompetensi Inti 1 dengan menggunakan instrumen format penilaian sikap terhadap siswa. Sikap spiritual siswa dalam K-1 bertujuan untuk pembentukan dan pembangunan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan-Nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Islam untuk menumbuhkan kecerdasan spiritual siswa di sekolah yang berfokus pada cara penilaian dan cara pembinaan serta praktek sikap spiritual maupunibadah siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstuktur dan observasi partisipan. Serta dalam teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data lalu kemudian penyajian data dan verifikasi sebagai langkah terakhir dalam penelitian. Adapun pengujian keabsahan data delakukan dengan trangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Sikap Spiritual Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara dilaksanakan dalam bebarapa cara diantaranya: Tahap pertama Sikap Spiritual SMANegeri 1 Tanjung Mutiara merancang pembelajaran dengan pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas. Tahap yang pertama dilakukan adalah dengan pembukaan dana persepsi seperti mengawali dengan salam, berdo’a, bersyukur dan tadarrus, kemudian eksplorasi dan konsolidasi yaitu mengaitkan materi dengan dalil dan beberapa masalah dalam kehidupan, lalu pembentukan sikap melalui kegiatan-kegiatan disekolah seperti salaman.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Pembelajaran PAI Di SMAN 1 Lareh Sago Halaban Ega Fardilah; Muhiddinur Kamal; Wedra Aprison; Salmi Wati
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.221

Abstract

Peneliti yang dilatar belakangi oleh prosedur model pembelajaran Discovery Learning yang belum optimal yang dilakukan oleh pendidik. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan mendeskripsikan cara pendidik PAI dalam penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada pembelajaran pendidikan agama Islam dan agar bisa diketahui hambatan yang terkendala oleh guru PAI saat menggunakan model pembelajaran Discovery Learning kelas XI di SMA N 1 Lareh Sago Halaban. Permasalahan tersebut diteliti dengan penggunaan metode penelitian kualitatif deskriptif yang di tujukan supaya dapat menjelaskan dan mengalisis kejadiaan-kejadian, kegiatan sosial, tindakan, keyakinan, pola pikir seseorang bik secara individu maupun kelompok dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan berdasarkan teknik observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan penelitian yang penulis lakukan menunjukkan hasil bahwa: penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran PAI belum sepenuhnya memuaskan dan memiliki kekurangan-kekurangan. Ada enam langkah-langkah model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam yaitu: stimulasi/pemberian rangsangan, pertanyaan atau identifikasi masalah, pengumpulan data, pengelolaan data, pembuktian dan yang terakhir kesimpulan belum sepenuhnya dilakukan oleh peserta didik dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Hambatan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam diantaranya: kurangnya motivasi belajar peserta didik, kurangnya keaktifan belajar peserta didik, kurangnya kedisiplinan peserta didik dan alokasi waktu dan jam pembelajaran yang relatif singkat.
Perbandingan Minat Belajar PAI Siswa Pada Pembelajaran Offline Sebelum dan Sesudah Pandemi di SMAN 5 Bukittinggi Arif Aulia Rizki; Wedra Aprison
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.222

Abstract

The background to this research is the Covid-19 pandemic, which previously had shaken all sectors in the world, including the education sector itself, where the learning process has changed to online learning. In online learning, there are many efforts that must be made, but not all students can accommodate the needs of learning implementation services and ultimately have an impact on student learning interest. Currently learning has been carried out offline again, because now it has entered the new normal period. This study aims to compare students' interest in studying PAI during offline learning before and after the pandemic. This type of research is descriptive comparative with a quantitative approach, the population of all class X students is 334 students, the total sample is 47 students using simple random sampling technique. The data collection technique is a questionnaire with descriptive and inferential data analysis techniques. The results of the study were that students' interest in learning PAI was higher when learning was offline before the pandemic with a percentage of 70% in the medium criteria as evidenced by the t-test at a significant level of 5%, obtained t count > t table (3.00 > 2.012) so that Ha is accepted.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VIII SMP N 1 JUJUHAN ILIR KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Deris Afrilianto; Zulfani Sesmiarni; Junaidi; Muhiddinur Kamal
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.225

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi dari observasi dan kegiatan pembelajaran PAI kelas VIII di SMP N 1 Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan peserta didik hanya menerima apa yang disampaikan guru tetapi tidak benar-benar memahaminya. Hal tersebut disebabkan oleh kegiatan belajar mengajar yang masih kurang efektif yang dilaksanakan oleh guru. Guru kurang mengaitkan permasalahan di lingkungan sekitar dengan pembelajaran di sekolah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi Penelitian di lakukan di SMP N 1 Jujuhan Ilir, yang berlokasi di Desa Sarimulya, Jl. Sutoyo, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo. Informan penelitian ini yaitu guru PAI sebagai informan kunci dan informan pendukung yaitu guru dan siswa/i kelas VIII. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisi data yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengumpulan data. Kemudian teknik keabsahan data penulis menggunakan triangulasi data dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas VIII SMP N 1 Jujuhan Ilir, Kab. Bungo, Jambi telah menerapkan Model Problem Based Learning (PBL) berdasarkan langkah- langkah PBL yang dipadukan dengan media seperti laptop. Implementasi Problem Based Learning (PBL) berdampak terhadap peningkatan berpikir kritis peserta didik, menjadikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, dan mengarah.
Hamka's Thoughts on Educators in Islamic Education Jias Mengki; Syamsul Rijal; Silahuddin Silahuddin
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.226

Abstract

This study is backgrounded by various problems that arise in education due to the decadence of community morals, most of which are carried out by the younger generation, whose most still hold the title of students are still bound in formal educational institutions. The imbalance between intellectual input and character building gives rise to attitudes from the community towards the ability of educators as educational agents who are responsible for meeting the needs of students, both spiritual, intellectual, moral, and physical needs of students by pursuing the development of their potential, which includes affective, cognitive, and psychomotor potential by the values of Islamic teachings. This attitude shows the low awareness of the importance of integrating the roles of parents, teachers, and the community as educators, each occupying a vital position in forming complete students regarding intellectual, moral, and righteousness to Allah SWT. This study aims to find out 1) Hamka's thoughts about educators in Islamic education, 2) the Characteristics of educators in Islamic education according to Hamka, and 3) The relevance of Hamka's thoughts about educators in Islamic education. Based on the data collected in the form of descriptions, this research uses a figure study or historical approach where the researcher examines a character's thoughts, be they problems, situations, or conditions that affect his thinking.
Pluralisme Pada Interaksi Sosial Siswa Muslim Dan Siswa Non Muslim Di Sekolah Dasar Alvi Nur Azizah
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.227

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keberagaman yang ada di Negara Indonesia ini dengan beragam aspek agama, suku, etis, budaya , dan ketertarikan peneliti dalam melihat harmonisasi siswa muslim dengan siswa non muslim di SDN Ngadirejo yang didasari oleh interaksi yang mereka lakukan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Pluralisme pada interaksi sosial siswa muslim dengan siswa non muslim di SDN Ngadirejo terjalin dengan baik, saling menghargai satu sama lain tanpa ada rasa perbedaan. Pluralisme pada interaksi sosial siswa muslim dan non muslim yaitu melalui asosiatif dengan kerjasama dan akomodasi.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBENTUK POSTER PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BANGUN DATAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Annisa Arnun
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.229

Abstract

This study aims to develop teaching materials in the form of posters in learning mathematics flat shapes for grade IV students in elementary schools. This poster teaching material is also validated by material and design experts, then tested in practice and effectiveness. The study was conducted at SD Swasta Arisa Medan Deli with a study subject of 10 fourth grade students. This study used the development model by Thiagarajan and Sammel (1974), which has four stages: define, design, development, and dissemination. The instruments used in this study are material validation questionnaires, designs, practitioners, student responses, and pretest-posttest questions to determine the effectiveness of poster teaching materials. The results of the study explained that the poster teaching materials had gone through the assessment stage by material experts, design experts, practitioners, and field trials. The overall assessment average gets a final score of 90% with a very feasible category. In line with the results of the assessment, the teaching materials in the form of posters that have been developed are suitable for use.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PERKALIAN PECAHAN BIASA BERBENTUK HANDOUT PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Savira Maharani
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.230

Abstract

This study aims to develop teaching materials for multiplying ordinary fractions in the form of handouts for fifth grade elementary school students. This handout teaching material was validated by material and design experts, practitioners and effectiveness test. The study was conducted at MIN 12 Medan with 10 fifth grade students as study subjects. This study used the development model by Thiagarajan and Sammel (1974), which has four phases: define, design, development, and dissemination. The instruments used in this study were material validation questionnaires, designs, practitioners, student responses, and pretest-posttest questions to determine the effectiveness of handout teaching materials. The results of the study explained that the handout teaching materials had passed the material expert assessment, design, practitioner, and field trial phases. The overall assessment average gets a final score of 88% with a very feasible category. In line with the assessment results, the teaching materials for multiplying ordinary fractions in the form of handouts for grade V elementary school students that have been developed are suitable for use.
PENERAPAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF OLEH KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI 057224 PALUH GUSTA KABUPATEN LANGKAT Nuraida Nuraida
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.240

Abstract

The purpose of this research is: Describing the actualization of the principal's imaginary impact at SD Negeri 057224 Pluh Gusta in Langkat Regency. This kind of investigation is a qualitative detail study. using a phenomenological strategy. Through observation, conversation, and recording, data were collected. Data reduction, data presentation, conclusion drawing, and substantiation techniques were used to evaluate the data. Through credibility tests that included member checks and triangulation of methods (source, methodology, and time), the veracity of the data was checked. The findings of this study indicate that, although the implementation of the influence of the principal's idealization in SD Negeri 057224 Paluh Gusta in Langkat Regency, namely the participation of teachers and staff in the administration of meetings, providing ideas and opinions, and forming teams. developing a vision and mission, has not been optimal for teacher self-development.

Page 4 of 23 | Total Record : 227