cover
Contact Name
Muhammad Amiruddin Dardiri
Contact Email
amir.dardiri@gmail.com
Phone
+6281346468345
Journal Mail Official
jurnaledukhasi@gmail.com
Editorial Address
Pontianak, Kalimantan Barat, 78118
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Edukasi
ISSN : -     EISSN : 29887836     DOI : https://doi.org/10.60132/edu
Core Subject : Education,
Jurnal Edukasi akan mempublikasikan karya ilmiah yang mencakup tentang hasil penelitian dan kajian di bidang pendidikan seperti, teori dan praktik pembelajaran, kepemimpinan dan manajemen pendidikan, kurikulum dan teknologi pendidikan, pendidikan karakter, pendidikan keagamaan, pendidikan bahasa, pendidikan sains, pendidikan sosial, pendidikan lingkungan, dan kajian lainnya yang bersifat terbarukan serta dinilai akan dapat memberikan manfaat pada peningkatan kualitas praktik pembelajaran dan pendidikan di Indonesia.
Articles 108 Documents
Eksplorasi Kepuasan dan Preferensi Mahasiswa terhadap Konseling Digital Berbasis Teks: Studi Single-Blind pada Layanan Manusia, AI, dan Hybrid Kmas M. Eka Fhitrah; Muhaimin Abdillah; Arif Sugianto; Muhammad Ilham Akbar; Nanda Alfan Kurniawan; Farhan Fajar Pratama
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i3.802

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kepuasan dan preferensi mahasiswa terhadap layanan konseling digital berbasis teks pada tiga model layanan, yaitu konselor manusia, AI/perantara, dan hybrid manusia-AI. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan convergent parallel, di mana komponen kuantitatif berupa repeated measures (within-subject) dikombinasikan dengan pendekatan single-blind. Data dikumpulkan melalui dua gelombang praktik e-counseling berbasis teks, dengan rotasi kondisi layanan antargelombang untuk mengontrol variasi antar penyedia layanan. Partisipan penelitian berjumlah 62 mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling yang masing-masing mengevaluasi ketiga kondisi layanan. Data kepuasan dianalisis menggunakan uji Friedman, data preferensi dianalisis secara deskriptif, dan data kualitatif (alasan skor dan kendala) dianalisis secara tematik dengan pemetaan eksplisit terhadap kondisi layanan pada masing-masing gelombang. Hasil uji Friedman menunjukkan tidak terdapat perbedaan kepuasan yang signifikan antarkondisi, χ²(2) = 1.460, p = 0.482, dengan Kendall’s W = 0.012. Meskipun demikian, data preferensi menunjukkan bahwa layanan manusia paling banyak dipilih sebagai sumber kenyamanan emosional (38,7%), diikuti AI/perantara (33,9%) dan hybrid (27,4%). Temuan tematik mengindikasikan bahwa konselor manusia unggul dalam kehangatan relasional, AI/perantara cenderung dipersepsikan kaku dan menyerupai chatbot, sedangkan layanan hybrid paling banyak dikeluhkan terkait kelambatan respons, yang diduga terkait dengan kompleksitas koordinasi antara agen manusia dan sistem AI serta potensi beban kognitif tambahan (digital offloading) pada konselor manusia. Temuan ini mendukung common factors theory dan menegaskan bahwa pengalaman konseling digital bersifat multidimensional serta tidak dapat disamaratakan lintas medium layanan.
Konsep Khalwat Dar Anjuman Tarekat Naqsabandiyah sebagai Landasan Pengembangan Materi Akidah Akhlak Muhammad Amiruddin Dardiri; Mohammad Zaki Su'aidi; Waluyo Waluyo; Hasbullah Fauzan Rambe
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i3.806

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Khalwat Dar Anjuman dalam Tarekat Naqsabandiyah dan merumuskan relevansinya sebagai landasan pengembangan materi Akidah Akhlak Madrasah Aliyah kelas XII, khususnya pada tema etika organisasi dan profesi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pemisahan antara kehidupan spiritual dengan aktivitas sosial dan profesional, sehingga materi etika organisasi dan profesi perlu dikembangkan tidak hanya sebagai seperangkat norma perilaku, tetapi juga sebagai bagian dari cara pandang keislaman terhadap kehidupan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan library research dengan analisis isi (content analysis). Data diperoleh dari literatur mengenai Tarekat Naqsabandiyah dan Khalwat Dar Anjuman, serta buku pelajaran Akidah Akhlak Madrasah Aliyah kelas XII. Analisis dilakukan melalui identifikasi konsep Khalwat Dar Anjuman, analisis substansi materi etika organisasi dan profesi, serta analisis integratif untuk merumuskan prinsip pengembangan materi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Khalwat Dar Anjuman mengandung prinsip keterhubungan antara kehidupan spiritual dan kehidupan sosial, yaitu tetap aktif dalam kehidupan masyarakat dengan mempertahankan kesadaran batin kepada Allah. Berdasarkan analisis tersebut, dirumuskan tiga prinsip pengembangan materi, yaitu (1) integrasi spiritual dan sosial, (2) internalisasi kesadaran batin dalam aktivitas sosial, dan (3) aktualisasi nilai spiritual dalam kehidupan profesional. Ketiga prinsip tersebut menunjukkan bahwa pengayaan materi Akidah Akhlak tidak harus dilakukan dengan menambahkan tasawuf sebagai pokok bahasan baru, tetapi dapat dilakukan melalui perubahan orientasi materi sehingga aktivitas organisasi dan profesi dipahami sebagai ruang aktualisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menghasilkan landasan konseptual yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian pengembangan dan pengujian empiris dalam pembelajaran Akidah Akhlak.
Literasi Digital dan Kemandirian Belajar Siswa SMA dalam Pembelajaran Biologi berbasis Teknologi: Studi Kualitatif Hilaria Selfiana Missa; Rikardus Herak
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i4.789

Abstract

Pembelajaran berbasis teknologi menuntut siswa mampu mengoperasikan perangkat digital, mengevaluasi informasi, mengelola sumber belajar, dan mengatur proses belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi literasi digital dan praktik kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran Biologi berbasis teknologi. Penelitian kualitatif deskriptif dilaksanakan di SMA St. Arnoldus Janssen dengan melibatkan lima siswa kelas X dan satu guru Biologi yang dipilih secara purposif.  Data diperoleh melalui wawancara, observasi pembelajaran, angket terbuka, analisis dokumen, dan catatan lapangan. Data dikodekan dan disusun secara tematik, sedangkan kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menggunakan teknologi untuk mencari informasi, memahami konsep Biologi, menyelesaikan tugas, menyusun presentasi, dan mendukung kegiatan proyek. Literasi digital tampak melalui kegiatan memeriksa informasi, membandingkan sumber, menyimpan materi belajar, dan menggunakan aplikasi secara produktif, meskipun evaluasi kredibilitas sumber masih menjadi kendala. Kemandirian belajar terlihat melalui pengaturan waktu, penyelesaian tugas, pemantauan pemahaman, perbaikan tugas setelah umpan balik, dan pencarian bantuan. Kendala utama meliputi jaringan internet yang tidak stabil, keterbatasan kuota, listrik padam, distraksi media sosial, ajakan bermain gim, dan kesulitan mengenali sumber tepercaya. Pembelajaran Biologi berbasis teknologi perlu memadukan akses, bimbingan evaluasi sumber, regulasi belajar, dan umpan balik guru.
Pendampingan Motivasi Belajar dan Kepercayaan Diri Anak Asuh di Yayasan Sonaf Maneka: Studi Kasus Evaluatif Kualitatif Trisna Susana Nogo Elaman; Egidius Dewa
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i4.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, respons peserta, dan makna yang dipersepsikan dari program pendampingan motivasi belajar dan kepercayaan diri di Yayasan Panti Asuhan Sonaf Maneka. Program berlangsung selama dua hari, melibatkan 118 peserta berusia 5–22 tahun, dan mencakup penyampaian materi motivasi, diskusi interaktif, permainan edukatif, latihan komunikasi terbimbing, pendampingan, serta penguatan pada akhir kegiatan. Penelitian menggunakan desain studi kasus evaluatif kualitatif, dengan program pendampingan dua hari diperlakukan sebagai kasus yang terikat pada konteks, waktu, dan peserta. Data diperoleh dari daftar hadir, foto kegiatan, materi presentasi, catatan harian tim, wawancara semiterstruktur dengan satu pengelola panti dan dua fasilitator yang dipilih secara purposif, serta diskusi verifikasi tim. Data dianalisis secara tematik, sedangkan kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menghasilkan lima tema, yaitu pelaksanaan program yang partisipatif, keterlibatan aktif dalam diskusi dan permainan, kesediaan berkomunikasi dan mengemukakan pendapat selama sesi, munculnya aspirasi belajar, serta penguatan suportif dari fasilitator. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan partisipatif menyediakan ruang yang mendukung peserta untuk terlibat, berlatih berkomunikasi, dan menghubungkan belajar dengan tujuan personal. Penelitian ini tidak menggunakan pengukuran pretest–posttest, tidak mewawancarai seluruh peserta secara sistematis, dan tidak menilai perubahan jangka panjang. Oleh karena itu, hasil ditafsirkan sebagai temuan evaluatif yang kontekstual, bukan bukti efektivitas kausal.
Pembentukan Student Agency dalam Program Beasiswa Berbasis Nilai: Studi Multi Kasus pada Mahasiswa Pendidikan Tinggi Muhammad Firdaus Ismail
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i4.795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pembentukan student agency pada mahasiswa penerima program beasiswa berbasis nilai. Kajian mengenai student agency masih didominasi oleh pendekatan kuantitatif yang berfokus pada hasil, sementara pemahaman mengenai proses pembentukannya dalam konteks pembinaan mahasiswa masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain studi multi kasus terhadap tiga mahasiswa penerima beasiswa yang telah menyelesaikan program. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik melalui pendekatan within-case dan cross-case. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan student agency berlangsung melalui interaksi antara kerentanan awal, dukungan relasional, pengalaman sosial, dan refleksi nilai. Analisis mengidentifikasi tiga variasi pola perkembangan agency, yaitu relational-self-directed, practical-instrumental, dan moral-reflective. Meskipun berkembang melalui jalur yang berbeda, seluruh partisipan menunjukkan peningkatan kapasitas bertindak yang lebih reflektif, mandiri, dan berorientasi kontribusi sosial. Temuan penelitian menegaskan bahwa pembinaan berbasis nilai, mentoring, dan pengalaman sosial autentik berperan penting dalam mendukung perkembangan agency mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian student agency serta menawarkan implikasi praktis bagi perancangan program beasiswa dan pengembangan mahasiswa di pendidikan tinggi.
MIA (Media Interaktif Animasi) Pengenalan Tata Surya pada Anak di TK Negeri Pembina Surakarta Dedi Eko Nurcahyo
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i4.797

Abstract

TK adalah singkatan dari Taman Kanak-Kanak, mengacu pada rentang usia anak-anak yang menghadiri pendidikan pra-sekolah usia 4-6 tahun. Materi menarik yang bisa dikenalkan pada anak TK salah satunya adalah materi tentang Tata Surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk, yaitu MIA (Media Interaktif Animasi) Pengenalan Tata Surya. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Sadiman. Aplikasi Media pembelajaran ini telah diujicobakan dengan melakukan pre-tes dan post-tes kepada 16 peserta didik kelas A1 di TK Pembina Surakarta. Hasilnya adalah ada kenaikan nilai antara pre-tes dan post-tes dari nilai 2 menjadi 3,25 dari skala 4. Untuk melihat apakah terjadi peningkatan yang signifikan antara pre-tes dan post-tes dilakukan uji paired t-test yang mensyaratkan data terdistribusi normal. Dari hasil uji tes Kolmogorov Smirnov dengan SPSS 23 didapatkan nilai sig. (2-tailed) adalah 0,102 > 0,05 yang artinya bahwa data distribusi nilai adalah normal. Dari hasil uji Paired Sample ttest diketahui bahwa nilai sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka bisa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pengenalan Tata Surya pada data pre-test dan post-tes.
Kemampuan Problem Solving Mahasiswa PPG IPA dalam Menyelesaikan Kasus melalui Problem Base Learning (PBL) Indri Nurwahidah; Yeni Widiyawati
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i4.801

Abstract

Kemampuan problem solving dibutuhkan calon guru untuk menghadapi keragaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan problem solving mahasiswa PPG IPA dalam menyelesaikan kasus setelah pembelajaran melalui Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling karena semua anggota kelas yang berjumlah 30 orang dilibatkan. Data diperoleh melalui penilaian kasus menggunakan rubrik lima indikator: mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebab, menghasilkan alternatif, menentukan dan merancang solusi, serta mengevaluasi solusi. Analisis meliputi rerata, simpangan baku, kategori, dan capaian indikator. Hasil peneltian menunjukkan bahwa nilai rata-rata mencapai 79,67 dengan simpangan baku 5,24 dan rentang 70-95. Sebanyak 23 mahasiswa atau 76,67% berada pada kategori tinggi dan 7 mahasiswa, sebesar 23,33% dalam kategori sangat tinggi. Capaian tertinggi adalah identifikasi masalah sebesar 84,17%, sedangkan terendah penentuan dan perancangan solusi sebesar 75,00%. Berdasarkan hasil penelitian dapat doisimpulkan bahwa mahasiswa mampu mengenali masalah dan mengembangkan alternatif, tetapi memerlukan penguatan untuk menyusun rencana tindakan yang rinci, kontekstual, dan dapat dievaluasi.
Analisis Hermeneutik Makna Istiqamah dalam Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazy dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Era Society 5.0 Ana Citra Annisa; Anandita Yahya
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i4.799

Abstract

Istiqamah merupakan fondasi karakter muslim yang semakin diuji oleh disrupsi nilai di ruang digital, sehingga kajian atas sumber-sumber pembentuk karakter, termasuk karya sastra populer, menjadi penting untuk terus diperbarui. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna istiqamah dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy melalui pendekatan hermeneutik dan merumuskan relevansinya bagi pendidikan Islam pada era Society 5.0. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-hermeneutik; data primer berupa teks novel Bumi Cinta (2019) dianalisis melalui tahap pemahaman literal, interpretasi kontekstual, dan rekontekstualisasi makna, dengan data sekunder berupa jurnal dan buku tentang istiqamah, hermeneutika, dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istiqamah dalam novel ini tidak sebatas konsistensi ritual, melainkan integritas kepribadian muslim yang tersusun atas lima dimensi, yaitu spiritual, moral, intelektual, sosial, dan psikologis, yang membentuk model konseptual spiral, bukan sekadar tangga linear. Kelima dimensi tersebut relevan dengan tantangan Society 5.0, seperti disrupsi nilai digital, kecanduan media sosial, krisis identitas, penyalahgunaan kecerdasan buatan, dan polarisasi keagamaan daring, sehingga dapat direlevansikan menjadi penguatan pendidikan akidah, literasi digital beretika, pendidikan karakter Islami, etika teknologi, dan moderasi beragama. Penelitian ini merekomendasikan agar kerangka nilai istiqamah dimanfaatkan sebagai acuan pengembangan materi ajar Pendidikan Agama Islam berbasis sastra yang responsif terhadap tantangan pendidikan karakter di era digital.

Page 11 of 11 | Total Record : 108